31735 research outputs found
Sort by
PENYELESAIAN PENAGIHAN HUTANG YANG BERSIFAT KONTRADIKTIF DENGAN PERATURAN OJK OLEH BANK TABUNGAN NEGARA (BTN) TERHADAP NASABAH DI KOTA BENGKULU
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyelesaian penagihan hutang
yang kontradiktif antara Bank Tabungan Negara (BTN) Kantor Cabang Kota
Bengkulu dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 22 Tahun 2023
mengenai perlindungan konsumen. BTN menerapkan penagihan dengan cara
menempelkan stiker atau plang di dinding agunan sebagai langkah untuk
memperingatkan nasabah yang wanprestasi. Namun, tindakan ini bertentangan
dengan POJK yang melarang lembaga keuangan melakukan penagihan dengan
cara mempermalukan nasabah. Penelitian ini menggunakan metode empiris
dengan mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi langsung
terhadap prosedur penagihan yang diterapkan oleh BTN. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa BTN tetap mengedepankan asas itikad baik dalam
menyelesaikan penagihan hutang dengan melakukan beberapa tahapan, yaitu
pemberian peringatan melalui pesan elektronik, kunjungan langsung, dan
menawarkan opsi restrukturisasi kredit. Jika upaya tersebut tidak berhasil, BTN
melaksanakan tindakan tegas sesuai dengan perjanjian kredit yang telah
disepakati sebelumnya. Faktor-faktor penghambat dalam proses penagihan
meliputi ketidaktahuan nasabah terhadap peraturan yang berlaku, kesalahan
dalam penerapan prosedur penagihan, serta kurangnya komunikasi yang efektif
antara pihak bank dan nasabah. Oleh karena itu, disarankan agar BTN lebih
memperhatikan ketentuan POJK No. 22 Tahun 2023 dalam prosedur penagihan
dan meningkatkan transparansi serta komunikasi dengan nasabah. Hal ini
penting untuk memastikan bahwa penagihan hutang dilakukan secara adil,
sesuai peraturan, dan tidak merugikan pihak nasabah, serta memperbaiki
hubungan antara pihak bank dan nasabah agar dapat menyelesaikan
permasalahan dengan lebih baik..
Kata Kunci : Perjanjian, Hutang/kredit, Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Bank
Tabungan Negar
STUDI KOMPARATIF BOHLAM LED AC DAN DC MENGGUNAKAN SUMBER ENERGI BATERAI VRLA 12 V
Penelitian ini melakukan studi komparatif tentang efisiensi energi dan
biaya antara bohlam LED AC dan DC yang ditenagai oleh baterai VRLA 12V.
Dengan meningkatnya kebutuhan akan sistem pencahayaan berkelanjutan,
penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis bohlam LED yang lebih efisien
dan ekonomis dalam sistem berbasis baterai. Metode penelitian meliputi
perancangan dan pengujian sistem pencahayaan menggunakan bohlam LED AC
dan DC dengan variasi daya, serta analisis efisiensi energi, output lumen per watt
dan biaya operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bohlam LED AC
penggunaan daya lebih besar dari pada bohlam LED DC sebesar 2.9:1. Serta
memberikan output lumen yang lebih tinggi dengan perbandingan 1.32:1. Dari
segi biaya, bohlam LED DC lebih ekonomis dalam jangka panjang, meskipun
investasi awal lebih tinggi. Studi ini memberikan wawasan berharga untuk
pengembangan sistem pencahayaan yang lebih efisien dan berkelanjutan
menggunakan energi terbarukan.
Kata Kunci: Bohlam, Energi Surya, Efisiensi, Sistem Pencahayaan
STRATEGI PENGEMBANGAN HOME INDUSTRY “KOPI ISTIMEWA” DI KOTA LUBUKLINGGAU PROVINSI SUMATERA SELATAN
Kopi merupakan salah satu komoditas penting di dalam perdagangan dunia yang
melibatkan beberapa negara produsen dan banyak negara konsumen. Kopi sebagai
tanaman perkebunan yang penting karena setelah minyak bumi, tanaman ini merupakan
penyokong perekonomian dan sebagai basis penyerapan tenaga kerja. Indonesia banyak
ditemukan tanaman kopi di pulau Sumatera, khususnya Provinsi Lampung, Sumatera
Utara, Aceh, dan Sumatera Selatan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai faktor strategi internal dan
eksternal yang menjadi pendukung dan penghambat dalam pengembangan kopi istimewa.
