Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Not a member yet
    96 research outputs found

    Apakah model discovery learning berhasil meningkatkan pemahaman nilai-nilai komitmen integrasi nasional?

    Get PDF
    Penelitian ini diterapkan untuk melihat peningkatan nilai-nilai komitmen yang terintegrasi secara nasional menggunakan model discovery learning. Subjek penelitian adalah kelas X sebanyak 35 siswa dengan kategori usia ± 16-17 tahun. Tujuan nyata dalam penelitian ini yaitu mengetahui sejauh mana model Discovery learning mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada materi integrasi nasional dalam Bhineka Tunggal Ika yang kurang diperhatikan secara langsung. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Data primer diperoleh dari kegiatan pembelajaran peserta didik yang dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian membuktikan bahwa siklus I diperoleh ketuntasan klasikal dan nilai rerata kelas sebesar 77% (81) mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 91%(89). Faktor peningkatan terjadi disebabkan: (1) pengumpulan informasi secara terbimbing dalam sumber media online; (2) rasa ingin tahu, kreativitas, dan merumuskan pertanyaan kritis; (3) keberhasilan dalam mengkomunikasikan informasi.--------------------------------------This research is applied to see the increase in commitment values that are integrated nationally using the Discovery learning model. The subjects of the study were 35 students in class X with the age category ± 16-17 years. The real objective in this research is to know the extent to which the Discovery learning model is able to improve student learning outcomes on national integration material in Unity in Diversity which is not directly addressed. This type of research uses classroom action research with a qualitative approach carried out in two cycles. Primary data obtained from the learning activities of students conducted through observation, tests, and documentation. The results of the study prove that the first cycle obtained classical completeness and the average grade of 77% (81) has increased in the second cycle of 91% (89). The increase factor occurred due to: (1) guided collection of information in online media sources; (2) curiosity, creativity, and formulating critical questions; (3) success in communicating information

    Revitalisasi peran perguruan tinggi dalam menangani gerak radikalisme dan fenomena melemahnya bela negara di kalangan mahasiswa

    Get PDF
    Paham radikal semakin merisaukan karena berkembang pada kelompok strategis yaitu pemuda. Penyebaran melalui media sosial dengan kemunculan hoax serta beberapa situs web radikal menjadi tren baru serta andalan kaum teroris dalam menyebarkan pahamnya. Gerakan radikalisme sangat masif, terorganisir dan berbahaya. Hal ini diperparah dengan lemahnya semangat bela negara dikalangan mahasiswa. Oleh karenanya penanganannya pun harus dilaksanakan secara komprehensif yang salah satunya melalui revitalisasi peran perguruan tinggi di Jawa Barat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Responden dalam penelitian adalah dosen, pimpinan bidang kemahasiswaan dan mahasiswa pada beberapa Universitas di Jawa Barat (UPI, Unpad, UIN Bandung, ITB, dan IPB).  Tujuan penelitian adalah mengetahui peran Perguruan Tinggi di Jawa Barat dalam menangani gerak radikalisme dan fenomena melemahnya bela negara dikalangan mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa peran perguruan tinggi dalam menangani gerak radikalisme dan fenomena melemahnya bela negara dapat dilaksanakan melalui tiga jalur utama, yaitu melalui pembelajaran Mata Kuliah Umum (MKU), lembaga kemahasiswaan, dan organisasi kemahasiswaan.Kata kunci: perguruan tinggi, penanganan gerak radikalisme, mahasiswa ABSTRACTRadicalism is increasingly troubling because it develops in strategic groups, namely youth. Spreading through social media with the emergence of hoaxes and several radical websites has become a new trend and a mainstay of terrorists in spreading their understanding. The radicalism movement is very massive, organized, and dangerous. It compounded by the weak spirit of defending the country among students. Therefore, the handling must carried out comprehensively, one of which is through revitalizing the role of universities in West Java. The approach used in this research is qualitative with descriptive methods. Respondents in the study were lecturers, student leaders, and students at several universities in West Java (UPI, Unpad, UIN Bandung, ITB, and IPB). The purpose of the study to determine role of universities in West Java in dealing with the movement of radicalism and the phenomenon of weakening the national defense among students. Based on the results of the study, it can seen that the role of Higher Education in dealing with the movement of radicalism and the phenomenon of weakening state defense can carried out through three main channels, namely through General Courses (MKU), Student Institutions, and Student Organizations

    Analisis penguasaan kompetensi kewarganegaraan pada mahasiswa PPKn Universitas PGRI Madiun

