31735 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENURUNAN TANAH LUNAK TERHADAP PERKERASAN JALAN KAKU MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA (Studi Kasus: Jalan Srijaya Raya, Kota Palembang)
Perkerasan kaku merupakan perkerasan jalan yang umum digunakan pada
kondisi tanah dasar lunak karena dapat mengantisipasi penurunan tanah pada
arah melintang maupun memanjang trase jalan sebagai akibat distribusi beban
yang tidak merata akibat tanah yang tidak homogen. Perkerasan jalan yang
dilewati oleh beban berlebihan maka akan mengakibatkan jalan tersebut
mengalami penurunan tanah yang akan berpengaruh juga terhadap perlapisan
tanah dibawahnya sehingga diperlukan adanya penelitian mengenai masalah
tersebut. Penelitian ini menggunakan metode elemen hingga yang bertujuan
untuk mengetahui penurunan vertikal tanah (Uy), penurunan maksimum 3650
hari, dan faktor aman (Msf) yang terjadi pada perlapisan tanah lunak terhadap
perkerasan jalan kaku di jalan Srijaya Raya, Kota Palembang. Karakteristik
tanah di ruas Jalan Srijaya Raya didominasi oleh tanah lempung dengan
plastisitas rendah sampai sedang yang bersifat dominan lunak sehingga dapat
menyebabkan kerusakan jalan yang cukup signifikan jika tidak dilakukan
perawatan. Berdasarkan penelitian didapatkan nilai penurunan tanah maksimum
beban terdistribusi berada di STA 0+806 pada titik BH-02 yang berada di
Jembatan Air Waru Arah Indralaya yaitu sebesar -0,04847 m dengan faktor
keamanan sebesar 1,650 dan penurunan tanah maksimum selama 3650 hari
berada di STA 2+103 pada titik BH-04 yang berada di Jembatan Air Kenanga
Arah Palembang sebesar -0,753 m.
Kata Kunci : Perkerasan kaku, Metode elemen hingga, Penurunan Tanah,
Faktor Keamana
KEDUDUKAN IBU KOTA NUSANTARA DITINJAU DARI PASAL 18B AYAT 1 UNDANG-UNDANG DASAR NRI 1945
Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (UU IKN) menjadi
dasar pembentukan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai entitas baru yang berstatus
khusus. Namun, dasar konstitusional yang digunakan menuai kontroversi, terutama
terkait relevansinya dengan Pasal 18B ayat (1) UUD 1945 yang menekankan
pengakuan dan penghormatan terhadap kesatuan pemerintahan daerah yang bersifat
khusus atau istimewa. Dalam konteks UU IKN, pengakuan tersebut tidak berlaku
karena IKN merupakan wilayah baru, bukan kesatuan pemerintahan daerah yang
telah eksis sebelumnya, sehingga menimbulkan potensi pelanggaran terhadap Pasal
18B ayat (1) dan Putusan Mahmakah Konstitusi Nomor 81/PUU-VIII/2010, terkait
pemberian status khusus pada satu kesatuan wilayah yang telah ada sebelumnya.
Rumusan masalah penelitian ini adalah: 1) Bagaimana Kedudukan Undang-Undang
Nomor 3 tahun 2022 tentang Ibu Kota Nusantara ditinjau dari Pasal 18B ayat (1)
UUD 1945. 2) Bagaimana modal Ibu Kota Nusantara perbandingan dengan Ibu
Kota Negara Amerika Serikat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk
mendeskripsikan dan mengkaji kedudukan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022
tentang Ibu Kota Nusantara ditinjau dari Pasal 18B ayat (1) UUD 1945. (2) Untuk
mendeskripsikan dan membandingkan model Ibu Kota Nusantara dengan Ibu Kota
Negara Amerika Serikat. Penelitian ini mengggunakan metode hukum normatif,
analisis hukum dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian ini adalah: 1) Dasar
konstitusional Pasal 18B ayat (1) UUD 1945 pembentukan Undang-Undang Nomor
3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota adalah keliru/inkonstitusional. Penerapan Pasal 18B
ayat (1) UUD 1945 terhadap UU IKN tidak relevan, karena frasa "mengakui dan
menghormati" lebih mengarah pada wilayah yang telah eksis sebelumnya. 2)
Perbandingan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Indonesia dengan Washington, D.C. di
Amerika Serikat terletak pada pengelolaan administratif dan hubungan dengan
pemerintah pusat. Di Indonesia, IKN dirancang sebagai provinsi dengan status
khusus yang memiliki pemerintahan sendiri, dipimpin oleh Kepala Otorita IKN
yang setara dengan menteri dan ditunjuk langsung oleh Presiden. Sebaliknya,
Washington, D.C., sebagai distrik federal, tidak termasuk dalam negara bagian
mana pun dan berada di bawah kontrol langsung Kongres Amerika Serikat.
