University of Bengkulu

UNIB Scholar Repository
Not a member yet
    31735 research outputs found

    PELAKSANAAN PENGAWASAN TERHADAP PERSYARATAN PUSKESMAS BERDASARKAN KETENTUAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2024 TENTANG PENYELENGGARAN PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT DI KOTA BENGKULU

    No full text
    Pengaturan pusat kesehatan masyarakat perlu disesuaikan dengan kebijakan pemerintah untuk memperkuat fungsi pusat kesehatan masyarakat dalam penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan tingkat pertama di wilayah kerjanya, selain itu kesehatan masyarakat adalah isu krusial yang mempengaruhi pembangunan suatu negara. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk menjelaskan mengetahui pelaksanaan pengawasan terhadap persyaratan Puskesmas berdasarkan Permenkes nomor 19 tahun 2024 di kota Bengkulu (2) Untuk mengetahui faktor-faktor penghambat pelaksanaan pengawasan terhadap persyaratan puskesmas berdasarkan Permenkes nomor 19 tahun 2024 di kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris serta pendekatan penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data wawancara. Dari penelitian ini didapatkan hasil yaitu: (1) Pelaksanaan pengawasan terhadap persyaratan Puskesmas berdasarkan Permenkes nomor 19 tahun 2024 di kota Bengkulu ditemukan bahwa persyaratan Puskesmas yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2024 belum terpenuhi oleh ketiga Puskesmas tersebut yang dilihat dari persyaratan lokasi, prasrana, bangunan dan sumber daya Kesehatan. Hal in disebabkan karena Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2024 baru disahkan di tahun 2024 dan belum diimplemetasikan oleh Puskesmas karena Puskesmas masih merujuk kepada Permenkes yang terdahulu. Pengawasan terhadap persyaraktan Puskesmas dilakukan oleh Puskesmas itu sendiri dengan cara memaksimalkan pelayanan selanjutnya Dinas Kesehatan kota Bengkulu dengan cara membina dan mengawasi Puskesmas dan melakukan pengajuan kepada Menteri Kesehatan untuk melakukan pemenuhan kekurangan di Puskesmas. Dan Kementerian Kesehatan untuk melakukan kebijakan pemenuhan kekurangan persyaratan di Puskesmas (2) Faktor-faktor penghambat pelaksanaan pengawasan terhadap persyaratan puskesmas berdasarkan Permenkes nomor 19 tahun 2024 di kota Bengkulu adalah : a. Keterbatasan sumber daya manusia b. keterbatasan sarana dan prasarana c. Keterbatasan anggaran. Kata kunci: Pengawasan, Persyaratan Puskesmas, Permenke

    IMPLIKASI PUTUSAN MK NO.68/PHPU.BUP�XXIII/2025 TENTANG PEMUNGUTAN SUARA ULANG PILKADA BUPATI BENGKULU SELATAN TAHUN 2025

    No full text
    Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 68/PHPU.BUP-XXIII/2025 merupakan hasil dari permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Kepala Daerah dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bengkulu Selatan Tahun 2024. Permohonan ini diajukan oleh pasangan calon yang tidak menerima hasil rekapitulasi suara yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bengkulu Selatan. Putusan ini memiliki implikasi hukum, politik, administratif, dan anggaran yang cukup besar. Secara hukum, putusan ini menegaskan bahwa Mahkamah memiliki kewenangan untuk membatalkan hasil pemilu dan memerintahkan pelaksanaan PSU jika terbukti terdapat pelanggaran yang mempengaruhi hasil pemilihan. Secara politik, putusan ini menunjukkan pentingnya integritas dan akuntabilitas dalam proses demokrasi lokal. Dari sisi administrasi dan keuangan, putusan ini menuntut kesiapan KPU dan Bawaslu serta pemerintah daerah untuk melaksanakan PSU secara efisien, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum. Ratio legis dari putusan ini menunjukkan komitmen Mahkamah untuk melindungi hak konstitusional warga negara dalam memilih dan dipilih serta menjaga legitimasi hasil pilkada. Mahkamah juga menekankan bahwa penyelenggaraan pemilu yang bebas dari intervensi kekuasaan dan praktik curang merupakan prasyarat mutlak dalam negara hukum yang demokratis. Dengan demikian, Putusan MK Nomor 68/PHPU.BUP-XXIII/2025 menjadi preseden penting dalam memperkuat kualitas demokrasi lokal dan menjaga supremasi konstitusi di Indonesia. Kata Kunci: Pilkada, Pemungutan Suara Ulang, Mahkamah Kontitus

