University of Bengkulu

UNIB Scholar Repository
Not a member yet
    31735 research outputs found

    PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) DENGAN PEMBERIAN ABU JANJANG KELAPA SAWIT DAN PUPUK UREA PADA TANAH ULTISOL

    No full text
    Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan salah satu tanaman pangan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk; a) mendapatkan kombinasi terbaik dari abu janjang kelapa sawit dan urea terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah; b) mendapatkan dosis pupuk abu janjang kelapa sawit yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah; c) serta mendapatkan dosis pupuk urea yang terbaik pada pertumbuhan dan hasil kacang tanah. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor yang disusun secara faktorial. Faktor I adalah dosis Abu Janjang Kelapa Sawit yang terdiri dari K0 = 0 ton ha-1 , K1 = 2 ton ha-1 , K2 = 4 ton ha-1 K3 = 6 ton ha-1 . Faktor II adalah pupuk Urea yang terdiri dari N0 = 0 kg ha-1 , N1 = 25 kg ha-1 , N2 = 50 kg ha1 , N3 = 75 kg ha-1 . Dari perlakuan yang digunakan diperoleh 16 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga didapatkan 48 unit percobaan dengan petak ukuran 2,5 m x 2 m. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi pemberian dosis Abu janjang kelapa sawit dan pupuk urea memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah polong cipo, bobot kering biji per petak, dan bobot 100 biji. Pemberian dosis abu janjang kelapa sawit memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, umur berbunga, bintil akar, tingkat kehijauan daun, jumlah polong bernas per tanaman, bobot kering polong per tanaman, dan bobot kering polong per petak. Pemberian dosis urea berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, umur berbunga, bintil akar, tingkat kehijauan daun, dan bobot kering polong perpetak. (Program Studi Agroekoteknologi, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu

    TATA NIAGA HASIL HUTAN BUKAN KAYU JENIS BAMBU SEBAGAI BAHAN KERAJINAN DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA SINABULAN KECAMATAN PANGURURAN KABUPATEN SAMOSIR

    No full text
    Tata niaga bambu adalah sistem atau mekanisme yang mengatur proses perdagangan bambu, mulai dari produksi hingga distribusi dan penjualan kepada konsumen. Dalam konteks ini, tata niaga mencakup berbagai aspek seperti rantai pasok, harga, pemasaran, dan akses pasar. Bambu merupakan salah satu bahan alami yang sangat berharga dan bermanfaat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Sebagai bahan baku, bambu mudah dibelah, dibentuk serta diolah. Selain menggantungkan perekonomian melalui sektor pertanian, masyarakat Desa Sinabulan juga menggantungkan perekonomiannya pada kegiatan kerajinan anyaman bambu. Kegiatan menganyam bambu telah menjadi tradisi turun-temurun yang masih dipertahankan hingga saat ini. Dalam proses pembuatan kerajinan bambu, tidak hanya istri yang terlibat, tetapi suami dan istri memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menganyam bambu. Bambu yang digunakan dalam pembuatan kerajinan di Desa Sinabulan diperoleh tidak berasal langsung dari wilayah Desa tersebut melainkan dipasok dari Kabupaten Simalungun. Kepemilikan bambu dalam perdagangan ini dapat bersifat pribadi atau tidak, sehingga menimbulkan pertanyaan tata niaga hasil hutan bukan kayu jenis bambu untuk bahan baku kerajinan. Penelitian ini memiliki tiga tujuan yaitu pertama, untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat perajin bambu di Desa Sinabulan. Kedua, untuk mengetahui tata niaga bambu masyarakat di Desa Sinabulan dan ketiga, untuk mengetahui hasil kontribusi pendapatan dari kerajinan bambu di Desa Sinabulan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir. Penelitian ini sudah dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2025 di Desa Sinabulan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir dan di Desa Sondi Raya, Kabupaten Simalungun. Berdasarkan data kependudukan yang diperoleh dari Kantor Desa Sinabulan jumlah jumlah masyarakat yang menganyam bambu sebanyak 116 KK. Dalam penelitian ini, sampel sebanyak 54 responden atau 10% dari total populasi dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Hasil Penelitian menunjukkan kondisi sosial ekonomi perajin bambu di Desa Sinabulan sebagian besar berasal dari kelompok usia produktif (15-60 tahun) dengan tingkat pendidikan yang umumnya setara SMA/SMK. Rata-rata perajin memiliki jumlah anggota keluarga yang sedikit, yaitu antara 1-3 orang. Mayoritas warga asli Desa Sinabulan memiliki lahan pertanian yang sempit (< 1 Ha), berasal dari warisan keluarga. Pekerjaan sampingan yang paling umum adalah menganyam tampi. Tata niaga bambu di Desa Sinabulan dimulai dari pemilik bambu menerima Rp5.000 per ikat, sementara pemanen memperoleh upah sebesar Rp16.000 per ikat, dengan biaya transportasi yang ditanggung sendiri oleh pemanen. Selanjutnya, pengepul menjual bambu tersebut kepada masyarakat di Desa Sinabulan dengan harga Rp45.000 per ikat, sehingga memperoleh keuntungan bersih sebesar Rp24.000 per ikat setelah dikurangi biaya pemilik dan pemanen. Pemasaran hasil kerajinan dengan harga jual sebesar Rp30.000 per buah. Usaha kerajinan bambu memberikan kontribusi yang cukup berarti terhadap total pendapatan keluarga perajin. Pada bulan Maret, kontribusinya sebesar 35,39%, dan pada bulan April meningkat sedikit menjadi 36,33%. Persentase ini termasuk dalam kategori “sedang”. (Program Studi Kehutanan, Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

