31735 research outputs found
Sort by
ANALISIS USAHA PENANGKAPAN IKAN DENGAN GILLNET (JARING INSANG) DI DESA AIR RAMI KECAMATAN AIR RAMI KABUPATEN MUKOMUKO
Provinsi Bengkulu memiliki potensi besar di sektor perikanan, dengan Kabupaten
Mukomuko, khususnya Kecamatan Air Rami, menjadi wilayah yang aktif dalam
penangkapan ikan, di mana 70% penduduknya adalah nelayan. Nelayan di Desa Air
Rami menggunakan berbagai alat tangkap, termasuk jaring insang (gillnet), yang dinilai
efisien dan selektif berdasarkan ukuran mata jaringnya. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis kelayakan usaha penangkapan ikan dengan gillnet di Desa Air Rami,
Kecamatan Air Rami, Kabupaten Mukomuko. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei–
Juni 2025 dengan menggunakan metode survei terhadap 10 orang nelayan aktif
pengguna gillnet. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi, kemudian dianalisis
menggunakan analisis kelayakan finansial dengan empat indikator, yaitu Net Present
Value (NPV), Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate of Return (IRR), dan
Payback Period (PP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa unit penangkapan rata-rata
menggunakan kapal berukuran 2,28 GT dengan mesin 15 PK, serta gillnet berukuran
mata jaring 2–2,5 inci untuk ikan dan 4–5 inci untuk udang lobster. Total investasi rata�rata nelayan sebesar Rp 45.900.000 menghasilkan pendapatan kotor tahunan Rp
152.958.000. Berdasarkan analisis finansial, usaha ini dinyatakan layak, ditunjukkan
oleh nilai NPV positif sebesar Rp 32.900.408, Net B/C sebesar 1,044 (>1), IRR sebesar
60% (lebih tinggi dari tingkat suku bunga 12%), dan PP selama 4,199 tahun. Dengan
demikian, usaha penangkapan ikan menggunakan gillnet di Desa Air Rami dinilai layak
secara finansial serta mampu mendukung kesejahteraan nelayan dengan penghasilan di
atas UMR Provinsi Bengkulu.
Kata Kunci: Analisis Usaha, Gillnet, Kelayakan Finansial, Mukomuk
PENERAPAN METODE ANALYTIC NETWORK PROCESS (ANP) DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMILIHAN KELOMPOK BIDANG KEAHLIAN (KBK) MAHASISWA MATEMATIKA FMIPA UNIVERSITAS BENGKULU
Pemilihan Kelompok Bidang Keahlian (KBK) merupakan proses penting karena
akan memengaruhi arah studi mahasiswa, sehingga metode Analytic Network
Process (ANP) dipilih karena mampu menangani hubungan timbal balik antar
elemen dalam proses pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk
menerapkan metode ANP dalam penentuan pengambilan keputusan pemilihan
KBK mahasiswa Program Studi S1 Matematika Universitas Bengkulu. Dalam
penelitian ini digunakan enam kriteria, yaitu: minat, bakat, nilai mata kuliah
penunjang KBK, ketertarikan terhadap mata kuliah KBK, ketertarikan terhadap
dosen pengampu, dan kesiapan fasilitas pendukung. Data dikumpulkan melalui
kuesioner yang disebarkan kepada 40 mahasiswa angkatan 2023 dan dianalisis
menggunakan perangkat lunak Super Decisions. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa sebanyak 24 mahasiswa (61,54%) memperoleh rekomendasi pada KBK
Matematika Industri, 11 mahasiswa (28,21%) pada Matematika Aktuaria, dan 4
mahasiswa (10,26%) pada Matematika Murni. Hasil ini dapat dijadikan bahan
pertimbangan dalam menentukan peminatan secara objektif berdasarkan aspek
yang relevan.
