31735 research outputs found
Sort by
WORK-LIFE BALANCE PADA PEGAWAI ASN PEREMPUAN DI DINAS KETAHANAN PANGAN PROVINSI BENGKULU
Penelitian ini mengangkat judul “ Work-Life Balance pada Pegawai ASN
Perempuan Di Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu “. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis work-life balance pada ASN perempuan di Dinas
Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu. Latar belakang penelitian ini didasarkan
pada fenomena perempuan yang menjalankan peran ganda, yakni sebagai pegawai
dan sebagai individu dalam keluarga, namun tetap mampu menjalani keduanya
secara harmonis tanpa mengalami konflik peran. Penelitian ini menggunakan teori
Work-Life Balance dari McDonald dan Bradley (2005), yang mencakup tiga aspek
utama: keseimbangan waktu (time balance), keseimbangan keterlibatan
(involvement balance), dan keseimbangan kepuasan (satisfaction balance).
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung,
dan dokumentasi terhadap lima orang informan yang merupakan ASN perempuan
dengan jabatan struktural maupun fungsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pada aspek keseimbangan waktu, informan mampu mengelola waktu kerja dan
waktu pribadi secara efisien, melalui perencanaan yang baik dan kemampuan
menetapkan prioritas tanpa menyebabkan tumpang tindih peran. Pada aspek
keseimbangan keterlibatan, informan menunjukkan keterlibatan emosional dan
fisik yang setara baik dalam pekerjaan maupun dalam keluarga, sehingga tidak ada
dominasi salah satu peran. Sementara pada aspek keseimbangan kepuasan,
informan merasa puas menjalankan dua peran tersebut karena dukungan keluarga,
lingkungan kerja yang suportif, dan pencapaian pribadi yang selaras dengan
harapan. Kesimpulannya, ASN perempuan di Dinas Ketahanan Pangan Provinsi
Bengkulu mampu menegosiasikan dan mengharmonisasikan peran kerja dan
kehidupan pribadi secara efektif. Tidak ditemukan adanya konflik peran yang
signifikan, yang menandakan bahwa work-life balance telah tercapai secara
optimal.
Kata Kunci: Work-Lif
DETERMINASI KEBIJAKAN PENANGANAN STUNTING DI KECAMATAN ARGA MAKMUR KABUPATEN BENGKULU UTARA
Stunting menjadi isu yang sering diperbincangkan dalam masalah kesehatan
global karena berdasarkan dari data World Healt Organization (WHO) pada tahun
2023 sebanyak 148,1 juta anak di dunia mengalami stunting. Secara global,
strategi untuk mengatasi masalah stunting difokuskan pada 1.000 Hari Pertama
Kehidupan (HPK) sampai dengan usia 24 bulan. Untuk mendukung percepatan
penurunan stunting di Indonesia, pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara membuat
kebijakan Peraturan Bupati Nomor 19 Tahun 2023 Tentang Percepatan Penurunan
Stunting. Berbagai upaya pemerintah yang telah dilakukan dalam penanganan
masalah stunting di Kecamata Arga Makmur, Kecamatan Arga Makmur
merupakan Ibukota Kabupaten Bengkulu Utara, dengan prevalensi angka stunting
hanya sebesar 3,53%. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah
mengetahui bagaimana Determinasi Kebijakan Penanganan Stunting Di
Kecamatan Arga Makmur. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan
menggunakan teknik pengumplan data melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Teknik pemilihan informan pada penelitian ini menggunakan teknik
informan kunci. Sementara pada teknik analisis data menggunakan lima tahapan
yaitu menyiapkan dan mengorganisir data, membaca dan melihat seluruh data,
malakukan coding, menerapkan proses coding untuk mendeskripsikan setting,
orang, kategori, dan tema yang dianalisis, serta menginterpretasi makna dari data.