    Get PDF
    Penelitian ini berupaya untuk menganalisis penguasaan civic competence  (civic knowledge, civic disposition, civic skill) pada mahasiswa PPKn. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kombinasi menggunakan model campuran tidak berimbang (Concurrent embedded). Subjek dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa jurusan PPKn di Universitas PGRI Madiun. Untuk mengumpulkan data dari subjek yang ada maka metode yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis data digunakan teknik interaktif Miles and Huberman, serta analisis deskriptif persentase. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan mahasiswa PPKn semester VII lebih baik dalam penguasaan Civic Competence di banding mahasiswa PPKn di semester lain. Hal itu karena dalam kelas mereka telah dikembangkan kultur demokratis seperti aktif dalam pengambilan keputusan publik, ikut dalam diskusi antara mahasiswa dan kampus, aktif dalam kegiatan kemahasiswaan (BEM, HMPS), serta aktif dalam berbagai organisasi sosial di luar kampus. Sehingga secara tidak langsung berbagai aktivitas yang telah mereka lakukan tersebut dapat membantu untuk mengembangkan civic competence

    Peranan guru PKn dalam mengatasi perilaku siswa broken home di SMP YP Mustika Padalarang

    Get PDF
    Tulisan ini membahas secara kualitatif peranan dan upaya guru PKn dalam mengatasi perilaku siswa broken home di sekolah. Siswa yang kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang orang tua, baik karena tinggal berjauhan dengan orang tua, ditinggal menjadi TKI di luar negeri, maupun karena perceraian orang tua, cenderung memiliki sikap yang negatif. Mereka malas-malasan dalam belajar, menyendiri, agresif, bolos sekolah, menentang guru, merokok, tidak rapi, tidak disiplin waktu, bergabung dengan komunitas yang negatif. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara kepada informan terpilih. Hasilnya menunjukkan bahwa peranan dan upaya guru PKn dalam mengatasi perilaku siswa broken home adalah dengan mengembangkan materi, metode, media, sumber dan evaluasi pembelajaran PKn yang dapat membangkitkan motivasi siswa dalam belajar. Selain itu, guru juga menjadi teladan yang baik untuk siswa-siswanya

    Kajian yuridis komparatif tentang sistem pemilihan presiden langsung dan pelaksanaannya di Indonesia

    Get PDF
    ABSTRAKUUD 1945 pasca amandemen tidak mengatur tentang pelaksanaan pemilihan presiden langsung oleh rakyat. Pasal 6A UUD 1945 dalam hal ini menentukan (1) Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat dan (5) Tata cara pelaksanaan pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden lebih lanjut diatur dengan Undang-undang. Akhirnya pelaksanaan pemilihan presiden langsung diserahkan kepada pembentuk undang-undang.  Oleh karena itu telah berganti tiga kali pengaturan selama pemilihan presiden langsung, yaitu  Undang-Undang No. 23 Tahun 2003 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2004,  Undang-Undang No. 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2009 dan 2014 dan UU No. 7 Tahun 2017 untuk pemilu serentak 2019.  Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan pengaturan tentang sistem pemilihan presiden langsung dalam konstitusi dan pelaksanaannya di Indonesia dan perbedaan serta implikasinya dalam sistem ketatanegaraan negara Indonesia

    Partisipasi Siswa dalam Kegiatan OSIS di SMK Diponegoro Banyuputih Batang Jawa Tengah

    Get PDF
    Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) merupakan satu-satunya organisasi kesiswaan yang berada di lingkungan sekolah. Tujuan didirikan OSIS adalah untuk melatih siswa dalam berorganisasi dengan baik dan menjalankan kegiatan sekolah yang berhubungan dengan siswa. Siswa penting mengikuti OSIS, karena siswa dilatih kemandirian, latihan kepemimpinan, dan memiliki tanggung jawab terhadap tugas sebagai pengurus OSIS. Pada kenyataannya banyak pengurus OSIS yang kurang memiliki kemandirian, jiwa kepemimpinan, juga rasa tanggung jawab. Hanya sedikit siswa yang mau berpartisipasi dalam kegiatan OSIS. Dan ada juga siswa yang sudah ikut dalam OSIS tetapi mereka malas dalam berpartisipasi. Masalahnya adalah bagaimana partisipasi pengurus OSIS dalam kepengurusannya.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjeknya adalah pengurus OSIS SMK Diponegoro Banyuputih TahunAjaran 2012/2013, dan objek penelitian ini adalah partisipasi dalam kepengurusan OSIS. Instrument penelitian berupa angket dengan 1 variabel, 2 sub-variabel, 6 indikator, 12 butir soal, dan menggunakan wawancara. Analisis data yang digunakan yaitu deskripsi kualitatif secara induktif melalui reduksi data, kategorisasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa: partisipasipara pengurus OSIS dalam berorganisasi mengenai minat dan pengaruh teman/orang tua dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal yang berupa pengaruh dari diri sendiri serta teman/orang tua. Sedangkan partisipasi pengurus OSIS mengenai pelaksanaan kegiatan yang meliputi pengambilan keputusan, pelaksanaan kegiatan, pengaturan waktu, dan pengambilan manfaat sudah baik karena partisipasi pengurus dalam kegiatan sangat bagus

