Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Not a member yet
96 research outputs found
Sort by
Penguatan ideologi Pancasila di kalangan peserta didik MTsN I Pati
Sebuah ideologi, selain memiliki aspek ideal berupa ide, pemikiran, dan nilai yang dianggap dapat diterima, ideologi juga harus memiliki norma yang eksplisit. Sebab, sebuah doktrin harus bisa diwujudkan dalam kehidupan nyata. Era reformasi telah melahirkan perubahan signifikan yang terjadi dalam pengalaman sosial, ekonomi, politik, bahkan termasuk dalam dunia pendidikan. Pancasila mulai tergeser ketika terjadi krisis yang mengakibatkan keterpurukan hampir di semua bidang kehidupan. Nilai-nilai Pancasila yang perlu diteruskan secara turun-temurun dapat melalui pendidikan PPKn di sekolah. Pengetahuan tentang Pancasila dalam kurikulum saat ini menjadi mata pelajaran Pendidikan dan Kewarganegaraan Pancasila di sekolah. Pendidikan dan Kewarganegaraan Pancasila merupakan salah satu cara untuk menanamkan akhlak dan wawasan pribadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Permasalahan yang diangkat dalam artikel ini adalah seberapa jauh tingkat pengetahuan dan pemahaman Ideologi Pancasila dikalangan mahasiswa bagaimana solusi untuk memperkuat Ideologi Pancasila dikalangan mahasiswa. Dalam penelitian ini, data primer diperoleh peneliti melalui kuesioner atau kuesioner. Kuesioner atau kuesioner yang digunakan didasarkan pada cara menjawab kuesioner atau kuesioner tertutup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua responden mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara signifikan
Penguatan nilai-nilai gotong royong di Kampung Potronanggan Kecamatan Banguntapan Kabupaten Bantul
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa di zaman sekarang gotong royong sudah mulai memudar dan dikesampingkan. Hal ini disebabkan oleh munculnya budaya individualisme di masyarakat sehingga membuat masyarakat lupa akan pentingnya gotong royong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penguatan tentang nilai-nilai yang ada di dalam gotong royong yang selama ini telah dilakukan oleh warga kampung Potronanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Objek penelitian ini adalah bagaimana persepsi masyarakat terhadap gotong royong, bagaimana upaya pemberdayaan gotong royong yang dilakukan serta nilai-nilai apa saja yang terkandung di dalam kegiatan gotong royong. Subjek penelitian ini adalah ketua RT, tokoh masyarakat beserta warga kampung Potronanggan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan teknik observasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis melalui reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui kegiatan gotong royong yang dilakukan di kampung Potronanggan dapat memberikan penguatan dari segi sikap masyarakat terhadap nilai-nilai yang ada dalam gotong royong. Adapun nilai- nilai yang terdapat dalam kegiatan gotong royong yang dilakukan di kampung Potronanggan terdiri dari nilai kebersamaan, tolong menolong, persatuan, rela berkorban. Melalui nilai tersebut masyarakat menjadi tahu bahwa kegiatan gotong royong yang selama ini dilakukan di dalamnya mengandung nilai-nilai yang dapat dijadikan sebagai penguatan kegiatan gotong royong itu sendiri. Melalui kegiatan gotong royong pula masyarakat dapat menunjukkan kecintaannya terhadap budaya bangsa Indonesia dengan semangat untuk melakukan gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat
Reorientasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada sekolah dasar dalam wacana kewarganegaraan smart and good citizen
Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk reorientasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada Sekolah Dasar dalam wacana kewarganegaraan smart and good citizen, mengkaji mengenai wacana kewarganegaraan. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah library research. Tekhnik pengumpulan data di lakukan dengan coding data. Analisis data yang di lakukan dalam penelitian ini adalah secara induktif, yaitu dengan dua tahapan berupa reduksi data dan penyajian datadokumen. Hasil analisis menunjukan bahwa reorientasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada Sekolah Dasar dalam wacana kewarganegaraan merupakan penegasan bahwa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan bagian dari pendidikan karakter. Melalui artikel ini peneliti merekomendasikan peneliti selanjutnya agar melakukan kajian yang meluas dan mendalam