University of Bengkulu

UNIB Scholar Repository
Not a member yet
    31735 research outputs found

    KEBERLANJUTAN USAHATANI CABAI MERAH KERITING DI PROVINSI BENGKULU

    No full text
    Usahatani cabai merah keriting merupakan salah satu jenis budidaya holtikultura yang sangat di minati di Provinsi Bengkulu. Tingginya minat dan komsumsi cabai merah keriting menjadikan peluang yang cukup tinggi. Keberlanjutan usahatani cabe merah keriting di Provinsi Bengkulu untuk meningkatkan keuntungan dan meningkatkan produksivitas. Penelitian bertujuan untuk 1) Menganalisis besar pendapatan petani pada usahatani cabai merah keriting di provinsi bengkulu. 2) Menganalisis status keberlanjutan usahatani cabai merah keriting ditinjau dari dimensi ekonomi, sosial, ekologi, teknologi, dan kelembagaan. Penelitian ini menggunakan metode Three Stages Chuster Sampling. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah Stratified Random Sampling berdasarkan luas lahan dengan total 169 petani terpilih. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dengan melalui wawancara dan dan menyebarkan kuesioner ke petani. Analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa; 1) Pendapatan usahatani cabai merah keriting di Provinsi Bengkulu pada satu musim tanam per petaninya adalah sebesar Rp 32.538.384/MT/UT. Sedangkan, berdasarkan luas lahan rata-rata pendapatan per petaninya sebesar Rp 48.734.812/Ha/UT. 2) Keberlanjutan usahatani cabai merah keriting di Provinsi Bengkulu menunjukkan pada penelitian ini diperoleh 12 atribut sensitif dari lima dimensi yaitu ekonomi, sosial, ekologi, teknologi dan kelembagaan. Dimensi ekonomi berstatus cukup keberlanjutan dengan dua atribut sensitif. Dimensi sosial berstatus cukup berkelanjutan dengan dua atribut sensitif. Dimensi ekologi berstatus cukup berkelanjutan dengan tiga atribut sensitif. Dimensi teknologi berstatus kurang berkelanjutan dengan dua atribut sensitif. Dan yang terakhir dimensi kelembagaan berstatus kurang berkelanjutan dengan tiga atribut sensitif. Dari Status keberlanjutan usahatani cabe merah keriting di Provinsi Bengkulu dengan meninjau secara multidimensi berstatus kurang berkelanjutan dengan nilai indeks sebesar dengan meninjau secara multidimensi berstatus kurang berkelanjutan dengan nilai indeks 49,85% yang menandakan bahwa usahatani cabai merah keriting di Provinsi Bengkulu berstatus kurang berkelanjutan. Kata Kunci : Keberlanjutan Usahatani Cabai Merah Keriting, MS

    KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA) TERESTRIAL DI DESA AIR KOPRAS TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT (TNKS) SPTN WILAYAH VI KABUPATEN LEBONG PROVINSI BENGKULU

