31735 research outputs found
Sort by
PENGARUH PRAKTIK GREEN ACCOUNTING DAN PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO TERHADAP KINERJA PERBANKAN (Studi pada bank yang listing di BEI tahun 2019-2023)
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris pengaruh praktik green accounting
dan penerapan manajemen risiko terhadap kinerja perbankan (studi pada bank yang listing di BEI
tahun 2019-2023). Kinerja perbankan diukur menggunakan return on asset dan Tobins’Q, green
accounting diukur menggunakan green initiative dan green investment, untuk manajemen resiko
diukur menggunakan manajemen resiko kredit, manajemen resiko operasional, dan manajemen
resiko likuiditas\ud
Penelitian ini diuji menggunakan analisis regresi berganda dengan program SPSS versi 28.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua bank yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia (BEI) pada tahun 2019-2023. Hasil penelitian menunjukkan green accounting yang
diukur menggunakan green investment tidak dapat memberikan dampak dalam peningkatan
kinerja perbankan baik yang di ukur menggunakan return on asset ataupun tobin’q namun green
initiatives memberikan dampak terhadap kinerja perbankan yang di ukur menggunaan tobins’q.
Manajemen resiko kredit dapat meningkatkan kinerja perbankan baik kinerja perbankan yang di
ukur dengan return on asset ataupun tobin’q, manajemen resiko operasional tidak dapat
meningkatkan kinerja perbankan baik kinerja perbankan yang di ukur dengan return on asset
ataupun tobin’q, dan manajemen resiko likuiditas tidak dapat meningkatkan kinerja perbankan
baik kinerja perbankan yang di ukur dengan return on asset ataupun tobin’q.
Implikasi penelitian ini adalah memberikan informasi tambahan penjelasan mengenai teori
stakeholder yang menggambarkan bahwa tercapainya kemakmuran dan kesusksesan suatu
perusahaan itu sangat bergantung dengan kemampuan perusahaan dalam menyesuaikan berbagai
kepentingan dari para stakeholder perusahaan. Stakeholders perusahaan mempunyai hak untuk
mengetahui perkembangan atau informasi di dalam perusahaan baik sifat nya wajib maupun
sukarela yang dilakukan perusahaan yang juga disertai dengan laporan keuangan maupun
nonkeuangan. Perusahaan yang dapat menjalin kerja sama dan hubungan yang baik dengan para
stakeholder, memperhatikan lingkungan yang dihasilkan serta memperhatikan pencatatannya
akan mampu meningkatkan kinerja keuangan perusahaan, karena akan menyebabkan investor
akan berinvetasi di perusahaan.
Penelitian ini tidak terlepas dari keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki, diantaranya
yaitu sampel yang di gunakan masih cukup terbatas yaitu 46 perusahaan dengan rentang waktu
observasi 5 tahun observasi, hal ini memungkinkan hasil penelitian belum maksimal.
Kata Kunci: Kinerja perbankan, green accounting, manajemen resik
PENGARUH PERMAINAN HALANG RINTANG TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK KELOMPOK B DI TK PERJUANGAN KOTA BENGKULU
Anak kelompok B yang masih mengalami permasalahan pada kemampuan motorik
kasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan halang
rintang terhadap kemampuan motorik kasar anak kelompok B di TK Perjuangan
Kota Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif
dengan jenis penelitian Quasi Eksperimen Design dengan desain Nonequivalent
Control Group design. Populasi berjumlah 53 yang meliputi anak Kelompok B di
TK Perjuangan Kota Bengkulu. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 36 anak
diambil dengan teknik proposive sampling. Penelitian menggunakan dua kelas yaitu
kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes.
Analisis data menggunakan analisis parametrik independent sampel test. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan motorik kasar
antara anak yang mengikuti permainan halang rintang kolam rintangan dan
permainan jalur magnetik. Maka disimpulkan permainan halang rintang kolam
rintangan berpengaruh terhadap kemampuan motorik kasar anak usia 5--6 tahun di
TK Perjuangan Kota Bengkulu.
Kata Kunci: Kemampuan Motorik Kasar, Permainan Halang Rintang, Anak
Usia Din
PENGARUH MYSTERY BOX TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF PADA ANAK KELOMPOK A TK PERJUANGAN KOTA BENGKULU
Terdapat beberapa anak yang mengalami kesulitan dalam memahami
konsep bilangan, bentuk geometri, warna dan ukuran besar/kecil. Mystery box
merupakan alat peraga yang digunakan oleh guru berupa kotak yang terbuat dari
karton padi yang di bungkus dengan kertas karton atau pembungkus warna-warni
agar menarik, dipenuhi dengan elemen kejutan dan di dalamnya ada beberapa
permainan yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak seperti belajar
angka 1--10, mengenal warna, menggelompokkan bentuk geometri yang berbentuk
macam-macam bentuk geometri. Kognitif merupakan kemampuan dalam
mengembangkan persepsi anak berdasarkan apa yang mereka lihat, rasakan dan di
dengar sehingga anak memiliki pemahaman yang komprehensif. Tujuan penelitian
ini untuk mengetahui pengaruh mystery box terhadap kemampuan kohnitif pada
anak kelompok A di TK Perjuangan Kota Bengkulu. Populasi dalam penelitian ini
adalah seluruh anak di TK Perjuangan Kota Bengkulu. Sampel penelitian ini
sebanyak 30 anak diambil dengan menggunakan teknik sampling. Variabel dalam
penelitian ini adalah Mystery box dan kemampuan kognitif. Teknik pengumpulan
data yang digunakan adalah tes. Teknik analisis data menggunakan ststistik SPSS
26 dengan rumus Independent Sample T-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa
Mystery box berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak
kelompok A.
Kata Kunci: Mystery box, Kemampuan Kognitif Ana
PENGARUH PEMANFAATAN BUKU CERITA BERGAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA ANAK USIA 3-4 TAHUN DI KELOMPOK BERMAIN KOTA BENGKULU
Penelitian ini membahas masalah kemampuan berbicara anak usia 3–4 tahun di
kelompok bermain, seperti pelafalan kata, keterbatasan kosakata, dan kurangnya
minat berbicara. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh dan efektivitas
penggunaan buku cerita bergambar terhadap kemampuan berbicara anak. Sampel
penelitian terdiri dari 8 anak di TK Lab School UNIB (kelas eksperimen) dan 8
anak PAUD Burniat Ceria (kelas kontrol) Metode penelitian ini menggunakan
penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen (Quasy Eksperimental Desigen)
Analisis data menggunakan Independent sampel test T-Test dan N-Gain Score.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemanfaatan buku
cerita bergambar terhadap kemampuan berbicara anak usia 3-4 tahun dengan
tingkat efektivitas sedang. Dengan adanya penelitian ini disarankan kedepannya,
untuk menggunakan media cerita bergambar yang lebih beragam atau dalam
bentuk digital untuk melihat evektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan
berbicara anak dalam konteks yang berbeda.
Kata Kunci : Buku Cerita Bergambar, Kemampuan Berbicar
PENGARUH ALAT PERMAINAN EDUKATIF TERHADAP KEMAMPUAN NUMERASI ANAK KELOMPOK A DI TK ISLAM AL AZHAR 50 BENGKULU
Anak usia 4—5 tahun masih mengalami kesulitan dalam mengenal simbol angka dan
mengurutkannya secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
penggunaan alat permainan edukatif Sandpaper Number terhadap kemampuan
numerasi anak. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain
pre-eksperimental tipe One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian
berjumlah 15 anak yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang
digunakan berupa lembar observasi dan tes. Hasil analisis data menunjukkan adanya
peningkatan nilai rata-rata dari pretest sebesar 40,13 menjadi 50,87 pada posttest. Uji
Paired Samples t-Test menghasilkan nilai signifikansi 0,001 < 0,05, sehingga dapat
disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan numerasi antara
anak yang belajar menggunakan sandpaper number dan anak yang belajar
menggunakan media konvesional. Dengan demikian, penggunaan alat permainan
edukatif Sandpaper Number berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan
numerasi anak kelompok A. Media ini terbukti efektif karena bersifat multisensori,
konkret, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Kelebihan
penelitian ini efektif karena menggunakan media inovatif yang sesuai dengan
karakteristik anak usia dini, terbukti signifikan meningkatkan kemampuan numerasi.
Temuan ini juga mendorong penggunaan metode pembelajaran yang lebih menarik dan
konkret di PAUD.
Kata kunci : alat permainan edukatif, sandpaper number, kemampuan numerasi
EFEKTIVITAS CAPAIAN PROGRAM PRIORITAS PEMBANGUNAN DALAM KERANGKA PERENCANAAN ANGGARAN BERBASIS KINERJA STUDI KASUS DI KABUPATEN REJANG LEBONG
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas capaian
program prioritas pembangunan dalam kerangka perencanaan anggaran
berbasis kinerja (PBB) di Kabupaten Rejang Lebong. Dengan menggunakan
pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini menganalisis keterpaduan
antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi
program prioritas pembangunan daerah selama periode 2022–2024. Data
dikumpulkan melalui studi dokumen, wawancara mendalam dengan pejabat
perencana, pelaksana, pengawas, serta observasi langsung pada proses
perencanaan dan evaluasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PBB di Kabupaten
Rejang Lebong telah berjalan secara formal sesuai regulasi, dengan seluruh
program prioritas dirancang berdasarkan indikator kinerja utama (IKU) dan
capaian kinerja yang terukur. Namun, efektivitas capaian program masih
menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan anggaran daerah,
ketergantungan pada dana transfer pusat, kapasitas sumber daya manusia yang
belum optimal, serta lemahnya integrasi dan kolaborasi lintas OPD. Capaian
indikator output umumnya cukup baik, tetapi capaian kinerja jangka menengah
seperti peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, pertumbuhan
ekonomi, dan pemerataan infrastruktur belum sepenuhnya memenuhi target
RPJMD. Hambatan lain yang ditemukan adalah orientasi pelaksanaan yang
masih dominan pada output fisik, belum sepenuhnya outcome-based, serta
proses monitoring dan evaluasi yang lebih menekankan kepatuhan
administratif daripada analisis dampak substantif di masyarakat.
Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas SDM,
optimalisasi sistem monitoring dan evaluasi berbasis teknologi, serta
peningkatan sinergi lintas sektor untuk memastikan perencanaan dan
penganggaran benar-benar berorientasi pada hasil. Hasil penelitian diharapkan
dapat menjadi acuan strategis bagi Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong
dalam memperbaiki kualitas tata kelola perencanaan, penganggaran, dan
evaluasi kinerja, sehingga mendukung tercapainya visi pembangunan daerah
yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Kata Kunci : Efektivitas, anggaran berbasis kinerja, program prioritas
pembangunan, evaluasi kinerja, Kabupaten Rejang
Lebon
ANALISIS KUALITAS INFORMASI DARI CITIZEN JOURNALISM PADA AKUN INSTAGRAM @curup_kito
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas informasi pada postingan yang berasal dari citizen journalism yang ada di akun Instagram @curup_kito. Teori yang digunakan adalah 4 dimensi penilaian kualitas informasi yang digagas oleh Nelson R. R, dkk. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskripstif dengan menganalisis 7 postingan yang sesuai dengan kategori informasi dari citizen journalism
yang sering muncul pada akun @curup_kito yaitu Kecelakaan, keadaan lalu lintas, bencana alam, kebakaran, penemuan masyarakat, pencemaran lingkungan, tindak kriminal dan mewawancarai Admin akun @curup_kito. Hasil dari penelitian ini adalah nilai kualitas informasi pada postingan yang berasal dari citizen journalism pada akun @curup_kito yang mengacu pada teori Nelson, dkk tentang penilaian kualitas
informasi bahwa kualitas informasi dinilai menggunakan 4 dimensi yaitu akurat, lengkap, terkini, dan pemformatan. Setelah dilakukan observasi, analisis dan wawancara, @curup_kito sudah memenuhi 4 dimensi tersebut dengan baik. Dimensi akurasi, pihak @curup_kito melakukan pengecekan ulang dan memastikan kebenarannya sebelum melakukan diposting. Dimensi terkini, @curup_kito akan memposting informasi pada hari kejadian tersebut membuat informasi dapat diketahui secara cepat oleh followers. Dari dimensi format, @curup_kito melakukan editing terlebih dahulu, dengan memilah foto atau video dengan angle terjelas, caption menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca. Kekurangannya yaitu dari dimensi kelengkapan jika berpededoman pada 5W+1H belum cukup lengkap, karena
pihak @curup_kito hanya melakukan wawancara singkat dengan pengirim informasi tersebut dan dimensi kelengkapan yang sering muncul yaitu apa, dimana, dan kapan
PENGARUH FINANCIAL ATTITUDE, SUBJECTIVE NORM DAN PERCEIVED BEHAVIOUR CONTROL TERHADAP MINAT PENGGUNAAN APLIKASI FINANCIAL TECHNOLOGY (Studi Kasus Mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Bengkulu)
Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi finansial (fintech) telah berkembang
pesat dan mengubah cara masyarakat mengelola keuangan. Fintech mencakup
berbagai layanan keuangan berbasis teknologi, seperti pembayaran digital, investasi
online, dan pinjaman peer-to-peer, yang semakin mudah diakses oleh masyarakat.
Peningkatan adopsi fintech didorong oleh kemajuan teknologi digital serta
meningkatnya akses internet yang memungkinkan transaksi keuangan dilakukan
secara lebih efisien dan cepat. Berdasarkan laporan Asosiasi Fintech Indonesia
(Aftech) tahun 2024, sekitar 80% masyarakat Indonesia berusia 18 hingga 34 tahun
telah menggunakan layanan fintech, terutama dalam bentuk e-wallet dan pembayaran
digital. Namun, meskipun penggunaan fintech semakin luas, belum semua kelompok
masyarakat, termasuk mahasiswa, dapat memanfaatkannya secara optimal. Hal ini
menimbulkan pertanyaan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi minat
mahasiswa dalam menggunakan aplikasi fintech.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial attitude,
subjective norm, dan perceived behavior control terhadap minat penggunaan aplikasi
fintech pada mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Bengkulu. Financial attitude mencerminkan sikap individu dalam mengelola
keuangan, subjective norm merujuk pada pengaruh lingkungan sosial dalam keputusan
penggunaan fintech, sedangkan perceived behavior control mengacu pada keyakinan
individu terhadap kemampuannya dalam menggunakan teknologi finansial. Ketiga
faktor ini berpotensi memengaruhi keputusan mahasiswa dalam memanfaatkan fintech
untuk aktivitas keuangan mereka sehari-hari.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian
eksplanatori untuk menguji hubungan sebab-akibat antara variabel-variabel yang
diteliti. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa
Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bengkulu dan dianalisis
menggunakan metode regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial attitude tidak memiliki pengaruh
signifikan terhadap minat penggunaan fintech dengan nilai t-hitung = 1.430 dan
signifikansi 0.156 (>0.05). Sementara itu, subjective norm memiliki pengaruh
signifikan dengan nilai t-hitung = 5.216 dan signifikansi 0.000 (<0.05). Perceived
behavior control juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan
fintech dengan nilai t-hitung = 5.171 dan signifikansi 0.000 (<0.05). Secara simultan,
ketiga variabel ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat penggunaan
fintech dengan nilai F-hitung = 18.191 dan signifikansi 0.000 (<0.05), serta nilai R
Square sebesar 0.362 yang menunjukkan bahwa 36.2% variasi minat mahasiswa
vi
terhadap fintech dapat dijelaskan oleh variabel penelitian.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa subjective norm dan
perceived behavior control memiliki peran penting dalam menentukan minat
mahasiswa dalam menggunakan fintech, sementara financial attitude tidak
memberikan pengaruh yang signifikan. Mahasiswa lebih cenderung menggunakan
fintech jika mendapatkan dorongan dari lingkungan sosial dan merasa percaya diri
dengan kemampuan mereka dalam mengoperasikan teknologi finansial. Oleh karena
itu, strategi untuk meningkatkan adopsi fintech di kalangan mahasiswa sebaiknya
berfokus pada membangun kesadaran sosial dan meningkatkan literasi digital mereka.
Sebagai saran, pengembang aplikasi fintech dapat menambahkan fitur edukasi
finansial yang lebih interaktif untuk meningkatkan pemahaman pengguna tentang
manajemen keuangan. Pihak perguruan tinggi juga diharapkan dapat mengadakan
program literasi keuangan dan teknologi bagi mahasiswa agar mereka lebih percaya
diri dalam menggunakan fintech. Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan
menambahkan variabel lain, seperti perceived usefulness dan ease of use, serta
memperluas cakupan responden untuk mendapatkan gambaran yang lebih
komprehensif mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan fintech di
kalangan mahasiswa
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TENTANG ANEMIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELAGA DEWA KOTA BENGKULU
Perubahan fisik yang sering terjadi salah satunya adalah perubahan pada sirkulasi darah
yang dapat menyebabkan hemodilusi. Anemia pada kehamilan merupakan salah satu
kelainan dalam kehamilan terutama di negara berkembang. Ibu hamil primigravida
didasarkan pada fakta bahwa mereka merupakan kelompok yang belum memiliki
pengalaman kehamilan sebelumnya, sehingga berpotensi kurang mendapatkan informasi
dan edukasi mengenai anemia secara optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
gambaran pengetahuan ibu hamil primigravida tentang anemia di Wilayah Kerja
Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan
desain penelitian kuantitatif. Metode pengambilan sampel dengan teknik accidental
sampling dengan sampel 60 orang ibu hamil primigravida yang bersedia menjadi
responden. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner pengetahuan tentang
anemia kehamilan. Hasil penelitian ini menunjukan lebih dari setengahnya (55%)
responden pada kategori cukup, hampir setengahnya (35%) responden pada kategori
kurang, dan sebagian kecil (10%) pada kategori baik. Penelitian ini menunjukan sebagian
besar responden memiliki pengetahuan yang cukup tentang anemia.
Kata kunci: Anemia, Pengetahuan, Primigravid
PENGARUH SOCIAL MEDIA MARKETING DAN BEAUTY INFLUENCER TERHADAP PURCHASE INTENTION DIMEDIASI OLEH BRAND IMAGE PADA SKINCARE PRIA DI BENGKULU
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Social Media Marketing dan Beauty
Influencer Terhadap Purchase Intention Dimediasi oleh Brand Image (Studi Kasus
Skincare Pria di Bengkulu)”. Latar belakang dari penelitian ini didasari oleh
meningkatnya kesadaran pria terhadap perawatan kulit, serta pengaruh signifikan
media sosial dan beauty influencer dalam membentuk citra merek dan keputusan
pembelian konsumen, khususnya di kalangan pria.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung Social
Media Marketing dan Beauty Influencer terhadap Brand Image dan Purchase
Intention. Pengaruh Brand Image terhadap Purchase Intention. Peran mediasi Brand
Image dalam hubungan antara Social Media Marketing dan Beauty Influencer
terhadap Purchase Intention. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif
dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner online. Teknik sampling yang
digunakan adalah purposive sampling, dengan total responden sebanyak 200 pria
pengguna skincare di Kota Bengkulu. Data dianalisis menggunakan metode
Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan SmartPLS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Social Media Marketing dan Beauty
Influencer berpengaruh positif dan signifikan terhadap Brand Image. Brand Image
berpengaruh signifikan terhadap Purchase Intention.Terdapat pengaruh signifikan
dari Social Media Marketing dan Beauty Influencer terhadap Purchase Intention,
x
baik secara langsung maupun tidak langsung melalui Brand Image sebagai variabel
mediasi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan
strategi pemasaran digital dan memberikan implikasi praktis bagi perusahaan
skincare untuk meningkatkan minat beli konsumen pria melalui optimalisasi media
sosial dan kolaborasi dengan beauty influencer.
Kata Kunci: Social Media Marketing, Beauty Influencer, Brand Image, Purchase
Intention, Skincare Pri