University of Bengkulu

UNIB Scholar Repository
Not a member yet
    31735 research outputs found

    MODUL TEORI PENELITIAN DALAM KEBIDANAN

    Get PDF

    TINJAUAN KRIMINOLOGI TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PERSETUBUHAN DENGAN BUJUK RAYU BENGKULU

    Get PDF
    The crime of sexual intercourse with seduction had decreased but increased in the following year. This study aims to determine and describe the criminological aspects of the crime, children who commit sexual intercourse with seduction motives, and the efforts to overcome the problem of sexual intercourse with seduction against child perpetrators. The study involved child perpetrators in special child development institutions, investigators, judges, prosecutors, and community counselors. The study uses an empirical legal method with a non�doctrinal approach, namely conducting direct observation of cases and related policies. The results of the study showed that the act of sexual intercourse with seduction was considered by the perpetrators to be the influence of pornography, lack of parental control so that the perpetrator's child considered it normal in dating which caused the loss of social control, in overcoming law enforcement officers made preventive efforts such as prosecutors, police, and community counselors cooperating with the Women's Empowerment and Child Protection Service, Population Control and Family Planning through counseling, and appeals, repressive efforts consisted of prosecution by prosecutors, assistance from community counselors, and decisions by judges in accordance with the juvenile criminal justice system, as well as invitations to children to do positive activities and their parents to keep their children from committing the crime of sexual intercourse. Keywords: Criminology, Child Perpetrators, Sexual Intercourse, Seduction, and Bengkulu City

    PENERAPAN DASAR MENGUJI KEABSAHAN KEPUTUSAN TATA USAHA NEGARA DALAM PUTUSAN PENGADILAN TATA USAHA NEGARA BENGKULU

    Get PDF
    Penelitian ini membahas penerapan alat uji dalam menguji keabsahan Keputusan Tata Usaha Negara (KTUN) di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bengkulu, terutama setelah diberlakukannya Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Sebagai negara hukum, Indonesia menekankan pentingnya prinsip legalitas dalam setiap keputusan administrasi negara. Namun, dalam praktiknya, hakim PTUN menghadapi tantangan dalam menentukan dasar keabsahan KTUN, yang sebelumnya diuji secara alternatif tetapi kini harus dipertimbangkan secara kumulatif berdasarkan peraturan perundang-undangan dan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik. Perbedaan pendekatan ini menimbulkan perdebatan mengenai penerapan alat uji yang tepat, terutama dalam kasus-kasus yang melibatkan kewenangan bebas dan kewenangan terikat. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang�undangan dan dokumen, serta menganalisis putusan PTUN Bengkulu dalam periode tertentu. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan dalam penerapan alat uji yang menyebabkan ketidakpastian hukum bagi masyarakat dan pihak yang bersengketa. Kurangnya pedoman yang jelas bagi hakim dalam menentukan keabsahan KTUN juga berkontribusi terhadap inkonsistensi putusan. Oleh karena itu, diperlukan standar yang lebih jelas agar hakim dapat menerapkan alat uji secara konsisten dalam menentukan keabsahan suatu KTUN, guna menciptakan kepastian hukum bagi masyarakat dan meningkatkan kualitas putusan peradilan administrasi. Kata Kunci: Penerapan, Keabsahan Keputusan Tata Usaha Negara, Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Bengkul