Kata Kunci: Kelompok Bidang Keahlian (KBK), Analytic Network Process
(ANP), Pengambilan Keputusan, Matematika, Universitas Bengkul
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN PREDIKSINYA DI KECAMATAN BERMANI ULU, KABUPATEN REJANG LEBONG
Perubahan penggunaan lahan menjadi peran penting karena dampaknya
terhadap ekosistem dan keberlanjutan sumber daya alam. Oleh karena itu, analisis untuk
memprediksi perubahan penggunaan lahan hutan dan pertanian di Kecamatan Bermani
Ulu sangat penting. Penelitian ini untuk menganalisis dan memprediksikan perubahan
penggunaan lahan hutan dan pertanian dengan model Cellular Automata-Markov Chain
melalui perangkat lunak ArcGIS 10.8 dan TerrSet 18.31 serta data citra satelit resolusi
tinggi tahun 2015, 2020 dan 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
On-Screen Digitizing citra 2015, 2020 dan 2024 serta tumpang susun data untuk
mendapatkan perubahan penggunaan di Kecamatan Bermani Ulu. Validasi hasil
interpretasi citra melalui survei lapangan menggunakan metode random sampling
dengan 42 titik pengamatan. Hasil penelitian menujukkan bahwa luas perubahan
penggunaan lahan di Kecamatan Bermani Ulu mengalami perubahan penggunaan lahan
yang dimana kebun campur seluas 10170,84 hektar (79,53), diikuti oleh penggunaan
lahan hutan mengalami penurunan seluas 1854,59 hektar (14,50), ladang seluas 14,24
hektar (1,68%) dan penggunaan lahan sawah menjadi seluas 22,39 hektar (2,64%).
Disarankan bahwa citra satelit yang digunakan sebaiknya memiliki resolusi spasial yang
tinggi dan lebih akurat, sehingga data spasial untuk pengelolaan lahan yang
berkelanjutan dan memungkinkan perencanaan pembangunan jangka panjang.
Kata kunci : Perubahan Penggunaan Lahan, Pertanian, Sistem Informasi Geografis,
Cellular Automata-Markov Chai
KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK BAKSO IKAN TUNA (Thunnus albacares) DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG PORANG (Amorphophallus muelleri Blume)
Ikan tuna adalah suatu sumber makanan sehat yang dapat memberikan berbagai
manfaat untuk tubuh. Ikan tuna yang mengandung omega-3 yang dapat membantu
meningkatkan daya tahan tubuh sehingga cocok dijadikan sebagai bahan makanan. Bakso
merupakan salah satu produk olahan daging yang sangat populer dan digemari oleh
berbagai kalangan usia. Inovasi dalam pembuatan bakso terus berkembang, salah satunya
dengan memanfaatkan ikan sebagai bahan utama.
Pada rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak
Lengkap (RAL) non faktorial, 1 faktor yaitu perbandingan tepung tapioka dengan tepung
porang. Perlakuan yang digunakan yaitu 5 taraf yaitu P1 (100:0%), P2 (98:2%), P3
(96:4%), P4 (94:6%), P5 (92:8%). Masing-masing perlakuan diulang 3 kali sehingga
didapat 15 unit percobaan. Parameter pengamatan terdiri dari mutu fisik, kimia, dan
organoleptik. Data hasil penelitian dianalisis dengan ANOVA (Analysis of Variance) untuk
mengetahui pengaruh dari prlakuan. Jika terdapat pengaruh signifikan maka dijalnjutkan
dengan DMRT (Ducan’s Multiple Range Test) bila terdapat pengaruh nyata terhadap mutu
bakso ikan tuna.
Hasil penelitian menunjukan konsentrasi tapioka dengan tepung porang berpengaruh
nyata terhadap karakteristik fisik Hardness, Springiness, Gumminess, Chewiness, Kadar air
dan Karakteristik kimia yaitu kadar abu dan kadar protein. Pada hasil organoleptik terbaik
diperoleh dari perlakuan konsentrasi tapioka : tepung porang yaitu (96:4%) dengan total
adonan 192,8 g yang dinilai dari warna, aroma, rasa dan tekstur. Karakteristik bakso ikan
tuna menghasilkanrentang nilai Hardness (1,031-3,130), Gumminess (0,647), Chewiness
(0,025-0,941), Springiness (0,219-0,109), Kadar air (60,83-39,79), Kadar abu (1,80-2,45),
Kadar protein (12,10-13,71). Perlakuan konsentrasi (96:4%) tapioka : tepung prang
menghasilkan bakso ikan tuna terbaik menurut mutu fisik, kimia ser penerimaan
organoleptik. Harga pokok produksi persentase bakso ikan tuna, sebesar Rp. 24.872/kg
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU POST PARTUM TENTANG PERAWATAN TALI PUSAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PADANG GUCI HILIR KABUPATEN KAUR
Perawatan tali pusat yang tepat sangat penting untuk mencegah infeksi dan
kematian pada bayi baru lahir. Pengetahuan ibu post partum menjadi salah satu
faktor kunci dalam mendukung kesehatan dan keselamatan bayi. Penelitian ini
bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan ibu post partum tentang
perawatan tali pusat di wilayah kerja Puskesmas Padang Guci Hilir, Kabupaten
Kaur. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik total
sampling yang melibatkan 34 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner
tertutup dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
mayoritas responden berusia 22–35 tahun (55,9%), berpendidikan tingkat SMA
(38,2%), dan bekerja sebagai petani (47,1%). Tingkat pengetahuan ibu post partum
tentang perawatan tali pusat menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki
pengetahuan cukup (64,7%), dengan kategori pengetahuan baik (26,5%) dan
kurang (8,8%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar
ibu memiliki pengetahuan yang cukup, namun edukasi lebih lanjut masih sangat
diperlukan agar ibu mampu melakukan perawatan tali pusat secara tepat sehingga
dapat menurunkan risiko infeksi dan mendukung kesehatan bayi secara optimal.
