Jurnal Kultur Demokrasi
Not a member yet
299 research outputs found
Sort by
Pengaruh Budaya Sekolah Dan Lingkungan Sekolah Terhadap Pembentukan Karakter Siswa Di SMP
The purpose of this study was to examine and describe the influence of school culture and school environment on the formation of student character. The research method used in this study is a descriptive method with a quantitative approach. The sample in this study amounted to 66 respondents. Data collection techniques using questionnaires and data analysis using Linear Regression and Multiple Regression. Based on the results of the research that has been done it is known that (1) There is a significant influence between school culture (X1) on the formation of student character (Y) with a coefficient of determination of 49.2%, (2) There is a significant influence between the school environment (X2) towards the formation of student character (Y) with a coefficient of determination of 65.1%, (3) There is a significant influence between school culture (X1) and School Environment (X2) on the formation of student character (Y) with a coefficient of determination of 65.1%. Tujuan Penelitian ini adalah menguji dan mendeskripsikan Pengaruh budaya sekolah dan lingkungan sekolah terhadap pembentukan karakter siswa di SMP Gajah Mada Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 66 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan analisis data menggunakan Regresi Linier dan Regresi Berganda. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa (1)Terdapat pengaruh yang signifikan antara budaya sekolah (X1) terhadap pembentukan karakter siswa (Y) dengan koefisien determinasi sebesar 49,2%, (2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan sekolah (X2) terhadap pembentukan karakter siswa (Y) dengan koefisien determinasi sebesar 65,1%, (3) Terdapat pengaruh signifikan antara budaya sekolah (X1) dan Lingkungan Sekolah (X2) terhadap pembentukan karakter siswa (Y) dengan koefisien determinasi sebesar 65,1%. Kata kunci : budaya sekolah, karakter siswa, lingkungan sekola
Peran Guru dalam Membangkitkan Partisipasi Peserta Didik pada Pembelajaran PKn Kelas VIII
This study aimed to explain the role of the teachers in increasing participation of student in class VIII.2 at SMPN 1 Blambangan Umpu in 2017/2018. The method of this study is descriptive method with a quantitative approach. The number of population are 28 respondents with collecting data techniques used questionnaires and data analysis techniques used chi kuadrat. Based on the results of testing and discussion, it shows the role of the teacher in increasing the participation of students. This study explained that when the learning process takes place the teachers are able to optimize their role well, such as motivating, supervising and educating. So this can increasing student participation during the learning process. Student participation in this case in the form of listening, asking and arguing.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran guru dalam membangkitkan partisipasi peserta didik pada pembelajaran PKn kelas VIII.2 di SMPN 1 Blambangan Umpu tahun pelajaran 2017/2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitaif. Jumlah populasi sebanyak 28 responden dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket dan teknik analisis data menggunakan chi kuadrat. Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan, menunjukan adanya peran guru dalam membangkitkan partisipasi peserta didik. Hal tersebut menerangkan bahwa ketika dalam proses pembelajaran berlangsung guru mampu mengoptimalkan perannya dengan baik seperti memotivasi, mengawasi dan mendidik. Maka hal tersebut dapat membangkitkan partisipasi peserta didik pada saat proses pembelajaran. Partisipasi peserta didik dalam hal ini berupa menyimak, bertanya dan berargumentasi.Kata kunci: guru, partisipasi, peserta didi
Persepsi Peserta Didik Terhadap Pelaksanaan Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah
This study aimed to investigate and explain students’ perception towards the implementation of artist goes to school movement program at SMA YP Unila Bandar Lampung. In this research, the writer used quantitative descriptive research method with 777 respondents of population number and 77 respondents of sample. Data collecting technique used in this research was questionnaire and its supporting technique were interview and documentation. Data analysis technique used were interval formula and percentage. The result of this research showed that indicator of understanding was the highest result with as much as 68,83% or 53 out of 77 respondents were categorized as positive criteria, indicator of hope obtained a percentage result as much as 55,84% or 43 out of 77 respondents were categorized as good. However, indicator of response obtained a percentage result as much as 38,96% or 30 out of 77 respondents were categorized as negative criteria or less supportive. This was because the students were reluctant to participate on the implementation of artist goes to school movement program (GSMS) coupled with the lack of students’ knowledge about cultural values and their love to local cultural arts.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan persepsi peserta didik terhadap pelaksanaan program gerakan seniman masuk sekolah (GSMS) di SMA YP Unila Bandar Lampung. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan jumlah populasi 777 responden dan sampel 77 responden. Pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan teknik penunjangnya adalah wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan rumus interval dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan pada indikator pemahaman merupakan hasil persentase tertinggi yakni sebanyak 68,83 % atau 53 dari 77 responden masuk dalam kriteria positif, pada indikator harapan diperoleh hasil persentase sebanyak 55,84% atau 43 dari 77 responden dikategorikan baik. Namun pada indikator tanggapan diperoleh hasil persentase sebanyak 38, 96% atau 30 dari 77 responden masuk dalam kriteria negatif atau kurang mendukung. Hal ini dikarenakan peserta didik yang enggan dalam mengikuti pelaksanaan program gerakan seniman masuk sekolah (GSMS) ditambah dengan minimnya pengetahuan peserta didik mengenai nilai-nilai budaya dan kecintaannya terhadap seni budaya lokal.Kata kunci: GSMS, persepsi, peserta didik.
