University of Bengkulu

UNIB Scholar Repository
Not a member yet
    31735 research outputs found

    LAJU DEKOMPOSISI PADA PENGOMPOSAN BERBAGAI JENIS GULMA

    No full text
    Pengomposan gulma berperan dalam pengelolaan limbah organik dan peningkatan kesuburan tanah. Laju dekomposisi gulma dipengaruhi oleh kadar lignin, kondisi lingkungan dan teknik pengomposan, sehingga penelitian perbandingannya menjadi penting. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kecepatan dekomposisi dari jenis gulma yang berbeda. Penelitian dilaksanakan dari bulan Februari s/d Mei 2024 di Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Penelitian ini menggunakan Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rancangan acak lengkap (RAL) dengan 1 faktor yaitu 3 jenis kompos gulma, gulma alang-alang (Imperata cylindrica), paitan (Tithonia diversifolia) dan gulma senduduk (melastoma malabathricum) dengan menggunakan ulangan sebanyak 3 kali, sehingga total satuan percobaan penelitian berjumlah 9 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos dari gulma paitan memiliki laju dekomposisi tertinggi sebesar 0,40, yang tidak berbeda dengan gulma alang-alang sebesar 0,37, dan gulma senduduk dengan laju dekomposisi terendah yaitu 0,25. Penurunan C-organik yang signifikan serta peningkatan N-total pada paitan mendukung laju dekomposisi yang lebih cepat. Oleh karena itu, paitan dianggap sebagai pilihan yang lebih tepat untuk pengomposan dibandingkan dengan alang-alang dan senduduk. (Program Studi Ilmu Tanah, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu)

    HUBUNGAN KEKUATAN OTOT LENGAN TERHADAP KEMAMPUAN SERVIS ATAS PADA SISWA YANG MENGIKUTI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI SMA NEGERI 2 KAUR

    No full text
    Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian korelasional. Berdasarkan latar belakang, identifikasi masalah dan batasan masalah yang dikemukakan di atas maka peneliti merumuskan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah kekuatan otot lengan siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola voli di SMA Negeri 2 KAUR Bagaimana kemampuan servis atas siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola voli di SMA Negeri 2 Kaur apakah ada hubungan kekuatan otot lengan terhadap kemampuan melakukan servis atas pada siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola voli di SMA Negeri 2 Kaur tujuan dari rumusan masalah diatas yaitu Untuk mengetahui kekuatan otot lengan siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola voli di SMA Negeri 2 KAUR mengetahui kemampuan servis atas siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola voli di SMA Negeri 2 KAUR mengetahui hubungan kekuatan otot lengan terhadap kemampuan melakukan servis atas pada yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola voli di SMA Negeri 2 KAUR . Berdasarkan hasil penelitian yaitu Hasil Tes Kekuatan otot lengan (X) Dari hasil pengukuran push up yang dilakukan terhadap siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola voli SMA Negeri 2 KAUR. Didapat skor tertinggi 50, skor terendah 21 dan nilai rata-rata 37,13 Kemampuan servis atas (Y) Dari hasil pengukuran kemampuan servis atas yang dilakukan terhadap 30 orang siswa didapat skor tertinggi 49 dan skor terendah 21 Terdapat hubungan kekuatan otot lengan terhadap kemampuan servis atas, khususnya pada siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola voli SMA Negeri 2 KAUR dengan rhitung = 0,63 dan rtabel =0,361. Kata kunci : Kekuatan,Kemampuan,Ekstrakulikule

