University of Bengkulu

UNIB Scholar Repository
Not a member yet
    31735 research outputs found

    PENERAPAN REGRESI TOBIT PADA PENGELUARAN RUMAH TANGGA KONSUMSI TELUR DAN SUSU DI KOTA BENGKULU

    No full text
    Analisis regresi merupakan metode statistika yang digunakan untuk melihat hubungan dalam bentuk fungsi antara dua atau lebih variabel bebas terhadap variabel terikat. Salah satu metode regresi yang digunakan untuk menangani data tersensor atau data dengan nilai nol yang signifikan adalah regresi Tobit. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan pengeluaran rumah tangga untuk konsumsi telur dan susu di Kota Bengkulu menggunakan regresi Tobit serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Data yang digunakan berasal dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2022 dengan total 1.170 rumah tangga sebagai sampel. Model regresi Tobit dipilih karena sebagian besar data pengeluaran rumah tangga memiliki nilai nol, yang menunjukkan sifat data tersensor. Penelitian ini mengidentifikasi beberapa faktor yang memengaruhi pengeluaran untuk konsumsi telur dan susu, seperti tingkat pendidikan kepala rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga, dan lapangan pekerjaan kepala rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan kepala rumah tangga (SD, SMP, dan SMA), jumlah anggota rumah tangga, serta lapangan pekerjaan kepala rumah tangga di bidang pertanian dan perdagangan memiliki pengaruh signifikan terhadap pengeluaran rumah tangga untuk konsumsi telur dan susu. Tingkat pendidikan kepala rumah tangga dan lapangan pekerjaan kepala rumah tangga berhubungan negatif, sementara jumlah anggota rumah tangga menunjukkan hubungan positif dengan pengeluaran untuk konsumsi telur dan susu. Model regresi Tobit yang digunakan berhasil memodelkan pengeluaran rumah tangga dengan akurasi yang memadai, sebagaimana diindikasikan oleh nilai MAAPE sebesar 1,38%. Kata kunci : data tersensor, konsumsi telur dan susu, pengeluaran rumah tangga, regresi tobi

    INOVASI DAN KINERJA OPERASIONAL BAY TAT RICKA DI KOTA BENGKULU

    No full text
    Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam ekonomi, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan menjadi penggerak inovasi. UMKM juga memiliki potensi besar dalam membuka pasar baru dan menghasilkan produk berkualitas tinggi. Kinerja yang optimal menjadi dasar utama dalam memproduksi produk-produk unggulan yang kompetitif dan memenuhi kebutuhan konsumen. Penelitian ini berfokus pada inovasi yang dilakukan oleh Bay Tat Ricka, sebuah UMKM di Kota Bengkulu, dalam upaya meningkatkan kinerja operasionalnya melalui inovasi proses, produk, dan layanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk inovasi proses, inovasi produk, dan inovasi layanan yang dilakukan oleh Bay Tat Ricka, serta untuk mengevaluasi kinerja operasional usaha ini di Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara semi terstruktur dengan pemilik usaha, manajer produksi, dan beberapa pekerja terkait. Data primer diperoleh langsung melalui survei lapangan di Bay Tat Ricka untuk menjawab pertanyaan penelitian. Pendekatan ini memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang inovasi yang dilakukan dan kinerja operasional yang dicapai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bay Tat Ricka telah melakukan berbagai inovasi, termasuk inovasi proses dengan peningkatan manajemen produksi dan penggunaan tenaga kerja terampil, inovasi produk dengan penggunaan bahan baku berkualitas tinggi dan desain kemasan yang menarik, serta inovasi layanan melalui pemanfaatan teknologi dalam penjualan online dan peningkatan sistem pengiriman. Inovasi-inovasi ini terbukti meningkatkan efisiensi produksi, kualitas produk, kepuasan pelanggan, dan perluasan jangkauan pasar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa inovasi dalam berbagai aspek bisnis dapat berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kinerja operasional UMKM. Saran praktis dari penelitian ini adalah agar UMKM seperti Bay Tat Ricka terus berinovasi dalam proses, produk, dan layanan untuk meningkatkan daya saing dan kinerja mereka di pasar yang semakin kompetitif. Penelitian ini juga dapat menjadi acuan bagi akademisi untuk penelitian lebih lanjut terkait inovasi dan kinerja UMKM di sektor kuliner. Selain itu, disarankan agar Bay Tat Ricka melakukan penelitian pasar secara berkala untuk memahami kebutuhan dan preferensi pelanggan serta memantau perkembangan tren di industri kuliner. Langkah-langkah ini akan membantu Bay Tat Ricka dalam mengembangkan inovasi produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan pasar. Kata Kunci: inovasi, kinerja operasional, UMKM, kuliner, Bay Tat Rick

