31735 research outputs found
Sort by
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENEGAKAN HUKUM ATAS PELANGGARAN NETRALITAS APARATUR SIPIL NEGARA DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH SERENTAK TAHUN 2024
Netralitas ASN menjadi landasan utama untuk menjamin terciptanya birokrasi yang
objektif, adil, dan mampu menjalankan fungsi pelayanan publik secara optimal
tanpa terpengaruh kepentingan politik praktis. Netralitas ini telah menjadi prinsip
dasar dalam tata kelola pemerintahan modern dan menjadi syarat mutlak bagi
terciptanya demokrasi yang sehat, berintegritas, dan akuntabel. Rumusan masalah
dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana pengaturan mengenai prinsip netralitas
Aparatur Sipil Negara dalam Pemilihan Kepala Daerah berdasarkan peraturan
perundang-undangan 2) Bagaimana penegakan hukum terhadap pelanggaran
netralitas ASN dalam Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2024. Penelitian
ini bertujuan (1) Untuk menganalisis pengaturan mengenai prinsip netralitas
Aparatur Sipil Negara dalam Pemilihan Kepala Daerah berdasarkan peraturan
perundang-undangan (2) Untuk mengetahui penegakan hukum terhadap
pelanggaran netralitas ASN dalam Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2024.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif. Dari penelitian ini
didapatkan hasil yaitu: (1) Pengaturan hukum mengenai prinsip netralitas Aparatur
Sipil Negara dalam Pemilihan Kepala Daerah berdasarkan peraturan perundang�undangan dalam konteks Pemilu dan Pilkada 2024 sangat jelas dan komprehensif,
mencakup berbagai regulasi seperti Undang Undang Nomor 20 Tahun 2023
tentang Aparatur Sipil Negara Pasal 9 ayat (2), Pasal 12, Pasal 59 ayat (3).
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 tentang
Manajemen Pegawai Negeri Sipil yang diubah dengan Peraturan Pemerintah
Nomor 17 Tahun 2020 Pasal 254. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor
94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil Pasal 5 huruf n dan Undang
Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 1
Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Pasal 70 ayat (1)
huruf a. Aturan-aturan ini menegaskan bahwa ASN harus bebas dari pengaruh dan
intervensi politik, serta tidak boleh berpihak kepada kepentingan politik manapun
(2) Penegakan hukum terhadap pelanggaran netralitas ASN dalam Pemilihan
Kepala Daerah Serentak Tahun 2024, akibat hukum bagi ASN yang tidak menjaga
netralitasnya dalam Pemilu dan Pilkada sangat tegas dan beragam, mulai dari sanksi
disiplin ringan hingga sanksi pidana.
Kata kunci: Netralitas, Aparatur Sipil Negara, Pemilihan Kepala Daera
ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN, SOSIAL DAN EKONOMI DARI ADANYA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) TERHADAP NELAYAN DAERAH KELURAHAN TELUK SEPANG, KECAMATAN KAMPUNG MELAYU, KOTA BENGKULU, PROVINSI BENGKULU
Penelitian ini menganalisis dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi dari
keberadaan dan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Sepang
terhadap kehidupan para nelayan di Teluk Sepang, Bengkulu. PLTU ini dibangun untuk
memenuhi kebutuhan energi listrik wilayah Bengkulu, namun menimbulkan berbagai
persoalan yang berdampak langsung pada masyarakat pesisir, khususnya nelayan.
Penelitian ini menggunakan metode studi kasus kualitatif, dengan pengumpulan
data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari nelayan, ketua
RT, dan perwakilan LSM. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles
dan Huberman, serta teknik koding (open coding, axial coding, dan selective coding).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa:
Dampak lingkungan berupa pencemaran laut dan udara, pembuangan limbah air
panas ke laut, serta kerusakan terumbu karang dan mangrove yang berdampak pada
berkurangnya populasi ikan.
Dampak sosial mencakup konflik antara warga dan pihak PLTU, meningkatnya
ketidakpercayaan publik, marjinalisasi kelompok nelayan, dan gangguan kesehatan
masyarakat.
