31735 research outputs found
Sort by
SPEECH FUNCTIONS AND THEIR IMPACT ON STUDENTS’ ENGAGEMENT IN MICROTEACHING SESSIONS: (A case study of the sixth semester English education study program students at university of Bengkulu)
This research examines the relationship between speech functions and student engagement
in microteaching sessions among sixth-semester students of the English Education Study
Program at the University of Bengkulu. Motivated by the observation that student teachers often
rely heavily on statements or explanations that result in one-way communication, this research
aims to analyze how various speech functions influence students’ behavioral, emotional, and
cognitive engagement. Using a qualitative case study approach based on Halliday’s (1994)
theory of speech functions and Fredricks et al.’s (2004) multidimensional engagement
framework, the data were collected through video-recorded observations, engagement
checklists, and semi-structured interviews. The findings reveal that statements are the most
frequently used speech function, while questions, instructions, and offers appear less frequently,
leading to limited classroom interaction. The most influential factor affecting the use of speech
functions is teaching style and personality as an internal factor, whereas cognitive engagement
emerges as the most dominant type of student engagement observed during the microteaching
sessions. Overall, this research concludes that the strategic and varied use of speech functions
can enhance two-way interaction and foster deeper and more active student engagement in
learning. This research provides both theoretical and practical contributions to teacher education
by offering insights into developing effective communication competence within
microteaching environments.
Keywords: Factor, Impact, Microteaching, Student Engagement, Speech Function
SELEKSI 10 AKSESI CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) YANG DITANAM DI LAHAN PESISIR
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menyeleksi sepuluh aksesi cabai
rawit (Capsicum frutescens L.) untuk memperoleh aksesi yang memiliki adaptasi
baik serta produktivitas tinggi pada lingkungan pesisir yang terpapar cekaman
salinitas. Penelitian dilaksanakan di wilayah pesisir Kuala Alam, Kota Bengkulu,
menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga
kali ulangan. Variabel yang diamati yaitu pertumbuhan vegetatif seperti meliputi
tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun, dan diameter batang, serta karakter
generatif meliputi jumlah buah, diameter buah, panjang buah, dan total bobot
buah. Data dianalisis dengan uji analisis varians (ANOVA) yang dilanjutkan
dengan uji duncan dan metode seleksi indeks untuk menentukan aksesi terbaik.
Hasil analisis menunjukkan bahwa hampir seluruh karakter pengamatan
memberikan perbedaan yang signifikan antar aksesi. Aksesi Bengkulu 7
menunjukkan hasil tertinggi pada bobot buah pertanaman, diameter buah, dan
panjang buah, serta memiliki nilai seleksi indeks tertinggi, sehingga
direkomendasikan sebagai aksesi adaptif dan potensial untuk dikembangkan di
lahan pesisir. Sementara itu, aksesi Thailand 1 menunjukkan kemampuan
adaptasi, ditandai dengan umur berbunga paling awal dan jumlah buah terbanyak,
meskipun bobot total buah tergolong rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa seleksi indeks yang efektif dalam menentukan genotipe unggul untuk
kondisi lahan marginal seperti wilayah pesisir
EKSPLORASI, DOMESTIKASI DAN KARAKTERISASI ANGGREK ALAM DI KAWASAN HUTAN PENDIDIKAN UNIVERSITAS BENGKULU
Kawasan Hutan Pendidikan Universitas Bengkulu adalah kawasan yang
kaya akan keanekaragaman hayati. Pada kawasan hutan ini diduga ditumbuhi
berbagai macam angrek alam. Sampai saat ini anggrek alam pada kawasan hutan
belum dieksplorasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan eksplorasi anggrek
alam di Kawasan Hutan Pendidikan Universitas Bengkulu, melakukan domestikasi
anggrek alam secara ex-situ di Rumah Kawat Laboratorium Agronomi Fakutas
Pertanian, Universitas Bengkulu dan melakukan karakterisasi morfologi anggrek
alam.
