Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Not a member yet
96 research outputs found
Sort by
Nilai moral Pancasila untuk membangun bangsa di era globalisasi
Penulisan artikel ini bertujuan untuk memaparkan dan menjelaskan peran, implementasi serta aktualisasi nilai-nilai yang terkandung dalam setiap butir Pancasila di era globalisasi dalam rangka memperkuat moral untuk membangun dan memajukan bangsa. Dalam penulisannya, penelitian ini dikaji menggunakan metode kualitatif atau pendekatan deskriptif sehingga diperoleh pembahasan melalui studi kepustakaan yang diperoleh dari berbagai sumber. Setelah di analisis, maka diperoleh bahwa globalisasi merupakan hal yang membawa dampak perubahan bagi tatanan kehidupan masyarakat. Dalam hal ini Pancasila memiliki peran untuk menerima dan menyaring informasi baru yang masuk agar bangsa Indonesia khususnya generasi muda tidak kehilangan jati dirinya, karena generasi muda sangat diharapkan untuk dapat meneruskan perjuangan dalam membangun dan memajukan bangsa. Dengan adanya hal tersebut diperlukan penanaman nilai-nilai Pancasila untuk kembali membangun dan memajukan bangsa.Â
Praktik demokrasi dan kapitalisme di Indonesia dewasa ini
Pada sistem demokrasi, pemerintah sebagai penyelenggara negara harus memperhatikan kepentingan rakyat. Kekuasaan politik di negara berpaham demokrasi tidak boleh dilaksanakan demi kepentingan penguasa, karena di dalam kekuasaan itu terkandung kepercayaan untuk melindungi kepentingan rakyat. Kapitalisme dapat hidup beriringan dengan demokrasi, karena keduanya berbasis kebebasan warga negara. Kapitalisme sebagai paham ekonomi yang berazaskan pemilikan individu, pasar, persaingan, dan profit memberikan keleluasaan gerak usaha. Indonesia adalah negara yang menganut paham demokrasi, tetapi secara konstitusional menolak kapitalisme. Dalam praktiknya, kemajuan demokrasi di Indonesia tak terhindar dari kapitalisme yang berimbas pada berbagai segi kehidupan yang dapat merusak demokrasi itu sendiri, akibat dari kepentingan sempit penguasa
Kampanye pemilihan presiden tahun 2019 dalam media cetak surat kabar Jawa Pos
Indonesia merupakan salah satu negara yang menganut paham demokrasi yang mendasari konsep partisipasi dalam pemilihan umum. Kampanye yang bertujuan untuk menarik simpatisan para khalayak umum melalui media kampanye. Pada realitanya dalam pelaksanaan kampanye terdapat penyimpangan seperti adanya kampanye hitam serta adanya janji yang berlebihan yang ditawarkan oleh calon kandidat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis isi dan tujuan dari suatu kampanye, khususnya kampanye pemilihan presiden tahun 2019 yang terdapat dalam media cetak surat kabar harian Jawa Pos. Jenis penelitian menggunakan penelitian kualitatif, metode penelitian menggunakan analisis isi. Obyek penelitian ini adalah semua isi kampanye calon presiden dan wakil presiden 2019 yang dimuat dalam media surat kabar Jawa Pos. Teknik pengumpulan data menggunakan analisis isi tentang berita Jawa Pos 1 Maret – 13 April 2019 dengan data pustaka dan dokumentasi, kemudian kategorisasi berita disesuaikan dengan indikator lalu disimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya janji politik kepada masyarakat yang bertujuan agar masyarakat mengetahui hal yang nantinya akan diperjuangkan calon kandidat. Program kerja yang direncanakan oleh calon kandidat dan timnya berupa visi dan program kerja (menyediakan lapangan pekerjaan) dapat memberikan kesejahteraan, mengurangi penganggur dan kemiskinan. Imbauan politik mengajak masyarakat untuk ikut serta menggunakan hak pilih dan ikut berperan aktif dalam pelaksanaan pemilu. Adanya saling sindir antar kandidat dalam kampanye
Implementasi nilai-nilai Pancasila melalui budaya sekolah di era digital
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana budaya sekolah dalam mengimplementasikan nilai-nilai pancasila di era kewarganegaraan digital. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah penelitian kepustakaan. Sumber data di dapat dari dokumen yang sesuai dengan variabel berupa surat kabar, buku, prasasti, majalah, agenda dan sebagainya selanjutnya data yang didapat dianalisis dan digeneralisasikan dengan menggunakan kajian teori yang relevan. Hasil penelitian kewarganegaraan digital sebagai praktik dalam berprilaku saling menghormati dan toleran terhadap orang lain dengan meningkatkan pengawasan dari masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam Pancasila yaitu nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan yang dituangkan kedalam budaya sekolah