Kata Kunci: Ibu
PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2008 DALAM PENGEMBANGAN UMKM OLEH DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN, KOPERASI DAN UKM DI KAWASAN WISATA KOTA MANNA
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai upaya untuk meningkatkan
kemampuan dan peran dalam pembinaan serta pengembangan perekonomian yang
mana pengembangan tersebut perlu dilaksanakan oleh pemerintah serta pelaku
usaha. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008, bahwa
pengembangan adalah upaya yang dilakaukan Pemerintah dan Pemerintah Daerah
untuk memberdayakan UMKM melalui pemberian fasilitas, bimbingan,
pendampingan dan bantuan untuk meningkatkan daya saing UMKM. kedepan
perlu diupayakan lebih mendukung bagi tumbuh dan berkembangnya UMKM,
Terkhususnya bagi pelaku UMKM di kota Manna yang mana UMKM nya tidak
berkembang dibandingkan dengan UMKM didaerah lain. Dari regulasi tersebut,
penelitian ini akan membahas. pertama, bagaimanakah pelaksanaan
pengembangan UMKM oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan
UKM di Kawasan Wisata Kota Manna? lalu yang kedua, apa yang menjadi faktor
penghambat Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM dalam
mengembangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Kawasan Wisata Kota
Manna? Penelitian ini menggunakan penelitian empiris. Hasil dari pembahasan
dalam penelitian ini adalah pertama, Pelaksanaan Pengembangan kawasan wisata
Pantai Pasar Bawah dan Tebat Rukis sudah berjalan akan tetapi dalam 4 tahun
terakhir tidak maksimal. Kedua diperoleh hasil penelitian yang menyatakan
bahwa faktor penghambat pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah yaitu
terbatasnya jumlah SDM yang ditetapkan untuk mengikuti pembinaan, kurangnya
modal, pembukuan masih manual, kurangnya pengetahuan mengenai digital dan
teknologi, tidak maksimalnya anggaran.
