KARYA DOSEN Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
101 research outputs found
Sort by
TESTING PSIKOLOGIS DALAM OLAHRAGA
Psychological ASSESMENT IN SPORT actually is AN INTEGRAL PART IN SPORT PSYCHOLOGY. Psychological assessments served as a consideration to selection and/or screening decisions and program development and/or counselling. The need of psychological assessment cover areas of : 1)general psychological testings that applied in sport field; 2) sport-specific psychological test; and 3) sport-specific psychological test within one particular sport. In Indonesia, research to develop and adopt sport specific psychological test is still need to conduct, with collaboration between psychologist and sport psychology expertise.
Meningkatkan Kemenarikan Pembelajaran Lari Cepat (Sprint) Dengan Metode Bermain Pada Siswa Kelas IV SDN Tundosoro Kabupaten Pasuruan
ABSTRAK Jayanti, Santi. 2012. Meningkatkan Kemenarikan Pembelajaran Lari Cepat (Sprint) Dengan Metode Bermain Pada Siswa Kelas IV SDN Tundosoro Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mu’arifin, M.Pd, (II) Dr. Saichudin, M.Kes. Kata Kunci: kemenarikan pembelajaran, lari jarak pendek, bermain Atletik merupakan salah satu materi Pendidikan jasmani yang wajib diberikan mulai jenjang SD/MI hingga jenjang SMA/MA. Atletik adalah cabang olahraga yang meliputi nomor jalan, lari, lempar dan lompat. Didalam nomor lari ada beberapa macam keterampilan yang diajarkan di sekolah-sekolah, yang seperti: 1) lari cepat (sprint), 2) lari jarak menengah, 3) lari jarak jauh dan 4) lari sambung. Lari cepat (sprint) merupakan salah satu macam dari cabang atletik. Melalui pembelajaran lari cepat (sprint) diharapkan siswa lebih perhatian, senang dan termotivasi serta lebih tekun terhadap materi yang diberikan. Berdasarkan observasi awal, diketahui bahwa kemenarikan pembelajara lari cepat (sprint) di SDN TUNDOSORO Kabupaten Pasuruan masih kurang optimal. Masih banyak siswa yang kurang senang, tidak memperhatikan bahkan bermalas-malasan di dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemenarikan pembelajaran lari cepat (sprint) setelah melakukan metode bermain. Melalui bermain ini siswa melakukan pembelajaran lari cepat (sprint) sambil bermain. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, dokumentasi dan catatan lapangan. Rancangan penilitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Melalui PTK ini dilaksanakan pembelajaran lari cepat (sprint) dengan metode bermain. Melalui bermain siswa melaksankan pembelajaran lari cepat (sprint). Hal ini sangat penting mengingat banyak siswa yang kurang senang, kurang memperhatikan dan bermalas-malasan dalam pembelajaran cepat (sprint). Dalam penelitian ini peneliti berkolaborasi dengan guru SDN TUNDOSORO merencanakan tindakan pembelajaran yang berlangsung selama 3 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemenarikan siswa terhadap pembelajaran lari cepat (sprint) siswa kelas IV SDN TUNDOSORO Kabupaten Pasuruan mengalami peningkatan. Hasil tindakan siklus 1 dari 1) perhatian dalam pembelajaran sebesar 50,77%, 2) senang dalam belajar sebesar 60,93%, 3) keinginan lebih/motivasi dalam pembelajaran sebesar 59,37%, 4) ketekunan sebesar 49,22%. Hasil tindakan siklus 2 dari 1) perhatian dalam pembelajaran sebesar 75,78%, 2) senang dalam belajar sebesar 82,03%, 3) keinginan lebih/motivasi sebesar 76,56%, 4) ketekunan sebesar 69,53%. Hasil tindakan siklus 3 dari 1) senang dalam belajar sebesar 84,37%, 2) senang dalam belajar sebesar 87,52%, 3) keinginan lebih/motivasi sebesar 82,03%, 4) ketekunan sebesar 78,12. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran lari cepat (sprint) dengan metode bermain dapat meningkatkan kemenarikan pembelajaran pada siswa kelas IV SDN TUNDOSORO Kabupaten Pasuruan
MOTIVASI SEBAGAI SEBUAH PROSES DINAMIS: MENUMBUHKAN MOTIVASI BERPRESTASI OLAHRAGA DITINJAU DARI PARADIGMA SOSIAL-KOGNITIF
Many coaches know about motivation and its importance on achievements, but rare of them know how to develop and maintain it on their athletes. Mostly, people see motivation as static, concrete things that must exist as the important elements of achievements, rather than a dy-namic process that can be conditioned, developed and maintained throughout athlete's life. This paper explores motivation as a dynamic process from social-cognitive paradigm. Before develop athlete's motivation, a coach must ensure that the goals achievement has personal and social value for their athletes. Then after ensuring its values, coach must check whether the three constructs exist in athlete's behaviour, which are 1) personal goals; 2) regulation behaviour toward achievements, and 3) self-efficacy or confidence. These steps, researches and theories how to develop each construct were explaine
Pengembangan Senam Aerobik Dengan Kombinasi Tarian Cha-Cha Menggunakan Media Audio Visual Di Sanggar Senam Gor (SSG) Lumajang.
