31735 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AutoCAD UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR (Studi Pada Mata Pelajaran Instalsi Penerangan Listrik Kelas XI Di SMK Negeri 1 Rejang Lebong)
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan media
pembelajaran berbasis AutoCAD yang dapat meningkatkan prestasi belajar
siswa pada mata pelajaran Instalasi Penerangan Listrik di kelas XI, dan (2)
Mendeskripsikan efektivitas pengembangan media pembelajaran berbasis
AutoCAD dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran
Instalasi Penerangan Listrik di kelas XI. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and
Development/R&D) dengan model ADDIE, terdiri dari tahap Analisis,
Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Subjek penelitian
siswa kelas XI Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik di SMKN 1 Rejang
Lebong. Teknik pengumpulan data dilakukan secara kuantitatif melalui
observasi, kuesioner (angket), serta pengukuran hasil belajar
menggunakan pretest (diberikan sebelum pembelajaran) dan post-test
(setelah penggunaan media pembelajaran). Analisis data dilakukan dengan
menghitung nilai rata-rata (mean) dan uji-t. Instrumen validasi yang
digunakan adalah skala Likert, melibatkan ahli materi dan ahli media. Uji
coba media pembelajaran dilakukan pada 60 siswa, yang terdiri atas 20
siswa dari kelas XI TITL 1 dan XI TITL 2 sebagai kelas eksperimen, serta
XI TITL 3 sebagai kelas kontrol. Hasil uji-t pada data post-test menunjukkan
nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000, yang lebih kecil dari 0,05. Hal
ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelas
eksperimen dan kelas kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1)
Media pembelajaran berbasis AutoCAD yang dikembangkan dinyatakan
layak untuk digunakan dalam meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI
Teknik Instalasi Tenaga Listrik pada mata pelajaran Instalasi Penerangan
Listrik. (2) Penggunaan media pembelajaran berbasis AutoCAD terbukti
efektif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI.
Kata Kunci: Media, Pembelajaran, Prestasi Belajar, Penerangan Listrik
PENGEMBANGAN VIDEO ANIMASI SEBAGAI MEDIA REMEDIAL PEMECAHAN MASALAH OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR DI SMP
Pemecahan masalah merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran
matematika. Namun, kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi operasi
hitung bentuk aljabar masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh sifat materi
yang abstrak serta keterbatasan media visual yang mendukung pembelajaran.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa video
animasi sebagai media remedial guna meningkatkan kemampuan pemecahan
masalah siswa. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang
terdiri dari tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi.
Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VII di salah satu sekolah menengah
pertama di Kota Bengkulu. Teknik pengumpulan data meliputi validasi ahli, angket
kepraktisan, tes kemampuan pemecahan masalah, dan observasi aktivitas belajar
siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video animasi yang dikembangkan
memiliki validitas sangat tinggi dengan skor rata-rata 92,83, tingkat kepraktisan
sebesar 89,91, dan hasil efektivitas ditunjukkan melalui peningkatan rata-rata hasil
tes akhir sebesar 84,73 serta skor aktivitas belajar sebesar 85,15. Maka, media video
animasi ini dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk digunakan sebagai media
pembelajaran remedial pada materi operasi hitung bentuk aljabar.
Kata Kunci: video animasi, media remedial, operasi hitung, bentuk aljabar,
pemecahan masala
Simpati Digital Penggunaan Non-Celebrity Endorser pada Brand Rucas di Aplikasi Tiktok
Di era digital yang semakin berkembang, strategi pemasaran melalui media sosial
menjadi salah satu pendekatan yang efektif untuk membangun hubungan antara
brand dan audiens. Salah satu fenomena yang muncul adalah penggunaan non-
celebrity endorser dalam konten digital, khususnya di platform TikTok, yang
dikenal mampu menciptakan kedekatan yang lebih autentik dan relatable dengan
pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi
penggunaan non-celebrity endorser oleh brand Rucas di aplikasi TikTok mampu
membangun simpati digital dan keterikatan emosional dengan audiens. Teori yang
digunakan dalam penelitian ini adalah Elaboration Likelihood Theory (ELT), yang
menjelaskan bagaimana persuasi dapat terjadi melalui dua jalur: sentral dan perifer,
tergantung pada tingkat keterlibatan kognitif audiens. Penelitian ini menggunakan
metode penelitian kualitatif. Informan penelitian ditentukan berdasarkan teknik
purposive sampling dengan menyesuaikan kriteria yang telah ditentukan oleh
peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan non-celebrity endorser
mampu memicu jalur perifer dalam proses persuasi, karena menyentuh aspek
emosional, sosial, dan representasi nilai yang relevan dengan kehidupan sehari-hari
audiens. Pendekatan ini menciptakan kedekatan emosional dan memperkuat
identifikasi sosial terhadap brand, di mana Audiens merasa lebih terhubung dan
terlibat secara personal. Simpati digital yang terbentuk melalui konten visual ini
berkontribusi terhadap meningkatnya loyalitas dan minat beli secara organik.