    KEBIJAKAN KRIMINAL PENGATURAN FEMISIDA BERDASARKAN ATURAN HUKUM DI INDONESIA PERSPEKTIF PERATURAN PERUNDANG - UNDANGAN

    No full text
    Penelitian ini secara kritis menganalisis kebijakan kriminal di Indonesia terkait pengaturan femisida dari perspektif peraturan perundang-undangan. Isu kekerasan terhadap perempuan, khususnya femisida, merupakan permasalahan hak asasi manusia yang mendesak. Meskipun angka kekerasan terhadap perempuan cenderung meningkat dan manifestasi femisida semakin beragam, sistem hukum pidana Indonesia belum memiliki pengaturan eksplisit yang mengkriminalisasi tindakan tersebut sebagai kejahatan spesifik bermotif gender. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam kebijakan kriminal yang berlaku terkait potensi pengaturan femisida, ditinjau dari hierarki dan substansi peraturan perundang-undangan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan analisis konseptual, melibatkan penelaahan komprehensif terhadap berbagai lapisan peraturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ketentuan dalam beberapa peraturan dapat menjerat pelaku pembunuhan perempuan, sistem hukum pidana Indonesia belum efektif melindungi dan memberikan keadilan bagi korban femisida. Hal Ini dikarenakan ketiadaan definisi dan pengakuan eksplisit terhadap femisida sebagai kejahatan berbasis gender telah mengakibatkan penanganan kasus seringkali mengabaikan dimensi gender sebagai motivasi utama pelaku. Dengan demikian, penting bagi pemerintah dan pembuat undang-undang untuk segera merumuskan regulasi yang secara khusus mengkriminalisasi femisida, dengan mempertimbangkan motif gender dalam pemberatan hukuman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketiadaan pengaturan eksplisit femisida menghambat perlindungan dan keadilan bagi korban, sehingga reformasi legislatif sangat penting untuk dilakukan. Kata Kunci: Feminisme, Femisida, Gender, Kekerasan, Perempua

    PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DAN PRESTASI BELAJAR (Studi Pada Mata Pelajaran Sosiologi Peserta Didik Kelas XII Di SMA Negeri 3 Muara Enim)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Discovery learning untuk meningkatkan kemandirian dan prestasi belajar pada mata pelajaran Sosiologi kelas XII SMA N 3 Muara Enim. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dan kuasi eksperimen. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII IPS .A SMA N 3 Muara Enim semester ganjil tahun pelajaran 2024/2025. Melalui teknik sampel random sampling diperoleh sampel kuasi eksperimen adalah kelas XII IPS B di SMA N 3 Muara Enim dan kelas kontrol XII IPS C di SMA N 3 Muara Enim. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi dan tes. Data penelitian dianalisis dengan statistik deskriptif, rata-rata (mean), persentase, dan uji-t. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model Discovery learning dapat meningkatkan kemandirian dan Prestasi Belajar siswa kelas XII SMA N 3 Muara Enim Kata Kunci: Model Discover Learning, Kemandirian Siswa, Prestasi belaja

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SIMULASI UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR (Studi Pada Mata Pelajaran Sosiologi Kelas XII Di SMA Bukit Asam Tanjung Enim)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran simulasi untuk meningkatakan kreativitas dan prestasi belajar peseta didik. Desain penelitaian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dan kuasi eksperimen. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas XII SMA Bukit Asam Tanjung Enim tahun pelajaran 2024/2025. Melalui teknik cluster random sampling diperoleh sampel kuasi eksperimen adalah kelas XII F sebagai kelas kontrol dan XII G sebagai kelas eksperimen. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi dan tes. Data penelitian dianalisis dengan statistik, yaitu rata-rata (mean), presentase, dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model simulasi dapat meningkatkan kreativitas dan prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Sosiologi di kelas XII SMA Bukit Asam Tanjung Enim. Kata kunci: Model simulasi, kreativitas, prestasi belajar

    PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DENGAN GENIALLY UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR (Studi Mata Pelajaran Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial pada Peserta Didik Kelas X di SMK Negeri 1 Rejang Lebong)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan multimedia interaktif dengan genially yang dapat meningkatkan prestasi belajar, mendeskripsikan pengembangan multimedia interaktif dengan genially yang layak untuk meningkatkan prestasi belajar, dan efektivitas multimedia interaktif dengan genially yang dikembangkan dapat meningkatkan prestasi belajar. Penelitian ini termasuk dalam penelitian dan pengembangan (Research and Development). Subjek penelitian ialah kelas X di SMK Negeri 1 Rejang Lebong. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, lembar penilaian dan tes prestasi belajar. Analisis data yang digunakan nilai rata-rata dan uji t menggunakan SPSS versi 26. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) Multimedia interaktif dengan genially yang dikembangkan dapat meningkatkan prestasi belajar, (2) Multimedia interaktif dengan genially yang dikembangkan layak untuk meningkatkan prestasi belajar, dan (3) Multimedia interaktif dengan genially yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan prestasi belajar berdasarkan hasil uji coba skala terbatas dan skala luas peserta didik kelas X SMK Negeri 1 Rejang Lebong. Kata Kunci: Multimedia interaktif, Genially, Projek IPAS, Prestasi Belajar

    PERBANDINGAN SANKSI HUKUM PIDANA DALAM KASUS PENCURIAN DATA PRIBADI (IDENTITY THEFT) AKIBAT MALWARE DI INDONESIA DAN THAILAND

    No full text
    Keamanan data pribadi yang tidak terjamin dapat menyebabkan bocornya data tersebut sehingga data yang dikumpulkan dapat digunakan untuk berbagai macam tindakan kriminal. Adapun salah satu cara yang sering kali digunakan dalam pencurian data pribadi adalah dengan menggunakan malware. Meningkatnya kasus pencurian data pribadi (identity theft) melalui malware menjadi ancaman nyata yang dihadapi banyak negara, termasuk Indonesia dan Thailand. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaturan serta penerapan sanksi hukum pidana dalam kasus pencurian data pribadi akibat malware di kedua negara tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach) serta pendekatan komparatif (comparative approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik Indonesia maupun Thailand telah memiliki regulasi khusus terkait perlindungan data pribadi, yaitu Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 dan Personal Data Protection Act B.E. 2562 (2019). Selain itu, kejahatan yang menggunakan perangkat lunak berbahaya (malware) diatur lebih lanjut dalam Undang-Undang ITE di Indonesia dan Computer-Related Crime Act B.E. 2550 (2007) di Thailand. Meskipun memiliki tujuan hukum yang serupa, ditemukan perbedaan signifikan dalam struktur sanksi, serta integrasi kelembagaan antar lembaga yang berwenang di masing-masing negara. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Indonesia perlu memperkuat kebijakan dengan mencontoh Thailand. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan sistem perlindungan hukum terhadap data pribadi di Indonesia melalui adopsi kebijakan dan praktik terbaik dari Thailand. Kata Kunci: data pribadi, Indonesia, malware, perbandingan, pencurian, Thailan

    PERLINDUNGAN HUKUM BAGI WARGA NEGARA DALAM KEBEBASAN BEREKSPRESI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 39 TAHUN 1999 TENTANG HAK ASASI MANUSIA (Studi Kasus Band Sukatani)

