University of Bengkulu

UNIB Scholar Repository
Not a member yet
    31735 research outputs found

    PENGARUH KOMPETENSI MANAJERIAL, KEWIRAUSAHAAN, DAN SUPERVISI TERHADAP KINERJA KEPALA SEKOLAH DASAR NEGERI DI KOTA LUBUK LINGGAU

    No full text
    Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pengaruh kompetensi manajerial, kewirausahaan, dan supervisi terhadap kinerja kepala sekolah dasar negeri di Kota Lubuklinggau. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini dengan pendekatan kuantitatif menggunakan data primer. Teknik pengumpulan data menggunakan sampel proporsional dengan instrumen berbentuk kuesioner tertutup yang disebarkan kepada 246 responden guru sekolah dasar negeri di Kota Lubuk Linggau. Sedangkan analisis data menggunakan path analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) kompetensi manajerial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja kepala sekolah dengan kontribusi 96,3%; (b) kompetensi kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan dengan kontribusi 88,8%; (c) kompetensi supervisi berpengaruh positif dan signifikan dengan kontribusi 71,9%; (d) kombinasi kompetensi manajerial-kewirausahaan dan manajerial-supervisi berkontribusi 92,7%; (e) kombinasi kewirausahaan-supervisi berkontribusi 79,5%. Secara simultan, ketiga kompetensi berkontribusi 92,7% terhadap kinerja kepala sekolah. Kemudian berdasarkan temuan ini, dirancang sebuah model peningkatan kinerja kepala sekolah dalam bentuk buku panduan terintegrasi pembinaan rutin dan peningkatan kinerja berbasis ketiga kompetensi tersebut. Kata Kunci: Kinerja Kepala Sekolah; Kompetensi Manajerial; Kompetensi Kewirausahaan; Kompetensi Supervis

    KEMAMPUAN MENULIS TEKS ANEKDOT PADA SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 KOTA BENGKULU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan menulis teks anekdot siswa kelas X di SMK Negeri 1 Kota Bengkulu. Fokus penelitian mencakup lima aspek utama: ketepatan judul, kelengkapan struktur isi, keaktualan topik, makna tersirat, dan kepaduan cerita. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 60 siswa sebagai sampel yang dipilih secara acak dari populasi 465 siswa. Data dikumpulkan melalui tes menulis teks anekdot dan dinilai menggunakan rubrik terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kemampuan menulis siswa berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 83. Pada aspek ketepatan judul, sebanyak 45 siswa (75%) berada pada kategori baik dan 15 siswa (25%) pada kategori sangat baik. Aspek kelengkapan struktur isi menunjukkan bahwa 35 siswa (58,3%) berada pada kategori baik, sementara 8 siswa (13,3%) memenuhi kategori sangat baik, dengan kelemahan utama pada elemen koda. Pada aspek keaktualan topik, 30 siswa (50%) berada pada kategori sangat baik, sementara 30 siswa (50%) pada kategori baik, menunjukkan relevansi tinggi terhadap isu terkini. Aspek makna tersirat mencatat bahwa 10 siswa (16,7%) berada pada kategori sangat baik, namun masih ada 19 siswa (31,7%) yang berada pada kategori cukup. Terakhir, aspek kepaduan cerita menunjukkan hasil yang baik dengan 51 siswa (85%) pada kategori baik, meskipun 2 siswa (3,3%) masih berada pada kategori cukup. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan metode pembelajaran inovatif, seperti project-based learning, untuk membantu siswa meningkatkan pemahaman struktur teks, menyampaikan pesan moral, serta mengintegrasikan humor secara efektif dalam teks anekdot. Kata kunci: Kemampuan menulis, teks anekdot, project-based learnin

