University of Bengkulu

UNIB Scholar Repository
Not a member yet
    31735 research outputs found

    ANALISIS PENURUNAN TANAH LUNAK TERHADAP PERKERASAN JALAN KAKU MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA (Studi Kasus: Jalan Srijaya Raya, Kota Palembang)

    Full text link
    Perkerasan kaku merupakan perkerasan jalan yang umum digunakan pada kondisi tanah dasar lunak karena dapat mengantisipasi penurunan tanah pada arah melintang maupun memanjang trase jalan sebagai akibat distribusi beban yang tidak merata akibat tanah yang tidak homogen. Perkerasan jalan yang dilewati oleh beban berlebihan maka akan mengakibatkan jalan tersebut mengalami penurunan tanah yang akan berpengaruh juga terhadap perlapisan tanah dibawahnya sehingga diperlukan adanya penelitian mengenai masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode elemen hingga yang bertujuan untuk mengetahui penurunan vertikal tanah (Uy), penurunan maksimum 3650 hari, dan faktor aman (Msf) yang terjadi pada perlapisan tanah lunak terhadap perkerasan jalan kaku di jalan Srijaya Raya, Kota Palembang. Karakteristik tanah di ruas Jalan Srijaya Raya didominasi oleh tanah lempung dengan plastisitas rendah sampai sedang yang bersifat dominan lunak sehingga dapat menyebabkan kerusakan jalan yang cukup signifikan jika tidak dilakukan perawatan. Berdasarkan penelitian didapatkan nilai penurunan tanah maksimum beban terdistribusi berada di STA 0+806 pada titik BH-02 yang berada di Jembatan Air Waru Arah Indralaya yaitu sebesar -0,04847 m dengan faktor keamanan sebesar 1,650 dan penurunan tanah maksimum selama 3650 hari berada di STA 2+103 pada titik BH-04 yang berada di Jembatan Air Kenanga Arah Palembang sebesar -0,753 m. Kata Kunci : Perkerasan kaku, Metode elemen hingga, Penurunan Tanah, Faktor Keamana

    KEDUDUKAN IBU KOTA NUSANTARA DITINJAU DARI PASAL 18B AYAT 1 UNDANG-UNDANG DASAR NRI 1945

    Full text link
    Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (UU IKN) menjadi dasar pembentukan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai entitas baru yang berstatus khusus. Namun, dasar konstitusional yang digunakan menuai kontroversi, terutama terkait relevansinya dengan Pasal 18B ayat (1) UUD 1945 yang menekankan pengakuan dan penghormatan terhadap kesatuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus atau istimewa. Dalam konteks UU IKN, pengakuan tersebut tidak berlaku karena IKN merupakan wilayah baru, bukan kesatuan pemerintahan daerah yang telah eksis sebelumnya, sehingga menimbulkan potensi pelanggaran terhadap Pasal 18B ayat (1) dan Putusan Mahmakah Konstitusi Nomor 81/PUU-VIII/2010, terkait pemberian status khusus pada satu kesatuan wilayah yang telah ada sebelumnya. Rumusan masalah penelitian ini adalah: 1) Bagaimana Kedudukan Undang-Undang Nomor 3 tahun 2022 tentang Ibu Kota Nusantara ditinjau dari Pasal 18B ayat (1) UUD 1945. 2) Bagaimana modal Ibu Kota Nusantara perbandingan dengan Ibu Kota Negara Amerika Serikat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mendeskripsikan dan mengkaji kedudukan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Nusantara ditinjau dari Pasal 18B ayat (1) UUD 1945. (2) Untuk mendeskripsikan dan membandingkan model Ibu Kota Nusantara dengan Ibu Kota Negara Amerika Serikat. Penelitian ini mengggunakan metode hukum normatif, analisis hukum dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian ini adalah: 1) Dasar konstitusional Pasal 18B ayat (1) UUD 1945 pembentukan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota adalah keliru/inkonstitusional. Penerapan Pasal 18B ayat (1) UUD 1945 terhadap UU IKN tidak relevan, karena frasa "mengakui dan menghormati" lebih mengarah pada wilayah yang telah eksis sebelumnya. 2) Perbandingan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Indonesia dengan Washington, D.C. di Amerika Serikat terletak pada pengelolaan administratif dan hubungan dengan pemerintah pusat. Di Indonesia, IKN dirancang sebagai provinsi dengan status khusus yang memiliki pemerintahan sendiri, dipimpin oleh Kepala Otorita IKN yang setara dengan menteri dan ditunjuk langsung oleh Presiden. Sebaliknya, Washington, D.C., sebagai distrik federal, tidak termasuk dalam negara bagian mana pun dan berada di bawah kontrol langsung Kongres Amerika Serikat. Kata Kunci: Ibu

    PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2008 DALAM PENGEMBANGAN UMKM OLEH DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN, KOPERASI DAN UKM DI KAWASAN WISATA KOTA MANNA

    No full text
    Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan dan peran dalam pembinaan serta pengembangan perekonomian yang mana pengembangan tersebut perlu dilaksanakan oleh pemerintah serta pelaku usaha. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008, bahwa pengembangan adalah upaya yang dilakaukan Pemerintah dan Pemerintah Daerah untuk memberdayakan UMKM melalui pemberian fasilitas, bimbingan, pendampingan dan bantuan untuk meningkatkan daya saing UMKM. kedepan perlu diupayakan lebih mendukung bagi tumbuh dan berkembangnya UMKM, Terkhususnya bagi pelaku UMKM di kota Manna yang mana UMKM nya tidak berkembang dibandingkan dengan UMKM didaerah lain. Dari regulasi tersebut, penelitian ini akan membahas. pertama, bagaimanakah pelaksanaan pengembangan UMKM oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM di Kawasan Wisata Kota Manna? lalu yang kedua, apa yang menjadi faktor penghambat Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM dalam mengembangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Kawasan Wisata Kota Manna? Penelitian ini menggunakan penelitian empiris. Hasil dari pembahasan dalam penelitian ini adalah pertama, Pelaksanaan Pengembangan kawasan wisata Pantai Pasar Bawah dan Tebat Rukis sudah berjalan akan tetapi dalam 4 tahun terakhir tidak maksimal. Kedua diperoleh hasil penelitian yang menyatakan bahwa faktor penghambat pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah yaitu terbatasnya jumlah SDM yang ditetapkan untuk mengikuti pembinaan, kurangnya modal, pembukuan masih manual, kurangnya pengetahuan mengenai digital dan teknologi, tidak maksimalnya anggaran. Kata Kunci : UMKM, Pengembangan, Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan UKM, Faktor Penghambat, Kota Mann

    KAJIAN PERBANDINGAN PENGATURAN DAN PROSEDUR PELAKSANAAN PIDANA MATI MENURUT HUKUM POSITIF INDONESIA DAN RRC (REPUBLIK RAKYAT CHINA)

    No full text
    Pidana mati merupakan pidana yang paling berat namun pidana mati masih dibutuhkan oleh beberapa negara salah satunya Indonesia dan China. Di Indonesia metode yang digunakan tembak mati, metode ini dipandang kurang manusiawi karena terpidana tersiksa saat dilakukannya eksekusi mulai dari persiapan yang cukup memakan waktu sehingga mempengaruhi psikologis terpidana dan jenazah terpidana rusak karena adanya kondisi khusus yang mengharuskan dilakukannya tembakan kedua sehingga jenazah terpidana tidak bisa dimakamkan dengan layak, berbeda dengan negara China metode yang digunakan suntik mati yang dianggap lebih manusiawi karena satu-satunya sakit yang dirasakan terpidana adalah saat jarum disuntikan ke tubuh, jenazah terpidana tidak rusak dan estimasi waktu yang dibutuhkan agar terpidana meninggal dunia lebih sedikit. Penelitian ini mengunakan metode penelitian hukum normatif dengan mengggunakan pendekatan perundang-undang (statute approach), pendekatan komparatif (comparative study) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Penelitian ini memiliki bahan hukum primer, sekunder dan tersier yang dikumpulkan dengan melakukan perbandingan hukum dan penelusuran, baik secara online, perpustakaan, toko-toko buku dan dokumen yang relevan dengan permasalahan penelitian yang kemudian ditulis dengan bentuk uraian yang sistematis, logis dan rasional serta dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah pertama, pelaksanaan pidana mati di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 2/Pnps/Tahun 1964 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pidana Mati. Pelaksanaan pidana mati di China diatur dalam Criminal Law of the People’s Republic of China . Kedua Pelaksanaan pidana mati di Indonesia lebih mengutamakan aspek tujuan pelaksanaan pidana mati yaitu sebagai pembalasan atas kejahatan yang telah dilakukan oleh terpidana dan memberikan rasa takut kepada masyarakat agar tidak melakukan kejahatan yang sama berbeda dengan China yang lebih mengutamakan aspek kemanusiaan dengan mengunakan metode pelaksanaan pidana mati yang tidak menyiksa terpidana. Kata kunci: Pidana Mati, Indonesia, China, Suntik Mati, Tembak Ma