    No full text
    Meskipun kebebasan berekspresi dijamin, terkadang ada pembatasan yang terjadi, seperti yang dialami oleh beberapa musisi yang kritik sosialnya dianggap kontroversial. Salah satu grup musik yang mendapatkan kritik karena berekspresi adalah grup musik Band Sukatani. Band Sukatani adalah grup musik Punk asal Purbalingga yang dikenal dengan lirik-lirik kritis dan penuh makna sosial. Dengan gaya musik yang khas, mereka kerap mengangkat isu-isu yang jarang dibahas secara terbuka di industri musik arus utama. Pada 24 Juli 2023, Sukatani merilis album bertajuk Gelap Gempita. Salah satunya berisi lagu “Bayar Bayar Bayar” dan menjadi jargon bagi aksi demo Indonesia gelap. Lagu ini dianggap sebagai bentuk kritik terhadap sistem dan kebijakan di institusi kepolisian yang dinilai tidak transparan dan pungutan liar. Namun lagu tersebut mendapatkan kritikan dari pihak kepolisian Indonesia. Penelitian ini bertujuan (1) Perlindungan hukum kebebasan berekspresi melalui musik berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak ASASIManusia diatur dalam Pasal 22 ayat (3). Pasal ini menjamin setiap orang berhak memiliki, mengeluarkan, dan menyebarkan pendapat melalui berbagai media, termasuk musik, dengan memperhatikan nilai�nilai agama, moral, dan hukum dan Pasal 23 dalam undang-undang yang sama menegaskan bahwa setiap orang bebas untuk memiliki, mengungkapkan, dan menyebarkan pendapat sesuai hati nuraninya, termasuk melalui seni dan budaya. (2) Batasan kebebasan brekspresi melalui musik yang mendapakan perlindungan hukum adalah musik yang tidak memiliki unsur ujaran kebencian (hate speech), mengandung ujaran kebencian, pencemaran nama baik (defamation), pornografi dan asusila, penghasutan dan pelanggaran hak cipta. Kata kunci: Perlindungan Hukum, Kebebasan Berekspresi, Musi

    PERALIHAN HAK MILIK DI BAWAH TANGAN ATAS TANAH OBJEK REDISTRIBUSI (STUDI DI DESA AIR SEMPIANG) KECAMATAN KABAWETAN KABUPATEN KEPAHIANG

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena peralihan hak milik di bawah tangan atas tanah objek redistribusi yang terjadi di Desa Air Sempiang, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang. Redistribusi tanah merupakan bagian dari program reforma agraria yang bertujuan untuk menciptakan keadilan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan akses kepemilikan tanah kepada yang berhak. Namun, dalam praktiknya, sering terjadi peralihan hak milik atas tanah redistribusi secara di bawah tangan, yang menimbulkan masalah hukum dan administrasi pertanahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam mengenai peralihan hak milik di bawah tangan atas tanah objek redistribusi di Desa Air Sempiang, serta menganalisis upaya yang dapat dilakukan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kepahiang dalam menanggapi fenomena tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa peralihan hak milik atas tanah redistribusi di Desa Air Sempiang seringkali dilakukan secara tidak sah, dipicu oleh faktor ekonomi dan kurangnya pemahaman hukum. Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kepahiang telah mengupayakan peningkatan kesadaran hukum melalui kegiatan sosialisasi dan penyuluhan hukum, serta melakukan langkah-langkah penegakan hukum terhadap pelanggaran yang terjadi. Upaya ini diharapkan dapat mencegah terjadinya praktik serupa di masa depan dan memperkuat pelaksanaan reforma agraria secara berkelanjutan. Kata Kunci: Peralihan Hak Milik, Redistribusi Tanah, Kantor Pertanaha

    UPAYA APARAT KEPOLISIAN RESOR KOTA BENGKULU DALAM MENANGANI PELAKU TINDAK PIDANA YANG MASUK DAFTAR PENCARIAN ORANG

    No full text
    Pelaku tindak pidana yang melarikan diri atau Daftar Pencarian Orang (DPO) merupakan tantangan serius dalam penegakan hukum di Kota Bengkulu karena dapat menghambat proses peradilan dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya yang dilakukan oleh Aparat Kepolisian Resor Kota Bengkulu dalam menangani pelaku tindak pidana yang melarikan diri serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan dan kegagalannya. Metode penelitian adalah melalui pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, analisis dokumen, dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Polres Kota Bengkulu telah melakukan berbagai upaya, seperti penerapan sistem cek point, pemanfaatan teknologi informasi dalam manajemen penyidikan, serta pendekatan persuasif kepada keluarga pelaku. Namun, keterbatasan sarana dan prasarana, regulasi hukum yang belum optimal, serta faktor budaya dan peran masyarakat masih menjadi kendala utama. Kesimpulannya, keberhasilan penanganan DPO sangat bergantung pada sinergi sarana pendukung dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi untuk meningkatkan upaya penanganan pelaku tindak pidana yang melarikan diri di Polres Kota Bengkulu. Kata Kunci: Penegakan Hukum, DPO, Kepolisian

    6,135

    full texts

    31,735

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNIB Scholar Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