ABSTRAK Sari, Anggun Kartika. 2012. Pengembangan Senam Aerobik Dengan Kombinasi Tarian Cha-Cha Menggunakan Media Audio Visual Di Sanggar Senam Gor (SSG) Lumajang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan,Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sulistyorini, M.Pd, (II) Dr. Saichudin, M.Kes. Kata kunci: pengembangan, senam aerobik, tarian cha-cha, media audio visual, Sanggar Senam Gor Lumajang Senam aerobik merupakan salah satu cabang olahraga yang menyenangkan karena gerakannya dipadukan dengan musik. Peminat dari senam aerobik adalah kebanyakan dari kaum wanita karena ingin memiliki tubuh yang kencang dan indah. Senam aerobik yang biasa dilakukan oleh ibu-ibu sangat monoton dan membuat bosan, selain itu ibu-ibu sering merasa sulit mengingat dengan gerakan yang telah diajarkan oleh instruktur jika akan melakukan sendiri di rumah . Untuk itu perlu variasi gerakan yang menarik untuk dikombinasikan dengan senam aerobik dalam bentuk VCD sebagai media panduan belajar.Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat produk VCD yang berisi pengembangan rangkaian senam aerobik yang dikombinasikan dengan tarian cha-cha. Pengembangan senam aerobik ini merupakan kombinasi dari teknik dasar senam aerobik dan teknik dasar tari cha-cha yang disusun menjadi satu rangkaian gerakan, yang terdiri dari: (1) pemanasan, (2) inti yang terdiri dari 3 rangkaian dan setiap jeda gerakan inti ada gerakan peralihan, (3) pendinginan yang ditampilkan dalam bentuk media audio-visual yaitu VCD. Senam aerobik ini diberi nama Senam Aerobik Kombinasi Tarian Cha-Cha. Pengembangan senam aerobik ini menggunakan model pengembangan instruksional yang lebih spesifik untuk VCD dari Sadiman (2003:38) yang dimodifikasi dengan prosedur pengembangan oleh peneliti sebagai berikut: (1) ide, (2) analisis kebutuhan (3) penulisan naskah, evaluasi dan revisi, (4) produk prototipe, pengambilan gambar, (5) evalusi 3 ahli, (6) revisi produk awal, (7) uji kelompok kecil dengan menggunakan 5 subyek, (8) revisi produk utama, (9) uji lapangan dengan menggunakan 25 subyek, (10) revisi produk akhir, (11) hasil akhir. Subyek uji coba dalam pengembanagn senam aerobik ini terdiri dari (1) tinjauan ahli, terdiri dari 1 ahli senam aerobik, 1 ahli ahli tari, 1 ahli media, (2) member senam aerobik sebagai kelompok uji coba dengan jumlah 5 orang untuk uji coba kelompok kecil dan 25 orang untuk uji coba kelompok besar. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen angket dan analisis yang digunakan adalah persentase. Hasil pengembangan Senam Aerobik Kombinasi Tarian Cha-Cha memenuhi kriteria cukup valid untuk ahli senam aerobik memperoleh 75,00%, memenuhi kriteria valid untuk ahli tari memperoleh 81,67%, memenuhi kriteria valid untuk ahli media memperoleh 91,67%, memenuhi kriteria valid untuk uji coba kelompok kecil 85,33%, dan memenuhi kriteria valid untuk uji coba kelompok besar memperoleh 81,33%. Ini berarti pengembangan senam ini bisa diterapkan di sanggar dan menjadi senam model baru yang menarik. Untuk perbaikan pengembangan Senam Aerobik Kombinasi Tarian Cha-Cha diharapkan ada peneliti lain yang menindak lanjuti tentang kefektifannya agar dapat lebih bermanfaat dan diharapkan dapat disosialisasikan di sanggar-sanggar kebugaran
Meningkatkan Keaktifan Aspek Afektif Siswa Dalam Pembelajaran Gerak Dasar Lari Dengan Menggunakan Metode Bermain Pada Siswa Kelas VI SDN Gondangrejo Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan
ABSTRAK Fariyanti, Nunik. 2012. “Meningkatkan Keaktifan Aspek Afektif Siswa Dalam Pembelajaran Gerak Dasar Lari Dengan Menggunakan Metode Bermain Pada Siswa Kelas VI SDN Gondangrejo Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan.” Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Mu’arifin, M.Pd, (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: keaktifan, pembelajaran gerak dasar lari, bermain Berdasar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Tahun 2006 yang telah disusun dan berlaku di sekolah mempraktikkan gerak dasar dalam teknik lari, lempar dan lompat dengan peraturan yang dimodifikasi serta semangat, sportivitas, percaya diri dan kejujuran. Namun kenyataannya di SD Negeri Gondangrejo Kecamatan Gondangwetan Kab. Pasuruan Tempat Penelitian Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Pada observasi awal, diketahui bahwa keaktifan aspek afektif siswa pada pembelajaran gerak dasar lari dengan metode bermain kurang afektif tidak berjalan dengan baik pada indikator aktif, semangat, senang dan tekun. Oleh karena itu pendidikan jasmani dan kesehatan dalam pembelajaran gerak dasar lari dengan metode bermain akan lebih optimal. Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk memperbaiki pembelajaran gerak dasar lari untuk meningkatkan aspek afektif dengan menggunakan metode bermain. Rancangan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan oleh guru dan dilaksanakan dalam bentuk siklus berulang yang di dalamnya terdapat empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Melalui PTK ini dilaksanakan pembelajaran gerak dasar lari,dengan metode bermain. Melalui bermain ini, siswa dapat meningkatkan keaktifan aspek afektif dalam melaksanakan pembelajaran. Hal ini penting mengingat tidak semua siswa menyenangi olahraga atletik (lari, lempar dan lompat). Dalam penelitian ini, peneliti berkolaborasi dengan guru Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan merencanakan tindakan pembelajaran yang berlangsung selama 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan pembelajaran gerak dasar lari siswa kelas VI SD Negeri Gondangrejo mengalami peningkatan. Hasil tindakan siklus 1 mengalami peningkatan dari 73,95% kategori cukup menjadi 90,62 kategori baik. Selain hasil presentasi mengenai keaktifan aspek afektif siswa dalam pembelajaran pada siklus I tidak antusias dan kurang semangat ada siswa yang tidak berpakaian lengkap, tidak serius, tidak memperhatikan guru pada waktu menjelaskan materi. Namun pada siklus 2 senang,semangat siswa sudah berpakaian lengkap, semangat melakukan pemanasan dalam pembelajaran memperhatikan guru pada waktu menjelaskan materi. Hal ini dalam sudah termasuk dalam kategori cukup baik pada pelaksanaan tindakan siklus 2. Berdasar penelitian melalui metode bermain dapat disimpulkan pembelajaran gerak dasar lari, dapat meningkatkan keaktifan aspek afektif pada siswa kelas VI SD Negeri Gondang Kabupaten Pasuruan
Meningkatkan Keaktifan Siswa Dalam Pembelajaran Lompat dan Loncat Melalui Metode Permainan Siswa Kelas II SDN Panditan 1 Kecamatan Lumbang Kabupaten Pasuruan
ABSTRAK Setianingsih, Ari Susanti. 2012. Meningkatkan Keaktifan Siswa Dalam Pembelajaran Lompat dan Loncat Melalui Metode Permainan Siswa Kelas II SDN Panditan 1 Kecamatan Lumbang Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Lokananta Teguh HW, M. Kes, (II) Drs. Oni Bagus Januarto, M. Kes. Kata kunci: Peningkatan, Keaktifan, Pembelajaran Lompat dan Loncat, Metode Bermain. Permainan dan olahraga merupakan salah satu ruang lingkup dari mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan untuk Sekolah Dasar Semester Gasal. Salah satu materi pokok dari permainan dan olahraga yaitu Senam Ketangkasan, dan pada kelas II Semester Gasal salah satu kegiatan pembelajarannya adalah lompat dan loncat. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh sejawat terhadap peneliti di SDN Panditan 1 Lumbang Pasuruan. Berdasarkan Observasi awal, diperoleh hasil bahwa keaktifan siswa dalam pembelajaran gerak dasar atletik masih kurang aktif. Hal ini terlihat dari jumlah siswa dari 24 siswa, siswa mengikuti dengan antusias, 6 siswa bermain sendiri, dan 11 siswa tidak memperhatikan guru dan duduk-duduk dipinggir lapangan. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran gerak dasar lompat dan loncat melalui metode bermain siswa kelas II SD Negeri Panditan 1 Lumbang Pasuruan. Dalam keaktifan siswa masing-masing indikator harus diperhatikan untuk dapat memberikan penilaian terhadap keaktifan masing siswa dalam pembelajaran. Rancangan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan 4 tahap yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi yang dilakukan secara kolaborasi antara peneliti, ahli pembelajaran Pendidikan Jasmani, guru Pendidikan Jasmani lain dan siswa. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: Dengan pemakaian metode bermain, keaktifan dalam pembelajaran gerak dasar lompat dan loncat meningkat dari variabel antusias yang awalnya 48% siswa yang aktif kemudian naik menjadi 92%. Dari variabel semangat yang awalnya hanya 45% siswa yang aktif kemudian naik menjadi 93%, sedangkan dari variabel kemenarikan yang awalnya hanya 46% siswa yang aktif kemudian naik menjadi 96%. Selain hasil persentasi mengenai keaktifan siswa dalam pembelajaran, diperoleh pula hasil dari pengamatan sikap siswa pada saat proses pembelajaran, pada siklus 1 ada siswa yang tidak berpakaian lengkap, ada siswa yang tidak serius waktu melakukan pemanasan, ada siswa yang tidak memperhatikan saat guru menjelaskan materi pembelajaran, ada siswa yang masih bingung dengan permainan. Namun pada siklus 2 sudah terlihat peningkatan yang cukup baik dibandingkan dengan siklus 1, pada siklus 2 ini semua siswa sudah berpakaian lengkap, semua siswa sudah semangat melakukan pemanasan, siswa melakukan proses belajar dengan baik, dan semua siswa senang melakukan variasi permainan. Selain itu diperoleh pula dari sikap guru yaitu guru kurang memperhatikan siswa saat pembelajaran berlangsung, guru masih kurang dalam pengaturan waktu, dan koreksi gerakan yang salah tidak segera dilakukan. Namun pada siklus 2, guru sudah memperhatikan siswa saat pembelajaran, guru sudah mengatur waktu dengan cukup baik, dan koreksi gerakan yang salah dilakukan saat itu juga. Hasil dari penelitian ini dapat dissimpulkan bahwa metode bermain yang diberikan oleh guru dalam penelitian ini dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran lompat dan loncat bagi siswa kelas II SDN Panditan 1 Kecamatan Lumbnag Kabupaten Pasuruan. Serta peneliti menyarankan bagi guru Pendidikan Jasmani di SD, penerapan bentuk-bentuk permainan dapat dijadikan alternatif pilihan dalam pembelajaran lompat dan loncat di SDN Panditan 1 Kecamatan Lumbang Kabupaten Pasuruan
Perbaikan Gerak Dasar Lokomotor dan Nonlokomotor Melalui Permainan Modifikasi untuk Kelas III SDLB C di SLB Pembina Tingkat Nasional Lawang Kabupaten Malang.
ABSTRAK Ali Hasan, Noky. 2012. Perbaikan Gerak Dasar Lokomotor dan Nonlokomotor Melalui Permainan Modifikasi untuk Kelas III SDLB C di SLB Pembina Tingkat Nasional Lawang Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr.H.M.E. Winarno, M.Pd, (2) I Nengah Sudjana, S.Pd., M.Pd Kata Kunci: meningkatkan, gerak lokomotor dan nonlokomotor, permainan modifikasi. Gerak dasar lokomotor dan nonlokomotor merupakan komponen dalam gerakan dasar atletik, diajarkan mulai jenjang SDLB/MILB. Gerak lokomotor adalah gerak memindahkan tubuh dari suatu tempat ke tempat lain misalnya berjalan, berlari dan melompat sedangkan gerakan nonlokomotor adalah aktivitas yang menggerakan anggota tubuh pada porosnya dan pelaku tidak pindah tempat misalnya memutar, mendorong dan menarik. Melalui pembelajaran gerak dasar lokomotor dan nonlokomotor, diharapkan siswa mampu melakukan gerak dasar lokomotor dan nonlokomotor dengan benar. Berdasarkan observasi awal, Siswa masih mengalami kesalahan dalam melakukan gerak berjalan, berlari, melompat dan memutar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) peningkatan gerak lokomotor dan, (2) peningkatan gerak nonlokomotor. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini Adalah lembar observasi dan catatan lapangan. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Melalui PTK ini dilaksanakan pembelajaran gerak dasar lokomotor dan nonlokomotor dengan permainan modifikasi. Melalui permainan modifikasi ini, siswa melakukan gerak lokomotor dan nonlokomotor sambil bermain dalam melaksanakan pembelajaran. Hal ini penting mengingat siswa SDLB C mengalami kekurangan dalam gerak dasar. Dalam penelitian ini, peneliti berkolaborasi dengan guru merencanakan tindakan pembelajaran yang berlangsung selama 2 siklus. Hasil penelitian menunjukan bahwa keterampilan melakukan mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil observasi dari gerak lokomotor sikap kaki 71,36%, sikap badan 66,54%, sikap kepala 71,24%, dan sikap lengan 76,06%, dan gerak nonlokomotor sikap kaki 71,24%, sikap badan 85,75%, sikap kepala 71,14%, dan sikap lengan 71,24%, Dan mengalami peningkatan pada siklus 1 gerak lokomotor pada sikap kaki 43,16%, sikap badan 52,43%, sikap kepala 44,41% dan sikap lengan 55,13%, dan gerak nonlokomotor pada sikap kaki 57,06%, 52,31%, sikap kepala 33,72%, dan sikap lengan 66,51%, dan mengalami peningkatan pada siklus 2 gerak lokomotor pada sikap kaki 11,06%, sikap badan 12,69%, sikap badan 12,69% dan sikap lengan 23,52%, pada gerak nonlokomotor pada sikap kaki 14,28%, sikap badan 19,10%, sikap kepala 14,28%, dan sikap lengan 23,80%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gerak dasar lokomotor dan nonlokomotor dengan permainan modifikasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDLB C di SLB Pembina Tingkat Nasional Lawang Kabupaten Malang.
Upaya Peningkatan Keterampilan Lempar Lembing dengan Pendekatan Berdasarkan Tingkat Kesulitan Siswa Kelas VII SMPN 2 Sumberjambe Kabupaten Jember.
ABSTRAK Lukman Hakim, Aluf. 2012. Upaya Peningkatan Keterampilan Lempar Lembing dengan Pendekatan Berdasarkan Tingkat Kesulitan Siswa Kelas VII SMPN 2 Sumberjambe Kabupaten Jember. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan FIK Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Mardianto M,Kes, (2) Dra. Sri Purnami M, Pd. Kata Kunci : Peningkatan, Keterampilan, Tingkat Kesulitan, Lempar Lembing Sekolah sebagai lembaga pendidikan yang menyelenggarakan proses belajar mengajar, memegang peranan penting dalam rangka pembentukan sikap dan pengetahuan serta budi pekerti yang dapat menunjang proses pertumbuhan serta mengembangkan potensi yang ada pada peserta didik yang lebih baik dari apa yang telah mereka dapatkan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Pendidikan Jasmani dan kesehatan merupakan salah satu bidang studi yang menjadi muatan dalam kurikulum SMP, Permainan dan olahraga merupakan salah satu ruang lingkup dari mata pelajaran Pendidikan Jasmani olahraga dan kesehatan yang terdapat di dalam standar kompetensi Sekolah Menengah Pertama Kelas VII. Salah satu kompetensi dasarnya yaitu permainan bolavoli pada kelas VII salah satu materi pokoknya adalah lempar