    KAJIAN KERAGAMAN JENIS DAN PREFERENSI HABITAT KANTONG SEMAR (Nepenthes spp) DI BUKIT DAUN KABUPATEN REJANG LEBONG PROVINSI BENGKULU

    No full text
    Hutan Lindung Bukit Daun ditetapkan berdasarkan keputusan Menteri Kehutanan No. 784/MENHUT-II/2012 tanggal 27 Desember 2012 dengan luas ± 85.925 Ha. Hutan Lindung Bukit Daun mencakup lima kabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu (DLHK Provinsi Bengkulu, 2019). Hutan Lindung Bukit Daun menjadi habitat bagi banyak flora dan fauna di dalamnya, salah satu flora yang ada di wilayah Hutan Lindung Bukit Daun yaitu kantong semar (Nepenthes spp). Nepenthes spp merupakan tumbuhan bawah (herba) dan dapat tumbuh sebagai liana maupun tumbuh secara teresterial (Mansur, 2012) serta mempunyai kemampuan memangsa serangga (insectivorous species/pitcher plan), sehingga masuk kategori tumbuhan karnivora (Mardhiana et al., 2012). Konservasi spesies Nepenthes spp sangatlah penting karena mereka dilindungi oleh undang-undang Indonesia dan dianggap sebagai bagian penting dari keanekaragaman hayati negara ini (Salmiyati, 2019). Tumbuhan Nepenthes spp dilindungi berdasarkan UndangUndang No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Hayati dan Ekosistemnya serta Peraturan Pemerintah No. 7/1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Perlindungan terhadap Nepenthes spp juga diatur dalam PERMENLHK Republik Indonesia Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 yang mana terdapat 59 jenis Nepenthes spp yang dilindungi oleh pemerintah. Menurut IUCN (2000) dilihat dari status konservasinya Nepenthes spp termasuk ke dalam tumbuhan yang terancam punah namun populasinya lebih banyak di alam. Nepenthes spp masuk ke dalam red list, dengan kriteria risiko rendah (Low Risk). Meskipun Nepenthes spp masih banyak ditemukan di alam, banyak hal yang sangat mempengaruhi populasinya. CITES (2008) mengkategorikan beberapa jenis Nepenthes spp ke dalam Appendix II, daftar yang masuk ke dalam Appendix II merupakan spesies yang tidak terancam punah, tetapi mungkin akan terancam punah jika perdagangan terus dilakukan tanpa adanya pengaturan. Oleh karena itu, penelitian tentang keragaman dan preferensi habitat Nepenthes spp sangat penting dilakukan untuk menambah informasi tentang Nepenthes spp yang terdapat di Bukit Daun Kabupaten Rejang Lebong Penelitian ini menggunakan metode pengambilan purposive sampling atau metode sampel purposif. Pengamatan dilakukan dengan menentukan arah jalur pengamatan dengan didukung oleh data sekunder, jika ditemukan Nepenthes spp maka akan dilakukan pembuatan titik koordinat dan pengamatan terkonsentrasi, yang mana pengamatan ini bermaksud untuk mengetahui jenis dari Nepenthes spp. Data yang diamnil di lapangan adalah jenis Nepenthes spp, jumlah individu dan faktor