Kata kunci: Pengetahuan, Ibu post partum, Perawatan tali pusa
KOMBINASI CAMPURAN KARAGENAN DAN KONJAK TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK PERMEN JELLY KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus)
Buah naga menyumbang 30-35% dari kulitnya yang tidak dimanfaatkan. Kulit buah
naga merah mengandung antosianin, pektin, dan serat dan dapat digunakan sebagai
pewarna alami. Salah satu cara pemanfaatan kulit buah naga merah adalah dengan
mengekstraknya agar dapat dijadikan bahan utama pembuatan permen jelly. Permen jelly
adalah permen bertekstur lembut yang diolah dengan penambahan bahan hidrokoloid
seperti agar, gum, pektin, pati, karagenan, dan gelatin dengan bahan utama yaitu air atau
sari buah. Pembuatan permen jelly membutuhkan hidrokoloid sebagai pembentuk gel salah
satunya karagenan. Karagenan digunakan sebagai pengental dan mampu membentuk gel
seperti gelatin, namun sifat gelnya rapuh dan kurang elastis sehingga dibutuhkan bahan
tambahan untuk melengkapi kekurangan yaitu dengan penambahan konjak. Konjak
merupakan salah satu hidrokoloid yang bersifat larut air dan memiliki kemampuan untuk
membentuk gel yang lebih elastis sehingga dapat meningkatkan kekuatan gel. Penambahan
dua gelling agent (karagenan dan konjak) dapat menjaga stabilitas dan struktur yang
lembab dari gel setelah pemanasan, dan dapat stabil pada asam sehingga menurunkan
sineresis dan kerapuhan pada gel. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh
kombinasi campuran karagenan dan konjak terhadap karakteristik fisik (kadar air, warna
dan tekstur), karakteristik kimia (kadar abu, vitamin C, aktivitas antioksidan) dan
karakteristik organoleptik (warna, aroma, tekstur, rasa dan overall).
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 5
taraf dan 3 kali pengulangan yaitu kombinasi campuran karagenan dan konjak 1% (K1),
1,5% (K2), 2% (K3), 2,5% (K4) dan 3% (K5) sehingga menghasilkan 15 unit percobaan.
Analisis data menggunakan uji ANOVA (Analysis of Variance), dilanjutkan DMRT
(Duncan Multiple Range Test) pada taraf signifikan 5% (α = 0,05) menggunakan aplikasi
SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi campuran karagenan dan konjak
berpengaruh nyata terhadap kadar air, dimana kadar air berada pada rentang (37,8% -
53,5%) dengan kadar air terendah berada pada perlakuan 1% dan kadar air tertinggi berada
pada perlakuan 3%. Kombinasi campuran karagenan berpengaruh nyata terhadap hardness
berada pada rentang nilai (3,943 N – 5,614 N), gummines dengan rentang nilai (3,975 J –
5,486 J) dan chewiness dengan rentang nilai (3,726 N – 5,082 N). Harga pokok produksi
permen jely dengan penambahan campuran karagenan dan konjak sebesar Rp.
