31735 research outputs found
Sort by
PERBEDAAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPLANASI MENGGUNAKAN METODE MIND MAPPING DENGAN MENGGUNAKAN METODE KONVENSIONAL PADA SISWA KELAS VIII SMPN 2 REJANG LEBONG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan menulis teks
eksplanasi menggunakan metode mind mapping dengan menggunakan metode
konvensional siswa kelas VIII SMPN 2 Rejang Lebong. Jenis penelitian ini
menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode True
Experimental Design. Sample penelitian adalah siswa kelas VIII SMPN 2 Rejang
lebong yaitu kelas VIII A dan VIII B yang masing – masing kelas berjumlah 32 siswa.
Analisis data yang digunakan yaitu teknik statistik deskriptif dengan pemberian skor,
menghitung rata-rata dan melakukan pengujian hipotesis menggunakan uji-t. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa Kemampuan menulis teks eksplanasi siswa dengan
menggunakan metode mind mapping menunjukan nilai rata-rata kemampuan menulis
teks eksplanasi siswa yaitu 71,2 hal ini termasuk ke kategori tinggi. Sedangkan
kemampuan menulis teks eksplanasi siswa menggunakan metode konvensional
menunjukan nilai rata-rata kemampuan menulis teks eksplanasi siswa yaitu 65,4 hal ini
termasuk ke kategori sedang. Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t
untuk data Posttest pada kelas eksperimen sebesar 3.81 sedangkan nilai ditunjuk pada
tabel t adalah 2.00, sehingga diperoleh t hitung ≥ ttabel (3.81 ≥ 2.00) yang berarti terdapat
perbedaan signifikan antara kemampuan menulis teks eksplanasi siswa yang
menggunakan metode mind mapping dengan menggunakan metode konvensional.
Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan metode mind mapping
dapat meningkatkan kemampuan menulis teks eksplanasi siswa secara signifikan.
Kata Kunci : Kemampuan menulis, Teks eksplanasi, Metode mind mappin
SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN PETERNAKAN AYAM BROILER TERHADAP MASYARAKAT DI PT. AMIR FARM DESA TABALAGAN KABUPATEN BENGKULU TENGAH
Pesatnya perkembangan industri ayam broiler disebabkan oleh tingginya konsumsi
daging ayam sebagai sumber utama protein masyarakat. Selain itu, daging ayam mudah
didapatkan dan harganya lebih terjangkau dibandingkan daging lainnya. Namun, jika tidak
dikelola dengan baik, peternakan ayam broiler dapat menimbulkan pencemaran lingkungan
dan dampak negatif lainnya. usaha peternakan ayam boiler yang berada di lingkungan
masyarakat dirasakan mulai mengganggu warga, terutama peternakan ayam yang lokasinya
dekat dengan pemukiman penduduk. Masyarakat banyak mengeluhkan dampak buruk dari
kegiatan usaha peternakan ayam boiler karena masih banyak peternak yang mengabaikan
penanganan limbah dari usahanya. Dampak yang dapat ditimbulkan peternakan ayam adalah
bau, munculnya lalat dan kekhawatiran menyebarkan virus flu burung. International
Organization for Standardization (ISO) 14001 Standar Sistem Manajemen Lingkungan
(SML) yang menjadi acuan dalam menjamin kinerja sistem manajemen lingkungan.
Penelitian ini dilaksanakan di PT. Amir Farm Desa Tabalagan, Kecamatan Semidang
Lagan, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Kota Bengkulu pada bulan AgustusSeptember 2024. Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk menganalisis sistem manajemen
lingkungan yang diterapakan oleh peternakan ayam broiler dan mengukur persepsi terhadap
keberadaan peternakan ayam broiler. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat menambah
wawasan tentang manajemen lingkungan dalam konteks peternakan ayam broiler dan
memberikan rekomendasi kepada peternak serta pemerintah daerah dalam mengelola
dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh peternakan ayam broiler. Variabel yang diamati
meliputi identitas responden, produksi dan dampak produksi limbah, kadar zat besi (Fe),
kadar garam, pencegahan pencemaran limbah, evaluasi kandang dan persepsi masyarakat
terhadap dampak lingkungan peternakan. Data yang di peroleh pada penelitian ini kemudian
di tabulasikan dan dianalisis menggunakan analisis potret data.