Hasil dari penelitian ini adalah telah berjalannnya penanganan program stunting di
Kecamatan Arga Makmur berupa program sosialisasi pola asuh orang tua, gizi
seimbang pada balita, pemberdayaan ekonomi keluarga, sanitasi lingkungan
bersih, desa bebas ODF, serta penggunaan aplikasi ELSIMIL dan Si-Amazing.
Namun dalam program stunting tersebut, penulis menemukan adanya faktor
penghambat dalam penanganan stunting yaitu pada penggunaan aplikasi Si-
Amazing kerap terjadi ketidaksesuaiaan data hasil audit dari lapangan ke
kebupaten.
Kata Kunci: Kebijakan Stunting, Determinasi Kebijakan Stuntin
PENGARUH MEDIA SMART BOX TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK USIA 5–6 TAHUN DI TK NEGERI PEMBINA KECAMATAN PADANG GUCI HULU
Kemampuan membaca permulaan adalah tahap awal literasi anak usia dini,
mencakup pengenalan huruf, bunyi awal kata, dan hubungan huruf dengan
bunyinya. Kemampuan ini menjadi dasar penting bagi keterampilan membaca
lanjutan. Namun, masih banyak anak usia dini yang mengalami kesulitan mengenal
huruf dan membedakan bunyi awal kata, sehingga menghambat perkembangan
literasi.. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh media Smart Box
terhadap kemampuan membaca permulaan anak usia 5–6 tahun di TK Negeri
Pembina Kecamatan Padang Guci Hulu. Metode penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental jenis Nonequivalent
Control Group Design. Subjek terdiri atas dua kelompok, yaitu kelas eksperimen
dan kelas kontrol, masing-masing berjumlah 17 anak. Instrumen penelitian berupa
lembar penilaian kemampuan membaca permulaan berdasarkan lima indikator:
menyebutkan simbol huruf, mengenal bunyi awal nama benda, mengelompokkan
gambar berdasarkan bunyi awal, mencocokkan huruf dengan bunyinya, dan
membaca nama sendiri. Analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas,
dan Independent Sample t-Test. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata nilai post-test
kelas eksperimen (15,41) lebih tinggi dari kelas kontrol (14,12), dengan t hitung =
2,055 > t tabel = 2,036 dan signifikansi 0,048 < 0,05. Penelitian ini menyimpulkan
bahwa media Smart Box terbukti secara signifikan meningkatkan kemampuan
membaca permulaan. Guru disarankan memanfaatkan media inovatif ini untuk
mendukung literasi awal anak.
Kata Kunci: Smart Box, Membaca Permulaan, Anak Usia Din
STRATEGI GURU DALAM MENERAPKAN NILAI-NILAI KARAKTER TARAKANITA PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK SINT CAROLUS BENGKULU
Nilai-nilai karakter Tarakanita, yang berakar pada pembelajaran, pembiasaan, dan
keteladanan, diyakini memiliki peran penting dalam pembentukan fondasi moral
dan sosial anak sejak usia dini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi
guru dalam menerapkan nilai karakter Tarakanita pada anak usia 4 sampai 5 tahun
di TK Sint Carolus Bengkulu. Informan pada penelitian ini adalah kepala sekolah
dan 2 orang guru kelas A. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah
wawancara dan observasi. Teknik analisis data menggunakan Miles dan
Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TK Sint Carolus secara
sistematis mengembangkan nilai-nilai karakter Tarakanita (Cc5+) melalui tiga
strategi utama yaitu, pembelajaran melalui integrasi Pendidikan Karakter
Tarakanita, bahasa asing, pembelajaran berbasis pengalaman, dan teknologi,
pembiasaan melalui membiasakan perilaku baik seperti antre dan merawat
lingkungan, serta diperkuat oleh keteladanan konsisten dari guru dan orang tua
sebagai fondasi pembentukan karakter anak. Strategi guru di TK Sint Carolus
dalam menggunakan pembelajaran berbasis pengalaman yang menekankan pada
siklus refleksi dan sharing. Guru TK Sint Carolus Bengkulu disarankan untuk
berkomunikasi rutin dengan orang tua demi menyelaraskan strategi pembentukan
karakter anak, sekaligus merefleksikan dan mengevaluasi metode pengajaran
secara berkelanjutan melalui diskusi, observasi.