    No full text
    Taman nasional adalah Kawasan Pelestarian Alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi (UU No.5 Tahun 1990). Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) ditetapkan berdasarkan SK Menhutbun No.901/Kpts-II/1999 tanggal 14 Oktober 1999 dengan luas 1.375.349,867 Ha. Kawasan TNKS memiliki peran yang sangat penting dalam upaya konservasi, terutama dalam melestarikan keanekaragaman hayati serta ekosistem alam yang ada di Indonesia. Indonesia adalah negara tropis yang kaya akan keanekaragaman tumbuhan. Tumbuhan paku merupakan salah satu kelompok yang memiliki keanekaragaman spesies yang tinggi. Paku-pakuan adalah tumbuhan kormofita berspora yang bisa hidup di tanah (terestrial) dan di pohon sebagai epifit (Tjitrosoepomo, 2014). Paku terestrial merupakan tumbuhan paku yang tumbuh di atas permukaan tanah. Tumbuhan paku sering ditemukan di kawasan hutan hujan tropis sebagai lapisan penutup tanah. TNKS SPTN Wilayah VI merupakan kawasan hutan hujan tropis yang sesuai untuk pertumbuhan paku terestrial. Tumbuhan paku sering diabaikan untuk penelitian karena dianggap tidak memberikan manfaat yang signifikan bagi kehidupan. Pada suatu ekosistem hutan, tumbuhan paku berperan penting untuk membantu tumbuhan tingkat tinggi memproduksi oksigen, pembentukan humus, dan melindungi tanah dari erosi. Tumbuhan paku juga mempunyai manfaat berupa nilai ekonomis untuk masyarakat di antaranya sebagai kerajinan tangan, tanaman hias, dan masih banyak manfaat lainnya (Kurniawan, 2009). Tumbuhan paku adalah tumbuhan pionir yang memiliki peran penting dalam proses suksesi. Oleh sebab itu, penelitian mengenai keanekaragaman tumbuhan paku terestrial perlu dilakukan untuk menambah informasi tentang berbagai jenis tumbuhan paku terestrial yang terdapat di Kawasan TNKS. Penelitian ini menggunakan metode stratified sampling dengan membagi lokasi penelitian berdasarkan tutupan lahan dengan jalur sepanjang 100 m dan plot dengan ukuran 4 m x 4 m. Plot diletakkan berseling sepanjang jalur dengan jarak antar plot yaitu 10 m. Data yang diambil di lapangan adalah jenis paku terestrial, jumlah individu tumbuhan paku, suhu udara, kelembaban udara, intensitas cahaya, dan tanah di setiap tutupan lahan untuk dilakukan analisis tanah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2024 di Desa Air Kopras Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) SPTN Wilayah VI Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu. Jenis-jenis tumbuhan paku terestrial yang terdapat di Desa Air Kopras Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) SPTN Wilayah VI Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu adalah 17 jenis dari 12 famili. Nilai H' tertinggi terdapat pada pertanian lahan kering bercampur semak dengan nilai 2,16, sedangkan yang terendah terdapat pada hutan lahan kering sekunder dengan nilai 0,77. Indeks kemerataan tertinggi terdapat pada pertanian lahan kering bercampur semak dengan nilai sebesar 0,94, sedangkan yang terendah terdapat pada hutan lahan kering sekunder dengan nilai sebesar 0,40. tingkat kesamaan jenis tertinggi berada pada pertanian lahan kering bercampur semak dan semak/belukar dengan nilai indeks kesamaan jenis sebesar 0,58, sedangkan tingkat kesamaan jenis terendah berada pada hutan lahan kering sekunder dan semak/belukar dengan nilai indeks kesamaan jenis sebesar 0,07

    KESEHATAN POHON AKASIA (Acacia mangium Willd) DI KAMPUS UTAMA UNIVERSITAS BENGKULU

