KARYA DOSEN Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
    101 research outputs found

    Pengembangan Pembelajaran melompat Berbasis Permainan Untuk Siswa Sekolah Dasar Kelas V di SDN Ardimulyo 01 Singosari

    No full text
    ABSTRAK   Rian Vebri S. 2012. Pengembangan Pembelajaran melompat Berbasis Permainan Untuk Siswa Sekolah Dasar Kelas V di SDN Ardimulyo 01 Singosari, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Agos Tomi, (II) Dr. Eko Hariyanto.   Kata Kunci: Pengembangan, Model permainan, Melompat Berdasarkan hasil observasi dengan menggunakan angket dan wawancara  pada tanggal 24 januari 2012 yang dilakukan di SDN Ardimulyo 01 Singosari di peroleh hasil sebagian besar siswa memiliki keterampilan melompat yang kurang baik hal ini disebabkan karena sabagian besar siswa menganggap bahwa pembelajaran lomat jauh membosankan selain itu guru tidak memiliki banyak variasi pembelajaran lompat jauh sehingga selama ini pembelajaran lompat jauh terkesan membosankan. Sebagian besar siswa menyukai aktivitas bermain sehingga guru dituntut mampu merancang pembelajaran melalui pendekatan oleh siswa yaitu bermain.Oleh karena itu perlu adanya pengembangan pembelajaran melompat dengan model permainan untuk siswa sekolah dasar kelas V. Produk yang dikembangkan berupa buku panduan dengan spesifikasi sabagai berukut: (1) Media pembelajaran berupa buku panduan yang meliputi aktifitas pembelajaran melompat untuk siswa kelas V dalam bentuk permainan yang disertai gambar dan penjelasan. (2) Media pembelajaran ini dapat mempermudah guru dalam menyampaikan materi yang akan disampaikan. (3) Media pembelajaran dapat menimbulkan gairah belajar siswa. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk membuat mengembangkan pembelajaran melompat dengan pendekatan bermain bagi siswa kelas V SD dalam bentuk buku panduan untuk membantu guru pendidikan jasmani dalam melaksanakan pemelajan yang lebih vareatif dan menyenangkan.  Penelitian ini merupakan jenis  penelitian dan pengembangan (reseach and devlopment) dengan menggunakan tujuh dari sepuluh langkah prosedur pengembangan oleh Borg and Gall. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dengan presentase. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari penyebaran angket. Dari hasil evaluasi uji coba kelompik kecil dengan menggunakan 12 siswa diperoleh persentase 85,8%, dan pada uji coba kelompok besar dengan menggunakan 30 siswa diperoleh persentase 89,37%  sehingga buku panduan melompat untuk kelas V dapat digunakan. Berdasarka hasil penelitian tersebut, maka saran yang dapat yang diberikan di antaranya: sebelum disebarluaskan sebaiknya produk yang telah dikembangkan ini dievaluasi kembali  disesuaikan dengan situasi dan kodisi yang ada. Selaian itu subjek penelitian sabainya diperluas, baik siswa maupun sekolah yang digunakan  sebagai kelompok uji coba

