31735 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FLASH CARD BERBASIS AUGMENTED REALITY (AR) PADA MATERI STRUKTUR BUMI UNTUK SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Flash Card
berbasis Augmented Reality (AR) pada materi struktur bumi untuk siswa kelas V
Sekolah Dasar. Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Reseach
and Development model ADDIE dengan tahap Analysis (analisis), Design
(desain) dan Development (Pengembangan). Penelitian dilaksanakan di Sekolah
Dasar Negeri 05 Kota Bengkulu. Subjek dalam penelitian yaitu siswa kelas V
SDN 05 Kota Bengkulu. Teknik pengumpulan data menggunakan angket,
wawancara dan lembar validasi ahli. Analisis data menggunakan validasi Aiken
V, Interatter Reliabilty, dan persentase respon siswa. Hasil validasi ahli materi
mendapat nilai 0,95 dengan kategori valid dan kesepakatan antar rater 70%
dengan level kuat. Hasil validasi ahli Bahasa mendapat nilai 0,9 dengan kategori
valid dan kesepakatan antar rater 80% dengan level kuat. Hasil validasi ahli
desain mendapatkan nilai 0,91 dengan kategori valid dan kesepakatan antar rater
50% dengan level sedang. Berdasarkan hasil pengembangan media pembelajaran
flashcard berbasis Augmented Reality (AR) dapat disimpulkan bahwa media
pembelajaran mendapatkan respon yang positif dari siswa dan layak untuk
digunakan dalam pembelajaran.
Kata Kunci : Pengembangan, Media Pembelajaran, Flashcard, Augmented
Reality
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAME TOURNAMENT ( TGT) BERBANTUAN MEDIA WORDWALL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPAS KELAS VB SD NEGERI 5 KOTA BENGKULU
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa
dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Team Game
Tournament (TGT) berbantuan media Wordwall pada pembelajaran IPAS kelas
VB SD Negeri 5 Kota Bengkulu. Jenis Penelitian yang digunakan adalah
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek
dalam penelitian ini adalah siswa kelas VB SDN 5 Kota Bengkulu berjumlah 30
siswa. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi aktivitas siswa
dan lembar tes. Teknik analisis data menggunakan rumus rata – rata skor, skor
tertinggi, skor terendah, selisih skor, dan kisaran nilai dalam setiap kriteria. Data
tes diolah dengan menggunakan rumus rata – rata nilai dan persentase
keberhasilan ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus
I masih belum optimal sehingga diperbaiki pada siklus II. Hasil aktivitas siswa
pada siklus I memperoleh skor 23 dengan kategori cukup, dan meningkat pada
siklus II skor 35,5 dengan kategori baik. Pada aspek Pengetahuan pada siklus I
memperoleh nilai rata – rata 67,66 dengan persentase 63%, Pada siklus II
meningkat dengan memperoleh nilai rata – rata 78,83 dengan persentase 83%.
Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe
team game tournament (TGT) berbantuan media Wordwall pada pembelajaran
IPAS kelas VB SD Negeri 5 Kota Bengkulu dapat meningkatkan aktivitas dan
hasil belajar siswa.\ud
Kata Kunci : Model team game tournament, Wordwall, aktivitas, hasil
belajar
DETEKSI Bougenvillea Chlorotic Vein Banding Virus (BCVBV) PADA TANAMAN BUGENVIL DENGAN METODE PCR (Polymerase Chain Reaction)
Tanaman bugenvil (Bougenvillea) merupakan salah satu tanaman hias yang banyak
digemari oleh masyarakat dan banyak ditemukan di pekarangan rumah warga, sekolah, juga
kantor. Bugenvil terbukti terinfeksi oleh dua virus, yaitu Impatiens necrotic spot virus
(INSV) di Iran dan spesies Badna virus Bougenvillea Cholorotic Vein Banding Virus
(BCVBV) dilaporkan di Taiwan. Namun, kedua virus ini belum pernah dilaporakan di
Indonesia. Beberapa gejala infeksi virus tampak pada tanaman bugenvil di Bengkulu.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeteksi virus pada tanaman bugenvil yang
bergejala dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaction).