    No full text
    Universitas Bengkulu (UNIB) adalah salah satu perguruan tinggi yang berada di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu yang memiliki lingkungan hijau dengan beranekaragam tanaman, mulai dari bunga hingga pepohonan salah satunya adalah akasia (Acacia mangium Willd). Akasia ialah pohon yang cepat dan mudah tumbuh (adaptif) pada kondisi lahan yang kesuburannya ekstrim dan dapat tumbuh dikondisi iklim yang berubah-ubah. Akasia juga dapat tumbuh pada tanah bebatuan dan dengan pH rendah (Mashudi, 2004). Akasia memiliki banyak sekali fungsi seperti bahan baku bangunan, pulp dan kertras dan pada lokasi kampus akasia berfungsi sebagai tanaman penaung, menjaga kelembaban udara, membantu mengurangi polusi, mencegah terjadinya degradasi lahan, memperindang kawasan kampus. Akasia yang sudah bertumbuh besar sangat rentang terkena hama dan penyakit (Nair et al., 2000). Pohon yang sudah terkena hama dan penyakit akan memiliki kondisi kesehatan yang rendah yang dapat mengakibatkan kecelakaan ataupun kerugian. Sehingga, pentingnya dilakukan pengamatan mengenai tingkat kesehatan pohon akasia agar dapat menghindari kecelakaan atau kerugian yang terjadi dan dari hasil pengamatan ini dapat diketahui bagaimana tindakan yang dapat dilakukan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2024 yang berlokasi di Kampus Utama Universitas Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan penentuan lokasi penelitian sebanyak 5 lokasi dengan jumlah pohon akasia sebanyak 41 pohon dan 56 kerusakan. Penentuan tingkat kesehatan pohon menggunakan metode Forest Health Monitoring (FHM). Hasil penelitian didapatkan 8 tipe kerusakan yakni, cabang patah/mati 38 (68%), mati pucuk 2 (4%), tumbuhan merambat 1 (2%), batang pecah/mati 5 (9%), luka terbuka 3 (5%), sarang rayap 3 (5%), gummosis 1 (2) dan daun berubah warna 2 (4%). Nilai indeks kerusakan pada tingkat pohon (TLI-Tree Level Index) pada setiap pohon memiliki rentang nilai 1,6-8,0, sehingga nilai 0->5 dikategorikan dalam tingkat kerusakan sehat dan nilai 6-10 dikategorikan dalam tingkat kerusakan ringan. Kesehatan pohon akasia juga dipengaruhi oleh faktor abiotik. Faktor abiotik yang didapatkan selama penilitian yakni, ph 4,94, suhu 270C - 32,90C, kelembaban 70,3 %– 85,2 %, intensitas 733,6 Lux – 1993,7 Lux, kecepatan angin yang diukur pada ketinggian 2 meter dan 4 meter adalah 0 – 2,7 m/s. Hasil pengukuran yang didapatkan memungkin akasia dapat tumbuh dengan baik di Kampus Utama Universitas Bengkulu

    PENGELOLAAN KELAS PEMBELAJARAN PUISI RAKYAT (PANTUN) MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM KURIKULUM MERDEKA SMP NEGERI 11 KOTA BENGKULU

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan pengelolaan kelas pembelajaran puisi rakyat (pantun) menggunakan model Problem Based Learning dalam kurikulum merdeka SMPN 11 kota bengkulu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini yaitu aktivitas pengelolaan kelas pembelajaran puisi rakyat (pantun) yang di lakukan guru Bahasa Indonesia dikelas VIIH Di SMPN 11 Kota Bengkulu. Sumber data yaitu guru dan siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas VIIH di SMPN 11 Kota Bengkulu. Teknik pengumpulan data ini dilakukan melalui observasi, rekaman video, dokumentasi, wawancara. Dalam penelitian ini teknik analisi data dilakukan menggunakan langkah-langkah merekam sambil mengamati guru yang mengajar, mecatat bukti kegiatan terkait permasalahan yang diteliti, menganalisis data, mentaabulasikan data, klarifikasi data, menginterprestasikan data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan kelas pembelajaran puisi rakyat (pantun) menggunakan model Promblem Based Learning dalam kurikulum merdeka di SMPN 11 Kota Bengkulu yang berkaitan Problem Based Learning telah dilaksanakan dengan menggunakan sintak-sintak Problem Based Learning seperti orientasi, mengorganisasi peserta didik, membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, penyajian hasil diskusi, analisis dan evaluasi proses mengatasi masalah. Pengelolaan kelas merupakan hal pembelajaran yang menentukan efektivitas. Pengelolaan kelas ini dilihat dari cara guru mengatur kelas, membangun suasana kelas hingga siswa nyaman dan senang dalam belajar. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran dapat dilihat dari cara siswa menanggapi pertanyaan guru, belajar dalam kelompok, serta keikutsertaannya dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru. Kata Kunci: Kurikulum Merdeka, Pengelolaan Kelas, Problem Based Learning, Puisi Rakyat (Pantun

