31735 research outputs found
Sort by
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANAK PUTUS SEKOLAH PADA KELUARGA NELAYAN DI KELURAHAN MALABERO KOTA BENGKULU
Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi putus sekolah pada anak
keluarga nelayan di Kelurahan Malabero, Kota Bengkulu. Penelitian ini dilakukan
menggunakan metode kualitatif. Dalam penelitian ini terdapat 10 informan
Dimana terdiri dari 5 keluarga nelayan dan 5 anak keluarga nelayan yang putus
sekolah, informan ini menggunakan Teknik purpose sampling. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa meskipun pendapatan orang tua nelayan cenderung tidak
stabil, mereka masih mampu mencukupi kebutuhan dasar termasuk biaya
pendidikan anak, sehingga faktor pendapatan bukanlah penyebab utama putus
sekolah. Faktor yang lebih berperan adalah rendahnya motivasi dan minat anak
terhadap pendidikan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya perhatian orang tua, jarak
sekolah yang jauh, fasilitas yang terbatas, serta pengaruh lingkungan sekitar yang
membuat anak lebih tertarik bekerja untuk mendapatkan uang. Selain itu, faktor
perhatian orang tua juga berdampak pada pendidikan anak, mengingat orang tua
yang sibuk bekerja di laut seringkali kurang memberikan pendampingan optimal
untuk pendidikan anak. Meskipun prasarana dan fasilitas di sekolah sudah
memadai, jarak yang jauh dari rumah ke sekolah bukan menjadi alasan utama putus
sekolah, karena orang tua masih berusaha mengantarkan anak mereka ke sekolah.
Faktor budaya, terutama rendahnya tingkat pendidikan orang tua, sehingga
menyebabkan kesadaran mereka akan pentingnya pendidikan bagi anak, yang
kemudian berdampak pada persepsi dan minat anak terhadap sekolah. Faktor lain
seperti disabilitas atau IQ rendah sangat jarang ditemukan dan bukan penyebab
utama putus sekolah. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa
faktor utama yang menyebabkan anak nelayan putus sekolah adalah rendahnya
motivasi dan minat anak terhadap pendidikan, meskipun faktor lain seperti
ekonomi dan perhatian orang tua juga berperan.
Kata kunci: Putus Sekolah, Nelayan, kelurahan Malaber
STRATEGI PEMENUHAN KEBUTUHAN EKONOMI BURUH TANI LANJUT USIA (Studi Kasus Pada Lansia Desa Pekik Nyaring Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah)
Fenomena buruh tani lansia bekerja lazim ditemui di masyarakat desa, walaupun
seharusnya lansia sudah tidak seharusnya lagi bekerja karena kondisi fisik dan
kesehatan yang kian melemah. Dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi mereka
memilih bekerja, strategi pemenuhan kebutuhan ini dapat dilihat atas 3 yaitu
startegi aktif, strategi pasif, dan strategi jaringan. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui strategi pemenuhan kebutuhan ekonomi buruh tani lanjut usia (lansia)
di Desa Pekik Nyaring, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data
observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik penentuan informan yang
digunakan purposive sampling yang melibatkan 10 orang informan yang terdiri
dari 4 lansia , 3 Pemilik Lahan , 2 keluarga lansia dan 1 Kepala Desa Pekik
Nyaring. Dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, penarikan
kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi
pemenuhan kebutuhan ekonomi buruh tani lanjut usia (lansia) di Desa Pekik
Nyaring, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah menggunakan
strategi aktif, strategi pasif dan strategi jaringan , namun dengan cara yang
berbeda, seperti pada strategi aktif keempat informan mempunyai kegiatan
sampingan berbeda di luar pekerjaan utama sebagai buruh tani. Begitu pula pada
strategi pasif, keempat informan menggunakan strategi ini dengan berhemat,
meminimalisir pengeluaran, menabung atau mengandalkan tambahan belanja dari
anak. Sedangkan pada strategi jaringan diketahui ketika krisis ada 2 orang
informan lansia yang memanfaatkan jaringan sosialnya untuk meminjam uang
atau berhutang. Dan 2 orang informan lainnya memilih untuk memanfaatkan
jaringan sosial atau relasinya untuk menanyakan dan meminta pekerjaan.
