31735 research outputs found
Sort by
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN KETIDAKNYAMANAN PADA Ny. F G1P0A0 DI TEMPAT PRAKTIK MANDIRI BIDAN SASMAYANA KOTA BENGKULU
Ketidaknyamanan dapat terjadi pada kehamilan TM III, bersalin dan nifas.
Beberapa ketidaknyamanan yang dirasakan adalah nyeri punggung, susah tidur,
dan sering BAK, saat bersalin ketidaknyamanan yang dirasakan yaitu nyeri
persalinan dan pada masa nifas diantaranya nyeri abdomen setelah melahirkan.
Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan asuhan kebidanan komprehensif pada
Ny. F G1P0A0 dengan pemberian edukasi dan pendampingan ketidaknyamanan di
TPMB Sasmayana Kota Bengkulu. Penulisan studi kasus ini menggunakan
metode deskriptif dengan teknik yang meliputi observasi, wawancara,
pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan kepustakaan.
Asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. F G1P0A0 yang diberikan
saat hamil adalah massage effleurage dan senam hamil untuk mengurangi
ketidaknyamanan nyeri punggung bawah. Pada saat bersalin asuhan yang
diberikan yaitu pendampingan persalinan, massage effleurage, mobilisasi, dan
teknik napas dalam, aromaterapi jeruk kalamansi, sedangkan saat nifas dilakukan
massage effleurage untuk mengurangi nyeri abdomen setelah melahirkan. Hasil
pemberian edukasi dan pendampingan ketidaknyamanan dari masa kehamilan
berjalan baik, persalinan berjalan secara spontan, bayi lahir sehat, masa nifas
berjalan normal dan tidak ada penyulit. Ibu mendapatkan penyuluhan tentang
persiapan penggunaan alat kontrasepsi dan akan memilih alat kontrasepsi dengan
suntik 3 bulan setelah masa nifas berakhir.
Simpulan dari asuhan kebidanan komprehensif adalah asuhan yang diberikan
sesuai dengan kebutuhan subjek yang didukung oleh teori dan evidance based
dalam kebidanan. Asuhan selama 7 minggu berjalan lancar dan normal.
Kata kunci : Edukasi, Ketidaknyamanan, Pendampinga
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN KETIDAKNYAMANAN PADA NY. R G2P1A0 DI TEMPAT PRAKTIK MANDIRI BIDAN YETTI PURNAMA KOTA BENGKULU
Ketidaknyamanan pada masa kehamilan merupakan hal yang fisiologis
dirasakan ibu. Ketidaknyamanan yang paling sering terjadi pada ibu hamil
trimester III yaitu nyeri punggung dan sering BAK. Ketidaknyamanan masa
persalinan yaitu nyeri pada saat proses persalinan. Ketidaknyamanan masa nifas
yang paling banyak terjadi yaitu nyeri kontraksi dan nyeri perineum. Studi kasus
ini bertujuan untuk melakukan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. R
G2P1A0 dengan edukasi dan pendampingan ketidaknyamanan di TPMB Yetti
Purnama Kota Bengkulu.
Penulisan studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik
yang meliputi observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan
kepustakaan. Asuhan secara komprehensif pada Ny. R G2P1A0 yang diberikan
saat hamil yaitu senam hamil dan massage eflluarge untuk mengurangi nyeri
punggung bawah, setelah diberikan intensitas nyeri dari NRS skala nyeri 5
menjadi 1 dan untuk mengatasi sering BAK diberikan edukasi dan konseling
mengenai mengurangi minum pada malam hari, menghindari minuman yang
berakohol, bersoda, tinggi gula dan minuman berkafien seperti kopi atau teh.
Asuhan persalinan yang diberikan untuk mengurangi nyeri saat proses persalinan
yaitu dengan teknik massage endorphine, pendamping persalinan dan mobilisasi.