Kata Kunci: Simpati Digital, Non-Celebrity Endorser, TikTok, Rucas,
Elaboration Likelihood Theor
ANALISIS LEVEL KOGNITIF SOAL SUMATIF AKHIR SEMESTER (SAS) MATEMATIKA KELAS VIII SMP NEGERI 15 KOTA BENGKULU TAHUN PELAJARAN 2024/2025
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sebaran tingkat kognitif butir soal
Sumatif Akhir Semester (SAS) Matematika kelas VIII SMP Negeri 15 Kota
Bengkulu tahun pelajaran 2024/2025. Jenis Penelitian ini ialah penelitian deskriptif
dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini ialah soal Sumatif Akhir
Semester (SAS) Matematika kelas VIII SMP Negeri 15 Kota Bengkulu tahun
pelajaran 2024/2025 yang berjumlah 25 soal dengan jenis pilihan ganda.
Pengumpulan data yang dilakukan ialah dengan metode dokumentasi. Teknik
analisis data yang dipergunakan adalah persentase skor. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa ditinjau dari tingkat kognitif soal berdasarkan Taksonomi
Bloom revisi, terdapat 5 soal (20%) dengan kategori tingkat kognitif C1
“Mengingat”, 3 soal (12%) dengan kategori tingkat kognitif C2 “Memahami”, 16
soal (64%) dengan kategori tingkat kognitif C3 “Mengaplikasikan”, 1 soal (4%)
dengan tingkat kognitif C4 “Menganalisis” sedangkan tidak terdapat soal (0%)
dengan kategori tingkat kognitif C5 “Mengevaluasi” dan C6 “Mencipta”.
Kata Kunci: Soal SAS, Tingkat Kognitif Soal, Taksonomi Bloom Revisi
“STRATEGI MARKETING COMMUNICATION iNEWS MEDIA GROUP DALAM MENINGKATKAN BRAND AWARENESS.”
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran yang
diterapkan oleh iNews Media Group dalam meningkatkan brand awareness sebagai
perusahaan media multiplatform di Indonesia. Latar belakang penelitian didasarkan
pada fenomena perubahan perilaku audiens yang beralih ke media digital serta
persepsi publik yang masih dominan mengenal iNews sebagai stasiun televisi
berita, padahal perusahaan ini juga menyediakan berbagai layanan komunikasi
media lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan
paradigma konstruktivisme dan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data
meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap
divisi publicity and promo serta sales marketing iNews Media Group. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa iNews Media Group menerapkan strategi
komunikasi pemasaran terpadu (Integrated Marketing Communication) yang
melibatkan kombinasi berbagai saluran komunikasi seperti media sosial,
periklanan, event sponsorship, promosi penjualan, serta hubungan masyarakat.
Strategi tersebut dirancang secara konsisten dan terkoordinasi untuk memperkuat
citra merek serta meningkatkan kedekatan dengan audiens. Elemen kunci dalam
peningkatan brand awareness mencakup penguatan konten kreatif digital,
pemanfaatan figur publik, kampanye interaktif, serta sinergi antar unit bisnis dalam
MNC Group. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan IMC yang konsisten,
adaptif terhadap tren digital, dan berfokus pada audiens terbukti efektif dalam
membangun dan memperluas brand awareness iNews Media Group. Temuan ini
memberikan kontribusi praktis bagi industri media lokal dalam mengembangkan
strategi pemasaran yang relevan dengan dinamika pasar digital saat ini.