Kata Kunci : UMKM, Pengembangan, Dinas Perindustrian Perdagangan,
Koperasi dan UKM, Faktor Penghambat, Kota Mann
KAJIAN PERBANDINGAN PENGATURAN DAN PROSEDUR PELAKSANAAN PIDANA MATI MENURUT HUKUM POSITIF INDONESIA DAN RRC (REPUBLIK RAKYAT CHINA)
Pidana mati merupakan pidana yang paling berat namun pidana mati
masih dibutuhkan oleh beberapa negara salah satunya Indonesia dan China. Di
Indonesia metode yang digunakan tembak mati, metode ini dipandang kurang
manusiawi karena terpidana tersiksa saat dilakukannya eksekusi mulai dari
persiapan yang cukup memakan waktu sehingga mempengaruhi psikologis
terpidana dan jenazah terpidana rusak karena adanya kondisi khusus yang
mengharuskan dilakukannya tembakan kedua sehingga jenazah terpidana tidak
bisa dimakamkan dengan layak, berbeda dengan negara China metode yang
digunakan suntik mati yang dianggap lebih manusiawi karena satu-satunya sakit
yang dirasakan terpidana adalah saat jarum disuntikan ke tubuh, jenazah terpidana
tidak rusak dan estimasi waktu yang dibutuhkan agar terpidana meninggal dunia
lebih sedikit. Penelitian ini mengunakan metode penelitian hukum normatif
dengan mengggunakan pendekatan perundang-undang (statute approach),
pendekatan komparatif (comparative study) dan pendekatan konseptual
(conceptual approach). Penelitian ini memiliki bahan hukum primer, sekunder
dan tersier yang dikumpulkan dengan melakukan perbandingan hukum dan
penelusuran, baik secara online, perpustakaan, toko-toko buku dan dokumen yang
relevan dengan permasalahan penelitian yang kemudian ditulis dengan bentuk
uraian yang sistematis, logis dan rasional serta dianalisis secara kualitatif. Hasil
penelitian yang diperoleh adalah pertama, pelaksanaan pidana mati di Indonesia
diatur dalam Undang-Undang Nomor 2/Pnps/Tahun 1964 tentang Tata Cara
Pelaksanaan Pidana Mati. Pelaksanaan pidana mati di China diatur dalam
Criminal Law of the People’s Republic of China . Kedua Pelaksanaan pidana mati
di Indonesia lebih mengutamakan aspek tujuan pelaksanaan pidana mati yaitu
sebagai pembalasan atas kejahatan yang telah dilakukan oleh terpidana dan
memberikan rasa takut kepada masyarakat agar tidak melakukan kejahatan yang
sama berbeda dengan China yang lebih mengutamakan aspek kemanusiaan
dengan mengunakan metode pelaksanaan pidana mati yang tidak menyiksa
terpidana.
Kata kunci: Pidana Mati, Indonesia, China, Suntik Mati, Tembak Ma
TRADISI LEMANG DALAM PROSES PERKAWINAN ADAT SUKU BESEMAH DESA MANAU IX KECAMATAN PADANG GUCI KABUPATEN KAUR
Penelitian tentang Pelaksanaan Tradisi Lemang Adat dalam Proses
Perkawinan Adat Suku Besemh Desa Manau IX Kecamatan Padang Guci
Kabupaten Kaur. Lemang merupakan titian adat atau simbol kemuliaan yang
bertujuan untuk memperkokoh dan mempererat hubungan pihak pengantin laki-laki
dengan pihak pengantin perempuan dalam ikatan perkawinan. Tanpa adanya
lemang didalam perkawinan adat Suku Besemah Desa Manau IX, maka perkawinan
tersebut dianggap tertunda secara adat. Sehingga pihak laki-laki maupun pihak
perempuan wajib membayar sanksi adat berupa uang kepada pemangku adat dan
kedua belah pihak tidak boleh melakukan perkawinan di Desa tersebut lagi. Tujuan
penelitian ini ialah untuk menggambarkan dan menjelaskan keberadaan lemang
dalam proses perkawinan adat menurut hukum adat Suku Besemah Desa Manau IX
Kecamatan Padang Guci Kabupaten Kaur dan proses perkawinan adat menurut
hukum adat Suku Besemah Desa Manau IX Kecamatan Padang Guci Kabupaten
Kaur. Metode penelitian yang dipakai dengan jenis penelitian hukum empiris
dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan cara mewawancarai pemangku
adat, Jurai Tue dan masyarakat Desa Manau IX. Data yang dipakai data primer dan
data sekunder. Metode analisis data pada penelitian ini dipakai metode penelitian
kualitatif, dilihat di daerah Kecamatan Padang Guci Kabupaten Kaur khususnya
Desa Manau IX pelaksanaan tradisi tersebut merupakan kewajiban bagi
masyarakatnya sebagai suatu syarat dalam perkawinan adat menurut hukum adat
Suku Besemah Desa Manau IX Kecamatan Padang Guci Kabupaten Kaur.
