University of Bengkulu

UNIB Scholar Repository
Not a member yet
    31735 research outputs found

    STRATEGI KEBERLANJUTAN LEMPUK DURIAN SEBAGAI OLEH-OLEH KHAS KOTA BENGKULU

    No full text
    Penelitian ini mengkaji strategi keberlanjutan usaha lempuk durian sebagai oleh-oleh khas Kota Bengkulu, dengan fokus pada pelaku UMKM yang berlokasi di sentra oleh-oleh Anggut. Lempuk durian merupakan produk olahan berbasis buah durian yang memiliki potensi ekonomi lokal cukup besar. Namun, keberlangsungannya menghadapi tantangan, seperti keterbatasan pasokan bahan baku musiman, rendahnya inovasi pengemasan, serta lemahnya akses pemasaran digital. Tujuan utama penelitian ini adalah menyusun strategi prioritas keberlanjutan melalui pendekatan analisis SWOT dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Penelitian menggunakan metode purposive sampling terhadap tujuh pelaku UMKM serta melibatkan empat kelompok informan: pelaku usaha, konsumen, akademisi, dan pemerintah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan matriks IFE, EFE, SWOT, dan QSPM. Hasil analisis menunjukkan bahwa kekuatan utama UMKM terletak pada kualitas cita rasa dan loyalitas konsumen, sementara kelemahannya adalah ketergantungan pada musim dan produksi berskala kecil. Peluang strategis mencakup peningkatan tren konsumsi produk lokal dan dukungan pemerintah daerah, sedangkan ancaman berasal dari ketidakpastian pasokan bahan baku dan persaingan dengan produk industri modern. Melalui matriks QSPM, strategi prioritas yang direkomendasikan adalah penguatan daya saing produk melalui inovasi kemasan, peningkatan kapasitas produksi, serta ekspansi pemasaran digital yang terintegrasi dengan dukungan kebijakan pemerintah dan keterlibatan akademisi. Strategi ini dinilai paling tepat untuk menjaga keberlanjutan usaha lempuk durian secara ekonomi, sosial, dan lingkungan di tengah dinamika pasar yang terus berubah. Kata kunci: lempuk durian, UMKM, strategi keberlanjutan, analisis SWOT, QSPM, oleholeh khas, Kota Bengkulu (Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Program Studi Argibisnis, Fakultas Pertanian, Univrsitas Bengkulu, 202

    ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHATANI PADI LAHAN GAMBUT DI DESA SUMBER MAKMUR KECAMATAN LUBUK PINANG KABUPATEN MUKOMUKO

    No full text
    Penelitian ini menganalisis keberlanjutan usahatani padi lahan gambut di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko, pada Agustus– September 2024. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive, dengan metode sensus untuk petani padi di lahan gambut. Tujuan penelitian untuk mengetahui status keberlanjutan dan atribut sensitif dalam usahatani padi lahan gambut. Analisis menggunakan MultiDimensional Scaling (MDS) dan leverage pada lima dimensi: ekologi, ekonomi, sosial, kelembagaan, dan teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani padi lahan gambut di Desa Sumber Makmur memiliki status cukup berkelanjutan dengan indeks 51,84. Namun, status keberlanjutan per dimensi bervariasi: ekologi dan ekonomi kurang berkelanjutan, sosial dan teknologi cukup berkelanjutan, serta kelembagaan kurang berkelanjutan. Analisis mengidentifikasi enam atribut sensitif yang memengaruhi keberlanjutan. Pada dimensi ekologi, atribut sensitif adalah tingkat serangan hama dan penyakit. Dimensi ekonomi dipengaruhi oleh ketersediaan modal (4,96). Dimensi sosial melibatkan kontribusi gotong royong petani (6,58) dan tingkat pendidikan formal (6,22). Dimensi kelembagaan dipengaruhi keberadaan kelompok tani (4,96), sedangkan dimensi teknologi ditentukan oleh infrastruktur pemasaran padi (4,96). Keberlanjutan usahatani dapat ditingkatkan melalui penguatan gotong royong dalam kelompok tani untuk meningkatkan solidaritas serta berbagi pengetahuan mengenai praktik pertanian yang lebih berkelanjutan. Kata Kunci : keberlanjutan, usahatani padi, lahan gambut, MDS, atribut sensitive (Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

    TINGKAT ADOPSI PETANI TERHADAP INOVASI TANAMAN PADI GOGO DI DESA AIR PUTIH KECAMATAN TALANG EMPAT KABUPATEN BENGKULU TENGAH