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 hingga April
2025. Penelitian menggunakan metode survey langsung di lokasi dengan
menggunakan jalur transek mengikuti alur sungai. Karakterisasi morfologi anggrek
alam menggunakan pedoman karakterisasi tanaman anggrek dari balai penelitian
tanaman hias dan buku morfologi tumbuhan. Data dianalisis dan diolah
menggunakan PBSTAT-CL versi 2.1.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksplorasi anggrek di hutan
pendidikan berhasil menemukan 27 jenis anggrek alam dan semua anggrek berhasil
dilakukan domestikasi. Terdapat 12 jenis anggrek berbunga dan 15 spesies anggrek
lainnya belum berbunga, spesies anggrek yang berbunga selanjutnya dilakukan
karakterisasi yaitu Appendicula undulata, Bulbophyllum igneocentrum,
Bulbophyllum odoratum, Bulbophylum sp., Coelogyne rochussenii, Dendrobium
indivisum, Dendrobium kuyperi, Liparis latifolia, Malaxis latifolia, Pomatocalpa
kunstleri, Spathoglottis plicata dan Thecostele alata. Analisis kekerabatan
menghasilkan 6 kelompok dengan rentang koefisien ketidakmiripan 0,0 sampai 0,4.
D. indivisum dan D. kuyperi merupakan kelompok yang memiliki koefisien
ketidakmiripan terendah yaitu 0,1
VALUASI EKONOMI OBJEK WISATA BUKIT HITAM DI KAWASAN TAMAN WISATA ALAM BUKIT KABA KABUPATEN KEPAHIANG PROVINSI BENGKULU
Bukit Hitam atau yang juga dikenal dengan sebutan Gunung Hitam merupakan salah
satu objek wisata alam yang tergolong baru dan dibuka oleh pemerintah daerah bekerja sama
dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Bukit Hitam terletak di kawasan
Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba, tepatnya di Desa Air Sempiang, yang merupakan
salah satu desa penyangga di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Bukit Hitam
memiliki ketinggian sekitar 1.933 mdpl dengan empat atraksi utama, yaitu Air Terjun
Bidadari, Air Terjun Dua Putri, Kawah Air Panas, serta Puncak dan Savana. diperlukan
kajian mengenai nilai ekonomi dari keberadaan objek wisata ini, khususnya dari segi
manfaat rekreasional, agar dapat diketahui kontribusinya terhadap perekonomian lokal.
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan daya tarik dan karakteristik
pengunjung, serta menentukan nilai ekonomi jasa wisata Bukit Hitam di kawasan Taman
Wisata Alam Bukit Kaba Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. Penelitian dilaksanakan
pada bulan April–Mei 2025 dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data
diperoleh dari sumber primer dan sekunder melalui kuesioner, observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Pengambilan sampel dilakukan secara non-probability sampling dengan
teknik incidental sampling, menggunakan rumus Slovin untuk menentukan jumlah sampel.
Analisis daya tarik wisata dilakukan secara deskriptif, karakteristik pengunjung dianalisis
secara deskriptif, sedangkan nilai ekonomi objek wisata dihitung menggunakan Travel Cost
Method (TCM).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Daya tarik kawasan Bukit Hitam yang utama
yaitu sumber air panas (kawah), air terjun bidadari dan air terjun dua putri, sedangkan area
puncak dan padang sabana tidak mendapat penilaian dari pengunjung dikarenakan tidak ada
pengunjung yang sampai ke objek wisata puncak Bukit Hitam dan padang sabana pada masa
periode penelitian. Sehingga masih memerlukan upaya pengelolaan, pemasaran (promotion)
dan pengembangan yang lebih baik untuk menarik wisatawan.