Kata Kunci: Tradisi Lemang, Perkawinan Adat Suku Besema
ANALISIS KEPUASAN DAN KINERJA KARYAWAN USAHA PENGGILINGAN IKAN DI KOTA BENGKULU
Karyawan merupakan aset perusahaan yang sangat berharga yang harus dikelola
dengan baik oleh perusahaan agar dapat memberikan kontribusi yang maksimal. Salah satu
hal yang harus diperhatikan perusahaan adalah kepuasan kerja karyawan. Namun pada
kenyataannya kepuasan kerja seringkali kurang mendapat perhatian dari pemilik atau
pimpinan suatu usaha, sehingga hal ini akan berdampak pada kepuasan karyawan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan kerja karyawan dan kinerja
karyawan serta menganalisis hubungan kepuasan kerja karyawan dengan kinerja karyawan
pada usaha penggilingan ikan di Kota Bengkulu. Data yang digunakan adalah data primer
dengan cara wawancara dan penyebaran kuisioner. Analisis data yang digunakan adalah
analisis deskritif yang disajikan dalam bentuk pengukuran kepuasan kerja karyawan dan
kinerja karyawan dengan analisis rentang skala untuk menentukan kategori tingkat kepuasan
dan kinerja karyawan pada usaha penggilingan ikan di Kota Bengkulu. Kemudian
menganalisis dengan menggunakan analisis korelasi rank spearman untuk mengetahui
hubungan kepuasan kerja karyawan dengan kinerja karyawan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Kepuasan kerja karyawan berdasarkan
rata-rata keseluruhan diperoleh skor 341,9 yang berarti kepuasan kerja karyawan di Usaha
Penggilingan Ikan di Kota Bengkulu termasuk ke dalam kategori sangat puas. Kinerja
karyawan berdasarkan rata-rata keseluruhan diperoleh skor 336,6 yang berarti kinerja
karyawan di Usaha Penggilingan Ikan di Kota Bengkulu termasuk ke dalam kategori tinggi
dan Hubungan antara kepuasan kerja karyawan dengan kinerja karyawan pada Usaha
Penggilingan Ikan di Kota Bengkulu mempunyai hubungan yang kuat, karena hasil analisis
koefisien korelasi Rank Spearman diperoleh nilai r = 0,732, dan hasil uji hipotesis koefisien
korelasi menunjukan bahwa nilai t hitung > t tabel ( 9,479 > 1,6772), maka Ho ditolak dan
Ha diterima. Artinya terdapat hubungan yang signifikan atau positif antara kepuasan
karyawan dengan kinerja karyawan pada Usaha Penggilingan Ikan di Kota Bengkulu.
Kata Kunci: Karyawan, Kepuasan Kerja, Kinerja Karyawan, Hubungan, Rentang
Skala, Rank Spearman, Koefisien Korelas
ANALISIS HUBUNGAN DINAMIKA DAN KINERJA DENGAN PENDAPATAN ANGGOTA KELOMPOK TANI KARYA MUDA DI DESA AIR MELES ATAS KECAMATAN SELUPU REJANG KABUPATEN REJANG LEBONG
Penelitian ini berfokus pada hubungan antar variabel dinamika, kinerja dan
pendapatan dengan menggunakan skala likert dan diuji dengan analisis rank sperman.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Untuk menganalisis dinamika kelompok
tani Karya Muda di Desa Air Meles Atas Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang
Lebong? (2) Untuk menganalisis kinerja kelompok tani Karya Muda di Desa Air Meles
Atas Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong? (3) Untuk menganalisis
pendapatan usahatani padi kelompok tani Karya Muda di Desa Air Meles Atas Kecamatan
Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong? (4) Untuk menganalisis hubungan dinamika
dan kinerja dengan pendapatan anggota Kelompok Tani Karya Muda di Desa Air Meles
Atas Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong?
