31735 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) KELAS X SMA BERDASARKAN PENGARUH JERUK KALAMANSI SEBAGAI PENGGANTI ASAM ASETAT PADA PEMBUATAN NATA DE SOYA LIMBAH CAIR TAHU
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penambahan perasan
jeruk kalamansi (Citrus microcarpa) pada nata de soya limbah cair tahu, kelayakan
dan keterbacaan peserta didik terhadap LKPD berbasis STEM materi Inovasi
Teknologi Biologi Kelas X SMA berdasarkan pembuatan nata de soya limbah cair
tahu. Penelitian ini merupakan penelitian R&D model pengembangan Borg and
Gall, dengan tahapan: 1) Penelitian dan pengumpulan informasi, 2) Perencanaan,
3) Pengembangan produk, 4) Revisi produk utama, 5) Pengujian lapangan awal.
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pembelajaran FKIP Universitas
Bengkulu. Uji kelayakan LKPD berbasis STEM dilakukan oleh tiga orang validator
ahli yaitu ahli materi, media dan praktisi. Uji keterbacaan dilakukan kepada 30
orang peserta didik di SMAN 6 Kota Bengkulu. Berdasarkan hasil penelitian
didapatkan penambahan perasan jeruk kalamansi berpengaruh nyata pada ketebalan
dan berat nata de soya. Semakin tinggi konsentrasi perasan jeruk kalamansi yang
ditambahkan maka semakin tebal dan berat nata de soya yang dihasilkan. Namun,
jika tingkat keasaman telah melewati batas optimum maka tidak akan menghasilkan
nata de soya dengan karakteristik tebal dan berat yang baik. Nata de soya memiliki
warna putih, tekstur yang kenyal, aroma asam khas fermentasi, dan rasa hambar.
Kelayakan LKPD berbasis STEM mendapatkan kriteria sangat layak dengan
persentase validasi ahli materi 96,87%, media 91,67%, dan praktisi 93,75%. Uji
keterbacaan mendapatkan kriteria sangat baik dengan memperoleh skor pada aspek
tampilan 95%, penyajian materi 89,39%, serta manfaat 92,22%.
Kata Kunci: Nata de Soya, LKPD, STE
PERANCANGAN SISTEM PENGAMAN DAN PENCEGAH KERUSAKAN PADA GENERATOR SET MENGGUNAKAN SENSOR OIL PRESSURE DAN SENSOR ARUS BERBASIS IoT
Penggunaan generator set (genset) semakin meningkat seiring dengan kebutuhan
akan sumber daya listrik cadangan. Namun, perawatan yang kurang optimal dapat
menyebabkan kerusakan pada mesin genset, terutama akibat tekanan oli yang
rendah dan jam kerja mesin yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk
merancang sistem pengaman dan pencegah kerusakan pada genset menggunakan
sensor oil pressure WPT 83G dan sensor arus SCT 013 berbasis Internet of Things
(IoT). Sistem ini dirancang menggunakan mikrokontroler ESP32 yang berfungsi
untuk membaca data dari sensor tekanan oli dan sensor arus, kemudian
mengirimkan data ke platform Firebase untuk pemantauan jarak jauh. Apabila
tekanan oli turun di bawah 0,20 bar atau jam kerja melebihi batas yang ditentukan,
relay akan secara otomatis memutuskan aliran listrik untuk mencegah kerusakan
mesin. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini mampu mendeteksi
perubahan tekanan oli dan arus dengan akurasi yang cukup bagus. Data yang
dikirimkan ke Firebase dapat diakses secara real-time melalui antarmuka website,
sehingga pengguna dapat memantau kondisi genset dari jarak jauh. Implementasi
sistem ini dapat meningkatkan efisiensi perawatan genset serta mencegah
kerusakan akibat tekanan oli yang tidak stabil dan jam kerja yang berlebihan.
