31735 research outputs found
Sort by
DAMPAK PELATIHAN TATA RIAS PENGANTIN TERHADAP KECAKAPAN WIRAUSAHA DI SKB BENGKULU SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak pelatihan tata rias
pengantin terhadap kecakapan wirausaha di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB)
Bengkulu Selatan. Jenis penelitian ini merupakan mix method dengan pendekatan
desain pararel konvergen. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta pelatihan
tata rias pengantin di SKB Bengkulu Selatan dengan jumlah sampel sebanyak 20
orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara kualitatif menggunakan
teknik purposive sebanyak 5 peserta dan secara kuantitatif menggunakan sampling
jenuh sebanyak 20 peserta. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi
wawancara, observasi, dokumentasi dan kuesioner. Analisis data menggunakan
pendekatan kualitatif dengan tahapan yang meliputi reduksi data, penyajian data,
dan penarikan kesimpulan dan analisis data kuantitatif dilakukan secara statistik
deskriptif dengan rumus persentase, uji normalitas, dan uji hipotesis regresi linear
sederhana. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pengisian kuesioner
tertulis. Hasil penelitian menunjukkan dari hasil wawancara yaitu pelatihan tata
rias pengantin memiliki dampak terhadap kecakapan wirausaha peserta yaitu
pesertal memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sudalh membukal usalhal malndiri
maupun berkelompok dalam bidang tata rias pengantin yang salmpali salalt ini malsih
berjallaln dengaln lalncalr. Didukung dengan besar pengaruh pelatihan tata rias
pengantin terhadap kecakapan wirausaha sebesar 85% dari hasil uji koefisien
determinasi.
Kata Kunci : Dampak, Pelatihan, Kecakapan wirausaha, Sanggar Kegitan Belaja
KUALITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL KEPALA DESA TUNGKAL 2 DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA PERANGKAT DESA
Penelitian ini merumuskan masalah mengenai bagaimana kualitas komunikasi
interpersonal kepala desa dalam meningkatkan motivasi kerja perangkat Desa Tungkal 2,
Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan . Adapun tujuan dari penelitian ini
untuk Untuk Mengetahui Kualitas Komunikasi Interpersonal Kepala Desa Dalam
Meningkatkan Motivasi Kerja Perangkat Desa Tungkal 2, Kecamatan Pino Raya
Kabupaten Bengkulu Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif
dengan pendekatan studi kasus. informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang dengan
satu orang kepala desa dan lima orang perangkat desa. Teknik pengumpulan data primer
menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan
konsep komunikasi persuasif, yaitu teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kualitas
komunikasi interpersonal kepala desa dalam meningkatkan motivasi kerja Perangkat Desa
di Desa Tungkal 2 pada saat ini cukup efektif, karena memenuhi lima indikator yaitu,
berkenan menerima masukan dan menyampaikan informasi penting kepada rekan kerja,
menilai dan memahami sudut pandang rekan kerja untuk mencari kejelasan, menghindari
ungkapan evaluatif, memberikan pujian atau penghargaan kepada rekan kerja, dan
menghargai perbedaan rekan kerja dalam mengemukakan sesuatu. Dari kelima indikator
tersebut, tanggapan pada indikator berkenaan menerima masukan dan menyampaikan
informasi penting kepada rekan kerja sangat membantu menyelesaikan pekerjaan.
Efektivitas komunikasi interpersonal yang paling sering diberlakukan adalah proses
keterbukan dalam mendiskusikan atau memberikan argumentasi tentang masalah-masalah
yang diketahui perangkat desa dalam melaksanakan tugasnya.
Kata Kunci : Komunikasi Interpersonal, Meningkatkan Motivas
HUBUNGAN PEMAHAMAN MATEMATIS DAN SELF-CONCEPT MATERI FUNGSI KUADRAT SISWA DI SMK N 04 LEBONG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemahaman
matematis dan Self-Concept siswa pada materi fungsi kuadrat di SMKN 04
Lebong. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan
korelasional. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas X Farmasi sebanyak 16
orang. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman matematis dan angket Self-
Concept. Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan bahwa pemahaman
matematis instrumental memiliki hubungan yang sangat kuat dengan Self-Concept
(r = 0.931, p < 0.01), sedangkan pemahaman matematis relasional juga memiliki
korelasi yang kuat dengan Self-Concept (r = 0.905, p < 0.01). Dengan demikian,
semakin baik pemahaman matematis siswa, baik secara instrumental maupun
relasional, semakin tinggi pula Self-Concept mereka dalam matematika. Penelitian
ini menguatkan bahwa Self-Concept yang positif dapat berperan dalam
meningkatkan pemahaman matematis siswa, yang pada akhirnya dapat berdampak
pada hasil belajar mereka.