Masa nifas untuk mengurangi nyeri kontraksi dengan teknik massage efflurage
dan senam nifas, evaluasi tingkat nyeri abdomen dari skala nyeri 4 turun ke 1, dan
mengurangi nyeri perineum dengan teknik kompres dingin, evaluasi tingkat nyeri
perineum dari skala 4 turun menjadi 1.
Simpulan dari asuhan kebidanan komprehensif adalah asuhan yang
diberikan sesuai dengan kebutuhan subjek yang didukung teori dan evidence
based dalam kebidanan. Asuhan berjalan selama 6 minggu berjalan lancar dan
normal.
Kata kunci: Edukasi, Ketidaknyamanan, Pendampin
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENGEMBANGKAN OBJEK WISATA PALAK SIRING DI KELURAHAN KEMUMU KABUPATEN BENGKULU UTARA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk partisipasi masyarakat dalam
pengembangan objek wisata Palak Siring serta faktor-faktor yang
mempengaruhinya.Metode yang digunakan dalam pengumpulan data
menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun untuk keabsahan
data menggunakan tekhnik trianggulasi yaitu, trianggulasi waktu, trianggulasi
tempat dan trianggulasi subjek.Hasil penelitian menunujukan bahwa Partisipasi
masyarakat dalam manyumbangkan tenaga untuk pengembangan wisata Palak
Siring. masyarakat menyumbangkan tenaga mereka dengan membuat fasilitas
baru agar dapat memperindah wisata Palak Siring, Pada tahap pelaksanaan
masyarakat membangun berbagai fasilitas penunjang wisata seperti tempat parkir,
kamar mandi umum,dan gazebo. Selain membangun berbagai fasilitas
penunjang.partisipasi masyarakat dalam menyumbangkan ide dan gagasan dalam
pengembangan Pariwisata Palak Siring. masyarakat dapat memberikan ide-ide
baru dalam wisata Palak Siring seperti menyediakan fasilitas untuk berfoto dan
fasilitas untuk beristirahat .partisipasi masyarakat dalam menyumbangkan
materi,dapat berupa dana, barang atau alat dalam pengembangan wisata, Kel.
Kemumu yaitu, Sumbangan berupa alat kebersihan, bahan bangunan, dan
perlengkapan promosi membantu mengurangi beban biaya yang seharusnya
dikeluarkan oleh Pokdarwis atau warga secara swadaya. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa partisipasi itu dapar terwujud jika struktur kelembagaan
memungkinkan warga untuk berpartisipasi dan memutuskan persoalan mereka
sendiri dan adanya keterwakilan masyarakyat secara proporsional didalam setiap
proses pengambilan kebijakan atas nama kepentingan bersama.
Kata Kunci : Partisipasi, Masyarakat, Pariwisat
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN KETIDAKNYAMANAN PADA NY.E G2P1A0 DI TEMPAT PRAKTIK MANDIRI BIDAN SITI HOLIJAH KOTA BENGKULU
Selama masa kehamilan trimester III, ibu hamil biasanya sering mengalami
ketidaknyamanan seperti nyeri punggung, nyeri persalinan, dan nyeri pada masa
nifas. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan
(Continuity of Care) kepada Ny. E G2P1A0 melalui edukasi dan pendampingan
terhadap ketidaknyamanan yang dialami, yang dilaksanakan di TPMB Siti Holijah
Kota Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penulisan studi kasus ini adalah
deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, dokumentasi,
dan kajian pustaka.