Berdasarkan hasil penelitian mengenai sistem manajemen lingkungan di PT. Amir
Farm, dapat disimpulkan bahwa Farm dengan pemilik bapak Amir, jarak kandang dari
permukiman masyarakat >500 meter, sehingga masyarakat tidak merasa terganggu dengan
keberadaan peternakan ini. Area sekitar kandang dikelilingi kebun yang mendukung
pengelolaan lingkungan yang baik. Peternakan ini menghasilkan limbah berupa limbah
padat, cair dan gas yang dikelola dengan menyemprotkan EM4 dan desinfektan dua kali
sehari serta mengolah kotoran ternak menjadi pupuk untuk mengurangi polusi udara. Dalam
pengelolaan lingkungannya, PT. Amir Farm mengikuti prinsip manajemen lingkungan ISO
14001.
(Program Studi Peternakan, Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian, Universitas
Bengkulu
PROSEDUR PEMBERIAN KREDIT PEMILIKAN RUMAH (KPR) PLATINUM PADA PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK. KANTOR CABANG BENGKULU
PENGARUH PENAMBAHAN GULA MERAH DENGAN KONSENTRASI BERBEDA TERHADAP pH, TOTAL ASAM, KADAR AIR, SUSUT MASAK DAN SIFAT ORGANOLEPTIK BEKASAM DAGING SAPI
Bekasam merupakan salah satu produk fermentasi tradisional yang umumnya
dibuat dari daging atau ikan dengan penambahan nasi dan garam. Namun, penelitian
mengenai bekasam dari daging sapi masih terbatas, terutama dalam hal variasi sumber
karbohidratnya. Oleh karena itu eksplorasi bahan tambahan seperti gula merah yang
berpotensi meningkatkan mutu fisikokimia dan organoleptik bekasam. Penelitian ini
bertujuan mengevaluasi pengaruh penambahan gula merah dengan konsentrasi berbeda
(0%, 2%, 4%, dan 6%) terhadap mutu bekasam daging sapi, terutama pada variabel pH,
total asam, kadar air, susut masak, serta sifat organoleptik seperti aroma, rasa, dan
penerimaan keseluruhan. Hipotesis yang diajukan adalah bahwa konsentrasi gula merah
yang berbeda akan memengaruhi secara signifikan variabel-variabel mutu tersebut.
Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat
perlakuan dan empat ulangan. Bekasam dibuat dari campuran 70% daging sapi dan 30%
nasi, dengan penambahan garam 20% dari berat daging dan gula merah sesuai perlakuan.
Level perlakuan yang diaplikasikan adalah persentase penambahan gula merah berbasis
berat daging, yaitu 0% (P1), 2% (P2), 4% (P3), dan 6% (P4). Fermentasi dilakukan selama
lima hari. Pengujian mencakup pengukuran pH dengan pH meter, total asam melalui titrasi
NaOH, kadar air dengan metode oven pengering, susut masak dengan perebusan dalam
plastik, serta uji organoleptik oleh 10 panelis terlatih menggunakan skala hedonik 1–7.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan gula merah memberikan
pengaruh nyata terhadap penurunan pH dan kadar air. Semakin tinggi konsentrasi gula
merah, pH cenderung menurun (dari 5,49 menjadi 5,37) dan kadar air menurun (dari
60,63% menjadi 56,06%). Ini dikaitkan dengan meningkatnya aktivitas bakteri asam laktat
yang memfermentasi karbohidrat menjadi asam organik. Meski demikian, penambahan
gula merah tidak berpengaruh nyata terhadap total asam dan susut masak, meskipun tren
peningkatan total asam (2,67%–3,02%) dan penurunan susut masak (40,20%–40,09%)
terlihat. Pada aspek organoleptik, tidak ditemukan perbedaan signifikan antar perlakuan
dalam aroma, rasa, dan penerimaan keseluruhan, namun secara deskriptif perlakuan
dengan 2% gula merah (P2) memberikan skor tertinggi (aroma 4,92, rasa 4,27, penerimaan
4,17), menunjukkan preferensi panelis terhadap produk dengan komposisi ini.
