31735 research outputs found
Sort by
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN ROTAN GETAH (Daemonorops angustifolia) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acne
Indonesia memiliki kekayaan jenis tanaman rotan dengan 314 spesies yang
tersebar diberbgai wilayah seperti di Sumatera, Kalimantan, Jawa dn lainnya.
Rotan tidak hanya dimanfatkan sebagai barang kerajianan, tetapi juga memiliki
khasiat dala bidang kesehatan sebagai bahan obat tradisional. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metaboit sekunder serta aktivitas
antibakteri dan konsentrasi terbaik dari ekstrak etanol 96% dun rotan getah
(Daemonorops angustifoia) terhadap Propionibacterium acnes. Penelitian ini
dilakukan melalui beberapa tahap antara lain, ekstraksi menggunakan maserasi
dan remaserasi, skrining fitokimia menggunakan metode perekasi waerna serta uji
aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian ini
menunjukan pada proses ekstraksi diperoleh rendemen sebesar 14,1%. Uji
skrining fitokimia pada daun rotan getah menunjukan adanya senyawa flavonoid,
fenol dan steroid. Pada uji alkaloid dan saponin tidak ditemukan senyawa tersebut.
Aktivitas antibakteri pada penelitian ini menggunakan konsentrasi 20%, 40%,
60% dan 80% serta klindamisin sebagai kontrol positif dan aquadest sebagai
kontrol negatif. Diameter daya hambat untuk setiap konsentrasi berturut-turut
yaitu 4,45 mm, 5,2 mm, 6,4 mm dan 7,05 mm. Berdasarkan penelitian yang
dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil rendemen ekstrak didapatkan sebesar
17,5% dikatakan baik karena lebih dari 10%. Hasil skrining fitokimia ekstrak
daun rotan getah positif mengandung senyawa metabolit flavonoid, tanin dan
steroid. Pada pengujian aktivitas antibakteri pada konsentrasi 20% termasuk
kategori lemah, sedangkan pada konsentrasi 40%, 60% dan 80% termasuk
kategori sedang dalam menghambat pertumbuan bakteri Propionibacterium
acnes.
Kata kunci : Antibakteri, Daemonorops angustifolia, Fitokimia,
Propionibacterium acnes, Rota
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS PASAR IKAN KOTA BENGKULU
Hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan pasien dalam mengonsumsi
obat diabetes melitus sangatlah signifikan. Keterlibatan keluarga adalah faktor
penting dalam pengelolaan diabetes melitus, karena dapat mendorong serta
memberi semangat kepada pasien untuk mematuhi pengobatan. Ketidakpatuhan
pasien dapat menyebabkan kadar gula darah menjadi tidak terkendali, munculnya
komplikasi akut, komplikasi kronis, serta menurunnya kualitas hidup. Tujuan
penelitian ini untuk megetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan
minum obat pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu.
Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif serta desain
penelitian cross sectional. Populasi berdasarkan jumlah pasien diabetes melitus
tahun 2024 sebesar 280 orang. Untuk pengambilan sampel dalam penelitian ini
menggunakan teknik Accidental sampling. Kepatuhan minum obat diabetes diukur
menggunakan kuesioner MMAS-8 dan dukungan keluarga diukur menggunakan
kuesioner HDFSS. Pengolahan data menggunakan computer dan Analisa data
menggunakan SPSS dengan uji chi- square. Hasil penelitian ini menunjukan
(91,5%) berusia 56-75, (63,41%) berjenis kelamin perempuan, (58,54%) pasien
berpendidikan SMA, (47,6%) dukungan keluarga baik, (58,5%) kepatuhan sedang,
dan adanya hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien
diabetes melitus di Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu yang menunjukan p-value
0,00(<0,05).