Asuhan selama kehamilan pada Ny.E mencakup edukasi dan massage
effleurage untuk mengurangi nyeri punggung dan sering BAK. Skala nyeri pada
kehamilan sebelum dilakukan asuhan berada di skala 4 dan setelah diberikan asuhan
menurun menjadi 2. Saat persalinan, dilakukan massage efflurage dan penggunaan
birthing ball untuk mengurangi nyeri persalinan dengan skala nyeri sebelum
dilakukan asuhan berada di skala 6 dan setelah diberikan asuhan menjadi 7. Pada
masa nifas, dilakukan massage efflurage dan kompres dingin untuk mengurangi
nyeri abdomen dan nyeri perineum dengan skala nyeri sebelum dilakukan asuhan
berada di skala 3 dan setelah diberikan asuhan menurun menjadi 1. Hasil proses
edukasi dan pendampingan dari masa hamil, persalinan, perawatan bayi baru lahir
hingga dua minggu pasca persalinan berlangsung dengan baik. Ny.E juga telah
mendapatkan konseling mengenai alat kontrasepsi dan memilih metode suntik 3
bulanan setelah masa nifas selesai. Evaluasi akhir menunjukkan proses berjalan
lancar tanpa komplikasi.
Kesimpulannya, asuhan kebidanan komprehensif yang diberikan telah sesuai
dengan kebutuhan ibu, berdasarkan teori dan praktik berbasis bukti. Seluruh
rangkaian asuhan berlangsung selama enam minggu dan berjalan dengan normal
serta lancar.
Kata Kunci: Edukasi, Ketidaknyamanan, Pendampingan
PENEGAKKAN HUKUM CYBER PORNOGRAPHY PADA TINGKAT PENYIDIKAN DAN PENUNTUTAN DI BENGKULU
Penegakkan hukum cyber pornography dalam Tingkat penyidikan dan penuntutan di
Bengkulu. Perkembangan hukum mengenai cyber pornography mempengaruhi dalam
upaya represif penegakan hukum yang mengakibatkan tidak koheren antara Undang�Undang Pornography dan Undang-Undang ITE, sehingga penegak hukum
mempunyai perbedaan pandangan dalam menegakkan hukum cyber pornography.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif tentang
kondisi penegakan hukum cyber pornography di Bengkulu. Peneliti menggunakan
jenis penelitian hukum empiris dalam bidang hukum yang mengedepankan
penggunaan data empiris untuk penelitian lapangan mengenai gejala-gejala, peristiwa,
dan fenomena yang terjadi di masyarakat. Metode pengumpulan data dalam penelitian
hukum empiris yang melibatkan interaksi langsung antara peneliti dengan narasumber
atau responden yang terlibat dalam studi kasus putusan pengadilan negeri Bengkulu
Nomor 469/Pid.Sus/2022/PN.Bgl. Wawancara dilakukan dengan cara tatap muka
dengan penyidik bapak Rinto dan Bapak dadang di Polresta Bengkulu dan melalui
video konferensi mewawancarai penuntut umum Leonita dan hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa penegakkan hukum Tingkat penyidikan dan penuntutan masih
berorientasi pada undang-undang pornografi saja, tidak berfokus pada perbuatan yang
secara tersirat telah melanggar ketentuan perundang-undangan yang lain. sinergi
antara kepolisian, kejaksaan, pemerintah, dan masyarakat diperlukan guna memutus
mata rantai cyber pornography. Evaluasi berkala dan adaptasi terhadap perkembangan
teknologi juga harus dilakukan agar upaya penanggulangan tetap relevan dan efektif
dalam melindungi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan
remaja.
Kata kunci: Cyber pornography; Penegakan hukum; Penyidikan; Penuntutan
KOMPETENSI SDM, OBJEKTIVITAS DAN ETIKA TERHADAP KUALITAS AUDIT (Studi pada Auditor Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Bengkulu)
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti pengaruh kompetensi
sumber daya manusia, objektivitas dan etika terhadap kualitas audit. Penelitian ini
termasuk penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini
dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada responden. Responden penelitian
adalah auditor di Kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi
Bengkulu. Jumlah auditor yang menjadi responden penelitian adalah sebanyak 70
orang. Metode analisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi
berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kompetensi Sumber Daya
Manusia (SDM) berpengaruh positif terhadap kualitas audit; (2) Objektivitas
berpengaruh positif terhadap kualitas audit dan (3) Etika berpengaruh positif
terhadap kualitas audit pada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
(BPKP) Perwakilan Bengkulu.