Keyword : Strategi, Pemenuhan Kebutuhan, Ekonomi, Lanjut Usi
DAMPAK SOSIAL EKONOMI PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) (Studi Kasus Di Desa Dusun Raja, Kecamatan Lais, Kabupaten Bengkulu Utara)
Kemiskinan yang ditandai dengan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar
masih menjadi permasalahan serius di Indonesia. Sebagai upaya penanggulangan
pemerintah meluncurkan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Penelitian
ini bertujuan untuk melihat dampak dari pemanfaatan bantuan pangan non tunai
(BPNT) terhadap kondisi sosial ekonomi keluarga di Desa Dusun Raja Kecamatan
Lais Bengkulu Utara. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif
kualitatif dengan teknik penentuan informan yaitu purposive sampling. Sebanyak
15 orang menjadi informan dalam penelitian ini, yaitu 13 orang keluarga penerima
manfaat, 1 orang E-warung, dan 1 TKSK kecamatan. Pengumpulan data
dilakukan melalui berbagai metode, seperti teknik observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Untuk melihat apakah program BPNT telah berhasil meningkatkan
kondisi ekonomi keluarga maka dalam penelitian ini dapat dilihat dari empat
aspek, yaitu pendapatan, pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan. Hasil
penelitian menunjukan bahwa secara umum, program BPNT di Desa Dusun Raja,
Kecamatan Lais, Kabupaten Bengkulu Utara telah memberikan dampak positif
terhadap kondisi ekonomi keluarga di desa dengan terpenenuhi kebutuhan pangan
mereka. Secara keseluruhan, program bantuan pangan non tunai (BPNT) dinilai
telah berhasil mencapai tujuan utamanya dalam menyediakan kebutuhan pangan
bagi masyarakat.
Kata Kunci: Bantuan Pangan Non Tunai, Keluarga Penerima Manfaat
“STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN A DOUGH BURGER BAR DALAM MENARIK MINAT KONSUMEN ”
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi promosi dan
periklanan yang dilakukan oleh salah satu resto burger di Kota Bengkulu yaitu A
A Dough Burger Bar Bar dalam menarik minat konsumen. Teknik pengambilan
data terhadap informan pada penelitian kali ini adalah purposive sampling yang
mana sampel diambil berdasarkan pertimbangan tertentu yang relevan dengan
tujuan penelitian yaitu owner dan tim digital marketing dari A Dough Burger Bar.
Teknik dari pengumpulan data pada penelitian kali ini adalah dengan cara
wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik pengolahan data setelah data
didapatkan yaitu dengan metode triangulasi data. Penelitian kali ini menggunakan
teori utama dari Uyung Sulaksana pada tahun 2003 yaitu Integrated Marketing
Comunication (IMC). Hasil penelitian ini didapatkan bahwa resto A Dough
Burger menggunakan beberapa strategi promosi yaitu kontes, premium (diskon),
sampling, pameran dagang, kupon, entertainment, dan trading stamps. Lalu
mereka juga menggunakan strategi periklanan yaitu internet, kemasan luar,
kemasan dalam, poster-leaflet, display sign, materi audio visual, symbol-logo.
Kata Kunci : Strategi, Promosi, Periklanan, Minat Konsume
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS LITERASI SAINS PADA MATERI HIDROKARBON DAN MINYAK BUMI KELAS XI DI SMA N 9 KOTA BENGKULU
Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D) untuk
menghasilkan instrumen penilaian berbasis literasi sains yang valid dan reliabel.
Instrumen penilaian dikembangkan untuk mengukur kemampuan literasi sains siswa
pada materi hidrokarbon dan minyak bumi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan
kelayakan instrumen ditinjau dari validasi ahli, mendeskripsikan validitas dan
reliabilitas instrumen dilihat dari validasi empiris siswa kelas XI MIPA di SMA
Negeri 9 Kota Bengkulu. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini
adalah model ADDIE (analysis, design, development, implementation, evaluation)
pada penelitian ini batasi hanya sampai tahap development. Instrumen pengumpulan
data dalam penelitian ini menggunakan angket kebutuhan, lembar validasi dan lembar
uji coba produk. Subjek penelitian ini adalah 30 siswa kelas 11 MIPA di SMA Negeri
9 Kota Bengkulu tahun ajaran 2024/2025 sebagai subjek uji coba produk. Data
penelitian diperoleh dari angket analisis kebutuhan, lembar validasi, analisis uji
empiris. Jumlah butir soal yang dikembangkan pada instrumen ini berjumlah 10 butir
soal essay. Hasil penelitian ini diperoleh: (1.) Penilaian kelayakan ahli menghasilkan
10 butir soal essay layak diujicobakan. (2.) Hasil analisis validitas empiris
menggunakan permodelan rasch dengan bantuan program winsteps diperoleh 8 butir
soal essay valid. (3.) Hasil uji reliabilitas instrumen diperoleh cronbach alpha 0,99
atau dalam kategori istimewa.
