University of Bengkulu

UNIB Scholar Repository
Not a member yet
    31735 research outputs found

    PENGADAAN TANAH UNTUK PEMBANGUNAN JALAN TOL BENGKULU-TABA PENANJUNG BERDASARKAN UNDANG�UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN PENGADAAN TANAH BAGI PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM

    Get PDF
    Pembangunan infrastruktur oleh negara bertujuan untuk kesejahteraan rakyat dan kepentingan umum. Salah satu bentuk pembangunan tersebut adalah pembangunan jalan tol, seperti proyek Jalan Tol Bengkulu – Taba Penanjung. Penelitian ini mengkaji pelaksanaan pengadaan tanah untuk proyek tersebut berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012, serta mengidentifikasi hambatan-hambatan dalam prosesnya. Menurut Mudakir Iskandar Syah, kekuasaan negara atas tanah didasarkan pada penerapan fungsi sosial tanah yang bertujuan untuk mencapai kemakmuran rakyat. Rumusan masalah penelitian ini yaitu : 1) Bagaimana pelaksanaan pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol Bengkulu – Taba Penanjung berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012, 2) Apa saja hambatan-hambatan dalam proses pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol Bengkulu – Taba Penanjung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, berlokasi di Desa Sukarami, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan warga Sukarami yang tanahnya digusur secara paksa oleh pekerja BPN dalam rangka pembangunan jalan tol. Para warga tersebut mengajukan keberatan terhadap perhitungan ganti rugi yang dianggap tidak memadai dibandingkan dengan nilai tanah yang digusur. Kata Kunci : Pembangunan, Pengadaan Tanah, Ganti Rugi, Kepentingan Umum, Hambatan-Hambata

    PELAKSANAAN KEWENANGAN TNI-AL DALAM PENEGAKAN HUKUM TINDAK PIDANA DI LAUT BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

    No full text
    Wilayah laut Indonesia yang luas dan strategis menjadikan perairan Indonesia rentan terhadap berbagai tindak pidana, seperti illegal fishing, penyelundupan, perompakan, dan pelanggaran kedaulatan. Dalam menghadapi tantangan ini, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) memiliki kewenangan khusus yang diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan untuk melaksanakan fungsi penegakan hukum di laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kewenangan TNI AL dalam penegakan hukum terhadap tindak pidana di wilayah laut Indonesia berdasarkan kerangka hukum nasional yang ada, serta untuk mengidentifikasi kendala dan potensi tumpang tindih kewenangan dengan lembaga lain.Berdasarkan kajian terhadap Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia dan undang-undang lain yang relevan, TNI AL memiliki mandat untuk menjalankan operasi militer selain perang, termasuk penegakan hukum di laut. Namun, implementasi kewenangan ini seringkali menghadapi kendala berupa tumpang tindih peran dengan lembaga lain, seperti Polri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Badan Keamanan Laut (Bakamla). Penelitian ini juga mengungkap bahwa meskipun koordinasi antar lembaga telah diatur dalam peraturan perundang�undangan, pelaksanaannya di lapangan masih memerlukan penyelarasan lebih lanjut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran TNI AL dalam penegakan hukum di laut tidak hanya strategis dalam konteks keamanan dan pertahanan negara, tetapi juga penting untuk mendukung tata kelola maritim yang berkeadilan. Untuk mengoptimalkan pelaksanaan kewenangan TNI AL, diperlukan penguatan regulasi yang mampu menyinergikan kewenangan antar lembaga, serta peningkatan mekanisme koordinasi untuk menghindari konflik kepentingan dan tumpang tindih tugas. Kata Kunci: TNI AL, Penegakan Hukum, Tindak Pidana, Kewenangan, Wilayah Laut Indonesia

    KERJASAMA ANTARA KELOMPOK PENGELOLAAN GURITA “PUTRA DAERAH” DENGAN DINAS KOPERASI DAN UMKM DALAM RANGKA MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DI KABUPATEN KAUR