Kata kunci: Brand awareness, iNews Media Group, Integrated Marketing
Communication, Media digital, Strategi komunikasi pemasaran
KAJIAN KOMUNIKASI PERSUASIF ORANG TUA KEPADA ANAKNYA DALAM MENENTUKAN PILIHAN KERJA SEBAGAI ASN DI KABUPATEN REJANG LEBONG
Penelitian ini mengkaji bentuk komunikasi persuasif orang tua kepada anak dalam
menentukan pilihan kerja sebagai ASN di Kabupaten Rejang Lebong. Latar
belakang penelitian ini didasarkan pada realitas perbedaan pandangan antara
orang tua yang menginginkan pekerjaan yang aman dan mapan seperti ASN,
dengan anak muda yang cenderung memiliki aspirasi pekerjaan yang lebih
fleksibel dan sesuai minat pribadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
lebih dalam terkait komunikasi persuasif antara orang tua kepada anaknya dalam
menentukan pilihan kerja sebagai ASN di Kabupaten Rejang Lebong. Penelitian
ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui teknik
purposive sampling dengan tiga keluarga dengan latar belakang sosial yang
berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua menggunakan berbagai
strategi komunikasi persuasif untuk memengaruhi keputusan anak, mulai dari
pendekatan otoritatif (legitimizing), tekanan emosional (pressure tactics),
pendekatan emosional (personal appeals), pendekatan konsultasi (consultation
Taktics), hingga pendekatan rasional (rational persuasion). Setiap strategi
memberikan dampak yang berbeda terhadap anak, baik dalam hal respons
emosional maupun keputusan yang diambil. Selain itu, komunikasi yang terjalin
juga menunjukkan bahwa penyesuaian sikap terjadi secara dinamis dari kedua
belah pihak.
Kata Kunci: Komunikasi persuasif, pilihan kerja, orang tua, anak, rejang lebon
PENGARUH PERMAINAN BALOK TERHADAP KETERAMPILAN SOSIAL ANAK USIA 5-6 TAHUN
Permainan balok merupakan model pembelajaran yang memberikan manfaat
terhadap keterampilan sosial anak dan mengoptimalkan sesuai dengan potensi yang
dimilki anak. Penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan sosial anak setelah
menggunakan balok dapat meningkatkan keterampilan sosial, sepeti kemampuan bekerja
sama, komunikasi, berbagi, dan menyesuaikan bersama-sama. Populasi dan sampel ini
adalah anak kelas B 6 di TK IT Auladuna 1 Kota Bengkulu dengan jumlah 17 anak.
Metode penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan jenis Ex Post Facto. Teknik
pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Data hasil Penelitian
dianalisis menggunakan Paired Sample T-test dengan bantuan Excel. Berdasarkan hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, sehingga dapat diambil
kesimpulan bahwa terdapat pengaruh permainan balok terdapat keterampilan sosial anak
di TK IT Auladuna 1 Kota Bengkulu.
Kata Kunci : Keterampilan Sosial, Media Pembelajaran, dan Permainan Balo
PENGEMBANGAN LKPD MATERI GENETIKA KELAS XII SMA BERDASARKAN VARIASI MORFOMETRI BENTUK WAJAH SUKU JAWA DAN SUKU PEKAL DI KETAHUN BENGKULU UTARA
Penelitian ini bertujuan mengembangkan LKPD materi genetika kelas XII
berdasarkan morfometri bentuk wajah Jawa dan suku Pekal di Ketahun Bengkulu
Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Research and
Development (R&D) dengan model Borg and Gall 1989 yang terdiri dari 5 tahapan
yaitu (1) Penelitian dan pengumpulan data informasi awal, (2) Perencanaan, (3)
Pengembangan produk awal, (4) Pengujian lapangan awal, (5) Revisi produk utama.
Pengambilan sampel gambar wajah bentuk wajah Jawa dan suku Pekal secara
purposive sampling. Uji kelayakan LKPD dilakukan oleh tiga validator yaitu ahli
materi, ahli media, serta ahli praktisi dan uji keterbacaan dilakukan pada 15 siswa
kelas XII SMAN 5 Bengkulu Utara. Berdasarkan hasil penelitian dilapangan antara
suku Jawa, suku Pekal dan peranakannya tidak ditemukan perbedaan dalam bentuk
wajah, dilihat dari nilai p suku jawa dan suku Pekal = 0,816, suku Jawa dan Jawa
Pekal dengan nilai p=0,971 dan Jawa Pekal dan Pekal dengan nilai p=0,595. Hasil
uji kelayakan keseluruhan aspek pada LKPD yang dikembangkan memiliki kriteria
kelayakan yang sangat layak digunakan dengan persentase validator ahli materi
90,13%, ahli media 89,81%, dan ahli praktisi 92,18%. Hasil uji keterbacaan oleh
peserta didik sebesar 82,68% dengan kategori sangat baik.