37.364/cetakan atau Rp. 340,855/unit
KAJIAN ANALISA SUHU DAN KELEMBAPAN TERHADAP LAMA PENGERINGAN IRISAN SINGKONG MENGGUNAKAN ALAT PENGERING KONVEKSI PAKSA DAN EFEK RUMAH KACA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja dua jenis
alat pengering, yaitu pengering konveksi paksa (cabinet dryer) dan pengering efek rumah
kaca (solar dryer), dalam proses pengeringan irisan singkong setebal 1 mm. Fokus utama
penelitian adalah mengukur suhu dan kelembapan selama proses pengeringan, serta
menentukan perbedaan lama waktu pengeringan, kadar air akhir, dan efisiensi pengeringan
antara kedua alat.
Pengujian dilakukan dengan membandingkan performa kedua alat pengering
melalui pengukuran suhu, kelembapan, dan perubahan berat irisan singkong setiap interval
waktu tertentu, hingga didapat durasi pengeringan optimal dan efisiensi terbaik dari
masing-masing alat.
Metode penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dengan pendekatan
deskriptif kuantitatif, yang bertujuan membandingkan efisiensi dua jenis alat pengering
berdasarkan perubahan suhu, kelembapan, kadar air, dan waktu pengeringan irisan
singkong 1 mm.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengering konveksi paksa memiliki kinerja
pengeringan irisan singkong 1 mm yang lebih cepat dan efisien dibandingkan pengering
efek rumah kaca (ERK). Perbandingan yang didapatkan bahwasanya pengering konveksi
paksa mampu menyelesaikan proses pengeringan dalam ±12 jam dengan suhu lebih stabil
dan kelembapan lebih rendah, sedangkan ERK memerlukan ±18 jam meskipun mampu
mencapai suhu ruang pengering hingga ±50 °C. Penurunan kadar air, berat sampel, dan
nilai moisture ratio terjadi lebih cepat pada pengering konveksi paksa, didukung oleh
aliran udara panas yang konstan dan distribusi panas yang merata. Berdasarkan kriteria
mutu pengeringan sesuai SNI 01-2891-1992, Pengering konveksi paksa lebih
direkomendasikan untuk pengolahan singkong skala kecil hingga menengah, sedangkan
ERK tetap dapat menjadi alternatif ramah energi untuk kondisi dengan ketersediaan sinar
matahari yang optima
ANALISIS PENDAPATAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PADA USAHA PENGGILINGAN PADI SUPARJA DI DESA LUBUK GEDANG, KABUPATEN MUKOMUKO BENGKULU
Kebutuhan pangan Indonesia masih bergantung pada kegiatan pertanian terutama
tanaman padi yang menghasilkan beras. Beras, sebagai sumber makanan pokok dan
penyedia karbohidrat. Pengolahan beras sebelum dikonsumsi dilakukan dengan metode
penggilingan. Salah satu penggilingan padi di provinsi Bengkulu yaitu Penggilingan padi
Suparja di Desa Lubuk Gedang, Kabupaten Mukomuko, provinsi Bengkulu. Usaha ini
menghadapi tantangan yang mengancam keberlanjutannya dimana harga jual hasil
penggilingan beras tidak meningkat sebanding dengan kenaikan harga padi, sehingga
pendapatan usaha penggilingan padi berisiko menurun. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis tingkat pendapatan dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi
pendapatan usaha penggilingan padi Suparja.