Peranan Tokoh Adat Terhadap Pelestarian Adat Pengangkonan Pada Masyarakat Lampung Pepadun
The purpose of this study was to describe the role of traditional leaders in preserving the traditional culture of Lampung, namely pengangkonan (adoption of children) in tribal differences in the Lampung Pepadun community. Specifically describes the role of traditional leaders in preserving the customs of Lampung culture. The research method used in this study is a qualitative descriptive method. Data collection techniques used are interviews, observation and documentation. The result of this research is the role of traditional leaders in preserving the traditional pengangkonan which plays a good role because if they want to carry out the custom of pengangkonan these traditional leaders must guide the course of this implementation and custom pengangkonan must be done if you want to marry someone who is different ethnicity because as an effort to preserve traditional Lampung that has been handed down from ancient times.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peranan tokoh adat dalam melestarikan adat budaya lampung yaitu pengangkonan (pengangkatan anak) dalam perkawinan beda suku pada masyarakat Lampung Pepadun. Secara khusus mendeskripsikan peran tokoh adat dalam melestarikan adat budaya lampung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah peranan tokoh adat dalam melestarikan adat pengangkonan yaitu berperan baik karena kalau mereka ingin melaksanakan adat pengangkonan ini para tokoh adat harus memandu jalannya pelaksanaan ini dan adat pengangkonan ini wajib dilakukan jika ingin menikah dengan orang yang beda suku karena sebagai upaya untuk pelestarian adat lampung yang sudah turun temurun dilaksanakan sejak zaman dahulu.Kata kunci :pelestarian, pengangkonan, tokoh ada
Pengaruh Shalat Berjamaah Terhadap Pembinaan Karakter Religius Peserta Didik VIII
The Problem which was discussed inthis research was an activity of “Shalat Berjamaah” as a character deveploment at the eight grade students of SMP IT Daarul Ilmi Bandar Lampung. The method was used in this research was quantitative descriptive. The data source was taken from questionnaire and became the main technique in collecting the data, organized and unorganized interview, and the last was documentation technique.Based on he result, the discussion and the result of influence test which has explain there was a positive influence and significance between Shalat Berjamaah towards religious character development according to active participation, good discipline, well available infrastucture so praying activity can run well leaded, will became a good habit which can cuild a religious character at the eight grade students of SMP IT Daarul Ilmi Bandar Lampung academic year 2017/2018.Masalah yang dibahas dalam penelitian ini yaitu suatu kegiatan shalat berjamaah sebagai bentuk pembinaan karakter peserta didik di SMP IT Daarul Ilmi Bandar lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sumber data diambil dari angket menjadi teknik pokok dalam pengumpulan data penelitian, wawancara terstruktur dan tidak terstuktur, dan yang terakhir yaitu teknik dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan hasil pengujian pengaruh yang telah diuraikan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara shalat berjamaah terhadaap pembinaan karakter religius berdasarkan keikutsertaan yang aktif, ketertiban yang baik, sarana dan prasarana yang tersedia dengan baik maka aktivitas ibadah dapa berjalan dengan kondusif, dihayati akan menjadi kebiasaan yang dapat memupuk karakter religius dalam diri peserta didik kelas VIII di SMP IT Daarul Ilmi Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2017/2018.Kata kunci: karakter religius, pembinaan, shalaerjamaah.