    HAMBATAN GURU PJOK DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN P3 PADA PEMBELAJARAN PJOK DI SMP SE KOTA BENGKULU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hambatan guru PJOK dalam mengimplementasikan P3 pada pembelajaran PJOK di SMP se-kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru PJOK di SMP se-kota Bengkulu yaitu SMP Negeri. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Dari hasil penelitian terdapat beberapa hambatan guru dalam mengimplementasikan P3 yaitu, kurangnya pemahaman dan kompetensi guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam mata pelajaran, keterbatasan fasilitas dan sarana prasarana di sekolah-sekolah, serta alokasi waktu yang terbatas dalam kurikulum karena banyak guru merasa bahwa waktu yang dialokasikan untuk PJOK lebih dihabiskan untuk mengajarkan keterampilan dasar olahraga sehingga sulit untuk memasukkan elemen-elemen P3. Hasil penelitian menunjukkan dari hasil penelitian bahwa yang paling menghambat para guru PJOK dalam mengimplementasikan P3 dalam pembelajaran PJOK yaitu alokasi waktu dan\ud kurikulum. Jadi, hambatan guru PJOK dalam mengimplementasikan P3 dalam pembelajaran olahraga adalah sebesar 72,4% yang artinya bahwa guru sedikit mengalami hambatan dalam mengimplementasikan P3 pada pembelajaran PJOK. Hal ini mengindikasikan adanya pemahaman yang cukup baik di kalangan guru mengenai pentingnya integrasi nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran olahraga. Kata kunci : Hambatan, Implementasi P3, PJO

    PERSEPSI APARAT PENEGAK HUKUM KOTA BENGKULU TERHADAP PENYELIDIKAN DUGAAN TINDAK PIDANA KORUPSI DIPICU OLEH UMBARAN GAYA HIDUP MEWAH APARATUR SIPIL NEGARA DI MEDIA SOSIAL

    No full text
    Umbaran gaya hidup mewah ASN di media sosial telah menjadi perhatian publik dan menimbukan kecurigaan terkait dugaan tindak pidana korupsi. Saat gaya hidup yang dipamerkan tidak sebanding dengan pendapatan resminya sebagai ASN dapat menimbulkan dugaan bahwa sumber dana yang digunakan berasal dari aktivitas ilegal. Fenomena tersebut dapat membantu mengungangkap tindak pidana korupsi sebagaimana yang terjadi pada kasus korupsi yang menjerat Rafael Alun Trisambodo. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi aparat penegak hukum di Kota Bengkulu terhadap penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi yang dipicu oleh umbaran gaya hidup mewah ASN di media sosial. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan non doktrinal. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat persamaan dan perbedaan dalam persepsi Aparat Penegak Hukum Kota Bengkulu. Kedua institusi mengungkapkan bahwa fenomena tersebut dapat menjadi sumber informasi awal yang memicu penyelidikan, selama ditemukan bukti pendukung atau indikasi kuat adanya tindak pidana korupsi. Namun, terdapat perbedaan pandangan di internal Polresta Bengkulu terkait apakah fenomena tersebut dapat memenuhi ketentuan penyelidik mengetahui sendiri adanya dugaan tindak pidana korupsi. Dalam memanfaatkan fenomena gaya hidup mewah ASN di media sosial, baik Polresta Bengkulu maupun Kejari Bengkulu tidak memiliki strategi atau mekanisme khusus. Kata Kunci : Korupsi, persepsi, ASN, umbaran gaya hidup mewah

    PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TANDA NOMOR KENDARAAN BERMOTOR TIDAK SAH DI KEPOLISIAN RESOR ARGA MAKMUR