    PEMBERIAN RANSUM KOMPLIT BERBENTUK PELET YANG MENGANDUNG TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP KUALITAS KARKAS BROILER

    No full text
    Penelitian ini dilaksanakan untuk mengevaluasi pemberian ransum komplit berbentuk pelet yang mengandung tepung daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kualitas karkas broiler. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober – November 2024 di kandang Commercial Zone and Animal Laboratory (CZAL) dan analisa sampel dilakukan di Laboratorium Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu. Menggunakan 160 ekor ayam betina yang dibagi ke dalam 20 petakan dengan masing-masing 8 ekor ternak. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan pada penelitian adalah pemberian tepung daun kelor sebanyak 0% pada P0, 5% pada P1, 10% pada P2, dan 15% pada P3. Pelet diberikan pada umur 15-35 hari dan air minum diberikan secara ad libitum. Variabel yang diamati adalah berat karkas, persentase berat karkas, warna karkas, meat bone ratio, cooking loss dan drip loss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung daun kelor dalam ransum berbentuk pelet berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap berat karkas, persentase berat karkas, dan meat bone ratio. Pemberian 15% tepung daun kelor berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap cooking loss, pada level 10% dan 15% berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap drip loss dan dapat meningkatkan warna karkas. Rataan berat karkas berkisar 1150,10-1263,44 gram, persentase berat karkas berkisar 64,65-68,76%, skor warna karkas berkisar 103,60- 104,80, meat bone ratio berkisar 3,07-3,66, cooking loss berkisar 27,37-30,54% dan drip loss berkisar 0,98-4,12%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ransum komplit berbentuk pelet yang mengandung tepung daun kelor (Moringa oleifera) pada level 15% dapat menurunkan cooking loss dan pada level 10% dan 15% dapat menurunkan drip loss, dan dapat meningkatkan warna karkas, tetapi tidak berpengaruh terhadap berat karkas, persentase berat karkas, dan meat bone ratio broiler umur 35 hari. (Program Studi Peternakan, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

    ANALISIS KRITIK SOSIAL DINASTI POLITIK DALAM KOMIK STRIP @MICECARTOON.CO.ID DI MEDIA INSTAGRAM

    No full text
    Kritik terhadap fenomena dinasti politik ini hadir dalam berbagai bentuk,salah satunya melalui komik strip satir karya @micecartoon.co.id yang dipublikasikan di Instagram. Komik ini sering menyoroti berbagai peristiwa politik terkini dengan gaya humoris namun tetap mengandung kritik yang tajam.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kritik sosial terhadap dinasti politik dalam komik strip @micecartoon.co.id serta memahami bagaimana pesan pesan tersebut dikonstruksi melalui pendekatan semiotika Roland Barthes.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan teknik analisis semiotika untuk mengungkap makna denotatif, konotatif, dan mitos dalam komik. Data diperoleh melalui observasi terhadap komik strip yang diunggah di Instagram dan dianalisis menggunakan konsep semiotika Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komik strip ini mengkritik kemudahan akses politik bagi keluarga pejabat, ketidakadilan dalam penerapan regulasi politik, serta peran lembaga hukum dan pemerintah dalam mempertahankan kepentingan elit politik tertentu. Komik ini membangun kritik sosial dengan menampilkan tokoh-tokoh yang menyerupai figur politik nasional secara denotatif. Secara konotatif, komik menyiratkan adanya sistem yang mendukung keberlangsungan politik dinasti.Sementara itu, dalam ranah mitos, komik mencerminkan realitas politik Indonesia,di mana kekuasaan diwariskan secara turun-temurun, sehingga membentuk persepsi bahwa praktik politik dinasti adalah sesuatu yang wajar. Komik stri @micecartoon.co.id memiliki peran signifikan dalam menyampaikan kritik sosial terhadap politik dinasti di Indonesia, dengan memanfaatkan gaya satir yang mudah dipahami oleh masyarakat luas. Komik ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tetapi juga sebagai alat untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap ketimpangan politik yang terjadi. Kata Kunci: Dinasti Politik, Kritik Sosial, Komik Strip, Semiotika, Roland Barthes, Media Digit

    MAKNA KOMUNIKASI RITUAL DALAM PROSESI PEMUTUSAN SILAT CIKAK BENGKULU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna komunikasi ritual dalam prosesi pemutusan Silat Cikak Bengkulu. Metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi digunakan untuk memahami makna komunikasi ritual dalam prosesi pemutusan ini. Teori yang digunakan ialah teori komunikasi ritual dari James W. Carey dan Teori Interaksonisme simbolik dari George Herbert Mead. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan Guru Besar Silat Cikak, Ketua Belabar, Pelatih, dan Murid serta dokumentasi kegiatan dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi ritual dalam prosesi pemutusan Silat Cikak Bengkulu tidak hanya seremonial, tetapi juga mengandung elemenelemen yang memperkuat kebersamaan, menyampaikan makna simbolis, mendorong partisipasi komunitas dan memastikan keberlanjutan budaya. Ritual pemutusan melibatkan interaksi verbal dan non-verbal serta simbolisme yang mencerminkan nilai-nilai spiritual dan identitas budaya. Dimensi transendental juga berperan penting sebagai sarana mencapai kedamaian batin dan memperkuat hubungan dengan Tuhan dan leluhur. Makna komunikasi ritual pemutusan silat cikak dipahami melalui teori interaksionisme simbolik, ketika simbol-simbol dalam ritual, seperti nasi jambar, kain putih, langiran, ikat kepala hitam putih dan kemenyan membentuk pikiran (Mind) murid tentang nilai-nilai perguruan. Kemudian menginternalisasi nilai-nilai tersebut dalam pembentukan identitas diri dan komitmen murid (Self). Identitas ini kemudian berkembang menjadi tanggung jawab sosial dalam menjaga dan mewariskan tradisi silat cikak kepada generasi berikutnya (Society). Kata Kunci: Identitas Budaya, Iinteraksionisme Simbolik, Komunikasi Ritual, Prosesi Pemutusan, Silat Cikak Bengkulu

    TANGGUNG JAWAB NEGARA DALAM PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEKERJA MIGRAN INDONESIA

    No full text
    Perlindungan hukum terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) merupakan salah satu bentuk konkret tanggung jawab negara dalam menjamin hak-hak konstitusional warga negaranya, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pelaksanaan tanggung jawab negara dalam memberikan perlindungan hukum terhadap PMI serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan tanggung jawab tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kerangka hukum yang mengatur perlindungan PMI telah tersedia, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, baik secara internal maupun eksternal. Faktor-faktor penghambat antara lain adalah lemahnya koordinasi antar lembaga pemerintah, terbatasnya anggaran dan sumber daya manusia, rendahnya kesadaran hukum PMI, serta minimnya evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan perlindungan. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi peran negara melalui penguatan kelembagaan, peningkatan literasi hukum bagi calon PMI, serta harmonisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan terpenuhinya perlindungan hukum secara efektif, menyeluruh, dan berkeadilan bagi setiap PMI. Kata Kunci: Tanggung Jawab Negara, Perlindungan Hukum, Pekerja Migran Indonesia, Negara Hukum, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017

    IMPLEMENTASI ASAS KEADILAN DALAM PRAKTIK PEMBULATAN ANGKA TIMBANGAN TERHADAP TRANSAKSI JUAL BELI BUAH KELAPA SAWIT DITINJAU DARI HUKUM ISLAM (Studi Di Kabupaten Kaur) HALAMAN JUDUL