    SURVEI TINGKAT KESEGARAN JASMANI PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET SMA NEGERI 2 LUMAJANG

    No full text
    ABSTRAK   Resmana, Beny. 2012. Survei Tingkat Kesegaran Jasmani Peserta Ekstrakurikuler Bola Basket SMA Negeri 2 Lumajang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Saichudin, M. Kes, (II) Drs. Oni Bagus Januarto, M. Kes.   Kata kunci : Kesegaran Jasmani, Harvard Step Up Test Kesegaran jasmani adalah kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan aktifitas sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. Banyak tes kesegaran jasmani yang ada, salah satunya adalah Harvard Step Up Test yaitu tes naik turun bangku dengan frekuensi 30 kali/menit mengikuti irama metronome yang teratur sebanyak 120 kali/menit selama 5 menit. Tes ini bertujuan untuk mengukur kapasitas umum dalam melakukan pekerjaan berat dan menormalkan kembali setelah melakukannya. Tujuan dari penelitian survei tingkat kesegaran jasmani ini adalah ingin mengetahui tingkat kesegaran jasmani peserta ekstrakurikuler bola basket.  Lokasi penelitian dilakukan di SMA Negeri 2 Lumajang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian observasional. Ditinjau dari tujuannya adalah penelitian deskriptif yaitu penelitian yang menjelaskan atau menerangkan peristiwa yang diamati. Instrumen yang digunakan adalah salah satu tes kesegaran jasmani yaitu Harvard Step Up Test. Subjek penelitian adalah peserta ekstrakurikuler bola basket yang berjumlah 16 siswa. Hasil analisis data menggunakan Klasifikasi Standar Indeks Efisiensi Tubuh (IET) menurut Harvard diketahui bahwa dari 16 testi terdapat 1 orang (6,25%) kategori baik sekali, 6 orang (37,5%) kategori baik, 9 orang (56,25%) kategori cukup, untuk kategori sedang dan kurang masing-masing 0% atau tidak ada satupun testi yang masuk kategori tersebut. Hasil analisis data menggunakan perhitungan pemulihan denyut nadi (Protokol Steptes Indonesia) diketahui bahwa dari 16 testi terdapat 9 (56,25%) kategori kurang sekali, 3 (18,75%) kategori kurang, 4 (25%) kategori sedang. Tidak ada satupun testi yang masuk kategori baik dan baik sekali. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan bahwasanya tingkat kesegaran jasmani peserta ekstrakurikuler bola basket SMA Negeri 2 Lumajang tergolong rendah untuk seorang pemain basket

    PENGGUNAAN METODE BERMAIN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR LOMPAT JAUH KELAS V SDN GEJUGJATI I KECAMATAN LEKOK KABUPATEN PASURUAN

    No full text
    ABSTRAK   Baha’udin  2012. Penggunaan Metode Bermain untuk Meningkatkan Aktifitas Pembelajaran Teknik Dasar Lompat Jauh kelas V SDN Gejugjati I Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Malang. Pembimbing: (1) Drs. Tatok Sugiarto., S.Pd., M.Pd,  (2) Drs. Mardianto., M.Kes   Kata kunci: Keaktifan siswa, Teknik dasar Lompat Jauh, bentuk-bentuk permainan. Berdasarkan hasil observasi awal tentang pembelajaran teknik dasar Lompat Jauh yang dilaksanakan di SDN Gejugjati l Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan, diperoleh hasil bahwa siswa kelas V SDN Gejugjati I terlihat kurang bersemangat dalam pembelajaran atletik khususnya tentang teknik dasar Lompat Jauh. Hal ini diperkuat lagi melalui hasil wawancara   dengan guru pendidikan jasmani bahwa keaktifan siswa dalam pembelajaran teknik dasar Lompat Jauh masih tergolong kurang karena pembelajaran dalam atletik khususnya Lompat Jauh kurang disenangi  sehingga dalam aktivitas pembelajaran cenderung kurang aktif dalam proses pembelajaran. Sehingga keaktifan siswa dalam pembelajaran atletik Lompat Jauh juga masih rendah, dari 32 jumlah siswa ada 37,5% siswa atau 12 siswa yang tergolong aktif dan 62,5%  atau 20 siswa tergolong tidak aktif. Dalam atletik diperlukan pengembangan atletik yang memiliki unsur permainan. Untuk itu perlu adanya metode dengan bentuk-bentuk permainan untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Gejugjati I. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, angketdan catatan lapangan. Hasil penelitian ini telah terbukti mampu meningkatkan keaktifan siswa dari siklus ke siklus. Peningkatan keaktifan siswa pada saat pembelajaran pada siklus 1 mencapai 70%. Sedangkan peningkatan pada siklus 2 keaktifan siswa pada saat pembelajaran mencapai 86.66%. Peningkatan juga terjadi pada respon siswa melalui angket dari siklus 1 yaitu 78,12% dengan kategori baik menjadi 93,75%  pada siklus 2 dengan kategori baik sekali. Peningkatan keaktifan siswa juga terlihat pada hasil observasi teknik dasar Lompat jauh pada siklus  1 yaitu 87,5% menjadi 93,75% pada siklus 2. Pengamatan teknik dasar Lompat Jauh berdasarkan 4 indikator yaitu sikap saat awalan, saat melakukan tumpuan, saat melayang dan saat melakukanpendaratan. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan bagi guru Pendidikan Jasmani untuk menggunakan  metode bermain  dalam pembelajaran teknik dasar Lompat Jauh , karena sudah terbukti berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa metode bermain dalam pembelajaran teknik dasar Lompat Jauh, dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas V SDN Gejugjati I Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan

    PENINGKATAN TEKNIK PASSING BAWAH BOLAVOLI MENGGUNAKAN METODE PART AND WHOLE PADA SISWA KELAS VIIB DI SMPK MATER DEI PROBOLINGGO

    No full text
    ABSTRAK   Berdasarkan silabus, kompetensi dasar yang disajikan pada pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di SMPK Mater Dei Probolinggo, pada kelas VII semester gasal tahun ajaran 2011/2012, meliputi: (1) start jongkok, (2) lari jarak pendek 100 m, (3) passing bawah bolavoli, (4) passing atas bolavoli, (5) PPPK, (6) senam lantai guling depan, (7) passing bola basket, (8) lay up bola basket. Saat pembelajaran passing bawah bolavoli pada tanggal 4 Oktober 2011 peneliti melakukan observasi di kelas VIIB SMPK Mater Dei dan memperoleh data: (1) guru menggunakan metode practice style dalam pembelajaran teknik dasar passing bawah bolavoli, (2) 16 siswa masih menggenggamkan jari-jari kedua tangannya, (3) 13 siswa berporos pada siku saat melakukan passing bawah, (4) 20 siswa posisi kaki lurus dengan badan yang masih tegak saat melakukan passing bawah bolavoli, (5) 11 siswa masih salah dalam perkenaan bola pada genggaman tangan atau jari tangan, (6) 14 siswa merasa kesakitan pada pergelangan tangan saat melakukan passing bawah. Dari hasil tersebut dapat diidentifikasi permasalahan sebagai berikut: guru menggunakan pendekatan practice style dalam pembelajaran teknik dasar passing bawah bolavoli sehingga pengguasaan teknik siswa tidak baik dan siswa belum bisa melakukan teknik dasar passing bawah bolavoli dengan benar. Peningkatan teknik dilakukan melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model penelitian dari Kemmis & Taggart yang setiap siklus terdiri dari: (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Secara kolaborasi rencana perbaikan dilakukan dengan menerapkan part and whole. Metode part and whole merupakan metode pembelajaran yang dilakukan secara bertahap, dari  pengenalan/pembelajaran teknik bagian hingga gabungan dari keseluruhan teknik bagian yang merupakan teknik gerakan yang utuh (Winarno:1994). Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan teknik passing bawah bolavoli dengan menerapkan metode part and whole  pada siswa VIIB SMPK Mater Dei Probolinggo. Kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini dapat dilihat dari hasil observasi pada siklus I rata-rata sebesar 70,3% dengan taraf keberhasilan dalam kategori cukup dan pada siklus II sebesar 91,7% dengan taraf keberhasilan dalam kategori baik, sehingga dapat diketahui pada siklus I ke siklus II  mengalami peningkatan sebesar 21,4% setelah penggunaan metode part and whole. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode part and whole dapat meningkatkan teknik passing bawah bolavoli siswa VIIB SMPK Mater Dei Probolinggo

    Pengembangan E-Book Permainan Tenis meja Sebagai Media Pembelajaran di SMP Negeri 2 Grati Kabupaten Pasuruan