Kata kunci: Generator Set, Sensor Oil Pressure WPT 83G, Sensor Arus SCT 013,
IoT, Firebase
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS APLIKASI GEOGEBRA DAN KREATIVITAS TERHADAP PRESTASI BELAJAR (Studi Eksperimen Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas X di SMA Negeri 1 Kota Bengkulu)
Pembelajaran di era pendidikan abad ke-21, penggunaan teknologi informasi
dan komunikasi menjadi esensial. TIK tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu
pembelajaran, tetapi juga sebagai sarana untuk menciptakan pengalaman belajar
yang lebih relevan dan berkesinambungan. Dalam prosesnya, integrasi teknologi
dalam pembelajaran abad ke-21 yang seringkali menjadi media pembelajaran
memberikan dampak signifikan terhadap proses dan hasil belajar siswa, baik dalam
bentuk peningkatan interaksi maupun tantangan baru dalam pengelolaannya, salah
satunya pada mata pelajaran matematika. Aplikasi GeoGebra merupakan salah satu
software matematika yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika yang
meliputi materi geometri, aljabar, dan kalkulus. Aplikasi GeoGebra berfungsi sebagai
media pembelajaran matematika yang dapat membantu siswa secara visual untuk
memahami materi matematika yang besifat abstrak.
Pembelajaran ekspositori, seperti ceramah atau diskusi kelompok, tanpa
menggunakan media pembelajaran yang modern dan memadai sebagai alat bantu
tetap menjadi metode yang masih sering digunakan. Pendekatan ini mengandalkan
interaksi langsung antara siswa dan guru tanpa bantuan teknologi canggih seperti
Aplikasi Geogebra. Siswa mungkin lebih banyak menerima pengetahuan dari guru
daripada mengeksplorasi pemahaman secara mandiri, sehingga siswa menjadi
cenderung pasif yang pada akhirnya dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa.
Selain media pembelajaran, faktor yang juga sangat berpengaruh dalam
meningkatkan prestasi belajar adalah kreativitas belajar. Istilah kreativitas atau daya
cipta sering digunakan di lingkungan sekolah ataupun lingkungan lainnya.
Pengembangan kreativitas ini diperlukan untuk menghadapi arus era globalisasi.
Kreativitas dapat pula kita lihat sebagai suatu proses dan mungkin inilah yang lebih
penting untuk dilihat terutama dalam situasi pendidikan, kreativitas sebagai suatu
proses dari adanya kesenangan akan keterlibatan seseorang terhadap kegiatan
kreatif.
Berdasarkan permasalahan di atas, maka dirasa perlu untuk mendalami perihal
ini dengan melaksanakan penelitian lebih lanjut dengan mengambil judul “Pengaruh
Pembelajaran Berbasis Aplikasi Geogebra dan Kreativitas Terhadap Pretasi Belajar
(Studi Eksperimen Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas X di SMA Negeri 1 Kota
Bengkulu)”.
Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2024/2025,
dimana waktu pelaksanaan disesuaikan dengan alokasi waktu pada penyampaian
iv
v
materi “Persamaan Kuadrat”. Populasi dari penelitian ini adalah semua siswa kelas X
yang terdiri dari 11 kelas sebanyak 396 siswa. Kemudian, dilakukan pengundian untuk
menentukan kelas kontrol dan kelas eksperimen, dimana selanjutnaya
mengumpulkan data kreativitas siswa dengan menggunakan kuesioner yang sudah
dipastikan validitas dan reliabilitas nya, untuk kemudian dilakukan perankingan
kreatifitas siswa baik di kelas kontrol maupun eksperimen, dimana 33% dari jumlah
siswa dengan skor tertinggi akan menjadi sampel siswa dengan kreativitas tinggi.
Sedangkan 33% dari jumlah siswa dengan skor terendah akan menjadi sampel siswa
dengan kreativitas rendah. Kelas kontrol akan dikenakan perlakuan pembelajaran
ekspositori, sedangkan kelas eksperiman akan dikenakan perlakuan pembelajaran
berbasis Aplikasi Geogebra. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas X 4
sebagai kelas kontrol sebanyak 24 siswa dan kelas X 1 sebagai kelas eksperimen
sebanyak 24 siswa.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Prestasi belajar bagi siswa yang belajar dengan pembelajaran berbasis aplikasi
GeoGebra lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar dengan pembelajaran
ekspositori
2. Terdapat interaksi antara pembelajaran berbasis aplikasi Geogebra dan
kreativitas terhadap pretasi belajar.