Kata Kunci: Instrumen penilaian, Rasch, Literasi sains, Hidrokarbom dam minyak
bum
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN METODE RELAKSASI UNTUK MENINGKATKAN SELF CONTROL PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL PESERTA DIDIK
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh layanan bimbingan
kelompok dengan metode relaksasi untuk meningkatkan self control penggunaan
media sosial peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen
dengan two group pre-test post-test control design. Populasi penelitian ini adalah
peserta didik kelas X Kuliner 1 SMKN 3 Kota Bengkulu yang berjumlah 32
peserta didik. Sampel penelitian berjumlah 20 peserta didik yang meliputi 10
anggota kelompok eksperimen dan 10 anggota kelompok kontrol yang diambil
dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan
angket dengan model skala Likert, dan analisis data menggunakan uji-t. Hasil uji-t
menunjukkan terdapat perbedaan tingkat self control penggunaan media sosial
peserta didik yang menerima bimbingan kelompok dengan metode relaksasi
dengan peserta didik yang menerima bimbingan kelompok tanpa metode
relaksasi. Maka penelitian ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh layanan
bimbingan kelompok dengan metode relaksasi untuk meningkatkan self control
penggunaan media sosial peserta didik.
Kata Kunci: self control penggunaan media sosial, layanan bimbingan
kelompok, metode relaksas
PENGARUH BIMBINGAN KLASIKAL DENGAN MEDIA FILM PENDEK DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA MENGENAI SEXUAL HARASSMENT
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh layanan bimbingan klasikal
dengan media film pendek dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai
sexual harassment. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen
dengan two group pre-test post-test control design. Populasi dalam penelitian
adalah seluruh siswa kelas XI di SMA Negeri 5 Kota Bengkulu yang berjumlah
445 siswa. Sampel penelitian berjumlah 24 siswa kelas eksperimen dan 24 siswa
kelas kontrol yang diambil dengan teknik simple random sampling. Teknik
pengumpulan data menggunakan soal pilihan ganda mengenai sexual harassment,
dan analisis data penelitian menggunakan uji-t Independent Sample T-test dan
Paired Sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman
siswa kelas eksperimen sebelum diberikan layanan bimbingan klasikal dengan
media film pendek berada pada kategori rendah dengan rata-rata skor 16,61 dan
setelah diberikan perlakuan berada pada kategori tinggi dengan rata-rata skor
26,97. Sedangkan kelas kontrol sebelum diberikan layanan bimbingan klasikal
tanpa media film pendek berada pada kategori rendah dengan rata-rata skor 16,87
dan setelah diberikan layanan berada pada kategori sedang dengan rata-rata skor
22,79. Hasil uji-t menunjukkan terdapat perbedaan tingkat pemahaman mengenai
sexual harassment antara siswa yang menerima bimbingan klasikal dengan media
film pendek dan siswa yang menerima bimbingan klasikal tanpa media film
pendek. Maka hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh layanan
bimbingan klasikal dengan media film pendek dalam meningkatkan pemahaman
siswa mengenai sexual harassment.
Kata kunci: Pemahaman Sexual Harassment, Layanan Bimbingan Klasikal,
Media Film Pende
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK SELF-MANAGEMENT TERHADAP KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA KELAS VIII E DI SMP NEGERI 17 KOTA BENGKULU
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kedisiplinan belajar yang rendah di
SMP Negeri 17 Kota Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
pengaruh layanan bimbingan kelompok teknik self-management terhadap
kedisiplinan belajar siswa kelas VIII E SMP Negeri 17 Kota Bengkulu. Metode
penelitian ini menggunakan eksperimen one-group pretest posttest design.
Populasi pada penelitian ini adalah siswa sebanyak 30 orang siswa. Sampel
penelitian berjumlah 9 orang siswa. Sampel diperoleh melalui teknik purposive
sampling. Teknik dalam mengambil data menggunakan kuesioner dengan model
skala Likert. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji t (paired
sample test). Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan adanya
peningkatan kedisiplinan belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata
skor sebelum diberikan layanan adalah 91,11 dalam kategori rendah dan setelah
diberikan layanan nilai rata-rata skor menjadi 156.8 dalam kategori tinggi. Hasil
uji t menunjukkan nilai t= -44.750994 dan sig (2-tailed) 0,000 artinya 0,000
<0,005 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya ada pengaruh yang
signifikan layanan bimbingan kelompok terhadap kedisiplinan belajar siswa.
