University of Bengkulu

UNIB Scholar Repository
Not a member yet
    31735 research outputs found

    PENGARUH KONSENTRASI DAN FREKUENSI APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR MELALUI DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG

    No full text
    Jagung merupakan tanaman sereal yang penting di Indonesia, dan permintaannya terus meningkat. Kebutuhan jagung saat ini dipenuhi dari produksi lokal dan impor, sehingga peningkatan produksi sangat penting untuk mengurangi jumlah impor jagung di Indonesia. Produktivitas jagung di Indonesia masih cukup rendah, yang disebabkan oleh kurangnya unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan hasil panen yang optimal. Aksesibilitas dan biaya pupuk sering kali menjadi tantangan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman yang dibudidayakan. Umumnya, petani Indonesia mengandalkan pupuk anorganik untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman, tetapi pupuk anorganik relatif mahal dan menimbulkan masalah lingkungan jika digunakan dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena itu, pupuk organik dapat menjadi alternatif untuk memasok nutrisi karena lebih ramah lingkungan dan terdiri dari bahan-bahan alami yang mudah didapat, sehingga lebih ekonomis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi POC yang terdiri dari K0 = kontrol (pupuk anorganik melalui tanah), K1 = konsentrasi POC 10 %, K2 = konsentrasi POC 20 %, dan K3 = konsentrasi POC 30 %. Faktor kedua adalah frekuensi aplikasi POC yang terdiri dari F1 = 1 kali (2 MST 300 ml), F2 = 2 kali (2 MST 300 ml, dan 4 MST 600 ml), F3 = 3 kali (2 MST 300 ml, 4 MST 600 ml, dan 6 MST 600 ml). Semua temuan ini menunjukkan bahwa lindi dari azolla, apu-apu dan kulit pisang memiliki potensi untuk menjadi sumber alternatif untuk produksi jagung sebagai pengganti pupuk anorganik. Pertumbuhan dan hasil tanaman jagung yang dipupuk menggunakan pupuk organik cair (POC) dengan konsentrasi dan aplikasi yang berbeda memberikan hasil terbaik pada konsentrasi 10 % dengan tiga kali aplikasi yaitu 2,4, dan 6 MST. Pada konsentrasi 20 % hasil terbaik dicapai hanya dengan dua kali aplikasi yaitu pada 2 dan 4 MST. Untuk pengaplikasian dengan konsentrasi 30% hasil maksimum hanya melalui satu kali aplikasi yaitu pada 2 MST

    ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN DIGITAL SHORELINE ANALYSIS SYSTEM (DSAS) DI PESISIR PANTAI BENGKULU SELATAN

    No full text
    Perubahan garis pantai merupakan fenomena dinamis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor alami dan antropogenik. Aktivitas manusia, seperti pembangunan pemukiman, konstruksi infrastruktur, reklamasi, dan eksploitasi sumber daya alam di wilayah pesisir juga memengaruhi stabilitas pantai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai selama 36 tahun, dari tahun 1988 hingga 2024, di tiga kecamatan di Kabupaten Bengkulu Selatan dengan menggunakan metode NSM, EPR, dan LRR dalam software Digital Shoreline Analysis System (DSAS). DSAS merupakan alat analisis geospasial yang digunakan untuk menghitung laju perubahan garis pantai secara kuantitatif, berdasarkan data citra satelit dan peta historis. Metode NSM, EPR, dan LRR ini dapat menghitung tingkat abrasi dan akresi secara akurat dalam kurun waktu tertentu. Hasil penelitian menunjukkan adanya dinamika perubahan garis pantai yang signifikan di setiap kecamatan di Kabupaten Bengkulu Selatan. Perubahan garis pantai terjadi di setiap titik pengamatan garis pantai dalam 36 tahun yang mana perubahan garis pantai didominasi dengan perubahan garis pantai bergeser kearah daratan (abrasi). dengan perubahan laju abrasi terbesar rata-rata -2,68 meter/tahun dengan perubahan garis pantai terbesar ialah sebesar -145,81 meter yang terjadi di kecamatan Manna. Luas total perubahan garis Pantai karena abrasi yang terjadi pada periode 1988-2024 ialah sebesar -83,54 ha, serta prediksi perubahan garis pantai yang telah dianalisis menunjukan bahwa pada periode 2024 hingga 2034 akan terjadi perubahan garis pantai terbesar karena abrasi ialah sebesar -40,40 meter yang terjadi pada Kecamatan Pasar Manna. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi perencanaan pengelolaan wilayah pesisir di Kabupaten Bengkulu Selatan, khususnya dalam upaya mitigasi dampak abrasi dan optimalisasi potensi akresi. Kata kunci: perubahan garis pantai, DSAS, abrasi, akres