    No full text
    Pendidikan merupakan salah satu upaya yang harus dilakukan pada peserta didik agar mampu mengembangkan kemampuan dan potensi yang ada pada dirinya. Dalam pembelajaran pendidikan jasmani yang efektif, sumbangan yang paling nyata adalah guru diharapkan mengembangkan media pembelajaran sehingga dapat mencapai keberhasilan tujuan pembelajarannya. Semakin variatif media pembelajaran yang digunakan guru maka semakin banyak peran siswa dalam proses pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang dapat diterapkan adalah media pembelajaran yang berbasis komputer. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan E-Book Permainan Tenismeja Sebagai Media Pembelajaran di SMP Negeri 2 Grati Kabupaten Pasuruan, sehingga siswa dapat belajar materi tenis meja tanpa merasa bosan dengan adanya media yang baru. Spesifikasi yang digunakan untuk produk yang peneliti buat berupa Produk pengembangan software yang menggunakan komputer sebagai media pembelajaran, E-Book berisi tentang sejarah tenis meja, tipe dan taktik dalam bermain tenis meja, teknik permainan meja, latihan fisik, latihan mental, peraturan permainan tenis meja, E-Book dilengkapi dengan video teknik dasar permainan tenis meja beserta foto sarana dan prasarana, E-Book dilengkapi dengan animasi pada setiap slidenya, E-Book terdapat variasi warna gambar, tulisan, halaman, Produk akhir dikemas dalam bentuk VCD. Metode penelitian ini menggunakan metode pengembangan kemudian untuk Rancangan penelitian peneliti mengacu pada model pengembangan (research and development) Borg and Gall. Dari sepuluh langkah yang ada beberapa dimodifikasi oleh peneliti sesuai kebutuhan. Langkah-langkah yang diambil (1) Analisis kebutuhan dan observasi lapangan, (2) Pembuatan produk awal, (3) Evaluasi ahli, (4) Uji coba kelompok kecil dengan menggunakan 12 subjek, (5) Revisi produk awal, (6) Uji coba kelompok besar dengan menggunakan 45 subjek, (7) Revisi produk akhir dan hasil akhir pengembangan dengan total keseluruhan sampel yang digunakan oleh peneliti dari uji kelompok kecil dan uji kelompok besar yaitu 57 siswa mulai dari kelas  tujuh, kelas delapan, kelas sembilan. Dari penelitian dan pengembangan serta prosedur yang dilakukan di atas, dihasilkan produk yaitu pengembangan E-Book permainan tenis meja sebagai media pembelajaran di SMP Negeri 2 Grati Kabupaten Pasuruan: (1) sejarah permainan tenis meja (2) teknik dasar permainan tenis meja, (3) tipe dan taktik permainan tenis meja, (4) latihan fisik dan latihan mental, (5) peraturan dalam permainan tenis meja Berdasarkan hasil uji ahli, uji coba kelompok kecil, dan uji coba kelompok besar disimpulkan pengembangan E-Book tenis meja sebagai media pembelajaran di SMP Negeri 2 Grati Kabupaten Pasuruan ini bermanfaat, menarik dan menyenangkan. Sebagai upaya penyebarluasan produk yang telah dikembangkan ke sasaran yang lebih luas sebaiknya produk yang telah dikembangkan ini dievaluasi kembali kemudian disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada.

    Survei Tingkat Kesegaran Jasmani Peserta Ekstrakurikuler Bola Basket SMA Negeri 2 Lumajang.