Korelasi antara penggunaan media video dan motivasi belajar dengan prestasi belajar pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan peserta didik
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya penggunaan media pada proses pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara penggunaan media video dan motivasi belajar dengan prestasi belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan peserta didik kelas VIII SMP Muhammadiyah Pakem. Jenis penelitian ini adalah dengan pendekatan kuantitatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII yang berjumlah 149. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan menggunakan angket, tes, dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah teknik korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan nilai r hitung (Pearson correlations) nilai r hitung antara X1 dengan Y adalah 0,048 < r tabel 0,361, tidak ada korelasi antara variabel (X1) dengan (Y). Selanjutnya, diketahui nilai r hitung antara motivasi belajar (X2) dengan pretasi belajar (Y) adalah sebesar 0,114 < 0,361, tidak ada korelasi antara variabel (X2) dengan (Y). Besarnya korelasi adalah 0,136, maka Ha ditolak dan Ho diterima, artinya tidak ada korelasi antara penggunaan media video dan motivasi belajar dengan prestasi belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan peserta didik kelas VIII tahun ajaran 2018/2019 SMP Muhammadiyah Pakem
Implementasi pendidikan multikultural berbasis nilai ketuhanan dan nilai persatuan untuk peningkatan karakter toleransi
Pendidikan multikultural merupakan sarana untuk mendidik seseorang agar dapat hidup berdampingan dengan orang lain dengan latar belakang yang berbeda untuk mencapai kerukunan, ketertiban, dan kedamaian. SMP Negeri 4 Sungailiat merupakan salah satu sekolah menengah pertama yang memasukkan studi kasus tentang penggabungan kelas. Ada dua jenis kelas yang ada di SMP Negeri 4 Sungailiat yaitu kelas yang terdiri dari beberapa agama dan kelas yang hanya terdiri dari satu agama saja. Hal ini bertujuan untuk proses pendidikan multikultural yang berbasis nilai ketuhanan dan nilai persatuan dalam peningkatan karakter toleransi. Tujuan penelitian untuk menganalisis tentang strategi implementasi terkait pendidikan multikultural berbasis nilai ketuhanan dan persatuan dalam peningkatan kerakter toleransi di SMP Negeri 4 Sungailiat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif- deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 4 Sungailiat. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara dan teknik observasi. Subjek penelitian ada enam orang. Proses analisis data terdiri dari tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa adanya suatu strategi untuk implementasi pendidikan karakter berbasis nilai ketuhanan dan nilai persatuan untuk peningkatan karakter toleransi. Adapun strategi implementasi yang dilakukan oleh SMP Negeri 4 Sungailiat yaitu penanaman kognitif tentang pendidikan multikultural berbasis nilai ketuhanan dan nilai persatuan, sikap terkait permasalahan pendidikan multikultural berbasis nilai ketuhanan dan nilai persatuan, tindakan dari aktualiasasi proses pendidikan multikultural berbasis nilai ketuhanan dan nilai persatuan, pembiasaan untuk bertindak pendidikan multikultural berbasis nilai ketuhanan dan nilai persatuan, dan terbentuknya karakter toleransi
Urgensi pendidikan karakter melalui pembelajaran PPKn
Pendidikan karakter merupakan upaya yang paling penting untuk membentuk kepribadian peserta didik. Melalui pendidikan karakter pula, dapat dilaksanakan penanaman niali-nilai moral pada peserta didik yang semakin lama semakin luntur menunjukkan hilangnya nilai-nilai kepribadian luhur bangsa Indonesia. Pendidikan karakter sangat erat kaitannya dengan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Melalui Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan inilah diharapkan mampu mengimplemetasikan pendidikan karakter secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang menggunakan studi dokumen/ analisis dokumen yang terkait dengan pendidikan karakter dan pembelajaran PPKn. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dan hasilnya berupa narasi kualitatif guna menemukan urgensi pendidikan karakter melalui pembelajaran PPKn. Hasil penelitian ini yakni strategi yang dapat dilaksanakan oleh guru dalam menerapkan pendidikan karakter melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan antara lain: (1) guru memahami dengan baik mengenai konsep dan indikator karakter yang hendak diinternalisasikan kepada peserta didik yang diwujudkan dalam silabus dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), (2) guru mengembangkan pembelajaran aktif dengan menggunakan metode-metode pembelajaran untuk menanamkan nilai berpikir logis, kritis, kreatif dan inovatif, (3) guru sebagai teladan bagi siswa dalam menginternalisasikan nilai-nilai berbasis karakter