    Deradikalisasi organisasi kemahasiswaan di perguruan tinggi Muhammadiyah Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses deradikalisasi mahasiswa pada organisasi kemahasiswaan, yaitu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di bawah pembinaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA). Paham dan gerakan radikal yang identik dengan fanatisme terhadap ajaran Islam mulai berkembang pasca era reformasi, namun keberadaannya tidak sejalan dengan ideologi Pancasila, bahkan mengancam eksistensi dasar negara tersebut. Mahasiswa sebagai generasi muda memiliki potensi terhadap ancaman paham dan gerakan ini, sehingga satuan pendidikan tinggi yang berlatar belakang ajaran Islam memiliki peran penting dalam pembinaan melalui lembaga kemahasiswaan. Perguruan tinggi berbasis nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan telah berkontribusi besar dalam menghasilkan lulusan generasi muda dan membangun negara. Pembinaan IMM sebagai organisasi kemahasiswaan ini dimaksudkan agar mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa dapat berperan dalam membangun bangsa tanpa bertentangan dengan ideologi Pancasila, selain itu juga tetap berdasarkan pada nilai-nilai Islam yang tidak radikal. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif, dengan sumber data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam dengan pimpinan PTMA dan IMM, sedangkan data sekunder diperoleh dengan mencari studi literatur berupa buku, jurnal, dan dokumen-dokumen lain yang terkait dengan deradikalisasi dan peran PTMA. Sementara itu, lokasi penelitian ini dilakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, dan Universitas Aisyiyah Yogyakarta

    Pengembangan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan perspektif kosmopolitanisme

    No full text
    Tulisan ini mengajukan masalah utama seberapa besar dampak kosmopolitanisme dalam terhadap pembelajaran pendidikan kewarganegaraan. Riset ini menggunakan perspektif studi kosmopolitanisme yang didukung perspektif teori situasional dan teori relasional. Lokasi penelitian tersebar di Kota Cimahi Jawa Barat. Populasi penelitian berjumlah 20.702 orang dan sampel penelitian berjumlah 400 peserta didik.  Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survey cross-sectional. Data diambil melalui kuesioner dan uji kompetensi, dianalisis dengan menggunakan analisis Structural Equation Modeling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak kosmopolitanisme terhadap pendidikan kewarganegaraan memiliki angka yang cukup signifikan (dengan R2 = 0,6971 atau 69,71%). Karena itu, perlu adanya proses harmonisasi kosmopolitanisme bagi siswa-siswi sekolah menengah dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan. Kosmopolitanisme memiliki efek lebih tinggi terhadap pendidikan kewarganegaraan (31,44%). Kosmopolitanisme yang dipelajari dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan memiliki efek pada siswa-siswi sekolah menengah di Cimahi, sebesar 13,42%. Kosmopolitanisme menjadi faktor krusial dalam mengembangkan kualitas pembelajaran pendidikan kewarga-negaraan di tengah proses globalisasi. Hal ini memberikan implikasi bahwa pemerintah perlu meninjau kembali kurikulum pendidikan kewarganegaraan, agar siswa tidak terpengaruh budaya global yang negatif dan pola pikir yang dapat mencabut nilai-nilai keindonesiaan

    Etika lingkungan dalam pasang ri kajang pada masyarakat adat Kajang

    Get PDF
    Masyarakat adat Kajang adalah salah satu komunitas adat di nusantara yang hingga saat ini masih memegang teguh adat dan budaya yang diwariskan secara turun temurun berdasarkan pasang ri kajang, sebuah budaya yang dianggap unik karena cenderung menolak pengaruh modernisasi atau pengaruh perubahan yang bersumber dari luar pemahaman pasang ri kajang. Tulisan ini bertujuan memahami konsep etika lingkungan masyarakat adat Kajang yang bersumber dari pasang ri kajang berdasarkan teori Carolyn Merchant yang menganggap bumi sebagai ibu. Konsep hidup kamase-mase menjadikan masyarakat adat Kajang hidup secara harmonis dengan alam dan lingkungannya, dengan meyakini bahwa bumi sebagai Anrongta atau ibu kita. Hal itulah yang menjadikan alam dan lingkungan dalam kawasan adat Kajang tetap lestari hingga hari ini

    Implementasi pendidikan Pancasila sebagai character building mahasiswa di Universitas Sembilanbelas November Kolaka

    Get PDF
    Sekurang-kurangnya terdapat lima karakter pribadi pancasilais yang harus dimiliki, dihayati dan diimplementasikan dalam kehidupan mahasiswa diantaranya pengejawantahan nilai-nilai ketuhanan dalam kehidupan serta mampu menunjukkan sikap religius, toleran, berkonstribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan beradaban berdasarkan Pancasila, berperan sebagai warga negara yang bangga, cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggung jawab terhadap negara dan bangsa, menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan dan kewirausahaan

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