31735 research outputs found
Sort by
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK (Studi pada Mata Pelajaran Teknik Sepeda Motor Kelas XI TSM SMK Negeri 7 Rejang Lebong)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan Problem
Based Learning (PBL) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan
prestasi belajar peserta didik kelas XI TSM di SMK Negeri 7 Rejang Lebong.
Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang
dilanjutkan dengan kuasi eksperimen. Subjek penelitian adalah peserta didik
kelas XI TSM 1 dengan jumlah populasi 75 orang, dan sampel kelas XI TSM
2 terdiri atas 25 peserta didik pada kelas eksperimen, serta 25 peserta didik
kelas XI TSM 3 pada kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui observasi dan
tes prestasi belajar, lalu dianalisis menggunakan persenase, nilai rata-rata
dan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL secara
signifikan meningkatkan keterampilan berpikir kritis, nilai rata-rata post-test,
dan ketuntasan belajar. Dengan demikian, PBL terbukti efektif dalam
meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan prestasi belajar, serta
mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan dunia kerja.
Kata kunci: Problem Based Learning, keterampilan berpikir kritis, prestasi
belajar, Teknik Sepeda Moto
PENGARUH PEMBELAJARAN BRAIN BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DAN SELF REGULATION LEARNING SISWA KELAS VII MTS JA-ALHAQ KOTA BENGKULU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pembelajaran Brain Based
Learning Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika dan Self Regulation
Learning Siswa. Jenis penelitian ini menggunakan quasi eksperimen. Pengumpulan data
dilakukan melalui tes. Analisis data menggunakan uji Anakova. Sampel penelitian
adalah peserta didik di MTs Ja-alHaq Kota Bengkulu kelas VII A dan VII B. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada pengaruh linier kovariat kemampuan awal
terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik dengan pengaruh
sebesar 48,1%, (2) ada pengaruh linier kovariat kemampuan awal terhadap self
regulation learning peserta didik dengan besar pengaruh sebesar 7,9%, (3) ada
pengaruh pembelajaran Brain Based Learning terhadap pemahaman konsep matematika
peserta didik dengan pengaruh sebesar 74,6%, (4) ada pengaruh pembelajaran Brain
Based Learning terhadap self regulation learning peserta didik dengan pengaruh sebesar
21,2%, (5) ada pencapaian pemahman konsep matematika peserta didik melalui
pembelajaran Brain Based Learning lebih baik daripada yang diajar melalui
pembelajaran konvensional, dan (6) ada pencapaian self regulation learning peserta
didik melalui pembelajaran Brain Based Learning lebih baik daripada yang diajar
melalui pembelajaran konvensional.
Kata Kunci : Pembelajaran Brain Based Learning, Kemampuan Pemahman Konsep
Matematika, self regulation learnin
PENGEMBANGAN MODUL DENGAN MODEL APOS BERBANTUAN GEOGEBRA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN NUMERASI PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS SISWA KELAS VIII SMPN 20 KOTA BENGKULU
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul berbasis model APOS untuk
meningkatkan kemampuan numerasi pada materi teorema Pythagoras siswa kelas VIII
SMPN 20 Kota Bengkulu yang valid, praktis dan efektif. Penelitian ini merupakan
penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri atas 5
tahapan yaitu analisis (Analyze), perancangan (Design), pengembangan
(Development), implementasi (Implementation) dan evaluasi (Evaluation). Instrumen
dalam penelitian adalah instrumen validitas, instrumen kepraktisan, dan instrumen tes
kemampuan numerasi. hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembanagn modul
berbasis model APOS dalama kategori: (1) Sangat Valid dengan perolehan skor validasi
0,839 untuk ahli materi dengan kriteria sangat valid, skor validasi 0,842 untuk ahli
media dengan kriteria sangat valid, skor validasi 0,905 untuk ahli bahasa dan skor rata-
rata nilai kevalidan yaitu 0,868 dengan kategori sangat valid; (2) Kepratisan dengan
skor rata-rata aspek sebesar 82,75 % dengan kategori praktis; (3) Modul yang telah
dikembangkan mendapatkan skor N-Gain untuk nilai Pretest dan Posttest peserta didik
sebesar 0,57 dengan kategori cukup efektif, artinya modul sukup efektif untuk
meningkatkan kemampuan numerasi peserta didik