Kata kunci: dukungan keluarga, kepatuhan minum obat, diabetes melitus, MMAS-
8, HDFS
GAMBARAN PENYIMPANAN OBAT DI PUSKESMAS SUKAMERINDU KOTA BENGKULU
Penyimpanan obat merupakan bagian penting dalam sistem manajemen farmasi di
Puskesmas karena berkaitan langsung dengan mutu, keamanan, dan efektivitas
obat yang digunakan dalam pelayanan kesehatan. Pengelolaan penyimpanan yang
tidak sesuai standar dapat menyebabkan kerusakan obat, ketidaksesuaian stok, dan
penurunan kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran penyimpanan obat di Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu dengan
menilai empat indikator utama, yaitu pengaturan tata ruang gudang, cara
penyimpanan obat, pencatatan kartu stok, dan pengamatan mutu obat. Metode
penelitian yang digunakan adalah pendekatan campuran (mix method) dengan
teknik pengumpulan data berupa observasi langsung menggunakan daftar tilik dan
wawancara mendalam kepada tenaga kefarmasian. Hasil observasi menunjukkan
bahwa pencatatan kartu stok dan pengamatan mutu obat telah mencapai tingkat
pelaksanaan 100%, sedangkan pengaturan tata ruang dan cara penyimpanan obat
masing-masing sebesar 90%. Sistem penyimpanan telah menerapkan prinsip First
Expired First Out (FEFO), dilengkapi fasilitas seperti rak penyimpanan, palet,
lemari pendingin, serta penggunaan sistem pencatatan manual yang sedang
bertransisi ke digital. Gudang telah memenuhi sebagian besar aspek teknis dan
keamanan, meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan ruang dan belum
adanya prosedur tertulis untuk inspeksi mutu. Hasil penelitian ini menunjukan
bahwa sistem penyimpanan obat di Puskesmas Sukamerindu berjalan baik dan
sebagian besar telah sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian.
Kata Kunci : Gudang, kartu stok, mutu obat, obat, penyimpanan
FORMULASI SEDIAAN CHEWY GUMMY DARI SARI BUAH MURBEI HITAM (Morus nigra L.)
Buah murbei hitam (Morus nigra L.) merupakan salah satu tanaman yang kaya
akan zat gizi seperti vitamin C, antosianin, dan antioksidan yang bermanfaat bagi
kesehatan, khususnya untuk menunjang sistem imun tubuh. Namun, pemanfaatan
buah murbei masih terbatas, khususnya dalam bentuk sediaan yang praktis dan
banyak disukai . Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sari buah murbei
hitam menjadi sediaan chewy gummy serta mengevaluasi mutu fisik dan tingkat
kesukaannya untuk mengetahui formula terbaik. Penelitian dilakukan secara
eksperimental dengan empat formula yaitu F0 (0%), F1 (8%), F2 (10%), dan F3
(12%) sari buah murbei hitam. Evaluasi meliputi uji organoleptik, pH, keseragaman
bobot, kekenyalan, titik leleh, dan uji hedonik terhadap 20 responden. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki karakteristik fisik yang
baik dan sesuai standar, dengan rentang pH 5,79–5,98, bobot yang seragam, tekstur
kenyal, dan titik leleh 35– 50°C. Uji hedonik menunjukkan bahwa formula F3
paling disukai responden dari segi rasa, aroma, warna, dan bentuk. Berdasarkan
hasil dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa formula F3
merupakan formulasi terbaik sebagai sediaan chewy gummy dari sari buah murbei
hitam berdasarkan evaluasi fisik dan uji hedonik.
Kata kunci: chewy gummy, formulasi, Morus nigra L., sari buah murbei hitam, uji
fisik dan uji hedonik
PENGARUH LKPD BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH KELAS VIII SMP NEGERI B SRIKATON
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pengaruh signifikan pada
penerapan LKPD berbasis Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan
pemecahan masalah matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen
semu (Quasi Eksperimental Research) dengan desain Nonequivalent posttest-only
control group design . Subjek penelitian ini adalah 30 siswa kelas VIII 1 sebagain
kelas eksperimen dan kelas VIII 2 sebagai kelas kontrol yang terdiri dari 30 siswa
di SMP Negeri B Srikaton pada semester ganjil 2025/2026. Instrumen penelitian
ini berupa tes kemampuan pemecahan masalah. Teknik analisis data dalam
penelitian ini menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil uji-t diperoleh �ℎ����� =
9,128 > ������ = 2,002 dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan
pada penerapan LKPD berbasis Problem Based Learning untuk meningkatkan
kemampuan pemecahan masalah kelas VIII SMP Negeri B Srikaton.
Kata Kunci: LKPD, problem based learning, relasi dan fungsi, pemecahan
masala
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN GEOGEBRA PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS KELAS VIII SMP
Kemampuan pemahaman konsep matematika siswa, khususnya pada materi
persamaan garis lurus, masih tergolong rendah. Penggunaan Lembar Kerja Peserta
Didik (LKPD) konvensional belum mampu memberikan pengalaman belajar yang
aktif, mendalam, dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan
LKPD berbasis model Discovery Learning berbantuan GeoGebra yang valid,
praktis, dan efektif untuk siswa kelas VIII SMP. Penelitian ini merupakan jenis
penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model pengembangan ADDIE, yang
mencakup tahap Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Subjek
penelitian terdiri dari dua validator (dosen dan guru matematika), enam siswa
pada uji coba skala kecil, dan 29 siswa pada uji coba lapangan. LKPD
dikembangkan dengan memperhatikan aspek isi, konstruksi, bahasa, dan media,
serta mendukung keterlibatan aktif siswa melalui eksplorasi, pengamatan, dan
penarikan kesimpulan. Hasil validasi menunjukkan LKPD termasuk kategori
sangat valid, uji kepraktisan menunjukkan kategori sangat praktis dengan
persentase skor kepraktisan 81,6%–83,0%, dan uji efektivitas menunjukkan
LKPD efektif, dengan peningkatan kemampuan siswa yang termasuk kategori
tinggi (N-Gain) serta ketuntasan klasikal sebesar 82,76% siswa yang memperoleh
nilai ≥ 70. Dengan demikian, LKPD ini dapat digunakan sebagai alternatif bahan
ajar untuk mendukung pembelajaran matematika yang aktif, mandiri, dan
interaktif.
Kata Kunci: LKPD, Discovery Learning, GeoGebra, Persamaan Garis Lurus,
Validitas, Kepraktisan, Keefektifa
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (Annona muricata) UNTUK MENURUNKAN KADAR GULA DARAH KELINCI JANTAN YANG DIINDUKSI SUKROSA
TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN RESEP DI RUMAH SAKIT HARAPAN DAN DO’A KOTA BENGKULU
Permasalahan umum yang menjadi latar belakang dan indikator dari penelitian ini
adalah waktu tunggu pelayanan pelayanan resep yang sangat lama yang disebabkan
oleh peningkatan jumlah pasien setiap harinya dan kekurangan jumlah tenaga
kefarmasian di instalasi Rawat Jalan RSUD Harapan Dan Do’a Kota Bengkulu.
Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui Tingkat kepuasan Pasien Rawat
Jalan Terhadap Pelayanan Resep Di Rumah Sakit Harapan Dan Do’a Kota Bengkulu
berdasarkan parameter yang sudah ditetapkan oleh peneliti. Pentingnya pelayanan
resep sebagai bagian dari pelayanan kesehatan yang berpengaruh terhadap kualitas
hidup pasien. Pelayanan resep yang optimal menjadi indikator penting dalam menilai
kualitas layanan farmasi rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data
didapatkan pada penyebaran kuesioner kepada 98 pasien rawat jalan yang dipilihkan
secara purposive sampling, dan jumlah rata-rata kunjungan pasien setiap bulan yang
di peroleh dari rekam medis sebanyak 4.775 pasien. Kriteria inklusi meliputi pasien
berusia di atas 17 tahun, bisa membaca dan menulis, serta bersedia mengisi
kuesioner. Kuesioner dirancang berdasarkan lima dimensi kepuasan pelayanan yaitu:
bukti fisik (tangible), keandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan
(assurance), dan empati (empathy). Hasil penelitian ini Tingkat kepuasan pasien
secara umum ada pada kategori puas (81,08%). Dimensi dengan skor tertinggi yaitu
jaminan (assurance) 84,33% (Sangat Puas), Dan perolehan skor terendah pada
dimensi keandalan (reliability) 77,18% (Puas). Penelitian ini dapat disimpulkan bukti
fisik (Tangible) 80,98% (Puas), empati (Empathy) 81,59% (Puas), ketanggapan
(Renvonsiveness) 81,35% (Puas), dan Jaminan (Tangible) 84,33% sangat puas.
Kata kunci: Farmasi Klinis, Kepuasan Pasien, Kualitas Layanan, Pelayanan
Resep, Rumah Sakit
PENETAPAN KADAR VITAMIN D2 PADA EKSTRAK ETIL ASETAT JAMUR SAWIT (Volvariella volvacea L.) DARI KECAMATAN PINO RAYA DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
Jamur lmerupakan lsalah lsatu lmakanan lyang lmemiliki lkandungan lvitamin lD lJamur
yang lterkena lsinar lmatahari latau sinar UV lmerupakan lsumber lvitamin lD2 lyang
sangat baik karena mengandung vitamin D konsentrasi tinggi, provitamin D2 salah
satunya jamur sawitl(Volvariella lvolvacea lL.). Kecamatan Pino Raya, merupakan
sebuah lkecamatan lyang lterletak ldi ldekat lperkebunan lperusahaan pengolahan
kelapalsawit. Kegiatan industry kelapa sawit menghasilkan limbahlpadat dari
tandan lkosong lkelapa sawit pada lsaat linilah ltumbuh ljamur sawit ldiantara
tumpukan tandan kosonglkelapalsawit yang lbanyak dimanfaatkan oleh masyarakat
sekitarldijadikanlbahanlpangan,lbahkanljamur tersebutldijajakkan dipinggir ljalan.
Tujuanldarilpenelitianlinilyaituluntuk menentukanlkadar vitaminlD2lpada lekstrak
etillasetatljamurlsawit dari kecamatan pino raya dengan spektrofotometrilUV-Vis.
Jamur sawit diekstraksi menggunakan pelarut etil asetat dengan cara maserasi
selanjutnya diuapkan hingga diperoleh ekstrak kental dengan rendemen sebesar
1,076%, kemudian ditentukan kadarnya menggunakan Spektrofotometri UV-Vis
dengan pembanding ergocalciferol BPFI. Dari hasil uji analisa didapatkan
persamaan garis linier dari kurva kalibrasi yaitu, y = 0,0337x + 0,011 dan r = 0,997.
Kadar vitamin D2 yang didapatkan sebesar 0,1363%. Dari penelitian ini dapat
disimpulkan jamur sawit dari Kecamatan Pino Raya ini mengandung vitamin D2
dengan kadar 0,1363%.
Kata lkunci l: Etil Asetat, Jamur lSawit, lSpektrofotometri lUV-Vis, Vitamin D
UJI AKTIVITAS ANTIKANDIDIASIS KOMBINASI EKSTRAK ETANOL BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) DAN MINYAK ATSIRI JERUK KALAMANSI (Citrofortunellalmicrocarpal[Bunge]lWijnands) TERHADAP Candida albicans
Kandidiasis merupakan infeksi jamur oleh Candida albicans yang sering diobati
dengan antikandidiasis kimia, namun dapat menimbulkan efek samping dan
resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji adanya aktivitas antikandidiasis
kombinasi ekstrak etanol kelopak bunga rosella dan minyak atsiri kulit buah jeruk
kalamansi terhadap Candida albicans dan mengetahui konsentrasi yang lebih
efektif dalam menghambat Candida albicans. Ekstrak etanol kelopak bunga rosella
diperoleh dengan metode maserasi, sedangkan minyak atsiri kulit buah jeruk
kalamansi diperoleh dengan cara destilasi. Uji aktivitas antikandidiasis kombinasi
ekstrak etanol kelopak bunga rosella dan minyak atsiri kulit buah jeruk kalamansi
menggunakan metode difusi cakram. Adanya aktivitas antikandidiasis ditandai
dengan terbentuknya zona bening disekitar kertas cakram yang disebut dengan zona
hambat. Penelitian ini menggunakan 3 konsentrasi yang berbeda yaitu 45%, 50%,
55%, dan ketokonazol sebagai kontrol positif. Hasil dari konsentrasi berturut-turut
adalah 3,20±0,08 mm; 4,20±0,32 mm; 4,22±0,13 mm; dan 14,25±0,25mm.
Konsentrasi 55% yang paling efektif dengan kategori zona hambat lemah.
Kata kunci: Antikandidiasis, ekstrak kelopak bunga rosella, minyak atsiri jeruk
kalamansi, Candida albicans