    RESPON FISIOLOGIS DOMBA CROSS BREED YANG DIBERI PAKAN KOMERSIAL, PALM KERNEL CAKE DAN LIMBAH JAMU

    No full text
    Domba adalah sumber protein hewani penting di Indonesia, ada beberapa jenis domba Lokal yang dapat menyesuaikan diri dengan pakan protein rendah. Namun, karena faktor mutu genetik yang kurang baik, produksi domba Lokal cenderung rendah. Oleh karena itu, untuk meningkatkan produksi domba, persilangan dengan domba bergenetik tinggi seperti Dorper, Awassi dan Texel, yang memiliki kualitas genetik yang unggul. Memanfaatkan pakan limbah pertanian seperti kulit kacang hijau, Palm Kernel Cake (PKC) adalah cara untuk mengurangi biaya pakan yang relatif tinggi baik untuk skala industri maupun peternakan rakyat. Penambahan suplemen limbah jamu pada pakan dapat membantu ternak domba karena dapat menurunkan tingkat stres yang di alami oleh ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respon fisiologis domba Cross Breed yang berbeda pada Pakan Komersial, PKC dan suplementasi limbah jamu. Penelitian ini dilaksanakan di Peternakan Setya Lembu Multifarm, Desa Plesan, Kecamatan Ngunter, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. P0 : Domba Lokal (kontrol), P1 : Domba Cross Dorper, P2 : Domba Cross Awassi, P3 : Domba Cross Texel, variabel yang diukur (HTC) dan (THI). Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap respon fisiologis antar bangsa domba, apabila terdapat pengaruh yang nyata (P<0,05) dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa respirasi, denyut nadi pagi, sore dan suhu rektal sore tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Denyut nadi pada siang dan suhu rektal siang berpengaruh sangat nyata (P<0,01) berkisar antara 83-112 kali/menit dan 38,5-39,10C, suhu rektal pagi hari berpengaruh nyata (P<0,05) berkisar 37- 390C. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pakan pada domba Cross Breed, menunjukkan adanya perbedaan respon antar bangsa ternak. Dapat disimpulkan respon fisiologi domba Lokal pada pakan komersial, PKC, dan limbah jamu lebih baik dibandingkan domba Cross Breed

    POLITENESS STRATEGIES USED IN “MISSION: IMPOSSIBLE 1” MOVIE

    No full text
    Politeness is an attitude or behavior that shows respect, attention and appreciation for other people. Using politeness strategies in communication helps create comfort and maintain social relationships. In researching politeness strategies, there are several objects that can be used and one of them in this research is movie. This research aims to analyze the politeness strategies used by characters in movie and the factors that influence them. This research is a qualitative descriptive study to describe the politeness strategies contained in the data source. The data source used is the movie Mission: Impossible 1 (1996), which is an action movie directed by Brian De Palma. Then this research used an observation table checklist instrument to collect data. After the data were obtained and analyzed using Brown and Levinson's (1987) theory regarding politeness strategies, the research results were obtained: 1) The characters in the movie used four politeness strategies, namely positive politeness as the most dominant strategy, followed by negative politeness, off record politeness and bald on record politeness. 2) Three factors that influence the use of politeness strategies by characters are social distance as the most dominant factor, then relative power and size imposition. Keywords: Pragmatics, Politeness Strategy, Movie, Brown and Levinson, Mission: Impossible

    AKIBAT HUKUM PENGEMBALIAN NEPIK UANG TERHADAP GAGALNYA SUATU PERTUNANGAN MENURUT HUKUM ADAT SERAWAI DI DESA TALANG PADANG KECAMATAN TALO KECIL KABUPATEN SELUMA

    No full text
    Dalam proses pertunangan suku Serawai di Desa Talang Padang, Kecamatan Talo Kecil, Kabupaten Seluma pada tahapan pertama ialah pemberian uang (dalam bahasa Serawai dikenal dengan istilah nepik uang) kepada pihak perempuan. Namun, apabila terjadi pembatalan pertunangan dari pihak perempuan, maka pemberian dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan harus dikembalikan dua kali lipat. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan dan menggambarkan akibat hukum pengembalian nepik uang terhadap gagalnya suatu pertunangan menurut hukum adat Serawai di desa Talang Padang kecamatan Talo Kecil kabupaten Seluma, serta untuk menjelaskan faktor penghambat pengembalian nepik uang terhadap gagalnya suatu pertunangan menurut hukum adat Serawai di desa Talang Padang kecamatan Talo Kecil kabupaten Seluma. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian hukum empiris bersifat deskriptif atau kualitatif. Hasil penelitian menunjakkan bahwa; 1) akibat hukum pembatalan pertunangan menurut hukum adat Serawai di Desa Talang Padang, Kecamatan Talo Kecil, Kabupaten Seluma adalah jika pembatalan datang dari pihak laki-laki maka nepik uang dan mahar lain dalam apapun tidak dikembalikan lagi dan ditambah denda berupa uang, dan jika pembatalan pertunangan datang dari pihak perempuan, maka pemberian dari pihak laki-laki berupa nepik uang dan mahar lain kepada pihak perempuan harus dikembalikan dua kali lipat dan ditambah denda berupa uang, 2) faktor penghambat pengembalian nepik uang di desa Talang Padang Kecamatan Talo Kecil Kabupaten Seluma terhadap gagalnya suatu pertunangan diantaranya terjadi ketidaksepakatan antara kedua belah pihak atas nilai pengembalian nepik uang dan denda yang telah ditetapkan oleh adat Desa Talang Padang, terjadinya konflik antara kedua belah pihak akibat gagalnya suatu pertunangan, pihak yang membatalkan pertunangan tidak memenuhi sanksi yang telah ditetapkan adat Desa Talang Padang berupa pengembalian nepik uang, mahar, dan denda. Kata kunci: nepik uang; pertunangan; hukum adat Serawa

    ANALISIS PRAKTIK MEANINGFUL PARTICIPATION DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2022 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN BERDASARKAN PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 91/PUU. XVIII/2020

    No full text
    Dalam sistem hukum Indonesia yang menjunjung tinggi prinsip negara hukum dan demokrasi konstitusional, partisipasi publik merupakan unsur mendasar dalam penyelenggaraan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Prinsip partisipasi ini diakui dalam berbagai kerangka hukum, khususnya dalam kaitannya dengan perumusan kebijakan publik dan pembentukan peraturan perundang-undangan. Namun dalam praktiknya, partisipasi sering kali hanya bersifat prosedural dan tidak memberikan ruang substantif bagi masyarakat untuk memengaruhi hasil keputusan secara nyata. Oleh karena itu, konsep meaningful participation menjadi prinsip hukum penting yang menuntut keterlibatan publik yang otentik, inklusif, dan mampu memberikan dampak terhadap proses pengambilan keputusan. Penelitian ini mengkaji meaningful participation dari perspektif hukum normatif, dengan menekankan pentingnya mekanisme partisipatif yang menjamin keadilan secara prosedural dan substansial. Pada akhirnya, meaningful participation harus dimaknai bukan sekadar sebagai gagasan demokratis, tetapi juga sebagai instrumen hukum strategis untuk memperkuat legitimasi, responsivitas, dan keadilan dalam tata kelola pemerintahan. Kata Kunci: partisipasi publik, partisipasi bermakna, prinsip hukum, keadilan prosedural, tata kelola demokrati

    PERMODELAN PREDIKSI BANJIR DI RAWA MAKMUR KOTA BENGKULU MENGGUNAKAN METODE NARMAX

    No full text
    Banjir sering terjadi di Kota Bengkulu, khususnya di Kelurahan Rawa Makmur dengan luas terdampak 150 Ha, menurut BPBD Kota Bengkulu (2018). Penelitian ini bertujuan mengembangkan model prediksi banjir menggunakan metode NARMAX (Nonlinear Auto-Regressive Moving Average with eXogenous inputs) untuk menangkap hubungan non-linear antara variabel input dan output. Data yang digunakan terdiri dari 1.485 sampel (297 per variabel), mencakup curah hujan UNIB, curah hujan Taba Penanjung, suhu udara, kelembaban udara, dan ketinggian air sungai. Model dikembangkan melalui pra-pemrosesan data, identifikasi struktur, estimasi parameter, dan validasi menggunakan Forward Regression Orthogonal Least Squares (FROLS). Hasil terbaik diperoleh dengan konfigurasi ny = 2, ne = 2, nl = 2, nu = 3, nterms = [16 4], iterasi = 100 atau 500 atau 1000, menghasilkan RMSE 0.22067 dan pearson corelation 0.62407. Model ini berhasil memprediksi banjir di Rawa Makmur pada 17 Januari 2024, sebagaimana tercatat oleh BPBD Kota Bengkulu. Diharapkan penelitian ini dapat mendukung mitigasi banjir di Rawa Makmur, Kota Bengkulu. Kata kunci: Banjir, Prediksi, NARMAX, FROLS, Kota Bengkulu

    UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SUREN (Toona sureni Blume.) DAN DAUN GAMAL (Gliricidia sepium Jacq. Kunth) TERHADAP ULAT GRAYAK (Spodoptera litura (F).)

    No full text
    Ulat grayak (Spodoptera litura (F).) adalah salah satu hama penting di Indonesia, terutama menyerang berbagai tanaman seperti palawija dan sayuran. Penggunaan insektisida kimia sintetis yang berlebihan dapat menyebabkan masalah lingkungan dan kesehatan. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada penggunaan insektisida nabati dari ekstrak daun suren dan daun gamal sebagai alternatif yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi ekstrak daun suren dan daun gamal yang efektif dalam mengendalikan hama Spodoptera litura. Penelitian dilaksanakan pada bulan juli sampai Oktober 2023 di Laboratorium Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu. Penelitian ini terdiri dari dua tahap yaitu uji seleksi dan uji efikasi. Uji seleksi dilakukan untuk mendapatkan konsentrasi yang paling efektif unuk mengendalikan larva Spodoptera litura. Uji seleksi menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis insektisida nabati yang terdiri dari : ekstrak daun suren (S) dan ekstrak daun gamal (G). Faktor kedua adalah konsentrasi ekstrak yang terdiri dari : K0 = 0% (kontrol), K1 = 2,5%, K2 = 5%, dan K3 = 7,5%. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga total satuan percobaan yaitu 24 unit. Setiap unit percobaan menggunakan 10 ekor larva instar III. Setelah dilakukan uji seleksi didapatkan ekstrak daun suren dan gamal yang efektif yaitu sebesar 7,5%. Uji efikasi menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu kombinasi ekstrak daun suren dan daun gamal S:G (1:1), kombinasi SSG (2:1), kombinasi SGG (1:2), pestisida kimia sintetis berbahan aktif Abamektin yang umum dipakai oleh petani dengan dosis sesuai anjuran pada kemasan (A) dan kontrol (tidak disemprot). Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali, setiap unit percobaan terdapat 10 cup yang masing masing diisi satu larva instar III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun gamal dan daun suren baik ekstrak tunggal maupun kombinasi pada konsentrasi 7,5% menyebabkan kematian ulat grayak sebesar 63,33% - 70%. Namun, efektivitasnya belum mencapai standar yang diharapkan, karena kematian di atas 80% baru dianggap efekti(F). Kombinasi kedua ekstrak tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan penggunaan tunggal. Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkul

    6,135

    full texts

    31,735

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNIB Scholar Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