3. Prestasi belajar bagi siswa yang memilki kreativitas belajar tinggi yang belajar
dengan pembelajaran berbasis aplikasi Geogebra lebih tinggi dibandingkan siswa
yang belajar dengan pembelajaran eskpositori.
4. Tidak ada perbedaan prestasi belajar bagi siswa yang memilki kreativitas belajar
rendah yang belajar dengan pembelajaran berbasis aplikasi Geogebra dengan
siswa yang belajar dengan pembelajaran eskpositori
ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS (ANDALALIN) AKIBAT ADANYA BENCOOLEN MALL DI KOTA BENGKULU
Bencoolen Mall sebagai pusat perbelanjaan bagi masyarakat Kota Bengkulu
memberi pengaruh terhadap kondisi lalu lintas di ruas jalan sekitarnya. Salah
satunya adalah kemungkinan terjadinya perubahan volume lalu lintas dan tingkat
layanan akibat banyaknya pengguna jalan di ruas jalan. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui kinerja lalu lintas pada ruas Jalan Pariwisata, Jalan Putri
Gading Cempaka, dan Jalan Sedap Malam, serta pada Simpang Tiga Penurunan
dan Bundaran Syarifudin A.R. Metode yang digunakan adalah Pedoman
Kapasitas Jalan Indonesia 2023 dan ZIN Macrosimulation Software. Hasil
analisis kinerja lalu lintas pada ruas jalan menunjukkan bahwa arus puncak pada
ruas jalan dan simpang terjadi pada pukul 17.00-18.00 WIB, dimana Jalan
Pariwisata memiliki kapasitas 3090,92 SMP/Jam dan derajat kejenuhan
0,86,Tingkat pelayanan D, Jalan Sedap Malam 2340,15 SMP/Jam dan derajat
kejenuhan 0,71, Tingkat pelayanan C, Jalan Putri Gading Cempaka memiliki
kapasitas 2290,36 SMP/Jam dan derajat kejenuhan 0,64, Tingkat pelayanan B.
Hasil analisis kinerja lalu lintas pada Simpang Tiga Penurunan, pendekat Ratu
Agung memiliki tundaan 15,62 detik/SMP, pendekat Fatmawati memiliki
tundaan 16,00 detik/SMP, pendekat Putri Gading Cempaka memiliki tundaan
15,22 detik/SMP. Hasil analisis kinerja pada Simpang Bundara Syarifudin A.R.,
pendekat Putri Gading Cempaka memiliki tundaan 8,47 detik/SMP, pendekat
Sedap Malam I memiliki tundaan 10,09 detik/SMP, pendekat Sedap Malam II
memiliki tundaan 8,83 detik/SMP. Angka ini menunjukkan bahwa Simpang Tiga
Penurunan dan Simpang Bundaran Syarifudin A.R. mengacu pada Peraturan
Menteri Perhubungan No. 96 Tahun 2015 memiliki tingkat pelayanan C.
Kata Kunci : Andalalin, Kinerja Jaringan Jalan, Kinerja Simpang, PKJI 2023
PENGARUH SUSU KEDELAI (Glycine max L.) DAN LESITIN SEBAGAI FAT REPLACER TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK PADA BOLU KUKUS
Bolu kukus merupakan jenis kue yang menggunakan telur sebagai bahan baku utama
untuk pembentukan buih, emulsifikasi serta koagulasi. Jenis tumbuhan yang sering
dimanfaatkan untuk menggantikan sebagian telur adalah sumber protein nabati. Salah satu
sumber protein nabati yang berpotensi sebagai menggantikan peranan telur pada pembuatan
bolu kukus yaitu tepung kedelai. Penambahan bahan lain seperti emulsifier diperlukan agar
meningkatkan kualitas akhir bolu kukus. Tujuan penelitian ini menentukan pengaruh
perbandingan telur : susu kedelai dan penambahan lesitin terhadap sifat fisik, kimia,
organoleptik bolu kukus.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengam 2 Faktor.