mengenai Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar-----------------------------------------------The purpose of this article is to reorient Pancasila and Citizenship Education in Elementary  (PPKn) Schools in smart and good citizen citizenship discourse, examining the discourse of citizenship. The method used in this article is library research. Data collection techniques are done by coding data. The data analysis carried out in this study is inductively, with two stages in the form of data reduction and document presentation. The results of the analysis show that the reorientation of Pancasila and Citizenship Education in Primary Schools in the discourse of citizenship is an affirmation that Pancasila and Citizenship Education is part of character education. Through this article the researcher recommends further researchers to conduct a broad and in-depth study of Pancasila and Citizenship Education in Primary Schools (PPKn)
Upaya meningkatkan minat dan hasil belajar PPKn melalui card sort
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah melalui model pembelajaran Card Sort dapat meningkatkan minat dan hasil belajar PPKn materi Memahami Kedudukan dan Fungsi Pancasila di kelas VIIIG SMP Negeri 6 Klaten Tahun Pelajaran 2019/2020?. Tujuan penelitian ini adalah: meningkatkan minat dan hasil belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganageraan (PPKn) memahami kedudukan dan fungsi Pancasila siswa kelas VIIIG SMP Negeri 6 Klaten tahun pelajaran 2015/2016 dengan metode pembelajaran Card Sort. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus, masing-masing siklus meliputi: perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Pemanfaatan Pembelajaran dengan model pembelajaran Card Sort dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas VIII G SMP Negeri 6 Klaten pada semester 1 tahun pelajaran 2019/2020 dalam materi mamahami kedudukan dan Fungsi Panacasila. Minat belajar siswa meningkat, pada saat pra siklus hanya 34% meningkat menjadi 66% pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 90% pada akhir siklus II. Rata-rata nilai meningkat dari 52,93 (pra siklus) menjadi 75,17 pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 83,62 pada siklus II. Prosentase ketuntasan hasil belajar juga mengalami peningkatan. Dari 10% pada pra siklus menjadi 45% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 93% pada siklus I
Peranan organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Djazman Al Kindi Kota Yogyakarta dalam penguatan keterampilan berpartisipasi kader
Partisipasi warga negara sangat mempengaruhi kemajuan suatu bangsa, termasuk partisipasi dari kader IMM. Fakta menunjukkan bahwa tingkat partisipasi kader IMM di masyarakat belum maksimal. Hal ini disebabkan oleh belum pahamnya kader IMM tentang keterampilan dalam berpartisipasi. Keterampilan berpartisipasi meliputi keterampilan berinteraksi, memantau dan mempengaruhi merupakan bagian dari keterampilan kewarganegaraan yang wajib dimiliki oleh setiap warga negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Djazman Al Kindi Kota Yogyakarta Periode 2018-2019 dalam penguatan keterampilan berpartisipasi kader. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus sebagai salah satu tradisi penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Ketua Bidang Kader, Ketua Bidang Hikmah, Ketua Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan, Ketua Bidang Organisasi dan Sekretaris Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat. Objek penelitian ini adalah peranan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Djazman Al Kindi Kota Yogyakarta Periode 2018-2019 dalam penguatan keterampilan berpartisipasi kader yang meliputi program kerja, pelaksanaan program kerja, dan evaluasi dan tindak lanjut/ follow-up. Teknik pengumpulan data ini meliputi wawancara dan studi dokumen. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara, dan pedoman studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Djazman Al Kindi sudah berperan dalam penguatan keterampilan berpartisipasi kader yaitu: Pertama, dilakukan melalui program kerja yang meliputi kegiatan Darul Arqam Dasar, Sekolah Pelopor Kader, Perisai Merah, dan Sekolah Kerakyatan; Kedua, dalam pelaksanaan program kerja tersebut, hasil yang diperoleh masih belum maksimal; Ketiga, faktor yang mempengaruhinya adalah koordinasi antara Pimpinan Cabang, Pimpinan Komisariat dan seluruh kader yang belum maksimal, dan masa jabatan yang hanya sebentar. Sehingga perlu adanya tindak lanjut berupa peningkatan koordinasi antara pimpinan cabang, pimpinan komisariat dan seluruh kader serta perlu adanya program kerja khusus maupun program kerja lainnya yang mengintegrasikan keterampilan-keterampilan berpartisipasi