    TRADISI LEMANG DALAM PROSES PERKAWINAN ADAT SUKU BESEMAH DESA MANAU IX KECAMATAN PADANG GUCI KABUPATEN KAUR

    Full text link
    Penelitian tentang Pelaksanaan Tradisi Lemang Adat dalam Proses Perkawinan Adat Suku Besemh Desa Manau IX Kecamatan Padang Guci Kabupaten Kaur. Lemang merupakan titian adat atau simbol kemuliaan yang bertujuan untuk memperkokoh dan mempererat hubungan pihak pengantin laki-laki dengan pihak pengantin perempuan dalam ikatan perkawinan. Tanpa adanya lemang didalam perkawinan adat Suku Besemah Desa Manau IX, maka perkawinan tersebut dianggap tertunda secara adat. Sehingga pihak laki-laki maupun pihak perempuan wajib membayar sanksi adat berupa uang kepada pemangku adat dan kedua belah pihak tidak boleh melakukan perkawinan di Desa tersebut lagi. Tujuan penelitian ini ialah untuk menggambarkan dan menjelaskan keberadaan lemang dalam proses perkawinan adat menurut hukum adat Suku Besemah Desa Manau IX Kecamatan Padang Guci Kabupaten Kaur dan proses perkawinan adat menurut hukum adat Suku Besemah Desa Manau IX Kecamatan Padang Guci Kabupaten Kaur. Metode penelitian yang dipakai dengan jenis penelitian hukum empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan cara mewawancarai pemangku adat, Jurai Tue dan masyarakat Desa Manau IX. Data yang dipakai data primer dan data sekunder. Metode analisis data pada penelitian ini dipakai metode penelitian kualitatif, dilihat di daerah Kecamatan Padang Guci Kabupaten Kaur khususnya Desa Manau IX pelaksanaan tradisi tersebut merupakan kewajiban bagi masyarakatnya sebagai suatu syarat dalam perkawinan adat menurut hukum adat Suku Besemah Desa Manau IX Kecamatan Padang Guci Kabupaten Kaur. Kata Kunci: Tradisi Lemang, Perkawinan Adat Suku Besema

    ANALISIS KEPUASAN DAN KINERJA KARYAWAN USAHA PENGGILINGAN IKAN DI KOTA BENGKULU

    No full text
    Karyawan merupakan aset perusahaan yang sangat berharga yang harus dikelola dengan baik oleh perusahaan agar dapat memberikan kontribusi yang maksimal. Salah satu hal yang harus diperhatikan perusahaan adalah kepuasan kerja karyawan. Namun pada kenyataannya kepuasan kerja seringkali kurang mendapat perhatian dari pemilik atau pimpinan suatu usaha, sehingga hal ini akan berdampak pada kepuasan karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan kerja karyawan dan kinerja karyawan serta menganalisis hubungan kepuasan kerja karyawan dengan kinerja karyawan pada usaha penggilingan ikan di Kota Bengkulu. Data yang digunakan adalah data primer dengan cara wawancara dan penyebaran kuisioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskritif yang disajikan dalam bentuk pengukuran kepuasan kerja karyawan dan kinerja karyawan dengan analisis rentang skala untuk menentukan kategori tingkat kepuasan dan kinerja karyawan pada usaha penggilingan ikan di Kota Bengkulu. Kemudian menganalisis dengan menggunakan analisis korelasi rank spearman untuk mengetahui hubungan kepuasan kerja karyawan dengan kinerja karyawan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kepuasan kerja karyawan berdasarkan rata-rata keseluruhan diperoleh skor 341,9 yang berarti kepuasan kerja karyawan di Usaha Penggilingan Ikan di Kota Bengkulu termasuk ke dalam kategori sangat puas. Kinerja karyawan berdasarkan rata-rata keseluruhan diperoleh skor 336,6 yang berarti kinerja karyawan di Usaha Penggilingan Ikan di Kota Bengkulu termasuk ke dalam kategori tinggi dan Hubungan antara kepuasan kerja karyawan dengan kinerja karyawan pada Usaha Penggilingan Ikan di Kota Bengkulu mempunyai hubungan yang kuat, karena hasil analisis koefisien korelasi Rank Spearman diperoleh nilai r = 0,732, dan hasil uji hipotesis koefisien korelasi menunjukan bahwa nilai t hitung > t tabel ( 9,479 > 1,6772), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat hubungan yang signifikan atau positif antara kepuasan karyawan dengan kinerja karyawan pada Usaha Penggilingan Ikan di Kota Bengkulu. Kata Kunci: Karyawan, Kepuasan Kerja, Kinerja Karyawan, Hubungan, Rentang Skala, Rank Spearman, Koefisien Korelas