    ENGAWASAN PRODUK IMPOR OBAT TRADISIONAL TANPA LABEL BAHASA INDONESIA DI PROVINSI BENGKULU

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh maraknya peredaran obat-obatan impor tanpa label bahasa Indonesia yang beredar di Kota Bengkulu. Produk tersebut digunakan oleh semua kalangan masyarakat tanpa mengetahui dampak menggunakan produk yang tidak sesuai standar nasional yaitu belum berlabel Bahasa Indonesia, diantara terdapat 6 (enam) merek yaitu Chy Gao, Lo Han Kuo, Pien Tze Huang, Yunnan Baiyao, Die Da Yao Jing dan Fufang Ejiao Jiang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan pengawasan dan kendalam salam pengawasan terhadap produk impor obat tradisional tanpa label Bahasa Indonesia di Provinsi Bengkulu. Jenis Penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dasar hukum kewajiban pencantuman label dalam Bahasa Indonesia pada Barang adalah Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 73/M-DAG/PER/9/2015. Dasar hukum pengawasan berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 69 Tahun 2018 tentang Pengawasan Barang Beredar dan Jasa. Pengawasan ini dilakukan dengan cara melakukan pengamatan, pengujian, penelitian dan survei terhadap barang impor obat tradisonal yang tidak mencantumkan label dalam bahasa Indonesia dipasaran. Kendala dalam pelaksanaan pengawasan adalah kurangnya SDM (Sumber Daya Manusia) di Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bengkulu. Dari sisi masyarakat, kesadaran masyarakat masih kurang dalam penggunaan obat inpor dan bagi penjual obat-obatan tradisional impor, sangat mudah mendapatkan produk tersebut sehingga produk tersebut dapat di pasarkan dengan mudah. Kata Kunci : Pengawasan, Obat Tradisional Impor, Tanpa Label Bahasa Indonesi

    SINERGITAS BADAN KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM (BKSDA) BENGKULU DENGAN KEPOLISIAN DAERAH BENGKULU DALAM UPAYA PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA PERAMBAHANKAWASAN HUTANCAGAR ALAM DANAU DUSUN BESAR KOTABENGKULU

    No full text
    Perambahan kawasan hutan merupakan perbuatan dilarang dan diancam dengan pidana sebagaimana tertulis dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan, namun masih ada masyarakat yang melakukan perbuatan tersebut terkhusus di hutan Cagar Alam Danau Dusun Besar Kota Bengkulu. Salah satu dampak negatif yang ditimbulkan adalah rusaknya ekosistem yang terjaga dan dilindungi di dalam kawasan tersebut. Oleh karena itu perlu dikaji lebih lanjut mengenai bagaimana sinergitas antara BKSDA Bengkulu dengan POLDA Bengkulu dalam menanggulangi tindak pidana perambahan kawasan hutan Cagar Alam Danau Dusun Besar Kota Bengkulu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kolaborasi antara kedua lembaga dalam penegakan hukum dan pelestarian lingkungan. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode penelitian empiris. Jenis penelitian yang digunakan adalah bersifat deskriptif dan data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan untuk menghasilkan kesinergian antara BKSDA dan POLDA Bengkulu dengan upaya preventif dan represif yang mencakup koordinasi dalam penyelidikan, patroli bersama, dan penegakan hukum terhadap pelaku perambahan, sedangkan faktor-faktor yang menghambat BKSDA dan POLDA Bengkulu dalam menanggulangi tindak pidana perambahan Cagar Alam Danau Dusun Besar Kota Bengkulu adalah faktor kurangnya kesadaran masyarakat, adanya keinginan untuk menguasai lahan, kurangnya personil, serta keterbatasan anggaran. Kata Kunci: Sinergitas, Hutan Cagar Alam Danau Dusun Besar, BKSD

    PEMENUHAN HAK BERIBADAH BAGI NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA CURUP