    No full text
    Kerjasama antara pengelola Gurita “Putra Daerah” dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kaur merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi sumber daya laut guna menciptakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Namun, pelaksanaan perjanjian mengalami kendala akibat terhambatnya dukungan finansial yang telah dijanjikan oleh pihak Dinas Koperasi dan UMKM sesuai dengan Perjanjian Kerja Sama Nomor: B.025.98/101/BlkDiskop.Ukm/2022. Berdasarkan perjanjian tersebut, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kaur berkomitmen memberikan subsidi pembinaan sebesar rp10.000.000 dalam skema bagi hasil, tetapi bantuan keuangan hanya diberikan dua kali dan terhenti tanpa alasan yang jelas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penyebab tidak terlaksananya perjanjian antara dinas koperasi dan UMKM dengan UMKM pengelola gurita “putra daerah” Di Kabupaten Kaur dan untuk mengetahui upaya penyelesaian wanprestasi antara Dinas Koperasi Dan Umkm dengan pengelola Gurita “Putra Daerah” di Kabupaten Kaur. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakterlaksanaan perjanjian disebabkan ketidakpatuhan UMKM dalam menyetorkan bagi hasil 5%, keterbatasan sumber daya manusia di dinas terkait, serta prosedur administrasi yang panjang dan rumit. Kemudian upaya yang dilakukan sebagai bentuk penyelesaian wanprestasi antara Dinas Koperasi Dan UMKM Dengan Pengelola Gurita “Putra Daerah” Di Kabupaten Kaur yaitu meningkatkan komunikasi antara kedua belah pihak, pengawasan yang lebih ketat, serta penyederhanaan prosedur administrasi guna memastikan pelaksanaan perjanjian yang lebih efektif. Saran yang diajukan adalah agar Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kaur memperkuat mekanisme pengawasan dan transparansi dalam perjanjian, serta pengelola Gurita “Putra Daerah” lebih aktif dalam koordinasi pemasaran produk. Dengan kolaborasi yang lebih baik, diharapkan upaya pengembangan UMKM berbasis sumber daya laut dapat berjalan lebih optimal. Kata Kunci: Kerjasama UMKM, Perjanjian Bagi Hasil, Bantuan Finansial, Pengelolaan Sumber Daya Laut, Pemasaran Produ

    PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA KEKERASAN PSIKIS DALAM RUMAH TANGGA MELALUI PSIKIATER DI PENGADILAN NEGERI KELAS IA BENGKULU

    No full text
    Kekerasan psikis dalam rumah tangga adalah kekerasan yang menyerang psikologis korban sehingga dapat menyebabkan gangguan kejiwaan ringan hingga berat. Dalam proses pembuktiannya dibutuhkan bantuan dari ahli yaitu ahli psikiater. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuktian tindak pidana kekerasan psikis dalam rumah tangga. Penelitian ini menggunakan metode empiris yang digunakan untuk mencari data dengan melakukan wawancara yang kemudian dianalisis menggunakan cara kualitatif. Hasil penelitian mengenai proses pembuktian kekerasan psikis dalam rumah tangga yaitu dengan wajib menggunakan Visum et Repertum Psychiatrikum yang mempunyai daya bukti yang sah/alat bukti yang sah. Visum et Repertum Psychiatrikum yang dibuat oleh psikiater beserta tim dalam membantu Jaksa untuk membuat dakwaan dan Hakim dalam menjatuhkan putusan seadil-adilnya. Adapun faktor yang menjadi penghambat proses pembuktian kekerasan psikis dalam rumah tangga yaitu terbatasnya pemahaman dan keahlian penegak hukum dalam menangani kekerasan psikis dalam rumah tangga, adanya kesulitan pada saat menggali keterangan dari korban akibar trauma yang dirasakan korban KDRT psikis, adanya hambatan dari segi fasilitas pendukung lainnya. Saran berupa lingkungan masyarakat harus membantu dan mendampingi korban dalam melaporkan kepada aparat penegak hukum, korban KDRT tidak perlu takut dan ragu dalam melaporkan tindakan KDRT, dan aparat penegak hukum diharapkan lebih mendalami pengetahuan mengenai kasus kekerasan psikis. Kata Kunci : Pembuktian, Kekerasan Psikis, Rumah tangga

