University of Bengkulu

UNIB Scholar Repository
Not a member yet
    31735 research outputs found

    PENEGAKAN HUKUM PELANGGARAN SURAT IZIN ANDON BERDASARKAN PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2021 TENTANG PENEMPATAN ALAT PENANGKAPAN IKAN DAN ALAT BANTU PENANGKAPAN IKAN

    No full text
    Penegakan Hukum Pelanggaran Surat Izin Andon Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2021 Tentang Penempatan Alat Penangkapan Ikan Dan Alat Bantu Penangkapan Ikan masih belum mampu mengantisipasi kasus pelanggaran surat izin penangkapan ikan yang terjadi di wilayah perairan Kota Bengkulu. Tujuan Penelitian; (1). Untuk mengetahui dan menganalisis penegakan hukum terhadap pelanggaran surat izin andon penangkapan ikan di Provinsi Bengkulu berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2021. (2). Untuk mengetahui dan menganalisis hambatan penegakan hukum terhadap pelanggaran surat izin andon penangkapan ikan di Provinsi Bengkulu berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2021. Metode Penelitian yang digunakan yaitu penelitian hukum empiris, Pada pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan non doktrinal. Pendekatan non doktrinal yaitu penelitian berupa studi-studi empiris untuk menemukan teori-teori mengenai proses terjadinya dan mengenai proses bekerjanya hukum di dalam masyarakat atau sering disebut sosio legal research. Hasil Penelitian; (1). Penegakan hukum terhadap pelanggaran surat izin Andon penangkapan ikan di Provinsi Bengkulu berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2021, dilaksanakan melalui beberapa Tahap yaitu; Pertama, identifikasi pelanggaran Surat Izin Andon Penangkapan, seperti berlayar tanpa SIPI Andon atau melanggar ketentuan dalam SIPI Andon. Kedua, pemeriksaan dan penindakan oleh petugas pengawas perikanan, yang dapat berupa teguran, penahanan kapal, atau sanksi administratif sesuai peraturan SIPI Andon. Ketiga, upaya represif oleh aparat penegak hukum lebih lanjut jika pelanggaran SIPI Andon dianggap berat. (2). Hambatan penegakan hukum terhadap pelanggaran surat izin andon penangkapan ikan di Provinsi Bengkulu berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2021 adalah sebgai berikut; Keterbatasan Sumber Daya, Kurangnya pemahaman dan kesadaran hukum Nelayan Andon, Kompleksitas Regulasi SIPI Andon, Pengawasan SIPI Andon belum efektif dan Faktor kondisi cuaca buruk dan Keterbatasan modal Nelayan Andon. Kata kunci; Penegakan Hukum, Surat Izin Andon, Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2021 Tentang Penempatan Alat Penangkapan Ikan Dan Alat Bantu Penangkapan Ikan

    GAMBARAN PENGETAHUAN ANAK USIA SEKOLAH DASAR TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN CACINGAN DI SD NEGERI 75 KOTA BENGKULU

    No full text
    Cacingan merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum dialami anak-anak usia sekolah dasar, terutama di wilayah dengan kondisi lingkungan yang kurang higienis dan rendahnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Penyakit ini ditularkan melalui tanah dan sering kali tidak disadari karena gejalanya bersifat ringan, namun dapat mengganggu pertumbuhan, perkembangan, dan konsentrasi belajar anak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan anak sekolah dasar terhadap upaya pencegahan cacingan di SD Negeri 75 Kota Bengkulu. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan Sampel sebanyak 66 siswa kelas IV dan V dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner tertutup berisi 20 pertanyaan yang mengukur pengetahuan siswa terkait definisi, penyebab, gejala, serta cara pencegahan cacingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki pengetahuan dalam kategori cukup sebanyak 31 siswa (48,8%), kategori baik sebanyak 19 siswa (27,9%) dan kategori kurang sebanyak 14 siswa (21,9%). Temuan ini menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang belum memahami pentingnya mencuci tangan, menjaga kebersihan kuku, menggunakan alas kaki, serta mengonsumsi obat cacing secara berkala. Diharapkan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan siswa belum merata dan perlu ditingkatkan melalui edukasi kesehatan secara sistematis dan berkelanjutan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Diharapkan pihak sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan sangat penting untuk menciptakan perilaku hidup sehat sejak dini. Kata Kunci : Pengetahuan, Cacingan, Anak Sekolah Dasar, Pencegahan