Strategi dapat berupa suatu rencana atau tindakan yang terdiri dari aturan atau pola
pengambilan keputusan yang berkaitan dengan aktivitas bisnis untuk mencapai tujuan yang
akan datang. Usaha mikro kecil menengah yang bergerak pada produksi kopi di kota
Lubuklinggau salah satunya Home Industry “Kopi Istimewa”. Home Industry Kopi
Istimewa merupakan usaha keluarga yang di dirikan oleh Bapak Edi asri agustian (Edi).
Selama 7 tahun Home Industry itu mengalami pasang surut dalam pengembangan skala
usaha. Hasil dari survei yang dilakukan, usaha ini memiliki peluang pasar yang besar, hal
ini dilihat dari beragam asal daerah pembeli yang membeli kopi dari Home Industry “Kopi
Istimewa” antara lain seperti dari Palembang, Jambi dan beberapa kota yang ada disekitar
Lubuklinggau. Home Industry “Kopi istimewa” dikelola oleh Bapak Edi Asri Agustian
selaku pemilik usaha. Lokasi usaha Home Industry “Kopi Istimewa” terletak di Jalan Pol
Muhammad Hasan RT 10 Kelurahan Muara Enim Kecamatan Lubuklinggau Barat I Kota
Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan yang berdiri sejak tahun 2014.
Harga yang ditetapkan Bapak Edi Asri Agustian untuk kopi bubuk “Kopi Istimewa”
Rp. 28.000,00 per 250 g dan Rp. 55.000.00 per g. Kegiatan pemasaran yang dilakukan
pada usaha kopi bubuk “Kopi Istimewa” ini adalah dengan menjual langsung di lokasi
usaha “Kopi Istimewa” dan melakukan kemitraan melalui kerjasama dengan warung–
warung di sekitaran wilayah. Promosi yang dilakukan pada usaha kopi bubuk “Kopi
Istimewa” ini masih sederhana yaitu dari mulut ke mulut dan menggunakan media sosial
yaitu Facebook, Telegram dan Instagram.
(Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian,
Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu
KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK KOPI LANANG DAN REGULER PADA KLON BESEMAH (I, II, III DAN IV)
Kopi merupakan komoditi unggulan Kota Pagar Alam, sesuai dengan wilayahnya
yang merupakan daerah perbukitan dan pegunungan, yang sangat mendukung keberhasilan
perkebunan kopi . Berdasarkan data tahun 2020, luas area perkebunan kopi di Kota Pagar
Alam mencapai 8.323 hektar. Kopi di wilayah ini tersebar di seluruh kecamatan, seperti
Pagar Alam Selatan, Pagar Alam Utara, Dempo Selatan, Dempo Utara dan Dempo tengah,
yang menghasilkan sekitar 12,782 ton biji kopi pada tahun 2020.
Kopi Besemah yang merupakan varietas unggul yang dihasilkan dari
perkebunan kopi di Sumatera Selatan, terkenal di pasar internasional, termasuk Belanda.
Kualitas kopi Besemah sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan mendukung. Kota
Pagar Alam sendiri memiliki empat klon unggul kopi Besemah, yaitu Klon Besemah I,
Klon Besemah II, Klon Besemah III dan Klon Besemah IV, yang masing-masing memiliki
karakteristik dan kualitas yang berbeda. Klon Besemah I memiliki buah yang lebih besar
dan berwarnah merah cerah saat matang, sedangkan Klon Besemah II memiliki buah
sedikit lebih kecil namun kualitas bijinya yang sangat baik. Klon Besemah III memiliki
buah berwarnah gelap saat matang, dan Klon Besemah IV tumbuh subur dengan buah
cukup besar dan daun yang lebar serta tebal.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Kopi reguler
Besemah I (B1), kopi lanang Besemah I (B2), kopi reguler Besemah II (B3), kopi lanang
Besemah II (B4), kopi reguler Besemah III (B5), kopi lanang Besemah III (B6), kopi
reguler Besemah IV (B7), kopi lanang Besemah IV (B8), Pada studi ini dilakukan 3 kali
pengulangan hingga diperoleh 24 sampel penelitian. Kopi yang digunakan adalah kopi
dengan tingkat kematangan selektif merah yang dipanen dan diproses secara natural.