lingkungan (suhu, kelembaban, intensitas cahaya, pH tanah dan sifat fisik dan kimia tanah). Kemudian data faktor lingkungan nantinya akan diolah menggunakan aplikasi minitab untuk mengetahui preferensi habitat, dengan melihat komponen mana yang dominan berpengaruh terhadap habitat Nepenthes spp. Jenis Nepenthes spp yang ditemukan, yaitu Nepenthes gracilis Korth., Nepenthes reinwardtiana Miq., Nepenthes pectinata Danser. Jenis paling banyak ditemukan yaitu N. pectinata dengan jumlah individu 217. Dapat disimpulkan bahwa Bukit Daun merupakan habitat yang sangat cocok bagi N. pectinata. Indeks keanekaragaman jenis tumbuhan kantong semar (Nepenthes spp) dikatakan rendah, yaitu (H’) = 0,08. Penggolongan ini berdasarkan kriteria yang ditetapkan Shannon-Wiener, yaitu bila H’< 1 maka keanekaragaman spesiesnya rendah. Sedangkan untuk indeks kemerataan yaitu 0,17 berarti kemerataan jenis Nepenthes spp berada dalam kondisi rendah dan tidak seimbang. Hasil analisis preferensi habitat yang dilakukan dengan menganalisa data statistik, menunjukan bahwa komponen pertama (PC1) dan komponen kedua (PC2) menjelaskan 80.2% dari total variasi data. Dari grafik PCA menunjukkan bahwa suhu memiliki kontribusi dominan pada PC1, dengan hubungan yang positif. Pada PC2, pH tanah menjadi variabel dominan, dengan hubungan yang positif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa suhu berpengaruh positif terhadap keberadaan ataupun habitat dari Nepenthes spp. (Program Studi Kehutanan, Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

    SUPER EDGE MAGIC TOTAL LABELING PADA GRAPH (5,3)-CYCLE BOOKS �[(�, �), (�, �), �] UNTUK SEMUA � BILANGAN BULAT POSITIF

    No full text
    Edge magic total labeling pada graph �(�(�), �(�)) adalah fungsi bijektif ℎ: �(�) ∪ �(�) → {1, 2, 3, … , � + �}, di mana � dan � masing-masing merupakan kardinalitas dari �(�) dan �(�), sehingga ℎ(�) + ℎ(�, �) + ℎ(�) = � untuk setiap edge (�, �) ∈ �(�). Bilangan � disebut magic costant pada �. Edge magic total labeling pada graph � disebut super edge magic total labeling bila ℎ(�) ∈ {1, 2, 3, … , �} untuk setiap � ∈ �(�). Penelitian ini difokuskan pada super edge magic total labeling graph (�, �)-cycle books �[(�, �), (�, �), 2]. Graph (�, �)- cycle books �[(�, �), (�, �), 2] merupakan graph yang terdiri dari �-copies cycle �ఈ dan �-copies cycle �ఉ dengan common path �ଶ . Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki super edge magic total labeling pada graph (5,3)-cycle books �[(5, 3), (3, �), 2] untuk semua � bilangan bulat positif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa graph (5,3)-cycle books �[(5, 3), (3, �), 2] memiliki super edge magic total labeling untuk semua � bilangan bulat positif. Kata kunci: edge magic total labeling, super edge magic total labeling, cycle book