Kata Kunci: Kompetensi, Objektivitas, Etika dan Kualitas Audi
IMPLEMENTASI PELIMPAHAN KEWENANGAN TINDAKAN MEDIS KEPADA TENAGA KEPERAWATAN DI RUANG PERAWATAN KHUSUS RSUD dr. M. YUNUS BENGKULU
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan tindakan medis yang dilakukan
oleh tenaga keperawatan berdasarkan pelimpahan wewenang secara mandat dan
secara delegatif. Berdasarkan peraturan perundang-undangan, tenaga keperawatan
merupakan tenaga kesehatan yang memiliki dua kewenangan yaitu kewenangan
untuk melakukan tindakan keperawatan dan tindakan medis. Dimana tindakan
medis yang dilakukan oleh perawat adalah pelimpahan wewenang dalam bentuk
pelimpahan wewenang delegatif dan mandat yang harus dilakukan secara tertulis.
Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut bagaimana pelaksanaan
pelimpahan kewenangan tindakan medis kepada tenaga keperawatan, apakah
sudah sesuai dengan peraturan perundang undangan serta bagaimana
pertanggungjawaban hukum baik secara mandat dan delegatif yang dilakukan oleh
tenaga keperawatan. Tujuan penelitian ini: (1) Untuk mengetahui dan
menganalisis prosedur pelimpahan kewenangan tindakan medis kepada tenaga
keperawatan di Ruang Perawatan Khusus RSUD dr. M. Yunus Bengkulu. (2).
Untuk mengetahui dan menganalisis pertanggungjawaban hukum pelimpahan
kewenangan tindakan medis kepada tenaga keperawatan di Ruang Perawatan
Khusus RSUD dr. M. Yunus Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode
penelitian hukum empiris, dengan pendekatan kualitatif, tehnik pengumpulan data
menggunakan tehnik wawancara dengan metode analisa yuridis kualitatif. Tempat
penelitian di RSUD dr. M. Yunus Bengkulu sebagai Rumah Sakit Rujukan
tertinggi di Provinsi Bengkulu. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa
pelaksanaan pelimpahan kewenangan tindakan medis kepada tenaga keperawatan
di RSUD dr. M. Yunus Bengkulu terutama di Ruang Perawatan Khusus belum
ada penetapan jenis pelayanan kesehatan yang dapat dilimpahkan kewenangannya
baik secara mandat maupun delegasi dari tenaga medis kepada tenaga
keperawatan, pelimpahan wewenang tindakan medis kepada tenaga keperawatan
dicatat melalui lembar catatan perkembangan pasien terintegrasi oleh dokter
penanggung jawab pasien. Dikarenakan belum adanya penetapan jenis pelayanan
kesehatan yang dilimpahkan kewenangannya baik secara mandat maupun
delegatif, maka bentuk pertanggungjawaban hukum jika terjadi insiden ataupun
kelalaian sepenuhnya ditanggung oleh tenaga medis.
Kata Kunci : Implementasi, Pelimpahan Kewenangan, Tindakan Medi
KOMPLEKSITAS DAN PENGUATAN KAPASITAS PENYELESAIAN TINDAK LANJUT REKOMENDASI HASIL PEMERIKSAAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN DI PEMERINTAH PROVINSI BENGKULU
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelaksanaan, penghambat
dan strategi pengoptimalan penyelesaian tindak lanjut rekomendasi hasil
pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Pemerintah Provinsi Bengkulu
dengan kompleksitas dan penguatan kapasitas menjadi fenomena utama. Penelitian
menggunakan data primer dari observasi dan wawancara mendalam kepada
informan. Data sekunder dari laporan hasil pemeriksaan, ikhtisar hasil pemeriksaan
dan matriks tindak lanjut tahun anggaran 2017-2022, dengan jumlah informan
sebanyak 12 orang yang dipilih menggunakan metode purposive sampling.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi kasus type 2 tunggal terjalin
yang dianalisis menggunakan 6 tahap metode analisis data menurut Creswell.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu telah
berupaya melaksanakan proses penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK
namun upaya-upaya tersebut masih belum optimal. Ragam kompleksitas yang
menghambat penyelesaian tindak lanjut rekomendasi terdiri dari dua tema utama
yaitu keterbatasan sumber daya dan kompleksitas tantangan dalam struktur dan
proses penyelesaian tindak lanjut. Ragam Kompleksitas ini menegaskan bahwa
untuk mengoptimalkan penyelesaian tindak lanjut rekomendasi BPK memerlukan
strategi penguatan kapasitas yang terencana dan berkelanjutan antara lain kapasitas
teknis, kapasitas manajerial dan kapasitas institusional. Strategi tersebut sebagai
langkah antisipatif untuk menghindari dampak negatif yang ditimbulkan seperti
kerugian negara, penilaian sistem pengendali internal dan temuan bertumpuk.
