Jurnal Kultur Demokrasi
Not a member yet
299 research outputs found
Sort by
STUDI TENTANG PEMAHAMAN GURU TERHADAP KONSEP EMPAT PILAR KEBANGSAAN PADA KURIKULUM 2013
This research aims to analyze and know the teachers understanding against four pillars of nationality concept in civics lesson based on 2013 curriculum in SMP Negeri 1 Bandar Lampung year 2014. This research uses descriptive method. This research population are all teachers of Civics lesson at SMP Negeri 1 Bandar Lampung. The result of this research shows: teachers understanding against four pillars of nationality concept (X), with indicators of teacher’s ability to explain the concept, teacher's ability to actualize the concept, teacher’s ability to classify the concepts into value and comprehension test with indicator (Y) Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika that included in the category of understanding as much as 2 respondents or 50% of the 4 respondents.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui sejauh mana pemahaman guru terhadap konsep empat pilar kebangsaan dalam mata pelajaran PPKN pada kurikulum 2013 di SMP Negeri 1 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2013/2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru PPKN SMP Negeri 1 Bandar Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pemahaman guru terhadap konsep empat pilar kebangsaan (X), dengan indikatornya kemampuan guru menjelaskan konsep, kemampuan guru memfaktualisasikan konsep, kemampuan mengklarifikasikan konsep menjadi nilai, serta test pemahaman dengan indikator (Y) Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, yaitu termasuk dalam ketegori memahami sebanyak 2 responden atau 50% dari 4 responden.Kata kunci : empat pilar kebangsaan, guru, pemahama
PERSEPSI MASYARAKAT PENDATANG TERHADAP KEARIFAN LOKAL DI LAMPUNG BARAT TAHUN 2013
This research aims to know and learn information theoretical and empirical to local wisdom of multiethnic of life in Lampung Barat. The problem of this research is how the perception of society of comer to local wisdom in Lampung Barat. The method of this research is descriptive qualitative method. Data collecting technique use questionnaire, interview and documentation. Data analyze technique use percentage. The sample of this research amount 29 KK. Based on the result of research which have been done, it can be seen that perception of society of comer to local wisdom in Lampung Barat is positive, it means that all aspect which to become indicator perception about understanding, opinion and attitude of society of comer to local wisdom have a tendency which are positive in taking care of to take place nation of life.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari informasi secara teoretis dan empiris terhadap kearifan lokal kehidupan multietnis di Lampung Barat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah persepsi masyarakat pendatang terhadap kearifan lokal di Lampung Barat. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan persentase. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 29 KK. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa persepsi masyarakat pendatang terhadap kearifan lokal di Lampung Barat adalah positif, artinya bahwa semua aspek yang menjadi indikator persepsi tentang pemahaman, pendapat dan sikap dari masyarakat pendatang terhadap kearifan lokal memiliki kecenderungan yang positif dalam menjaga keberlangsungan hidup berbangsa.Kata kunci: kearifan lokal, masyarakat pendatang, perseps
PENGARUH PEMAHAMAN DAN SIKAP APARATUR PEMERINTAH DESA TERHADAP TINGKAT PELAYANAN PUBLIK
This research aims to know and analyze the effect of knowledge and village government apparatus attitude with the level of public service in Patoman Village,Pagelaran District, Pringsewu Regency on 2014. This research uses quantitative method with survey approach. This research subject is village government apparatus in Patoman Village, Pagelaran District, Pringsewu Regency on 2014. Questionnaire and test techniques are used as data collecting instrument and to analyze the data using multiple regression formula. The population in this study are 46 people. Based on the testing and data analysis can be known that: there is an influence between government apparatus knowledge with the level of public service in Patoman Village, Pagelaran District, Pringsewu Regency on 2014, there is an effect of knowledge and village government apparatus attitude with the level of public service in Patoman Village, Pagelaran District, Pringsewu Regency on 2014.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pemahaman dan sikap aparatur pemerintah desa terhadap tingkat pelayanan publik di Pekon Patoman Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu Tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey dengan subjek penelitian aparatur pemerintah desa di Pekon Patoman Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu Tahun 2014. Untuk mengumpulkan data menggunakan teknik angket dan tes. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 46 orang. Data analisis menggunakan rumus Regresi Berganda. Berdasarkan hasil analisis dan uji hipotesis menunjukan bahwa: terdapat pengaruh antara pemahaman aparatur pemerintah desa terhadap tingkat pelayanan publik di Pekon Patoman Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu Tahun 2014, terdapat di Pekon Patoman Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu Tahun 2014, terdapat pengaruh antara pemahaman dan sikap aparatur pemerintah desa terhadap tingkat pelayanan publik di Pekon Patoman Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu Tahun 2014.Kata kunci: aparatur desa, pelayanan publik, pemahaman, sika