    No full text
    ABSTRAK   Resmana, Beny. 2012. Survei Tingkat Kesegaran Jasmani Peserta Ekstrakurikuler Bola Basket SMA Negeri 2 Lumajang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Saichudin, M. Kes, (II) Drs. Oni Bagus Januarto, M. Kes.   Kata kunci : Kesegaran Jasmani, Harvard Step Up Test Kesegaran jasmani adalah kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan aktifitas sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. Banyak tes kesegaran jasmani yang ada, salah satunya adalah Harvard Step Up Test yaitu tes naik turun bangku dengan frekuensi 30 kali/menit mengikuti irama metronome yang teratur sebanyak 120 kali/menit selama 5 menit. Tes ini bertujuan untuk mengukur kapasitas umum dalam melakukan pekerjaan berat dan menormalkan kembali setelah melakukannya. Tujuan dari penelitian survei tingkat kesegaran jasmani ini adalah ingin mengetahui tingkat kesegaran jasmani peserta ekstrakurikuler bola basket.  Lokasi penelitian dilakukan di SMA Negeri 2 Lumajang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian observasional. Ditinjau dari tujuannya adalah penelitian deskriptif yaitu penelitian yang menjelaskan atau menerangkan peristiwa yang diamati. Instrumen yang digunakan adalah salah satu tes kesegaran jasmani yaitu Harvard Step Up Test. Subjek penelitian adalah peserta ekstrakurikuler bola basket yang berjumlah 16 siswa. Hasil analisis data menggunakan Klasifikasi Standar Indeks Efisiensi Tubuh (IET) menurut Harvard diketahui bahwa dari 16 testi terdapat 1 orang (6,25%) kategori baik sekali, 6 orang (37,5%) kategori baik, 9 orang (56,25%) kategori cukup, untuk kategori sedang dan kurang masing-masing 0% atau tidak ada satupun testi yang masuk kategori tersebut. Hasil analisis data menggunakan perhitungan pemulihan denyut nadi (Protokol Steptes Indonesia) diketahui bahwa dari 16 testi terdapat 9 (56,25%) kategori kurang sekali, 3 (18,75%) kategori kurang, 4 (25%) kategori sedang. Tidak ada satupun testi yang masuk kategori baik dan baik sekali. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan bahwasanya tingkat kesegaran jasmani peserta ekstrakurikuler bola basket SMA Negeri 2 Lumajang tergolong rendah untuk seorang pemain basket

    PEMETAAN CABANG OLAHRAGA UNGGULAN DI KALIMANTAN TIMUR

    No full text
    Realisasi pola pembangunan yang lebih banyak memberikan kewenangan daerah dalam pengaturan dan pembinaan olahraga prestasi, memungkinkan keanekaragaman model karena disesuaikan dengan karakteristik geografi dan budaya, yang dituangkan ke dalam kebijakan daerah masing-masing sesuai dengan otonominya.Daerah propinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tentu memiliki prioritas pengaturan dan pembinaan olahraga prestasi sesuai dengan karakter daerah Kaltim. Rancangan penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode survey Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data: prestasi olahraga dan cabor unggulan, kriteria yang digunakan untuk menentukan cabang olahraga unggulan, bentuk program pemasalan, bentuk program pembibitan, bentuk program pembinaan, bentuk program kompetisi dan seleksi, bentuk penghargaan prestasi olahraga, SDM, bentuk kerjasama, sarana dan prasarana, model pendanaan dan sistem evaluasi cabor unggulan. Hasil penelitian; cabang Olahraga unggulan Propinsi Kaltim yakni  Gulat (63,16%) dan  Panjat Tebing (42,11%)

    Pengembangan Video Pembelajaran Penjas dan Olahraga Berbasis Life Skill bagi Anak-anak Pesisir Pantai