    Analisis Putusan Mahkamah Agung Nomor 942 K/Pid.Sus/2022 pada Kasus Korupsi Atas Nama Terdakwa Edhy Prabowo

    Get PDF
    Korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa, sering disebut sebagai kejahatan extraordinary crimae. Kasus Edhy Prabowo, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, telah menjadi perhatian utama dalam konteks penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di Indonesia. Pada tahun 2020, Edhy ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap dalam izin ekspor benih lobster, Mahkamah Agung akhirnya mengeluarkan putusan yang menjadi sorotan publik. Yang dimana penulis beranggapan putusan yang dikeluarkan oleh hakim tidaklah setimpal dengan apa yang sudah diperbuat oleh Terdakwa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa bagaimana pertimbangan hakim Mahkamah Agung dalam memutuskan perkara dalam putusan Nomor 942 K/Pid.Sus/2022, serta mengetahui dan menganilisa apakah putusan Hakim Mahkamah Agung telah sesuai dengan tujuan hukum dalam mencapai cita hukum (Kepastian, keadilan, dan kemanfaatan). Metode yang digunakan penelitian yuridis normatif dengan melakukan pendekatan Undang-Undang (stautte aprouch) dan pendekatan kasus (case aprouch). Berdasarkan peneletian yang dilakauan dalam analisis putusan Mahkamah Agung Nomor 942K/Pid.Sus/2022, putusan yang dikeluarkan oleh hakim, saran kedepannya, hakim sebagai penegak hukum harus dapat mengupayakan pemberantasan korupsi di Indonesia, hakim sebagai penegak hukum untuk dapat lebih memikirkan dan menginterpretasikan kembali mengenai pemidanaan bagi pelaku tindak kejahatan korupsi. Karena perbuatan tersebut perbuatan yang dapat merugikan banyak orang ataupun suatu negara. Kata Kunci: Tindak Pidana Korupsi, Penyelenggara Negara, Analisis Putusa

    PENGARUH MOTIVASI, KONSEP DIRI, DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP STATISTICAL REASONING DENGAN MODEL PROJECT BASED LEARNING

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh langsung, dan tidak langsung motivasi, konsep diri, dan kemandirian belajar terhadap statistical reasoning mahasiswa dengan model Project Based Learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah mahasiswa S1 Pendidikan Matematika di Kota Bengkulu angkatan 2021 yang sudah mengambil mata kuliah statistik lanjut berjumlah 118 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh, yaitu semua populasi. Namun total sampel penelitian hanya berjumlah 115 orang (3 orang tidak hadir). Instrumen penelitian terdiri dari angket dan tes. Data dianalisis dengan path analysis menggunakan bantuan SPSS versi 23. Dengan taraf signifikansi 5%, hasil penelitian membuktikan: (1) pengaruh motivasi terhadap kemandirian belajar sebesar 0,181; (2) pengaruh konsep diri terhadap kemandirian belajar sebesar 0,599; (3) pengaruh motivasi terhadap statistical reasoning sebesar 0,461; (4) pengaruh konsep diri terhadap statistical reasoning sebesar 0,351; (5) pengaruh kemandirian belajar terhadap statistical reasoning sebesar 0,255 (6) pengaruh motivasi terhadap statistical reasoning melalui kemandirian belajar sebesar 0,046; (7) pengaruh konsep diri terhadap statistical reasoning melalui kemandirian belajar sebesar 0,153; (8) pengaruh simultan motivasi dan konsep diri terhadap kemandirian belajar sebesar 52,2%; (9) pengaruh simultan motivasi, konsep diri, dan kemandirian belajar terhadap statistical reasoning sebesar 79,3%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh motivasi, konsep diri, dan kemandirian belajar terhadap statistical reasoning mahasiswa S1 Pendidikan Matematika di Kota Bengkulu dengan model Project Based Learning. Kata Kunci: Motivasi, Konsep diri, Kemandirian Belajar, Statistical Reasoning, Project Based Learnin