Faktor pertama adalah perbandingan telur : susu kedelai, yaitu (T1 (100% : 0%), T2 (75% :
25%), T3 (50% : 50%). Faktor II yaitu penambahan lesitin kedelai L1 (2%), L2 (4%). Masingmasing perlakuan dilakukan 3 kali pengulangan sehingga terdapat 18 unit percobaan dan data
dianalisis dengan menggunakan ANOVA (Analysis of Variance). Data organoleptik yang
diperoleh diuji dengan Friedman Test pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan telur : susu kedelai berpengaruh
nyata terhadap kadar air, Lightness, Hue Angle, Chroma, volume, volume spesifik, hardness,
cohesiveness, springiness, chewiness, gumminess dan resilience, kadar protein dan kadar
lemak sedangkan penambahan lesitin memengaruhi kadar air, Chroma, Lightness, volume,
volume spesifik, hardness, springiness, chewiness, gumminess, resilience dan kadar protein.
Interaksi keduanya berpengaruh nyata terhadap Lightness, Hue Angle, volume spesifik,
hardness, springiness, gumminess, resilience dan uji organoleptik menunjukkan bahwa
adanya perbedaan nyata terhadap organoleptik warna, aroma, tekstur, rasa dan overall.
Karakteristik bolu kukus mengahasilkan rentang nilai kadar air (26,83% – 29,30%), warna L*
(37,63 – 67,53), H* (85,48 – 88,38), C* (70,96 – 96,89), volume (895,01 – 1.029,73 cm3
),
volume spesifik (2,14 – 2,50 cm3
/g), hardness (0,49 – 411 N), cohesiveness (0,76 – 0,99),
springiness (0,45 – 1,01), chewiness (0,38 – 187,78), gumminess (0,37 – 406,02), resilience
(0,17 – 4,49), kadar protein (8,45 – 10,06) dan kadar lemak (9,20 – 13,66). Perlakuan
formulasi T2L1 (75% : 25% : (2%)) menghasilkan bolu kukus terbaik dengan tingkat
kesukaan tertinggi. Harga pokok produksi dari pembuatan bolu kukus menggunakan susu
kedelai dan lesitin tingkat kesukaan tertinggi perlakuan T2L1 sebesar Rp. 24.902,54/loyang.
(Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas
Pertanian, Universitas Bengkulu
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK DISKUSI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR SISWA SMK NEGERI 04 KOTA BENGKULU
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh layanan bimbingan
kelompok dengan teknik diskusi dalam pengambilan keputusan karir siswa.
Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan one group pre-test
post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII TKR 2
SMK Negeri 04 Kota Bengkulu yang berjumlah 20 orang siswa. Sampel
penelitian berjumlah 8 orang dengan teknik purposive sampling. Teknik
pengumpulan data menggunakan angket pengambilan keputusan karir dengan
model skala likert dan analisis data penelitian menggunakan uji-t. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pengambilan keputusan karir siswa sebelum diberikan
layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi dalam kategori rendah,
kemudian pengambilan keputusan karir siswa setelah diberikan layanan
bimbingan kelompok dengan teknik diskusi dalam kategori tinggi. Hasil uji-t
menunjukkan nilai -12,597 yang berarti terdapat perbedaan pengambilan
keputusan karir siswa antara sebelum dan setelah diberikan perlakuan, artinya
terdapat pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi dalam
pengambilan keputusan karir siswa. Hasil penelitian menyarankan kepada guru
BK dapat menggunakan model layanan bimbingan kelompok teknik diskusi
dalam pengambilan keputusan karir siswa.
Kata kunci: pengambilan keputusan karir, layanan bimbingan kelompok,
teknik diskus
PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN METODE ROLE PLAYING UNTUK MENCEGAH PERILAKU CYBERBULLYING PADA SISWA
Penelitian bertujuan untuk membuktikan pengaruh bimbingan kelompok dengan
metode role playing untuk mencegah perilaku cyberbullying pada siswa.
Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan two group pre-test
post-tes control design. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas VIII SMP
Negeri 18 Kota Bengkulu yang berjumlah 62 siswa. Sampel penelitian berjumlah
16 siswa yang meliputi 8 siswa kelompok eksperimen dan 8 siswa kelompok
kontrol diambil dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan
data menggunakan angket perilaku cyberbullying dengan model skala Likert, dan
analisis data penelitian menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
perilaku cyberbullying pada siswa sebelum diberikan layanan bimbingan
kelompok dengan metode role playing dalam kategori sedang dan perilaku
cyberbullying pada siswa sebelum diberikan layanan bimbingan kelompok tanpa
metode role playing juga dalam kategori sedang, kemudian perilaku cyberbullying
pada siswa setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan metode role
playing dalam kategori rendah sedangkan perilaku cyberbullying pada siswa
setelah diberikan layanan bimbingan kelompok tanpa metode role playing
tergolong sedang. Hasil uji-t diketahui bahwa penurunan yang dihasilkan pada
kelompok eksperimen lebih besar dengan nilai 8.132 sedangkan pada kelompok
kontrol sebesar 4.056 yang menunjukkan terdapat perbedaan perilaku
cyberbullying antara siswa yang menerima bimbingan kelompok dengan metode
role playing dan perilaku cyberbullying pada siswa yang menerima bimbingan
kelompok tanpa metode. Maka hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat
pengaruh bimbingan kelompok dengan metode role playing mencegah perilaku
cyberbullying pada siswa.
Kata kunci : cyberbullying, bimbingan kelompok, metode role playin
ENGARUH LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN RATIONAL EMOTIVE BEHAVIORAL THERAPY (REBT) UNTUK MENURUNKAN TINGKAT GLOSSOPHOBIA PADA SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh layanan konseling kelompok
menggunakan pendekatan REBT dalam mereduksi gloossophobia pada siswa.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode eksperimen, menggunakan
desain penelitian two group pre-test post-test control design. Populasi dalam
penelitian ini terdiri dari siswa kelas IX SMP N 5 Kota Bengkulu dengan total 68
siswa. Subjek penelitian berjumlah 10 orang, terdiri dari 5 siswa dalam kelompok
kontrol dan 5 siswa dalam kelompok eksperimen, yang dipilih dengan teknik
purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan
model skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat glossophobia
siswa sebelum diberikan layanan konseling kelompok dengan pendekatan REBT
berada pada kategori tinggi, demikian juga tingkat glossophobia siswa sebelum
mendapatkan layanan konseling kelompok tanpa pendekatan REBT yang juga
dalam kategori tinggi. Namun, setelah diberikan layanan konseling kelompok
dengan pendekatan REBT, tingkat glossophobia siswa menurun dalam kategori
rendah, sementara tingkat glossophobia pada siswa yang menerima layanan
konseling kelompok tanpa pendekatan REBT berada dalam kategori sedang. Hasil
uji t menunjukkan adanya perbedaan tingkat glossophobia antara siswa yang
menerima konseling kelompok dengan pendekatan REBT dan siswa yang
menerima konseling kelompok tanpa pendekatan tersebut. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa layanan konseling kelompok dengan pendekatan REBT
berpengaruh dalam menurunkan tingkat glossophobia pada siswa.
Kata kunci: Glossophobia, Konseling Kelompok, Pendekatan REB
DETEKSI DAN IDENTIFIKASI NEMATODA Meloidogyne spp. PADA TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum L.)
Tomat (Solanum lycopersicum) merupakan tanaman hortikultura penting yang
banyak dibudidayakan di Indonesia, termasuk di Bengkulu. Salah satu kendala utama
dalam budidaya tomat adalah serangan Meloidogyne spp., nematoda puru akar yang
dapat menurunkan hasil hingga 20-40%. Meloidogyne arenaria, sebagai salah satu
spesies dominan, menyebabkan puru pada akar. Penelitian ini bertujuan untuk
mengdeteksi dan mengidentifikasi spesies Meloidogyne spp. yang berasosiasi pada
tanaman tomat berdasarkan karakter morfologi, dan molekuler, serta intensitas
serangan masing-masing tanaman tomat yang terserang Meloidogyne spp. pada
elevasi berbeda. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengdeteksi dan
mengidentifikasi gejala serangan Meloidogyne spp. pada tanaman tomat melalui uji
bioassay.
Penelitian dilakukan pada Juli–Desember 2023 di Bengkulu, meliputi tiga
kabupaten (Rejang Lebong, Kapahiang, dan Bengkulu Tengah). Sampel diambil
menggunakan metode purposive sampling pada tanaman tomat bergejala puru akar.