    ANALISIS HUBUNGAN DINAMIKA DAN KINERJA DENGAN PENDAPATAN ANGGOTA KELOMPOK TANI KARYA MUDA DI DESA AIR MELES ATAS KECAMATAN SELUPU REJANG KABUPATEN REJANG LEBONG

    No full text
    Penelitian ini berfokus pada hubungan antar variabel dinamika, kinerja dan pendapatan dengan menggunakan skala likert dan diuji dengan analisis rank sperman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Untuk menganalisis dinamika kelompok tani Karya Muda di Desa Air Meles Atas Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong? (2) Untuk menganalisis kinerja kelompok tani Karya Muda di Desa Air Meles Atas Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong? (3) Untuk menganalisis pendapatan usahatani padi kelompok tani Karya Muda di Desa Air Meles Atas Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong? (4) Untuk menganalisis hubungan dinamika dan kinerja dengan pendapatan anggota Kelompok Tani Karya Muda di Desa Air Meles Atas Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong? Metode dasar penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan skala likert dan dianalisis menggunakan metode korelasi rank spearman. Lokasi penelitian ditentukan secara purposif yaitu di Desa Air Meles Atas Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong. Pengambilan sampel menggunakan Sensus Sampling, dimana seluruh anggota Kelompok Tani Karya Muda di Desa Air Meles Atas Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong yang berjumlah 30 orang dijadikan sebagai sampel atau responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dinamika kelompok tani Karya Muda bersifat dinamis. (2) Kinerja kelompok tani Karya Muda sudah berjalan dengan baik. (3) Pendapatan usahatani padi sawah kelompok tani Karya Muda sebesar Rp 21.784.490/Ha/Tahun. (4) Terdapat hubungan yang signifikan antara variabel dinamika dan kinerja dengan variabel pendapatan dengan tingkat kekuatan korelasi atau hubungannya berada pada hubungan yang sangat kuat. Kata kunci: dinamika, kinerja, pendapatan, hubungan variabl

    PENGARUH KEKENTALAN CAT DAN PERLAKUAN PERENDAMAN AIR LAUT TERHADAP SIFAT MEKANIK LAPISAN POLIMER PET YANG DISEMPROT PADA PERMUKAAN BAJA

    No full text
    Kebutuhan akan baja untuk membuat lambung kapal dan melimpahnya sampah plastik di Indonesia, khususnya botol air mineral dan polietilen tereftalat (PET), menjadi pendorong di balik penelitian ini. Tujuanya untuk mengevaluasi efektivitas lapisan polimer Polyethylene Terephthalate (PET) dan cat pada permukaan plat baja AISI 1045 dengan metode penyemprotan. Variasi kekentalan Karena pelapisan langsung pada baja cenderung getas, cat digunakan untuk menghasilkan kekasaran permukaan sebelum pelapisan PET. Nosel berukuran 2,5 inci, jarak semprotan 10 cm, dan tekanan udara 7 bar digunakan untuk penyelidikan. Setelah pelapisan, spesimen uji menjalani dua perlakuan: perendaman dalam air laut selama 30 hari dan tanpa perendaman. Teknik Gardner Impact Test dan Single Lap Shear Adhesion digunakan dalam pengujian. Temuan menunjukkan bahwa perubahan viskositas cat berdampak signifikan pada kekuatan geser dan ketahanan benturan.di mana lapisan dasar yang lebih tebal (75:25) dengan nilai impak 8,82 Joule dan nilai geser 2,192 Mpa menghasilkan ketahanan lebih baik. Perendaman air laut selama 30 hari mengurangi ketahanan mekanik lapisan, disebabkan oleh penetrasi ion klorida yang mempercepat degradasi lapisan polimer dengan nilai tebal (75:25) nilai impak 3,92 Joule dan nilai rata-rata geser 0,533 Mpa. Kesimpulannya, kekentalan cat yang lebih tebal meningkatkan ketahanan pelapisan, namun perendaman air laut secara signifikan melemahkan sifat mekanik lapisan tersebut. Dari penetilian yang telah dilakukan bahwa pengaplikasian pelapisan polimer PET tidak cocok di aplikasikan pada bahan-bahan dari baja yang terkena langsung oleh air laut seperti lambung kapal, rangka jembatan, rangka marcusuar, dan lain-lain. Sebaiknya diaplikasikan pada baja yang tidak mengenai langsung oleh air laut seperti tiang lampu, sasis kendaraan, meja, pagar, dan lain-lainya. Kata Kunci: Polyethylene Terephthalate (PET), AISI 1045, pelapisan, impact test, adhesi, air lau