Kata Kunci: Modul, Model APOS, GeoGebra, Kemampuan Numeras
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR STATISTIKA MELALUI LATIHAN SOAL DENGAN DAN TANPA GEMINI AI KELAS X SMA NEGERI 8 KOTA BENGKULU
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa kelas X SMA Negeri 8 Kota
Bengkulu dalam memahami konsep statistika dan rendahnya partisipasi belajar,
serta kurangnya umpan balik cepat dalam latihan soal yang menghambat
peningkatan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan
hasil belajar statistika antara siswa kelas X SMA Negeri 8 Kota Bengkulu yang
menggunakan latihan soal dengan dan tanpa bantuan Gemini AI, serta untuk
mengetahui respon siswa terhadap penggunaan Gemini AI dalam pembelajaran
statistika. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu ( quasi-
experimental Research ). Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas
eksperimen (menggunakan Gemini AI) dan kelas kontrol (tanpa Gemini AI), yang
dipilih melalui teknik purposive sampling . Data hasil belajar dikumpulkan
menggunakan instrumen tes (posttest), sedangkan data respon siswa dikumpulkan
melalui angket. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan
yang signifikan secara statistik pada hasil belajar statistika antara kelompok siswa
yang menggunakan Gemini AI dan kelompok yang (nilai signifikansi 0,204 > 0,05).
Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan Gemini AI dalam latihan soal tidak
memberikan dampak yang berbeda secara signifikan terhadap peningkatan hasil
belajar dibandingkan dengan metode tanpa Gemini AI. Namun, data respon siswa
menunjukkan bahwa penggunaan Gemini AI mendapatkan respon yang sangat
positif dari siswa. Sebagian besar siswa merasa Gemini AI mudah digunakan,
membantu dalam memahami materi, meningkatkan semangat dan motivasi belajar,
serta membuat proses pembelajaran menjadi lebih efisien dan tidak membosankan.
Siswa juga menunjukkan kemampuan beradaptasi dalam memanfaatkan berbagai
fitur Gemini AI untuk memecahkan soal dan memperjelas konsep. Meskipun
demikian, meskipun secara kuantitatif tidak ada perbedaan yang signifikan pada
hasil belajar, Gemini AI memiliki potensi sebagai alat bantu belajar yang positif
dan diterima dengan baik oleh siswa, yang dapat meningkatkan efisiensi dan
motivasi belajar mereka.
Kata Kunci : Hasil Belajar, Statistika, Gemini AI, Latihan Soal, Respon Siswa
PENGGUNAAN GAYA BAHASA PADA LIRIK LAGU KARYA FEBY PUTRI DALAM ALBUM “RIUH”
Penelitian ini mendeskripsikan jenis gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat dan
gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna pada lirik lagu karya Feby Putri
dalam album “Riuh”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
deskriptif. Sumber data berupa kumpulan 10 lirik lagu dalam album “Riuh” karya
Feby Putri yang dirilis pada tahun 2022. Data berupa kata, frasa, klausa dan kalimat
yang mengandung gaya bahasa pada lirik lagu album “Riuh” karya Feby Putri.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Langkah-
langkah analisis data mendengarkan, mencatat, mengenali, mengklasifikasi,
menginterpretasi, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan:
dalam lirik lagu karya Feby Putri dalam album “Riuh” ditemukan jenis gaya bahasa
yang dibagi menjadi (1) Gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat terdiri dari
klimaks, antiklimaks, paralelisme, antitesis, dan repetisi Sebagai contoh, pada lirik
lagu yang mengandung klimaks,terlihat adanya peningkatan intensitas makna dari
satu bagian kalimat ke bagian berikutnya, seperti dalam kutipan Berpadu, Banyak
jiwa yang awal tak saling tahu, Memulai cerita baru, Kerap kali hilang risau,
Dalam lingkup yang menurutku utuh. Pola seperti ini menciptakan suasana yang
terus meningkat dan memperdalam emosi pendengar. (2) Gaya bahasa berdasarkan
langsung tidaknya makna terdiri dari aliterasi, asonansi, asindeton, elipsis, erotesis,
hiperbol, simile, metafora, dan personifikasi. Gaya bahasa ini lebih bersifat kiasan
dan memberikan efek keindahan serta daya imajinasi yang kuat. Contohnya,
aliterasi dan asonansi mengandung pengulangan bunyi yang menambah musikalitas
dan irama pada lirik, sementara personifikasi memberikan sentuhan hidup pada
benda atau konsep abstrak, seperti pada lirik Beranjak tuk melihat apa kabarnya
dunia, yang menggambarkan dunia seolah-olah memiliki perasaan dan kehidupan.