    PENGARUH PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, INVESTMENT OPPORTUNITY SET TERHADAP MANAJEMEN LABA (Studi Pada Perusahaan Sektor Infrastruktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2019-2023)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Profitabilitas, Investment Opportunity Set, Likuiditas terhadap manajemen laba. Studi empiris ini menggunakan perusahaan infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pengambilan sampel didasarkan pada metode purposive sampling dengan beberapa kriteria tertentu. Total sampel yang didapatkan sebanyak 190 perusahaan dengan 10 outlier. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel profitabilitas berpengaruh negatif signifikan terhadap manajemen laba, variabel investment opportunity set berpengaruh negatif terhadap manajemen laba, dan variabel likuiditas berpengaruh negative terhadap manajemen laba. Kata kunci: profitabilitas, set investasi, likuiditas, manajemen lab

    PENGEMBANGAN PANDUAN PRAKTIKUM MATERI GREEN CHEMISTRY PADA KONTEKS EKSTRAK DAUN KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA) SEBAGAI ANTIOKSIDAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berupa buku panduan praktikum Green Chemistry pada konteks ekstrak daun kunyit sebagai antioksidan yang dikembangkan untuk mendeskripsikan peningkatan berpikir kreatif siswa. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan langkah-langkah 4D yang merupakan perpanjangan dari Define (pendefinisian), Design (Perancangan), Development (pengembangan), dan Dissemination (penyebaran). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa larutan yang diukur menggunakan Spektofotometer UV-Vis didapatkan bahwa semakin besar konsentrasi larutan maka semakin kecil nilai absorbansinya. Selanjutnya bahan ajar buku panduan praktikum dirancang dan telah divalidasi oleh 4 validator untuk mengetahui kelayakan buku panduan dapat diketahui bahwa buku panduan praktikum Green Chemistry pada konteks ekstrak daun kunyit (Curcuma Domestica) sebagai antioksidan yang telah dikembangkan tergolong dalam kategori sangat layak dengan rata-rata skor aiken 0,92. Kemudian berdasarkan hasil pretest dan posttest pada kelas kontrol dan kelas eksperimen didapatkan nilai N-gain score sebesar 0,91 yang berarti peningkatan keterampilan berpikir kreatif dalam kategori tinggi. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil keterampilan berpikir kreatif Siswa dengan kegiatan pembelajaran menggunakan buku panduan praktikum Green Chemistry Pada Konteks Ekstrak Daun Kunyit (Curcuma domestica) Sebagai Antioksidan dibandingkan dengan Siswa dengan kegiatan pembelajaran menggunakan buku cetak di perpustakaan. Kata kunci : Green Chemistry, Antioksidan, Ekstrak Daun Kunyit, Berpikir Kreati

    GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG DAMPAK MEROKOK TERHADAP KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 KOTA BENGKULU

    No full text
    Prevalensi perilaku merokok di kalangan remaja Indonesia masih tergolong tinggi. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, sebanyak 7,4% perokok aktif berada pada kelompok usia 10–18 tahun. Hal ini menjadi isu kesehatan masyarakat yang serius, terutama terkait dampaknya terhadap kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja tentang dampak merokok terhadap kesehatan gigi dan mulut di SMK Negeri 2 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 57 siswa jurusan Teknik Alat Berat yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang terdiri dari 10 butir pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 47,4% responden memiliki tingkat pengetahuan cukup, 26,3% memiliki pengetahuan baik, dan 26,3% lainnya memiliki pengetahuan kurang. Hasil ini mencerminkan bahwa sebagian besar remaja belum memiliki pemahaman yang optimal mengenai dampak merokok terhadap kesehatan gigi dan mulut, seperti risiko bau mulut, perubahan warna gigi, penyakit periodontal, karies, hingga kanker mulut. Faktor-faktor seperti pengaruh teman sebaya, kurangnya akses informasi, dan minimnya edukasi kesehatan di sekolah turut memengaruhi rendahnya pengetahuan remaja. Diperlukan intervensi edukatif yang berkelanjutan dan kolaboratif antara sekolah, tenaga kesehatan, serta orang tua untuk meningkatkan kesadaran remaja akan bahaya merokok sejak dini. Kata kunci: merokok, remaja, pengetahuan, kesehatan gigi dan mulut, Sekolah Menengah Kejur