    PELAKSANAAN PENEGAKAN HUKUM PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI TERHADAP PERIODISASI MASA JABATAN KEPALA DAERAH DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH SERENTAK TAHUN 2024

    No full text
    Pengaturan terhadap periodisasi masa jabatan kepala daerah sudah beberapa kali Mahkamah Konstitusi mengeluarkan putusan. Diantaranya Putusan Nomor 22/PUU-VIII/2009, Putusan Nomor 67/PUU-XVIII/2020, Putusan Nomor 2/PUU�XXI/2023, dan Putusan Nomor 129/PUU-XXII/2024. Pokok permasalah yang akan dibahas pada penelitian ini berupa: (1) Bagaimana pengaturan periodisasi masa jabatan kepala daerah berdasarkan peraturan perundang-undangan di Indonesia? (2) Bagaimana pelaksanaan penegakan hukum putusan Mahkamah Konstitusi terhadap periodesasi masa jabatan kepala daerah dalam pemilihan kepala daerah serentak Tahun 2024? Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan kasus dan menggunakan pendekatan perundang�undangan untuk menilai pelaksanaan penegakan hukum putusan Mahkamah Konstitusi terhadap periodisasi masa jabatan kepala daerah dalam pemilihan kepala daerah serentak Tahun 2024. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pelaksanaan penegakan hukum putusan Mahkamah Konstitusi terhadap periodisasi masa jabatan kepala daerah dalam pemilihan kepala daerah serentak Tahun 2024. Hasil dari penelitian adalah (1) Periodisasi masa jabatan kepala daerah diatur dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia. (2) Pelaksanaan Putusan Mahkamah Konstitusi terhadap periodisasi masa jabatan kepala daerah dalam Pilkada Serentak Tahun 2024 di sebagian daerah tidak diterapkan oleh Komisi Pemilihan Umum. Kata Kunci: Mahkamah Konstitusi, Pelaksanaan Putusan, Periodisasi Masa Jabatan Kepala Daera

    PENERAPAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG LEMBAGA ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA SEKTOR JASA KEUANGAN DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA KONSUMEN DENGAN LEMBAGA PEMBIAYAAN DI BENGKULU

    No full text
    Untuk menyelesaikan sengketa konsumen dengan pelaku usaha jasa keuangan, Otoritas Jasa Keuangan telah mengeluarkan POJK No. 61.POJK.07/2020 tentang Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menjawab permasalahan mengenai peran OJK Bengkulu dalam menyelesaikan sengketa konsumen dengan PUJK, serta faktor-faktor apa yang menghambat OJK Bengkulu dalam penerapan POJK No. 61.POJK.07/2020 tentang Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan. Untuk menjawab hal tersebut dilakukan penelitian hukum empiris yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan mengambil data secara langsung dari masyarakat ataupun pihak terkait lainnya. Dari penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa peran OJK Bengkulu dalam menyelesaikan sengketa konsumen dengan PUJK adalah memberikan fasilitas penyelesaian sengketa bagi konsumen dengan PUJK terhadap pengaduan konsumen yang berindikasi sengketa, sedangkan pengaduan yang berindikasi pelanggaran, OJK Bengkulu akan memberikan edukasi dan memberikan solusi terhadap masalah yang konsumen hadapi. Adapun faktor-faktor yang menghambat penerapan POJK No. 61.POJK.07/2020 tentang LAPS SKJ adalah kurangnya pemahaman konsumen dalam bidak teknologi, LASP SJK hanya menyelesaikan pengaduan yang berindikasi sengketa saja, LAPS SJK hanya ada di jakarta saja belum ada didaerah daerah lainnya, penyelesaian sengketa yang relatif lama dan membutuhkan biaya. serta minimnya pemahaman masyarakat akan eksistensi LAPS SJK. Kata Kunci: Peran, Otoritas Jasa Keuangan, Sengketa Konsumen

    PENGAWASAN INSPEKTORAT DALAM MENCEGAH PENYALAHGUNAAN DANA DESA BERDASARKAN PP NO. 60 TAHUN 2008 TENTANG SPIP DI KABUPATEN BENGKULU TENGAH