Karakteristik pengunjung didominasi oleh kelompok usia 14–25 tahun, berjenis
kelamin perempuan, dengan pendidikan terakhir SMA/MA/SMK sederajat, dan pekerjaan
pelajar/mahasiswa. Sebagian besar pengunjung memiliki pendapatan kurang dari Rp
1.000.000 dan berstatus belum menikah. Mayoritas pengunjung berasal dari Kota Bengkulu
dengan jarak rata-rata tempat tinggal ke lokasi wisata sekitar 66,85 km. Informasi mengenai
Bukit Hitam umumnya diperoleh melalui media elektronik, dan sebagian besar datang
bersama teman menggunakan sepeda motor. Motivasi utama kunjungan adalah rekreasi dan
menikmati suasana alam yang nyaman, dengan waktu kunjungan terbanyak pada akhir pekan
di pagi hari. Estimasi nilai ekonomi wisata Bukit sebesar Rp 1.489.689.216,78/tahun, dan
berdasarkan luas jelajah Bukit Hitam 175 ha, maka diperoleh estimasi nilai ekonomi wisata
Bukit Hitam sebesar Rp 8.512.509,81 /ha/tahun.
Diperlukan optimalisasi pengelolaan melalui perawatan dan penambahan fasilitas guna
meningkatkan jumlah pengunjung dengan mempertimbangkan karakteristik serta keinginan
wisatawan terkait kebersihan dan kelengkapan sarana. Selain itu, promosi perlu digencarkan,
khususnya untuk menarik wisatawan dari luar provinsi hingga mancanegara. Penelitian
selanjutnya disarankan untuk menghitung manfaat tangible dan intangible agar diperoleh
nilai total ekonomi yang lebih komprehensif sebagai dasar pengembangan Bukit Hitam
secara berkelanjuta
ESTIMASI SIMPANAN BIOMASSA MAKROALGA MENGGUNAKAN CITRA PLANETSCOPE DI KECAMATAN NASAL KABUPATEN KAUR
Pesisir wilayah Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, dikenal memiliki keanekaragaman
jenis dan jumlah makroalga yang cukup tinggi. Teknologi penginderaan jauh serta Sistem
Informasi Geografis (SIG) menjadi alat penting, dalam mendukung pengelolaan kondisi
lingkungan dan sumber daya alam di wilayah pesisir secara lebih efektif dan efisien.
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menghitung estimasi simpanan biomassa
makroalga di Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, serta mengevaluasi citra planetscope
dalam memetakan simpanan biomassa makroalga di Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur.
Penelitian ini menggunakan citra Planetscope yang di akuisisi pada tanggal 3 Januari
2025. Pengambilan data lapangan dilakukan menggunakan transek kuadrat berukuran 1x1
m, dengan jarak antar transek 5 m di sepanjang line transect kearah tubir. Sampel
makroalga dikeringkan untuk menghitung biomassa makroalga. Tahapan yang di lakukan
dalam pra pengolahan citra seperti kalibrasi citra, cropping citra, koreksi kolom air,
masking citra. Pada proses pengolahan citra membuat peta tutupan makroalga dan
estimasi biomassa makroalga menggunakan menggunakan raster calculator berdasarkan
persamaan empiris. Penelitian menunjukkan bahwa tutupan makroalga di Pantai Batu
Lungun dan Pantai Tebing Rambutan memiliki tutupan padat, sedangkan Pantai Laguna
memiliki tutupan makroalga sangat padat dan estimasi biomassa makroalga di Kecamatan
Nasal, Kabupaten Kaur dengan nilai biomassa total sebesar 4,10 ton (DW) Dry Weight
dengan luas 32,20 ha. Estimasi biomassa makroalga bervariasi antar lokasi penelitian
yaitu Pantai Batu Lungun memiliki estimasi biomassa sebesar 85,63 Kg DW/ha,
sedangkan Pantai Tebing Rambutan sedikit lebih tinggi dengan nilai 97,75 Kg DW/ha.
Sedangkan, Pantai Laguna menampilkan nilai biomassa tertinggi, yaitu 178,70 Kg
DW/ha. Uji validasi menunjukan nilai R2
sebesar 0,613 dengan nilai SE 27,52.
Kata kunci: Biomassa, Kaur, Makroalga, Nasal, Planetscop
ESTIMASI STOK KARBON LAMUN MENGGUNAKAN CITRA PLANETSCOPE DI SEBAGIAN PERAIRAN LAUT DANGKAL DESA KAHYAPU PULAU ENGGANO KABUPATEN BENGKULU UTARA
Desa Kahyapu merupakan salah satu Desa yang memiliki kekayan sumber hayati yang
lengkap di Pulau Enggano. Teknologi dalam penginderan jarak jauh menjadi salah satu
alat penting guna mendukung pengolaan kondisi lingkungan dan sumber hayati di
Perairan yang lebih efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan
menghitung estimasi stok karbon lamun di Sebagian Perairan Laut Dangka Desa
Kahyapu dan mengevaluasi citra PlanetScope dalam memetakan estimasi stok karbon
lamun di Sebagian Perairan Desa Kahyapu, Pulau Enggano. Penelitian ini menggunakan
citra satelit PlanetScope yang diakuisi pada tangga 24 Juni 2025. Pengambilan pada
penelitian ini yaitu melakukan line transect dengan jarak 100 meter ke arah tubir,
menggunakan transek kuadrat dengan ukuran 1x1 meter dengan jarak antar transek 10
meter.Sampel lamun diambil untuk melakukan tahapan pengeringan dan pengabuan
guna mengambil biomassa dan stok karbon lamun. Tahapan pra pengolahan citra antara
ain, pengunduhan citra, cropping, kalibrasi, koreksi sunglint, koreksi kolom air dan
klasifikasi kelas menggunakan maximum likehood. Proses pra pengolahan data
membuat peta tutupan lamun dan peta estimasi stok karbon lamun menggunakan raster
calculator dengan persamaan pemodelan empiris. Hasil penelitian ini menunjukan Pulau
Dua didapatkan tutupan padat 59% dan Dermaga kearah Utara dan Dermaga kearah
Selatan didapatkan tutupan sedang, Sedangkan tutupan terendah didapatkan dizona
dekat area pemukiman, aliran sungai dan. Peta distribusi estimasi stok karbon lamun
didapatkan nilai estimasi dari pemodelan empiris dengan rentang nilai 11.94 tonC/ha
sampai 159,54 tonC/ha, nilai tertinggi didapatkan didaerah zona yang dilindungi dari
aktivitas masyarakat dan aliran sungai, Nilai terendah didapatkan didaerah area
pemukiman, aliran sungai
Kata Kunci: Stok karbon, Kahyapu, Lamun, Enggano, Planetscop
SUPER EDGE MAGIC TOTAL LABELING PADA GRAPH (�, �)-CYCLEBOOKS B [(�, �), (�, �), �] UNTUK � = �, DAN � = �
Misal � adalah graph dengan |�(�)| = � dan |�(�)| = �. Edge magic total labeling
pada � adalah fungsi bijektif �:�(�) ∪ �(�) → {1,2, … , � + �} sehingga untuk
∀(�, �) ∈ �(�) berlaku �(�) + �(�, �) + �(�) = �. Bilangan � disebut magic
constant pada graph �. Edge magic total labelling � pada graph � disebut super edge
magic total labeling bila �(�(�)) = {1,2, … , �}. Penelitian ini difokuskan pada super
magic total labelling pada graph (�, �)-cycle books B[(�, �)(�, �),2]. Graph (�, �)-
cycle books B[(�, �), (�, �),2] adalah graph yang terdiri dari �-copies cycle �� dan
� − ������ ����� �� dengan common path �2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
menyelidiki super edge magic total labelling pada graph (5,3)-cycle books
B[(5, �), (3, �),2] untuk � = 4 dan � = 1. Penelitian ini telah menemukan super
edge magic total labelling pada graph (5,3)-cycle books B[(5,4), (3,1), 2].