    GAMBARAN STATUS MENTAL PADA PASIEN SKIZOFRENIA YANG MENGALAMI HALUSINASI DIRUANG RAWAT INAP MERPATI RUMAH SAKIT KHUSUS JIWA SOEPRAPTO PROVINSI BENGKULU

    No full text
    Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang berdampak pada aspek kognitif, afektif, dan perilaku, serta sering disertai halusinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan status mental pasien skizofrenia yang mengalami halusinasi di Ruang Rawat Inap Merpati Rumah Sakit Khusus Jiwa Soeprapto Provinsi Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 31 responden. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi status mental yang terdiri dari 15 item. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki penampilan tidak rapi (51,6%) dan seluruhnya dalam tingkat kesadaran composmentis (100%). Pola pembicaraan koheren ditemukan pada 90,3%, aktivitas motorik lesu pada 54,8%, serta mood stabil pada 93,5%, meskipun afek sebagian besar datar (54,8%). Interaksi selama wawancara menunjukkan kurang kontak mata (61,3%). Seluruh responden mengalami gangguan persepsi berupa halusinasi penglihatan (58,1%) dan pendengaran (41,9%). Gangguan proses pikir sirkumtansial ditemukan pada 87,1% responden, sedangkan isi pikir terbanyak berupa fobio (45,2%). Memori jangka panjang terganggu pada 61,3%, dan memori jangka pendek pada 38,7%. Konsentrasi mudah teralihkan ditemukan pada 77,4% responden, sedangkan gangguan penilaian ringan dan gangguan daya tilik diri ditemukan pada 83,9% responden.Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pasien skizofrenia dengan halusinasi memiliki berbagai gangguan status mental yang saling berhubungan. Kata kunci: Status mental, Skizofrenia, Halusin

    IMPLEMENTASI ART THERAPY MERONCE UNTUK MENGURANGI RISIKO DEPRESI PADA LANSIA DI PANTI TRESNA WERDHA KOTA BENGKULU

    No full text
    Lansia yang tinggal di panti sosial memiliki risiko lebih tinggi mengalami risiko depresi akibat perubahan lingkungan, kehilangan dukungan keluarga, dan keterbatasan sosial. Risiko depresi pada lansia berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan kualitas hidup, sehingga diperlukan intervensi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan art therapy meronce sebagai upaya mengurangi risiko depresi pada lansia di Panti Tresna Werdha Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus terhadap dua partisipan lansia perempuan dengan risiko depresi ringan berdasarkan skor Geriatric Depression Scale (GDS15). Intervensi dilakukan selama dua minggu melalui enam sesi terapi meronce manik-manik tasbih, gelang, dan kalung yang dirancang untuk menstimulasi ekspresi diri, kreativitas, serta meningkatkan semangat dan interaksi sosial. Metode pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan pengisian GDS15 sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya penurunan skor GDS15 pada kedua partisipan, partisipan pertama mengalami penurunan skor dari 9 (Risiko depresi ringan menjadi skor 5 (Normal), sedangkan partisipan kedua dari 10 (Risiko depresi ringan) menjadi skor 7 (Risiko depresi ringan). Selain itu, terdapat peningkatan ekspresi emosi positif, motivasi beraktivitas, dan keterlibatan dalam lingkungan sosial panti. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa implementasi art therapy meronce dapat menjadi salah satu intervensi keperawatan komplementer yang efektif dalam mengurangi risiko depresi pada lansia. Disarankan agar panti sosial menerapkan terapi kreatif secara berkelanjutan sebagai bagian dari program keperawatan gerontik untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis lansia. Kata kunci: Art Therapy, Lansia, Meronce, Risiko Depres

    IMPLEMENTASI PERWAL NOMOR 08 TAHUN 2018 DALAM PERLINDUNGAN ANAK KORBAN PENCABULAN DI KOTA BENGKULU

    No full text
    Implementasi perlindungan terhadap anak sebagai korban kekerasan, termasuk pencabulan, tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan. Evaluasi terhadap implementasi tersebut serta dampaknya terhadap korban perlu dilakukan secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Peraturan Walikota Bengkulu Nomor 08 Tahun 2018 sebagai pelaksana Peraturan daerah Kota Bengkulu Nomor 05 Tahun 2014 tentang perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan, khususnya anak korban pencabulan. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis, melalui studi kepustakaan dan wawancara mendalam dengan pihak terkait seperti DP3AP2KB, Yayasan PUPA, Dinas Pendidikan Kota Bengkulu, serta keluarga korban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Perwal telah berjalan melalui sosialisasi, layanan pendampingan, dan rehabilitasi, namun pelaksanaan masih terkendala keterbatasan sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang belum memadai, minimnya anggaran, serta pengaruh stigma dan budaya masyarakat. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan koordinasi antara lembaga, penguatan kapasitas petugas dan fasilitas, serta sosialisasi yang lebih intensif agar perlindungan bagi anak korban pencabulan dapat terwujud secara optimal. Kata Kunci : Implementasi, Peraturan Walikota, Perlindungan Anak, Korban Pencabulan, Kota Bengkulu, Metode Hukum Empiris, Pendampingan Psikologis, Hambatan Pelaksanaan, Stigma Sosial, Koordinasi Lembag

    ANALISIS KUALITATIF FORMALIN DAN BORAKS PADA IKAN ASIN JENIS KEMBUNG YANG BEREDAR DI PASAR MINGGU KOTA BENGKULU

    No full text
    Formalin dan boraks sering disalahgunakan sebagai bahan pengawet pada berbagai produk pangan, termasuk ikan asin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan formalin dan boraks pada ikan asin jenis kembung serta menganalisis efektivitas perbandingan metode uji kualitatif yang digunakan. Analisis kualitatif formalin dilakukan dengan metode kalium permanganat, asam kromatofat 0,5%, dan pereaksi Schiff. Sementara itu, pengujian boraks menggunakan metode tusuk gigi, uji nyala api, dan uji pengendapan AgNO3. Hasil pengujian formalin menunjukkan bahwa dari tujuh sampel, dua sampel terkonfirmasi positif secara konsisten melalui ketiga metode. Namun, metode kalium permanganat menunjukkan semua sampel positif. Pada pengujian boraks, metode tusuk gigi dan nyala api menunjukkan hasil negatif, sedangkan metode AgNO3 menunjukkan tiga sampel positif dengan terbentuknya endapan putih. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Metode terbaik untuk uji formalin adalah metode permanganat karena konsisten memberikan hasil positif pada setiap sampel yang di uji sehingga dinilai paling efektif. Sedangkan untuk uji boraks, metode pengendapan AgNO3 dinilai paling efektif karena didasarkan pada reaksi kimia spesifik antara ion barot dan ion perak (Ag ) yang membentuk endapan perak borat (AgBO2) berwarna putih. Kata kunci : Ikan Asin, Formalin, Boraks, Analisis Kualitatif, Metode Uj

    ANALISIS KUALITAS AIR LAUT BERDASARKAN PARAMETER FISIKA DAN KIMIA DI PANTAI WISATA DI KOTA BENGKULU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air laut di Pantai Wisata Kota Bengkulu berdasarkan parameter fisika (suhu, kekeruhan, salinitas) dan Kimia (pH, nitrat, fosfat dan ammonia), serta menentukan status mutu air laut menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP). Pengambilan sampel dilakukan di tiga lokasi yaitu: Pantai wisata berkas, pantai wisata batu tahu dan pantai wisata zakat, dalam dua kondisi pasang dan kondisi surut. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa beberapa parameter, terutama nitrat dan fosfat, melebihi ambang batas baku mutu sesuai PP No 22 Tahun 2021. Pada kondisi pasang, nilai IP sebesar 10,00 mengindikasikan kategori tergolong tercemar sedang, dan pada kondisi surut nilai IP mencapai 9,54 yang juga tergolong sebagai tercemar sedang. Peningkatan kosentrasi pencemar saat pasang dan surut diduga kuat akibat aktivitas manusia dan buruknya pengelolaan limbah domestik di sekitar pantai. Temuan ini menekankan pentingnya pengelolaan kualitas air laut secara berkelanjutan untuk mendukung keberlanjutan ekosistem dan pariwisata pesisir di kota bengkulu. Kata kunci : Kualitas air laut, Parameter fisik, Parameter Kimia, Indeks Pencemaran, Pantai Bengkul

    6,135

    full texts

    31,735

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNIB Scholar Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