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengawasan yang dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten Bengkulu Tengah dalam mencegah penyalahgunaan Dana Desa berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan pejabat Inspektorat, KPPN, Kejaksaan Negeri, Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan unsur-unsur SPIP oleh Inspektorat belum sepenuhnya optimal, terlihat dari masih adanya kasus penyalahgunaan dana desa di beberapa kecamatan. Faktor penghambat meliputi keterbatasan auditor, lemahnya koordinasi antar instansi, dan rendahnya pemahaman aparatur desa terhadap SPIP. Disimpulkan bahwa Inspektorat perlu memperkuat sistem deteksi dini dan memperluas pengawasan berbasis risiko untuk meningkatkan efektivitas SPIP dalam mencegah penyalahgunaan Dana Desa. Kata Kunci: Pengawasan, Inspektorat, Dana Desa, SPIP, Pencegahan Penyalahgunaa

    PEMBELAJARAN MENULIS TEKS SURAT DALAM KURIKULUM MERDEKA SMP KOTA BENGKULU

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterampilan menulis teks, khususnya surat pribadi dan surat resmi, sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka. Salah satu model pembelajaran yang relevan adalah Problem Based Learning (PBL) yang menekankan pada pemecahan masalah nyata melalui aktivitas kolaboratif dan reflektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil pembelajaran teks surat pribadi dan surat resmi dengan menggunakan model Problem Based Learning di SMP Negeri 2 Kota Bengkulu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan rekaman kegiatan pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran yang disusun guru sudah mengacu pada kurikulum, tetapi belum sepenuhnya merinci tahapan PBL secara ideal. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan langkah-langkah orientasi masalah, diskusi kelompok, presentasi hasil, dan refleksi dengan bantuan media pembelajaran, meskipun tahap analisis dan evaluasi belum dilaksanakan secara optimal. Hasil belajar siswa menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menulis teks surat pribadi dan surat resmi, walaupun partisipasi siswa masih belum merata dan kualitas hasil tulisan berbeda antara siswa yang aktif dan pasif. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning pada pembelajaran teks surat pribadi dan surat resmi di SMP Negeri 2 Kota Bengkulu sudah berjalan cukup baik serta mendukung prinsip pembelajaran aktif dan konstruktivis sesuai Kurikulum Merdeka, tetapi masih diperlukan perbaikan pada aspek perencanaan, pemerataan keaktifan siswa, dan optimalisasi evaluasi pembelajaran. Kata kunci : Problem Based Learning, surat pribadi, surat resmi, pembelajaran Bahasa Indonesi

    KEMAMPUAN MEMAHAMI CERPEN SISWA KELAS X SMK NEGERI 05 KOTA BENGKULU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas X SMKN 05 Kota Bengkulu dalam memahami cerpen. Fokus penelitian mencakup sepuluh aspek kemampuan memahami, yaitu pemahaman karakter tokoh, alur dan konflik, latar, amanat, gaya bahasa, sudut pandang, isi cerita, relevansi sosial budaya, serta penilaian terhadap kelebihan dan kekurangan cerpen. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui tes esai yang berisi sepuluh butir pertanyaan. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling dan terdiri dari 34 siswa, namun hanya 31 siswa yang mengikuti tes. Nilai maksimal siswa dalam tes ini adalah 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan memahami cerpen siswa berada pada kategori baik, dengan rata-rata keseluruhan skor 7,24. Aspek tertinggi terdapat pada kemampuan memahami kelebihan dan kekurangan cerpen dengan nilai rata-rata 8,59, sedangkan aspek terendah adalah kemampuan memahami gaya bahasa dengan nilai rata-rata 6,34. Hal ini menunjukkan bahwa siswa lebih mudah memahami aspek makna dan isi cerita dibandingkan unsur estetika bahasa. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa apresiasi sastra siswa masih dominan pada tahap pemahaman makna global, belum sepenuhnya mencapai kepekaan estetika yang mendalam. Oleh karena itu, pembelajaran sastra perlu diarahkan untuk menumbuhkan kemampuan analisis stilistika dan refleksi nilai-nilai kemanusiaan dalam karya sastra. Kata Kunci: kemampuan, memahami, cerpen Indonesi

    ANALISIS FAKTOR INTERNAL, KINERJA, KEPUASAN DAN LOYALITAS ANGGOTA KELOMPOK TANI (Studi Kasus Pada Petani Di Kelurahan Rimbo Kedui Kecamatan Seluma Selatan Kabupaten Seluma)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menngetahui kinerja Kelompok Tani di Kelurahan Rimbo Kedui Kecamatan Seluma Selatan Kabupaten Seluma, (2) Mengetahui tingkat kepuasan anggota terhadap kinerja Kelompok Tani di Kelurahan Rimbo Kedui Kecamatan Seluma Selatan Kabupaten Seluma, (3) mengetahui tingkat loyalitas anggota terhadap Kelompok Tani di Kelurahan Rimbo Kedui Kecamatan Seluma Selatan Kabupaten Seluma, (4) Menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat loyalitas anggota terhadap kinerja Kelompok Tani di Kelurahan Rimbo Kedui Kecamatan Seluma Selatan Kabupaten Seluma, (5) Penelitian dilakukan pada bulan Sepetember 2019 di Kelurahan Rimbo Kedui Kecamatan Seluma Selatan Kabupaten Seluma. Pengumpulan data melalui simple random sampling terhadap 100 orang anggota kelompok tani. data dianalisis dengan Importance Performance Analysis (IPA), Customer Satisfaction Index (CSI) dan Structural Equation Modelling (SEM)- PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja kelompok tani sudah baik akan tetapi masih perlu ditingkatkan untuk memperbaiki kinerja kelompok tani. Tingkat Kepuasan anggota terhadap kelompok tani berada pada level puas. Tingkat loyalitas anggota kelompok tani di Kelurahan Rimbo Kedui berada pada level loyal. Variabel Kinerja kelompok tani berpengaruh secara signifikan terhadap variabel kepuasan. Variabel Kepuasan berpengaruh secara signifikan terhadap variabel loyalitas. Kata Kunci : Kelompok Tani, Kinerja, Kepuasan, Loyalita

    ANALYSIS OF EXPRESSIVE SPEECH ACTS IN THE MOVIE “ENOLA HOLMES 2”

    No full text
    This research aimed to find out the expressive speech acts uttered by the characters in Enola Holmes 2 movie. The data were taken from the related utterances found in the dialogues of movie. The data were analyzed by using the expressive speech acts theory by Searle (1979). The total number of expressive speech acts found in the Enola Holmes 2 movie was 275 utterances covering 95 utterances of complimenting, 87 utterances of deploring, 27 utterances of welcoming, 23 utterances of condoling, 20 utterances of thanking, 19 utterances of apologizing, 4 utterances of congratulating. The researcher found that the expressive speech act of complimenting the most common type of expressive speech act found in the Enola Holmes 2 movie. Keywords: Expressive Speech Acts, Pragmatics, Speech Act

    STUDENTS’ PERCEPTIONS ON THEIR PEDAGOGICAL KNOWLEDGE IN THE MBKM TEACHING ASSISTANCE PROGRAM (CASE STUDY AT ENGLISH DEPARTMENT UNIVERSITY OF BENGKULU)

    No full text
    The implementation of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Teaching Assistance Program is urgently needed to strengthen teacher candidates’ pedagogical competence by providing real classroom experience and bridging the gap between theory and practice. However, students’ perceptions regarding their pedagogical development through this program remain underexplored. Therefore, this study aims to investigate how English Department students at the University of Bengkulu perceive their pedagogical knowledge after participating in the program, guided by the research question: What are the perceptions of English Department students at the University of Bengkulu regarding their pedagogical knowledge gained through the MBKM Teaching Assistance Program? This research employed a descriptive quantitative design, using a closed-ended questionnaire distributed to 80 eighth-semester participants. Data were analyzed using descriptive statistics based on percentage interpretation. The results indicated that students hold a positive perception (80%), reflecting meaningful improvement in lesson planning, classroom management, diverse teaching strategies, assessment techniques, motivation, confidence, and professional collaboration. These findings contribute to a deeper understanding of how experiential learning strengthens pedagogical competence in teacher education programs. In conclusion, the MBKM Teaching Assistance Program positively contributes to students’ pedagogical development and is recommended to be continuously supported. Future studies are encouraged to explore qualitative insights and long-term classroom challenges to enrich further pedagogical growth. Keywords: MBKM, Teaching Assistance, Pedagogical Knowledge, Student Perception, Teacher Education

    6,135

    full texts

    31,735

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNIB Scholar Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