University of Bengkulu

UNIB Scholar Repository
Not a member yet
    31735 research outputs found

    PERBEDAAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPLANASI MENGGUNAKAN METODE MIND MAPPING DENGAN MENGGUNAKAN METODE KONVENSIONAL PADA SISWA KELAS VIII SMPN 2 REJANG LEBONG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan menulis teks eksplanasi menggunakan metode mind mapping dengan menggunakan metode konvensional siswa kelas VIII SMPN 2 Rejang Lebong. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode True Experimental Design. Sample penelitian adalah siswa kelas VIII SMPN 2 Rejang lebong yaitu kelas VIII A dan VIII B yang masing – masing kelas berjumlah 32 siswa. Analisis data yang digunakan yaitu teknik statistik deskriptif dengan pemberian skor, menghitung rata-rata dan melakukan pengujian hipotesis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kemampuan menulis teks eksplanasi siswa dengan menggunakan metode mind mapping menunjukan nilai rata-rata kemampuan menulis teks eksplanasi siswa yaitu 71,2 hal ini termasuk ke kategori tinggi. Sedangkan kemampuan menulis teks eksplanasi siswa menggunakan metode konvensional menunjukan nilai rata-rata kemampuan menulis teks eksplanasi siswa yaitu 65,4 hal ini termasuk ke kategori sedang. Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t untuk data Posttest pada kelas eksperimen sebesar 3.81 sedangkan nilai ditunjuk pada tabel t adalah 2.00, sehingga diperoleh t hitung ≥ ttabel (3.81 ≥ 2.00) yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kemampuan menulis teks eksplanasi siswa yang menggunakan metode mind mapping dengan menggunakan metode konvensional. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan metode mind mapping dapat meningkatkan kemampuan menulis teks eksplanasi siswa secara signifikan. Kata Kunci : Kemampuan menulis, Teks eksplanasi, Metode mind mappin

    SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN PETERNAKAN AYAM BROILER TERHADAP MASYARAKAT DI PT. AMIR FARM DESA TABALAGAN KABUPATEN BENGKULU TENGAH

    No full text
    Pesatnya perkembangan industri ayam broiler disebabkan oleh tingginya konsumsi daging ayam sebagai sumber utama protein masyarakat. Selain itu, daging ayam mudah didapatkan dan harganya lebih terjangkau dibandingkan daging lainnya. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, peternakan ayam broiler dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan dampak negatif lainnya. usaha peternakan ayam boiler yang berada di lingkungan masyarakat dirasakan mulai mengganggu warga, terutama peternakan ayam yang lokasinya dekat dengan pemukiman penduduk. Masyarakat banyak mengeluhkan dampak buruk dari kegiatan usaha peternakan ayam boiler karena masih banyak peternak yang mengabaikan penanganan limbah dari usahanya. Dampak yang dapat ditimbulkan peternakan ayam adalah bau, munculnya lalat dan kekhawatiran menyebarkan virus flu burung. International Organization for Standardization (ISO) 14001 Standar Sistem Manajemen Lingkungan (SML) yang menjadi acuan dalam menjamin kinerja sistem manajemen lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Amir Farm Desa Tabalagan, Kecamatan Semidang Lagan, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Kota Bengkulu pada bulan AgustusSeptember 2024. Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk menganalisis sistem manajemen lingkungan yang diterapakan oleh peternakan ayam broiler dan mengukur persepsi terhadap keberadaan peternakan ayam broiler. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan tentang manajemen lingkungan dalam konteks peternakan ayam broiler dan memberikan rekomendasi kepada peternak serta pemerintah daerah dalam mengelola dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh peternakan ayam broiler. Variabel yang diamati meliputi identitas responden, produksi dan dampak produksi limbah, kadar zat besi (Fe), kadar garam, pencegahan pencemaran limbah, evaluasi kandang dan persepsi masyarakat terhadap dampak lingkungan peternakan. Data yang di peroleh pada penelitian ini kemudian di tabulasikan dan dianalisis menggunakan analisis potret data. Berdasarkan hasil penelitian mengenai sistem manajemen lingkungan di PT. Amir Farm, dapat disimpulkan bahwa Farm dengan pemilik bapak Amir, jarak kandang dari permukiman masyarakat >500 meter, sehingga masyarakat tidak merasa terganggu dengan keberadaan peternakan ini. Area sekitar kandang dikelilingi kebun yang mendukung pengelolaan lingkungan yang baik. Peternakan ini menghasilkan limbah berupa limbah padat, cair dan gas yang dikelola dengan menyemprotkan EM4 dan desinfektan dua kali sehari serta mengolah kotoran ternak menjadi pupuk untuk mengurangi polusi udara. Dalam pengelolaan lingkungannya, PT. Amir Farm mengikuti prinsip manajemen lingkungan ISO 14001. (Program Studi Peternakan, Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

    PENGARUH PENAMBAHAN GULA MERAH DENGAN KONSENTRASI BERBEDA TERHADAP pH, TOTAL ASAM, KADAR AIR, SUSUT MASAK DAN SIFAT ORGANOLEPTIK BEKASAM DAGING SAPI

    No full text
    Bekasam merupakan salah satu produk fermentasi tradisional yang umumnya dibuat dari daging atau ikan dengan penambahan nasi dan garam. Namun, penelitian mengenai bekasam dari daging sapi masih terbatas, terutama dalam hal variasi sumber karbohidratnya. Oleh karena itu eksplorasi bahan tambahan seperti gula merah yang berpotensi meningkatkan mutu fisikokimia dan organoleptik bekasam. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penambahan gula merah dengan konsentrasi berbeda (0%, 2%, 4%, dan 6%) terhadap mutu bekasam daging sapi, terutama pada variabel pH, total asam, kadar air, susut masak, serta sifat organoleptik seperti aroma, rasa, dan penerimaan keseluruhan. Hipotesis yang diajukan adalah bahwa konsentrasi gula merah yang berbeda akan memengaruhi secara signifikan variabel-variabel mutu tersebut. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Bekasam dibuat dari campuran 70% daging sapi dan 30% nasi, dengan penambahan garam 20% dari berat daging dan gula merah sesuai perlakuan. Level perlakuan yang diaplikasikan adalah persentase penambahan gula merah berbasis berat daging, yaitu 0% (P1), 2% (P2), 4% (P3), dan 6% (P4). Fermentasi dilakukan selama lima hari. Pengujian mencakup pengukuran pH dengan pH meter, total asam melalui titrasi NaOH, kadar air dengan metode oven pengering, susut masak dengan perebusan dalam plastik, serta uji organoleptik oleh 10 panelis terlatih menggunakan skala hedonik 1–7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan gula merah memberikan pengaruh nyata terhadap penurunan pH dan kadar air. Semakin tinggi konsentrasi gula merah, pH cenderung menurun (dari 5,49 menjadi 5,37) dan kadar air menurun (dari 60,63% menjadi 56,06%). Ini dikaitkan dengan meningkatnya aktivitas bakteri asam laktat yang memfermentasi karbohidrat menjadi asam organik. Meski demikian, penambahan gula merah tidak berpengaruh nyata terhadap total asam dan susut masak, meskipun tren peningkatan total asam (2,67%–3,02%) dan penurunan susut masak (40,20%–40,09%) terlihat. Pada aspek organoleptik, tidak ditemukan perbedaan signifikan antar perlakuan dalam aroma, rasa, dan penerimaan keseluruhan, namun secara deskriptif perlakuan dengan 2% gula merah (P2) memberikan skor tertinggi (aroma 4,92, rasa 4,27, penerimaan 4,17), menunjukkan preferensi panelis terhadap produk dengan komposisi ini. Kesimpulannya, penambahan gula merah pada bekasam daging sapi memengaruhi karakteristik pH dan kadar air secara signifikan, dan cenderung meningkatkan kualitas total asam dan sifat organoleptik meskipun tidak signifikan secara statistik. Konsentrasi gula merah 2% dinilai sebagai perlakuan terbaik karena menghasilkan keseimbangan antara karakteristik kimia dan preferensi sensorik yang baik. Oleh karena itu, disarankan penggunaan gula merah 2% dalam formulasi bekasam daging sapi untuk menghasilkan produk dengan mutu yang optimal dan disukai oleh konsumen. (Program Studi Peternakan, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

    ANALYSIS OF STUDENTS’ SELF-EFFICACY, ANXIETY AND PERFORMANCE IN SPEAKING CLAS: IN ENGLISH DEPARTMENT OF BENGKULU UNIVERSITY

    No full text
    This study aims to determine the extent to which students' Self-Efficacy and Anxiety predict Performance in speaking classes. This study uses quantitative methods by using SPSS in processing data. The researcher used questionnaire instruments and students' final public speaking scores to conduct the study. The sample in this study was second semester English students at Bengkulu University class of 2023 with a total of 51 students. The results obtained by the researcher in this study were a significance value of less than 0.031 < 0.05, indicating that Self- efficacy significantly predicts performance in speaking classes, while a significant value of 0.097 > 0.05 that anxiety does not predict performance in speaking classes. The conclusion of this study is Self-Efficacy significantly predicts performance but anxiety does not predict performance, because anxiety often occurs before learning takes place which does not predict performance in speaking class. Keywords: Self-Efficacy, Anxiety, Performance Speaking Clas

    EDUKASI DAN PENDAMPINGAN KETIDAKNYAMANAN PADA Ny. A G1P0A0 DI TEMPAT PRAKTIK MANDIRI BIDAN MARIANI KOTA BENGKULU

    No full text
    Perubahan fisiologi yang terjadi pada ibu hamil trimester III yaitu serangkaian adaptasi yang terjadi dalam tubuh ibu, pada tahap ini rahim semakin membesar, hormon-hormon kehamilan meningkat, serta terjadi penyesuaian pada sistem kardiovaskuler, pernafasan, pencernaan, muskoloskletal, dan lainnya. Perubahan fisiologis ini tentunya menimbulkan ketidaknyamanan. Ketidaknyamanan selama kehamilan merupakan kondisi fisiologis yang umum dialami ibu, terutama pada trimester III, beberapa keluhan yang sering dirasakan adalah nyeri punggung dan sering BAK akibat pembesaran uterus. Proses persalinan ketidaknyamanan timbul akibat kontraksi uterus, dilatasi, penipisan serviks, dan penurunan janin. Masa nifas keluhan yang muncul adalah nyeri uterus (after paint) dan nyeri perineum karena laserasi jaringan. Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan asuhan komprehensif pada Ny. A G1P0A0 dengan edukasi dan pendampingan ketidaknyamanan, yang dilakukan di TPMB Mariani, Kota Bengkulu. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, dan studi kepustakaan. Hasil asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. A G1P0A0 dilakukan sesuai rencana yang diberikan. Kehamilan trimester III diberikan teknik counterpressure di bagian sakrum untuk mengurangi nyeri punggung bawah, untuk keluhan sering BAK, diberikan edukasi tentang pengurangan konsumsi air putih di malam hari dan senam kegel. Ketidaknyamanan pada persalinan dilakukan counterpressure untuk mengurangi nyeri kontraksi. Asuhan pada masa nifas, diberikan kompres dingin untuk nyeri perineum dan teknik massage effleurage untuk nyeri kontraksi. Evaluasi menunjukkan semua proses berjalan lancar tanpa komplikasi, persalinan spontan, bayi IMD 1 jam penuh dengan kebutuhan ASI tercukupi, ibu dan bayi sehat. Ny A P1A0 sudah menggunakan alat kontrasepsi kondom. Simpulan asuhan yang diberikan selama 6 minggu sesuai dengan kebutuhan klien yang didukung oleh teori dan evidence based dalam kebidanan. Kata kunci: Edukasi, Ibu Hamil, Ketidaknyamana

    PROTOTIPE MANAJEMEN INVESTASI PENDEKATAN SOCIAL ENTREPRENEUR MASYARAKAT KURANG MAMPU

    No full text
    Pengelolaan keuangan merupakan kebutuhan esensial bagi keluarga dan memainkan peran penting dalam menciptakan stabilitas ekonomi. Di Sukabumi, peningkatan kasus perceraian dari 1.262 kasus pada tahun 2018 menjadi 1.745 kasus pada 2019 menunjukkan bahwa ketidakstabilan ekonomi berdampak signifikan terhadap keharmonisan rumah tangga. Secara nasional, 67.891 kasus perceraian disebabkan oleh persoalan ekonomi (Norman & Suryani, 2019). Salah satu akar masalahnya adalah rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya investasi dan literasi keuangan. Survei OJK (2017) menunjukkan bahwa 69% masyarakat lebih berfokus pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari, dan hanya 30,7% yang rutin membuat anggaran bulanan. Tingkat literasi keuangan secara nasional masih rendah, hanya 49,68%, dan bahkan lebih rendah di kalangan buruh dan petani (21,84%). Berbagai kendala seperti keterbatasan waktu, rendahnya rasa percaya diri, dan kompleksitas produk keuangan membuat masyarakat berpendapatan rendah sulit memahami dan mengakses layanan keuangan (Rahmawati, 2016). Dalam konteks ini, pendekatan social entrepreneurship dinilai sebagai solusi yang menjanjikan, karena menggabungkan tujuan sosial dengan praktik bisnis yang berkelanjutan. Inspirasi diambil dari keberhasilan Muhammad Yunus dan Bank Grameen dalam memberdayakan masyarakat melalui skema pinjaman mikro (Nurhayati, 2016). Penelitian ini bertujuan untuk membangun dan mengembangkan prototipe manajemen investasi berbasis social entrepreneur melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE), agar KUBE dapat bertransformasi dari sekadar penerima bantuan menjadi platform kolaboratif untuk edukasi dan investasi. Sebagai bagian dari pendekatan social entrepreneurship, peneliti tidak hanya berperan sebagai akademisi, tetapi juga bertindak langsung sebagai investor sosial dan fasilitator perubahan, yang mendampingi proses pengembangan usaha masyarakat sejak tahap perancangan hingga implementasi. Peneliti terlibat secara aktif dalam memberikan pendampingan teknis, edukasi literasi keuangan, serta penyediaan modal awal bagi KUBE sebagai bentuk investasi berdampak sosial. Pendekatan ini menegaskan bahwa penelitian tidak semata-mata bersifat observasional, melainkan transformatif—dengan membangun ekosistem bisnis berkelanjutan yang berjalan bersamaan dengan proses pemberdayaan masyarakat kurang mampu. Peran ganda peneliti sebagai fasilitator sekaligus social entrepreneur menunjukkan komitmen terhadap inklusi ekonomi, di mana kegiatan bisnis tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada peningkatan kapasitas dan kesejahteraan komunitas yang selama ini terpinggirkan secara ekonomi. Metode yang digunakan adalah action research yang partisipatif dan emansipatif, untuk mendorong perubahan sosial dan memberdayakan masyarakat. Penelitian ini melibatkan validasi prototipe melalui FGD, implementasi di 10 v vi KUBE sebagai sampel, serta evaluasi persepsi anggota melalui kuesioner. Monitoring dilakukan melalui rapat bulanan, dengan keberhasilan yang diukur tidak hanya dari aspek finansial, tetapi juga dari peningkatan pemahaman dan komitmen anggota terhadap investasi. Hasil lapangan menunjukkan bahwa prototipe manajemen investasi berbasis KUBE sangat layak diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu. Beberapa KUBE mulai merasakan return dari usaha ternak yang dikembangkan, menunjukkan dampak nyata dari partisipasi investasi rutin. Peningkatan literasi keuangan dan kepercayaan diri anggota juga terpantau meningkat. Validasi kuesioner menunjukkan 90,3% anggota memahami konsep yang diperkenalkan, dan 96,8% merasa cocok dengan sistem investasi yang dirancang. Masukan dari anggota KUBE mencerminkan antusiasme tinggi terhadap keberlanjutan dan replikasi model ini. Mereka mengusulkan pembentukan KUBE investasi mandiri di setiap desa dan menekankan pentingnya dukungan pemerintah. KUBE juga dinilai bermanfaat sebagai wadah pengembangan keterampilan individu dan mempererat hubungan sosial antaranggota. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan ilmu manajemen keuangan, khususnya pada model investasi berbasis komunitas. Prototipe ini memperkuat regulasi internal KUBE, mensyaratkan kesadaran investasi sebelum menerima bantuan, dan membuka peluang bagi lembaga seperti LAZ dan BAZ untuk menyalurkan dana zakat produktif melalui mekanisme saham usaha bersama. Pemerintah juga didorong untuk mengembangkan program penanggulangan kemiskinan yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga edukatif dan produktif. Akhirnya, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pengurangan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di daerah tertinggal. Melalui peningkatan literasi keuangan, investasi sosial, dan pendekatan berbasis komunitas, program KUBE Investasi Mandiri menjadi contoh konkret model pemberdayaan yang inklusif dan berkelanjutan

    EDUKASI DAN PENDAMPINGAN PADA NY. S G3P2A0 DENGAN FAKTOR RISIKO UMUR LEBIH DARI 35 TAHUN DI TEMPAT PRAKTIK MANDIRI BIDAN (TPMB) YULISMITA, SST KOTA BENGKULU

    No full text
    Kehamilan risiko tinggi merupakan kehamilan yang menyebabkan komplikasi dan membahayakan kondisi ibu dan bayi serta dapat menyebabkan kematian sebelum bayi dilahirkan. Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan asuhan kebidanan komprehensif dengan pemberian edukasi dan pendampingan pada Ny.S G3P2A0 dengan faktor risiko umur lebih dari 35 tahun dipraktik mandiri bidan (TPMB) Yulismita, SST Kota Bengkulu. Penulisan studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan meliputi observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi kepustakaan. Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny.S G3P2A0 yang dilakukan sesuai dengan rencana yang diberikan pada proses pendampingan yaitu: ANC 6 kali, USG, persiapan P4K, KIE tanda bahaya, pemanfaatan buku KIA, dan asuhan kebidanan 10T. Pada persalinan memberikan asuhan persalinan yang aman, memantau kemajuan persalinan dengan partograf, 60 langkah APN, BAKSOKUDA, dan untuk mendorong kemajuan persalinan dengan gym ball. Masa nifas dilakukan observasi KF I 2 jam pertama post partum sampai KF IV, dan untuk mengurangi nyeri Abdomen dilakukan effleurage massage. Ny.S G3P2A0 setelah masa nifas berakhir menggunakan alat kontrasepsi IUD. Kesimpulan asuhan kebidanan komprehensif yang diberikan selama 7 minggu pada Ny.S G3P2A0 berjalan dengan lancar dan nomal yang didukung oleh teori dan evidance based dalam kebidanan. Kata kunci : Edukasi, Faktor Risiko, Ibu Hami

    PENYEDERHANAAN STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI BENGKULU (Studi pada Peraturan Gubernur Bengkulu Nomor 39 Tahun 2022)

    No full text
    Penyederhanaan struktur organisasi merupakan bagian dari reformasi birokrasi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih ramping, adaptif, dan berorientasi hasil. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi kebijakan penyederhanaan struktur organisasi di Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu serta menganalisis hambatan yang dihadapi berdasarkan perspektif reinventing government David Osborne dan Peter Plastrik, dan teori evaluasi kebijakan publik William N. Dunn. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain evaluatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Evaluasi dilakukan berdasarkan enam kriteria Dunn (2003): efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ini belum sepenuhnya efektif dalam meningkatkan kinerja organisasi. Hambatan signifikan meliputi ketidaksiapan sumber daya manusia, lemahnya koordinasi antarunit, belum adanya pedoman teknis yang jelas, dan sistem kerja yang belum sepenuhnya disesuaikan dengan struktur baru. Dari perspektif Osborne dan Plastrik, kebijakan belum optimal menerapkan strategi inti, strategi konsekuensi, strategi pelanggan, strategi pengendalian, dan strategi budaya. Rekomendasi strategis mencakup peningkatan pelatihan ASN, penyusunan prosedur teknis yang rinci, perbaikan sistem koordinasi, dan penguatan manajemen perubahan berbasis teknologi informasi. Evaluasi kebijakan secara berkala perlu dilakukan agar kebijakan lebih tepat sasaran dan mendukung terwujudnya birokrasi modern yang efektif dan efisien. Kata Kunci: Penyederhanaan Struktur Organisasi, Reinventing Government, Evaluasi Kebijakan, Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Reformasi Birokrasi

    EDUKASI DAN PENDAMPINGAN KETIDAKNYAMANAN PADA NY. E G3P2A0 DI TEMPAT PRAKTIK MANDIRI BIDAN (TPMB) OCIK LESTARI KOTA BENGKULU

    No full text
    Ketidaknyamanan merupakan hal fisiologis dirasakan ibu hamil, bersalin dan nifas. Ketidaknyamanan yang dirasakan ibu hamil yaitu nyeri punggung dan sering buang air kecil. Pada proses persalinan ibu mengalami nyeri persalinan. Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. E G3P2A0 dengan pemberian edukasi dan pendampingan ketidaknyamanan di TPMB Ocik Lestari Kota Bengkulu. Penulisan studi kasus menggunakan metode deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan kepustakaan. Asuhan kebidanan secara komprehenshif pada Ny.E G3P2A0 yang diberikan saat hamil adalah menggunakan massage efflurage untuk mengurangi nyeri punggung, setelah diberikan intensitas nyeri dari skala 3 menjadi 1, untuk keluhan sering buang air kecil dilakukan senam kegel. Pada saat bersalin asuhan diberikan yaitu menggunakan rileksasi nafas dalam untuk mengurangi nyeri dan massage endorphin. nyeri perineum di berikan kompres dingin, evaluasi tingkat nyeri dari skala 3 turun menjadi 1. Simpulan dari asuhan kebidanan komprehensif dari masa kehamilan tidak terjadi komplikasi, persalinan terjadi secara spontan, bayi lahir sehat, masa nifas berjalan normal dan tidak ada penyulit, ibu berencana menggunakan alat kontrasepsi suntikan KB 3 bulan. Asuhan kebidanan komprehensif dilakukan selama 6 minggu sesuai dengan kebutuhan subjek yang didukung oleh teori dan evidance base dalam pelayanan kebidanan. Kata kunci: Edukasi, Ketidaknyamanan, Pendampin

    6,135

    full texts

    31,735

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNIB Scholar Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