Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Not a member yet
    96 research outputs found

    Penguatan karakter bangsa pada masyarakat multikultural: Peran gerakan kepanduan Hizbul Wathan

    Get PDF
    Bangsa Indonesia yang multikultur memerlukan pendidikan untuk pembentukan karakter bangsa. Karakter bangsa atau kualitas dan kuantitas perilaku kolektif kebangsaan itu, hendaknya dibangun dengan bercirikan kekhasan keindonesiaan, yakni didasarkan pada nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, keberagaman dan komitmen terhadap NKRI. Nilai-nilai tersebut diupayakan penanamannya ke dalam kesadaran, pemahaman, rasa, karsa, dan perilaku bermasyarakat berbangsa dan bernegara pada setiap insan Indonesia. Melalui pendidikan, nilai-nilai itu dikembangkan untuk membangun kemampuan diri dalam olah pikir, olah hati, olah rasa dan karsa serta olah raga, baik secara individual maupun kolektif. Sejak awal kelahirannya, pendidikan kepanduan, khususnya kepanduan Hizbul Wathan telah melakukan penanaman nlai-nilai kebangsaan, yakni sebagai gerakan pembela tanah air. Gerakan kepanduan ini berazaskan Islam, untuk menyiapkan dan membina anak, remaja, dan pemuda menjadi manusia muslim yang sebenar-benarnya dan siap menjadi kader persyarikatan, umat, dan bangsa. Program-program pendidikannya melibatkan pengembangan potensi kejiwaan individu dan mengaitkannya dengan aspek sosial kebudayaan. Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan juga menetapkan kriteria persyaratan dalam setiap kenaikan jenjang. Kriteria-kriteria itu menunjukkan pendidikan capaian pendidikan karakter individu dan karakter publik, termasuk di dalamnya adalah karakter bangsa

    Pendidikan Pancasila ditinjau dari perspektif filsafat (aksiologi)

    Get PDF
    Pendidikan berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam rangka upaya mewujudkan tujuan nasional. Pendidikan itu harus sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia (ideologi) dan menjadi pedoman hidup, jiwa dan keperibadian bangsa Indonesia. Pancasila terkandung di dalamnya suatu pemikiran-pemikiran yang bersifat kritis, mendasar, rasional, sistematis dan komprehensif, sehingga sistem pemikiran ini merupakan suatu nilai. Oleh karena itu, Pancasila memberikan dasar-dasar yang bersifat fundamental dan universal bagi manusia baik dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Bila dijabarkan dalam kehidupan yang nyata pada masyarakat, bangsa maupun negara maka nilai tersebut dijabarkan dalam suatu norma-norma yang jelas, yaitu norma moral dan norma hukum atau sistem perundangan yang berlaku di Indonesia. Dalam pemikiran filsafat aksiologi yang mengacu pada persoalan nilai, baik dalam konteks estetika, moral maupun agama, mengkaji dan menggali hakikat nilai itu. Maka melalui pendididkan Pancasila peserta didik diharapkan mampu memahami, menganalisis nilai-nilai Pancasila sebagai sumber acuan dalam menyusun etika kehidupan berbangsa bagi seluruh rakyat Indonesia dalam mencapai cita-cita dan tujuan nasionalnya, dan menjawab masalah yang dihadapi secara berkesinambungan

    Kemanusiaan dalam falsafah hidup masyarakat Batak Toba

    Get PDF
    Kemanusiaan, zaman sekarang telah menjadi prinsip universal dalam membangun peradaban dunia. Indonesia telah menetapkan kemanusiaan sebagai salah satu sila dalam dasar negara. Kemanusiaan dalam Pancasila tidak bersumber dari pemikiran spekulatif filosofis tetapi dari nilai-nilai yang telah hidup dalam kebudayaan nusantara sejak ribuan tahun lalu. Kajian tentang kemanusiaan dalam berbagai kebudayaan nusantara akan membuat pemahaman terhadap prinsip kemanusiaan dalam sila kedua akan komprehensif dan mendalam. Tulisan ini hendak mengungkapkan pemikiran tentang kemanusiaan dalam budaya Batak Toba. Orang Toba memiliki prinsip kemanusiaan yang bersumber dari pemahaman tentang manusia yang bermartabat rajawi. Martabat luhur ini menuntut setiap orang diperlakukan secara adil dan bermartabat

    Kinerja Guru Pendidikan Kewarganegaraan SMPN Kota Yogyakarta Pasca Sertifikasi Periode Tahun 2008-2011

    Get PDF
    Guru merupakan komponen paling menentukan dalam sistem pendidikan. Karena pekerjaan guru adalah pekerjaan profesional, maka seorang guru harus mampu memenuhi empat kompetensi yang dipersyaratkan, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. yang dibuktikan dengan pemberian sertifikat pendidik. Pemberian sertifikat kepada guru selain mensetarakan kualifikasi kompetensi guru di Indonesia juga bermaksud mengangkat harkat dan martabat guru sekaligus meningkatkan kesejahteraan guru di Indonesia.Subjek penelitian ini adalah guru PKn SMP Negeri kota Yogyakarta yang telah bersertifikat mulai tahun 2008 s.d 2011, kepala SMP Negeri kota Yogyakarta, dan Pengawas Dinas Pendidikan kota Yogyakarta untuk SMP. Objek penelitian ini adalah kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan angket. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Penelitian ini termasuk dalam penelitian populasi atau survey. Kriteria keberhasilan sertifikasi guru dilihat dari keberhasilan proses dan keberhasilan produk (hasil).Hasil penelitian ini secara umum menunjukkan bahwa kinerja guru PKn Kota Yogyakarta pasca sertifikasi periode tahun 2008 s.d 2011 dengan hasil kualifikasi kompetensi Baik dengan nilai rata-rata keempat kompetensi tersebut adalah 87,90%. Tetapi pada kompetensi profesional khusus mengenai kemampuan menulis karya ilmiah dan melakukan penelitian menunjukkan hasil kualifikasi kompetensi Kurang Baik dengan nilai rata-rata 31,09%. Pada program sertifikasi guru selain mengalami perbaikan dan peningkatan mutu tetapi juga menimbulkan beberapa permasalahan, terutama kewajiban tatap muka sebanyak 24 jam. Untuk memenuhi kewajiban tersebut tidak jarang guru harus mencari tambahan jam mengajar ke sekolah lain. Hal ini berdampak pada terabaikannya suatu kewajiban bahwa seorang guru harus senantiasa melakukan pengembangan potensi keilmuannya melalui kegiatan Pengembangan Profesi Berkelanjutan (PKB). Guru PKn SMP Negeri kota Yogyakarta rata-rata belum pernah menulis karya ilmiah atau meneliti. Oleh karena itu ketentuan wajib tatap muka 24 jam, perlu ditinjau kembali sehingga sertifikasi guru tersebut benar-benar menghasilkan guru yang profesional dengan kapasitas keilmuan yang memadai

    Metode Pembinaan Moral Anak di Dusun Gedangan III Gedangrejo Karangmojo Gunungkidul

    Get PDF
    Pembinaan Moral adalah segala usaha yang dilakukan dengan sadar, berencana, dan teratur untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan dengan pengendalian dan pengembangan tingkah laku. Merosotnya nilai moral di kalangan pelajar atau anak-anak muda menimbulkan sikap ragu-ragu dari orang tua untuk menentukan nilai moral yang baik untuk dijadikan patokan. Hal ini disebabkan anak tidak bisa diperlakukan dengan didikan keras atau otoriter, jika mereka diperlakukan keras yang terjadi adalah mereka semakin memberontak. Pembinaan dengan penanaman nilai moral pada anak sangat diperlukan, hal ini ditanamkan agar anak memiliki rasa tanggung jawab atas setiap tindakan yang dilakukannya. Pembinaan dimaksudkan untuk membentuk perhatian, pertimbangan, dan tindakan berlatar pendidikan agar anak berkembang secara baik untuk membantu perkembangan akhlaknya. Pembinaan moral dianggap sama dengan mengajarkan berbagai macam peraturan dalam pengembangan watak yang terlihat dalam tingkah laku anak yang menunjukkan sifat baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pembinaan moral oleh orang tua kepada anak di Dusun Gedangan III, Gedangrejo, Karangmojo, Gunungkidul.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah orang tua di Dusun Gedangan III, Gedangrejo, Karangmojo, Gunungkidul yang anaknya berumur 13-15 tahun. Objek dalam penelitian ini adalah metode pembinaan moral oleh orang tua kepada anak berumur 13-15 tahun di Desa Gedangan III, Gedangrejo, Karangmojo, Gunungkidul. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data dengan cara reduksi data, klasifikasi data, display data, dan penyimpulan/ kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa metode yang digunakan orang tua untuk membina moral anak di Dusun Gedangan III yaitu metode bercerita, metode berkaryawisata, metode demonstrasi, dan metode keteladanan. Dari empat metode ini yang paling banyak digunakan oleh orang tua adalah metode keteladanan karena metode ini dirasa paling mudah dalam melakukannya, dengan orang tua memberikan contoh pada anak maka anak akan menirukan apa yang sering dilakukan orang tuanya. Dan dari empat metode ini metode berkaryawisata tidak banyak digunakan para orang tua karena keterbatasan ekonomi sehingga anak jarang diajak pergi bersama keluarga

    Pembinaan Moral Anak Jalanan di Rumah Singgah Ahmad Dahlan Yogyakarta

    Get PDF
    Fenomena Masalah kemerosotan moral akhir-akhir ini telah menjadi persoalan yang banyak menyita perhatian dari banyak kalangan, terutama dari masyarakat, Meskipun telah banyak usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah moral, namun hasilnya masih belum menggembirakan. Hal tersebut dapat dilihat dari perilaku para anak jalanan yang semakin hari menunjukkan gelagat yang kurang baik yang melahirkan pencitraan negatif oleh sebagian besar masyarakat terhadap anak jalanan yang diidentikan dengan pembuat onar, anak-anak kumuh, suka mencuri, suka mabuk-mabukan, free sex, sampah masyarakat yang harus diasingkan. Dari hal tersebut peneliti tertarik untuk mengetahui cara pembinaan moral, kendala seperti apa yang dialami rumah singgah, serta upaya untuk mengatasi kendala yang ada di rumah singgah ahmad dahlan.Jenis penelitian ini adalah kualitatif, Penelitian ini yang menjadi subyek adalah Pembina Rumah Singgah Ahmad Dahlan Yogyakarta, sedangkan yang menjadi obyek adalah cara pembinaan moral anak jalanan di Rumah Singgah Ahmad Dahlan Yogyakarta. Adapun teknik pengumpulan data yaitu dokumentasi, wawancara dan observasi. Metode analisis data dilakukan dengan deskriptif kualitatif.Berdasarkan hasil analisis data, pembinaan moral anak jalanan di rumah singgah Ahmad Dahlan yaitu Pembinaan Moral yang digunakan oleh Pembina dalam pembinaan moral anak jalanan di rumah singgah Ahmad Dahlan Yogyakarta adalah digolongkan menjadi 5 macam pembinaan, yakni 1) pembinaan dengan cara instruktif, 2) Pembinaan Ceramah, 3) Pembinaan Nasehat, 4) pembinaan Hukuman edukatif, 5) Pembinaan diskusi. Dari kelima pembinaan tersebut yang menjadi prioritas utama adalah pembinaan ceramah, karena pembinaan ceramah memberikan suatu pembinaan yang bersifat mendasar dalam mencegah sikap amoral dan merupakan pembinaan yang paling tepat untuk merubah sikap anak jalanan yang dilakukan sejak awal pembinaan. Karena ceramah berisi nilai-nilai keagamaaan yang menjadi kebutuhan jiwa manusia yang perlu dipenuhi. Dan Anak harus diberikan pembinaan agama sejak kecil agar terbina moral yang baik

    Peningkatan Penguasaan Materi Ideologi dengan Metode Debat Kelompok di SMK Muhammadiyah 2 Bantul

    Get PDF
    Penguasaan dalam pembelajaran mempunyai peranan penting dalam rangka memahami materi pada mata pelajaran tertentu. Dalam prakteknya proses belajar mengajar PKn masih bersifat konvensional yaitu sering terlihat guru mengunakan metode ceramah sehinga dianggap kurang menarik dan cenderung tidak meningkatkan motivasi belajar siswa yang pada akhirnya penguasaan materi tidak maksimal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat digunakan metode debat kelompok. Metode ini melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan belajar serta berinteraksi antara anggota kelompoknya dalam menghadapi permasalahan yang ada. Tujuan penelitian adalah peningkatan penguasaan materi ideologi dengan metode debat kelompok pada siswa kelas XII di SMK Muhammadiyah 2 Bantul tahun ajaran 2012/2013.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus dalam penelitian ini menggunakan data kualitatif. Metode debat kelompok adalah penyajian dengan cara pemberian tugastugas untuk mempelajari sesuatu kepada kelompok-kelompok belajar yang sudah ditentukan dalam rangka mencapai tujuan. Metode ini melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan belajar serta berinteraksi anataraangota kelompoknya dalam menghadapi permasalahan yang ada sehingga kegiatan belajar mampu menghadirkan kebersamaan dan kolaborasi untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam kerjasama dan kemampuan berkomunikasi serta kemampuan mengambil keputusan dapat dikembangkan dengan baik. Subyek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas XII RPL di SMK Muhammadiyah 2 bantul. Data penelitian ini di peroleh dari hasil observasi dan tes. Teknik analisis data adalah dengan membandingkan hasil dari tes siklus I dan siklus II. Sehingga diperoleh hasil peningkatan dalam penguasaan pembelajaran.Adapun hasil penelitian ini adalah Siswa yang pada siklus I dengan nilai rata-rata 6,30 dan pada siklus ke II dengan nilai rata-rata 8,30. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti tentang peningkatan pemahaman siswa pada materi ideologi dengan menggunakan metode debat kelompok maka dapat disimpulkan bahwa metode debat kelompok terbukti dapat meningkatkan pengeuasaan materi ideologi oleh siswa

    Strategi Sekolah dalam Menanamkan Jiwa Antikorupsi di SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta

    Get PDF
    Korupsi harus dipandang sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) yang oleh karena itu memerlukan upaya luar biasa pula untuk memberantasnya. Upaya pemberantasan korupsi yang terdiri dari dua bagian besar, yaitu (1) penindakan, dan (2) pencegahan tidak akan pernah berhasil optimal jika hanya dilakukan oleh pemerintah saja tanpa melibatkan peran serta pendidikan yaitu sekolah. Sekolah sebagai lembaga pendidikan yang memiliki tujuan membentuk manusia yang berkualitas, tentunya sangat diperlukan suatu aturan atau kebijakan guna mewujudkan tujuan tersebut. Lingkungan sekolah khususnya tingkat SMA yang beranggotakan remaja-remaja yang sedang dalam masa transisi, sangat rentan terhadap perilaku yang menyimpang.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif karena penelitian bermaksud untuk melakukan peyelidikan dengan menggambarkan dan memaparkan keadaan suatu situasi sosial di SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru dan siswa. Sedangkan yang menjadi objeknya adalah strategi sekolah dalam menanamkan pendidikan anti-korupsi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta telah melaksanakan strategi inklusif dalam menanamkan jiwa antikorupsi kepada siswa. Ini dibuktikan dengan adanya ketentuan-ketentuan yang dibuat oleh kepala sekolah mengenai rencana kebijakan untuk kegiatan menanamkan nilai-nilai anti korupsi kepada siswa, ketentuan itu terintegrasi di dalam tata tertib sekolah yang mengatur tentang prilaku siswa yang di dalamnya juga mengatur tentang korupsi di dalam sekolah, dan SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta sudah melakukan strategi studi kasus dalam hal ini yang melaksanakannya guru yang bersangkutan yaitu guru PKn, strategi ini sudah dilaksanakan dibuktikan dengan adanya guru PKn dalam proses pembelajaran tentang materi antikorupsi menggunakan metode diskusi yang dalam pelaksanaan metode tersebut siswa ditugaskan untuk mencari kasus-kasus korupsi lalu menganalisis kasus terebut bersama kelompok masing-masing serta memberikan solusi untuk pemecahan masalah dalam kasus tersebut

    Hubungan Persepsi Gaya Kepemimpinan Guru Dengan Prestasi Belajar PKn Siswa di SMP Negeri 2 Kokap Kulonprogo Yogyakarta

    Get PDF
    Gaya kepemimpinan guru merupakan pola tindakan yang dilakukan oleh guru dalam menstimulir, membangkitkan minat dan membimbing belajar siswa sebagai proses mempengaruhi murid agar mau belajar. Gaya kepemimpinan guru merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui ada tidaknya hubungan persepsi gaya kepemimpinan guru dengan Prestasi Belajar PKn Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Kokap, Kulon Progo Yogyakarta. Sampel penelitian ini adalah 60 siswa kelas VIII. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dimana data dikumpulkan dengan tekhnik penyebaran angket dan studi dokumentasi dan analisis data dengan analisis korelasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai korelasi (rxy)antara persepsi gaya kepemimpinan guru dengan Prestasi Belajar PKn baik dari nilai raport kognitif, afektif, psikomotor dan nilai ujian tengah semester rata-rata seluruhnya sebesar 0,03. Hal ini menunjukkan ada hubungan yang positif namun sangat lemah sehingga tidak dapat mendukung hipotesa kerja. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara persepsi gaya kepemimpinan guru dengan Prestasi Belajar PKn Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Kokap, Kulon Progo, Yogyakarta

    Hubungan Kompetensi Kepribadian Guru dengan Prestasi Belajar Siswa di SMP Muhammadiyah 2 Kalasan

    Get PDF
    Teachers’ personality competence is the personal ability that reflects the personality of steady, stable, adult, wise and prestigious, to be noble and a model for students. The mastery of teachers’ personality competence is significance, both for school and especially for the students. By the teachers’ personality competence, the teachers can not be separated from the hard working of students in learning that can be demonstrated through an attitude while teaching-learning activities (KBM), student activity, student achievement, the value in Civics subject which is packaged in the form of number such as the value of student report cards of Civics subject. The purpose of this research is to understand the relationship of teachers’ personality competence with students’ learning achievement. The population of this research is all students of the 7th graders of SMP Muhammadiyah 2 Kalasan in the academic year of 2012/ 2013 totaling of 140 students. The samples of this research are 100 students that divided into four classes. The researcher collects the data by a questionnaire which is used to measure teachers’ personality competence of Civics teacher and it uses documentation in the form of report cards of grades in Civics subjects. The data analysis method which used is correlation analysis product moment then examines by t-test so that it can be seen that the relationship of positive and significant of two variables. Based on the results of the data analysis, the researcher concludes that the correlation between teachers' personality competence with students’ learning achievement is 0.518. It means that there is a positive and significant relationship between teachers' personality competence with students’ learning achievement in Civics of the 7th graders of SMP Muhammadiyah 2 Kalasan in the academic year of 2012/ 2013

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