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2024 hingga Febuari 2025. Berupa
survey lapangan, pengambilan sampel pada 5 Kecamatan di Kota Bengkulu, pengamatan
variasi gejala, perhitungan insidensi penyakit, dan deteksi virus pada sampel yang bergejala
dengan menggunakan dua pasang primer universal Badna virus dan satu pasang primer
spesifik BCVBV dengan metode PCR.
Gejala yang telihat pada daun adalah berupa: bintik-bintik, klorosis, mosaik,
penebalan tulang daun (vein banding), keriting, dan kerdil. Gejala awal dimulai dengan
bintik-bintik pada daun, kemudian dapat menyebabkan klorosis bahkan nekrotik, membuat
daun tidak normal (malfomasi), hingga menyebabkan daun menjadi keriting dan kerdil.
Rata-rata setiap Kecamatan yang paling tinggi adalah di Kecamatan Sungai Serut dengan
rata-rata 61.9%, menyusul Kecamatan Muara Bangka Hulu dengan rata-rata 55.5%, diikuti
Kecamatan Ratu Samban dengan rata-rata 46.6%, selanjutnya Kecamatan Ratu Agung
dengan rata-rata 37.2% dan yang paling rendah adalah Kecamatan Gading Cempaka dengan
rata-rata sebesar 25.8. Hasil pengujian pada sampel sebanyak 16 sampel yang dideteksi, 11
sampel menunjukkan teramplifikasi positif Badna virus. 11 sampel yang dinyatakan positif
Badna virus, hanya 10 sampel tanaman yang dinyatakan teramplifikasi positif terinfeksi
Bougenvillea Chlorotic Vein Banding Virus (BCVBV) setelah dilakukan deteksi secara
molekuler. Hasil penelitian ini merupakan laporan pertama infeksi virus BCVBV pada
tanaman bugenvil di Indonesia.
Kata kunci : BCVBV, Bugenvil, Kota Bengkul
DETEKSI PAPAYA RINGSPOT VIRUS (PRSV) PADA TANAMAN MELON (Cucumis melo L.) DI BENGKULU DENGAN METODE RT-PCR
Tanaman melon (Cucumis melo L.) merupakan salah satu anggota family
(Cucurbitaceae) yang banyak dibudidayakan, namun dalam produksinya sering terhambat
oleh serangan penyakit tanaman. Beberapa penyakit penting tanaman melon disebabkan
oleh virus tanaman. Banyak jenis virus yang telah dilaporkan menyerang tanaman melon
antara lain Cucumber Mosaic Virus (CMV), Tobacco mosaic virus (TMV), Begomovirus
dan Papaya RingSpot Virus (PRSV), diberbagai daerah di Indonesia. Namun, di Bengkulu
belum banyak dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi PRSV secara serologi
menggunakan antiserum PRSV dan deteksi virus secara molekuler dengan metode Reverse
transcription polymerase chain reaction (RT-PCR) pada sampel tanaman melon di tiga
lokasi budidaya melon di Provinsi Bengkulu. Pengambilan sampel di Kota Bengkulu
(Jenggalu), Kabupaten Bengkulu Tengah (Pungguk Beringin), dan Kabupaten Seluma
(Suka Rami). Deteksi virus secara serologi dengan menggunakan metode DIBA dan RTPCR dilakukan di Laboratorium Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas
Bengkulu. Pengambilan sampel tanaman melon bergejala virus menggunakan metode
purposive sampling dengan setiap lokasi masing-masing 20 sampel daun muda yang
mempunyai gejala terinfeksi virus berdasarkan mosaik pada daun, pemucatan tulang daun,
penebalan tulang daun, malformasi daun, mengkerut pada daun, mengalami perubahan
daun dan kerdil.
Hasil deteksi PRSV dengan metode DIBA mendapatkan sampel tanaman positif
terserang Papaya Ringspot Virus (PRSV). Hasil reaksi positif pada membran nitroselulosa
menghasilkan warna ungu yang berbeda-beda, hal ini diduga karena adanya perbedaan titer
virus pada sampel.
