31735 research outputs found
Sort by
TINGKAT KEPATUHAN REMAJA PUTRI DALAM KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DI SMPN 15 KOTA BENGKULU
Anemia masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh
remaja putri, terutama di masa pertumbuhan dan perkembangan. Untuk mencegah
anemia, pemerintah telah melaksanakan program pemberian Tablet Tambah
Darah (TTD) secara rutin. Namun, tingkat kepatuhan remaja putri dalam
mengonsumsi tablet ini masih rendah, yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor
seperti rasa malas, efek samping setelah konsumsi, dan kurangnya pengetahuan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan remaja putri dalam
mengonsumsi Tablet Tambah Darah di SMPN 15 Kota Bengkulu. Jelnis pelnellitian
ini adalah pelnellitian delskriptif delngan melnggunakan kuelsionelr selbagai
instrumelnt pelngumpulan data. Sampell pada pelnellitian ini adalah siswi kellas
VII,VIII dan IX di SMPN 15 Kota Belngkulu yang belrjumlah 100 orang
pelngambilan sampell dalam pelnellitian ini melnggunakan purposivel sampling.
Karaktelristik relspondeln dan tingkat kelpatuhan belrdasarkan hasil pelnellitian,
karaktelristik relspondeln melnunjukkan bahwa mayoritas partisipan belrasal dari
kellas IX, yaitu selbanyak 64 orang (64,0%). Selmelntara itu, relspondeln dari kellas
VII belrjumlah 21 orang (21,0%) dan dari kellas VIII selbanyak 15 orang (15,0%).
Sellanjutnya, hasil pelnellitian melngelnai tingkat kelpatuhan relmaja putri dalam
melngonsumsi tablelt tambah darah di SMPN 15 Kota Belngkulu melnunjukkan
bahwa mayoritas relspondeln melmiliki kelpatuhan yang seldang, telridelntifikasi pada
58 orang (58,0%). Data ini selcara jellas melngindikasikan bahwa tingkat kelpatuhan
dalam melngonsumsi tablelt tambah darah di kalangan relmaja putri di SMPN 15
Kota Belngkulu telrgolong cukup baik.
Kata Kunci: Kepatuhan, Remaja Putri, Tablet Tambah Dara
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MEMBACA PERMULAAN BAGI GURU DALAM PENDAMPINGAN SISWA PENYANDANG DISLEKSIA DI SEKOLAH DASAR PENYELENGGARA INKLUSI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA (Studi Kasus di SD N Karang Kemiri OKU Timur Sum – Sel)
Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan modul
pembelajaran membaca disleksia untuk anak berkesulitan belajar kelas
I dan mengetahui kelayakan modul. Penelitian ini menggunakan
prosedur pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development,
Implementation, Evaluation) Subjek penelitian adalah siswa disleksia
berkesulitan belajar membaca kelas I SD. Teknik pengumpulan data
menggunakan observasi, tes kemampuan membaca, tes soal essay,
angket validasi produk dan angket respon guru, siswa. Analisis data
penelitian menggunakan analisis kuanntitaif dan kualitatif, Hasil
penelitian yaitu kelayakan modul pembelajaran membaca disleksia uji
validasi kelayakan modul pada aspek bahasa, aspek materi/isi, aspek
kegrafikan, aspek penyajian dan penilaian guru secara keseluruhan
menunjukkan hasil validitas ahli dan guru berjumlah 16,9 dengan rata-
rata 4,2 yang berarti berkategori “Baik” modul ini layak dan efektif
digunakan. Selain itu hasil tes siswa disleksia mengalami peningkatan
dilihat dari nilai rata-rata pre test 33,3 sedangkan nilai post test setelah
menggunakan modul pembelajaran membaca disleksia yaitu 58,3.
Modul ini memiliki kontribusi besar dalam pembelajaran di kelas
sebagai pedoman pembelajaran membaca siswa disleksia. Dapat
disimpulkan bahwa kebaharuan pengembangan modul pembelajaran
membaca permulaan bagi guru dalam pendampingan siswa penyandang
disleksia dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa.
Modul yang telah teruji dan layak digunakan sebagai sumber belajar.
Kata Kunci: Pengembangan, Modul, Disleksia, Inklusi
URGENSI PENENTUAN UNSUR KESALAHAN TERHADAP PELAKU PENYEBARLUASAN KONTEN PORNOGRAFI MELALUI MEDIA SOSIAL X DALAM PERSPEKTIF PERATURAN PERUNDANG�UNDANGAN
Penggunaan internet pada masa sekarang seperti tidak memiliki batasan,
semua orang dengan mudah mengakses segala sesuatu yang tersedia di internet
baik berupa informasi dan pengetahuan. Namun, di sisi lain, terdapat banyak pula
dampak negatif dari kemajuan internet karena banyak kesempatan untuk
menimbulkan kejahatan, penyimpangan norma, dan pelanggaran aturan hukum,
salah satunya kejahatan pornografi. Penyebaran konten pornografi banyak melalui
media sosial X. Sanksi pidana dan pengaturannya diatur dalam Undang-Undang
Nomor 1Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis apa hakikat perbuatan
penyebarluasan konten dan syarat terpenuhinya unsur kesalahan terhadap pelaku
penyebarluasan konten pornografi melalui media sosial X perspektif Peraturan
Perundang-undangan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum
normatif, yang melibatkan kajian terhadap peraturan perundang-undangan,
dokumen hukum, dan literatur terkait. Berdasarkan penelitian ini menunjukan
bahwa; 1) Pelaku utama penyebaran video asusila di media sosial X adalah orang
yang pertama kali menyebarkannya, sesuai dengan UU ITE. Sementara itu,
pengguna yang hanya me-retweet atau membagikan ulang tanpa menambah unsur
kesengajaan tidak dapat dipidana, karena tidak memenuhi unsur perbuatan awal
tindak pidana dan sejalan dengan asas kemanfaatan dalam hukum.2)Penentuan
unsur kesalahan pelaku penyebarluasan konten pornografi di media sosial
mengacu pada Pasal 27 Ayat (1) dan Pasal 29 UU ITE, serta Pasal 82 UU
Pornografi. Kesalahan ditentukan berdasarkan unsur kesengajaan atau kelalaian
(KUHP), kapasitas bertanggung jawab, dan adanya alasan pembenar atau pemaaf.
Pelaku yang melanggar dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan hukum.
Kata kunci : Kesalahan, Pelaku, Penyebarluwasan, Pornografi, Madia Sosial
IMPLEMENTASI PEROLEHAN KETERAMPILAN KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI WUJUD KEBERHASILAN USAHA WAFI LAUNDRY DI KOTA BENGKULU
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan Implementasi Perolehan Keterampilan
Kewirausahaan dalam Mewujudkan Keberhasilan Wafi Laundry di kota Bengkulu.
Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis studi kasus instrumental dengan
subjek penelitian ada 3 orang. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi
dan dokumentasi, dengan instrumen peneliti itu sendiri. Data yang terkumpul
divalidasi dengan teknik; koleksi, reduksi penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan, Pertama pak Wafi sebelum dan sesudah menjalankan
usaha banyak belajar tentang keterampilan kewirausahaan sesuai prinsip pembelajaran
orang dewasa, yaitu materi yang dipelajari benar-benar sesuai dengan minat yang
muncul dari dalam diri pak Wafi sesuai dengan kebutuhan untuk memecahkan
permasalahan yang dihadapi dalam memajukan usaha Wafi laundry dari berbagai
sumber pembelajaran dalam mengikuti pelatihan, Kedua semua ilmu pengetahuan
keterampilan pelatihan seperti pengelolaan bisnis laundry sukses, karakter
wirausahawan sukses dan strategi pemasaran usaha laundry efektif benar-benar
diterapkan sebaik-baiknya secara sungguh-sungguh dan profesional dengan penuh
semangat dalam mengelola usaha laundry sehingga dapat menarik minat customer,
Ketiga dari semua usaha profesional itu pak Wafi terbukti berhasil menjalankan
usahanya, yang ditandai dengan meningkatnya jumlah pelanggan rata-rata 15 orang
percabang usaha, dengan bertambahnya cabang usaha sebanyak 17 cabang di lokasi
yang strategis, mitra kerja yang direkrut cukup banyak 58 orang, bertambahnya aset
usaha pendapatan/keuntungan hasil usaha sehingga kesejahteraan hidupnya beserta
keluarganya dan seluruh mitra kerja meningkat.
Kata Kunci : Penerapan Hasil Pembelajaran Kewirausahaan, Keberhasilan
Usaha Wafi Laundry
PENYULUHAN KOMUNITAS PAHLAWAN SAMPAH DALAM MEWUJUDKAN KEBERSIHAN DI DESA PADANG PELAWI SELUMA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyuluhan yang dilakukan oleh
komunitas pahlawan sampah dalam mewujudkan kebersihan di kota Bengkulu.
Program penyuluhan komunitas Pahlawan Sampah telah menunjukkan dampak
positif yang signifikan terhadap kebersihan di Kota Bengkulu. Metode yang
digunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif.. pengumpulan data dilakukan
dengan cara wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Validasi data penelitian
menggunakan teknik triangulasi. Hasil dari penelitian ini komunitas pahlawan
sampah melaksanakan penyuluhan kebersihan lingkungan didesa, dan banyak di
daerah tempat wisata yang menghasilkan sampah. Dengan tahapan: Melakukan
perencanaan seperti mengunjungi tempat yang akan dilakukan nya kegiatan
kebersihan lingkungan untuk melaksanakan kegiatan yang mana menentukan
tempat, waktu dan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan. Pelaksanaan
dilakukan sebagai kegiatan aksi nyata gotong-royong dan kebersihan lingkungan,
sungai dan tempat wisata seperti pantai panjang, pelaksanaa penyuluhan di berbagai
instansi dan media sosial dapat memotivasi masyarakat agar lebih peduli akan
lingkungan dan menjaga kersihan lingkungan. Dampak dari penyuluhan komunitas
pahlawan sampah bagi masyarakat terjadi pada prospek kebersihan lingkungan,
memiliki program kebersihan lingkungan bersama karang taruna, dan dampak yang
lebih besar terhadap masa depan. Masyarakat diuntungkan dengan adanya
penyuluhan yang dilakukan oleh komunitas pahlawan sampah, yang membantu
menjaga lingkungan atau masalah lain yang ada di lingkungan baik desa padang
pelawi maupun di luar desa yanga da dikota Bengkulu. Dapat disimpulkan dari
penelitian ini pelaksanaan penyuluhan komunitas pahlawan sampah dalam
mewujudkan kebersihan lingkungan di desa padang pelawi berjalan dengan baik
sesuai denga tujuan dikembangkannya penyuluhan kkomunitas pahlawan sampah.
Kata Kunci: Penyuluhan, Kebersihan Lingkungan, Komunitas Pahlawan
Sampa
PENERAPAN UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1999 PASAL 51 TENTANG LARANGAN PRAKTIK MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT (STUDI PUTUSAN NOMOR 06/KPPU-L/2020)
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dasar Pertimbangann Komisi Pengawas
Persaingan Usaha (KPPU) dalam Putusan Nomor 06/KPPU-L/2020 yang
menyangkut praktik diskriminasi dan monopoli oleh PT. Garuda Indonesia. Fokus
penelitian terletak pada bagaimana penerapan Undang-Undang Nomor 5 Tahun
1999 Pasal 51 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak
Sehat dalam kasus praktik diskriminasi dan monopoli yang dilakukan oleh PT.
Garuda Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan
pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa KPPU menemukan adanya pelanggaran prinsip persaingan
usaha sehat melalui pembatasan akses distribusi tiket umroh oleh PT. Garuda
Indonesia yang hanya diberikan kepada mitra tertentu. Tindakan ini berdampak
negatif pada persaingan usaha, dengan membatasi akses sebagian besar
Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk memperoleh tiket secara
langsung. Simpulan penelitian menyatakan bahwa tindakan diskriminasi yang
dilakukan oleh PT. Garuda Indonesia melanggar ketentuan Pasal 19 huruf d
Undang-Undang No. 5 Tahun 1999, yang bertentangan dengan prinsip persaingan
usaha sehat, merugikan kepentingan publik dan belum memenuhi aspek kepastian
hukum.
Kata kunci: Monopoli, Persaingan Usaha Tidak Sehat, KPPU