Kata kunci : Strategi Guru, Nilai Karakter Tarakanita, Anak Usia 4-5 Tahu
EFEKTIVITAS PELAYANAN PUBLIK DALAM PENERAPAN E-BLUE KIR PADA PELAYANAN PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR DI DINAS PERHUBUNGAN KOTA BENGKULU
Modernisasi pelayanan publik melalui digitalisasi sistem menjadi tuntutan dalam
era e-goverment, termasuk dalam pelayanan pengujian kendaraan bermotor yang
memiliki peran strategis dalam keselamatan transportasi dan pengendalian
pencemaran udara. Sejalan dengan tuntutan modernisasi tersebut, penelitian ini
bertujuan untuk mengkaji efektivitas pelayanan publik dalam penerapan E-Blue
KIR pada pelayanan pengujian kendaraan bermotor di Dinas Perhubungan Kota
Bengkulu. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik
pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis
menggunakan teori efektivitas Duncan yang meliputi tiga aspek: pencapaian tujuan,
integrasi, dan adaptasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan E-Blue
KIR belum berjalan efektif karena beberapa kendala: 1) Aspek pencapaian tujuan:
belum ada peraturan daerah khusus dan sasaran konkret; 2) Aspek integrasi:
sosialisasi masih terbatas dan sistem belum bisa diakses mandiri oleh pengguna; 3)
Aspek adaptasi: keterbatasan pelatihan petugas dan tidak tersedianya unit cadangan
alat pengujian vital. Meski demikian, terdapat peningkatan efisiensi dalam hal
pencatatan dan pengelolaan data pengujian. Untuk itu, penelitian
merekomendasikan untuk melakukan penguatan regulasi daerah, pengembangan
sistem yang terintegrasi, peningkatan kapasitas SDM, dan penyediaan infrastruktur
pendukung yang memadai untuk mengoptimalkan implementasi E-Blue KIR di
Kota Bengkulu.
Kata Kunci: Adaptasi; Efektivitas; E-Blue KIR; Integrasi; dan Pelayanan Publik
PEMBERDAYAAN POKDARWIS DI WISATA SUNGAI TROKON DESA CAWANG LAMA REJANG LEBONG PROVINSI BENGKULU
Sungai Trokon merupakan salah satu destinasi wisata alam di Desa
Cawang Lama, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu yang memiliki
potensi besar untuk dikembangkan melalui pendekatan pariwisata berbasis
masyarakat. Keindahan alam serta keterlibatan masyarakat lokal menjadi daya
tarik utama yang dapat mendorong terciptanya wisata yang berkelanjutan.
Dalam konteks ini, Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) memiliki peran
penting sebagai motor penggerak dalam pengelolaan dan pemberdayaan
masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana strategi
POKDARWIS dalam menggerakkan partisipasi aktif masyarakat serta bentuk
pembinaan yang diberikan kepada anggotanya. Metode yang digunakan adalah
kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi
pemberdayaan dilakukan melalui pelibatan langsung warga dalam pengelolaan
objek wisata, pelestarian lingkungan, serta pengembangan usaha berbasis
potensi lokal. Sementara itu, pembinaan anggota dilakukan secara berkelanjutan
melalui pelatihan teknis, pendampingan dari dinas pariwisata, dan penguatan
pelayanan wisata. Upaya ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan
kesadaran, kemandirian ekonomi, serta kualitas destinasi wisata. Penelitian ini
diharapkan menjadi referensi dalam penguatan kelembagaan POKDARWIS dan
kebijakan pengembangan wisata berbasis komunitas.