Metode dasar penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan skala
likert dan dianalisis menggunakan metode korelasi rank spearman. Lokasi penelitian
ditentukan secara purposif yaitu di Desa Air Meles Atas Kecamatan Selupu Rejang
Kabupaten Rejang Lebong. Pengambilan sampel menggunakan Sensus Sampling, dimana
seluruh anggota Kelompok Tani Karya Muda di Desa Air Meles Atas Kecamatan Selupu
Rejang Kabupaten Rejang Lebong yang berjumlah 30 orang dijadikan sebagai sampel atau
responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dinamika kelompok tani Karya Muda
bersifat dinamis. (2) Kinerja kelompok tani Karya Muda sudah berjalan dengan baik. (3)
Pendapatan usahatani padi sawah kelompok tani Karya Muda sebesar Rp
21.784.490/Ha/Tahun. (4) Terdapat hubungan yang signifikan antara variabel dinamika dan
kinerja dengan variabel pendapatan dengan tingkat kekuatan korelasi atau hubungannya
berada pada hubungan yang sangat kuat.
Kata kunci: dinamika, kinerja, pendapatan, hubungan variabl
PENGARUH KEKENTALAN CAT DAN PERLAKUAN PERENDAMAN AIR LAUT TERHADAP SIFAT MEKANIK LAPISAN POLIMER PET YANG DISEMPROT PADA PERMUKAAN BAJA
Kebutuhan akan baja untuk membuat lambung kapal dan melimpahnya
sampah plastik di Indonesia, khususnya botol air mineral dan polietilen tereftalat
(PET), menjadi pendorong di balik penelitian ini. Tujuanya untuk mengevaluasi
efektivitas lapisan polimer Polyethylene Terephthalate (PET) dan cat pada
permukaan plat baja AISI 1045 dengan metode penyemprotan. Variasi kekentalan
Karena pelapisan langsung pada baja cenderung getas, cat digunakan untuk
menghasilkan kekasaran permukaan sebelum pelapisan PET. Nosel berukuran 2,5
inci, jarak semprotan 10 cm, dan tekanan udara 7 bar digunakan untuk
penyelidikan. Setelah pelapisan, spesimen uji menjalani dua perlakuan:
perendaman dalam air laut selama 30 hari dan tanpa perendaman. Teknik Gardner
Impact Test dan Single Lap Shear Adhesion digunakan dalam pengujian. Temuan
menunjukkan bahwa perubahan viskositas cat berdampak signifikan pada
kekuatan geser dan ketahanan benturan.di mana lapisan dasar yang lebih tebal
(75:25) dengan nilai impak 8,82 Joule dan nilai geser 2,192 Mpa menghasilkan
ketahanan lebih baik. Perendaman air laut selama 30 hari mengurangi ketahanan
mekanik lapisan, disebabkan oleh penetrasi ion klorida yang mempercepat
degradasi lapisan polimer dengan nilai tebal (75:25) nilai impak 3,92 Joule dan
nilai rata-rata geser 0,533 Mpa. Kesimpulannya, kekentalan cat yang lebih tebal
meningkatkan ketahanan pelapisan, namun perendaman air laut secara signifikan
melemahkan sifat mekanik lapisan tersebut. Dari penetilian yang telah dilakukan
bahwa pengaplikasian pelapisan polimer PET tidak cocok di aplikasikan pada
bahan-bahan dari baja yang terkena langsung oleh air laut seperti lambung kapal,
rangka jembatan, rangka marcusuar, dan lain-lain. Sebaiknya diaplikasikan pada
baja yang tidak mengenai langsung oleh air laut seperti tiang lampu, sasis
kendaraan, meja, pagar, dan lain-lainya.
Kata Kunci: Polyethylene Terephthalate (PET), AISI 1045, pelapisan, impact
test, adhesi, air lau
ANALISIS KEPUASAN DAN LOYALITAS KONSUMEN PEMPEK PADA UMKM EMA TENGGIRI
Pempek adalah makanan yang populer di kalangan masyarakat, pempek atau empekempek adalah makanan tradisional dari Sumatera Selatan yang terbuat dari campuran daging
ikan, tepung tapioka atau sagu, air, dan garam. Satu diantara pengolah pempek yang ada di
Kota Bengkulu adalah UMKM Ema Tenggiri. UMKM Ema Tenggiri berdiri pada tahun
2019 dan telah memiliki 2 outlet di Kota Bengkulu. Pada penelitian ini outlet yang dipilih
adalah outlet Bumi Ayu karena hanya di outlet ini disediakan konsep makan di tempat.