Kata Kunci : Tindak Lanjut Rekomendasi Audit, Pelaksanaan, Kompleksitas,
Dampak dan Penguatan Kapasitas
EFEKTIVITAS MUTASI PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) JABATAN PELAKSANA KE PEMERINTAH PROVINSI BENGKULU OLEH BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH (BKD) PROVINSI BENGKULU
Aparatur Sipil Negara yang kemudian disingkat menjadi ASN merupakan bagian penting dalam pemerintah yang menjadi pelaksana dalam penggerak pelayanan administrasi dan Pembangunan negara. ASN terdiri menjadi 2 (dua), yaitu: Pegawai Negeri Sipil dan pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang bekerja pada instansi pemerintah yang diterangkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS. Tidak hanya sebagai unsur aparatur negara, PNS juga sebagai abdi negara dan abdi masyarakat yang hidup ditengah masyarakat serta bekerja untuk kepentingan masyarakat. Agar terwujud PNS yang proporsional maka perlu dilakukan pembinaan dan pengembangan terhadap setiap PNS. Salah satu bentuk pengembangan terhadap PNS adalah pelaksanaan mutasi sebagai wujud dari dinamika organisasi yang menjadi salah satu cara untuk mencapai tujuan organisasi. Pada dasarnya mutasi merupakan fungsi pengembangan pegawai yang telah diatur dalam Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 5 Tahun
2019 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Mutasi PNS Di Lingkungan Instansi Pemerintah. Pelaksanaan mutasi PNS perlu dilakukan dengan cara yang efektif agar Sistem Merit yang dicanangkan Pemerintah pusat dapat terwujud, sehingga penulis
akan melihat efektivitas Mutasi PNS Jabatan Pelaksana Masuk Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui 5 (lima) indikator ketepatan, yaitu: Tepat Kebijakan, Tepat Pelaksanaan, Tepat Proses, Tepat Lingkungan, dan Tepat Target yang disesuaikan dengan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2019 Tentang Tata Cara Mutasi PNS.
Kata Kunci: Efektivitas, Mutasi Pegawai Negeri Sipil, Jabatan Pelaksana
PENGARUH OPTIMAL CONTRACTING TERHADAP KUALITAS LABA YANG DIMODERASI OLEH KONSERVATISME AKUNTANSI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Optimal Contracting
Terhadap Kualitas Laba yang dimoderasi oleh Konservatisme Akuntansi.
Penelitian menggunakan data sekunder dari laporan keuangan perusahaan
manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2020-2023,
dengan jumlah sampel sebanyak 29 perusahaan yang dipilih menggunakan metode
purposive sampling. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dianalisis
menggunakan regresi logistik dengan bantuan software Eviews.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Optimal Contracting berpengaruh
positif dan signifikan terhadap Kualitas Laba. Konservatisme Akuntansi tidak
mampu memoderasi pengaruh Optimal Contracting terhadap Kualitas Laba.
Kata Kunci: Optimal Contracting, Kualitas Laba, Konservatisme Akuntansi