    No full text
    Dua konsep pendidikan jasmani tradisional adalah  (a) Biologistic ideology:  Pendidikan jasmani sebagai pelatihan kebugaran (training of the body-object) dan (b) Pedagologistic ideology: pendidikan melalui gerak (Education through movement/sport). Tujuan Pendidikan jasmani  mutakhir adalah sebagai berikut: (a) anak merasa gembira (40%), (b) anak berkeringat dan kecapaian (30%), (c)  anak tertib dan disiplin dalam pelajaran (10%), (d) anak mempelajari gerak/olahraga (20%). Tujuan Pendidikan jasmani (standart isi) adalah: (a) Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih, (b) Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik, (c) Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar (d) Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (e) Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis (f) Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri/ life skill, orang lain dan lingkungan,   (g) Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif. Pengembangan pembelajaran pendidikan jasmani dan olahraga berbasis life skill  dalam penelitian ini difukuskan pada  gaya mengajar berbasis masalah gerak (movement problem-based learning). Pengembangan pembelajaran mengadopsi gaya mengajar (style of teaching). Berdasarkan keputusan pada pre impact, impact dan post impact peran guru dan murid dapat bergeser, mulai dari guru yang berperan dominan sampai guru hanya menjadi fasilitator. Media pembelajaran adalah alat bantu agar pembelajaran berjalan secara efektif dan efisien. Dengan bantuan Video guru dapat menerapkan gaya mengajar komando, latihan dan simulasi, sedangkan siswa dapat menirukan gerakan mengapung dan berenang dengan menggunakan berbagai alat apung. Penelitian ini termasuk dalam model penelitian pendidikan dan pengembangan  (educational research and development) (Borg and Gall, 1983). Subjek uji coba adalah tenaga pengajar/pelatih adalah guru pendidikan jasmani dan olahraga sekolah dasar yang telah mengikuti training of trainer (TOT), sebanyak 15 orang. Dalam pembuatan Video sebagai subyek adalah siswa sekolah dasar kelas 4, 5 dan 6 yang tinggal di pantai Damas, Pasir Putih, Prigi dan Karanggoso, Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek Jawa Timur, sebanyak 30 siswa. Analisis data mengunnakan teknis analisis deskriptif. Pembahasan Memiliki  tingkat keberhasilan sebagai berikut:1. Penguasaan teori Berhasil, 94% peserta menguasai minimal 65% materi yang disajikan, 2. Penguasaan praktek berdasarkan Simulasi yang dilakukukan dikatakan Berhasil, 87% peserta terampil mengapung menggunakan ban, pelampung renang dan kayu bulat serta terampil melakukan pertolongan di kolam renang. 3. Pelaksanaan praktek berdasarkan simulasi yang dilakukan dikatakan Berhasil, 98% peserta terampil mengapung menggunakan ban, pelampung renang, dan kayu bulat serta terampil melakukan pertolongan di pantai. Pendidikan jasmani dan olahraga berbasis life skill melaui Video Pembelajaran ini dapat memberi bekal kemampuan gerak secara khusus sesuai dengan karakteristik kebutuhan gerak dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu kegiatan ini perlu dilakukan di semua daerah di Indonesia yang dekat dengan pentai untuk mengurangi resiko tsunami yang bisa datang sewaktu-waktu

    ANALISIS KEBIJAKAN PENDIDIKAN SMK

    No full text
    Dalam era globalsasi yang membawa implikasi sebagai peluang dan tantangan, dibutuhkan tenaga terampil tingkat menengah dengan keahlian yang sesuai dengan standar profesi. Pendidikan menengah kejuruan sebagai penyedia tenaga kerja terampil tingkat menengah dituntut harus mampu membekali  tamatan dengan dengan kualifikasi keahlian standar, sikap, dan perilaku yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja. Sejalan dengan usaha peningkatan mutu pendidikan di SMK Departemen Pendidikan Nasional telah membentuk satuan tugas untuk megkji dan memformulasikan suatu sistem pendidikan dan pelatihan kejuruan di Indonesia. Hal ini sejalan dengan peran dan fungsi utama pendidikan kejuruan sebagai penyiapan tenaga kerja.             Usaha meningkatkan mutu pendidikan merupakan tugas yang tidak mudah karena dipengaruhi oleh banyak faktor, untuk itu perlu diupayakan berbagai cara agar mutu pendidikan kita, khususnya di tingkat kejuruan semakin meningkat. Berbagai faktor memang disadari dapat mempengaruhi pembentukan mutu tersebut, misalnya input instrumental, proses belajar mengajar, sarana prasarana, rasio guru murid, perpustakaan yang memadai dan sebagainya. Salah satu upaya yang dapat dijalankan adalah memperhatikan sekolah itu sendiri sebagai suatu sistem kelembagaan.Upaya peningkatan mutu lulusan dapat diupayakan dengan melihat dan meningkatkan sistem pengelolaan efektifitas sekolah yang bersangkutan. Asumsinya pengelolaan sekolah yang efektif akan mempengaruhi pencapaian mutu pendidikan di sekolah yang bersangkutan: sistem pengeloalaan sekolah yang efisien dan efektif bertendensi kepada mutu pendidikan yang baik dan begitu pula sebaliknya.             Tujuan penelitian ini adalah 1) pemetaan kinerja pendidikan di tingkat propinsi dan kabupaten, 2) sebagai kajian awal benchmk  standar nasional pendidikan, 3) analisis kinerja pendidikan di tingkat propinsi dan kabupaten. Rancangan penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif yang dilakukan dengan metode survey.             Hasil penelitian : 1) Disparitas kinerja pendidikan di kabupaten/kota Indonesia bagian barat dan timur ada perbedaan yang cukup signifikan, 2) Guru SMK di Indonesia yang memiliki ijasah S1 rata-rata 74,2%, sedangkan yang tidak kompeten sekitas 25,8%. Presentase guru yang memiliki ijasah S1 terendah dimiliki propinsi Maluku dengan angka 54,12%. Disparitas guru SMK yang memiliki ijasah S1 nampak cukup tajam di kabupaten/kota di luar Jawa, dengan perbedaan lebih dari 90%, 3) Persentase tertinggi ruang kelas SMK rusak berat ditemui di propinsi Gorontalo (20%) dan terendah di propinsi Kalimantan Selatan (0,82%). Ruang kelas SMK yang rusak berat sebagian besar terjadi di propinsi luar Jawa, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur, 4) Angka nasional rata-rata pemilikan buku paket per siswa untuk SMK adalah 0,25% ini berarti bahwa satu buku paket harus dipakai oleh empat orang siswa, 5) 83,35% kepala sekolah SMK di Indonesia telah memiliki ijazah minimal S1. Kepala sekolah berpendidikan S1 ke atas dengan persentase di bawah 60% ada di propinsi Nusa Tenggara Timur dan Maluku, 6) Persentase siswa SMK yang mengulang diseluruh Indonesia sebesar 0,93%, 7) Persentase angka kelulusan siswa SMK yang mengikuti ujian di Indonesia adalah 98,5%, angka ini tentunya cukup tinggi karena ini berarti secara nasional hanya 1,5% siswa SMK yang ikut ujian dinyatakan tidak lulus, 8) Rata-rata nilai UAN SMK secara nasional adalah 5,39. Ditingkat propinsi rata-rata nilai UAN tertinggi diraih oleh propinsibSulawesi Tengah dengan nilai 6,02 dan terendah diraih oleh propinsi Nusa Tenggara Barat dengn rata-rata nilai 4,86, 9) Nilai matematikamerupakan salah satu indikator penting untuk mengukur kualitas output pendidikan, dari hasil survei tingkat pencapaian nilai matematika siswa SMK di Indonesia masih tergolong rendah, yaitu 4,55.             Rekomendasi: 1) Perlunya dibuatnya kebijakan dengan perhatian secara khusus guna meningkatkan kualitas pendidikan terutama diberbagai kabupaten/kota di Idonesia bagian timur. Tanpa perhatian khusus disparitas akan semakin tajam dan implikasinya adalah kinerja secara nasional akan terpengaruh, 2) Di daerah yang kepadatan penduduknya rendah dan sebaran tidak merata seperti yang terjadi di kabupaten Papua, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku, perlu dipikirkan kebijakan, seperti mengembangkan sistem boarding schools. Sistem ini selain dapat meningkatkan efisiensi juga dapat membantu mengurangi disparitas, 3) Kebijakan lain yang perlu dipikirkan untuk mengurangi disparitas adalah upaya mengembangkan standar nasional pendidikan yang lebih terukur. Salah satu pendekatan yang dapat dipikirkan adalah membuat ukuran standar yang dikembangkan dari hasil kajian awal benchmark nasional

    Kompetisi Sepak Takraw Antar Klub Se Kabupaten Trenggalek Jawa Timur

    No full text
    Sepak takraw dikenal dan digemari masyarakat di berbagai daerah di Indonesia, antara lain di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan Pulau Jawa. Di Sulawesi Selatan sepak takraw disebut Meraga/Maddaga dalam bahasa Bugis, bersal dari sirga-raga dengan pengertian saling menghibur. Sepak takraw yang dimainkan oleh pemain-pemain mahir merupakan tontonan yang menimbulkan kemeriahan bagi penonton sepak takraw Indonesia. Founding father kita Bung Karno, menjelaskan, olahraga merupakan salah satu kegiatan yang dapat digunakan untuk membangun karakter bangsa (sport nation and character building). Pada saat, telah ada dasar yuridis formal yang melandasi kegiatan olahraga untuk semua orang yaitu Undang-Undang Republik Indonesia No. 3 Tahun 2005, tentang Sistem Keolahragaan Nasional Bab VII, pasal 21 ayat 4. "Pembinaan olahraga dan mengembangkan keolahragaan dilaksanakan melalui jalur keluarga, jalur pendidikan, dan jalur masyarakat yang berbasis pada pengembangan olahraga untuk semua orang yang berlangsung sepanjang hayat". Kegiatan dilaksanakan kerjasama antara Perguruan Tinggi (PT) dalam hal ini Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (JIK FIP UM), sebagai penyelenggara bekerja sama dengan Direktorat Pendidikan Masyarakat, Dinas P dan K, KONI Setempat, dan Muspi Direktorat Pendidikan Masyarakat selaku pendana, Dinas P dan K menyediakan tempat untuk mealaksanakan Kejuaraan Daerah baik lapangan terbuka (Indoor) maupun lapangan terbuka (Outdoor) petugas pertandingan/wasit, perlengkapan (bola takraw, net,  papan skor,  petugas keamanan, handycam, laptop, printer, kertas dan sound system). Adapun peserta Kejuaraan Daerah ini diikuti oleh 20 klub sepak takraw yang aktif yang kan dilaksanakan pada tanggal  Agustus-Desember 2007, di Gedung Serbaguna Kelutan Trenggalek, Jawa Timur. Pelatihan dilakukan sebagai berikut: Untuk Pelatihan para pelatih (taining of trainer/TOT) dilakukan 6 hari berturut-turut. Untuk melatih atlit dilakukan setiap minggu 3 kali, yaitu setiap hari Kamis, Jum'at dan Sabtu, selama empat bulan. Sasaran kegiatan ini ada dua, pertama para pelatih Sepak Takraw  dan atau mereka yang berminat menjadi pelatih Sepak Takraw di Desa Pogalan sebanyak  5 orang. Kedua atlit Sepak takraw  di Desa Pogalan Sebanyak 24 orang. Strategi Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan dilakukan dua tahap, yaitu: Melatih para pelatih/calon pelatih, Kegiatan ini dilakukan untuk mempersiapkan para pelatih (TOT) agar mereka dapat melatih sesuai dengan kaidah-kaidah melatih yang benar. Dan hasil dari kegiatan ini terbukti berhasil dengan adanya semangat belajar dan sebagai sarana untuk memotivasi dan memacu semangat masyarakat khususnya warga belajar, juga dapat memelihara kesehatan masyarakat melalui pembinaan olahraga secara intensif. Sekaligus untuk melahirkan bibit-bibit atlit atau olahragawan berbakat yang dapat mengharumkan nama daerah bahkan bangsa melalui Kejuaraan Daerah olahraga yang diikuti dan digelar di setiap level atau tahapan

    4

    full texts

    101

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    KARYA DOSEN Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