    No full text
    Penegakan hukum terhadap Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang tidak sah menjadi salah satu permasalahan penting dalam sistem hukum lalu lintas di Indonesia. TNKB yang tidak sah dapat mencakup berbagai bentuk pelanggaran, seperti penggunaan plat nomor palsu atau tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yang berpotensi menimbulkan masalah hukum baik bagi pemilik kendaraan maupun bagi penegak hukum itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan penindakan terhadap penggunaan TNKB yang tidak sah serta hambatan-hambatan yang dihadapi dalam proses penegakan hukum tersebut. Metode yang digunakan adalah empiris dan dengan studi literatur terhadap peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai TNKB dan penerapan hukum terhadap pelanggaran terkait, antara lain Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1993 tentang Pokok-Pokok Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor, serta peraturan lain yang relevan. Hasil penelitian pertama berdasarkan hasil wawancara menunjukkan bahwa penegakan hukum terhadap pelanggaran penggunaan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) tidak sah di Polres Arga Makmur dilaksanakan melalui prosedur yang jelas dan sistematis, dimulai dengan pemeriksaan kendaraan pada saat operasi razia, serta pemeriksaan dokumen kendaraan seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), hasil penelitian kedua berdasarkan hasil wawancara SATLANTAS Polres Arga Makmur telah melakukan berbagai solusi untuk mengatasi masalah tersebut, antara lain dengan meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Perhubungan dan SAMSAT, memanfaatkan teknologi Automatic Number Plate Recognition (ANPR) untuk verifikasi TNKB, serta melaksanakan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya kepada anak�anak sekolah dan pengguna media sosial. Kata Kunci: Pengakan Hukum, Tanda Nomor Kendaraan Bermotor, Lalu Lintas, Kepolisian

    IDENTIFIKASI PRASARANA JALUR EVAKUASI VERTIKAL PADA INDEKOST DI KAWASAN UNIVERSITAS BENGKULU

    No full text
    Jalur evakuasi vertikal menjadi satu kesatuan yang tersambung dan terintegrasi dengan tingkat keterlihatan dan penanda yang memadai. Untuk menganalisis konfigurasi ruang terhadap aspek integrasi jalur evakuasi pada bangunan indekost bertingkat dilakukan dengan menggunakan metode space syntax. Analisis space syntax ditunjukan untuk mengetahui pola pergerakan pengguna dengan menghitung nilai connectivity (interaksi ruang), integration (kedalaman ruang), choice (kemudahan ruang), step depth (kedalaman jarak dimensi). Pemodelan dengan software autocad dilakukan terlebih dahulu sebelum dianalisis menggunakan software depthmapX. Analisis dilakukan pada 5 sampel indekost pada kawasan Universitas Bengkulu yaitu kost Amanah, pondokan Lematang, Mazer kost, kost Izzah 2 dan pondokan Putri Kimora. Hasil penelitian menyatakan perbandingan 5 sampel dengan enam analisis yaitu nilai tertinggi pada sampel kost Amanah memiliki nilai unggul di empat analisis sedangkan nilai terendah yang tidak ada unggul dienam analisis terjadi pada analisis Mazer kost. Perbandingan menunjukkan bahwa konfigurasi ruang indekost di sekitar Universitas Bengkulu adalah kurang baik, karena memiliki nilai keterhubungan akses yang rendah dan interaksi ruang yang tidak teratur. Analisis space syntax ini efektif untuk mengevaluasi konfigurasi ruang pada jalur evakuasi vertikal, dengan adanya analisis ini dapat memberikan dan membaca penilaian terhadap keefektifan ruang sirkulasi pada bangunan indekost. Kata Kunci: Indekost, Jalur Evakuasi Vertikal, Space Synta

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN WISATAWAN DALAM MINAT BERKUNJUNG KEMBALI DI AGROWISATA KAMPOENG DURIAN