Banyaknya pengolah pempek membuat persaingan semakin tinggi sehingga UMKM Ema
Tenggiri harus mengetahui tingkat kepuasan dan loyalitas konsumennya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan dan loyalitas konsumen
pempek Ema Tenggiri. Lokasi penelitian yaitu di Bumi Ayu Ujung Kota Bengkulu. Jumlah
responden konsumen sebanyak 96 orang, dengan menggunakan Accidental Sampling. Data
dianalisis dengan analisis deskriptif, analisis Customer Satisfaction Index (CSI) dan
piramida loyalitas. Hasil penelitian menunjukkan Tingkat Kepuasan konsumen pempek Ema
Tenggiri sebesar 84% dan termasuk dalam kategori sangat puas. Namun atribut kemasan,
harga dan promosi perlu ditingkatkan karena nilai kinerja lebih kecil dibandingkan nilai
harapan juga nilai CSI untuk atribut digitalisasi lebih kecil dibandingkan nilai keempat
atribut lainnya.
Peningkatan kinerja dari atribut kemasan, harga dan juga digitalisasi dilakukan agar
tingkat kepuasan konsumen dapat meningkat lebih besar dari 84 persen. Tingkat loyalitas
konsumen pempek Ema Tenggiri termasuk dalam kategori loyal karena sebagaimana
digambarkan dalam piramida loyalitas bahwa nilai commited buyer lebih besar daripada nilai
switcher buyer yang artinya bahwa konsumen yang setia dan berkomitmen terhadap pempek
Ema Tenggiri lebih besar nilainya dibandingkan konsumen yang tidak loyal bahkan tidak
setia terhadap pempek Ema Tenggiri .
Kata kunci : Pempek Ema Tenggiri, Kepuasan, CSI, Loyalitas, Piramida Loyalita
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KOMPETENSI PETANI MUDA DALAM PENGEMBANGAN AGRIBISNIS PERIKANAN MINAPOLITAN DI DESA TAMBAK REJO KABUPATEN BENGKULU UTARA
Penelitian ini berfokus pada faktor-faktor yang berhubungan dengan kompetensi
petani muda dalam pengembangan agribisnis perikanan minapolitan di Desa Tambak
Rejo didapat dengan menggunakan skala likert dan diuji dengan analisis rank sperman
untuk mengetahui apakah faktor-faktor tersebut berhubungan dengan kompetensi petani
muda. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Untuk menganalisis kompetensi petani muda
dalam pengembangan agribisnis perikanan minapolitan di Desa Tambak Rejo Kabupaten
Bnegkulu Utara (2) Untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan
kompetensi petani muda dalam pengembangan agribisnis perikanan minapolitan di Desa
Tambak Rejo Kabupaten Bengkulu Utara.
Metode purposive sampling digunakan untuk menentukan lokasi kajian, yang
meliputi Desa Tambak Rejo. Pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh (sampel
sensus). Teknik pengambilan sampel terdiri dari 30 responden petani muda yang berusia
25-35 tahun sebagai pembudidaya ikan air tawar. Metode pengumpulan data yaitu data
primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kompetensi petani
muda dalam pengembangan agribisnis perikanan minapolitan di Desa Tambak Rejo nilai
kompetensi sebesar 45,83 yang artinya sedang. (2) Faktor-faktor yang berhubungan
dengan kompetensi petani muda dalam pengembangan agribisnis perikanan minapolitan
di Desa Tambak Rejo yaitu pengalaman dan umur petani. Hubungan kompetensi dengan
pengalaman sebesar 0,552 korelasi sedang dan umur petani sebesar 0,412 korelasi sedang.
Kata kunci: ikan air tawar, kompetensi petani muda, budidaya ika