31735 research outputs found
Sort by
TINGKAT TOLERANSI 6 GALUR HARAPAN PADI RAWA BENGKULU TERHADAP CEKAMAN RENDAMAN PADA AWAL FASE PEMBENTUKAN ANAKAN
Lahan rawa yang sangat luas merupakan sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan
sebagai alternatif areal lahan per sawah. Kendala utama pemanfaatan lahan rawa meliputi
fisikokimia, kesuburan rendah, tingkat ph rendah, dangkalnya lapisan pirit, bahkan mampu
menyebabkan banjir. Tanaman padi yang terendam secara menyeluruh berakibat terhadap
terhambatnya proses fotosintesis dan respirasi menjadikan terganggunya pertumbuhan
tanaman bahkan mampu menyebabkan kematian. Penggunaan varietas padi yang toleran
terhadap cekaman rendaman atau sanggup recovery setelah terendam dapat menjadi solusi
dalam produksi padi pada lahan rawa yang rawan terendam.
Penelitian dilaksana pada September 2021 hingga Maret 2022 di Kelurahan Kandang
Limun, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu. Galur yang digunakan dalam
penelitian ini adalah 6 Galur harapan padi rawa generasi ke-9, UBPR 2 (Batubara x Harum
Curup), UBPR 6 (Diah Suci x Lubuk Durian), UBPR 7 (Harum Curup x Sidenuk), UBPR
8 (Sidenuk x Lubuk Durian), UBPR 10 (Tigo-tigo x Bestari), UBPR 11 (Harum Curup x
Bestari), dan 2 varietas pembanding (varietas tahan Inpari 30 dan varietas rentan Batang
Piaman). Rancangan pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL),
faktor tunggal yaitu galur tanaman padi. Cekaman rendaman dilakukan pada tanaman
berumur 7 hst direndam selama 10 hari.
Berdasarkan evaluasi nilai indeks toleran cekaman rendaman semua galur yang diuji
tergolong medium kecuali UBPR 10 yang tergolong peka terhadap cekaman rendaman.
UBPR 11 memiliki respon dan potensi yang baik untuk dikembangkan karena pada kondisi
cekaman rendaman galur tersebut memiliki hasil yang setara dengan varietas pembandiing
Ipari 30
KEANEKARAGAMAN JENIS ROTAN DI AREAL HUTAN PETAK H7 BLOK SUNGAI KIANG PBPH PT. SIPEF BIODIVERSITY INDONESIA
Rotan merupakan salah satu tumbuhan yang termasuk dalam kelompok famili
Arecaceae yang sering dikenal dengan suku pinang-pinangan dan merupakan tumbuhan
memanjat menggunkan duri, cirus dan flagella pada tegakan pohon. Rotan dari segi ekologis
dapat tumbuh dengan baik diberbagai lokasi, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki
kelembaban seperti di sekitar sungai. Wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia banyak
ditemukan berbagi jenis rotan. Mogea (1990) dalam Jasni (2013) menyatakan bahwa di Asia
Tenggara terdapat sekitar 614 jenis rotan. Dari jumlah ini terdapat rotan yang tumbuh di
Indonesia sebanyak 314 jenis yang berasal dari 8 genera diantaranya Calamus,
Daemonorops, Korthalsia, Plectocomina, Plectocomiopsis, Calosphata, Bejaudia, dan
Ceratolobus
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman jenis rotan yang
terdapat di Areal Hutan Petak H7 Blok Sungai Kiang PT. SIPEF Biodiversity Indonesia.
Sehingga diharapkan dapat memberikan informasi dan data mengenai keanekaragaman jenis
rotan di Areal Hutan Petak H7 Blok Sungai Kiang PBPH PT. SIPEF Biodiversity Indonesia.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2024 yang berlokasi di Areal Hutan Petak H7
Blok Sungai Kiang PT. SIPEF Biodiversity Indonesia. Proses herbarium dan determinasi
dilakukan di Herbarium Universitas Bengkulu (HUB).
Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa keanekaragaman rotan
yang diperoleh 10 spesies terdiri dari 3 marga dengan jumlah total individu 964. Jenis-jenis
rotan yang ditemukan yaitu: Calamus ciliaris, Calamus manan Miquel, Calamus sp,
Daemonorops didymophylla, Daemonorops sabut Beccari, Daemonorops geniculata Griff
Mart, Daemonorops montiocolus, Korthalsia echinometra Beccari, Korthalsia rigida
Blumae, dan Korthalsia rostrata. Indeks keanekaragaman (H’) pada lokasi penelitian
termasuk dalam kategori sedang yaitu 1,81. Struktur dan komposisi jenis rotan yang
ditemukan pada lokasi penelitian di dominasi oleh jenis rotan jernang (Daemonorops
didymophylla) dan memiliki nilai INP 64,64% dan nilai INP terendah ditemukan pada jenis
rotan Calamus sp dengan nilai 1,33%
KOMPARASI METODE BINA MARGA DAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX DALAM EVALUASI KONDISI KERUSAKAN PERKERASAN JALAN DAN PERENCANAAN PEMELIHARAAN JALAN (Studi Kasus: Jalan Pelabuhan Kelurahan Teluk Sepang Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu)
Provinsi Bengkulu yang pada saat ini sedang terjadi peningkatan mobilitas kendaraan
yang mengangkut barang berupa buah sawit, karet, batu bara dan hasil pertanian
lainnya. Analisis kerusakan jalan dilakukan dengan 2 metode yaitu Metode Bina
Marga dan Metode Pavement Conditon Index (PCI). Penelitian ini dilakukan dengan
tujuan untuk mengetahui jenis kerusakan jalan, tingkat kerusakan permukaan jalan,
nilai kondisi kerusakan jalan, urutan prioritas penanganan dan perbaikan pada Jalan
Pelabuhan, Kelurahan Teluk Sepang, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu
STA 0+000 sampai dengan 0+200. Metode Bina Marga menggunakan data LHR dan
PCI mengukur kerusakan mulai dari panjang, lebar dan kedalaman. Hasil analisis
kerusakan jalan berdasarkan Metode Bina Marga pada ruas Jalan Pelabuhan,
Kelurahan Teluk Sepang, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu. Memperoleh
nilai urutan prioritas sebesar 5 (hasil pembulatkan nilai awal yaitu 4,95) yang termasuk
kedalam rentang 4-6 dan termasuk kedalam program pemeliharaan berkala serta
mendapatkan jenis kerusakan jenis kerusakan retak kulit buaya, lubang, retak acak,
retak memanjang, dan pelepasan butiran. Metode PCI memperoleh nilai PCIs rata-rata
sebesar 32,85 dengan rentang nilai 7 yang mengkategorikan jalan tersebut masuk
kedalam pemeliharaan berkala. Jenis kerusakan pada Metode PCI terdapat low,
medium, high, yaitu retak kulit buaya, retak memanjang, retak blok, lubang, tambalan,
penggemukan, dan pelepasan butiran.
Kata Kunci: Kerusakan Jalan, Metode Bina Marga, Metode PCI,
Jalan Pelabuhan Kelurahan Teluk Sepang Kecamatan Kampung
Melayu Kota Bengkulu
STUDI POPULASI SIAMANG (Symphalangus syndactylus) DI BLOK PERLINDUNGAN TAMAN WISATA ALAM SEBLAT KABUPATEN BENGKULU UTARA PROVINSI BENGKULU
Siamang (Symphalangus syndactylus) merupakan salah satu spesies dari family
Hylobatidae. Keberadaan siamang memiliki peran penting pada ekosistem hutan, yaitu
membantu proses pertumbuhan tanaman, sebagai polinator dan penyebar biji tumbuhtumbuhan, sehingga pada umumnya primata termasuk siamang memainkan perannya
sebagai spesies kunci (key species) dalam sebuah ekosistem. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui ukuran kelompok, struktur umur dan rasio seksual siamang
(Symphalangus syndactylus) di Blok Perlindungan Taman Wisata Alam Seblat Kabupaten
Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Penelitian ini berlangsung pada Bulan Agustus 2024 di
Blok Perlindungan TWA Seblat Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu dengan
teknik pengambilan data di lapangan yaitu menggunakan metode Triangle dan
Concentration Count.
Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 12 individu siamang yang terbagi dalam 4
kelompok dengan ukuran rata-rata kelompok yaitu 3 individu/kelompok siamang.
Berdasarkan komposisi umur kelompok siamang yang teridentifikasi yaitu bayi, remaja dan
dewasa. Perbandingan jumlah jantan dan betina (sex ratio) pada kelas umur siamang dewasa
yaitu 1:1 merupakan perbandingan yang stabil atau ideal bagi perkembangan populasi
siamang pada waktu atau tahun berikutnya sedangkan, kelas umur siamang remaja yaitu 2:1
yang menunjukkan belum adanya kestabilan komposisi jenis kelamin, komposisi kelas umur
serta ukuran kelompok yang kedepannya dapat berpengaruh terhadap perkembangan
populasi siamang. Pengukuran faktor abiotik atau kondisi lingkungan saat perjumpaan
langsung dengan kelompok siamang diperoleh rata-rata suhu udara maksimum yaitu 28,12ºC
dan minimum 27,77ºC, pH tanah yaitu 6,2, kelembapan udara maksimum yaitu 81,1% dan
minimum 79, 4% serta intensitas cahaya maksimum 256, 25 lux dan minimum 222 lux
ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN LATEKS ALAM DALAM CAMPURAN ASPHALT CONCRETE-BINDER COURSE (AC-BC) PENETRASI 60/70 TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL
Indonesia merupakan salah satu penghasil dan pengekspor lateks alam (getah
karet) terbesar di dunia, tetapi pemanfaatan dan pengelolaan lateks alam kurang
optimal. Ada beberapa cara mengelola karet alam itu sendiri yaitu salah satunya
dengan menggunakan lateks alam di sektor infrastruktur, khususnya sebagai
bahan campuran aspal untuk pembuatan jalan guna menambah stabilitas dan daya
tahan perkerasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar nilai
karakteristik marshall dengan menambahkan lateks alam pada campuran aspal
AC-BC. Persentase lateks alam yang digunakan dalam penelitian ini adalah 6%,
9%, dan 12%. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental berdasarkan
Standar Nasional Indonesia untuk memperoleh hasil terbaik, dengan total sampel
penelitian 72 sampel. Berdasarkan hasil penelitian diketahui pengaruh
penambahan lateks alam sebagai bahan tambah aspal yang mencapai hasil terbaik
dan memenuhi Spesifikasi Umum Direktorat Jenderal Bina Marga Tahun 2018
adalah variasi 3 dengan penambahan lateks alam 12% pada kadar aspal optimum
6,17 % yang meliputi nilai density sebesar 2,40 t/m³ yang mengalami kenaikan
1,18% dari nilai variasi normal yaitu 2,37 t/m³. Nilai void in mixture (VIM)
3,98% mengalami kenaikan 21,29% dari variasi normal yaitu 3,28%. Nilai
stability (stabilitas) 1.621,33 kg mengalami kenaikan 58% dari nilai stabilitas
variasi normal yaitu 1026,03 kg. Nilai flow (kelelehan) 3,14 mm mengalami
kenaikan 16,71% dari variasi normal yaitu 3,77 mm. Nilai marshall quotient
(MQ) 517,22 kg/mm mengalami kenaikan sebesar 89,89% dari nilai MQ variasi
normal yaitu 272,38 kg/mm. Sedangkan untuk nilai void filled with asphalt
(VFA) pada penambahan lateks alam 12% yaitu 73,70%, nilai tersebut
mengalami penurunan sebesar 6,9% dari nilai VFA variasi normal sebesar
79,17%. Dari nilai tersebut mengindikasikan bahwa penggunaan lateks alam
sebagai bahan tambah pada campuran aspal AC-BC memberikan kinerja yang
lebih baik dibandingkan campuran aspal tanpa penambahan lateks alam,
walaupun ada beberapa nilai yang mengalami sedikit penurunan.
Kata kunci: perkerasan jalan; aspal; lateks alam (getah karet), karakteristik
marshal
PENGARUH PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) DALAM AIR MINUM SEBAGAI FEED ADDITIVE TERHADAP ORGANOLEPTIK DAGING BROILER
Daging broiler merupakan pangan hewani yang bernilai gizi tinggi karena kaya
akan protein, lemak, vitamin dan mineral serta zat lainnya yang sangat dibutuhkan oleh
tubuh. Protein hewani memiliki kualitas lebih tinggi dibandingkan protein nabati karena
mengandung asam amino esensial yang diperlukan oleh tubuh manusia. Pada umur 28–45
hari berat hidup broiler mencapai 1,2–1,9 kg/ekor dan sudah siap dipanen.
Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan ekstrak daun kelor
dengan etanol 70% sebagai feed additive dalam air minum terhadap organoleptik daging
broiler. Penggunaan ekstrak daun kelor diduga dapat meningkatkan kualitas organoleptik
daging broiler. Penelitian telah dilaksanakan pada September 2023 sampai November
2023, berlokasi di CZAL (Commercial Zone and Animal Laboratory) dan Laboratorium
Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Variabel yang diamati ialah warna
daging, bau daging, rasa daging, dan keempukkan daging. Data yang diperoleh ditabulasi
dengan mencari rata – ratanya untuk selanjutnya dibahas secara deskriptif dengan
menggunakan skala interval likert untuk menentukan interval kategori sifat organoleptik
setiap variabel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata terhadap warna
daging, bau daging, rasa daging, dan keempukkan daging. Warna daging berkisar 3,0 –
3,5, bau daging berkisar 3,32 – 3,92 , rasa daging berkisar 3,32 – 4,12, dan keempukkan
3,36 – 3,76.
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan ekstrak daun kelor dengan
etanol 70% sebagai feed additive dalam air minum dengan level 0,45g, 0,90g dan 1,35g
dapat mengurangi bau amis dan tidak menuruni warna daging, rasa daging, dan keempukan
daging.
(Program S
PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRAT MENGANDUNG AMPAS SAGU AREN FERMENTASI TERHADAP MILK INCOME OVER FEED COST (MIOFC) SAPI PERAH FH LAKTASI
Sapi Perah adalah salah satu ternak penghasil protein hewani yang berupa daging
dan susu. Karena pakan adalah biaya produksi terbesar bagi usaha peternakan, efesiensi
pakan berpengaruh terhadap keuntungan peternak. Salah satu strategi alternatif yang dapat
digunakan adalah penggunaan sisa hasil limbah pertanian. Langkah ini dinilai sangat efektif
karena biaya untuk penyusunan ransum dalam memenuhi kebutuhan ternak mencapai angka
50-80% dari biaya total produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
pemberian konsentrat ampas sagu aren fermentasi terhadap Milk Income Over Feed Cost
(MIOFC) sapi perah FH (Friesian Holstein) laktasi. Rancangan percobaan yang digunakan
adalah rancangan bujur sangkar latin (RBSL) dengan pola 4 x 4 digunakan pada empat sapi
perah FH laktasi dengan 4 perlakuan dan 4 periode, dengan faktor pembeda antar perlakuan
adalah level penggunaan ampas sagu aren fermentasi (ASAF) yaitu 0% (K0), 10% (K1),
15% (K2), dan 20% (K3). Variabel pengamatan yaitu konsumsi pakan, produksi susu, harga
susu, harga konsentrat ASAF, biaya pakan, penerimaan susu, dan Milk Income Feed Cost
(MIOFC). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil analisis yang
menunjukkan perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap peubah yang diamati, maka
dilanjutkan dengan uji jarak berganda menggunakan Duncan’s Multiple Range Test
(DMRT).
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ransum dengan
penambahan ampas sagu aren fermentasi Pleurotus ostreatus dapat mempertahankan
produksi susu pada sapi perah FH laktasi. Pemberian ransum mengandung ampas sagu aren
fermentasi (ASAF) memberikan pengaruh yang tidak berbeda terhadap Milk income over
feed cost (MIOFC) sapi perah FH laktasi. Namun rataan pemberian konsentrat dengan 0%
dan 20% ampas sagu aren fermentasi menghasilkan nilai Milk income over feed cost
(MIOFC) di 0% (Rp 81.941) dan 20% (Rp 80.241) rataan tertinggi. Hasil penelitian ini tidak
meningkatkan namun memiliki kecenderungan mempertahankan keuntungan ekonomis
(MIOFC
PENGARUH DURASI PEMUASAAN SEBELUM TRANSPORTASI TERHADAP RESPON FISIOLOGIS DAN PENYUSUTAN BOBOT BADAN AYAM BROILER
Ayam broiler adalah ayam ras yang mampu tumbuh cepat sehingga dapat
menghasilkan daging dalam waktu relatif singkat dan merupakan sektor peternakan yang
mengalami kemajuan pesat. Broiler mempunyai peranan yang penting sebagai sumber
protein hewani asal ternak. Namun manajemen pra pemotongan dapat mengakibatkan
stres, penurunan berat badan, serta mengalami kematian. Salah satu kegiatan pra
pemotongan ayam broiler yaitu transportasi. Tahapan sebelum transportasi adalah
mempuasakan ternak, pemuasaan ternak mempunyai dampak positif yaitu dapat menekan
biaya pakan, mengurangi produksi feses pada saat transportasi, mengurangi jumlah pakan
yang masih ada pada pencernaan ayam sehingga daging tidak terkontaminasi bakteri, dan
memudahkan saat penyembelihan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh durasi pemuasaan sebelum
transportasi terhadap respon fisiologi dan penyusutan bobot badan broiler. Penelitian
dilaksanakan pada bulan oktober 2023 berlokasi di Commericial Zone and Animal
Laboratory (CZAL) Univertitas Bengkulu dan Laboratorium Jurusan Peternakan
Universitas Bengkulu. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL).
Menggunakan 40 ekor broiler umur +30 hari teridiri dari 4 perlakuan, tiap perlakuan
menggunakan 10 ekor broiler sebagai ulangan. P0 : Kontrol tanpa dipuasakan, P1 :
Dipuasakan selama 4 jam, P2 : Dipuasakan selama 8 jam, dan P3 : Dipuasakan selama 12
jam.
Variabel yang diamati adalah respon fisiologis, penyusutan bobot badan,
persentase penyusutan bobot badan tingkat kematian serta mikroklimat. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa durasi pemuasaan ayam broiler berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap
penyusutan bobot badan dan persentase penyusutan bobot badan setelah transportasi 2 jam
tetapi berpengaruh tidak nyata (P<0,05) terhadap respon fisiologi, dan kematian. Dapat
disimpulkan bahwa penyusutan bobot badan dan persentase penyusutan bobot badan
terendah tanpa mempengaruhi respon fisiologi dan tingkat kematian yaitu pada durasi
pemuasaan 8 dan 12 jam sebelum transportasi
PENINGKATAN USER SATISFACTION PADA REDESAIN APLIKASI MOBILE BANKING BANK BENGKULU MENGGUNAKAN METODE EUCS DAN DOUBLE DIAMOND
Perkembangan teknologi informasi, khususnya dalam dunia perBankan, telah mendorong Bank
untuk terus menghadirkan inovasi guna meningkatkan layanan kepada nasabah. Salah satu
inovasi yang semakin populer adalah aplikasi layanan Bank berbasis Mobile atau smartphone.
Bank Bengkulu telah melakukan inovasi teknologi dengan produk layanan kepada nasabah
berupa Mobile Banking. Peningkatan aplikasi perlu dilakukan untuk menjaga retensi nasabah
dalam menggunakan aplikasi mobile banking Bank Bengkulu, mengingat rating yang cukup
rendah pada Playstore dan App Store serta banyaknya komentar negatif dari pengguna yang
pernah menggunakan aplikasinya. Penelitian ini dilakukan untuk dapat mengetahui bagaimana
tingkat kepuasan pengguna akhir dan melakukan peningkatan dengan memberikan rancangan
desain solusi (redesain) yang terukur. Dalam analisa tingkat kepuasan pengguna mobile
banking Bank Bengkulu menggunakan EUCS (End User Computing Satisfaction) yang
merupakan tahap awal dari metode Double Diamond dan diperoleh nilai rata-rata tingkat
kepuasan pengguna terhadap aplikasi yaitu 2,77 yang berada pada range cukup, namun nilai
tersebut tergolong pada nilai yang cukup kecil dengan hanya memiliki selisih 0,18 untuk berada
pada range tidak puas. Peningkatan aplikasi dengan memberikan rancangan desain solusi
menggunakan prinsip dan aturan Nielsen and Shneiderman. Hasil redesain terstruktur dengan
tahapan metode Double Diamond yang selanjutnya dilakukan testing terukur menggunakan
SUS (System Usability Scale). Diperoleh skor SUS yaitu 87,975 yang diintepretasikan dalam
bagan rating SUS berada pada rating Excellent dengan Acceptability yang dapat diterima
(Acceptable). Analisa sentiment diperlukan untuk mengetahui feedback berdasarkan komentar
pengguna setelah mencoba hasil desain solusi yang ditawarkan. Analisis sentimen dengan NLP
(Natural Language Processing) menggunakan model IndoBERT didapat 73 sentimen positif,
22 netral, dan 3 negatif. Sentimen didominasi positif selaras dengan hasil skor SUS yang telah
diperoleh.
Kata Kunci: Mobile Banking, End User Computing Satisfaction, Double Diamond, System
Usability Scale, Redesain, Natural Language Processing, IndoBERT, Feedback, Rating,
Acceptable, Excellen
FORECASTING PENDAFTAR MAHASISWA/I BARU MELALUI PENDEKATAN METODE SINGLE EXPONENTIAL SMOOTHING DALAM MENDUKUNG RENCANA STRATEGI BISNIS UNIVERSITAS BENGKULU
Aplikasi forecasting pendaftar mahasiswa/i baru Universitas Bengkulu melalui
pendekatan Metode Single Exponential Smoothing dapat digunakan untuk meramalkan
jumlah pendaftar mahasiswa baru untuk tahun berikutnya berdasarkan hasil dari
analisis data pendaftar mahasiswa baru pada tahun sebelumnya. Aplikasi forecasting
pendaftar mahasiswa/i baru Universitas Bengkulu melalui pendekatan Metode Single
Exponential Smoothing dapat mendukung Renstra Universitas Bengkulu, dimana hasil
peramalan dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan menentukan
jumlah daya tampung pada Tahun Akademik berikutnya untuk setiap Program Studi.
Dari hasil keakuratan peramalan menggunakan MAPE, didapatkan kesimpulan bahwa
nilai error yang didapatkan sebesar 1,58%, dimana nilai tersebut lebih kecil dari 10%
sehingga kinerja dari Metode Single Exponential Smoothing pada data jumlah pendaftar
mahasiswa baru di Universitas Bengkulu pada Periode 2015/2016 sampai dengan
2023/2024 sangat baik. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, dapat ditarik
kesimpulan bahwa Aplikasi mampu meramalkan jumlah pendaftar mahasiswa baru
untuk 1 tahun ke depan berdasarkan data jumlah pendaftar mahasiswa baru yang telah
diinputkan sebelumnya.
Kata Kunci: Forecasting; Pendaftar Mahasiswa Baru; Metode Single Exponential Smoothin