Hasil deteksi metode RT-PCR menggunakan primer spesifik PRSV 326 dan PRSV
800 menunjukan bahwa dari sembilan sampel yang diuji terkonfirmasi positif PRSV.
Laporan ini merupakan laporan pertama deteksi PRSV pada melon dengan metode RTPCR menggunakan primer spesifik PRSV di Bengkulu.
Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN MEDIA EDUCANDY TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS V DI SDN GUGUS III KOTA BENGKULU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Teams
Games Tournament (TGT) berbantuan media Educandy terhadap minat belajar
siswa pada pembelajaran matematika kelas V di SDN gugus III Kota Bengkulu.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode penelitian
quasy experiment dan jenis desain The Matching Only Pretest-Posttest Control
Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V gugus III Kota
Bengkulu. Sedangkan sampelnya adalah siswa kelas VB SDN 03 Kota Bengkulu
sebagai kelas Eksperimen dan siswa kelas V SDN 57 Kota Bengkulu sebagai kelas
kontrol yang diperoleh melalui cluster random sampling. Instrumen yang
digunakan adalah non tes digunakan untuk mengukur minat belajar dakam bentuk
angket berupa angket akhir dan angket awal. Hasil uji hipotesis pada kelas
eksperimen menunjukkan bahwa nilai thitung dengan menggunakan Equal Variences
Assumed = 2,587 dan nilai Sig. (2-tailed) bernilai 0,013 serta nilai distribusi ttabel
adalah 2,021, sehingga thitung > ttabel (2,587 > 2,021) dan Sig.(2-tailed) 0,013 < 0,05.
Data ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata minat belajar pada kelas
eksperimen dan kelas kontrol yang disebabkan oleh perlakuan kedua kelas yang
berbeda. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh
model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media Educandy
terhadap minat belajar siswa pada pembelajaran matematika kelas V di SDN gugus
III Kota Bengkulu.
Kata Kunci : Matematika, Media Educandy, Minat Belaja
HUBUNGAN PROGRAM ADIWIYATA DENGAN LITERASI LINGKUNGAN SISWA SDN 02 KOTA BENGKULU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Program Adiwiyata dengan
Literasi Lingkungan Siswa SDN 02 Kota Bengkulu. Jenis Penelitian ini Kuantitatif.
Populasi adalah seluruh siswa di SD 02 Kota Bengkulu yang berjumlah 358 siswa.
Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik Probability Sampling yaitu teknik
Proportionate Stratified Random Sampling sebanyak 20% sehingga didapatkan sampel
dengan jumlah 72 siswa. Instrumen yang digunakan adalah angket persepsi siswa
tentang program adiwiyata dan angket literasi lingkungan siswa. Instrumen penelitian
menggunakan Angket tertutup dengan menggunakan skala likert. Analisis data yang
digunakan adalah uji prasyarat menggunakan uji normalitas, analisis korelasi yaitu uji
signifikansi variable dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian ini menunjukan
adanya hubungan yang signifikan antara partisipasi siswa dalam persepsi siswa tentang
program adiwiyata dengan literasi lingkungan. Hasil tersebut dibuktikan dari nilai sig
(2-tailed) bernilai 0,000 signifikansi ≤ 0,05 dengan nilai pearson correlation sebesar
0,434 tanda koefisien korelasisinya positif. Besaran variabel partisipasi peserta didik
dalam persepsi siswa tentang program adiwiyata dengan sikap peduli lingkungan
sebesar 45,1%.Faktor lain berpotensi memiliki hubungan dengan sikap peserta didik
adalah seperti pembiasaan dari keluarga sejak dini, sekolah, lingkungan sekitar, dan
sebaginya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara
program adiwiyata dengan sikap peduli lingkungan SDN 02 Kota Bengkulu.
Kata kunci: Program Adiwiyata, Literasi Lingkungan Sisw
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELANGGARAN DI KAWASAN HUTAN SEBLAT OLEH PT.ANUGRAH PRATAMA INSPIRASI DI KABUPATEN BENGKULU UTARA BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH. 23 TAHUN 2021 TENTANG PENYELENGGARAN KEHUTANAN
Kawasan hutan Seblat di Provinsi Bengkulu merupakan kawasan pelestarian alam
dengan potensi wisata alam yang bertujuan untuk produksi hasil hutan dalam
memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun didalam pelaksanaan terdapat dugaan
pelanggaran seperti penebangan tanpa izin sah,tidak melakukan pemulihan
lingkungan,penebangan dikawasan konservasi,melampaui kapasitas dan melebihi
dampak lingkungan. Studi kali ini bertujuan untuk mengetahui penegakan hukum
terhadap pelanggaran dikawasan hutan seblat oleh PT. Anugrah Pratama Inspirasi
(API) dan juga untuk mengetahui pelaksanaan penegakan hukum terhadap
pelanggaran dikawasan hutan seblat. Metode Penelitian ini menggunakan studi
dokumentasi dan wawancara, dalam penetapan sempel yaitu PT. API, DLHK
Provinsi Bengkulu, Gakum LHK Genesis, Konsorium Bentang Alam Seblat, Hasil
studi ini menunjukan adanya masalah pelanggaran penegakan hukum yang diduga
dilakukan oleh PT.API yang mana tidak menaati PP No 23 Tahun 2021.
Kesimpulan hasil Penelitian ini terdapat adanya pelanggaran yang dilakukan oleh
PT. API yang dimana melakukan penebangan tanpa izin sah, tidak melakukan
pemulihan lingkungan, penebangan dikawasan konservasi, melampaui kapasitas
dan melebihi dampak lingkungan.
Kata Kunci : Penegakan Hukum, PT.Anugerah Pratama Inspirasi (API),
Kawasan Hutan Sebla
EKSPLORASI SENTRA PRODUKSI, KARAKTERISASI MORFOLOGI TANAMAN, DAN MUTU KOPI ROBUSTA KABUPATEN EMPAT LAWANG SUMATERA SELATAN
Kopi merupakan salah satu komoditas ekspor di Indonesia dengan nilai
ekspor mencapai USD 1.174.029. Sebagian besar kopi yang dihasilkan adalah
jenis kopi robusta. Daerah penghasil kopi di Indonesia dikenal sebagai daerah
segitiga kopi (coffee triangle regions) yaitu Sumatera Selatan, Bengkulu dan
Lampung. Empat Lawang merupakan Kabupaten dengan total produksi dan
luasan produksi terbesar kedua di Provinsi Sumatara Selatan. Salah satu upaya
yang telah dilakukan Pemerintah Daerah Empat Lawang yaitu dengan
mendaftarkan Kopi Robusta Empat Lawang sebagai komoditas bersertifikasi
Indikasi Geografis (IG). Hal ini menuntut adanya kesamaan karakter baik
morfologi maupun mutu fisik dan citarasa kopi pada setiap daerah sebaran kopi.
Namun, pengujian tersebut belum dilakukan secara komprehensif. Oleh karena
itu, tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi sebaran kopi, mutu fisik dan
citarasa kopi robusta Empat Lawang.
Penelitian dilakukan dengan melakukan survey dan pengamatan tanamantanaman kopi yang ada di sentra produksi kopi di Kabupaten Empat Lawang.
Selain itu, dilakukan juga pengujian mutu kopi baik mutu fisik dan mutu citarasa
dari kopi yang dihasilkan sentra produksi kopi di Kabupaten Empat Lawang.
Pengujian mutu fisik dilakukan mengacu pada SNI-2709-01-2008 tentang Mutu
Biji Kopi sedangan pengujian citarasa dilakukan oleh penguji menggunakan
metode cupping test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 74% tanaman kopi yang ada di sentra
produksi kopi memiliki kesamaan secara morfologi, mutu fisik biji kopi
termasuk pada golongan IVa dan IVb untuk kopi petik merah dan mutu VI
untuk kopi komersil. Citarasa yang muncul dari hasil pengujian yaitu dark
chocolate, nutty dan chocolat
HUBUNGAN ANTARA EKSTRAKULIKULER PRAMUKA DENGAN PRESTASI NON AKADEMIK PESERTA DIDIK DI SD N GUGUS XIV KOTA BENGKULU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ekstrakulikuler pramuka
dengan prestasi non akademik peserta didik di SD N Gugus XIV Kota Bengkulu. Jenis
penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode angket.
Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik di SDN Gugus XIV Kota Bengkulu
yang memiliki Ekstrakulikuler Pramuka aktif. Dalam penelitian ini pengambilan
sampel menggunakan teknik sampling non-probabilitas yaitu purposive sampling ialah
teknik pengambilan sampel di mana subjek dipilih secara sengaja berdasarkan kriteria
tertentu yang dianggap relevan oleh peneliti, sampel penelitian ini berjumlah 45 peserta
didik. Instrument penelitian menggunakan lembar angket langsung dengan jenis angket
tertutup dengan menggunakan skala likert. Analisis data yang digunakan adalah uji
prasyarat menggunakan uji normalitas, analisis korelasi yaitu uji signifikansi variabel
dan uji koefisien determinasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya hubungan
yang signifikan antara ekstrakulikuler pramuka dengan prestasi non akademik. Hasil
tersebut dibuktikan dari nilai sig (1-tailed) bernilai 0,009 dengan nilai pearson
correlation 0,350 tanda koefisien regresinya positif. Besaran variabel ekstrakurikuler
pramuka terhadap variabel prestasi non akademik sebesar 12,2%. Faktor lain yang
berpotensi memiliki hubungan dengan prestasi non-akademik peserta didik
adalah peran seorang pembina dalam melakukan pendampingan pada pelaksanaan
kegiatan ekstrakurikuler. Pembina yang aktif dan kompeten dapat memberikan
bimbingan serta motivasi kepada siswa, sehingga mereka lebih termotivasi untuk
berpartisipasi dalam kegiatan non-akademik. Selain itu, dukungan dari pembina juga
dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan dan kepercayaan diri yang
diperlukan untuk mencapai prestasi di luar akademik. Dengan demikian, peran
pembina yang efektif sangat penting dalam mendorong siswa untuk meraih prestasi
non-akademik yang lebih baik. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara
ekstrakurikuler pramuka dengan prestasi non akademik peserta didik di SDN Gugus
XIV Kota Bengkulu.
Kata Kunci: Ekstrakulikuler, Prestasi non akademik, Pramuka
AUTOMATIC EXAM CORRECTION FRAMEWORK (AECF) PADA SISTEM PEMBELAJARAN DARING DI PERGURUAN TINGGI
Penilaian soal esai merupakan metode evaluasi yang mampu menggambarkan
pemahaman konseptual dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa secara menyeluruh.
Namun, penilaian manual membutuhkan waktu yang lama dan berisiko menimbulkan
subjektivitas. Penelitian ini merancang dan mengembangkan sistem koreksi otomatis
untuk jawaban esai naratif pendek berbasis teks menggunakan pendekatan Natural
Language Processing (NLP) dengan model IndoBERT. Sistem yang dikembangkan,
Automatic Exam Correction Framework (AECF), dirancang untuk mengukur kesamaan
semantik antara jawaban mahasiswa dan pembahasan dosen sebagai acuan penilaian.
Proses pengembangan mencakup ekstraksi data, pra-pemrosesan teks, dan perhitungan
nilai kemiripan menggunakan embedding IndoBERT. Evaluasi dilakukan dengan
membandingkan hasil koreksi otomatis dan manual menggunakan metrik Pearson
correlation dan Mean Absolute Error (MAE). Hasil menunjukkan bahwa sistem dapat
menghasilkan skor yang mendekati penilaian manual, meskipun masih terdapat
kekurangan, seperti skor tinggi untuk jawaban panjang yang tidak relevan serta kesulitan
mendeteksi kontradiksi semantik. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan
sistem evaluasi otomatis Bahasa Indonesia yang lebih efisien, objektif, dan adaptif
terhadap kebutuhan pendidikan tinggi di era digital.
Kata kunci: Automatic Essay Scoring, IndoBERT, Cosine Similarity, NLP, AEC