Upaya pemerintah desa dalam mengatasi perilaku sosial masyarakat yang menggantungkan diri terhadap pemberian orang lain
Desa Pageralang Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas memiliki tradisi kontra sosial secara turun temurun yaitu melakukan kegiatan meminta-minta atau disebut pemungut uang logam kepada pengguna jalan utama kabupaten Banyumas menuju Kota Purwokerto, Purbalingga. Menurut Undang-undang setiap warga Negara berhak hidup layak dan bermartabat. Untuk kondisi tersebut maka penting dilakukan penelitian bertujuan untuk mengetahui upaya Pemerintah Desa Pageralang dalam memecahkan kasus tentang perilaku sosial masyarakat yang menggantungkan diri terhadap pemberian orang lain. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa, Tokoh Masyarakat dan Pelaku pemungut. Objek penelitian ini adalah upaya mengatasi perilaku sosial yang bergantung pada orang lain. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, display data dan verifikasi dan penegasan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan upaya pemerintah sudah memberikan pengarahan yaitu sosialisasi agar tidak lagi malas bekerja dengan membuatkan program pelatihan untuk warga agar mereka mempunyai keterampilan dan dapat membantu perekonomian warga menjadi lebih baik dari menjual hasil dari keterampilan yang mereka buat. Upaya pemerintah di sini sudah dilakukan dengan memberikan pengertian agar warga tidak lagi mempercayai atau menghubungkan dengan mitos-mitos yang sudah beredar sejak dulu. Berbagai upaya pemerintah yang sudah dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi, pembinaan, pengertian, razia, himbauan kepada pengendara dan pemungut uang logam dan mediasi secara langsung dari Bupati Banyumas yang langsung menanyakan kepada warga apa yang diinginkan dari warganya agar tidak lagi berada disitu, namun tetap saja tidak membuahkan hasil. Warga pun kembali lagi menjadi pemungut uang logam dan kegiatan tersebut masih ada sampai peneliti melakukan penelitian di Desa Pageralang
Manajemen sumber daya manusia dalam perusahaan berdasarkan nilai Pancasila
Manajemen sumber daya manusia adalah perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengontrolan terhadap sumber daya manusia dalam organisasi untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Sumber daya manusia sebagai salah satu sumber daya yang ada dalam organisasi memegang peranan penting dalam keberhasilan pencapaian tujuan organisasi. Berhasil atau tidaknya tergantung pada kemampuan sumber daya manusia dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Apalagi jika penerapannya berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila yang mengedepankan nilai ketuhanan dan kemanusiaa
Nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Suku Anak Dalam pada karnaval hari kemerdekaan di Kecamatan Renah Pamenang, Kabupaten Merangin, Jambi
Konflik keberagaman di Indonesia, lunturnya nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Indonesia, serta terjadi degradasi sikap nasionalisme dan cinta tanah air marak terjadi akhir-akhir ini. Namun, masih ada sebagian masyarakat yang memiliki rasa nasionalisme serta memegang teguh nilai-nilai kearifan lokal yang mereka miliki. Salah satunya ialah masyarakat Suku Anak Dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Suku Anak Dalam pada karnaval Hari Kemerdekaan di Kecamatan Renah Pamenang, Kabupaten Merangin, Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Alasan penggunaan metode penelitian ini karena menyesuaikan dengan tujuan pokok penelitian. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan kegiatan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal masyarakat Suku Anak Dalam di Kecamatan Renah Pamenang tercermin dalam bentuk kebiasaan/ cara hidup yang mereka lakukan, pakaian yang mereka kenakan, pandangan hidup, serta aturan dan larangan yang ada. Nilai kearifan lokal masyarakat yang tercermin pada kegiatan karnaval Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Renah Pamenang adalah nilai spiritual, nilai moral dan kesopanan, nilai kesederhanaan/ efisiensi, nilai keteguhan dan ketaatan, nilai gotong royong dan solidaritas, nilai cinta lingkungan, nilai kemanfaatan, nilai kesadaran hukum, dan nilai cinta tanah air