HUBUNGAN PEMAHAMAN KONSEP CIVIC PARTISIPATORY DENGAN SIKAP EMPATI DALAM MENGIKUTI ORGANISASI MAHASISWA
This research aims to explain the correlation of understanding civic partisipatory concept with empathy attitude in following student college organization at PPKn, FKIP, Lampung University. This research uses descriptive method. The sample are 48 respondents. The result of this research shows : (1) 68,75% of respondents don’t understand about civic partisipatory concept and needs to be improved. (2) 58,3% of respondents understand enough and it means that students have empathy to follow student organization. (3) there is a significant influence between level of understanding civic partisipatory concept (X) with empathy attitude of civic education students in following campus organizations (Y) it can be seen at coefficient C = 0.69 that included in high category, it means if level of understanding civic partisipatory concept is good, students empathy attitude in following student organizations will be good also.Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan hubungan tingkat pemahaman konsep civic partisipatory dengan sikap empati dalam mengikuti organisasi mahasiswa program studi PPKn FKIP Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sampel yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah 48 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) 68,75% responden kategori kurang paham berarti tingkat pemahaman civic partisipatory masih perlu ditingkatkan, (2) 58,3% responden berkategori cukup dalam memiliki sikap empati berarti mahasiswa cukup memiliki sikap empati untuk mengikuti organisasi mahasiswa, (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat pemahaman konsep civic partisipatory (X) dengan sikap empati mahasiswa PS-PPKn dalam mengikuti organisasi kampus (Y), yang dinyatakan pada koefisien C=0,69 masuk dalam kategori tinggi, artinya semakin tinggi tingkat pemahaman civic partisipatory maka akan semakin tinggi pula sikap empati mahasiswa dalam mengikuti organisasi mahasiswa.Kata kunci: partisipasi warganegara, pemahaman, sikap empat
PENGARUH KETELADANAN GURU TERHADAP SIKAP BELAJAR PESERTA DIDIK
This research aims to explain the influence of teacher’s example of the attitude of student learning. The problem of this research is how the influence of teacher’s example of the attitude of student learning. This research is quantitative type, research by using test influence of variables to be checked. Population of this research counted 297 students, so that taken sample counted 20% that is counted 59 students. Based on the result of research which have been done, it can be seen that there are hand in glove degree, that is with coefficient of contigency C= 0,39 and coefficient of contigency Cmaks= 0,81 so that obtained by value 0,48.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh keteladanan guru terhadap sikap belajar peserta didik. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah pengaruh keteladanan guru terhadap sikap belajar peserta didik.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan uji pengaruh antarvariabel-variabel yang akan diteliti. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 297 peserta didik, sehingga sampel yang diambil sebanyak 20% yaitu sebanyak 59 peserta didik.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa terdapatderajat keeratan, yaitu dengan koefisien kontigensi C=0,39 dan koefisien kontigensi Cmaks= 0,81 sehingga diperoleh nilai 0,48.Kata kunci: keteladanan guru, peserta didik, sikap belaja
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP EMPAT PILAR KEBANGSAAN DI KAMPUNG AGUNG JAYA
Based on the result of data analysis, it was found that citizen’s perception toward four nationality pillar in Kampung Agung Jaya Kecamatan Banjar Margo Kabupaten Tulang Bawang is not quite good. That thing can be explained as following : 1. The citizen’s perception toward four nationality pillar in term of cognitive indicator is categorized is not quite know. 2. The citizen’s perception toward four nationality pillar in term of respond indicator is categorized is not quite do. 3. The citizen’s perception toward four nationality pillar in term of opinion indicator is categorized is not quite agree.Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa persepsi masyarakat terhadap empat pilar kebangsaan di Kampung Agung Jaya Kecamatan Banjar Margo Kabupaten Tulang Bawang adalah kurang baik. Hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Untuk persepsi masyarakat terhadap empat pilar kebangsaan indikator pengetahuan (kognisi) dikategorikan kurang baik. 2. Untuk persepsi masyarakat terhadap empat pilar kebangsaan indikator tanggapan dikategorikan kurang baik. 3. Untuk persepsi masyarakat terhadap empat pilar kebangsaan indikator pendapat dikategorikan kurang baik.Kata kunci: empat pilar kebangsaan, masyarakat, perseps
PENGARUH POTENSI DAN AKTUALISASI DIRI TERHADAP MINAT SISWA MENJADI PENGURUS OSIS