    No full text
    HAM merupakan hak yang paling fundamental yang dimiliki oleh setiap manusia, tak terkecuali dengan narapidana yang Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Curup yang mana mereka juga memiliki hak untuk memenuhi hak Jasmani dan Rohani. Salah satu Hak yang dimiliki oleh narapidana adalah hak untuk beribadah yang mana Lembaga Pemasyarakatan wajib untuk memenuhi hak beribadah narapidana selama berada di Lembaga Pemasyarakatan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menjelaskan serta mendeskripsikan pemenuhan hak beribadah bagi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Curup serta untuk mengetahui dan mendeskripsikan hambatan serta solusi dalam pemenuhann hak beribadah bagi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Curup. Penelitian ini menggunakan metode empiris yang berupaya melihat fakta hukum secara langsung dalam artian meneliti bagaimana bekerjanya hukum di masyarakat. Hasil Penelitian ini yaitu Pemenuhan hak beribadah bagi Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Curup telah dilaksanakan dengan baik oleh pihak Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Curup dan juga dukungan fasilitas yang ada di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Curup. Hambatan bagi Polsuspas dan juga narapidana dalam pemenuhan hak beribadah di Lembaga Pemasyarakatan adalah Kurangnya Fasilitas yang ada Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Curup dan juga ukuran masjid di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Curup yang kecil dan juga pemuka agama yang diluar Lembaga Pemasyarakatan yang tidak dapat menghadiri kegiatan pemenuhan hak beribadah di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Curup. Phak Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Curup juga memiliki solusi untuk mengatasi hambatan tersebut seperti Menggunakan Fasilitas yang ada di Lembaga Pemasyarakatan, Penjadwalan Kegiatan, dan menggunakan metode daring atau Online dalam kegiatan Pemenuhan Hak beribadah di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Curup. Kata kunci :Pemenuhan hak, beribadah, narapidana, lembaga pemasyarakata

    STRATEGI BERTUTUR GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMAN 6 KOTA BENGKULU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menjelaskan strategi bertutur guru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas X SMA Negeri 6 Kota Bengkulu serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, rekaman, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi bertutur guru sangat bervariasi dan mencerminkan pola komunikasi yang dinamis. Guru lebih sering menggunakan strategi langsung untuk menegaskan instruksi, misalnya dalam tuturan “Jadi tolong duduk di kursinya masing-masing.” Selain itu, strategi kesantunan positif diterapkan untuk memberikan apresiasi dan menjaga keakraban, seperti pada tuturan “Luar biasa kelas ini, walaupun satu kelompoknya sampai belas-belasan orang, tapi bisa se maksimal mungkin mencapai hasil yang terbaik yang kalian bisa.” Strategi tidak langsung juga digunakan untuk mendorong siswa berpikir lebih kritis, misalnya “Kau tinggal di wilayah mana tak tahu?” Sedangkan strategi kesantunan negatif dilakukan secara hati-hati agar tidak menyinggung siswa, seperti dalam tuturan “Lebih milih tugas apa bertanya?” Pemilihan strategi bertutur dipengaruhi oleh hubungan emosional guru dengan siswa, gaya pribadi guru, karakter siswa, situasi kelas, dan norma kesopanan. Temuan ini menegaskan bahwa strategi bertutur berperan penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang kondusif, humanis, dan partisipatif. Kata kunci: Strategi Bertutur, Guru, Pembelajaran Bahasa Indonesi

    TINJAUAN YURIDIS KEWENANGAN KOMISI PENYIARAN INDONESIA DALAM MEDIA DIGITAL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2002 TENTANG PENYIARAN