Jadi jenis gaya bahasa yang paling dominan ditemukan adalah personifikasi.
Kata Kunci: Gaya bahasa, Lirik Lagu, Album Riu
THE ANALYSIS OF IMPLICATURE IN THE LITTLE PRINCE NOVEL BY ANTOINE DE SAINT-EXUPÉRY
This study analyzes the types and functions of implicatures in Antoine de Saint-
Exupéry's novel The Little Prince. The researcher focuses the study on the
implicature within the novel by using theory from Grice (1975) for types of
implicature (conventional, conversational-generalized, and conversational-
particularized) and Nababan (1987) for functions of implicature (prohibing,
complaining, stating, opposing, insinuating, suggesting, accusing, requesting,
deciding, criticizing, protesting, supporting, appreciating). In this research, A
qualitative descriptive approach was used in this study. A checklist and writing
instruments were used to classify and identify data. The results showed that 30 cases
of implicature were found in the novel The Little Prince. First, the analysis revealed
that conversational implicature (particularized) is the most dominant type of
implicature. This is because the novel often relies on specific contexts and shared
knowledge between characters to convey deeper, unspoken meanings, which is
typical of particularized conversational implicature. Second, the analysis showed
that the functions of stating, criticizing, and requesting are the most dominant
functions of implicature used by characters in the novel. This indicates that the
novel primarily uses implicature to convey the narrative and reveal moral lessons.
Therefore, it can be concluded that implicature is very important in conveying the
core message of the novel and enriching the interactions between characters
Keywords: implicature, types and functions, The Little Prince nove
PENERAPAN BAHASA JURNALISTIK PADA BERITA ‘STRAIGHT NEWS’ DI SURAT KABAR KOMPAS DAN RAKYAT BENGKULU EDISI 15-20 FEBRUARI 2024
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan bahasa jurnalistik dalam
berita Straight News yang diterbitkan oleh Harian Kompas dan Rakyat Bengkulu
selama periode 15-20 Februari 2024. Fokus utama penelitian ini adalah
mengidentifikasi dan mengevaluasi judul dan lead (teras berita) untuk menilai
sejauh mana penerapannya sesuai dengan sepuluh ciri bahasa jurnalistik menurut
Haris Sumadiria. Ciri-ciri tersebut mencakup sederhana, singkat, padat, lugas, jelas,
jernih, menarik, demokratis, populis, dan logis. Metode penelitian yang digunakan
adalah kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan dan
menganalisis fenomena secara sistematis. Data penelitian diperoleh dari 12 berita
yang dipublikasikan oleh kedua media dalam periode yang telah ditentukan. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan dokumentasi, di mana setiap
berita dikaji berdasarkan kriteria bahasa jurnalistik yang telah ditetapkan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa terdapat 26 kasus ketidaksesuaian dalam
penggunaan bahasa jurnalistik. Kompas memiliki 9 kesalahan dari 6 berita yang
dianalisis, dengan persentase 34.61%, sementara Rakyat Bengkulu memiliki 17
kesalahan dari 6 berita, yang mencapai 65.38%. Hal ini menunjukkan bahwa
Rakyat Bengkulu lebih banyak mengalami ketidaksesuaian dibandingkan Kompas,
khususnya dalam aspek kejelasan, kepadatan, dan daya tarik bahasa jurnalistik yang
digunakan
PERAN TIMREDAKSI DALAM MENGELOLA KONTEN CITIZEN JOURNALISM PADA AKUN INSTAGRAM @rakyat_bengkulu_online dan @bengkuluekspressdotcom
Penelitian ini bertujuan, menganalisis peran tim redaksi dalam mengelola konten
citizen journalism pada akun Instagram @rakyat_bengkulu_online dan
@bengkuluekspressdotcom. Fokusnya pada bagaimana tim redaksi memastikan
akurasi dan relevansi informasi yang diterima dari jurnalisme warga sebelum
dipublikasikan. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan
deskriptif, yang melibatkan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data primer
diperoleh melalui wawancara dengan informan serta observasi langsung terhadap
konten yang dipublikasikan pada kedua akun Instagram tersebut. Data sekunder