Kata Kunci: POKDARWIS, Pemberdayaan Masyarakat, Wisat
DUKUNGAN SOSIAL LINGKUNGAN LEMBAGA REHABILITASI PADA PROSES REHABILITASI PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI YAYASAN REHABILITASI MERCUSUAR DOA PEMATANGSIANTAR
Penyalahgunaan narkoba menjadi salah satu tantangan serius yang memengaruhi
individu, keluarga, dan masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki prevalensi
tinggi seperti Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran
dukungan sosial yang diberikan oleh lingkungan lembaga rehabilitasi dalam
mendukung proses pemulihan korban penyalahgunaan narkoba di Yayasan
Rehabilitasi Mercusuar Doa, Pematangsiantar. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk menggali secara mendalam
bentuk-bentuk dukungan sosial, meliputi dukungan emosional, penghargaan,
instrumental, dan informasional, yang diberikan oleh staf, konselor, serta teman
sesama pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial dari
lingkungan lembaga rehabilitasi memainkan peran kunci dalam proses pemulihan.
Dukungan emosional memberikan rasa diterima dan dihargai, sedangkan
dukungan penghargaan meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri klien.
Dukungan instrumental, termasuk fasilitas rehabilitasi yang memadai, bantuan
kebutuhan sehari-hari, dan program terapi yang terstruktur, terbukti membantu
klien menjalani proses rehabilitasi dengan lebih baik. Selain itu, dukungan
informasional melalui edukasi tentang bahaya narkoba serta strategi pengendalian
diri turut mempersiapkan klien untuk kembali ke masyarakat dan mengurangi
risiko kekambuhan (relapse).
Kata Kunci: Dukungan sosial, rehabilitasi narkoba, proses pemulihan,
penyalahgunaan narkoba, Yayasan Mercusuar Doa
PERAN PENGASUH LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK (LKSA) DALAM PEMBENTUKAN PERILAKU SOSIAL ANAK DI LKSA ASRAMA YATIM AL-FIDA KOTA BENGKULU
Anak asuh yang tinggal di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA)
merupakan anak-anak yatim, piatu, yatim piatu dari keluarga yang memiliki
perekonomian sulit menyebabkan keluarganya belum mampu untuk menjalankan
peran mereka sebagai orang tua dengan baik. Oleh sebab itu, anak sering
dihadapkan dengan masalah pembentukan perilaku sosialnya sehingga
memerlukan peran seorang pengasuh sebagai pengganti peran orang tua yang
tidak berjalan dengan baik untuk bisa membentuk perilaku sosial anak yang
positif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pengasuh lembaga
kesejahteraan sosial anak (LKSA) dalam pembentukan perilaku sosial anak di
LKSA Asrama Yatim Al-Fida Kota Bengkulu dengan menggunakan metode
penelitian kualitatif. Informan penelitian ini terdiri dari 1 orang kepala LKSA, 4
orang pengasuh, dan 4 orang anak asuh ditentukan melalui teknik purposive
sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi
dokumentasi. Penelitian menunjukan bahwa pengasuh telah menjalankan
perannya. Sebagai pendidik pengasuh mengajarkan anak tentang keterampilan
sosial, seperti kerjasama, sikap ramah, kemandirian, mengontrol emosi dan
komunikasi, serta materi keagamaan tentang akidah, ibadah dan fiqih dasar.
Sebagai pembimbing dengan melakukan bimbingan keagamaan, bimbingan
menentukan keterampilan anak, bimbingan menentukan sekolah lanjutan dan
bimbingan mengarahkan anak untuk berperilaku sosial murah hati dan empati.
Sebagai pembina pengasuh membina anak untuk disiplin dan bertanggung jawab
dengan menegakkan. Peran sebagai motivator pengasuh sudah menjalankannya
dengan memberikan dorongan dan semangat agar anak pantang menyerah dan
percaya diri. Peran sebagai teladan pengasuh telah menjalankannya dengan
mencontohkan perilaku kedisiplinan, kemurahan hati, dan sikap ramah, namun
masih menemui kendala terutama dan memberikan teladan perilaku murah hati
masih ada satu pengasuh yang belum mencontohkan perilaku sosial tersebut.