Kata Kunci: LKPD, morfometri, wajah, Suku Jawa dan Suku Pekal
ANALISIS PERILAKU PENCARIAN INFORMASI LITERATUR UNTUK MENDUKUNG PEMBUATAN TUGAS AKHIR MAHASISWA PROGRAM STUDI PERPUSTAKAAN DAN SAINS INFORMASI 2020 UNIVERSITAS BENGKULU
ANALISIS PERILAKU PENCARIAN INFORMASI LITERATUR
UNTUK MENDUKUNG PEMBUATAN TUGAS AKHIR MAHASISWA
PROGRAM STUDI PERPUSTAKAAN DAN SAINS INFORMASI 2020 DI
PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS BENGKULU
Sefti Wahyuni1
, Purwaka2
, Lailatus Sa’diyah3
[email protected], [email protected], [email protected]
Perpustakaan Universitas Bengkulu berfungsi sebagai sarana kegiatan
belajar mengajar bagi mahasiswa Universitas Bengkulu dengan pelayanan yang
sudah menggunakan sistem otomasi perpustakaan. Perpustakaan ini dikunjungi
oleh banyak pemustaka dari berbagai latar belakang, yang menghasilkan
beragam perilaku dalam pencarian informasi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui bagaimana Perilaku Pencarian Informasi Mahasiswa Program Studi
Perpustakaan dan Sains Informasi 2020 Di Perpustakaan Universitas Bengkulu.
Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat
deskriptif. Peneliti menggunakan teori Ellis yang terdiri dari delapan tahapan,
untuk menganalisis perilaku pencarian informasi yang dilakukan Mahasiswa
Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi 2020. Data dalam penelitian
diperoleh dengan wawancara mendalam terhadap tujuh informan penelitian yang
telah ditentukan berdasarkan kriteria tertentu dan pengumpulan data melalui
dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pendekatan yang sistematis
dan terencana dalam setiap tahap pencarian. Mereka mulai dengan menetapkan
tujuan yang jelas dan memilih sumber yang relevan. Di tahap chaining, mereka
mengaitkan informasi dari berbagai sumber untuk membangun pemahaman yang
lebih mendalam, dan di tahap browsing, mereka menggunakan mesin pencari
serta sumber akademik dengan efektif. Evaluasi dan pemilahan informasi yang
relevan juga menjadi bagian integral dari proses pencarian, memastikan bahwa
informasi yang digunakan kredibel dan sesuai dengan kebutuhan. Dalam tahap
verifikasi, mahasiswa menerapkan strategi untuk memastikan akurasi dan
relevansi informasi, sementara di tahap ending, mereka menyimpulkan
pencarian setelah merasa informasi yang diperoleh memadai.
Kata Kunci : Pencarian, Informasi, Tugas Akhi
FAKTOR-FAKTOR RELAPSE PENYALAHGUNA NARKOBA DI RUMAH REHABILITASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI BENGKULU
Penyalahgunaan narkoba di Indonesia telah menjadi masalah yang serius dalam
beberapa tahun terakhir, bahkan berkembang menjadi masalah nasional. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab relapse (kekambuhan) pada
penyalahguna narkoba yang sedang menjalani rehabilitasi di Rumah Rehabilitasi
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu. Metode penelitian yang
digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap 8
informan penyalahguna narkoba yang sedang menjalani rehabilitasi. Fakta
penelitian ini dalam faktor-faktor terjadinya relapse dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu
faktor internal diantaranya niat penyalahguna narkoba, tekanan pekerjaan, jenis dan
lama pemakaian dan harga diri. Dari delapan informan penyalahguna narkoba
mengalami relapse yang dipengaruhi oleh faktor internal tersebut. Selain itu faktor
eksternal yaitu teman sebaya, pengaruh teman sebaya yang ikut menggunakan
narkoba dapat mempengaruhi mantan penyalahguna narkoba untuk kembali
relapse. Keluarga, tidak adanya dukungan dari keluarga kepada mantan
penyalahguna narkoba dapat menyebabkan mantan penyalahguna narkoba merasa
sendiri dan merasa ditinggal sehingga tidak adanya pendukung bagi penyalahguna
narkoba untuk pulih merasa tidak ada motivasi untuk berubah. Masyarakat yang
tidak mendukung bahkan memberikan stigma buruk kepada mantan penyalahguna.
Merasa tidak ada gunanya untuk berubah karna ada dan tidak adanya perubahan
tidak merubah pandangan masyarakat. Faktor- faktor tersebutlah yang
menyebabkan penyalahguna narkoba kembali kambuh/ relapse. Setelah mengalami
relapse tersebut informan menjalani rehabilitasi di Rumah Rehabilitasi Badan
Narkotika Nasional Provinsi Bengkulu untuk memulihkan dari ketergantungan
terhadap narkoba.
Kata kunci: Penyalahguna Narkoba, Relapse, Faktor Internal, Faktor Eksterna