Sampel diambil sebanyak 3 kg acak dari dalam karung yang masing-masing beratnya 50
kg. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji ANOVA. Jika ada data
terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji LDS (Least Significant Different)
dengan taraf signifikan 5% mengunakan program SPSS 25.0.
Hasil penelitian menunjukkan Rata-rata nilai cacat kopi klon basemah I, II, III, dan
IV reguler masuk kedalam syarat mutu 2, sedangkan rata nilai cacat kopi klon basemah I,
II, III, dan IV lanang masuk kedalam syarat mutu 2, hanya klon besemah I yang termasuk
pada mutu 1 dengan nilai cacat dibawah 11%. Kopi lolos ayakan menggunakan ukuran
besar dan kecil,kopi beras klon besemah I, II, III, dan IV dengan ukuran ayakan diameter
6,5 berkisar 19% – 34%, dan dengan ayakan diameter 3,5 lebih rendah yaitu berkisar
17,5% - 28%. Jumlah biji per 500 g kopi klon besemah I, II, III, dan IV berkisar antara
1671 – 2481 biji, dengan klon besemah I mendapatkan jumlah biji paling sedikit,
sedangkan klon besemah II mendapatkan jumlah biji paling banyak. Karakteristik kopi
klon besemah I, II, III, dan IV memiliki kadar air berkisar antara 6,56 % - 6,66 %, kadar
sari berkisar 31% - 34,5%, kadar abu 4,51 % - 4,67, pH kopi berkisar 5,44 – 5,85, kadar
kafein berkisar 1,49% - 1,84%. Berdasarkan mutu kopi hasil uji cupping test terbaik
didapatkan klon besemah lanang dengan nilai fragrance 7, flavor 8, acidity 8, mouthfeel 8,
sweetness 8, dengan final score 8.
(Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian,
Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu
ANALISIS KINERJA SIMPANG 3 TAK BERSINYAL DENGAN METODE PKJI 2023 MENGGUNAKAN SOFTWARE PTV VISSIM STUDENT VERSION (Studi Kasus: Simpang 3 Jalan Jendral Sudirman – Jalan Garuda Hitam, Kota Lubuklinggau)
Kinerja simpang tak bersinyal merupakan salah satu aspek penting dalam
kelancaran arus lalu lintas di suatu kota. Simpang 3 Jalan Jenderal Sudirman –
Jalan Garuda Hitam di Kota Lubuklinggau merupakan salah satu titik kemacetan
akibat meningkatnya volume kendaraan serta kurangnya pengaturan lalu lintas
yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja simpang tak
bersinyal menggunakan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023
serta melakukan simulasi pemodelan dengan perangkat lunak PTV Vissim. Data
yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh melalui survei lapangan yang
mencakup volume lalu lintas, kondisi geometrik simpang, serta hambatan
samping. Parameter yang dianalisis meliputi kapasitas simpang, derajat kejenuhan,
tundaan kendaraan, serta peluang antrian. Hasil perhitungan dengan metode PKJI
2023 menunjukkan bahwa derajat kejenuhan simpang sebesar 0,47 dengan tundaan
rata-rata 9,91 detik/SMP. Hasil simulasi dengan PTV Vissim menunjukkan bahwa
panjang antrian rata-rata kendaraan adalah 3,23 meter dengan tundaan sebesar 4,07
detik/SMP. Berdasarkan kedua metode tersebut, tingkat pelayanan (Level of
Service/LOS) simpang berada pada kategori B, maka tidak perlu dilakukan
penanganan simpang. Perbandingan hasil analisis metode PKJI 2023 dengan PTV
Vissim menunjukkan perbedaan hasil yang berbeda, di mana tundaan berdasarkan
analisis PKJI 2023 sebesar 9,91 detik/SMP dan tingkat pelayanan yaitu B,
sedangkan hasil analisis menggunakan PTV Vissim lebih kecil yaitu 4,07 detik
dengan tingkat pelayanan ialah A.