Kata kunci: cycle books, edge magic, super edge magic total labelin
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) PEMBUATAN NATA DE BANANA SKIN PISANG AMBON MATERI INOVASI TEKNOLOGI BIOLOGI KELAS X SMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD berbasis STEM pembuatan
nata de banana skin buah pisang ambon. Penelitian ini menggunakan model 4D
(Define, Design, Development, Disseminate) yang dibatasi hingga tahap ke-3 yaitu
Development. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nata de banana skin buah
pisang ambon (Musa paradisiaca L.) dari daerah dataran tinggi merupakan kualitas
terbaik dengan ketebalan 2cm, berat 206 g, berwarna putih kecoklatan, tekstur
kenyal, aroma asam yang tidak menyengat dan rasa hambar. Karakteristik LKPD
dikembangkan memunculkan unsur sains berupa materi bioteknologi konvensional
nata de banana skin buah pisang ambon, teknologi berupa barcode video pembuatan
nata dan penggunaan alat digital, teknik berupa merancang percobaan pembuatan
nata de banana skin, dan matematika berupa interpretasi data dan perhitungan
jumlah bahan yang digunakan dalam pembuatan nata de banana skin buah pisang
ambon. Kelayakan LKPD berbasis STEM oleh validator dinyatakan sangat valid
dengan persentase 98,93% dan keterbacaan peserta didik terhadap LKPD sangat
baik dengan persentase 97,2%. LKPD berbasis STEM pada materi inovasi
teknologi biologi berdasarkan pembuatan nata de banana skin buah pisang ambon
sudah layak untuk diuji cobakan kepada peserta didik.
Kata Kunci: LKPD, Nata de banana skin, Pisang ambon, STE
PENGEMBANGAN BOOKLET KEANEKARAGAMAN SERANGGA DI AREA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DESA PAGAR DEWA BENGKULU SELATAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATERI ANIMALIA KELAS X SMA
Penelitian ini bertujuan untuk, mengembangkan media ajar Booklet pada materi
Animalia kelas X SMA berdasarkan keanekaragaman serangga di Kawasan Desa
Pagar Dewa Bengkulu Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian Research and
Development (R&D) menurut model ADDIE yang dibatasi 3 tahap yaitu analisis,
Desain, dan development. Uji kelayakan Booklet dilakukan oleh 20 orang peserta
didik kelas X SMAN 4 Bengkulu Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
terdapat 16 jenis serangga yang ditemukan di perkebunan kelapa sawit Desa Pagar
Dewa Bengkulu Selatan, yang terdiri dari 6 ordo, 8 famili dan 16 spesies. Hasil
validasi Booklet oleh ahli materi (89,29%), ahli media (95,8%) dan ahli praktisi
Pendidikan (100%) dengan kategori sangat layak. Uji keterbacaan Booklet rata-rata
(91,67%) dengan kriteria sangat layak. Dari penilaian tersebut dapat disimpulkan
bahwa Booklet yang telah dikembangkan layak untuk menjadi media ajar untuk
menunjang proses pembelajaran.
Kata Kunci: Booklet, serangga, desa Pagar Dewa Bengkulu Selata
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA MATERI STATISTIKA BERDASARKAN LANGKAH POLYA DI SMP NEGERI 17 KOTA BENGKULU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah siswa
dalam menyelesaiakan permasalahan pada materi statistika berdasarkan Indikator
polya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik
pengumpulan data menggunakan soal tes dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah
25 siswa kelas IXE SMP Negeri 17 Kota Bengkulu pada semester genap 2024/2025.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4 siswa memiliki kemampuan pemecahan
masalah kategori tinggi dengan persentase 16%, 16 siswa memiliki kemampuan
pemecahan masalah kategori sedang dengan persentase 64% dan 5 siswa memiliki
kemampuan pemecahan masalah kategori rendah dengan persentase 20%. Siswa
dengan kemampuan pemecahan masalah tinggi mampu memahami masalah,
merencanakan penyelesaian masalah dan memeriksa kembali. Siswa dengan
kemampuan pemecahan masalah sedang mampu memahami masalah dan
merencanakan masalah dengan baik, namun belum mampu menyelesaikan dan
memeriksa kembali permasalahan dengan baik. Sementara siswa dengan kemampuan
pemecahan masalah rendah tidak mampu menyelesaikan permasalah dengan baik
menggunakan indikator polya khususnya pada tahap merencanakan penyelesaian,
menyelesaikan penyelesaian dan memeriksa kembali permasalahan.
Kata Kunci : kemampuan pemecahan masalah, Statistika, Indikator Polya
x + 87 hal; 13 gbr; 28 tbl; 17 lampiran; Pustaka acuan : 48 (1973-2023