This research aims to explain the influence of potency and self actualization to student interest become to the member official of OSIS. The problem of this research is how the influence of potency and self actualization to student interest become to the member official of OSIS. The method of this research is quantitative with ex-post facto approach. Data collecting technique use question form and data analysis technique use regression. The sample of this research amount 33 students. Based on the result of research which have been done, it can be seen that there are the influence between of potency and self actualization to student interest become to the member official of OSIS.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh potensi dan aktualisasi diri terhadap minat siswa menjadi pengurus OSIS. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengaruh potensi dan aktualisasi diri terhadap minat siswa menjadi pengurus OSIS. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan ex-post facto. Sampel penelitian ini berjumlah 33 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan teknik analisis data menggunakan regresi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh antara potensi dan aktualisasi diri terhadap minat siswa menjadi pengurus OSIS.Kata kunci: aktualisasi diri, minat siswa, OSIS, potensi diri
ANALISIS KEBIJAKAN PEMBINAAN KEROHANIAN OLEH PEMERINTAH DESA DALAM MENANGGULANGI KENAKALAN REMAJA
This research aims to describe and analyze the policy of sprituality construction by government of village in overcome adolescent mischief. As for the analysis is support component executing policy of spirituality construction is human resource, tool, fund, process and adolescent perception to policy of spirituality construction. The method of this research is descriptive method with qualitative approach. Type of this research is phenomologys research. Data collecting technique use interview, observation and documentation. Data analysis technique use analysis interactive model. Based on the result of this research which have been done, it can be seen that component in policy of spirituality construction like a human resource, tool, fund, process and adolescent perception to spirituality construction support executing policy of spirituality construction.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kebijakan pembinaan kerohanian oleh pemerintah desa dalam menanggulangi kenakalan remaja. Adapun yang dianalisis adalah komponen pendukung terlaksananya kebijakan pembinaan kerohanian yaitu sumber daya manusia, sarana, dana, proses dan persepsi remaja terhadap kebijakan pembinaan kerohanian. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian fenomologis. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Analysis Interactive Model. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa komponen dalam kebijakan pembinaan kerohanian seperti sumber daya manusia, sarana, dana, proses dan persepsi remaja terhadap pembinaan kerohanian mendukung terlaksananya kebijakan pembinaan kerohanian.Kata kunci: kebijakan publik, kenakalan remaja, pembinaan kerohanian, pemerintah desa.
UPAYA PELESTARIAN ADAT MELINTING DI LAMPUNG TIMUR TAHUN 2013
This research aims to explain and analyze the effort of preserving melinting custom in Lampung Timur Year 2013. As for being analyzed is component which is in melinting custom that is relationship system, marriage custom, melinting dance and giving the title custom. The method of this research is descriptive method with qualitative approach. Type of this research is phenomenologys research. Data collecting technique use interview, observation and documentation. Data analysis technique use Interactive Model Analysis. Based on the result of this research which have been done, it can be seen that effort of preserving to melinting custom which there are component of relationship system, marriage custom, melinting dance and giving the title custom are being better and all of society care to preserving of melinting custom.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis upaya pelestarian adat Melinting di Lampung Timur tahun 2013. Adapun yang dianalisis adalah komponen yang terdapat di dalam adat Melinting yaitu sistem kekerabatan, bentuk perkawinan adat, tari Melinting dan pemberian gelar adat. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian fenomenologis. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Analyze Interactif Model. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa upaya pelestarian terhadap adat Melinting yang di dalamnya terdapat komponen sistem kekerabatan, bentuk perkawinan adat, tari melinting dan pemberian gelar adat berjalan dengan baik serta masyarakat begitu peduli terhadap pelestarian adat melinting.Kata kunci : adat melinting, pelestarian adat melinting, perkawinan adat melintin
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SIKAP PEMUDA DALAM BERORGANISASI
The purpose of this studi is to explain the factors that influence the attitudes of young man on organization. The research method used in this research is quantitative descriptive method. Based on the result of research which have been done, it can be seen that there are the data obtained as follows the understanding of the indicators high as many as 17 people (40.48%). At relatively high motivation indicators are as many as 25 people (59.53%). In a family environment indicators are relatively high by 25 people (59.53%). In societies that are categorized as environmental indicators were 26 people (61.90%). At the organizational attitude indicators high is 21 persons (50%).Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi sikap pemuda dalam berorganisasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa yang diperoleh sebagai berikut :pada indikator pemahaman tergolong tinggi sebanyak 17 orang (40,48%). Pada indikator motivasi tergolong tinggi adalah sebanyak 25 orang (59,53%). Pada indikator lingkungan keluarga tergolong tinggi adalah sebanyak 25 orang (59,53%). Pada indikator lingkungan masyarakat yang tergolong sedang 26 orang (61,90%). Pada indikator sikap berorganisasi tergolong tinggi adalah sebanyak 21 orang (50%).Kata kunci : organisasi, pemuda, sikap