    No full text
    Penelitian tingkat adopsi petani terhadap inovasi tanaman padi gogo di Desa Air Putih Kecamatan Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah ini dilakukan pada bulan JanuariFebruari 2024. Tujuan penelitian yaitu mengetahui tingkat adopsi dan menganalisis faktorfaktor yang mempengaruhi tingkat adopsi petani padi gogo di Desa Air Putih, Kecamatan Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah. Penentuan lokasi penelitian ini dipilih secara sengaja (purposive) yaitu di Desa Air Putih Kecamatan Talang Empat. Metode penentuan sampel menggunakan metode total sampling yaitu seluruh anggota kelompok tani padi di desa air putih. Metode Successive Interval digunakan untuk mengubah data dengan skala ordinal menjadi skala interval. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk memprediksi pengaruh dua atau lebih variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adopsi petani terhadap inovasi tanaman padi gogo berada pada kategori sedang dengan persentase 71,29. Untuk tingkat adopsi kesadaran, minat, penilaian dan adopsi berada dalam kategori sedang selanjutnya untuk tingkat adopsi mencoba berada dalam kategori tinggi. Untuk meningkatkan tingkat adopsi petani terhadap inovasi tanaman padi gogo diperlukan pelatihan dan pendampingan lebih lanjut mengenai tanaman padi gogo, bantuan modal usaha, komunikasi intensif antar pemerintah dan petani, pengembangan kemampuan dalam proses pertanian. Kata Kunci : Tingkat Adopsi, Karakteristik Inovasi, Padi Gogo, Regresi Linear Berganda (Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Eniversitas Bengkulu

    PERANCANGAN PUSAT KEBUDAYAAN SELUMA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR

    No full text
    Seluma merupakan salah satu kabupaten dari Provinsi Bengkulu yang mayoritas penduduknya bersuku Serawai. Setiap tahunnya Kabupaten Seluma melakukan kegiatan kebudayaan yang diadakan di Taman Wisata Kota Tais yang mana taman ini tidak ditujukan khusus untuk aktivitas budaya. Tidak adanya bangunan khusus yang mewadahi kebudayaan dapat berdampak negatif pada masyarakat. Oleh karenanya tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan sebuah sarana pelestarian kebudayaan yang mampu mewadahi kegiatan budaya masyarakat kabupaten Seluma, dengan melakukan metode desain yang menerapkan Arsitektur Neo-Vernakular sebagai pendekatannya dengan mempresentasikan bentuk rumah tradisional serawai. Dalam mendesain ada hal yang perlu diperhatikan khususnya dalam kebutuhan ruang, pelestarian budaya memerlukan sebuah ruang yang erat kaitannya dengan kebudayaan, yaitu auditorium, galeri, amphitheater, dan sanggar seni. Dari perancangan ini dihasilkan sebuah desain dari Pusat Kebudayaan Seluma yang dapat menjadi wadah bagi pelaku budaya untuk melestarikan kebudayaan. Kata kunci: Pusat Kebudayaan, Arsitektur Neo-Vernakular, Rumah Tradisional Serawai, Kabupaten Seluma

    STUDI PENGASUHAN GAJAH SUMATERA (Elephas maximus sumatranus TEMMINCK, 1847) DI PUSAT LATIHAN GAJAH SEBLAT, KABUPATEN BENGKULU UTARA

    No full text
    Sumatran Elephant (Elephas maximus sumatranus Temminck, 1847) is one of the endangered species and an icon of Indonesia's biodiversity. The shrinking population of Sumatran elephants is a critical issue that requires real action in efforts to preserve them. The care of Sumatran elephants at the Seblat Elephant Training Center in North Bengkulu Regency is still seeking solutions in facing a number of challenges, ranging from limited resources, climate change, to changes in the behavior of the elephants themselves. This study aims to determine the care status of Sumatran elephants (Elephas maximus sumatranus) fostered at the Seblat Elephant Training Center, North Bengkulu Regency. This study, which was conducted in August-September 2024, covers 16 criteria for elephant care, each classified into three categories, namely Appropriate, Less Appropriate, and Not Appropriate. The methods used in this study were direct observation, interviews in the form of questionnaires, and documentation. To obtain information on the criteria for elephant care in the domestication environment, the Method was used Delphi. The six elephants fostered by the Seblat Elephant Training Center that were used as research objects consisted of three male elephants and three female elephants. The study of elephant care at the Seblat PLG in aggregate can be considered "Appropriate" with the criteria for caring for female elephants 12 criteria (75%) and male elephants 13 criteria (81.25%). Keywords: Elephant care, Elephant training center, Sumatran elephan

    HUBUNGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT PADA AKSEPTOR KB ORAL DENGAN KUALITAS HIDUP DI KECAMATAN TERAMANG JAYA KABUPATEN MUKOMUKO