Dampak ekonomi meliputi penurunan pendapatan nelayan, peningkatan biaya
operasional melaut, serta ketimpangan akses terhadap peluang kerja yang sebagian
besar justru dinikmati oleh pekerja dari luar daerah.
Meskipun PLTU memberikan manfaat seperti peningkatan pasokan listrik dan
pekerjaan sementara saat konstruksi, manfaat tersebut tidak dirasakan secara merata oleh
masyarakat lokal. Studi ini menyimpulkan bahwa dampak negatif lebih dominan
dibandingkan manfaat yang diperoleh, terutama bagi nelayan tradisional. Rekomendasi
yang diberikan antara lain: melibatkan masyarakat dalam pengawasan lingkungan,
menyediakan alternatif mata pencaharian bagi nelayan, serta memperketat penegakan
regulasi lingkungan seperti AMDAL.
Kata Kunci: PLTU, nelayan, dampak lingkungan, sosial, ekonomi, Teluk Sepang.
(Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian,
Universitas Bengkulu 2025
RHETORICAL MOVES OF RESEARCH ARTICLE ABSTRACT IN LINGUISTIC AND LANGUAGE JOURNALS WITH DIFFERENT QUARTILE VALUE
Writing an abstract in a research article is very important. The existence of abstract is
compulsory within a research article. It is a research summary that must be attached
and presented with the article. This study aims to find out moves and the most common
pattern in RA abstracts in linguistic and language journals with different quartiles
value. By using descriptive qualitative method, eighty RA abstract of linguistic and
language journals with different quartile value were extracted from eight journals. The
instrument in this study was checklist instrument. The result finding; 1) Move 2
(Aim/Purpose) exists in seventy RA abstracts, Move 3 (Method) is present in sixty two
RA abstracts, and Move 4 (Finding/Result) appears in Seventy Eight RA abstracts. In
contrast, Move 1 (Introduction) is found in only 50 RA abstracts, and Move 5
(Conclusion) appears in 31 RA abstracts. 2) Q1 journal have the most frequent move,
indicating a more comprehensive and detailed structure in their abstracts. In contrast,
journals in lower quartiles, such as Q3 and Q4, often feature abstracts with fewer
moves. As this study focuses only on the rhetorical move and pattern of RA abstract in
field of linguistic and language journal with different quartile value, future research
should conduct a comparative study and language features of the RA abstract in the
field of across discipline with different quartile value.
Keywords: Abstract, Linguistic and Language Journal, Rhetorical Mov
STUDI AWAL GERAKAN LEMPENG BAWAH LAUT : PENGARUH KETINGGIAN AIR DAN JARAK BENDA SAAT TUMBUKAN TERHADAP KENAIKAN MUKA AIR
Wilayah Indonesia terletak di zona pertemuan lempeng tektonik yang aktif secara
seismik sehingga berpotensi tinggi terjadi gempa bawah laut. Pada penelitian ini,
dilakukan simulasi tumbukan dengan variasi ketinggian awal air untuk memberikan
gambaran awal mengenai gempa bawah laut. Simulasi ini menggunakan variasi
jarak antar balok dan ketinggian awal air. Hasil dari 2 benda saling bertumbuk
berupa perubahan kenaikan muka air. Alat yang digunakan dalam pengukuran
adalah sensor ultrasonik yang terhubung ke Arduino UNO. Selanjutnya, sistem
diuji dengan menggunakan variasi jarak antar benda 80, 60, dan 40 cm serta tinggi
awal air 17, 20, dan 23 cm. Berdasarkan hasil pengukuran kenaikan muka air
dipengaruhi oleh tinggi awal air dan jarak antar balok. Kenaikan muka air pada saat
ketinggian awal air 23 cm lebih kecil 45% dibandingkan pada saat ketinggian awal
air 17 cm. Kenaikan muka air pada jarak benda 40 cm lebih kecil 55% dibandingkan
jarak benda 80 cm. Hasil pengukuran ini sejalan dengan pengaruh kedalaman
gempa bumi terhadap potensi tsunami, di mana semakin dalam gempa terjadi, maka
potensi terjadinya tsunami semakin berkurang.