    PEMENUHAN HAK PELANGGAN PREMIUM TERHADAP TINDAKAN PEMADAMAN LISTRIK OLEH PT. PLN (PERSERO) UP-3 BENGKULU

    Get PDF
    Dalam era teknologi yang semakin maju, kebutuhan listrik menjadi sangat penting bagi masyarakat, termasuk di Kota Bengkulu. PT. PLN (Persero) UP-3 Bengkulu bertanggung jawab atas penyediaan listrik, termasuk bagi pelanggan premium yang membayar lebih untuk mendapatkan layanan listrik yang berkualitas dan handal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan hak pelanggan premium terkait dengan pemadaman listrik, serta tanggung jawab PT. PLN dalam menangani dampak kerugian akibat pemadaman. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan data primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun PT. PLN telah berusaha melakukan perbaikan dan pemeriksaan rutin, kompensasi yang dijanjikan bagi pelanggan premium belum terealisasi sepenuhnya. Masih terdapat kendala dalam implementasi ganti rugi yang seharusnya diberikan kepada pelanggan yang terkena dampak pemadaman. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kualitas layanan serta perbaikan regulasi yang mendukung hak konsumen dalam sektor ketenagalistrikan. Kata kunci: Pelanggan, Pemadaman, Kompensasi, Listri

    PELATIHAN PERSIAPAN TENAGA KERJA KE JEPANG PADA LEMBAGA PELATIHAN KERJA (LPK) ERAI INDONESIA CABANG

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan pelaksanaan pelatihan persiapan tenaga kerja ke Jepang pada lembaga pelatihan kerja (LPK) Erai Indonesia Cabang Bengkulu. Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dalam pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul divalidasi dengan cara Trianggulasi subjek, teknik, dan trianggulasi waktu. Kemudian data yang valid dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian, previkasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan: 1) Materi Pelatihan yang beragam kesemuanya dibutuhkan dalam peningkatan kompetensi kebutuhan tenaga kerja, sepertu: bahasa, budaya, kedisiplinan, mental, dan cara kerja Jepang. Pelatihan berlangsung dari hari Senin hingga Jumat, pukul 08.00-16.00, di bawah bimbingan instruktur berpengalaman dan bersertifikat dengan fasilitas yang memadai. 2) pelatihan dengan menggunakan pendekatan andragogi; 3) Menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, dan praktek sesuai kebutuhan; 4) Dana pelatihan diperoleh dari peserta dan digunakan untuk berbagai kebutuhan pelatihan, termasuk gaji instruktur dan sarana prasarana; 5) Instruktur terdiri dari tiga orang dengan latar belakang yang releva; 6) warga belajar berjumlah 186 orang dari 2021 hingga 2024, dengan mayoritas lulusan SMA sederajat; 7) Sarana dan prasarana yang tersedia meliputi gedung dengan berbagai ruang pelatihan, fasilitas kantor, dan peralatan pendukung; 8) Kendala yang dihadapi yaitu infrastruktur yang kurang nyaman dan motivasi peserta yang kurang; 9) Solusi yang diusulkan mencakup peningkatan fasilitas dan motivasi peserta melalui dorongan, sertifikat, dan reward; 10) Proses pelatihan dimulai dengan pembukaan, diikuti oleh materi ajar, dan diakhiri dengan motivasi dan doa; 11) Evaluasi dilakukan dalam empat aspek: kognitif, afektif, psikomotor, dan pelaksanaan; 12) hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam aspek bahasa, disiplin, cara kerja, mental, dan budaya Jepang. Kata kunci: Pelatihan Tenaga Kerja ke Jepang, LPK Erai Bengku

    PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA DINI PADA PANTI ASUHAN KASIH SAYANG KOTA BENGKULU

    No full text
    Anak merupakan aset dalam pembangunan berkelanjutan hal ini berkaitan erat dengan pembentukan karakter anak sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendidikan karakter anak usia dini pada Panti Asuhan Kasih Sayang Kota Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan teknik trianggulasi, yaitu teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada yakni trianggulasi subjek, triangulasi teknik, dan trianggulasi waktu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: panti asuhan Kasih Sayang Kota Bengkulu memiliki strategi untuk membentuk karakter anak mulai dari perencanaan, lingkungan pengasuhan, penguatan dan penilaian, keterlibatan masyarakat serta keberlanjutan pendidikan karakter anak. Proses internalisasi atau penanaman pendidikan karakter pada panti asuhan Kasih Sayang Kota Bengkulu yaitu dengan mengajarkan, mendidik, dan menanamkan nilai-nilai religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas pada anak-anak yang diasuhnya. Pembentukan karakter anak usia dini pada panti asuhan Kasih Sayang Kota Bengkulu dilakukan melalui strategi dan proses internalisasi. Dengan pendidikan karakter ini diharapkan akan membentuk karakter anak secara positif dan membantu mereka tumbuh dan berkembang menjadi anak- anak yang tangguh, mandiri dan bertanggung jawab. Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Anak Usia Dini, Panti Asuha

    PELATIHAN PERSIAPAN TENAGA KERJA KE JEPANG PADA LEMBAGA PELATIHAN KERJA (LPK) ERAI INDONESIA CABANG BENGKULU

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan pelaksanaan pelatihan persiapan tenaga kerja ke Jepang pada lembaga pelatihan kerja (LPK) Erai Indonesia Cabang Bengkulu. Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dalam pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul divalidasi dengan cara Trianggulasi subjek, teknik, dan trianggulasi waktu. Kemudian data yang valid dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian, previkasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan: 1) Materi Pelatihan yang beragam kesemuanya dibutuhkan dalam peningkatan kompetensi kebutuhan tenaga kerja, sepertu: bahasa, budaya, kedisiplinan, mental, dan cara kerja Jepang. Pelatihan berlangsung dari hari Senin hingga Jumat, pukul 08.00-16.00, di bawah bimbingan instruktur berpengalaman dan bersertifikat dengan fasilitas yang memadai. 2) pelatihan dengan menggunakan pendekatan andragogi; 3) Menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, dan praktek sesuai kebutuhan; 4) Dana pelatihan diperoleh dari peserta dan digunakan untuk berbagai kebutuhan pelatihan, termasuk gaji instruktur dan sarana prasarana; 5) Instruktur terdiri dari tiga orang dengan latar belakang yang releva; 6) warga belajar berjumlah 186 orang dari 2021 hingga 2024, dengan mayoritas lulusan SMA sederajat; 7) Sarana dan prasarana yang tersedia meliputi gedung dengan berbagai ruang pelatihan, fasilitas kantor, dan peralatan pendukung; 8) Kendala yang dihadapi yaitu infrastruktur yang kurang nyaman dan motivasi peserta yang kurang; 9) Solusi yang diusulkan mencakup peningkatan fasilitas dan motivasi peserta melalui dorongan, sertifikat, dan reward; 10) Proses pelatihan dimulai dengan pembukaan, diikuti oleh materi ajar, dan diakhiri dengan motivasi dan doa; 11) Evaluasi dilakukan dalam empat aspek: kognitif, afektif, psikomotor, dan pelaksanaan; 12) hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam aspek bahasa, disiplin, cara kerja, mental, dan budaya Jepang. Kata kunci: Pelatihan Tenaga Kerja ke Jepang, LPK Erai Bengku

    6,135

    full texts

    31,735

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNIB Scholar Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