Kata kunci: bimbingan kelompok, kedisiplinan belajar, self-management, siswa
PERILAKU PENCARIAN INFORMASI SISWA SMA DALAM PERSIAPAN MENGIKUTI UTBK SNBT 2024 (STUDI KASUS : SMA NEGERI 5 BENGKULU)
Perilaku pencarian informasi serta kebutuhan informasi diterapkan semua orang
memenuhi pengetahuan diinginkannya tanpa terkecuali siswa, masing-masing
siswa menyandang rangkaian kegiatan pencarian informasi tidak sama satu
dengan lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis
perilaku pencarian infromasi siswa kelas XII SMA Negeri 5 Bengkulu dalam
persiapan UTBK-SNBT 2024. Penelitian ini untuk mengukur indikator utama,
yaitu starting, browsing, chaining, monitoring, differentiating, extracting,
verifying dan ending. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan
survei menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada 70 siswa SMA Negeri 5
Bengkulu yang telah lulus UTBK SNBT 2024. Hasil analisis menunjukan bahwa
siswa memiliki tingkat perilaku pencarian informasi yang sangat baik, dengan
nilai rata-rata keseluruhan sebesar 4,22. Siswa memiliki kemampuan yang
memadai dalam setiap tahapan pencarian informasi, terutama dalam tahapan
differentiating (Memilah informasi) dan monitoring (Pemantauan informasi).
Temuan ini mengidikasikan bahwa siswa SMA Negeri 5 Bengkulu yang lulus
UTBK telah menunjukkan kemampuan yang sangat baik dalam membandingkan
dan menyeleksi sumber informasi berdasarkan kepentingan, ketepatan, dan
relevansi terhadap kebutuhan informasi, serta dalam memantau informasi yang
telah dikumpulkan dengan memastikan bahwa informasi tersebut tetap relevan
dan akurat sepanjang waktu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa perilaku
pencarian informasi siswa kelas XII SMA Negeri 5 Bengkulu dalam persiapan
UTBK-SNBT 2024, di mana masing-masing siswa menerapkan tahapan pencarian
informasi yang berbeda sesuai kebutuhan pengetahuan mereka, dengan
kemampuan menonjol dalam memilah (differentiating) dan memantau
(monitoring) informasi secara akurat, relevan, dan berkelanjutan.
Kata kunci: Perilaku pencarian informasi, UTBK SNBT, Siwa SM
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS PROBLEM-BASED LEARNING DILENGKAPI VIDEO ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK MATERI STATISTIKA SMP
Penelitian pengembangan ini dilakukan untuk menghasilkan produk LKPD
berbasis problem-based learning dilengkapi video animasi untuk meningkatkan
kemampuan pemecahan masalah materi statistika pada kelas VIII SMP yang valid,
praktis dan efektif. Latar belakang penelitian ini adalah kurang optimalnya
penggunaan bahan ajar dan penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran.
Penelitian ini merupakan penelitian desain model Tessmer dengan tipe development
studies dengan dua langkah, yaitu preliminary (persiapan dan penyusunan format)
dan formative evaluation (self-evaluation, expert review, one-to-one, small group,
dan field test). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lembar
validitas, lembar keterbacaan, lembar kepraktisan dan tes kemampuan pemecahan
masalah. Hasil dari penelitian ini adalah LKPD dinyatakan valid oleh validator
berdasarkan empat aspek, yaitu isi, konstruksi, bahasa dan media serta dinyatakan
valid oleh peserta didik berdasarkan aspek keterbacaan. LKPD ini sangat praktis
bagi peserta didik dengan rata-rata kepraktisan 4,52 dari skala 5. LKPD memenuhi
kriteria efektif berdasarkan ketuntasan klasikal, di mana 82,61% peserta didik
mencapai skor tes ≥ 75 dan karakteristik utama LKPD yang dikembangkan adalah
penyusunan tahap-tahap PBL yang mendukung kemampuan pemecahan masalah
peserta didik pada materi statistika. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa LKPD
berbasis PBL dilengkapi video animasi dapat menjadi alat pembelajaran.
Kata Kunci : Problem-Based Learning, Video Animasi, Kemampuan
Pemecahan Masalah