Kata kunci : Arduino, Gempa, Tumbukan , Ultrasonik, Simulas
EVALUASI AGRONOMIS DAN FISIOLOGIS KOPI ARABIKA (Coffea arabica L) SUMATERA FASE TBM 2 DI LAHAN PESISIR
Pasar kopi domestik masih sangat besar, meskipun kopi merupakan salah satu
komoditas hasil perkebunan yang sangat penting bagi ekonomi indonesia. Kopi juga salah
satu komoditas ekspor Indonesia yang cukup penting sebagai penghasil devisa negara. Kopi
arabika banyak ditanam di dataran tinggi sekitar 900-2000 mdpl, tetapi muncul
permasalahan karena pada ketinggian tersebut sebagian besar adalah kawasan hutan lindung.
Oleh karena itu, untuk mengatasi hal tersebut diupayakan teknologi berupa rekayasa genetik
dan rekayasa lingkungan pertumbuhan
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola pertumbuhan dan
memperbandingkan karakter agronomis dan fisiologis tanaman kopi Arabika Sumatera fase
tanaman belum menghasilkan tahun kedua di kawasan pesisir. Penelitian ini dilaksanakan
dari bulan April sampai Agustus tahun 2024, berlokasi di Alnopri Coffee Centre (ACC)
Bentiring Permai, Kecamatan Muara Bangka Hulu, Kota Bengkulu dengan ketinggian
tempat ±10 mdpl.
Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang
terdiri atas satu faktor perlakuan yaitu kopi Arabika Sumatera yang terdiri dari 9 aksesi yang
berumur 11 bulan setelah tanam diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 unit, setiap
unit percobaan terdiri atas 3 sampel tanaman sehingga secara keseluruhan terdapat 81
tanaman kopi.
Pengamatan dilakukan setiap 3 minggu sekali sebanyak 5 kali, peubah yang diamati
antara lain tinggi tanaman, jumlah ruas, panjang ruas batang, luas sepasang daun, luas
kanopi, diameter batang dan panjang cabang primer. Tingkat kehijauan daun, jumlah
stomata, kerapatan stomata dan kadar klorofil diamati pada akhir pengamatan. Hasil
pengamatan dianalisis secara statistik menggunakan analisis varian (Uji F) pada taraf nyata
(α) 5 %. Jika terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji gerombol (Scott-knott analisis),
pertumbuhan tanaman ditampilkan secara deskriptif dalam bentuk grafik.
Perlakuan aksesi kopi Arabika jumlah ruas tanaman terbagi menjadi dua gerombol
yaitu, gerombol pertama Aksesi Sidikalang, Aksesi Mandailing, Aksesi Sipirok, Aksesi
Tarutung, Aksesi Sigarar Utang dan Aksesi Gayo (27,11 – 30,66). Gerombol kedua yaitu
Aksesi Karo, Aksesi Lintong dan Aksesi Rempasai dengan jumlah ruas (23,00 – 25,61).
Perbedaan masing-masing gerombol disebabkan karena pengaruh lingkungan, jumlah ruas
pertanaman juga dipengaruhi oleh faktor genetik
Perlakuan aksesi kopi Arabika pada peubah jumlah stomata terbagi menjadi tiga
gerombol yaitu, gerombol pertama Aksesi Lintong dengan jumlah stomata (32.61).
Gerombol kedua yaitu Aksesi Rempasai dan Aksesi Gayo (27.88 – 28.22) dan gerombol
ketiga yaitu Aksesi Karo, Aksesi Sidikalang, Aksesi Mandailing, Aksesi Sipirok , Aksesi
Tarutung dan Aksesi Sigarar Utang (22.55 – 24.83). Hal ini diduga adanya pengaruh
lingkungan, ketika daun tanaman tumbuh dalam lingkungan yang panas kering dengan
intensitas cahaya tinggi akan mempunyai jumlah stomata yang banyak, sebaliknya intensitas
cahaya yang diperoleh rendah maka jumlah stomata juga sedikit.