    No full text
    Pesatnya perkembangan teknologi informasi telah melahirkan berbagai platform digital seperti YouTube, Netflix, dan media sosial yang kini digunakan sebagai saluran penyiaran oleh masyarakat. Kondisi ini menimbulkan tantangan baru terhadap efektivitas pengawasan konten siaran digital, khususnya dalam memastikan konten tetap sesuai dengan norma hukum, etika, dan kepentingan publik. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menjadi lembaga yang secara normatif memiliki mandat pengawasan penyiaran sebagaimana diatur dalam Undang�Undang Nomor 32 Tahun 2002. Namun, kewenangan KPI secara hukum belum secara eksplisit mencakup media digital, karena pengaturan yang ada masih terbatas pada penyiaran konvensional berbasis frekuensi publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaturan hukum mengenai pengawasan konten siaran digital di Indonesia, serta menganalisis bentuk dan batas kewenangan KPI dalam menghadapi fenomena penyiaran digital. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan, serta didukung bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum terdapat dasar hukum yang jelas yang memberikan kewenangan eksplisit kepada KPI untuk mengawasi konten di platform digital, seperti YouTube atau Netflix. Padahal, kebutuhan pengawasan sangat mendesak mengingat karakteristik media digital yang sangat terbuka dan cepat menyebar. Meskipun KPI telah menyusun Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), implementasinya belum dapat diterapkan secara menyeluruh terhadap media digital karena keterbatasan legitimasi hukum. Penelitian ini juga menemukan bahwa selain fungsi pengawasan, KPI juga memiliki peran lain seperti pembinaan dan mediasi, yang sangat relevan untuk memperkuat etika penyiaran digital. Oleh karena itu, diperlukan revisi terhadap Undang-Undang Penyiaran guna memperluas cakupan norma dan kewenangan KPI, serta menetapkan KPI sebagai regulator adaptif yang tidak hanya mengawasi, tetapi juga membina dan mengarahkan perkembangan konten digital agar tetap berada dalam koridor hukum dan moral yang sehat. Penguatan peran KPI dalam pengawasan konten digital diharapkan mampu menciptakan ruang digital yang lebih aman, etis, dan edukatif bagi masyarakat. Kata kunci: Kewenangan, Komisi Penyiaran Indonesia, Pengawasan Konten Digita

    PENERAPAN MODEL ATTAINING CONCEPT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN PRESTASI BELAJAR (Studi Pembelajaran IPA Kelas V di SD Negeri GUGUS IV Belimbing Muara Enim)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan penerapan Model Attaining Concept dapat meningkatkan Berfikir Kritis peserta didik, Mendeskripsikan penerapan model attaining Concept dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik dan Mendeskripsikan penerapan menggunakan model attaining concept efektif dapat meningkatkan kemampuan berfikir kritis dan prestasi peserta didik pada pembelajaran IPA kelas V di SD Negeri Gugur IV Belimbing Muara Enim. Dalam penelitian ini digunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan dilanjutkan dengan dan kuasi eksperimen. Subjek penelitian ini adalah peserta didik Kelas V Di SD Negeri Gugus IV Belimbing Muara Enim semester genap tahu pelajaran 2024/2025. Melalui teknik cluster random sampling maka diperoleh sampel kuasi ekperimen adalah kelas 5 (SDN 7 belimbing) dan kelas V (SDN 8 Belimbing adalah kelas kontrol, instrument penelitian ini menggunakan lembar observasi dan tes. Data penelitian dianalisis dengan statistik yaitu rata-rata (mean), presentase, dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan Model Attaining Concept Dapat Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Prestasi Belajar peserta didik pada mata mpelajaran IPA Kelas V Di SD Negeri Gugus IV Belimbing Muara Enim Kata Kunci: Model Attaining Concept,Berpikir kritis, Prestasi Belaja

    PENGEMBANGAN E-MODUL ARTICULATE STORYLINE UNTUK MENINGKATKAN KOLABORASI DAN PRESTASI BELAJAR (Studi Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Rejang Lebong)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan e- modul articulate storyline untuk meningkatkan kolaborasi dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Inggris pada materi descriptive text. Penelitian ini termasuk dalam penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, evaluation). Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Rejang Lebong tahun ajaran 2024/205.Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, angket dan tes prestasi belajar. Berdasarkan analisis yang dilakukan pada penelitian ini maka diambil kesimpulan e-modul articulate storyline yang dikembangkan dapat meningkatkan kolaborasi dan prestasi belajar, Peningkatan kolaborasi dan prestasi belajar sangat signifikan berdasarkan hasil uji-t dengan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000 jadi nilai sig (2-tailed) lebih kecil dari 0,05, ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan terhadap kolaborasi dan prestasi belajar siswa setelah menggunakan aplikasi e- modul articulate storyline Kata Kunci: e-modul, articulate storyline, Pelajaran Bahasa Inggris, descriptive text, Kolaborasi Belajar, Prestasi Belajar

    6,135

    full texts

    31,735

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNIB Scholar Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