Kata kunci : analisis lalu lintas, simpang tak bersinyal, PKJI 2023, PTV Vissim,
level of service
EVALUASI KINERJA JARINGAN JALAN JIKA TERJADI BENCANA TSUNAMI DI KECAMATAN PASAR MANNA KABUPATEN BENGKULU SELATAN MENGGUNAKAN PEMODELAN TRANSPORTASI
Kecamatan Pasar Manna memiliki tempat wisata pantai yang ramai
pengunjungnya, sehingga rawan terkena bencana tsunami jadi pemodelan
jaringan jalan dibutuhkan untuk mengetahui kinerja jaringan jalan agar
pengguna jalan dapat menggunakan rute evakuasi secara maksimal saat
terjadinya bencana. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui kinerja
jaringan jalan di Kecamatan Pasar Manna serta memberikan rekomendasi
penanganan dan perencanaan ruas jalan rute evakuasi bencana tsunami.
Penelitian ini divalidasi dengan membandingkan volume lalu lintas kondisi
eksisting pada survei lapangan dan volume lalu lintas model simulasi yang
menggunakan bantuan software Zin Macrosimulation dengan metode Four Step
Model. Hasil pemodelan ini menunjukkan nilai validasi sebesar 87,48%. Pada
pemodelan skenario 1 mendapatkan hasil yang cukup bagus karena 4 ruas jalan
yang diteliti mengalami penurunan volume lalu lintas tetapi terjadi peningkatan
volume lalu lintas pada satu ruas jalan yaitu Kelurahan Belakang Gedung II 2-3
dibandingkan dengan kondisi eksisting. Skenario 2 yang dilakukannya
modifikasi penambahan geometri jalan menunjukkan tingkat pelayanan jalan
lebih baik daripada tanpa melakukan peningkatan geometri jalan (skenario 1).
Pemodelan volume lalu lintas 5 dan 10 tahun yang akan datang dengan
modifikasi peningkatan geometri jalan yaitu skenario 4 dan 6 menunjukkan
hasil nilai derajat kejenuhan serta tingkat pelayanan jalan lebih baik
dibandingkan dengan pemodelan tanpa adanya penambahan geometri jalan
seperti skenario 3 dan 5. Peningkatan volume lalu lintas pada penelitian ini
menunjukkan bahwa kepadatan arus lalu lintas itu bisa diatasi dengan
memodifikasi peningkatan geometri jalan, modifikasi ini terbilang efektif
sehingga dapat menciptakan penambahan kapasitas pada ruas jalan yang
mengalami kepadatan.
Kata kunci : Kabupaten Bengkulu Selatan, Evakuasi Bencana Tsunami, Zin
Macrosimulation, Kinerja Jaringan Jalan, Pemodelan Jaringan
Jalan, Four Step Model
PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU BERBASIS KUANTITAS PESANAN EKONOMIS DI INDUSTRI RUMAH TANGGA BAROKAH BAKERY
Pertumbuhan industri di Indonesia saat ini menuntut penerapan manajemen yang
efektif, terutama dalam hal pengendalian persediaan. Praktik ini penting untuk menjaga daya
saing di tingkat global dan meminimalkan risiko kerugian akibat kelebihan atau kekurangan
stok. Perusahaan dapat mengelola biaya persediaan secara efektif untuk memastikan
kelancaran proses produksi dengan menerapkan manajemen pengendalian persediaan.
Penggunaan metode Economic Order Quantity (EOQ) yang tepat akan memudahkan bisnis
dalam menghitung jumlah pembelian ekonomis dalam suatu periode, sehingga dapat
mengurangi biaya persediaan dan mengalokasikan dana untuk kebutuhan lain.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kuantitas pemesanan bahan baku
yang ekonomis dengan metode Economic Order Quantity (EOQ) untuk memperoleh jumlah
pemesanan dan meminimalkan total biaya persediaan, yang mencakup biaya pemesanan dan
biaya penyimpanan. Perhitungan Safety Stock (persediaan pengaman) diperlukan untuk
mengantisipasi lonjakan permintaan atau keterlambatan pengiriman. Reorder Point (titik
pemesanan kembali) ditetapkan sebagai ambang batas jumlah stok bahan baku yang
mengindikasikan waktu ideal untuk melakukan pemesanan ulang, sehingga produksi tetap
berjalan tanpa mengalami kekurangan bahan baku.
Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data melalui survei observasi,
wawancara dan dokumentasi. Observasi dilakukan dengan mengamati secara langsung objek
penelitian, yaitu di Barokah Bakery. Analisis data menerapkan pendekatan kuantitatif
dengan perhitungan Economic Order Quantity (EOQ), total biaya persediaan, persediaan
pengaman, dan titik pemesanan kembali. Hasil analisis disajikan dalam bentuk tabel dan
grafik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Economic Order Quantity
(EOQ) pada Industri Rumah Tangga Barokah Bakery mampu menekan total biaya
persediaan sebesar 37,66%.% dibandingkan menurut kebijakan industri. Kuantitas
pemesanan bahan baku setiap kali pemesanan, waktu pemesanan kembali bahan baku, serta
kuantitas persediaan pengaman dapat diketahui.
(Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas
Pertanian, Universitas Bengkulu
OPTIMASI POLA TANAM MENGGUNAKAN PROGRAM LINIER PADA SALURAN SEKUNDER SERIK DAERAH IRIGASI AIR MANJUTO KABUPATEN MUKOMUKO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luas lahan dan pendapatan optimum
yang dapat diperoleh dari optimasi pola tanam eksisting dan alternatif dalam
setiap musim tanam, sehingga dapat diketahui pola tanam efektif yang cocok
untuk diterapkan pada Saluran Sekunder Serik Daerah Irigasi Air Manjuto.
Analisis optimasi ini menggunakan metode program linier dengan bantuan
software POM-QM. Optimasi ini menggunakan fungsi tujuan dan fungsi
kendala. Fungsi tujuan yang ingin diperoleh pada penelitian ini berupa luas
lahan dan pendapatan optimum dan fungsi kendala yang digunakan meliputi
luas lahan, kebutuhan pupuk, kebutuhan pestisida, kebutuhan tenaga kerja,
dan kebutuhan air. Optimasi dilakukan pada setiap bangunan serik dan pada
saluran serik dengan tiga pola tanam yang dioptimasi, yaitu pola tanam
eksisting, pola tanam alternatif 1, dan pola tanam alternatif 2. Pada setiap pola
tanam terdapat tiga musim tanam yang terbagi menjadi dua kali musim tanam
padi dan satu kali musim tanam palawija. Pola tanam tersebut berdasarkan
kondisi ketersediaan air yang cukup sesuai dengan kondisi di lokasi penelitian.
Hasil penelitian yang diperoleh berupa luas lahan dan pendapatan optimum
pada setiap bangunan serik dan pada saluran serik. Berdasarkan hasil optimasi
dan analisis diperoleh pola tanam efektif yang dapat diterapkan pada saluran
tersebut adalah pola tanam alternatif 1, yaitu padi – padi – palawija.
Kata Kunci : Optimasi, Pola Tanam, Program Linear, POM-Q
ANALISIS SENSITIVITAS KINERJA JALAN CENDANA KOTA BENGKULU TERHADAP PERUBAHAN VOLUME LALU LINTAS BERDASARKAN VARIASI WAKTU
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis sejauh mana perubahan volume lalu
lintas mempengaruhi sensitivitas kinerja jalan pada ruas Jalan Cendana.