    PREVALENSI DAN JENIS PENYAKIT KARANG DI PERAIRAN PULAU TIKUS KOTA BENGKULU

    No full text
    Prevalensi penyakit karang adalah ukuran yang menunjukkan seberapa banyak koloni karang yang terinfeksi penyakit dalam suatu populasi atau area pada waktu tertentu. Kondisi terumbu karang di Pulau Tikus semakin menurun setiap tahunnya. Selain faktor alam, faktor antropogenik juga penyebab dari menurunnya kondisi terumbu karang. Salah satu dampak yang disebabkan oleh antropogenik ini adalah pencemaran yang menyebabkan penyakit karang. Penyakit yang menyerang karang adalah salah satu komponen lingkungan yang dapat menyebabkan kerusakan terumbu karang. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis penyakit karang dan menghitung nilai prevalensi penyakit karang di perairan Pulau Tikus. Penelitian ini menggunakan metode survei, pengambilan data penelitian menggunakan metode purposive sampling, pendataan penyakit karang menggunakan transek sabuk (Belt transect). Ditemukan 6 jenis penyakit, yaitu White Band Disease, Yellow Band Disease, White Plague, Pink Blotch, Skeletal Eroding Band, dan Ulcerative White Spot. Stasiun 1 merupakan persentase prevalensi penyakit tertinggi dengan nilai 9,09%, sedangkan pada stasiun 2 persentase prevalensi penyakit terendah dengan nilai 1,57%. Kata kunci : Prevalensi, Penyakit Karang, Terumbu Karang, Pulau Tiku

    DINAMIKA POPULASI LOBSTER BAMBU (Panulirus versicolor) DAN LOBSTER BATU (Panulirus penicillatus) YANG TERTANGKAP OLEH NELAYAN DESA KAANA PULAU ENGGANO

    No full text
    Tahun 2021 subfilum Crustacea menempatkan lobster pada posisi ketiga dalam statistik perikanan Indonesia, setelah udang dan kepiting. Volume dan nilai ekspor masing-masing mencapai 1.959.913 kilogram dan US$28.616.955. Indonesia memproduksi lobster pada tahun 2022 sebanyak 7.795 ton, pada tahun 2023 sebanyak 8.716 ton. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan menentukan status populasi lobster bambu (Panulirus versicolor) dan lobster batu (Panulirus penicillatus) di perairan Desa Kaana Pulau Enggano berdasarkan pendugaan parameter dinamika populasi. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pengukuran secara langsung dan wawancara kepada nelayan di Desa Kaana Pulau Enggano. Hasil penelitian didapatkan bahwa ukuran panjang karapas lobster berkisar 13-42 cm dengan pola pertumbuhan allometrik negatif. Laju pertumbuhan lobster cenderung lambat dengan pertambahan panjang lebih dominan daripada pertambahan bobotnya. Populasi lobster batu dan lobster bambu di wilayah penelitian belum terindikasi mengalami eksploitasi berlebihan. Nilai laju eksploitasi (E) pada lobster batu sebesar 0,31 menunjukkan tingkat eksploitasi sedang dan masih berada di bawah ambang batas eksploitasi optimal E = 0,5 sedangkan nilai E pada lobster bambu hanya sebesar 0,09, yang mencerminkan tingkat eksploitasi yang sangat rendah. Dengan demikian kedua spesies lobster masih berada dalam kondisi status populasi tidak terindikasi eksploitasi berlebihan. Kata kunci : Dinamika populasi, lobster bambu dan lobster batu, Enggan

    EDUKASI DAN PENDAMPINGAN MANAJEMEN LAKTASI PADA Ny. A G1P0A0 DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN RUSMIATY KOTA BENGKULU

    No full text
    Laktasi adalah proses menyusui dari produksi sampai pada keadaan bayi menghisap dan menelan ASI (Air Susu Ibu). Namun banyak ibu yang gagal memberikan ASI eksklusif dikarenakan beberapa faktor, seperti rendahnya pengetahuan ibu dan keluarga mengenai manfaat ASI, cara menyusui yang benar, kurangnya konseling laktasi, faktor sosial budaya, gencarnya pemasaran susu formula. Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan asuhan kebidanan pada Ny. A dengan pemberian edukasi dan pendampingan manajemen laktasi di PMB Rusmiaty Kota Bengkulu. Hasil asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. A dilakukan sesuai dengan rencana kebidanan. Evaluasi akhir berjalan dengan baik tanpa ada hambatan. Proses pendampingan laktasi dari masa kehamilan dilakukan perawatan payudar serta kebutuhan nutrisi dan gizi ibu hamil berjalan lancar, persalinan berjalan secara spontan, bayi lahir sehat dan dilakukan IMD segera setelah lahir, masa nifas dilakukan pijat oksitosin serta kebutuhan nutrisi dan gizi masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI hingga 2 minggu masa nifas berjalan lancar. Kesimpulan dari asuhan kebidanan komprehensif adalah asuhan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan klien/subjek yang didukung teori dan evidance based dalam kebidanan. Asuhan selama 7 minggu berjalan lancar dan normal. Kata Kunci : Edukasi, Pendampingan, Laktas

    TEACHERS’ READINESS IN THE IMPLEMENTATION OF MERDEKA CURRICULUM OF ENGLISH SUBJECT AT SMAN 01 BENGKULU TENGAH

    No full text
    The study aims to find out the teachers’ readiness, supporting factors, and obstacles faced by English teachers in English subject in implementing Merdeka curriculum at SMAN 01 Bengkulu Tengah. This study employed mixed methods and the participants were three English teachers who taught English subject at X-XI grade at SMAN 01 Bengkulu Tengah in Bengkulu Province. Data collection was conducted using questionnaires and interviews. The questionnaire consisted of 23 items with four possible answers; Strongly Agree, Agree, Not Agree and Strongly Not Agree. Then the researcher conducted interviews to answer research question number two and three. The result shows the readiness in implementing the curriculum in their classroom showed is teachers have three categories answers of readiness: strongly agree, agree, and not agree. And the highest score are agree and strongly agree with 77% of readiness in learning plan, learning process and learning evaluation. The results of interviews shows that teachers have obstacles in access PMM, obstacles of English texbooks and obstacles in diagnose assessment. Then, the supporting factors shows teachers have learning community, school facilitate providing, and teachers’ understanding in PMM. From the results obtained in this study, it was hoped that teachers to be more prepare to get ready in the implementation of Merdeka curriculum in English subject to achieve their goals as expected. Keywords: Merdeka curriculum, Teacher Readiness

    ANALISIS EKSPOR BATUBARA INDONESIA

    No full text
    Indonesia ialah negara berkembang yang meyakini metode ekonomi terbuka yang tak luput pada hubungan perdagangan internasional bersama negara lain baik dalam bidang ekspor ataupun impor. Dalam hal ini, negara terus berupaya mengerjar ekspor melalui komoditas yang ada di setiap daerah. Dengan hal ini diharapkan nantinya, proses pertumbuhan ekonomi akan berjalan seiring dengan gencarnya setiap daerah melakukan perdagangan internasional. Sehingga dampak yang akan di timbulkan ialah, pertumbuhan ekonomi negara menjadi maju. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis ekspor batubara Indonesia dengan mengetahui berapa besar pengaruh Volume Ekspor Batubara, Harga Ekspor Batubara, Nilai Tukar, Gross Domestic Product (GDP). Metode penelitian yang digunakan ialah regresi data panel. Tahap pertama dengan melakukan penentuan model regresi antara model Common Effect Model (CEM), Fixed Effect Model (FEM), dan Random Effect Model (REM). Kemudian setelah didapatkan model terbaik, dilakukanlah uji hipotesis dan uji asumsi klasik. Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data sekunder. Data sekunder dari tahun 2015- 2022 diperoleh melalui Badan Pusat Statistik dan World Bank. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa koefisien dari variabel harga ekspor batubara sebesar 7.921719 dan probabilitas 0,0489. Hal ini menunjukkan bahwa variabel harga ekspor batubara berpengaruh positif dan signifikan terhadap volume ekspor di Indonesia. Variabel Gross Domestic Product sebesar 0.003835 dan probabilitas 0,0801. Hal ini menunjukkan bahwa variabel GDP negative terhadap volume eskpor batubara di Indonesia. Variabel nilai tukar sebesar - 86.04704 dan probabilitas 0,2698. Hal ini menunjukkan bahwa variabel nilai tukar negative terhadap volume ekspor di Indonesia. . Kata Kunci: Volume Ekspor Batubara, Harga Ekspor Batubara, Nilai Tukar, Gross Domestic Product (GDP

    PERAN MEDIASI KEADILAN PROSEDURAL DAN KETERLIBATAN KERJA SERTA PERAN MODERASI EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN PADA PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KEPUASAN KERJA

    No full text
    Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki tujuan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat serta memberikan perawatan individu tingkat pertama. Salah satu faktor utama agar puskesmas dapat menjalankan perannya dengan efektif adalah tingkat kepuasan kerja dari para pegawai. Dengan mengukur dan memahami kepuasan kerja, organisasi dapat mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki serta mengimplementasikan strategi yang dapat meningkatkan kondisi kerja dan kesejahteraan karyawan, yang pada gilirannya akan memberikan manfaat bagi individu dan organisasi secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh kecerdasan emosional, keterlibatan kerja, keadilan prosedural, dan efektivitas kepemimpinan terhadap kepuasan kerja. Penelitian ini juga mengkaji peran mediasi keterlibatan kerja dan keadilan procedural pada pengaruh kecerdasan emosional terhadap kepuasan kerja. Di samping itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas kepemimpinan memoderasi pengaruh kecerdasan emosional, keterlibatan kerja, dan keadilan prosedural terhadap kepuasan kerja. Harapannya, pemahaman mendalam mengenai aspek-aspek tersebut dapat memberikan wawasan yang lebih luas dalam meningkatkan kinerja puskesmas, memperbaiki kualitas pelayanan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sumatera Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis statistik menggunakan SmartPLS 4.1. Populasi yang diteliti adalah seluruh perawat yang bekerja di puskesmas di Sumatera Selatan, yang berjumlah 7.474 orang yang tersebar di 348 puskesmas. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified sampling, yang mana pada tingkat pertama dilakukan pemilihan acak terhadap puskesmas yang akan diteliti, menghasilkan 66 puskesmas terpilih. Pada tingkat kedua, seluruh perawat di puskesmas terpilih dijadikan sampel. Dari 66 puskesmas yang terpilih, sebanyak 400 perawat bersedia mengisi data lengkap dalam penelitian ini. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui survei menggunakan Google Form dengan distribusi link secara langsung kepada responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan keadilan prosedural, berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Pengujian hipotesis mengonfirmasi bahwa keadilan prosedural berperan sebagai mediator yang memperkuat pengaruh kecerdasan emosional terhadap kepuasan kerja, sementara keterlibatan kerja tidak terbukti memiliki peran mediasi dalam hal ini. Selain itu, viii ix efektivitas kepemimpinan kepala puskesmas terbukti memperkuat hubungan antara keadilan prosedural dan kepuasan kerja. Namun, efektivitas kepemimpinan tidak memoderasi pengaruh keterlibatan kerja dan kecerdasan emosional terhadap kepuasan kerja. Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa langkah dapat diambil untuk meningkatkan kepuasan kerja di puskesmas. Pertama, kepala puskesmas perlu fokus pada peningkatan kecerdasan emosional karyawan dan pemimpin melalui pelatihan yang berfokus pada pengelolaan emosi, komunikasi efektif, dan empati. Keterlibatan karyawan juga sangat penting dalam mempengaruhi kepuasan kerja, oleh karena itu, disarankan bagi kepala puskesmas untuk memberikan peluang bagi karyawan untuk berkontribusi lebih besar, memberikan penghargaan atas pencapaian, serta memastikan adanya komunikasi yang jelas mengenai tujuan dan visi organisasi. Selain itu, penting untuk memperkuat persepsi keadilan prosedural dengan memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil dalam organisasi didasarkan pada prosedur yang adil, transparan, dan objektif. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa efektivitas kepemimpinan memperkuat hubungan antara kecerdasan emosional dan kepuasan kerja, sehingga pengembangan keterampilan kepemimpinan yang mendukung aspek emosional dan interpersonal sangat diperlukan. Implikasi akademik dari penelitian ini mengonfirmasi bahwa kecerdasan emosional dan keadilan prosedural memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, yang sejalan dengan temuan penelitian sebelumnya. Keadilan prosedural sebagai mediator yang memperkuat hubungan antara kecerdasan emosional dan kepuasan kerja, yang pada gilirannya berdampak positif pada kepuasan karyawan. Selain itu, efektivitas kepemimpinan di puskesmas terbukti memainkan peran kunci dalam memperkuat pengaruh keadilan prosedural terhadap kepuasan kerja. Namun, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan. Pertama, pengukuran variabel kecerdasan emosional dan keterlibatan kerja menggunakan skala persepsi individu, yang bersifat subjektif. Untuk meningkatkan objektivitas pengukuran pada penelitian selanjutnya, disarankan untuk melibatkan penilaian dari atasan atau pihak ketiga. Kedua, penelitian ini hanya meneliti pengaruh kecerdasan emosional terhadap kepuasan kerja. Penelitian selanjutnya dapat memperluas dengan menambah variabel independen dan dependen lain, seperti faktor eksternal yang mempengaruhi kepuasan kerja atau variabel-variabel yang lebih kompleks terkait kinerja karyawan untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh tentang dinamika tempat kerja. Kata Kunci: Kecerdasan Emosional, Keadilan prosedural, Keterlibatan Kerja, Kepuasan Kerja, perawat puskesmas di Sumatera Selatan

    PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG TEMPE DAUN KELOR (Moringa oleifera) DALAM RANSUM SEBAGAI FEED SUPLEMENT TERHADAP BERAT DAN BAGIAN-BAGIAN TELUR PUYUH (Coturnix-coturnix japonica)

    No full text
    Sumber protein hewani pada unggas salah satunya adalah puyuh. Puyuh merupakan salah satu unggas yang ditingkatkan produksinya. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan performans puyuh sebagai unggas petelur. Diantaranya dilakukan dengan penambahan Feed Supplement alami dalam ransum yaitu daun kelor (Moringa oleifera). Kelor merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan menjadi pakan fungsional. Tanaman ini juga mengandung vitamin, mineral, antioksidan, asam amino, esensial lengkap yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Fermentasi tepung daun kelor diharapkan bisa meningkatkan protein kasar dan menurunkan serat kasar.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan tepung tempe daun kelor (TTDK) sebagai feed supplement alami dalam ransum terhadap berat dan bagian-bagian telur puyuh. Yang dilaksanakan di CZAL (Comercial Zone and Animal Laboratory) Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), 5 perlakuan dengan 5 ulangan, setiap ulangan terdiri 8 ekor puyuh sehingga dibutuhkan puyuh sebanyak 200 ekor fase produksi umur 112 hari. P0: ransum basal, P1: ransum basal + 1% TTDK, P2: ransum basal + 2% TTDK, P3: ransum basal + 3% TTDK, dan P4: ransum basal + 4% TTDK. Variabel yang diamati adalah berat telur, warna yolk,berat yolk, berat albumen, berat kerabang, persentase yolk, persentase albumen dan persentase kerabang telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung tempe daun kelor sampai level 4% berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap semua variabel. Rataan berat telur berkisar 10,36 – 10,95 g/butir, skor warna yolk berkisar 4,57-4,93, berat yolk berkisar 3,30- 3,48 g/butir, berat albumen berkisar antara 5,26-5,60 g/butir, berat kerabang telur berkisar antara 1,35-1,43 g/butir. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung tempe daun kelor dalam ransum sebagai feed suplement tidak dapat meningkatkan berat telur, berat yolk, berat albumen, berat kerabang dan warna yolk. (Program Studi Peternakan, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu, 2025

    6,135

    full texts

    31,735

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNIB Scholar Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