Perlakuan aksesi kopi Arabika pada peubah kerapatan stomata terbagi menjadi tiga
gerombol yaitu, gerombol pertama Aksesi Lintong (205.10 mm). Gerombol kedua yaitu
Aksesi Rempasai dan Aksesi Gayo (175.40 mm – 177.49 mm). Sedangkan gerombol ketiga
yaitu, Aksesi Karo, Aksesi Sidikalang, Aksesi Mandailing, Aksesi Sipirok, Aksesi Tarutung
dan Aksesi Sigarar Utang dengan kerapatan stomata (141.85 mm – 149.54 mm). Tingkat
kerapatan stomata dipengaruhi oleh jumlah stomata, semakin banyak jumlah stomata maka
kerapatan stomata akan tinggi sebaliknya jumlah stomata sedikit maka kerapatan akan
rendah. Tinggi rendahnya kerapatan stomata juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan
diantaranya ketersediaan air, intensitas cahaya, suhu, dan konsentrasi CO2.
Sembilan Aksesi kopi Arabika Sumatera menunjukkan pola pertumbuhan tinggi, jumlah
ruas, diameter batang, panjang cabang primer, luas kanopi yang terus meningkat pada umur
tanaman 42 MST - 54 MST, sedangkan pada pola pertumbuhan panjang ruas batang me
ngalami penurunan pada umur 42 MST – 54 MST. Penampilan agronomi kopi Arabika
Sumatera te rbaik te rdapat pada ge rombol pe rtama be rdasarkan peubah jumlah ruas,
sedangkan penampilan fisiologi kopi Arabika Sumatera terbaik terdapat gerombol pertama
berdasarkan peubah kerapatan stomata dan jumlah stomata
ANALISIS SENTIMEN BERBASIS ASPEK PADA ULASAN APLIKASI ALFAGIFT DI GOOGLE PLAY STORE DENGAN ALGORITMA SUPPORT VECTOR MACHINE
Ulasan pengguna pada aplikasi mobile memberikan wawasan berharga bagi
pengembang dalam meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pengguna. Penelitian
ini bertujuan untuk melakukan analisis sentimen berbasis aspek terhadap ulasan aplikasi
Alfagift di Google Play Store dengan menggunakan algoritma Support Vector Machine
(SVM). Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 12.127 ulasan, yang
diklasifikasikan menjadi 9.535 ulasan positif dan 2.595 ulasan negatif. Sentimen dalam
ulasan tersebut dikategorikan ke dalam lima aspek utama, yaitu kualitas sistem, kualitas
informasi, kualitas layanan, kegunaan, dan kepuasan pengguna. Proses analisis dilakukan
melalui beberapa tahapan, termasuk pembersihan data (preprocessing), konversi teks ke
dalam bentuk numerik menggunakan TF-IDF, serta klasifikasi sentimen menggunakan
SVM dengan kernel linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek kegunaan dan
kepuasan pengguna memiliki jumlah ulasan positif tertinggi, sedangkan aspek kualitas
sistem dan kualitas layanan memiliki proporsi ulasan negatif yang cukup besar. Model
SVM yang digunakan menunjukkan performa yang sangat baik dengan akurasi 94,82%,
yang dievaluasi menggunakan confusion matrix. Selain itu, visualisasi data dengan
wordcloud membantu dalam mengidentifikasi kata-kata yang sering muncul dalam ulasan
pengguna. Hasil penelitian ini dapat memberikan rekomendasi bagi pengembang aplikasi
Alfagift dalam memperbaiki kendala teknis pada aplikasi, keterlambatan pengiriman, dan
ketidaksesuaian stok barang. Permasalahan-permasalahan tersebut berpotensi
menurunkan tingkat kepuasan pengguna serta citra layanan secara keseluruhan. Dengan
menerapkan teknik analisis sentimen berbasis aspek, pengembang dapat memahami lebih
dalam opini pengguna dan mengoptimalkan fitur aplikasi sesuai dengan kebutuhan
pelanggan.
Kata Kunci : Analisis Sentimen, Support Vector Machine, Alfagift, Ulasan Pengguna,
Google Play Stor
IMPLEMENTASI BIRTHING BALL DALAM PENATALAKSANAAN NYERI PERSALINAN KALA 1 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BERINGIN RAYA KOTA BENGKULU
Implementasi birthing ball dalam penatalaksanaan nyeri persalinan kala 1 di mana
pada persalinan yang identik dengan rasa nyeri akan selalu dijalani pada proses
persalinan. Rasa nyeri menimbulkan perasaan yang tidak nyaman pada klien,
apabila nyeri tidak diatasi maka akan menimbulkan kecemasan dan ketakutan yang
bersifat traumatis. Penggunaan birthing ball dapat membantu untuk mengurangi
nyeri yang dialami selama proses persalinan. Tujuan penelitian ini mampu
memberikan asuhan keperawatan intranatal kala 1 dengan implementasi birthing
ball dalam penatalaksanaan nyeri persalinan kala 1. Metode penelitian ini
menggunakan metode studi kasus dengan penerapan asuhan keperawatan dengan
pengukuran nyeri menggunakan Numerik Rating Scale pada 4 partisipan yang
dilaksanakan pada 10 April 2025, 25 April 2025, 28 Mei 2025 dan 04 Juni 2025
dengan lama implementasi 3 jam, 2 jam, dan 5 jam di wilayah kerja puskesmas
Beringin Raya Kota Bengkulu. Hasil penelitian ini didapatkan nyeri persalinan
teratasi dengan asuhan keperawatan menggunakan birthing ball yang mengalami
penurunan nyeri dari kategori berat menjadi sedang dan ringan. Kesimpulan dari
penelitian ini didapatkan bahwa implementasi birthing ball efektif digunakan
sebagai alternatif penatalaksanaan nyeri persalinan kala I.
Kata Kunci: Birthing Ball, Nyeri persalinan, Intranatal Kala
IMPLEMENTASI REMINISCENCE THERAPY PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA KOTA BENGKULU
Lanjut usia merupakan tahap kehidupan yang sering disertai penurunan fungsi
kognitif, seperti mudah lupa, disorientasi, dan penurunan daya ingat. Jika tidak
ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi demensia. Penelitian ini di
lakukan dengan tujuan untuk mengimplementasikan reminiscence therapy sebagai
intervensi keperawatan dalam mencegah penurunan fungsi kognitif pada lansia.
metode penelitian menggunakan desain studi kasus terhadap dua lansia yang
memenuhi kriteria inklusi, yaitu lansia N (63 tahun) dengan skor MMSE 16 dan
lansia R (73 tahun) dengan skor MMSE 19, yang menunjukkan gangguan kognitif
sedang. Terapi diberikan dalam lima sesi. Hasil observasi menunjukkan adanya
peningkatan dalam kemampuan mengingat, partisipasi aktif selama sesi, serta
ekspresi emosi yang lebih positif. Lansia juga menunjukkan peningkatan dalam
komunikasi sosial dan tampak lebih percaya diri. Kesimpulan dari penelitian ini
adalah bahwa reminiscence therapy efektif dalam meningkatkan fungsi kognitif
dan kesejahteraan psikososial lansia, serta dapat menjadi salah satu strategi
keperawatan non-farmakologis yang aplikatif di panti sosial.
Kata Kunci: Fungsi Kognitif, Lansia, Keperawatan Gerontik, MMSE,
Reminiscence Therapy
TINJAUAN KRIMINOLOGI RESIDIVIS YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN TERHADAP ANAK DI KOTA BENGKULU
Berdasarkan penelitian yang telah peneliti uraikan dalam hasil penelitian
dan pembahasan di atas, adapun kesimpulan yang diperoleh yaitu sebagai
berikut:
1. Tinjauan Kriminologi Residivis Yang Melakukan Tindak Pidana
Persetubuhan terhadap Anak di Kota Bengkulu, yaitu:
a. Berdasarkan Teori Kesempatan (Opportunity Theory), adapun yang
menjadi faktor dari pengulangan tindak pidana persetubuhan
terhadap anak di Kota Bengkulu yakni, ditinjau dari prinsip dasar
Rational Choice of Offender yaitu akibat adanya power atau kuasa
lebih dari pelaku dan yang termasuk dalam prinsip dasar Existence
of Illegitimate Opportunity yaitu kesempatan berupa lemahnya
pengawasan terhadap anak korban.
b. Berdasarkan Teori Kontrol Sosial (Social Control Theory), adapun
yang menjadi faktor dari pengulangan tindak pidana persetubuhan
terhadap anak di Kota Bengkulu yakni, ditinjau dari konsep dasar
Attachment yaitu akibat lingkungan pergaulan yang tidak positif,
kontrol keluarga yang tidak maksimal dan ketidakharmonisan
keluarga. Konsep dasar Involvement yaitu akibat stigma negatif dan
konsep dasar Beliefs yaitu akibat pengaruh pornografi dari media
sosial dan ketidakmampuan mengendalikan hasrat seksual.
83
2. Upaya penanggulangan terjadinya pengulangan tindak pidana
persetubuhan terhadap anak di Kota Bengkulu yaitu sebagai berikut:
a. Upaya penanggulangan secara preventif, melakukan patroli
malam pada pukul 21.30 hingga 04.00 WIB setiap hariseputaran
Kota Bengkulu oleh Polsek dan Polres, melakukan kerjasama
antar lembaga untuk dilakukannya penyuluhan hukum dan
sosialisasi mengenai bahaya kekerasan seksual.
b. Upaya penanggulangan secara refresif, melakukan penahanan
setelah adanya laporan terjadinya tindak pidana oleh penyidik,
melakukan penuntutan dengan tuntutan yang lebih berat oleh
Jaksa Penuntut Umum, menjatuhkan hukuman terberat dalam
Putusan Hakim dan diberikan pembinaan yang lebih ketat di
Lembaga Pemasyarakatan.
B. Saran
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, adapun sa
PELAKSANAAN KEWENANGAN PANITIA PENGAWAS PEMILU DALAM PENGAWASAN ALAT PERAGA KAMPANYE PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH DI KOTA BENGKULU TAHUN 2024
Pemilihan Kepala Daerah merupakan agenda utama yang diselenggarakan oleh pemerintah guna memfasilitasi penyerahan demokrasi yang dimiliki oleh rakyat. Dalam pemilihan kepala daerah terdapat kegiatan yang dikenal dengan berkampanye, Salah satu kegiatan kampanye ialah dengan pemasangan alat peraga kampanye. Alat peraga kampanye dipasang harus sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum. Akan tetapi, para peserta kampanye kerap sekali melanggar aturan yaitu dengan memasang alat peraga kampanye di tempat yang bukan semestinya, di Kota Bengkulu ada sebanyak 2.923 pelanggaran alat peraga kampanye yang dilakukan oleh para pasangan calon kepala daerah. Maka dari itu perlu adanya pengawasan partisipatif yang dilakukan oleh lembaga yang berwenang untuk mengawasi pemasangan alat peraga kampanye tersebut. Tujuan penelitian penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan kewenangan panitia pengawas pemilu dalam pengawasan alat peraga kampanye pada pemilihan kepala daerah di Kota Bengkulu tahun 2024 dan mengidentifikasi faktor penghambat panitia pengawas pemilu dalam pengawasan alat peraga kampanye pada pemilihan kepala daerah di Kota Bengkulu tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum empiris. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik purposive sampling dengan menetapkan 6 orang informan. Pengumpulan data melalui wawancara secara langsung dan studi dokumen. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu pengawas pemilu sudah melaksanakan kewenangannya sesuai ketentuan yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan, salah satunya yaitu melakukan pengawasan alat peraga kampanye pada pemilihan kepala daerah. Adapun faktor yang menjadi penghambat panitia pengawas pemilu dalam melakukan pengawasan berasal dari faktor internal dan eksternal yaitu kurangnya sumber daya manusia, kurangnya alat berat yang memadai, kurangnya koordinasi antara tim kampanye dengan panitia pengawas pemilu, kurangnya koordinasi tim kampanye dengan tim dibawahnya ataupun pihak ketiga yang memasang alat peraga kampanye, tidak adanya sanksi yang tegas, serta faktor masyarakat.
Kata Kunci : Pemilihan Kepala Daerah, Panitia Pengawas Pemilu, Alat Peraga Kampanye