Penelitian dilakukan pada hari Minggu yang mewakili hari libur dan hari Senin
yang mewakili hari kerja. Dalam memperoleh hasil yang akurat dan relevan,
penelitian ini menggunakan metode kuantitatif berdasarkan data survei lapangan
serta perangkat lunak ZIN Macrosimulation untuk pemodelan. Hasil analisis
kondisi eksisting menunjukkan nilai derajat kejenuhan (DJ) Jalan Cendana
sebesar 0,73 dengan tingkat pelayanan pada kategori C yang menandakan kinerja
ruas jalan berada dalam kondisi arus stabil tetapi kecepatan dan pergerakan
kendaraan dikendalikan oleh volume lalu lintas yang lebih tinggi. Sedangkan
kecepatan tempuh kondisi eksisting sebesar 34,5 km/jam dan waktu tempuh yang
diperoleh 0,40 menit. Penelitian ini menggunakan skenario 1 yaitu perubahan
jam masuk sekolah SMA Negeri 05 Kota Bengkulu serta skenario 2
menggunakan nilai bangkitan dan tarikan SMA Negeri 05 dan SMK Negeri 01
Kota Bengkulu. Hasil analisis sensitivitas dalam skenario 1, diperoleh nilai DJ
Jalan Cendana mengalami penurunan menjadi 0,45 dengan tingkat pelayanan
pada kategori C yaitu arus stabil tetapi kecepatan dan pergerakan kendaraan
dikendalikan oleh volume lalu lintas yang lebih tinggi. Pada skenario 2, nilai DJ
Jalan Cendana sebesar 0,28 dalam kategori tingkat pelayanan B yaitu kondisi
arus stabil, terbatasnya kecepatan, dan volume masih sepadan terhadap jalan
kota. Berdasarkan penentuan indeks sensitvitas, rata – rata nilai indeks
sensitivitas DJ Jalan Cendana mengalami penurunan sebesar 0,38 dalam
skenario 1, dan 0,62 dalam skenario 2. Kecepatan tempuh pada skenario 1 dan
skenario 2 tidak mengalami perubahan kecepatan tempuh. Rata – rata nilai
indeks senstivitas parameter waktu tempuh skenario 1 dan skenario 2 pada Jalan
Cendana bernilai 0,03. Penelitian ini mengindikasikan bahwa pemodelan
menggunakan skenario 1 dan skenario 2 dapat dilakukan pada Jalan Cendana
dalam mengurangi kemacetan pada kondisi eksisting.
Keywords: Sensitivitas Kinerja Jalan, Volume Lalu Lintas, Pemodelan Jalan,
ZIN Macrosimulatio
PEMBUATAN SELAI LEMBARAN DARI CAMPURAN KOLANG KALING (Arenga pinnata M.) DAN KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus L. Merr)
Selai lembaran adalah modifikasi bentuk selai dari semi padat (agak cair)
menjadi lembaran-lembaran yang plastis, dan tidak lengket. Salah satu bahan yang dapat
digunakan dalam pembuatan selai lembaran adalah kolang-kaling. Kolang-kaling
memiliki warna pucat dan beraroma kurang menarik, sehingga perlu dilakukan
penambahan bahan yang dapat menutupi kekurangan pada selai kolang-kaling dengan
menambahkan kulit buah nanas untuk memberi warna dan aroma yang menarik. Tujuan
penelitian adalah menentukan pengaruh pencampuran bubur kolang-kaling dan bubur
kulit nanas terhadap karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik selai lembaran.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial.
Faktor yang diteliti adalah persentase kolang-kaling dan kulit buah nanas yaitu, (N1 =
90%:10%, N2 = 80%:20%, N3 = 70%:30%), N4 = 60%:40%, dan N5 = 50%:50%).
Penelitian ini dilakukan 3 kali ulangan, sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Parameter
pengamatan karakteristik uji fisik meliputi kadar air, dan warna. Uji kimia meliputi pH,
vitamin C, total padatan terlarut, dan serat kasar, dan uji organoleptik meliputi warna,
aroma, rasa, tekstur, dan daya lipat.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pencampuran bubur kolang-kaling dan bubur
kulit buah nanas berpengaruh nyata terhadap kadar air, warna, pH, vitamin C, total
padatan terlarut dan serat kasar. Kelompok sebagai ulangan pencampuran bubur kolangkaling dan bubur kulit nanas berpengaruh tidak nyata terhadap warna. Semakin banyak
penambahan bubur kulit buah nanas maka nilai vitamin C (0,20-0,29mg/100g) dan total
padatan terlarut (65,17-76,67°����) semakin meningkat. Sedangkan kadar air (29,25-
16,92%), nilai pH (4,53-3,5%), dan serat kasar (1,26-0,66%) semakin menurun.
Karakteristik fisik warna menunjukkan bahwa semakin banyak penambahan bubur kulit
buah nanas maka warna selai lembaran akan semakin kuning. Penambahan bubur kolangkaling dan bubur kulit buah nanas berpengaruh nyata terhadap tingkat kesukaan panelis
(warna, aroma, rasa, tekstur dan daya lipat).
(Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian,
Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu