31735 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN LKPD IPA MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI SIFAT - SIFAT CAHAYA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
Model pembelajaran problem based learning adalah salah satu model pembelajaran
yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran di kelas yang bertujuan untuk
meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Tujuan penulisan dalam makalah
ini adalah mendeskripsikan LKPD IPA, konsep dan prinsip problem based learning
terhadap dimensi kemampuan memberikan penjelasan sederhana, menginduksi
hasil induksi, dan mendefinisikan istilah dalam pembelajaran IPA materi Sifat-sifat
Cahaya untuk siswa kelas V SD. Metode penelitian ini adalah penelitian dan
pengembangan (research and development) model ADDIE. Subyek penelitian ini
terdiri dari dua kelas pada dua sekolah. Kelas V SDN Sukaraja adalah Subjek untuk
uji coba terbatas dan kelas V SDN Rantau Telang adalah Subjek untuk uji
efektifitas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan hasil tes
soal. Data diolah dengan menggunakan presentase dan rentang nilai secara klasikal
dan individual. Hasil penelitian ini menunjukkan implementasi model problem
based learning terbukti efektif dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis
siswa kelas V SDN Rantau Telang karena memperoleh nilai sebesar 0,7248 dan
termasuk dalam kategori tinggi. Rekomendasi dari penelitian ini adalah agar setiap
guru dapat menggunakan model pembelajaran yang baik dan agar dapat melibatkan
siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran agar dapat meningkatkan
kemampuan berpikir kritis dan hasil pembelajaran menjadi lebih baik.
Kata Kunci : LKPD IPA, Model Pembelajaran Problem Based Learning,
Kemampuan Berpikir Kriti
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME) MATERI PECAHAN DENGAN KONTEKS MAKANAN TRADISIONAL PEMPEK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PESERTA DIDIK KELAS 3 SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis
Realistic Mathematic Education (RME) pada materi pecahan dengan konteks makanan
tradisional pempek guna meningkatkan hasil belajar kognitif siswa kelas 3 Sekolah Dasar.
Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model
ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Konteks pempek
dipilih untuk membantu siswa memahami konsep pecahan melalui pengalaman konkret yang
relevan dengan kehidupan sehari-hari. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa LKPD
yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Implementasi LKPD
berbasis RME memberikan dampak positif terhadap pemahaman konsep pecahan dan
meningkatkan partisipasi aktif serta motivasi belajar siswa.
Kata Kunci: LKPD, Realistic Mathematic Education, pecahan, pempek, hasil belajar kogniti
PENGARUH KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN KEPALA SEKOLAH DAN MANAJEMEN KONFLIK TERHADAP BUDAYA ORGANISASI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DI SELUMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan mendeskripsikan pengaruh
kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah serta manajemen konflik terhadap
budaya organisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Seluma. Penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif eksplanatori.
Pengumpulan data dilakukan melalui angket dan dokumentasi. Populasi dalam
penelitian ini mencakup seluruh guru SMK di Seluma yang berjumlah 185 orang,
dengan sampel sebanyak 127 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)
kepemimpinan pembelajaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap budaya
organisasi, (2) manajemen konflik berpengaruh positif dan signifikan terhadap
budaya organisasi, serta (3) kepemimpinan pembelajaran (X₁) dan manajemen
konflik (X₂) secara simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap
budaya organisasi (Y). Analisis regresi linear berganda menghasilkan persamaan
Y = 10,655 + 0,310X₁ + 0,438X₂.
Kata kunci: Budaya Organisasi Sekolah, Kepemimpinan Pembelajaran,
Manajemen Konflik
PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI MANAJER DALAM MENINGKATKAN MUTU SEKOLAH DI SDN 2 SRIMULYO KABUPATEN MUSI RAWAS
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepala sekolah sebagai manajer
dalam meningkatkan mutu sekolah di SDN 2 Srimulyo, Kabupaten Musi Rawas.
Kepala sekolah memiliki tanggung jawab dalam mengelola sumber daya manusia,
sarana prasarana, serta hubungan dengan masyarakat guna mencapai tujuan
pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan
teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan manajemen berbasis data dalam
perencanaan sekolah, meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan, serta
mengoptimalkan pengelolaan keuangan dan sarana prasarana secara transparan
dan efisien. Faktor pendukung meliputi kepemimpinan yang visioner dan
keterlibatan stakeholder, sementara faktor penghambat mencakup keterbatasan
anggaran dan kurangnya partisipasi guru. Penelitian ini memberikan wawasan
bagi pengelola pendidikan dalam menerapkan strategi manajerial yang efektif
guna meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dasar. Kontribusi utama
penelitian ini adalah memberikan wawasan empiris mengenai implementasi
kompetensi manajerial kepala sekolah berdasarkan Permendiknas Nomor 13
Tahun 2007, khususnya dalam konteks sekolah dasar di daerah.