    No full text
    Kepatuhan didefinisikan sebagai sikap disiplin atau perilaku taat terhadap suatu perintah maupun aturan yang ditetapkan, dengan penuh kesadaran. Kualitas hidup merupakan ukuran subjektif tentang kepuasan dan kesejahteraan individu dalam berbagai aspek kehidupan mereka, seperti fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kepatuhan akseptor kb oral dengan kualitas hidup akseptor. Metode yang digunakan yaitu desain kuantitatif dan pendekatan cross sectional dengan cara menyebarkan kuisioner pada akseptor kb oral di Kecamatan Teramang Jaya Kabupaten Mukomuko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 195 akseptor, terdapat 154 akseptor menunjukkan kepatuhan dalam minum obat (79%), sementara 41 akseptor tidak patuh (21%). Kualitas hidup akseptor KB oral bervariasi. Mayoritas akseptor memiliki kesehatan fisik yang baik sebanyak 52.8%, akseptor yang memiliki kesehatan psikologis yang baik sebesar 52.8%, akseptor yang memiliki hubungan sosial yang baik sebesar 61.5%, akseptor yang memiliki kondisi lingkungan yang baik hanya sebesar 42.6%. Kepatuhan minum obat tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup dalam keempat aspek tersebut, dengan nilai p-value masing-masing 0,932 untuk kesehatan fisik, 0,164 untuk aspek psikologis, 0,874 untuk hubungan sosial, dan 0,405 untuk lingkungan (p-value > 0,05). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa diketahui tidak adanya korelasi atau hubungan antara tingkat kepatuhan akseptor KB oral dengan kualitas hidup mereka di Kecamatan Teramang Jaya, Kabupaten Mukomuko. Kata kunci: Kepatuhan, Kualitas hidup, Akseptor KB ora

    PENGARUH LATIHAN AGILITY DRILLS TERHADAP KEMAMPUAN DRIBBLING PADA ATLET FUTSAL PUTRI ABHISEVA KOTA BENGKULU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh latihan agility drills terhadap kemampuan dribbling pada atlet futsal putri klub Abhiseva kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan desain One group pretest-postest design. Populasi pada penelitian ini berjumlah 20 orang. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling yang sampelnya berjumlah 20 pemain. Instrumen yang digunakan adalah tes dan pengukuran menggunakan tes kemampuan dribling. Berdasarkan hasil uji hipotesis nilai thitung 6,20 > ttabel 1.729 sehingga hal tersebut menunjukan Ha diterima yang berarti bahwa ada pengaruh latihan agility drills terhadap kemampuan dribbling pada atlet futsal putri klub Abhiseva kota Bengkulu. Kata kunci: Futsal, Kelincahan, Latihan agility drills

    PERANCANGAN MALL BENGKULU DENGAN PENDEKATAN UNIVERSAL DESAIN

    No full text
    Mall atau pusat perbelanjaan di dalam fungsinya secara umum yaitu sebuah komplek terpadu dengan berbagai fasilitas toko, restoran, tempat hiburan, dan lainnya. Mall didesain untuk memberikan pengalaman belanja yang menyenangkan kepada konsumen, namun tetap menjalankan posisi sebagai pusat komersial juga sosial. Berdasarkan data sosial dan demografis, Kota Bengkulu dengan populasi mencapai 391.045 jiwa dan pertumbuhan ekonomi yang merepresentasikan untuk kebutuhan umum tersebut. Kenaikan konsumsi barang dan jasa pada publik yang tersedia di kota Bengkulu Sebagaimana data kota Bengkulu, konsumsi makanan dan non makanan yaitu 46,38% dan 53,62%. Sayangnya pada pusat perbelanjaan mall yang ada di Bengkulu seperti BIM dan Menga Mall tidak menerapkan desain yang mampu mengakomodasi pengunjung dengan keterbatasan baik fisik maupun mental oleh kerena itu perancangan ini diharapkan dapat mengakomodasi semua jenis pengunjung baik pengunjung/pengguna biasa, atau seperti seseorang yang memiliki keterbatasan fisik maupun kognitif dengan cara menerapkan prinsip universal desain. Oleh karena itu perancangan ini sangat penting guna untuk mengakomodasi pengunjung sehingga dapat menggunakan fasilitas yang inklusif yang tidak memandang kemampuan penggunanya. Kata kunci : inklusif, Mall,Pengunjung, Universal desain

    PENDUGAAN WAKTU PENGERINGAN KOPI MENGGUNAKAN PENGERING HIBRID YSD-UNIB24 BERBAHAN BAKAR KAYU DAN ANALISIS KUALITAS KOPI BERAS YANG DIHASILKAN