Peran sebagai penasehat pengasuh sudah menjalankannya dengan memberikan
nasihat, masukkan dan refleksi mendalam tentang perilaku saling memaafkan dan
kejujuran. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar: 1) LKSA Asrama Yatim Al-
Fida untuk membuat program khusus pelatihan pengasuhan dan evaluasi
pendekatan pengasuhan secara berkelanjutan untuk memastikan perkembangan
anak sesuai tujuan; 2) Pengasuh untuk meningkatkan pengetahuan dalam
pengasuhan.
Kata kunci: Peran, Pengasuh, Perilaku sosial, anak asu
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN SMART BOX TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS V SDN GUGUS III KOTA BENGKULU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media
pembelajaran smart box terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial
(IPAS) siswa kelas V di SDN Gugus III Kota Bengkulu. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan quasy eksperiment dan
desain The Matching Only Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi dalam
penelitian ini adalah siswa kelas V SDN gugus III Kota Bengkulu. Sampel
penelitian terdiri dari dua kelompok, yaitu siswa kelas VA SDN 17 Kota Bengkulu
sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SDN 57 Kota Bengkulu sebagai
kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data melalui tes pretest dan posttest
berbentuk soal pilihan ganda untuk mengukur hasil belajar siswa. Hasil uji hipotesis
pada kelompok eksperimen menunjukkan bahwa nilai thitung > ttabel (3,217 > 2,021)
dan Sig. (2-tailed) 0,003 < 0,05. Data ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan
hasil belajar pada kedua kelompok disebabkan adanya perlakukan berbeda, yaitu
pembelajaran dengan menggunakan media smart box pada kelompok eksperimen
dan pembelajaran konvensional tanpa menggunakan media smart box pada
kelompok kontrol. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat
pengaruh penggunaan media pembelajaran smart box terhadap hasil belajar IPAS
siswa kelas V SDN gugus III Kota Bengkulu.
Kata Kunci: Hasil Belajar, IPAS, Media smart bo
PENGARUH MODEL PjBL DALAM PEMBUATAN KERAJINAN PIPE CLEANER TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN SENI RUPA KELAS IV SD NEGERI GUGUS XIV KOTA BENGKULU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model PjBL terhadap hasil
belajar keterampilan seni rupa dalam pembuatan kerajinan pipe cleaner pada
siswa kelas IV SD Negeri Gugus XIV Kota Bengkulu. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experimental dan
desain matching only posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini
adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri di Gugus XIV Kota Bengkulu, dengan
sampel terdiri dari kelas IV A SD Negeri 42 sebagai kelas eksperimen dan kelas
IV A SD Negeri 45 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan adanya
perbedaan nilai rata-rata posttest antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Rata-
rata nilai posttest pada kelas eksperimen adalah 88,81, sedangkan pada kelas
kontrol sebesar 72,36. Nilai tertinggi pada kelas eksperimen mencapai 96 dan
terendah 82, sedangkan pada kelas kontrol nilai tertinggi 78 dan terendah 62.
Selisih rata-rata antara kedua kelas sebesar 16,45 menunjukkan adanya perbedaan
hasil belajar yang signifikan. Perlakuan yang diberikan berupa penerapan model
PjBL dalam proses pembelajaran seni rupa pada kelas eksperimen, sementara
kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Perbedaan
tersebut dibuktikan melalui uji Two Independent-Sample T-Test yang
menghasilkan nilai signifikansi Asymp.Sig. (2-tailed) bernilai 0,000 (0,000< 0,05),
yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan
bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan model PjBL terhadap
hasil belajar keterampilan seni rupa siswa dalam pembuatan kerajinan pipe
cleaner.
Kata Kunci: Model PjBL, Seni Rupa, Hasil Belajar Keterampila