    No full text
    Berdasarkan data dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Indonesia menjadi pemimpin eksportir minyak sawit dunia, salah satu Kabupaten di Provinsi Bengkulu yakni Kabupaten Kaur menjadi salah satu penghasil buah kelapa sawit dengan angka penghasil buah kelapa sawit yang cukup tinggi yakni pada 2024 mencapai angka 80.000 Ton. Akan tetapi dari besarnya angka penghasil buah kelapa sawit di Kabupaten Kaur masih ada kecurangan yang dilakukan dalam pendistribusian buah kelapa sawit, seperti pembulatan angka timbangan yang dilakukan oleh toke/pengepul terhadap petani. Penelitian ini mebahas dua pokok permasalahan: (1) mengetahui secara jelas bagaimana praktik pembulatan angka timbangan di Kabupaten Kaur dengan melihat kesesuaian dengan implementasi asas keadilan dan hukum Islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris, yang artinya hukum di pandang sebagai fenomena yang dapat diamati dalam kehidupan nyata sebagai variable dan indikator yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan sosial. (2) Praktik pembulatan angka timbangan sebagai perbuatan melawan hukum. Yang artinya praktik pembulatan angka timbangan dalam transaksi jual beli buah kelapa sawit di Kabupaten Kaur tidak sejalan dengan Implementasi yang sesuai dengan asas keadilan dikarenakan praktik tersebut banyak bertentangan dengan ketentuan hukum islam dan dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum. Kata Kunci : Implementasi, Asas Keadilan, Praktik Pembulatan Angka Timbangan, Jual Beli, Hukum islam

    PENERAPAN PEMBELAJARANTEAMS GAMESTOURNAMENT (TGT) DENGAN MEDIA ULAR TANGGA UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS IIIA SDN 36 KOTA BENGKULU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dengan media ular tangga untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa kelas IIIA SDN 36 Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK), yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IIIA SDN 36 Kota Bengkulu yang berjumlah 18 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi dan lembar tes. Teknik analisis data menggunakan rumus rata-rata skor, skor tertinggi, skor terendah, selisih skor dan kisaran nilai untuk setiap kategori. Data tes dianalisis menggunakan rumus rata-rata kelas dan presentase ketuntasan belajar klasikal. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dan prestasi belajar siswa pada pelajaran Matematika menggunakan pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Hasil skor rata- rata aktivitas siswa siklus I diperoleh 43 dengan kategori Cukup dan meningkat pada siklus II diperoleh rata-rata 57 dengan kategori Baik. Hasil prestasi belajar siswa pada pembelajaran Matematika siklus I didapatkan rata-rata kelas sebesar 76,66 dengan ketuntasan belajar klasikal 66,67% mengalami peningkatan pada siklus II diperoleh rata-rata kelas sebesar 78,89 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 72%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dengan media ular tangga dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa pada pembelajaran Matematika kelas IIIA SDN 36 Kota Bengkulu. Kata kunci : Media Ular Tangga, Aktivitas, Prestasi Belaja

    PENYELESAIAN SENGKETA BATAS NTAGHE ( BATAS TANAH) MENURUT HUKUM ADAT BESEMAH DI DESA MANAU IX KECAMATAN PADANG GUCI HULU

    No full text
    Tanah memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia, terutama bagi bangsa Indonesia, yang tidak dapat terlepas dari keberadaannya. Tanah tidak hanya dipandang dari aspek ekonomi, namun juga meliputi berbagai aspek kehidupan dan penghidupan. Tanah memiliki nilai yang beragam, seperti dalam penggunaannya, pemanfaatannya, dan sebagainya. Sebagai contoh, tanah air dan tumpah darah adalah simbol yang menggambarkan wilayah Indonesia yang didominasi oleh tanah. Di masyarakat Sumatera Selatan, banyak penduduknya yang menggantungkan hidup dari tanah. Indonesia sebagai negara agraris menjadikan tanah sebagai faktor penting bagi kelangsungan hidup rakyat, sebagaimana tertuang dalam Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945. Di Desa Manau IX, Kecamatan Padang Guci Hulu, Kabupaten Kaur, terjadi sengketa batas tanah kebun kopi antara dua individu. Sengketa ini dipicu oleh klaim atas pohon petai yang berada di batas tanah mereka, yang akhirnya berkembang menjadi perdebatan dan keributan. Penyelesaian sengketa ini dilakukan melalui hukum adat Padang Guci Suku Besemah, dengan harapan dapat tercapai solusi yang adil tanpa menimbulkan konflik lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme penyelesaian sengketa tanah dalam perebutan batas tanah (ntaghe) menurut hukum adat Padang Guci Suku Besemah di Desa Manau IX, serta hambatan-hambatan yang dihadapi dalam proses penyelesaian sengketa tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi hukum kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai dinamika penyelesaian sengketa tanah, serta kontribusinya terhadap tatanan sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Kata Kunci: Penyelesaian sengketa Ntaghe, tanah, hukum adat, Suku Besemah

    6,135

    full texts

    31,735

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNIB Scholar Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