    No full text
    Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan wisatawan dalam minat berkunjung kembali menjadi sangat penting untuk meningkatkan layanan dan fasilitas yang ditawarkan juga dapat merancang strategi pemasaran yang lebih efektif. Dari tahapan inilah membentuk pengalaman wisata secara keseluruhan bagi wisatawan. Dengan interaksi antara keempat attractions, accessibility, amenities, dan ancillary services yang ada di destinasi wisata membentuk pengalaman wisata secara keseluruhan bagi wisatawan yang dapat menjadikan sebagai penialaian terhadap objek wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses keputusan wisatawan di Agrowisata Kampoeng Durian, untuk menganalisis penilaian kepuasan wisatawan terhadap komponen destinasi wisata (4A) di Agrowisata Kampoeng Durian dan untuk menganalisis faktor komponen destinasi wisata (4A) yang berpengaruh terhadap keputusan wisatawan dalam minat berkunjung kembali di Agrowisata Kampoeng Durian. Dengan jenis data yang digunakan yaitu data primer diambil dari hasil wawancara secara langsung pada responden yaitu wisatawan yang sedang berkunjung di Agrowisata Kampoeng Durian dan data sekunder diperoleh dari data membaca dan mengutip pustaka yang relevan. Metode yang digunakan untuk penentuan lokasi penelitian ini sengaja (purposive). Metode pengambilan sampel dengan menggunakan rumus MOE (Margin Of Error). Metode analisis data berupa Metode analisis regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa wisatawan melalui proses tahapan keputusan mulai dari tahapan pengenalan kebutuhan hingga perilaku pasca berkunjung. Penilaian secara keseluruhan pada komponen destinasi wisata 4A yang ditawarkan Agrowisata Kampoeng Durian wisatawan dominan merasa puas. Faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan wisatawan dalam minat berkunjung kembali di Agrowisata Kampoeng Durian adalah variabel attractions, accessibility, amenities dan ancillary services. Kata Kunci: Agrowisata, Komponen Destinasi Wisata (4A), Wisatawan, Keputusan Berkunjung Wisatawan, Minat berkunjung kembal

    PENGARUH ARAH ALIRAN RESIN DAN SUSUNAN SERAT TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS KOMPOSIT HYBRID BERPENGUAT SERAT PURUN TIKUS (ELEOCHARIS DULCIS) DAN FIBER GLASS DENGAN TEKNIK VACUM INFUSION

    No full text
    Material komposit dibuat dengan menggabungkan berbagai jenis bahan untuk mencapai hasil yang optimal. salah satunya dengan mengkombinasikan serat alam dengan fiberglass. Komposit yang berbasis serat alam seringkali memiliki kekuatan mekanis yang kurang memadai. Solusi untuk meningkatkan performa komposit ini adalah dengan menambahkan serat fiberglass, dan menggunakan teknik vacuum infusion Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh arah aliran resin dan susunan serat terhadap sifat isis dan mekanis komposit hybrid berpenguat serat purun tikus dan fiberglass dengan teknik vacuum infusion. Bahan pembuatan komposit hybrid yaitu anyaman serat purun tikus, woven roving fiberglass, resin epoxy dan hardener. Pada penelitian ini menggunakan serat alam purun tikus yang dimana memiliki keunggulan seperti bobot yang ringan serta ketersediaan yang melimpah dan bisa digunakan sebagai bahan penguat, Serat purun tikus disusun dengan arah aliran resin 45 o ,90 o dan 135 o . Proses fabrikasi komposit dilakukan dengan teknik vacuum infusion dengan memvariasikan susunan serat dan arah aliran resin. Pengujian dilakukan sesuai standar ASTM- D3039 untuk tarik, ASTM-D790 untuk bending, dan ASTM-D792 untuk densitas di Laboratorium Pusat Riset Material Maju-BRIN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arah aliran resin 45 o , 90 o , 135 o dan susunan serat berpengaruh terhadap sifat fisis dan mekanis. semakin besar arah aliran semakin meningkatkan sifat fisis dan mekanis dan susunan serat fiberglass dibagian terluar memberikan hasil yang optimal pada komposit. Susunan serat Fiberglass-Purun Tikus (GP) menghasilkan kekuatan tarik terbaik sebesar 46.11 MPa dan kekuatan bending sebesar 19.11 MPa. Densitas terbaik diperoleh 1.535 g/cm³ dengan susunan serat fiberglass-purun tikus(GP) dengan perlakuan arah aliran resin 135 o . Foto mikroskopik mengungkapkan bahwa susunan serat (GP) dengan perlakuan arah aliran resin 135 o memiliki jumlah void yang lebih sedikit dibandingkan dengan susunan lainnya. Kata Kunci : Purun Tikus, Fiberglass, Vacuum Infusio

    KEBERLANJUTAN USAHA AGROWISATA KAMPOENG DURIAN

    No full text
    Indonesia memiliki sumber daya alam yang beragam, yang dapat meningkatkan perekonomian, terutama melalui pengembangan industri pariwisata. Agrowisata yang menggabungkan unsur pertanian dan pariwisata, berpotensi menarik wisatawan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di Kabupaten Bengkulu Tengah, Kampoeng Durian menjadi contoh agrowisata yang mengusung potensi besar selain sebagai destinasi wisata, agrowisata ini juga memberikan dampak sosial dan ekonomi positif, seperti membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan usaha agrowisata Kampoeng Durian berdasarkan lima dimensi keberlanjutan (ekonomi, infrastruktur dan teknologi, ekologi, sosial budaya, serta hukum dan kelembagaan) serta mengidentifikasi atribut sensitif keberlanjutan berdasarkan lima dimensi tersebut. Penelitian ini dilakukan di Kampoeng Durian yang terletak di Desa Datar Lebar, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah, dengan jumlah responden sebanyak 20 orang dengan metode purposive sampling dan snowball. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dan dianalisis dengan Multiaspect Sustainablility Analysis (MSA) dan mengkaji atribut sensitif dengan analisis Leverage. Hasil penelitian menunjukkan status keberlanjutan usaha agrowisata Kampoeng Durian adalah berkelanjutan dengan skor 69,76. Terdapat tujuh atribut sensitif yang signifikan berpengaruh terhadap keberlanjutan usaha agrowisata Kampoeng Durian. Sehingga disarankan kepada pengelola agrowisata adalah meningkatkan status keberlanjutan agrowisata dari berkelanjutan menjadi sangat berkelanjutan dengan memperhatikan dan mengelola dengan baik dari tujuh atribut sensitif yang berpengaruh terhadap keberlanjutan agrowisata, karena perubahan kecil pada indikator ini dapat berdampak signifikan terhadap keseluruhan keberlanjutan agrowisata Kampoeng Durian. Kata Kunci: Dimensi keberlanjutan, atribut sensitif, Analisis Keberlanjutan Multiaspek (MSA), analisis Leverag

    KAJI EKSPERIMENTAL PENGARUH TEBAL BATU ANDESIT DAN SUDUT KEMIRINGAN TERHADAP EFESIENSI PEMANAS AIR TENAGA SURYA TIPE DATAR

    No full text
    Pengunaan energi fosil secara terus-menerus mengakibatakan kondisi lingkungan yang semakin buruk. Ada beberapa strategi untuk menanggulangi emisi gas rumah kaca (GHG) seperti penghijauan dan pengembangan energi terbarukan. Energi matahari sebagai salah satu bentuk yang paling signifikan dari sumber energi terbarukan telah menarik banyak perhatian karena ada keyakinan yang dapat memainkan peran yang sangat penting dalam memenuhi bagian utama dari kebutuhan energi di masa depan .Salah satu pemanfaatan potensi energi matahari melalui pemanas air dengan Salah satu pemanfaatan energi matahari adalah penggunaan kolektor surya untuk memanaskan air. Pada penelitian ini membuat pemanas air tenaga surya tipe datar dengan sudut kemiringan 0°, 15°, dan 30° dengan memvariasikan tebal batu andesit 1 cm, 2 cm, dan 3 cm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu maskimum yang didapatkan dan mengetahui efisensi thermal dari pemanas air tenaga surya. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi sudut kemiringan dan tebal batu andesit dapat meningkatkan kinerja dari kolektor pemanas air tenaga surya.suhu tertinggi didapatkan pada sudut 30° dengan tebal batu 3 cm dengan suhu 58.9°C pukul 13.00- 13.30 WIB. Efisiensi terbaik ada pada sudut 30° dengan tebal batu 3 cm dengan efisiensi sebesar 65%. Hal ini menunjukkan bahwa sudut kemiringan berpengaruh terhadap kenaikan suhu pada kolektor dan tebal batu 3 cm mampu menyerap panas lebih baik. Kata kunci: pemanas air tenaga surya, batu andesit,Sudut kemiringan

    6,135

    full texts

    31,735

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNIB Scholar Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