University of Bengkulu

UNIB Scholar Repository
Not a member yet
    31735 research outputs found

    SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL (JAMU GENDONG) DIDESA MUARA GELUMPAI KECAMATAN MUARA PAYANG KABUPATEN LAHAT

    No full text
    Penggunaan obat tradisional seperti jamu gendong masih menjadi pilihan pengobatan bagi sebagian masyarakat, terutama jika digunakan dengan benar. Sikap masyarakat terhadap penggunaan obat tradisional menjadi faktor penting yang memengaruhi tindakan dalam memilih jenis pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik masyarakat dan sikap penerimaan mereka terhadap penggunaan jamu gendong di Desa Muara Gelumpai, Kecamatan Muara Payang, Kabupaten Lahat. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 94 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengguna jamu gendong adalah perempuan (55,3%), berusia 25–54 tahun (58,5%), berpendidikan SMA (79,8%), bekerja sebagai wiraswasta (31,9%), dan memiliki penghasilan Rp1.500.000,00 per bulan (45,7%). Sebagian besar responden (97,8%) menunjukkan sikap penerimaan yang baik terhadap penggunaan jamu gendong sebagai alternatif pengobatan. Temuan ini mengindikasikan bahwa jamu gendong masih memiliki tempat penting dalam praktik pengobatan tradisional masyarakat pedesaan. Kata kunci: jamu gendong, obat tradisional, sikap masyaraka

    PENERAPAN SANKSI ADAT PALANG TERHADAP PEMBATALAN PERTUNANGAN DI DESA GIRI MULYA KECAMATAN GIRI MULYA KABUPATEN BENGKULU UTARA

    No full text
    Sanksi Adat Palang yaitu ketentuan sanksi apabilah salah satu pihak membuat kesalahan / mengingkari janji / melakukan pembatalan secara sepihak, maka akan dikenakan sanksi berupa materi ( uang ). Jenis penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris, yang mana data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Proses pengolahan data dilakukan melalui proses editing. Kemudian data dianalisis dengan metode analisis kualitatif. Penelitian ini bertujuan agar dapat memberikan pemahaman kepada Masyarakat khususnya masyarakat kecamatan Giri Mulya yang ada di desa Giri Mulya. Hasil penlitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan penerapan saknsi adat Palang yang ada di desa Giri Mulya masih sangat diterapkan pada masyarakat desa giri Mulya. Dan efektivitas penerapan sanksi adat Palang dalam mencegah pelanggaran perjanjian perkawinan bahwa adat Palang sangat efektif dikarenakan masyarakat yang akan melaksanakan perkawinan / pertunangan akan lebih berhati-hati supaya tidak melanggar adat Palang. Kata Kunci : Sanksi, Adat Palang, Hukum Adat Jaw

    KEMAMPUAN EKSTRAK TANAMAN DAN SISTIM TANAM GANDA DALAM MENEKAN PENYAKIT DAUN KERITING KUNING PADA CABAI MERAH

    No full text
    Salah satu faktor pembatas produksi cabai yaitu adanya serangan penyakit daun keriting kuning yang disebabkan oleh Geminivirus subgup Begomovirus. Virus ini ditularkan oleh serangga hama kutu kebul Bemisia tabaci, Ordo Homoptera, Famili Aleyrodidae. Infeksi Begomovirus dapat menyebabkan kehilangan hasil dari 20 - 100 % bahkan gagal panen. Hingga saat ini pengendalian penyakit dilakukan dengan penggunaan pestisida sintetik, untuk pengendalian serangga vektor, namun hal ini dirasakan belum efektif untuk mengendalikan penyakit tersebut. Pengunaan ekstrak tanaman dan sistim tanam ganda memiliki peluang yang baik dalam usaha pengendalian penyakit virus daun keriting kuning. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kemampuan beberapa metode pengendalian dalam menekan infeksi penyakit virus daun keriting kuning pada tanaman cabai merah dengan aplikasi ekstrak tanaman dan sistim tanam ganda. Penelitian dilaksanakan dengan rancangan percobaan RAK 8 perlakuan, 3 blok sebagai ulangan. Perlakuannya terdiri dari 1) Aplikasi inducer ekstrak kasar daun pagoda (A); 2) Aplikasi nanobiopestida minyak serai wangi (B); 3) Aplikasi sistim tanam ganda dua tanaman satu lubang (C); 4) Aplikasi A + B; 5) Aplikasi A + C; 6) Aplikasi B + C; Aplikasi A + B + C; Kontrol tanpa adanya perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan aplikasi ekstrak kasar daun pagoda, nanobiopestisida minyak serai wangi dan sistim tanam ganda belum mampu menekan insidensi penyakit. Perlakuan sistim tanam ganda memiliki kemampuan menekan keparahan penyakit paling tinggi yaitu antara 22,6 – 31,7 % dibandingkan dengan kontrol baik secara tunggal dan kombinasi, serta mampu meningkatkan hasil sebesar 141 -212 % jika dibandingkan kontrol. Kata kunci : cabai merah, geminivirus, ekstrak nabati, nanobipestisida, tanam gand

    EFEKTIVITAS PENERAPAN ANTARA TILANG MANUAL DAN ELECTRONIC TRAFFIC LAW ENFORCEMENT (E-TLE) DI KOTA BENGKULU

    No full text
    Efektivitas penerapan tilang manual dan Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) di Kota Bengkulu menjadi isu strategis dalam konteks modernisasi penegakan hukum lalu lintas. Hal ini semakin relevan di tengah meningkatnya angka pelanggaran serta adanya tuntutan akan transparansi dan akuntabilitas kinerja aparat penegak hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum tilang manual dan E-TLE dalam sistem hukum Indonesia serta mengevaluasi efektivitas penerapannya dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas. Metode yang digunakan adalah pendekatan hukum empiris dengan pendekatan non-doktrinal, melalui pengumpulan data primer berupa wawancara dan data sekunder dari studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem E-TLE menawarkan keunggulan signifikan, seperti efisiensi, transparansi, dan mengurangi interaksi langsung antara aparat dan pelanggar. Namun, tilang manual masih dibutuhkan untuk menjangkau jenis pelanggaran tertentu yang tidak dapat ditangani oleh sistem elektronik, terutama di wilayah yang belum memiliki infrastruktur digital memadai. Efektivitas kedua sistem sangat ditentukan oleh tingkat kesadaran hukum masyarakat, kesiapan infrastruktur, serta integritas aparat penegak hukum. Oleh karena itu, sinergi antara tilang manual dan E-TLE perlu terus diperkuat guna menciptakan penegakan hukum lalu lintas yang lebih adil, efektif, dan berkelanjutan di Kota Bengkulu. Kata Kunci : Efektivitas Hukum, Tilang Manual, E-TLE, Penegakan Lalu Lintas

    PELAKSANAAN JUAL BELI BENIH LOBSTER DI KABUPATEN KAUR (Ditinjau dari Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 24 Tahun 2024 tentang Harga Patokan Terendah Benih Bening Lobster (Puerulus) di Nelayan)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan praktik jual beli benih bening lobster (BBL) di Kabupaten Kaur dalam perspektif hukum empiris. Metode penelitian yang digunakan merupakan pendekatan yuridis empiris dengan teknik pengumpulan data melalui data primer dan sekunder, yang dianalisis secara kualitatif dan disimpulkan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bahwa pelaksanaan jual beli benih bening lobster (BBL) oleh nelayan, Kelompok Usaha Bersama (KUB), koperasi, dan Badan Layanan Umum (BLU) di Kabupaten Kaur belum sepenuhnya berjalan sesuai ketentuan harga patokan terendah sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2024. Meskipun harga patokan telah ditetapkan sebesar Rp8.500 per ekor, dalam praktiknya nelayan hanya menerima harga antara Rp3.000 hingga Rp5.000 per ekor. Perbedaan harga ini menunjukkan tidak terpenuhinya asas keadilan, keterbukaan, dan kepastian hukum, serta mencerminkan lemahnya kontrol negara terhadap pelaksanaan regulasi di lapangan. (2) Bahwa terdapat berbagai faktor penyebab dalam pelaksanaan jual beli BBL yang menyebabkan ketidaksesuaian dengan regulasi, antara lain, disparitas harga pasar dengan harga patokan, ketimpangan hubungan kemitraan antara pelaku usaha dan nelayan, lemahnya posisi tawar nelayan dalam penetapan harga, penurunan kesejahteraan akibat praktik harga yang merugikan, kurangnya sosialisasi aturan kepada nelayan, serta belum adanya regulasi pendukung di tingkat daerah. Oleh karena itu, diperlukan penataan ulang sistem kemitraan dan penguatan peran hukum baik di tingkat pusat maupun daerah guna mewujudkan tata kelola jual beli BBL yang adil, transparan, dan berkelanjutan. Kata Kunci : Pelaksanaan, Jual Beli, Benih Lobste

    KAJIAN PUTUSAN NOMOR 29/PID.SUS�ANAK/2022/BGL TENTANG TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN ANAK DI PENGADILAN NEGERI BENGKULU

    No full text
    Penganiayaan anak merupakan bentuk perbuatan, baik fisik maupun non fisik yang dilakukan oleh orang dewasa maupun sesama anak, yang mengakibatkan penderitaan, luka, rasa sakit, atau bahkan mengancam keselamatan jiwa anak. yang melatarbelakangi penelitian ini didasari oleh tingginya angka penganiayaan anak yang terjadi di Indonesia serta adanya putusan hakim terhadap pelaku anak yang dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip kepastian hukum, kemanfaatan, dan keadilan. Kasus yang dianalisis adalah perkara penganiayaan berat yang dilakukan oleh anak berusia 15 tahun dengan alat berupa botol kaca sehingga mengakibatkan korban mengalami luka berat permanen pada bagian tangan. Majelis hakim dalam putusan tersebut menjatuhkan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan terhadap pelaku anak dengan dasar Pasal 354 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan yuridis normatif, melalui studi kepustakaan dan analisis bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 29/Pid.Sus-Anak/2022/PN Bgl telah memenuhi unsur formil tindak pidana penganiayaan berat sebagaimana diatur dalam Pasal 354 ayat (1) KUHP, namun penerapan hukuman dinilai kurang memperhatikan prinsip perlindungan anak sebagai pelaku, faktor residivis, serta pengaruh alkohol sebagai alasan pemberat. Analisis berdasarkan nilai kepastian, kemanfaatan, dan keadilan hukum menunjukkan bahwa putusan tersebut masih menimbulkan ketidakpuasan, baik dari segi perlindungan korban maupun upaya pembinaan terhadap pelaku anak. Oleh karena itu, putusan hakim seharusnya lebih proporsional dengan memperhatikan aspek perlindungan anak, keadilan bagi korban, serta tujuan hukum pidana anak yang menekankan pembinaan dan pencegahan pengulangan tindak pidana. Kata kunci: Putusan hakim, Penganiayaan Anak, Kepastian Hukum, Kemanfaatan Hukum, Keadilan Hukum

    STUDI SIFAT KELISTRIKAN DAN DAYA TAHAN PADA BIO-BATERAI DARI KOMBINASI KULIT BUAH PISANG KEPOK DAN KULIT BUAH JERUK NIPIS

    No full text
    Kulit buah mengandung senyawa elektrolit alami seperti asam sitrat, kalium, dan senyawa ionik lainnya yang berpotensi menghasilkan energi listrik melalui reaksi elektrokimia dengan elektroda logam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sifat kelistrikan dan daya tahan bio-baterai yang dibuat dari limbah organik berupa kulit buah pisang kepok dan kulit buah jeruk nipis. Penelitian dilakukan dengan lima variasi komposisi bahan yaitu 100% kulit buah pisang; 75% kulit buah pisang dan 25% kulit buah jeruk; 50% kulit buah pisang dan 50% kulit buah jeruk; 25% kulit buah pisang dan 75% kulit buah jeruk; dan 100% kulit buah jeruk. Berdasarkan hasil pengukuran tegangan, arus dan daya pada bio-baterai menunjukan bahwa kulit buah pisang 100% adalah performa terbaik yang menghasilkan daya listrik dengan nilai rata-rata yaitu 0,535 mW dan 100% kulit buah jeruk dengan nilai rata-rata 0,534 mW. Uji ketahanan baterai dilakukan dengan menggabungkan 2 baterai yang dirangkai seri dan diuji menggunakan lampu LED merah 1,8 V – 2 V sebagai beban. Hasil pengujian dengan 100% kulit buah pisang terlihat bawah baterai dapat menyalakan lampu LED dalam waktu yang cukup lama yaitu selama 12 jam. Berdasarkan hasil tersebut bahwa bio�baterai ini cukup baik digunakan dengan konsistensi kondisi LED yang dapat menyala, sehingga limbah ini bisa digunakan sebagai sumber energi alternatif. Kata kunci: Bio-Baterai, Kulit Buah Pisang Kepok, Kulit Buah Jeruk Nipis, Energi Elternatif, Elektrolit Alam

    PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU PENYALAHGUNAAN BBM BIO SOLAR MENGGUNAKAN BARCODE MY PERTAMINA DI WILAYAH HUKUM POLDA BENGKULU

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Bio solar yang dilakukan di wilayah hukum POLDA Bengkulu dengan modus penyalahgunaan barcode my Pertamina. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan dan menganalisis penegakan hukum bagi para pelaku penyalahgunaan Barcode Mypertamina dalam distribusi BBM bersubsidi solar di Wilayah Hukum POLDA Bengkulu, dan upaya penanggulangan penyalahgunaan Barcode Mypertamina dalam distribusi BBM bersubsidi solar oleh pihak kepolisian POLDA Bengkulu. Metode penelitan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum empiris yang bertitik tolak dari data primer dan data sekunder. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa penegakan hukum bagi para pelaku penyalahgunaan Barcode Mypertamina dalam distribusi BBM bersubsidi solar di Wilayah Hukum POLDA Bengkulu dengan menegakkan aturan yang ada, dan memberian sanksi pidana sesuai Pasal 55 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan pidana denda paling banyak Rp 60.000.O00.000,00 (enam puluh miliar rupiah), serta melakukan sinergitas dalam penegakan hukum, pengawasan yang ketat, dan kesadaran masyarakat. Kedua upaya penanggulangan penyalahgunaan Barcode Mypertamina dalam distribusi BBM bersubsidi solar oleh pihak kepolisian POLDA Bengkulu dengan cara preventif berupa penyuluhan kepada masyarakat agar tidak melakukan penyalahgunaan BBM, mengadakan patroli dan razia-razia, melakukan koordinasi dan kerjasama pengawasan BBM. Penanggulangan secar represif yang dapat dilakukan dengan melakukan penyelidikan dan penyidikan, memberikan tuntutan dan memberikan hukuman pidana terhadap pelaku penyalahgunaan BBM. Kata Kunci : Penegakan Hukum, Penyalahgunakan BBM Bersubsidi Jenis Solar, Barcode My Pertamina, Polda Bengkul

    PEMENUHAN HAK AKSESIBILITAS PENYANDANG DISABILITAS DI BENTENG MARLBOROUGH KOTA BENGKULU BERDASARKAN HUKUM POSITIF INDONESIA

    No full text
    Indonesia memiliki sekitar 23 juta penyandang disabilitas yang berhak atas aksesibilitas fasilitas publik, termasuk destinasi wisata. Benteng Marlborough sebagai objek wisata sejarah di Kota Bengkulu belum memenuhi standar aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Penelitian ini mengkaji dua permasalahan utama yaitu bagaimana pemenuhan hak aksesibilitas penyandang disabilitas di Benteng Marlborough berdasarkan hukum positif Indonesia dan bagaimana upaya hukum yang dapat dilakukan penyandang disabilitas dalam memenuhi hak-hak aksesibilitas tersebut. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan mengetahui dan menganalisis pemenuhan hak aksesibilitas penyandang disabilitas di Benteng Marlborough berdasarkan hukum positif Indonesia serta menganalisis upaya hukum yang dapat ditempuh penyandang disabilitas. Penelitian empiris kualitatif ini menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumen dengan purposive sampling serta analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Benteng Marlborough belum memenuhi standar aksesibilitas sesuai Undang-Undang Dasar 1945, Convention on the Rights of Persons with Disabilities Article 9, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2020, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 14/PRT/M/2017, dan Peraturan Daerah Kota Bengkulu Nomor 3 Tahun 2024. Fasilitas hanya berupa ramp 2meter tidak standar tanpa guiding blocks, braille, toilet aksesibel, atau pemandu terlatih. Kunjungan penyandang disabilitas hanya 2-3 orang per tahun dari 100 wisatawan harian. Upaya hukum meliputi gugatan perdata berdasarkan Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata serta advokasi kolektif untuk mewujudkan pariwisata inklusif. Kata Kunci: Hak; Aksesibilitas; Disabilitas; Pariwisata; Inklusi

    6,135

    full texts

    31,735

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNIB Scholar Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