    PENGARUH TEKNOLOGI INFORMASI, KOMPETENSI PENGGUNA DAN DUKUNGAN MANAJEMEN TERHADAP KUALITAS INFORMASI AKUNTANSI (Studi Empiris pada SKPD Kabupaten Musi Rawas)

    No full text
    Di era globalisasi saat ini, informasi dipahami sebagai data yang telah diolah untuk pengambilan keputusan. Kualitas informasi akuntansi memiliki peran yang sangat signifikan dalam menilai keandalan dan kebermanfaatan data akuntansi, kualitas informasi akutansi dalam sebuah organisasi dapat dikatakan efektif ketika data yang disajikan akurat, relevan, dan disediakan pada waktu yang tepat. Perkembangan teknologi informasi saat ini dapat mendorong instansi pemerintah dalam menggunakan aplikasi yang telah disediakan, salah satunya adalah aplikasi SIPD. Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) merupakan suatu sistem pendokumentasian, pengelolaan, pengolahan, dan penyebarluasan data pembangunan daerah kepada masyarakat untuk digunakan dalam pengambilan keputusan mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kinerja pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh teknologi informasi, kompetensi pengguna, dan dukungan manajemen terhadap kualitas informasi akuntansi. Penelitian ini dilakukan di SKPD Kabupaten Musi Rawas dengan menggunakan teknik pengambilan sampel sampling jenuh atau sensus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner kepada operator SIPD pada SKPD Kabupaten Musi Rawas sebanyak 38 responden. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regreasi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) teknologi informasi berpengaruh positif terhadap kualitas informasi akuntansi, hasil ini menunjukkan x bahwa semakin baik teknologi informasi diterapkan maka semakin baik pula kualitas informasi akuntansi yang dihasilkan. (2) kompetensi pengguna berpengaruh positif terhadap kualitas informasi akuntansi, hasil ini menunjukkan bawha semakin baik kompetensi pengguna maka semakin baik pula kualitas informasi akuntansi yang dihasilkan. (3) dukungan manajemen berpengaruh positif terhadap kualitas informasi akuntansi, hasil ini menunjukkan bahwa semakin besar dukungan manajemen maka semakin baik pula kualitas informasi akuntansi. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah hanya menguji sebagian kecil dari Model Keberhasilan Sistem Informasi yaitu berfokus pada variabel teknologi informasi, kompetensi pengguna dan dukungan manajemen. Selain itu penelitian ini hanya dilakukan pada SKPD di wilayah tertentu, sehingga hasil yang diperoleh belum tentu mencerminkan situasi di SKPD daerah lain yang mungkin memiliki tingkat teknologi informasi, kompetensi pengguna dan dukungan manajemen yang berbeda. Peneliti selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain yang terdapat dalam Model Keberhasilan Sistem Informasi yang dapat mempengaruhi kualitas informasi akuntansi, kompetensi organisasi, kepuasan pengguna dan lain-lain. Peneliti selanjutnya juga disarankan untuk melakukan penelitian di berbagai wilayah yang mencakup SKPD, agar hasilnya lebih representative dan dapat diterapkan pada konteks yang lebih luas. Kata kunci: Teknologi Informasi, Kompetensi Pengguna, Dukungan Manajemen, Kualitas Informasi Akuntans

    PENGARUH PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI, PENGALAMAN KERJA, DAN TAMBAHAN PENGHASILAN PEGAWAI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BAPPERIDA PROVINSI BENGKULU

    No full text
    Salah satu unit organisasi yang melaksanakan otonomi daerah adalah Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Bengkulu. Bapperida diharapkan mampu merencanakan pembangunan secara efektif, efisien, dan bertanggung jawab, dengan mengedepankan prinsip organisasi yang bersifat terbuka, fleksibel, serta mampu mengakomodasikan perubahan. Perubahan tersebut mendorong terciptanya paradigma baru menuju Good Governance, yang menjadi arah kebijakan organisasi. Untuk mendukung kebijakan tersebut, diperlukan penguatan melalui sumber daya manusia yang berkualitas. Diantara sumber daya yang sangat memengaruhi keberhasilan organisasi adalah sumber daya manusia, yang dinilai berdasarkan kinerjanya. Untuk mencapai keberhasilan dalam pencapaian kinerja tersebut, diperlukan kemampuan yang memadai dari pegawai (Ibrahim, Jamal, & Burhanudin, 2019). Beberapa faktor yang dapat memengaruhi kinerja pegawai antara lain penggunaan teknologi informasi, pengalaman kerja, dan tambahan penghasilan pegawai (TPP). Dalam penelitian ini penulis melakukan pengukuran kinerja terhadap variabel penggunaan teknologi informasi, pengalaman kerja, dan tambahan penghasilan pegawai. Kinerja diukur dengan indikator hasil kerja sesuai standar, mencapai target, memahami tugas dan aturan, menyelesaikan pekerjaan lebih dari target, memperbaiki kesalahan, fasilitas kerja sudah sesuai, menyelesaikan pekerjaan dengan tepat dan cepat sesuai dengan waktu yang ada, dan datang dan pulang tepat waktu. Penggunaan teknologi informasi dinilai dengan indikator mudah digunakan dan dipelajari, meminimalisir kesalahan, mendapatkan informasi baru yang tepat waktu, dan memudahkan mengolah data yang diinginkan. Pengalaman kerja diukur dengan indikator lama masa kerja, melaksanakan tugas dengan baik, mengetahui konsep dan kebijakan instansi, kemampuan fisik dan keterampilan yang kreatif, dan prosedur kerja dan pengoperasian alat kerja. Tambahan Penghasilan Pegawai diukur dengan TPP diberikan sesuai jabatan/golongan, TPP diberikan sesuai harapan, TPP sesuai beban kerja normal, membuat laporan kerja harian, bekerja sesuai tupoksi, masuk dan pulang kerja tepat waktu, dan ikut apel setiap hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 101 responden yang merupakan pegawai Bapperida Provinsi Bengkulu. Metode analisis data yang digunakan adalah SEM PLS. x xi xi Hasil penelitian ini menunjukkan variabel penggunaan teknologi informasi, memberikan pengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja pegawai, variabel pengalaman kerja berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja pegawai, variabel Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja pegawai, serta variabel penggunaan teknologi informasi, pengalaman kerja dan TPP secara bersama-sama berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja pegawai Bapperida Provinsi Bengkulu. Saran yang diajukan peneliti berdasarkan hasil penelitian yaitu menggunakan sampel yang lebih besar dan melibatkan berbagai instansi, agar dapat memberikan pemahaman yang lebih luas. Selain itu, disarankan untuk memodifikasi model penelitian dengan menambahkan variabel moderasi seperti kepuasan kerja, agar dapat memberikan gambaran yang lebih mendalam mengenai hubungan antara faktor-faktor utama dengan kinerja pegawai. Kata Kunci: Kinerja Pegawai, Teknologi Informasi, Pengalaman Kerja, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP

    PENGARUH PERHATIAN PUBLIK, INFLASI, SUKU BUNGA DAN GDP TERHADAP LIKUIDITAS DAN RETURN CRYPTOCURRENCY

    No full text
    Bank Dunia dalam laporannya yang berjudul “Is a Global Recession Imminent?” memprediksi kemungkinan terjadinya resesi ekonomi global pada tahun 2023 mendatang.Beberapa faktor pemicu resesi ekonomi global yaitu Pandemi Covid-19, Perang Rusia-Ukraina dan tingginya tingkat inflasi. Dalam laporan World Economic Outlook edisi Oktober 2022, International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan laju inflasi global mencapai 8,8% pada 2022 dan akan menurun pada tahun 2023 yaitu menjadi 6,5% (Kementerian Keuangan RI, 2023). Bagi para investor sejak adanya pandemi Covid-19 adalah investasi melalui mata uang digital yaitu cryptocurrency (Raharjo, 2021). Beberapa penelitian telah dilakukan di seluruh dunia untuk menjawab perdebatan tentang investasi terbaik, pertama penelitian yang telah dilakukan oleh (Mahessara & Kartawinata, 2018) yang menujukan hasil bahwa Bitcoin adalah sekuritas yang terbaik dikarenakan memiliki kinerja yang luar biasa kemudian diikuti oleh saham blue chip yang memiliki risiko yang cukup kecil dan terakhir adalah emas dengan risiko yang cukup besar. Kedua, sebuah studi yang dilakukan oleh (Adiyono et al, 2021) menunjukkan bahwa Bitcoin adalah sarana investasi terbaik dengan berbagai ukuran, dengan saham berada di urutan paling bawah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Perhatian Publik (Google Trends), Inflasi, Suku bunga, Gross Domestic Product (GDP) terhadap Likuiditas dan Return Cryptocurrency x xi Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, uji kualitas data yang digunakan ialah, uji normalitas data, uji multikolinieritas, uji Heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Uji hipotesis yaitu uji t, uji F dan Koefisien Determinasi. Sample dalam penelitian ini adalah 20 coin cryptocurrency, didapatkan dengan mengunakan metode purposive sampling. Variable digunakan yaitu Perhatian Publik (Google Trends), Inflasi, Suku bunga, Gross Domestic Product (GDP) terhadap Likuiditas dan Return . Hasil penelitian ini menunjukkan, dalam hal uji Normalitas mengunakan uji statistik Kolmogorov-Smirnov, diperoleh dalam penelitian ini adalah 0,360. Yang artinya tingkat signifikan pada variabel lebih besar dari tingkat 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pola distribusi residual terdistribusi normal. Selanjutnya untuk variabel Perhatian publik (X1), Inflasi (X2), Suku Bunga (X3), dan GDP (X4) berpengaruh signifikan terhadap Likuiditas (Y1) dan variabel Perhatian publik (X1) dan Suku Bunga (X3) berpengaruh signifikan terhadap Return (Y2). sedanhkan Inflasi (X2) Tidak signifikan karena inflasi tidak berdampak jelas pada Return (Y2) dan GDP (X4) Tidak signifikan — GDP tidak berdampak nyata terhadap Return (Y2

    EDUKASI DAN PENDAMPINGAN KETIDAKNYAMANAN PADA Ny. “H” G1P0A0 DI KLINIK PRATAMA ALWID BAROQAH KOTA BENGKULU

    No full text
    Perubahan yang terjadi selama kehamilan membutuhkan proses adaptasi baik fisik maupun psikologis dan mengakibatkan ketidaknyamanan fisiologis maupun patologis. Ketidaknyamanan akan bertambah pada Trimester III, merupakan kondisi janin akan berkembang semakin meningkat, ketidaknyamananya yaitu: Nyeri punggung, sering BAK, dan sulit tidur. Ketidaknyamanan pada persalinan yaitu nyeri persalianan yang disebabkan kontraksi uterus, dilatasi, penipisan serviks, serta penurunan janin. Ketidaknymanan masa nifas yang paling banyak terjadi yaitu nyeri perineum dan nyeri perut. Studi kasus bertujuan untuk melakukan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. “H” G1P0A0 dengan pemberian edukasi dan pendampingan ketidaknyamanan di Klinik Pratama Alwid Baroqah Kota Bengkulu. Hasil asuhan kebidanan secara komprehensif Ny. H G1P0A0 dilakukan pemberian edukasi dan pendampingan ketidaknyamanan saat hamil setelah dilakukan teknik kompres hangat, mengurangi minum dimalam hari dan mengganti celana dalam jika lembab, dan posisi tidur miring kiri. Pada masa persalinan dilakukan pendampingan, effleurage massage, dan pendampingan persalinan, saat masa nifas dilakukan kompres dingin dan effleurage massage. Proses pemberian edukasi dan pendampingan ketidaknyamanan dari masa kehamilan berjalan baik. Persalinan berjalan spontan, bayi lahir sehat, masa nifas berjalan normal. Klien mendapatkan penyuluhan tentang persiapan penggunaan alat kontrasepsi dan klien akan memilih alat kontrasepsi suntik 3 bulan setelah masa nifas berakhir. Evaluasi akhir berjalan dengan baik tanpa ada penyulit Simpulan dari asuhan kebidanan komprehensif ini adalah asuhan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan klien yang didukung teori dan evidence besed dalam kebidanan selama 6 minggu. Kata kunci : Edukasi, Ketidaknyamanan, Pendampinga

    GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DI DESA JERANGLAH TINGGI KECAMATAN MANNA KABUPATEN BENGKULU SELATAN TERHADAP OBAT MODERN ASLI INDONESIA (OMAI)

    No full text
    Obat Modern Asli Indonesia menggunakan bahan alami yang sudah terbukti keamanan dan efektivitasnya dibandingkan obat tradisional. Meskipun demikian, pengetahuan dan pemahaman masyarakat terutama pada ibu terhadap penggunaan OMAI masih perlu diperhatikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pada ibu di Desa Jeranglah Tinggi Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan terhadap Obat Modern Asli Indonesia (OMAI). Jenis penelitian yang digunakan merupakan observasi dengan metode deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel pada penelitian ini 79 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan instrumen penelitian kuesioner yang telah dilakukan uji validasi dan realibiltas. Hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat pengetahuan ibu di Dessa Jeranglah Tinggi Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan terhadap Obat Modern Asli Indonesia OMAI dikategorikan menjadi tiga yaitu : pengetahuan rendah 16,45%, pengetahuan sedang 53,17%, dan pengetahuan tinggi 30,38%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu terhadap Obat Modern Asli Indonesia (OMA) mayoritas termasuk kategori sedang. Kata kunci : Ibu, Obat Modern Asli Indonesia (OMAI), Tingkat Pengetahua

    FORMULASI SERBUK MINUMAN DARI SARI BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L) DAN AIR BUAH KELAPA HIJAU (Cocos nucifera. L)

    No full text
    Mengkudu dikenal memiliki kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, dan antioksidan, sementara air kelapa hijau kaya akan elektrolit alami dan memiliki manfaat sebagai penawar racun. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan serbuk minuman herbal dari kombinasi sari buah mengkudu (Morinda citrifolia L) dan air buah kelapa hijau (Cocos nucifera L.) serta mengevaluasi sifat fisiknya untuk menentukan formula terbaik. Pembuatan serbuk minuman dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan sukrosa sebagai bahan pengisi. Tiga formula (F1, F2, F3) diuji berdasarkan uji organoleptis, pH, kadar air, waktu alir, sudut diam, dan tingkat kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formula dapat diformulasikan menjadi serbuk minuman herbal, dengan F2 sebagai formula terbaik berdasarkan hasil uji organoleptis, uji pH dengan rata-rata ± SD (5,2 ± 0,10), uji kadar air dengan rata-rata ± SD (3,51 ± 0,09), uji waktu alir dengan rata-rata ± SD (0,97 ± 0,10), uji sudut diam dengan rata-rata ± SD (17,37 ± 0, 1,59), uji tingkat kesukaan terhadap rasa 51,6%, terhadap warna 45,2%, dan terhadap aroma 41,9%. Pelitian ini menunjukkan potensi pengembangan minuman fungsional berbasis bahan alami tradisional. Kata kunci : Mengkudu, air kelapa hijau, serbuk minuman herbal, formulasi, uji fisik

    6,135

    full texts

    31,735

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNIB Scholar Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