Kesimpulannya, penambahan gula merah pada bekasam daging sapi memengaruhi
karakteristik pH dan kadar air secara signifikan, dan cenderung meningkatkan kualitas total
asam dan sifat organoleptik meskipun tidak signifikan secara statistik. Konsentrasi gula
merah 2% dinilai sebagai perlakuan terbaik karena menghasilkan keseimbangan antara
karakteristik kimia dan preferensi sensorik yang baik. Oleh karena itu, disarankan
penggunaan gula merah 2% dalam formulasi bekasam daging sapi untuk menghasilkan
produk dengan mutu yang optimal dan disukai oleh konsumen.
(Program Studi Peternakan, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas
Bengkulu
ANALYSIS OF STUDENTS’ SELF-EFFICACY, ANXIETY AND PERFORMANCE IN SPEAKING CLAS: IN ENGLISH DEPARTMENT OF BENGKULU UNIVERSITY
This study aims to determine the extent to which students' Self-Efficacy and
Anxiety predict Performance in speaking classes. This study uses quantitative
methods by using SPSS in processing data. The researcher used questionnaire
instruments and students' final public speaking scores to conduct the study. The
sample in this study was second semester English students at Bengkulu University
class of 2023 with a total of 51 students. The results obtained by the researcher in
this study were a significance value of less than 0.031 < 0.05, indicating that Self-
efficacy significantly predicts performance in speaking classes, while a significant
value of 0.097 > 0.05 that anxiety does not predict performance in speaking classes.
The conclusion of this study is Self-Efficacy significantly predicts performance but
anxiety does not predict performance, because anxiety often occurs before learning
takes place which does not predict performance in speaking class.
Keywords: Self-Efficacy, Anxiety, Performance Speaking Clas
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN KETIDAKNYAMANAN PADA Ny. A G1P0A0 DI TEMPAT PRAKTIK MANDIRI BIDAN MARIANI KOTA BENGKULU
Perubahan fisiologi yang terjadi pada ibu hamil trimester III yaitu serangkaian
adaptasi yang terjadi dalam tubuh ibu, pada tahap ini rahim semakin membesar,
hormon-hormon kehamilan meningkat, serta terjadi penyesuaian pada sistem
kardiovaskuler, pernafasan, pencernaan, muskoloskletal, dan lainnya. Perubahan
fisiologis ini tentunya menimbulkan ketidaknyamanan. Ketidaknyamanan selama
kehamilan merupakan kondisi fisiologis yang umum dialami ibu, terutama pada
trimester III, beberapa keluhan yang sering dirasakan adalah nyeri punggung dan
sering BAK akibat pembesaran uterus. Proses persalinan ketidaknyamanan timbul
akibat kontraksi uterus, dilatasi, penipisan serviks, dan penurunan janin. Masa nifas
keluhan yang muncul adalah nyeri uterus (after paint) dan nyeri perineum karena
laserasi jaringan. Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan asuhan komprehensif
pada Ny. A G1P0A0 dengan edukasi dan pendampingan ketidaknyamanan, yang
dilakukan di TPMB Mariani, Kota Bengkulu. Metode yang digunakan meliputi
observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, dan studi kepustakaan.
Hasil asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. A G1P0A0 dilakukan sesuai
rencana yang diberikan. Kehamilan trimester III diberikan teknik counterpressure
di bagian sakrum untuk mengurangi nyeri punggung bawah, untuk keluhan sering
BAK, diberikan edukasi tentang pengurangan konsumsi air putih di malam hari dan
senam kegel. Ketidaknyamanan pada persalinan dilakukan counterpressure untuk
mengurangi nyeri kontraksi. Asuhan pada masa nifas, diberikan kompres dingin
untuk nyeri perineum dan teknik massage effleurage untuk nyeri kontraksi.
Evaluasi menunjukkan semua proses berjalan lancar tanpa komplikasi, persalinan
spontan, bayi IMD 1 jam penuh dengan kebutuhan ASI tercukupi, ibu dan bayi
sehat. Ny A P1A0 sudah menggunakan alat kontrasepsi kondom.
Simpulan asuhan yang diberikan selama 6 minggu sesuai dengan kebutuhan
klien yang didukung oleh teori dan evidence based dalam kebidanan.
Kata kunci: Edukasi, Ibu Hamil, Ketidaknyamana
PROTOTIPE MANAJEMEN INVESTASI PENDEKATAN SOCIAL ENTREPRENEUR MASYARAKAT KURANG MAMPU
Pengelolaan keuangan merupakan kebutuhan esensial bagi keluarga dan
memainkan peran penting dalam menciptakan stabilitas ekonomi. Di Sukabumi,
peningkatan kasus perceraian dari 1.262 kasus pada tahun 2018 menjadi 1.745
kasus pada 2019 menunjukkan bahwa ketidakstabilan ekonomi berdampak
signifikan terhadap keharmonisan rumah tangga. Secara nasional, 67.891 kasus
perceraian disebabkan oleh persoalan ekonomi (Norman & Suryani, 2019). Salah
satu akar masalahnya adalah rendahnya kesadaran masyarakat terhadap
pentingnya investasi dan literasi keuangan.
Survei OJK (2017) menunjukkan bahwa 69% masyarakat lebih berfokus
pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari, dan hanya 30,7% yang rutin membuat
anggaran bulanan. Tingkat literasi keuangan secara nasional masih rendah, hanya
49,68%, dan bahkan lebih rendah di kalangan buruh dan petani (21,84%).
Berbagai kendala seperti keterbatasan waktu, rendahnya rasa percaya diri, dan
kompleksitas produk keuangan membuat masyarakat berpendapatan rendah sulit
memahami dan mengakses layanan keuangan (Rahmawati, 2016).
Dalam konteks ini, pendekatan social entrepreneurship dinilai sebagai
solusi yang menjanjikan, karena menggabungkan tujuan sosial dengan praktik
bisnis yang berkelanjutan. Inspirasi diambil dari keberhasilan Muhammad Yunus
dan Bank Grameen dalam memberdayakan masyarakat melalui skema pinjaman
mikro (Nurhayati, 2016). Penelitian ini bertujuan untuk membangun dan
mengembangkan prototipe manajemen investasi berbasis social entrepreneur
melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE), agar KUBE dapat bertransformasi
dari sekadar penerima bantuan menjadi platform kolaboratif untuk edukasi dan
investasi.
Sebagai bagian dari pendekatan social entrepreneurship, peneliti tidak
hanya berperan sebagai akademisi, tetapi juga bertindak langsung sebagai investor
sosial dan fasilitator perubahan, yang mendampingi proses pengembangan usaha
masyarakat sejak tahap perancangan hingga implementasi. Peneliti terlibat secara
aktif dalam memberikan pendampingan teknis, edukasi literasi keuangan, serta
penyediaan modal awal bagi KUBE sebagai bentuk investasi berdampak sosial.
Pendekatan ini menegaskan bahwa penelitian tidak semata-mata bersifat
observasional, melainkan transformatif—dengan membangun ekosistem bisnis
berkelanjutan yang berjalan bersamaan dengan proses pemberdayaan masyarakat
kurang mampu. Peran ganda peneliti sebagai fasilitator sekaligus social
entrepreneur menunjukkan komitmen terhadap inklusi ekonomi, di mana kegiatan
bisnis tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada peningkatan kapasitas
dan kesejahteraan komunitas yang selama ini terpinggirkan secara ekonomi.
Metode yang digunakan adalah action research yang partisipatif dan
emansipatif, untuk mendorong perubahan sosial dan memberdayakan masyarakat.
Penelitian ini melibatkan validasi prototipe melalui FGD, implementasi di 10
v
vi
KUBE sebagai sampel, serta evaluasi persepsi anggota melalui kuesioner.
Monitoring dilakukan melalui rapat bulanan, dengan keberhasilan yang diukur
tidak hanya dari aspek finansial, tetapi juga dari peningkatan pemahaman dan
komitmen anggota terhadap investasi.
Hasil lapangan menunjukkan bahwa prototipe manajemen investasi
berbasis KUBE sangat layak diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat kurang mampu. Beberapa KUBE mulai merasakan return dari usaha
ternak yang dikembangkan, menunjukkan dampak nyata dari partisipasi investasi
rutin. Peningkatan literasi keuangan dan kepercayaan diri anggota juga terpantau
meningkat. Validasi kuesioner menunjukkan 90,3% anggota memahami konsep
yang diperkenalkan, dan 96,8% merasa cocok dengan sistem investasi yang
dirancang.
Masukan dari anggota KUBE mencerminkan antusiasme tinggi terhadap
keberlanjutan dan replikasi model ini. Mereka mengusulkan pembentukan KUBE
investasi mandiri di setiap desa dan menekankan pentingnya dukungan
pemerintah. KUBE juga dinilai bermanfaat sebagai wadah pengembangan
keterampilan individu dan mempererat hubungan sosial antaranggota.
Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan ilmu
manajemen keuangan, khususnya pada model investasi berbasis komunitas.
Prototipe ini memperkuat regulasi internal KUBE, mensyaratkan kesadaran
investasi sebelum menerima bantuan, dan membuka peluang bagi lembaga seperti
LAZ dan BAZ untuk menyalurkan dana zakat produktif melalui mekanisme
saham usaha bersama. Pemerintah juga didorong untuk mengembangkan program
penanggulangan kemiskinan yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga
edukatif dan produktif.
Akhirnya, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap
pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pengurangan
kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di daerah tertinggal. Melalui
peningkatan literasi keuangan, investasi sosial, dan pendekatan berbasis
komunitas, program KUBE Investasi Mandiri menjadi contoh konkret model
pemberdayaan yang inklusif dan berkelanjutan
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN PADA NY. S G3P2A0 DENGAN FAKTOR RISIKO UMUR LEBIH DARI 35 TAHUN DI TEMPAT PRAKTIK MANDIRI BIDAN (TPMB) YULISMITA, SST KOTA BENGKULU
Kehamilan risiko tinggi merupakan kehamilan yang menyebabkan
komplikasi dan membahayakan kondisi ibu dan bayi serta dapat menyebabkan
kematian sebelum bayi dilahirkan. Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan
asuhan kebidanan komprehensif dengan pemberian edukasi dan pendampingan
pada Ny.S G3P2A0 dengan faktor risiko umur lebih dari 35 tahun dipraktik mandiri
bidan (TPMB) Yulismita, SST Kota Bengkulu. Penulisan studi kasus ini
menggunakan metode deskriptif dengan meliputi observasi, wawancara,
pemeriksaan fisik, studi dokumentasi kepustakaan.
Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny.S G3P2A0 yang dilakukan sesuai
dengan rencana yang diberikan pada proses pendampingan yaitu: ANC 6 kali, USG,
persiapan P4K, KIE tanda bahaya, pemanfaatan buku KIA, dan asuhan kebidanan
10T. Pada persalinan memberikan asuhan persalinan yang aman, memantau
kemajuan persalinan dengan partograf, 60 langkah APN, BAKSOKUDA, dan
untuk mendorong kemajuan persalinan dengan gym ball. Masa nifas dilakukan
observasi KF I 2 jam pertama post partum sampai KF IV, dan untuk mengurangi
nyeri Abdomen dilakukan effleurage massage. Ny.S G3P2A0 setelah masa nifas
berakhir menggunakan alat kontrasepsi IUD.
Kesimpulan asuhan kebidanan komprehensif yang diberikan selama 7
minggu pada Ny.S G3P2A0 berjalan dengan lancar dan nomal yang didukung oleh
teori dan evidance based dalam kebidanan.
Kata kunci : Edukasi, Faktor Risiko, Ibu Hami
PENYEDERHANAAN STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI BENGKULU (Studi pada Peraturan Gubernur Bengkulu Nomor 39 Tahun 2022)
Penyederhanaan struktur organisasi merupakan bagian dari reformasi birokrasi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih ramping, adaptif, dan
berorientasi hasil. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi kebijakan penyederhanaan struktur organisasi di Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu serta
menganalisis hambatan yang dihadapi berdasarkan perspektif reinventing government David Osborne dan Peter Plastrik, dan teori evaluasi kebijakan publik William N. Dunn. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain
evaluatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Evaluasi dilakukan berdasarkan enam kriteria Dunn (2003): efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ini belum sepenuhnya efektif dalam meningkatkan kinerja organisasi. Hambatan signifikan meliputi ketidaksiapan
sumber daya manusia, lemahnya koordinasi antarunit, belum adanya pedoman teknis yang jelas, dan sistem kerja yang belum sepenuhnya disesuaikan dengan struktur baru. Dari perspektif Osborne dan Plastrik, kebijakan belum optimal
menerapkan strategi inti, strategi konsekuensi, strategi pelanggan, strategi pengendalian, dan strategi budaya. Rekomendasi strategis mencakup peningkatan
pelatihan ASN, penyusunan prosedur teknis yang rinci, perbaikan sistem koordinasi, dan penguatan manajemen perubahan berbasis teknologi informasi.
Evaluasi kebijakan secara berkala perlu dilakukan agar kebijakan lebih tepat sasaran dan mendukung terwujudnya birokrasi modern yang efektif dan efisien.
Kata Kunci: Penyederhanaan Struktur Organisasi, Reinventing Government, Evaluasi Kebijakan, Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Reformasi Birokrasi
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN KETIDAKNYAMANAN PADA NY. E G3P2A0 DI TEMPAT PRAKTIK MANDIRI BIDAN (TPMB) OCIK LESTARI KOTA BENGKULU
Ketidaknyamanan merupakan hal fisiologis dirasakan ibu hamil, bersalin
dan nifas. Ketidaknyamanan yang dirasakan ibu hamil yaitu nyeri punggung dan
sering buang air kecil. Pada proses persalinan ibu mengalami nyeri persalinan.
Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan asuhan kebidanan komprehensif pada
Ny. E G3P2A0 dengan pemberian edukasi dan pendampingan ketidaknyamanan
di TPMB Ocik Lestari Kota Bengkulu. Penulisan studi kasus menggunakan
metode deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, studi
dokumentasi dan kepustakaan.
Asuhan kebidanan secara komprehenshif pada Ny.E G3P2A0 yang
diberikan saat hamil adalah menggunakan massage efflurage untuk mengurangi
nyeri punggung, setelah diberikan intensitas nyeri dari skala 3 menjadi 1, untuk
keluhan sering buang air kecil dilakukan senam kegel. Pada saat bersalin asuhan
diberikan yaitu menggunakan rileksasi nafas dalam untuk mengurangi nyeri dan
massage endorphin. nyeri perineum di berikan kompres dingin, evaluasi tingkat
nyeri dari skala 3 turun menjadi 1.
Simpulan dari asuhan kebidanan komprehensif dari masa kehamilan tidak
terjadi komplikasi, persalinan terjadi secara spontan, bayi lahir sehat, masa nifas
berjalan normal dan tidak ada penyulit, ibu berencana menggunakan alat
kontrasepsi suntikan KB 3 bulan. Asuhan kebidanan komprehensif dilakukan
selama 6 minggu sesuai dengan kebutuhan subjek yang didukung oleh teori dan
evidance base dalam pelayanan kebidanan.
Kata kunci: Edukasi, Ketidaknyamanan, Pendampin