    ANALISIS KEPUASAN DAN LOYALITAS KONSUMEN PEMPEK PADA UMKM EMA TENGGIRI

    No full text
    Pempek adalah makanan yang populer di kalangan masyarakat, pempek atau empekempek adalah makanan tradisional dari Sumatera Selatan yang terbuat dari campuran daging ikan, tepung tapioka atau sagu, air, dan garam. Satu diantara pengolah pempek yang ada di Kota Bengkulu adalah UMKM Ema Tenggiri. UMKM Ema Tenggiri berdiri pada tahun 2019 dan telah memiliki 2 outlet di Kota Bengkulu. Pada penelitian ini outlet yang dipilih adalah outlet Bumi Ayu karena hanya di outlet ini disediakan konsep makan di tempat. Banyaknya pengolah pempek membuat persaingan semakin tinggi sehingga UMKM Ema Tenggiri harus mengetahui tingkat kepuasan dan loyalitas konsumennya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan dan loyalitas konsumen pempek Ema Tenggiri. Lokasi penelitian yaitu di Bumi Ayu Ujung Kota Bengkulu. Jumlah responden konsumen sebanyak 96 orang, dengan menggunakan Accidental Sampling. Data dianalisis dengan analisis deskriptif, analisis Customer Satisfaction Index (CSI) dan piramida loyalitas. Hasil penelitian menunjukkan Tingkat Kepuasan konsumen pempek Ema Tenggiri sebesar 84% dan termasuk dalam kategori sangat puas. Namun atribut kemasan, harga dan promosi perlu ditingkatkan karena nilai kinerja lebih kecil dibandingkan nilai harapan juga nilai CSI untuk atribut digitalisasi lebih kecil dibandingkan nilai keempat atribut lainnya. Peningkatan kinerja dari atribut kemasan, harga dan juga digitalisasi dilakukan agar tingkat kepuasan konsumen dapat meningkat lebih besar dari 84 persen. Tingkat loyalitas konsumen pempek Ema Tenggiri termasuk dalam kategori loyal karena sebagaimana digambarkan dalam piramida loyalitas bahwa nilai commited buyer lebih besar daripada nilai switcher buyer yang artinya bahwa konsumen yang setia dan berkomitmen terhadap pempek Ema Tenggiri lebih besar nilainya dibandingkan konsumen yang tidak loyal bahkan tidak setia terhadap pempek Ema Tenggiri . Kata kunci : Pempek Ema Tenggiri, Kepuasan, CSI, Loyalitas, Piramida Loyalita

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KOMPETENSI PETANI MUDA DALAM PENGEMBANGAN AGRIBISNIS PERIKANAN MINAPOLITAN DI DESA TAMBAK REJO KABUPATEN BENGKULU UTARA

    No full text
    Penelitian ini berfokus pada faktor-faktor yang berhubungan dengan kompetensi petani muda dalam pengembangan agribisnis perikanan minapolitan di Desa Tambak Rejo didapat dengan menggunakan skala likert dan diuji dengan analisis rank sperman untuk mengetahui apakah faktor-faktor tersebut berhubungan dengan kompetensi petani muda. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Untuk menganalisis kompetensi petani muda dalam pengembangan agribisnis perikanan minapolitan di Desa Tambak Rejo Kabupaten Bnegkulu Utara (2) Untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kompetensi petani muda dalam pengembangan agribisnis perikanan minapolitan di Desa Tambak Rejo Kabupaten Bengkulu Utara. Metode purposive sampling digunakan untuk menentukan lokasi kajian, yang meliputi Desa Tambak Rejo. Pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh (sampel sensus). Teknik pengambilan sampel terdiri dari 30 responden petani muda yang berusia 25-35 tahun sebagai pembudidaya ikan air tawar. Metode pengumpulan data yaitu data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kompetensi petani muda dalam pengembangan agribisnis perikanan minapolitan di Desa Tambak Rejo nilai kompetensi sebesar 45,83 yang artinya sedang. (2) Faktor-faktor yang berhubungan dengan kompetensi petani muda dalam pengembangan agribisnis perikanan minapolitan di Desa Tambak Rejo yaitu pengalaman dan umur petani. Hubungan kompetensi dengan pengalaman sebesar 0,552 korelasi sedang dan umur petani sebesar 0,412 korelasi sedang. Kata kunci: ikan air tawar, kompetensi petani muda, budidaya ika

    6,135

    full texts

    31,735

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNIB Scholar Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