Kata kunci: Fungsi Kuadrat, Pemahaman Matematis, Self-Concep
PENGEMBANGAN SOAL NUMERASI MODEL AKM KONTEKS MAKANAN KHAS BENGKULU UNTUK SISWA SMP
Penelitian pengembangan (R&D) ini bertujuan menghasilkan soal numerasi model
AKM berkonteks makanan khas Bengkulu yang valid dan reliabel, serta
mengetahui kemampuan numerasi peserta didik. Metode penelitian menggunakan
model Tessmer, meliputi tahap Preliminary dan Formative Evaluation. Subjek
adalah peserta didik kelas VIII D SMP Negeri 15 Kota Bengkulu. Hasilnya, 8 soal
numerasi dikembangkan, masing-masing mewakili level kognitif AKM dengan
konten Aljabar, Bilangan, Data dan Ketidakpastian, Geometri, dan Pengukuran.
Validitas soal dikonfirmasi dengan Aiken's V (rata-rata 0,90 untuk isi dan 0,89
untuk konstruk) dan uji empiris �ℎ�����(0,5236 sampai 0,9272) > ������ (0,3809).
Reliabilitas ditunjukkan dengan Cronbach's Alpha 0,854 (tinggi) untuk 4 soal
uraian dan 0,464 (sedang) untuk 4 soal pilihan ganda, dengan tingkat kesukaran
soal 12,5% (1 soal) sukar, 62,5% (5 soal) sedang dan 25% (2 soal), dan daya beda
baik 62,5% (5 soal); cukup 37,5% (5 soal). Kemampuan numerasi peserta didik
untuk merumuskan sedang (66,2%), menerapkan rendah (41,0%, dan menafsirkan
(41,7% ) rendah.
Kata Kunci: Numerasi, AKM, Makanan khas Bengkulu, Tessme
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PESERTA DIDIK PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV) SMP NEGERI 2 KOTA BENGKULU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mendeskripsikan kemampuan
pemecahan masalah matematis peserta didik pada materi sistem persamaan linear
dua variabel (SPLDV) SMP 2 Kota Bengkulu.Jenis penelitian yang dilakukan
adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Populasi dalam
penelitian ini adalah kelas IX Kota Bengkulu Tahun Ajaran 2024/2025. Sampel
dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IX A yang berjumlah 35 orang.
Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dua kali yaitu menggunakan metode tes dan
wawancara. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen tes kemampuan
pemecahan masalah matematis. Hasil penelitian menunjukkan pencapaian peserta
didik dalam kemampuan pemecahan masalah matematis adalah 4 peserta didik
memiliki kemampuan rendah (11,43%), 27 peserta didik memiliki kemampuan
sedang (77,14%) dan 4 peserta didik memiliki kemampuan tinggi (11,43%)
Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, Sistem Persamaan
Linear Dua Variabel (SPLDV), Peserta Didi
SUPER EDGE MAGIC TOTAL LABELING PADA GRAPH (�, �)- CYCLE BOOKS B[(�, ���), (�, �), �]
Edge magic total labeling adalah suatu fungsi bijektif �:�(�) ∪ �(�) →
{1,2, … , � + �} di mana � = |�(�)| dan � = |�(�)| sehingga berlaku �(�) +
�(�, �) + �(�) = �: ∀(�, �) ∈ �(�). Edge magic total labeling pada graph �
dikatakan sebagai super edge magic total labeling jika label vertex dari graph
tersebut adalah bilangan bulat positif 1,2,3,4, … , � di mana � merupakan banyaknya
pasangan vertex. Graph yang memiliki super edge magic total labeling disebut
sebagai super edge magic. Penelitian tentang super edge magic total labeling sudah
dilakukan oleh beberapa peneliti, salah satunya adalah tentang super edge magic
total labeling pada graph (�, �)-cycle books �[(�, �), (�, �),�]. Graph (�, �)-
cycle books �[(�, �), (�, �),�] merupakan graph yang terdiri dari � copies cycle
�� dan � copies ����� �� yang memiliki common path ��
. Tujuan dari penelitian
ini adalah mencari super edge magic total labeling � pada graph (4,3)-cycle books
�[(4,102), (3,1),2] dengan label vertex pada common path adalah �(�1
0
) = 2 dan
�(�4
0
) = 2� + � + 1. Berdasarkan hasil eksplorasi belum ditemukan fungsi yang
merupakan super edge magic total labeling � pada graph yang diteliti.
Kata Kunci: super edge magic total labeling, edge magic, cycle book
PENINGKATAN KUALITAS PRODUK RENDANG LOKAN BERBASIS QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) PADA UMKM OSWARI FOOD KABUPATEN MUKOMUKO
Makanan tradisional merupakan wujud dari budaya yang menggambarkan daerah
tersebut. Makanan tradisional memiliki ciri khas rempah-rempah yang melimpah salah
satunya rendang. Rendang merupakan makanan dari Sumatera Barat dan telah tersebar di
seluruh Indonesia. Kabupaten Mukomuko memiliki salah satu makanan khas yaitu rendang
lokan. Rendang lokan menjadi salah satu komoditas yang diminati oleh wisatawan. Salah
satu UMKM yang memproduksi rendang lokan di Kabupaten Mukomuko adalah Oswari
Food. UMKM Oswari Food berdiri sejak tahun 2010 dan kini telah memiliki surat izin usaha
perdagangan, sertifikat halal, dan sertifikat P-IRT. Penjual harus mengupayakan berbagai
cara untuk menjaga kepuasan konsumen, yang merupakan perasaan seseorang yang merasa
puas atau tidak puas setelah membandingkan kinerja produk dengan apa yang diharapkan.
Peningkatan kualitas produk dapat menjaga keberlangsungan suatu usaha di tengah
persaingan yang ketat. Penerapan metode Quality Function Deployment (QFD) sangat
membantu dalam mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan konsumen dalam proses
pengembangan produk berdasarkan harapan konsumen. Oleh karena itu, penerapan metode
QFD diharapkan dapat membantu UMKM Oswari Food dalam meningkatkan kualitas
produk dan memenuhi harapan konsumen, serta mencapai tujuan penelitian ini. Tujuan
penelitian ini yaitu mengidentifikasi atribut kualitas, menentukan tingkat kepentingan dan
kepuasan, dan menentukan prioritas perbaikan berdasarkan matriks House of Quality (HOQ)
pada rendang lokan Oswari Food.
Penelitian ini menggunakan metode penentuan sampel berdasarkan kriteria yang
ditetapkan oleh peneliti (Purposive Sampling) dengan memilih secara langsung konsumen
yang sudah pernah mengkonsumsi produk rendang lokan untuk menjadi responden.
Penentuan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan pendekatan rumus Bernoulli untuk
menentukan jumlah sampel dengan total populasi yang tidak diketahui secara pasti atau
berubah-ubah dari waktu ke waktu.
Hasil penelitian diperoleh 10 atribut yang menjadi harapan konsumen dalam
membeli produk rendang lokan di antaranya rasa, kemasan, layanan informasi, ketersediaan
produk, harga, tekstur, daya simpan, aroma, ukuran lokan, dan warna. Tingkat kepentingan
tertinggi dari 10 atribut kualitas yang menjadi harapan konsumen adalah atribut rasa. Tingkat
kepuasan konsumen pada produk rendang lokan tertinggi terdapat pada atribut rasa. Prioritas
perbaikan atribut kualitas yang perlu diutamakan adalah kemasan, layanan informasi, dan
harga. Prioritas perbaikan pada persyaratan teknis yang perlu diutamakan adalah formulasi
dan komposisi, bahan baku lokan, dan pengemasan. Atribut yang tetap harus dipertahankan
karena memiliki nilai kepuasan yang tinggi pada rendang lokan Oswari Food adalah rasa,
aroma, dan daya simpan.
(Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas
Pertanian, Universitas Bengkulu
PENGELOMPOKAN KEBAKARAN HUTAN DI INDONESIA MENGGUNAKAN METODE CLUSTERING LARGE APPLICATIONS (CLARA)
Clustering merupakan suatu proses pengelompokan, observasi atau
pngelompokan kelas yang memiliki kesamaan objek. salah satu metode
clustering yang menangani data dalam jumlah besar adalah clustering large
applications (CLARA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelompok
kebakaran hutan di Indonesia menggunakan metode CLARA serta mengetahui
hasil karakteristik kebakaran hutan dan gambar titik kejadian kebakaran hutan
di Indonesia. Data yang digunakan adalah data titik panas berjumlah 3.265
kejadian yang dapat diperoleh dari wabsite NASA LANCE–FIRM MODIS
Active Fire, adapun variabel yang digunakan untuk mengelompokkan kejadian
kebakaran hutan adalah latitude, longitude, brightness, frp dan confidence.
Maka mengelompokan data titik panas sebanyak dengan penentuan
cluster optimum menggunakan nilai indeks shilhoutte dan indeks dunn,
diperoleh hasil cluster optimum yaitu 2 cluster, cluster pertama diperoleh nilai
rata-rata brightness , nilai frp MW dan nilai confidence
. Sedangkan cluster kedua memiliki nilai rata-rata brigthness
, frp MW dan confidence
FAKTOR YANG MELATAR BELAKANGI ORANG TUA LANJUT USIA MENJADI WARGA BINAAN PADA PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA KOTA BENGKULU
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang
melatarbelakangi orang tua lanjut usia menjadi warga binaan di Panti Sosial
Tresna Werdha Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif
deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak tiga orang. Teknik pengumpulan
data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data
menggunakan teknik validasi triangulasi waktu, triangulasi subjek, dan triangulasi
teknik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang
melatarbelakangi lansia menjadi warga binaan. Faktor internal fisik mencakup
kondisi kesehatan seperti penurunan pendengaran, gangguan penglihatan, serta
usia lanjut yang menyebabkan keterbatasan dalam menjalankan aktivitas sehari-
hari. Lansia yang mengalami kondisi tersebut memerlukan perhatian khusus,
tetapi sering kali anggota keluarga tidak memiliki waktu atau sumber daya yang
cukup untuk merawat mereka. Selain itu, faktor nonfisik juga berperan dalam
keputusan lansia untuk tinggal di panti.Meskipun demikian, panti sosial
memberikan pelatihan keterampilan seperti menganyam bambu untuk mengisi
waktu luang. Faktor lainnya adalah minat dan keinginan pribadi lansia yang
memilih tinggal di panti karena merasa kesepian di rumah akibat anak-anak yang
sibuk bekerja. Selain itu, dorongan dari teman sebaya juga menjadi faktor
signifikan. Lansia yang kehilangan teman sebayanya merasa lebih nyaman di
panti karena dapat berinteraksi dan saling mendukung satu sama lain.Dengan
demikian, keputusan menempatkan lansia di panti dipengaruhi oleh berbagai
aspek, baik fisik, psikologis, maupun sosial.
.
Kata Kunci : Lansia, Sosial, Pant
RANCANG BANGUN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) SEDERHANA MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR LIMBAH OLI BEKAS
Keterbatasan sumber energi fosil dan meningkatnya limbah oli bekas menjadi
latar belakang perlunya pemanfaatan energi alternatif yang ramah lingkungan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Pembangkit Listrik Tenaga
Uap (PLTU) sederhana dengan menggunakan oli bekas sebagai bahan bakar
alternatif. Penelitian ini dilakukan melalui proses perancangan dan pengujian
sistem PLTU sederhana dengan variasi tekanan uap sebesar 1 bar, 2 bar, 3 bar, 4
bar, dan 5 bar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada tekanan 1 bar dengan
konsumsi bahan bakar 1,5 liter, turbin menghasilkan putaran sebesar 106,8 rpm
dan generator sebesar 274,47 rpm, dengan tegangan 0 volt, daya 0 watt, dan
efisiensi 0%. Pada tekanan 2 bar dengan konsumsi 2 liter, dihasilkan tegangan
6,27 volt, daya 1,7 watt, dan efisiensi 6,01%. Pada tekanan 3 bar, konsumsi 3 liter
menghasilkan daya 13,4 watt dan efisiensi 29,13%. Selanjutnya, tekanan 4 bar
dengan konsumsi 4,5 liter menghasilkan daya 24 watt dan efisiensi 36,75%.
Tekanan tertinggi, yaitu 5 bar dengan konsumsi 6 liter, menghasilkan daya 31
watt dan efisiensi 36,41%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa
peningkatan konsumsi bahan bakar dan tekanan uap berbanding lurus terhadap
peningkatan putaran turbin dan generator, tegangan, serta daya listrik yang
dihasilkan. Sistem PLTU sederhana ini menunjukkan potensi sebagai alternatif
pembangkit listrik skala kecil yang memanfaatkan limbah oli secara efektif.
Kata Kunci : Pembangkit Listrik Tenaga Uap, Turbin De Laval, Oli Bekas,
Efisiensi, Energi Alternatif