Intensitas serangan dihitung menggunakan indeks Zeck (1971), sedangkan populasi
nematoda diekstraksi dari akar dan tanah menggunakan teknik Baermann dan flotasi
sentrifugasi. Identifikasi spesies Meloidogyne arenaria dilakukan melalui analisis pola
perineal dan PCR dengan primer CO1 spesifik. Uji bioassay dilakukan untuk
memvalidasi kesamaan gejala antara lapangan dan rumah kasa. Data dianalisis secara
statistik menggunakan SPSS untuk melihat hubungan intensitas serangan dengan
populasi nematoda.
Hasil penelitian menunjukkan intensitas serangan tertinggi 50% terjadi di
dataran tinggi 1180 mdpl, terutama di Desa Sumber Urip kecamatan Selupu Rejang
Kabupaten Rejang Lebong, sedangkan serangan terendah 10% ditemukan di dataran
rendah 25 mdpl di Desa Pasar Pedati Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu
Tengah. Sedangkan intensitas serangan sedang 30% ditemukan di wilayah dataran
sedang 529 mdpl di Desa Taba Saling Kecamatan Tebat Karai Kabupaten Kapahiang.
Gejala utama infeksi pada tomat adalah pembentukan puru pada akar dengan tiga
bentuk (kecil, besar, memanjang). Tanaman terinfeksi menunjukkan daun kuning
cerah, cabang sedikit, dan buah terlambat matang. Analisis menunjukkan adanya
korelasi linear positif antara intensitas serangan dengan populasi nematoda baik dikar
maupun di tanah, yang mengindikasikan bahwa peningkatan populasi nematoda
berbanding lurus dengan tingkat serangan pada tanaman tomat. Identifikasi morfologi
melalui pola perineal dan konfirmasi molekuler menggunakan PCR dengan primer
CO1 menunjukkan pita DNA target berukuran 360bp, yang mengindikasikan spesies
Meloidogyne arenaria. Uji bioassay menunjukkan kesamaan gejala antara lapangan
dan rumah kasa, memperkuat validitas identifikasi. Gejala khas seperti puru akar dan
keterlambatan pematangan buah muncul secara konsisten. Identifikasi pola perineal
dari tanaman uji sesuai dengan referensi literatur
KAJI SIFAT FISIK DAN MEKANIK KOMPOSIT HYBRID RESIN EPOXY BERPENGUAT ABU BATUBARA DAN ECENG GONDOK
Abu batubara merupakan limbah pabrik yang belum banyak digunakan,
begitu pula tumbuhan eceng gondok yang sering dianggap sebagai tumbuhan
gulma di perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh
penambahan serbuk eceng gondok dan abu batubara terhadap sifat fisik dan
mekanik komposit hybrid resin epoxy. Komposit dibuat dengan metode hand lay�up menggunakan resin epoxy sebagai matriks, sedangkan abu batubara dan serbuk
eceng gondok berfungsi sebagai penguat. Variasi fraksi volume penguat yang
digunakan adalah 50% dan 60%, dengan proporsi abu batubara dan serbuk eceng
gondok yang berbeda. Pengujian yang dilakukan meliputi uji densitas, tarik
(ASTM D 638), impak (ASTM D 5941), dan bending (ASTM D 790). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa proporsi abu batubara yang lebih tinggi
meningkatkan densitas, sedangkan serbuk eceng gondok cenderung menurunkan
densitas. Pada pengujian mekanik, nilai pengujian tertinggi diperoleh pada variasi
fraksi volume AE25, dengan porsi 25% abu batubara, 25% serbuk eceng gondok,
dan 50% resin epoxy. Nilai kekuatan tarik tertinggi sebesar 3,804 MPa, ketahanan
impak tertinggi dengan nilai 63,43 J/m², sementara kekuatan bending tertinggi
diperoleh dengan nilai 9,81 MPa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah
keseimbangan antara abu batubara dan serbuk eceng gondok serta fraksi
resin epoxy 50% menghasilkan sifat mekanik yang optimal.
Kata kunci: Komposit, abu batubara, eceng gondok, sifat fisik, sifat mekanik