Implementasi Permendiknas Nomor 70 Tahun 2009 Tentang Pendidikan Inklusi
The purpose of this study is to describe and analyze the Implementation of Permendiknas Number 70 of 2009 concerning Inclusion Education for Students Who Have Abnormalities and Have the Potential of Intelligence and / or Special Talents in SMP Negeri 2 Belitang. The research method used in this study is descriptive qualitative with the research subjects or informants, namely the principal, two teachers and two administrative staff at SMP Negeri 2 Belitang. Data collection techniques in this study use interview techniques as the main technique, as supporting using observation and documentation. The results showed that the Implementation of Permendiknas Number 70 of 2009 in SMP Negeri 2 Belitang was not optimal because supporters in inclusive education were not available such as facilities, Special Advisor Teachers, Funding and collaboration with experts. The component of inclusive education is very influential on the implementation of inclusive education services.Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis Implementasi Permendiknas Nomor 70 Tahun 2009 Tentang Pendidikan Inklusi Bagi Peserta Didik Yang Memiliki Kelainan Dan Memiliki Potensi Kecerdasan Dan/Atau Bakat Istimewa di SMP Negeri 2 Belitang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian atau informan yaitu Kepala sekolah, dua orang guru dan dua orang staf tata usaha di SMP Negeri 2 Belitang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara sebagai teknik pokok, sebagai penunjangnya menggunakan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Permendiknas Nomor 70 Tahun 2009 di SMP Negeri 2 Belitang belum optimal dikarenakan pendukung dalam pendidikan inklusi tidak tersedia seperti sarana dan prasara, Guru Pembimbing Khusus, Pendanaan dan kerjasama dengan ahli. Komponen pendidikan inklusi sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan pelayanan pendidikan inklusi.Kata kunci : implementasi, pendidikan inklusi, peserta didik
Pengaruh Aktivitas Siswa Dalam (OSIS) Terhadap Prestasi Belajar Pada Mata Pelajaran PKn
The research methal to analyze find out of effect intra school stundent organization for learning achievment civic education in senior high school utama 2 bandar lampung. The research method used in this research is correlation. The sample in this study were 20 respondents. Data collection techniques used questionnaires and data analysis using Chi Square. The results of this study show that not increas knowledge, discipline and skills, with activeness in OSIS activities can add broad, skillful, critical, disciplined and creative insight on the basis of these students more to want to know, thus encouraging them to be more active learning especially learning independent to enrich the knowledge that ultimately can improve the learning achievement what is obtained in the learning process is supported by the knowledge in the activities of OSIS in schools and outside school.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh aktivitas pada kegiatan Organisasi Siswa Intra Sekolah terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran PKn di SMA Utama 2 Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kolerasi. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan analisis data menggunakan Chi Kuadrat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak meningkatkan pengetahuan, kedisiplinan dan keterampilan, dengan keaktivan dalam kegiatan OSIS dapat menambah wawasan yang luas, terampil, kritis, berdisiplin dan kreatif dengan dasar tersebut siswa lebih banyak untuk ingin tahu, sehingga mendorong mereka untuk lebih giat belajar terutama belajar mandiri untuk memperkaya ilmu pengetahuan yang akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar apa yang diperoleh dalam proses belajar mengajar ditunjang dari pengetahuan dalam keaktifan kegiatan OSIS sekolah maupun di luar sekolah.Kata kunci: OSIS, Siswa, Prestasi Belaja
Implementasi Peraturan Daerah Provinsi Nomor 02 Tahun 2008 Tentang Pemeliharaan Kebudayaan Lampung