Kata Kunci: Kepala Sekolah, Manajemen Sekolah, Mutu Pendidika
PERBANDINGAN HUKUM PIDANA TENTANG PENGATURAN FEMISIDA ANTARA NEGARA INDONESIA DENGAN MEKSIKO
Femisida merupakan bentuk kekerasan berbasis gender yang paling ekstrem
dengan tindakan membunuh perempuan hanya karena mereka perempuan. Meski
menjadi perhatian global, banyak negara termasuk Indonesia belum mengakui
femisida sebagai delik tersendiri. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan
membandingkan pengaturan hukum pidana mengenai femisida di Indonesia dan
Meksiko, serta merumuskan arah kebijakan kriminal yang relevan diterapkan
Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan
pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan. Hasil penelitian
menunjukkan Meksiko memiliki kerangka hukum yang lebih komprehensif dan
sensitif gender yang diatur secara eksplisit dalam Código Penal Federal dan Ley
General de Acceso de las Mujeres a una Vida Libre de Violencia. Sebaliknya,
Indonesia masih menggolongkan femisida sebagai kejahatan penghilangan nyawa
dengan jerat pasal pembunuhan umum atau Undang-Undang Penghapusan
Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang menunjukkan bahwa pengaturannya masih
bersifat parsial dan kurang responsif terhadap kekerasan berbasis gender. Oleh
karena itu, reformasi hukum pidana nasional dengan mengadopsi femisida sebagai
delik tersendiri mendesak dilakukan. DPR RI perlu menetapkan kebijakan
kriminal berperspektif keadilan gender demi memastikan perlindungan perempuan
yang lebih baik dimasa mendatang.
Kata Kunci: Femisida, Indonesia, Kekerasan Berbasis Gender, Meksiko,
Perbandingan Huk
TINJAUAN PSIKOLOGI KRIMINAL TERHADAP IBU MEMBUJUK ANAK KANDUNG NYA MELAKUKAN PERSETUBUHAN DENGAN ORANG LAIN DI KOTA BENGKULU
Tindak pidana persetubuhan yang melibatkan seorang ibu sebagai pelaku yang
membujuk anak kandungnya untuk melakukan hubungan seksual dengan orang lain
merupakan bentuk kejahatan yang sangat memprihatinkan dan kompleks. Kasus ini
terjadi di Kota Bengkulu dan menunjukkan adanya penyimpangan dalam fungsi
keluarga serta indikasi gangguan psikologis pada pelaku. Permasalahan yang dikaji
dalam penelitian ini adalah bagaimana tindakan pelaku ditinjau dari perspektif
psikologi kriminal serta pertimbangan rasional yang dipengaruhi oleh tekanan
sosial dan ekonomi. Serta bagaimana upaya Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Kelas IIB Bengkulu dalam menanggulangi kejahatan tersebut. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan hukum empiris. Data
dikumpulkan melalui wawancara dan studi dokumen, kemudian dianalisis secara
kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor psikologis, seperti trauma
masa kecil dan pola asuh yang salah, menjadi pemicu utama dalam tindakan pelaku.
Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Bengkulu telah melakukan upaya
pembinaan melalui program kepribadian, keagamaan, serta kerja sama dengan
PKBI dan RSJ untuk memberikan konseling kepada terpidana. Kesimpulannya,
pembinaan psikologis di dalam lapas berperan penting dalam mencegah residivisme
serta meningkatkan kesadaran hukum. Disarankan agar pendekatan psikologis
terhadap pelaku diperkuat, serta edukasi keluarga dan masyarakat ditingkatkan
guna mencegah kasus serupa di masa mendatang.
Kata Kunci: Psikologi Kriminal, Anak, Tindak Pidana Persetubuhan
PEGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN APLIKASI CANVA UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR (Studi Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SD Negeri Pagar Gunung)
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran
berbasis aplikasi Canva guna meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa
pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SD Negeri
Pagar Gunung. Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya variasi media
pembelajaran yang menarik, yang berdampak pada rendahnya antusiasme dan
hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan
pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE (Analysis,
Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek dalam penelitian ini
adalah siswa kelas SD Negeri Pagar Gunung. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa media pembelajaran yang dikembangkan dengan Canva terbukti efektif
dan menarik bagi siswa. Peningkatan minat belajar ditunjukkan melalui
observasi dan angket, sementara peningkatan prestasi belajar dilihat dari hasil
evaluasi sebelum dan sesudah penggunaan media. Dengan demikian, media
pembelajaran berbasis Canva dapat menjadi solusi inovatif dalam mendukung
proses pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan.