    No full text
    Pengering hibrid yaitu alat pengering yang beroperasikan dengan menggunakan sumber energi pemanas lebih dari satu, seperti matahari, energi listrik, dan biomassa sebagai subtitusi energi atau sebuah kombinasi energi. Energi subtitusi biasanya disediakan dari pemanas listrik atau penukar panas yang mentransfer panas dari kompor pembakaran Alat pengering hibrid biasanya menggunakan listrik untuk mengoperasikan alat, sehingga ketergantungan terhadap listrik inilah yang menjadi kendala utama pengoperasian pengering hibrid di daerah terpencil. Penelitian ini bertujuan untuk menduga waktu penyelesaian pengeringan menggunakan pengering hybrid YSD-UNIB24 yang dioperasikan menggunakan kayu bakar serta menganalisis kualitas mutu kopi dan warna dari biji kopi. Bahan utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah kopi Robusta rata-rata petik merah sebanyak 100 kg. Alat utama yang digunakan adalah alat pengering hibrid YSD-UNIB24. Waktu penyelesaian pengeringan buah kopi menggunakan alat pengering YSD-UNIB24. Waktu penyelesaian pengeringan buah kopi menggunakan alat pengering YSD-UNIB24 untuk proses pengeringan menggunakan ruang pengering depan pada ketebalan 3 cm sebesar 24,89 jam, pada ketebalan 6 cm sebesar 28,83 jam, pada ketebalan 9 cm sebesar 33,48 jam, dan ketebalan 12 cm sebesar 37,48 jam. Ruang pengering belakang pada ketebalan 3 cm sebesar 52,39 jam, pada ketebalan 6 cm sebesar 70,70 jam, pada ketebalan 9 cm sebesar 81,29 jam, dan ketebalan 12 cm sebesar 93,85 jam. Kualitas biji kopi yang dihasilkan oleh alat pengering YSD-UNIB24 selama proses pengeringan pada ruang pengering depan termasuk kedalam mutu 1 dengan nilai berkisar 4-7 jumlah nilai cacat dan kualitas biji kopi selama proses pengeringan pada ruang pengering belakang termasuk kedalam mutu 1 dengan nilai berkisar 4-8 jumlah nilai cacat. Uji warna biji kopi hasil menghasilkan nilai Lightness, hue angle, dan chroma. Nilai lightness pada ruang pengering depan berkisar 34,58-39,91, dan pada ruang pengering belakang berkisar 39,72-43,94. Hue angle pada ruang pengering depan dan belakang berkisar 179,10-179,19. Nilai Chroma biji kopi pada ruang pengering depan dan belakang berkisar 17,18-23,36. (Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

    SUBSTITUSI TEPUNG TAPIOKA DENGAN KARAGENAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK KELOR (Moringa oleifera L.) PADA BOBA

    No full text
    Boba merupakan minuman yang banyak digemari masyarakat kekinian. Untuk meningkatkan nutrisi pada boba yaitu dengan menambahkan tepung daun kelor. Daun kelor mengandung protein, kalsium, zat besi, kalium, vitamin, senyawa antioksidan. Penelitian sebelumnya boba kelor menghasilkan tekstur yang lunak. Salah satu cara untuk memperbaiki tesktur boba kelor adalah dengan mensubstitusi karagenan. Karagenan bersifat hidrokoloid sehingga memiliki kemampuan membentuk gel yang baik. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh substitusi karagenan terhadap karaktersitik fisik (kadar air, warna, dan tekstur), karakteristik kimia (kadar abu, kadar vitamin C, aktivitas antioksidan) dan organoleptik (warna, aroma, rasa, tesktur) boba kelor. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor 6 taraf dan 3 kali pengulangan dari substitusi karagenan 0% (K0), 10% (K1), 20% (K2), 30% (K3), 40% (K4) dan 50% (K5) sehingga menghasilkan 18 unit percobaan. Analisis data menggunakan uji ANOVA (Analysis of Variance), dilanjutkan DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05) menggunakan aplikasi SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi karagenan meningkatkan kadar air, hue angle, kadar abu, dan aktivitas antioksidan yang kuat. Hasil diperoleh kadar air (34,27% - 48,17%), hue angle (89,07˚ – 90,94˚), kadar abu (0,52% - 4,64%), dan IC50 (59,14 ppm – 116,38) ppm. Substitusi karagenan menurunkan nilai hardness, cohesiveness, springiness, gumminess, chewiness, resilience, lighness, chroma, ΔE dan vitamin C. Hasil diperoleh hardness (0,66 – 1,25 N), cohesiveness (0,56 – 87), springiness (0,19 – 0,48), gumminess (0,46 – 0,88), chewiness (0,11 – 0,45), resilience (0,25 – 0,41), lighness (23,01 – 26,81), chroma (42,80 – 47,75), ΔE (0 – 7,46), vitamin C (1,30 – 1,33). (Program Studi Teknologi Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

    6,135

    full texts

    31,735

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNIB Scholar Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