The purpose of this research was to described the extent to which the implementation of provincial government regulation no 02 2008 about lampung’s culture maintenance in central pekurun villege north lampung. Research methodology used in this research was descriptive qualitative with the subject of study was customary institution village and community. The technique of data collection were used guidelines, guidelines observation, guidelines documentation while analysis data were using test credibility with the extension of time and triangulation. The results of the research showed that implementation of local regulations in lampung provincial number 02 2008 in the central pekurun villege carried out good enough although not fully.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sejauh mana Implementasi Peraturan daerah Provinsi nomor 02 Tahun 2008 Tentang Pemeliharaan Kebudayaan Lampung di Desa Pekurun Tengah Lampung Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian lembaga adat desa dan masyarakat. Teknik pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, pedoman observasi, pedoman dokumentasi sedangkan analisis data menggunakan uji kredibilitas dengan perpanjangan waktu dan triangulasi. Hasil menunjukkan bahwa Implementasi Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 02 Tahun 2008 di Desa Pekurun Tengah dilaksanakan cukup baik walaupun belum sepenuhnya.Kata kunci : kebudayaan, lampung, perd
Peranan budaya 5S Dalam Meningkatkan Kepatuhan Peserta Didik Terbadap Tata Tertib SMA Perintis
The purpose of this study was to explain the role of 5S culture to improve the adherence of class XI students to discipline in the Bandar Lampung Pioneer High School. The method of this research is descriptive research with a quantitative approach. The results showed that the role of 5S culture to increase the sincerity of class XI students towards discipline in Bandar Lampung SMAP 1, i.e. in the cognitive, affective and conative indicators were in the very important category. This means that students have knowledge of 5S culture and believe that 5S culture is good enough to be implemented and students have sufficiently implemented 5S culture program in the school environment. So that students should be sufficiently obedient to the rules that apply at the Bandar Lampung Pioneer High School.Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan mengenai peran budaya 5S untuk meningkatkan kepatuhan peserta didik kelas XI terhadap tata tertib di SMA Perintis l Bandar Lampung. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran budaya 5S untuk meningkatkan ketuhan peserta didik kelas XI terhadap tata tertib di SMAPerintis1 Bandar Lampung, yaitu pada indikator kognitif,afektif dan konatif berada pada kategori sangat berperan. Hal ini berarti peserta didik merniliki pengetahuan tentang budaya 5S serta meyakini bahwa budaya 5S cukup baik untuk diterapkan dan peserta didik sudah cukup melaksanakan program budaya 5S di lingkungan sekolah. Sehingga peserta didik selayaknya cukup patuh terhadap tata tertib yang berlaku di sekolah SMA Perintis l Bandar Lampung.Kata kunci : budaya 5S (senyum, salarn, sapa, sopan, santun ), kepatuhan tata tertib
Hubungan Pemahaman UU No 22 Tahun 2009 Dengan Sikap Terhadap Pelanggaran Modifikasi
The purpose of this study was to explain the students understanding of UU No. 22 year 2009 with the students attitude toward the breach of motorcycle modification. The research method used in this research is descriptive quantitative. Samples in this study 33 people. Data analysis using Chi Square and data collection techniques using questionnaires and tests. From the research results can be seen the value of the coefficient of contingency C = 0,52 and maximum contingency Cmaks = 0,81, based on the calculation Єkat = 0.64 which is in strong category. This means that there is a strong relationship on the understanding of students about UU No. 22 year 2009 with the attitude of students against motorcycle modification violations in class X majoring in motorcycle engineering SMK 2 Mei Bandar Lampung.Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan hubungan pemahaman siswa tentang UU no 22 tahun 2009 dengan sikap siswa terhadap pelanggaran modifikasi sepeda motor. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini 33 orang. Analisis data menggunakan Chi Kuadrat dan teknik pengumpulan data menggunakan angket dan tes. Dari hasil penelitian dapat diketahui nilai koefiseien kontegensi C= 0,52 dan kontingensi maksimum Cmaks= 0,81, berdasarkan perhitungan tersebut Єkat= 0,64 yang berada pada kategori kuat. Artinya terdapat hubungan yang kuat pada pemahaman siswa tentang UU no 22 tahun 2009 dengan sikap siswa terhadap pelanggaran modifikasi sepeda motor di kelas X jurusan teknik sepeda motor SMK 2 Mei Bandar Lampung. Kata Kunci: pemahaman, UU no 22 Tahun 2009, pelanggaran modifikas