Kata kunci: Media Pembelajaran, Canva, Minat Belajar, Prestasi Belajar,
Pendidikan Agama Isla
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS SMART APPS CREATOR UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR (Studi pada Mapel Biologi di Kelas XI SMA Bukit Asam)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan media
interaktif berbasis Smart Apps Creator (SAC) yang layak dikembangkan
untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar biologi dan
mendeskripsikan efektifitas media pembelajaran interaktif berbasis Smart
Apps Creator (SAC) yang dikembangkan dapat meningkatkan prestasi
belajar biologi. Penelitian ini termasuk dalam penelitian dan pengembangan
(Research and Development). Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA
Bukit Asam. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan lembar angket
motivasi belajar dan lembar penilaian tes prestasi belajar siswa. Analisis
data yang digunakan analisis nilai rata-rata (mean) dan uji-t. Simpulan dari
penelitian ini adalah media pembelajaran interaktif berbasis Smart Apps
Creator (SAC) yang dikembangkan untuk meningkatkan motivasi belajar
biologi, media pembelajaran interaktif berbasis Smart Apps Creator (SAC)
yang dikembangkan layak untuk digunakan dan media pembelajaran
interaktif berbasis Smart Apps Creator (SAC) efektif dapat meningkatkan
prestasi belajar biologi pada siswa kelas XI SMA Bukit Asam.
Kata Kunci: Media pembelajaran interaktif, SAC, Motivasi belajar,
Prestasi belajar, Biologi
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN PRESTASI BELAJAR (Studi Pada Program Pendidikan Agama Islam Kelas VII di SMP Negeri 1 Tanjung Agung)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model problem
based learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan
prestasi belajar (studi pada program Pendidikan Agama Islam kelas VII di
SMP Negeri 1 Tanjung Agung). Desain penelitian yang digunakan adalah
penelitian tindakan kelas dan kuasi eksperimen. Subjek penelitian adalah
siswa kelas VII. B SMP Negeri 1 Tanjung Agung semester ganjil tahun
pelajaran 2024/2025. Melalui teknik simpel random sampling diperoleh
sampel kuasi eksperimen adalah kelas VII. A SMP Negeri 1 Tanjung Agung
dan kelas kontrol VII. C SMP Negeri 1 Tanjung Agung. Instrumen penelitian
ini menggunakan lembar observasi dan tes. Data penelitian dianalisis dengan
statistik deskriptif, rata-rata (mean), persentase, dan uji-t. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa penerapan model problem based learning (PBL) dapat
meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan prestasi belajar siswa kelas VII
SMP Negeri 1 Tanjung Agung dan penerapan model Problem Based
Learning (PBL) efektif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa
dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.
Kata Kunci: Model Problem Based Learning, Kemampuan berpikir kritis,
Prestasi belajar, Penelitian tindakan kelas, Pembelajaran konvensiona
PENERAPAN PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING (CRT) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG DAN KETERAMPILAN KOLABORATIF (Studi pada Kelompok B di TK Kemala Bhayangkari 26 Kota Bengkulu)
Perkembangan berpikir simbolik anak dalam berhitung dan perilaku prososial
anak dalam keterampilan kolaboratif yang rendah serta kemampuan guru dalam
memilih penerapan pendekatan dalam pembelajran tergambar pembelajaran hanya
berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan pendekatan
CRT untuk meningkatkan kemampuan berhitung dan keterampilan anak kelompok B
TK Kemala Bhayangkari 26 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode
penelitian tindakan kelas dilanjutkan dengan quasi eskperiment. Teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes dan observasi. Hasil
penelitian penerapan pendekatan CRT dapat meningkatkan kemampuan berhitung
dan keterampilan kolaboratif anak TK Kemala Bhayangkari 26 Kota Bengkulu pada
siklus I, II dan III membuktikan bahwa penerapan pendekatan CRT efektif
dibandingkan dengan pendekatan konvensional. Hasil penelitian pada kelas
eksperimen dan kelas kontrol memperlihatkan bahwa terdapat peningkatan dalam
kemampuan berhitung anak melalui penerapan pendekatan CRT. Keunggulan
penelitian ini dapat menerapkan pembelajaran kontekstual yang responsive budaya
melalui penerapan pendekatan CRT sehingga pembelajaran menjadi menarik,
bervariasi dan menyenangkan.
Kata Kunci : pendekatan culturally responsive teaching, kemampuan berhitung,
keterampilan kolaboratif