lembing. Berdasarkan observasi awal di SMPN 2 Sumberjambe Kabupaten Jember pada bulan Februari 2012, siswa banyak melakukan kesalahan dalam cara melempar yang benar dan sesuai dengan gaya lempar lembing. Selain dari siswa cara mengajar guru juga mendapat perhatian dari peneliti, karena sesuai dengan judul dari skripsi ini adalah upaya peningkatan keterampilan lempar lembing, tentunya seluruh aspek yang menjadi bagian dari mengajar adalah indikator dari penelitian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk: Upaya Peningkatan Keterampilan Lempar Lembing dengan Pendekatan Tingkat Kesulitan siswa di SMPN 2 Sumberjambe Kabupaten Jember. Kinerja guru, hasil belajar siswa dan suasana akademik adalah indikator keseluruhan yang menjadi tujuan dari penelitian ini. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan di SMPN 2 Sumberjambe Kabupaten jember dengan jumlah subyek penelitian adalah 30 siswa kelas VII. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan dokumnetasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah presentase. Berdasarkan hasil penelitian setiap pertemuan dari siklus 1 hingga 2, perkembangan dari setiap indikator menunjukkan grafik yang signifikan. Perkembangan tersebut juga ditunjang performa guru dari setiap pertemuan juga menunjukkan grafik peningkatan yang tentu saja meningkatkan performa dan hasil belajar siswa dengan berdasarkan tingkat kesulitan siswa Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan dengan pendekatan tingkat kesulitan siswa performa dan hasil belajar siswa dapat meningkatkan psikomotor, afektif dan kognitif secara mandiri dan tentunya guru juga mendapatkan pembelajaran yang lebih dikembangkan dalam pembelajaran itu sendiri
Meningkatkan ketrampilan lompat jangkit menggunakan metode bermain siswa kelas X-6 SMA Negeri 1 Tumpang
ABSTRAK Sapta, Gilang. 2012. Meningkatan Keterampilan Lompat Jangkit Siswa Kelas X-6 SMA Negeri 1 Tumpang Menggunakan Metode Bermain. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M.E Winarno, M.Pd, (II) Dra. Sulistyorini, M.Pd. Kata kunci: Meningkatan, Keterampilan, Lompat Jangkit, Metode Bermain. Lompat jangkit adalah keterampilan gerak berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya dengan tiga kali lompatan yaitu jingkat (hop), langkah (step), lompat (jump) atau singkat lompat-lompat.. Lompat jangkit merupakan salah satu materi atletik yang yang terdapat dalam standart kompetensi Sekolah Menengah keatas Kelas X-6. Salah satu kompetensi dasarnya yaitu siswa menguasai keterampilan lompat jangkit. Berdasarkan hasil observasi awal, diperoleh hasil bahwa penguasaan keterampilan lompat jangkit siswa kelas X-6 SMA Negeri 1 ternyata kesalahan yang banyak muncul di lapangan adalah pada saat jangkit. Jumlah siswa kelas X-6 adalah 30 siswa, 6 diantaranya laki-laki dan 24 siswa perempuan, dari hasil observasi yang telah diperoleh 30 siswa mengalami kesulitan karena beberapa sebab seperti, perasaan tegang, perasaan takut, kurang konsentrasi, dan kurang mengetahui teknik. Oleh karena itu perlu adanya pembaharuan metode penyampaian materi yaitu dengan penerapan metode bermain untuk menghindarkan siswa menjadi bosan dan kurang kreatif dalam menenerima pelajaran, agar pembelajaran dapat berhasil dengan baik, maka unsur-unsur bermain harus diperhatikan karena unsur yang terkandung dalam permainan adalah kegembiraan dan keceriaan. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pembelajaran lompat jangkit pada 30 siswa kelas X-6 SMA Negeri 1 Tumpang yang gerakanya salah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-6 SMA Negeri 1 Tumpang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan), dokumentasi, tes. Hasil penelitian ini telah terbukti mampu meningkatkan keterampilan siswa dari siklus ke siklus. Pada siklus I siswa yang pada awalnya 30 orang yang belum memenuhi standart ketuntasan minimal yaitu 75 berkurang menjadi 11 siswa yang belum memenuhi standart ketuntasan minimal. Dari hasil tersebut menunjukan peningkatan terhadap penguasaan keterampilan lompat jangkit. Dari 11 siswa yang belum memenuhi standart ketuntasan minimal yaitu 75 pada siklus 2 ini hanya tinggal 3 siswa saja yang belum memenuhi standart ketuntasan minimal. Selain hal tersebut diperoleh hasil persentasi keberhasilan sebagai berikut dari aspek sikap kaki sebanyak 90%, dari aspek sikap badan sebanyak 76,67%, dari aspek pandangan lurus sebanyak 83,33% , dan dari aspek posisi kepala sebanyak 80%. Selain hasil persentasi mengenai teknik jangkit pada lompat jangkit, diperoleh pula hasil dari pengamatan sikap siswa pada saat proses pembelajaran, pada siklus 1 siswa masih melakukan pemanasan sendiri tanpa didampingi oleh guru, siswa yang terlambat tidak ditegur oleh guru, siswa yang menyimpang tidak segera ditegur oleh guru, dan siswa tidak memperhatikan penjelasan guru saat guru menjelaskan. Namun pada siklus 2 sudah terlihat peningkatan yang cukup baik dibandingkan dengan siklus I, pada siklus 2 ini sudah tidak ada siswa yang terlambat, siswa yang menyimpang menjadi lebih disiplin, siswa melakukan proses belajar dengan baik, dan siswa sudah menguasai keterampilan lompat jangkit dengan baik dan benar.. Peneliti menyarankan bagi guru bermanfaat untuk memperkaya pengetahuan dan model pembelajaran lompat jangkit yang sudah diperbaiki, bagi siswa digunakan sebagai pedoman belajar, bagi sekolah dapat digunakan sebagai tolok ukur untuk keberhasilan pembelajan Pendidikan Jasmani dan bagi peneliti dapat digunakan sebagai sumber referensi bagi mahasiswa yang melakukan penelitian.yang berkaitan dengan materi pada skripsi ini
PENGGUNAAN METODE BERMAIN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR LOMPAT JAUH KELAS V SDN GEJUGJATI I KECAMATAN LEKOK KABUPATEN PASURUAN
ABSTRAK Baha’udin 2012. Penggunaan Metode Bermain untuk Meningkatkan Aktifitas Pembelajaran Teknik Dasar Lompat Jauh kelas V SDN Gejugjati I Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Malang. Pembimbing: (1) Drs. Tatok Sugiarto., S.Pd., M.Pd, (2) Drs. Mardianto., M.Kes Kata kunci: Keaktifan siswa, Teknik dasar Lompat Jauh, bentuk-bentuk permainan. Berdasarkan hasil observasi awal tentang pembelajaran teknik dasar Lompat Jauh yang dilaksanakan di SDN Gejugjati l Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan, diperoleh hasil bahwa siswa kelas V SDN Gejugjati I terlihat kurang bersemangat dalam pembelajaran atletik khususnya tentang teknik dasar Lompat Jauh. Hal ini diperkuat lagi melalui hasil wawancara dengan guru pendidikan jasmani bahwa keaktifan siswa dalam pembelajaran teknik dasar Lompat Jauh masih tergolong kurang karena pembelajaran dalam atletik khususnya Lompat Jauh kurang disenangi sehingga dalam aktivitas pembelajaran cenderung kurang aktif dalam proses pembelajaran. Sehingga keaktifan siswa dalam pembelajaran atletik Lompat Jauh juga masih rendah, dari 32 jumlah siswa ada 37,5% siswa atau 12 siswa yang tergolong aktif dan 62,5% atau 20 siswa tergolong tidak aktif. Dalam atletik diperlukan pengembangan atletik yang memiliki unsur permainan. Untuk itu perlu adanya metode dengan bentuk-bentuk permainan untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Gejugjati I. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, angketdan catatan lapangan. Hasil penelitian ini telah terbukti mampu meningkatkan keaktifan siswa dari siklus ke siklus. Peningkatan keaktifan siswa pada saat pembelajaran pada siklus 1 mencapai 70%. Sedangkan peningkatan pada siklus 2 keaktifan siswa pada saat pembelajaran mencapai 86.66%. Peningkatan juga terjadi pada respon siswa melalui angket dari siklus 1 yaitu 78,12% dengan kategori baik menjadi 93,75% pada siklus 2 dengan kategori baik sekali. Peningkatan keaktifan siswa juga terlihat pada hasil observasi teknik dasar Lompat jauh pada siklus 1 yaitu 87,5% menjadi 93,75% pada siklus 2. Pengamatan teknik dasar Lompat Jauh berdasarkan 4 indikator yaitu sikap saat awalan, saat melakukan tumpuan, saat melayang dan saat melakukanpendaratan. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan bagi guru Pendidikan Jasmani untuk menggunakan metode bermain dalam pembelajaran teknik dasar Lompat Jauh , karena sudah terbukti berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa metode bermain dalam pembelajaran teknik dasar Lompat Jauh, dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas V SDN Gejugjati I Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan