Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Not a member yet
    96 research outputs found

    Aplikasi Pendekatan Pembelajaran Individual Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Pada Siswa Difabel (Tunanetra) di MAN Maguwoharjo

    Get PDF
    Pendidikan inklusif merupakan suatu bagian dari pendidikan formal di Indonesia sebagai model pendidikan yang mengikutsertakan anak-anak yang berkebutuhan khusus untuk belajar bersama-sama dengan anak-anak sebayanya di sekolah umum, dan pada akhirnya mereka menjadi bagian dari masyarakat sekolah tersebut, sehingga tercipta suasana belajar yang kondusif. Penyelenggaraan pendidikan inklusif dimaksudkan untuk menampung kebergaman siswa baik siswa normal dan juga siswa berkebutuhan khusus. Mendidik anak yang berkelainan fisik maupun karakteristik perilaku sosialnya, tidak sama seperti mendidik anak normal, sebab memerlukan pendekatan dan strategi yang khusus, diantaranya pendekatan pembelajaran individu.Penelitian ini mendeskripsikan penggunaan pendekatan pembelajaran individual dengan materi suprastuktur dan infrastuktur politik pada siswa difabel kelas X di MAN Maguwoharjo. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dan wawancara kepada guru dan siswa, baik siswa awas maupun siswa difabel (tuna netra).Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaaan materi oleh para siswa difabel (tuna netra) di kelas belum terkondisikan dengan baik. Dari segi tugas, yang menjawab sempurna hanya beberapa responden saja, sebagian siswa lainnya mengetahui namun tidak bisa menggungkapkan kembali dengan sempurna dan spontan. Oleh karena itu, untuk mengatasi kendala yang dihadapi dalam pembelajaran di kelas dibutuhkan pembelajaran di luar kelas sebagai alternatif penguatan penguasaan materi PKn. Hal ini karena adanya pengaruh dan proses yang berlangsung pada waktu kini dan masa lampau yang ikut menentukan. Dengan begitu, siswa mampu mengingat kembali materi dan kesan-kesan yang tersimpan sekalipun sulit untuk memproduksi kesan-kesan itu

    Sikap Peserta Didik terhadap Konstitusi Negara Republik Indonesia Pada Kelas VIII SMP Muhammadiyah 1 Mlati

    Get PDF
    Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sikap peserta didik terhadap konstitusi Negara Republik Indonesia (UUD 1945 hasil amandemen) pada kelas VIII SMP Muhammadiyah 1 Mlati. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian kualitatif. Lokasi penelitian adalah SMP Muhammadiyah 1 Mlati. Jumlah peserta didik kelas VIII adalah 105, partisipan dalam penelitian ini adalah 34 Peserta Didik. Data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode angket dan wawancara. Teknis analisis data menggunakan reduksi data, klasifikasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian ini adalah Peserta Didik kelas VIII SMP Muhammadiyah 1 Mlati mempunyai kognisi 49%, afektif 75,2%, konasi 78,2%. Dari ketiga aspek tersebut maka Peserta Didik kelas VIII SMP Muhammadiyah 1 Mlati mempunyai sikap terhadap UUD 1945 hasil amandemen sebesar 67,5%. Sehingga dapat dikatakan Sikap Peserta Didik kelas VIII SMP Muhammadiyah 1 Mlati terhadap konstitusi (UUD 1945) adalah cukup favorable (mendukung).Â

    Perwujudan Nilai-nilai Demokrasi Siswa SMP Negeri 1 Jetis Bantul

    Get PDF
    Indonesia adalah sebuah Negara demokrasi, maka demokrasi sebagai sebuah nilai atau pandangan hidup yang mencerminkan perlunya partisipasi dari setiap warga merupakan prinsip utama yang harus dilaksanakan dalam kehidupan. Oleh karena itu diperlukan pemahaman yang baik dan kemampuan mengaktualisasikan demokrasi di kalangan warga negara. Nilai-nilai demokrasi hendaknya dapat diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan khususnya pendidikan di sekolah adalah salah satu tempat yang dapat memberikan pemahaman dan pembentukan warga negara yang demokratis. Di sekolah siswa diajarkan untuk memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga sekolah yang cerdas, terampil, dan berkarakter. Tujuan adanya penelitian ini yaitu untuk mengetahui Perwujudan nilai-nilai demokrasi oleh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jetis Bantul Tahun Ajaran 2013/2014.Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jetis Bantul Tahun Ajaran 2013/2014, Objek penelitian adalah Perwujudan nilai-nilai demokrasi oleh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jetis Bantul Tahun Ajaran 2013/2014.. Metode pengumpulan data adalah menggunakan wawancara. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, klasifikasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini adalah Perwujudan nilai-nilai demokrasi oleh siswa kelas VIII SMP negeri 1 Jetis Bantul disimpulkan bahwa nilai-nilai demokrasi yang sudah diwujudkan siswa di sekolah adalah keinginan untuk aktif dalam kegiatan organisasi dan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, sikap empati kepada teman dan sikap menghargai perbedaan agama, sikap menghargai perbedaan status sosial, sikap menghargai perbedaan suku dan budaya. dengan cara bersikap aktif di dalam maupun di luar kelas, lebih tertib dalam menaati peraturan sekolah, menganggap penting adanya organisasi bagi keaktifan mereka di sekolah, menghargai teman yang akan melakukan ibadah, memilih teman bukan karena faktor status sosial, suku budaya dan agama, memberikan nasehat dan perhatian bagi teman yang sering melakukan pelanggaran di sekolah. Namun masih ada perwujudan nilai demokrasi yang belum terwujud di sekolah, yaitu keaktifan siswa di dalam kelas dalam mengangkat isu-isu terbaru untuk dibahas bersama dengan guru, kemudian sikap menghargai perbedaan pendapat yang berbeda dengannya

    Penegakan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Larangan dan Pengawasan Minuman Beralkohol dan Minuman Memabukkan Lainnya di Polres Kulon Progo

    Get PDF
    oai:ojs.journal.uad.ac.id:article/6269Minuman beralkohol merupakan minuman yang mengandung ethanol yang diproses dari bahan hasil pertanian yang mengandung karbohidrat dengan cara peragian (fermentasi) dan penyulingan (destilasi) atau peragian tanpa penyulingan, dengan cara memberikan perlakuan terlebih dahulu atau tidak, menambahkan bahan lain atau tidak, atau yang diproses dengan cara mencampur konsentrat dengan ethanol atau dengan cara pengenceran minuman dengan ethanol, kecuali untuk kepentingan medis. Dengan kata lain minuman beralkohol merupakan minuman yang berbahaya dan dapat merusak kesehatan apabila dikonsumsi serta dapat memicu terjadinya kriminalitas. Namun, dewasa ini minuman beralkohol justru sering dikonsumsi oleh manusia tanpa menghiraukan akibat yang akan ditimbulkan. Di Kulon Progo Terdapat Perda yang mengatur tentang hal tersebut yaitu Perda No. 11 Tahun 2008 Tentang Larangan dan Pengawasan Minuman Beralkohol dan Minuman Memabukkan lainnya. Akan tetapi Perda tersebut dirasa belum mampu untuk menekan peredaran minuman berakohol dan minuman memabukkan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penegakan Perda No. 11 Tahun 2008 di Polres Kulon Progo. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dilakukan di Polres Kulon Progo. Subjek penelitiannya adalah Polisi dari Polres Kulon Progo. Sedangkan yang menjadi objeknya adalah penegakan Perda No. 11 Tahun 2008. Data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan klasifikasi data, penafsiran data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Polres Kulon Progo dalam menegakkan Perda No. 11 Tahun 2008 sudah cukup baik. Adapun bentuk penegakan Perda yang dilaksanakan oleh Polres Kulon Progo yaitu dengan melimpahkan semua perkara ke Pengadilan dengan mengajukan tuntutan hukuman sesuai dengan Perda No. 11 Tahun 2008 Tentang Larangan dan Pengawasan Minuman Beralkohol dan Minuman Memabukkan Lainnya.Â

    Persepsi Masyarakat Mengenai Kinerja Aparat Pemerintah Desa Dalam Pelayanan Publik di Kelurahan Bangunharjo Sewon Bantul

    Get PDF
    Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui persepsi masyarakat mengenai kinerja aparat pemerintah dalam pelayanan publik di Kelurahan Bangunharjo. Subyek penelitian ini adalah Masyarakat Desa Bangunharjo dan aparat Desa Bangunharjo. Obyek penelitian ini adalah Persepsi Masyarakat mengenai kinerja aparat pemerintah desa dalam pelayanan publik. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat mengenai kinerja aparat desa dalam pelayanan publik cenderung negatif. Persepsi masyarakat tentang pelayanan aparat desa masih berbelit-belit, masih ada satu atau dua aparat desa kadang tidak tepat waktu baik kedatangan maupun dalam pelayanan administratif. Sedangkan dalam tanggung jawab aparat desa sudah secara konsekuen dalam memberikan pelayanan kepada warga

    Kampanye Pemilu Legislatif Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam SKH Kedaulatan Rakyat

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya pengetahuan tentang sosialisasi politik (pendidikan politik) sebagai prasyarat terbentuknya warga negara yang baik (good citizen). Sosialisasi politik adalah salah satu fungsi pers dan partai politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosialisasi politik yang terkandung di dalam berita-berita tentang Kampanye Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang dimuat di dalam SKH Kedaulatan Rakyat selama masa kampanye terbuka, 16 Maret-5 April 2014.Subjek dalam penelitian ini adalah PDIP, sedangkan objek penelitiannya adalah kampanye Pemilu Legislatif PDIP melalui SKH Kedaulatan Rakyat. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka dan dokumentasi selama masa kampanye terbuka Pemilu Legislatif 2014. Metode analisis yang digunakan adalah content analysis (analisis isi).Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi politik yang dimuat dalam berita kampanye PDIP di SKH Kedaulatan Rakyat adalah sosialisasi politik tentang pemilihan umum, kampanye politik tentang janji perubahan atau pesan dari partai politik terhadap konstituen (pemilih), kampanye politik tentang pembelajaran nilai-nilai dan norma-norma politik oleh masyarakat melalui peran partai politik di media massa, kampanye politik tentang pemahaman simbol-simbol politik negara

    Sikap Nasionalisme Anggota Karang Taruna Desa Karanglo Argomulyo Sedayu Bantul Yogyakarta

    Get PDF
    Kemajuan suatu bangsa sangat bergantung pada generasi penerusnya. Pemuda memiliki berbagai peranan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemuda karang taruna merupakan kaum intelektual yang dipersiapkan untuk menjadi warga negara yang baik dan mendidik anggota masyarakat menjadi warga negara yang baik. Untuk itu pemuda karang taruna harus memahami sikap nasionalisme, sehingga dapat mentransfer pengetahuan tersebut kepada masyarakat dan dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi kenyataannya pemuda karang taruna Desa Karanglo ini belum semua memiliki sikap warga negara yang baik. Dalam kegiatan organisasi karang taruna, masih banyak yang cuek dengan kegiatan organisasi karang taruna misalnya gotong royong. Dalam segi bahasa masih banyak menggunakan bahasa gaul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap nasionalisme anggota karang taruna Desa Karanglo.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dilakukan di Desa Karanglo Argomulyo Sedayu Bantul. Subyeknya penelitian adalah anggota karang taruna, orang tua, pamong desa, keluarga. Sedangkan yang menjadi objeknya adalah sikap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, sikap mencintai dan memakai produk dalam negeri, sikap menjaga nama baik bangsa dan negara, sikap bersedia membela negara dari ancaman negara lain, sikap menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sikap mendahulukan kepentingan negara dan bangsa di atas kepentingan pribadi, sikap mencintai dan mengembangkan budaya sendiri. Data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, klasifikasi data, penyajian data, penafsiran data dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian data yang diperoleh menunjukkan bahwa mayoritas anggota karang taruna Desa Karanglo memiliki sikap nasionalisme.Â

    Pembentukan Sikap Demokratis melalui Fungsi Musyawarah pada Pengurus dan Anggota HMPS PPKn Universitas Ahmad Dahlan Periode 2013-2014

    Get PDF
    Musyawarah sebagai pembahasan bersama dengan maksud mencapai keputusan atas penyelesaian masalah bersama, merupakan corak demokrasi. Namun dalam kenyataannya yang terjadi di lingkungan mahasiswa, apabila diajak bermusyawarah masih banyak yang tidak memperhatikan, mengutamakan kepentingan pribadi, kadang ada mahasiswa yang memaksakan kehendaknya pada orang lain, kurang semangaat kekeluargaan, kurangnya itikad baik dan rasa tanggungjawab mahasiswa akan tugasnya antara lain pada saat diskusi tugas kelompok, rapat anggota HMPS dsb. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembentukan sikap demokratis melalui fungsi musyawarah pada pengurus dan anggota HMPS PPKn Universitas Ahmad Dahlan periode 2013-2014. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan di HMPS PPKn Universitas Ahmad Dahlan. Subjek penelitian ini adalah pengurus dan anggota HMPS PPKn Periode 2013-2014. Sedangkan Objek penelitian ini adalah pembentukan sikap demokratis melalui fungsi musyawarah. Data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknis analisis data menggunakan seleksi data, klasifikasi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan sikap demokratis melalui fungsi musyawarah pada pengurus dan anggota HMPS PPKn Universitas Ahmad Dahlan periode 2013-2014 bisa terwujud melalui 3 faktor yaitu faktor presdiposisi berupa pengetahuan, manfaat musyawarah bagi diri sendiri dan HMPS PPKn, penyampaian pendapat tentang musyawarah yang demokratis, bentuk-bentuk sikap demokratis dalam musyawarah. Faktor pemungkin yaitu proses pembentukan sikap demokratis berupa penyikapan terhadap kondisi realita yang sering terjadi di HMPS PPKn, ketersediaan sarana dan prasarana, suasana kondusif dalam musyawarah, dan Faktor penguat berupa tersedianya kelengkapan administrasi HMPS PPKn, meliputi Undangan rapat atau musyawrah, roundown acara atau mekanisme rapat, tata tertib musyawarah dan lain-lain

    Upaya Orang Tua dalam Menanamkan Karakter Kerja Keras Anak Usia Remaja di Dusun Tegalyoso Banyuraden Gamping Sleman Yogyakarta

    Get PDF
    Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam menumbuhkan karakter kerja keras pada anak karena keluarga merupakan wahana pertama dan utama dalam membimbing, mengarahkan untuk membentuk perilaku bermoral bagi pendidikan karakter anak. Melihat kenyataan yang ada sekarang banyak anak remaja yang lebih suka dengan hal-hal yang berbau instan, hal itu mengakibatkan rendahnya kerja keras yang dimiliki oleh anak remaja. Oleh karena itu di sinilah upaya serta peran orang tua untuk senantiasa menanamkan dan mengajarkan karakter kerja keras kepada anak, sehingga nantinya akan terbentuk karakter anak yang mandiri, bertanggung jawab dan pekerja keras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya orang tua dalam menanamkan karakter kerja keras anak usia remaja di dusun Tegalyoso Banyuraden Gamping Sleman Yogyakarta.Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Dalam penelitian yang menjadi subjek penelitian adalah orang tua di dusun Tegalyoso yang berjumlah 8 pasang orang tua. Sedangkan yang menjadi objek adalah Upaya orang tua dalam menanamkan karakter kerja keras anak usia remaja di dusun Tegalyoso Banyuraden Gamping Sleman Yogyakarta. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Teknik analisis data menggunakan langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, klasifikasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian maka Upaya orang tua dalam menanamkan karakter kerja keras anak usia remaja di dusun Tegalyoso Banyuraden Gamping Sleman Yogyakarta dilakukan dengan cara menyiapkan diri jadi contoh yang baik bagi anak, melibatkan anak dalam pekerjaan, terlibat dalam kehidupan sekolah, tegas dan konsisten, memberi hukuman dengan kasih sayang, belajar mendengarkan anak. Dari keenam upaya orang tua, upaya menyiapkan diri jadi contoh yang baik bagi anak telah diupayakan dan dilakukan oleh semua orang tua di dusun Tegalyoso Banyuraden Gamping Sleman Yogyakarta, sedangkan untuk upaya melibatkan anak dalam melaksanakan pekerjaan di luar rumah belum dilaksanakan oleh semua orang tua, hal tersebut disebabkan oleh berbagai faktor seperti jenis pekerjaan dari orang tua yang terkadang tidak memungkinkan anak untuk diajak secara langsung dalam melaksanakan pekerjaan. Serta karena kurangnya perhatian dan waktu yang diberikan oleh orang tua terhadap anak

    Tingkat Kepatuhan Tata Tertib Sekolah oleh Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Yogyakarta

    Get PDF
    Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan kepada Pemerintah untuk mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan, ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa serta memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Sekolah sebagai lembaga pendidikan mempunyai kebijakan tertentu yang dituangkan dalam bentuk aturan. Siswa dituntut untuk menaati tata tertib sekolah di dalam menuju keberhasilan proses pembelajaran, membentuk karakteristik siswa agar disiplin dan bertanggung jawab. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana tingkat kepatuhan tata tertib sekolah oleh siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan tata tertib sekolah oleh siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013.Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif. Lokasi penelitian adalah SMP Muhammadiyah 5 Yogyakarta. Populasi berjumlah  74 siswa, sampel penelitian diambil sebanyak 35 siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Yogyakarta. Metode pengumpulan data adalah menggunakan angket atau kuesioner dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, klasifikasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Adapun hasil penelitian ini adalah tingkat kepatuhan tata tertib sekolah oleh siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 termasuk dalam kategori tinggi, dengan urut-urutan sebagai berikut taat karena hal tersebut memang memuaskan baginya (71,4%), patuh karena ingin dipuji (58,9%), taat karena dasar keuntungan atau kepentingan(54,9%), patuh karena takut pada orang atau kekuasaan atau paksaan (51,4%), patuh karena kiprah umum atau masyarakat (46,9%), patuh karena dasar prinsip etis yang layak universal (41,7%), dan taat atas dasar adanya aturan dan hukum serta untuk ketertiban (35,4%)

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