didapatkan dari literatur terkait dan analisis dokumen pendukung. Hasil penelitian
menunjukkan, bahwa tim redaksi memiliki peran signifikan sebagai gatekeeper
dalam mengelola konten citizen journalism. Pada kedua akun instagram
melakukan seleksi konten, penyaringan, pengeditan, dan penempatan konten
sesuai dengan kebutuhan dengan tetap meneraphan kode etik media sosial dan
kode etik jurnalistik. Mereka bertanggung jawab untuk memverifikasi informasi,
menyesuaikan dengan Kode Etik Jurnalistik, dan memastikan relevansi konten
terhadap kebutuhan informasi masyarakat. Hal ini dilakukan melalui seleksi ketat
terhadap kontribusi jurnalisme warga, penyesuaian dengan kebijakan redaksi,
serta pemanfaatan strategi komunikasi digital yang efektif. Penelitian ini
memberikan kontribusi bagi pengembangan literatur mengenai pengelolaan
konten citizen journalism dan menjadi referensi praktis bagi pengelola media sosial
dalam menyaring dan menyajikan informasi yang kredibel di era digital
STRATEGI PEMBERITAAN MEDIA ANTARA NEWS BENGKULU DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN MEDIA ONLINE
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemberitaan media ANTARA
Bengkulu dalam menghadapi persaingan media online. Strategi pemberitaan ini
memiliki peran penting dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi untuk
menghasilkan berita yang dapat bersaing dengan media lain. Teori yang digunakan
pada penelitian ini adalah Manajemen Strategi oleh Fred R. David. Penelitian ini
menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif terhadap strategi pemberitaan media
ANTARA Bengkulu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap
perencanaan, pada tahap awal harus melalui tahap perencanaan yang dimana tahap
ini merupakan tahap proses awal berita akan di buat. Optimisasi atau upaya
mengoptimalisasi situs web media (SEO), ANTARA Bengkulu menggunakan teknik
SEO. Pada tahap pelaksanaan media ini menekankan dari struktur penulisan dari
reporter ANTARA Bengkulu dibekali cara penulisan pemberitaan yang ringkas,
padat, jelas dan dengan penggunaan bahasa baku. Pada tahap Evaluasi dilakukan
secara rutin setiap minggu dengan menilai keberhasilan strategi pemberitaan melalui
analisis kualitas konten, efektivitas distribusi, dan tingkat keterlibatan audiens.
Melalui integrasi ketiga tahap ini, menunjukkan kemampuannya untuk beradaptasi
dengan perkembangan media online yang cepat dan persaingan media digital dengan
fokus pada kualitas konten, kecepatan penyajian berita, dan pemanfaatan teknolog
AN ANALYSIS OF LANGUAGE STYLE IN MILLIE BOBBY BROWN’S SPEECH ON UNICEF’s YOUTUBE CHANNEL
This research aims to find out the types of language style and their functions
used in Millie Bobby Brown’s speech titled “Child’s Right.” The method used
in this research was qualitative research. The data was obtained from Brown’s
speech which was aired in November 22th, 2019. The data were analyzed
using Martin Joos’s theory in Sutherland (2016) to identify the types of
language style, and Holmes’s theory (2013) to determine the language
functions. The data consisted of 62 utterances taken from one speech script.
The findings showed that there were two language styles used in the speech,
namely formal style and casual style, and a total of 79 language functions
identified. The speech predominantly used the formal style. Considering the
speech’s context, which addressed topics such as children's rights, mental
health, and online safety, it was delivered in a serious social setting, making
the use of formal language more appropriate and professional. Moreover,
among all the language functions found in the speech, the referential function
was the most dominant. This is because the primary goal of the speech was to
inform the audience about the seriousness of children’s issues, such as
bullying and mental health risks. Finally, future researchers who are interested
in the same topic are suggested to analyze several speeches from different
speaker in more varied contexts, such as public speaking in business, politics,
and other areas.
Keywords: Language Style, Language Function, Millie Bobby Brown, Speech
at UNICEF