Metode deskriptif berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian data agar mudah
diinterpretasikan. Pendekatan kuantitatif yang diterapkan meliputi analisis pendapatan
berdasarkan aspek finansial, seperti Revenue/Cost Ratio (R/C Ratio) dan Benefit Cost Ratio
(BCR) metode ini digunakan untuk menganalisis besarnya pendapatan. Data kualitatif
diperoleh melalui wawancara, observasi, dan diskusi yang dilakukan dengan pemilik usaha
penggilingan padi untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha
penggilingan padi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata bulanan pendapatan usaha penggilingan padi
Suparja Rp 92.707.586,78 dan total pendapatan selama tahun 2024 sebesar Rp
1.112.491.041,32. Hasil analisis fishbone, faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan
meliputi kualitas dan ketersediaan bahan baku (material), keterampilan dan manajemen
tenaga kerja (manusia), kerusakan mesin dan kurangnya perawatan (mesin), metode
pengeringan dan pemasaran yang masih tradisional (metode), kondisi iklim dan cuaca yang
tidak menentu (lingkungan), serta keterbatasan modal dan kebijakan harga gabah dari
Pemerintah (finansial). Keenam faktor tersebut saling berkaitan dan secara langsung
maupun tidak langsung mempengaruhi stabilitas dan peningkatan pendapatan usaha
penggilingan padi
PENGEMBANGAN MEDIA GAME ULAR TANGGA DIGITAL PADA MATERI HUKUM DASAR KIMIA
Penelitian ini termasuk jenis penelitian dan pengembangan (R&D) yang bertujuan
untuk menghasilkan produk berupa game ular tangga digital berbasis web pada
materi hukum dasar kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil dari
kelayakan ditinjau oleh ahli, respon peserta didik, dan hasil implementasi setelah
menggunakan media game ular tangga digital. Penelitian ini menggunakan model
pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development,
Implemtation, Evaluation. Subjek uji respons adalah peserta didik SMAN 8 Kota
Bengkulu kelas X-2 berjumlah 35 orang dan uji implementasi kelas X-1
berjumlah 35 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi
lembar wawancara, lembar observasi, angket analisis kebutuhan peserta didik,
lembar validasi, serta angket respons peserta didik. Hasil validasi game ular
tangga digital pada materi hukum dasar kimia dinyatakan sangat layak oleh
validator materi dan media dengan rerata skor masing-masing yaitu 4,59 dan 4,59.
Respons peserta didik terhadap game ular tangga digital pada materi hukum dasar
kimia Termasuk kriteria sangat baik dengan nilai rata-rata 4,14. Hasil
implementasi game ular tangga digital pada materi hukum dasar kimia
mendapatkan persentase 82,4% yang termasuk kriteria sangat baik. Dapat ditarik
kesimpulan dari hasil penelitian bahwa game ular tangga digital pada materi
hukum dasar kimia layak diterapkan untuk pembelajaran dengan materi tersebut.
Kata kunci: game ular tangga digital, hukum dasar kimi
FORMULASI BLUSH ON STICK DENGAN KOMPOSISI EKSTRAK KELOPAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) DAN MINYAK ATSIRI JERUK KALAMANSI (Citrofortunella microcarpa)
Blush on merupakan produk kosmetik dekoratif yang berfungsi untuk
memberikan warna pada pipi dengan sentuhan artistik, sehingga dapat
meningkatkan estetika tata rias wajah. Salah satu sumber pewarna alami yang
dapat diaplikasikan pada pembuatan blush on stick yaitu dapat diperoleh dari
tumbuhan bunga rosella (Hibiscus Sabdariffa L.). Dalam kulit jeruk kalamansi
juga terdapat senyawa limonene yaitu senyawa yang dominan pada minyak atsiri
kulit jeruk, limonene berperan sebagai senyawa antioksidan alami. Penelitian ini
bertujuan untuk memformulasikan ekstrak kelopak bunga rosella dan minyak
atsiri jeruk kalamansi menjadi blush on stick dengan konsentrasi ekstrak yang
berbeda. Formulasi blush on stick ini dibuat dengan 4 formula, pada masing�masing formula menggunakan ekstrak kelopak bunga rosela dengan konsentrasi
3%, 6% dan 9% serta 1% minyak atsiri jeruk kalamansi untuk setiap formula.
Untuk F0 sebagai blanko tidak menggunakan ekstrak dan minyak atsiri.
Pengujian blush on stick meliputi, uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, uji
keretakkan, uji iritasi, uji poles, uji hedonik dan uji stabilitas. Hasil yang
didapatkan dari pembuatan blush on stick ini telah memenuhi persyaratan uji
poles, uji pH, uji iritasi dan uji keretakkan, sedangkan pada uji stabilitas warna
sediaan blush on stick berubah dari merah menjadi coklat, karena tidak stabil
selama penyimpanan. Pada uji hedonik didapatkan F2 mempunyai tekstur, warna
dan aroma yang banyak disukai oleh responden, dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa formulasi sediaan blush on stick ekstrak kelopak bunga
rosella dan minyak atsiri jeruk kalamansi dapat digunakan sebagai pembuatan
blush on stick.
Kata kunci : Ekstrak etanol kelopak bunga rosella, minyak atsiri jeruk kalamansi,
Blush on stic