Penggunaan metode proyek bertahap untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar PPKn
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Masalah yang ditemui adalah kurangnya motivasi dalam PPKn. Subjek penelitian adalah siswa. Kelas XI Sosial 1 MAN 3 Bantul pada tahun pelajaran 2018/2019 sebanyak 32 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan observasi dan angket. Hasil yang dicapai setelah pembelajaran menggunakan Metode Proyek Bertahap pengembangan dari tipe STAD yaitu: 1) Pada siklus 1 pertemuan 2 terdapat peningkatan peserta didik yang semangat terlibat dalam pembelajaran sebesar 2,71%. Pada siklus 2 pertemuan 1 terdapat peningkatan sebesar 2,92%. Sedangkan pada siklus 2 pertemuan 2 terdapat peningkatan sebesar 5,48%; 2) Tanggapan siswa terhadap Metode Proyek Bertahap positif, ditunjukkan dengan hasil angket yaitu yang memilih opsi Sangat Setuju 18%, Setuju 36,4%, Ragu-ragu 36,8%, Tidak Setuju 8,4%, Sangat Tidak Setuju 0,4%. Dari analisis di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Metode Proyek Bertahap mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar dalam pembelajaran PPKn
Faktor-faktor penyebab pernikahan dini di Desa Banjar Balam Kecamatan Lirik Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau
Banyaknya pernikahan dini yang terjadi di Desa Banjar Balam dari kondisi demografi masyarakat berdasarkan mata pencarian sebagian besar adalah petani, kemudian berdasarkan tingkat pendidikan masyarakat Desa Banjar Balam kebanyakan hanya tamatan Sekolah Dasar (SD). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab pernikahan dini di Desa Banjar Balam Kecamatan Lirik Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau tahun 2017-2018. Penelitian ini merupakan jenis pendekatan deskriptif dan menggunakan metode penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja (pelaku pernikahan dini), orang tua, kepala desa, kepala urusan agama kecamatan lirik, dan tokoh masyarakat. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah faktor-faktor penyebab pernikahan dini. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah validasi, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab pernikahan dini di Desa Banjar Balam Kecamatan Lirik Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau tahun 2017-2018 di sebabkan oleh faktor ekonomi, faktor pergaulan sosial, faktor pendidikan dan faktor budaya
Islam dan Indonesia
Kajian ini bertujuan mengurai perdebatan yang terjadi antara agama dan negara, dimana setiap agama mempunyai sikap yang berbeda dalam hubungan antara agama dan negara tersebut. Metode kajian dilakukan melalui studi pustaka atas penelitian yang berkaitan dengan persoalan tersebut. Melalui perspektif politik David Easton dan politik Islam kontemporer, secara garis besar terdapat dua arah dalam memandang agama Islam dan Negara Indonesia. Pertama, Islam merupakan agama yang monoteistik dan mencakup segala aspek kehidupan dan dalam rangka mengimplementasikan ajaran tersebut secara utuh, maka berdirinya negara Islam merupakan suatu keharusan. Kedua, Islam dan Indonesia sudah berkait dalam suatu prinsip dasar berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila, bahkan jika dicermati sila satu Pancasila “Ketuhanan Yang Maha Esaâ€, sila tersebut mengisyaratkan monoteistik. Dan apabila dibandingkan dengan agama lain konsep ketuhanan dalam agama Islam menganut kepercayaan kepada satu Tuhan (monoteis).---------------------------------This study aims to parse debate between religion and state, where each religion has a different attitude in the relationship between religion and the state. The method of the study carried out through a literature study on research related to the issue. Through David Easton's political perspective and contemporary Islamic politics, there are broadly two directions in viewing Islam and the Indonesian State. First, Islam is a monotheistic religion and encompasses all aspects of life, and in order to implement the teachings in full, the establishment of an Islamic state is a must. Secondly, Islam and Indonesia have been linked in a fundamental principle of nationhood and state, namely Pancasila, even if observed by the precepts of one Pancasila "Godhead of the Almighty", the precepts imply monotheism. And when compared to other religions, the concept of God in Islam embraces the belief in one God (monotheist)