University of Bengkulu

UNIB Scholar Repository
Not a member yet
    31735 research outputs found

    PRE-SERVICE TEACHERS’ STRATEGIES FOR REDUCING ANXIETY IN TEACHING PERFORMANCE (A Study of the 6th Semester Students in Micro Teaching Class at the English Education Study Program University of Bengkulu in Academic Year 2024/2025)

    No full text
    Experiencing anxiety while teaching is significant obstacle commonly encountered by pre- service teachers, especially when they are required to deliver lessons in front of peers and lecturers using a foreign language. This research focused on exploring the strategies applied by the sixth-semester students from the English Education Study Program at the University of Bengkulu in overcoming anxiety during micro teaching sessions. This research used a descriptive quantitative method, utilizing a questionnaire for data collection. The sample consisted of the sixth-semester students selected using purposive sampling. The collected data were analyzed quantitatively to determine the most commonly used and effective anxiety-reduction strategies among the participants. The findings revealed that students used a variety of strategies; Preparation, Positive Thinking, Peer Seeking, Resignation, and Relaxation. Preparation and Positive Thinking emerged as the most dominant strategies, as they help students build confidence and manage negative thoughts. In conclusion, pre- service teachers apply a combination of cognitive, emotional, and behavioral strategies to reduce anxiety and enhance their teaching performance. Keywords: Strategy, Teaching Anxiety, Pre-service Teachers, Micro Teaching, Quantitative Method

    STUDENTS' PERSONALITIES AND THEIR LEARNING ACHIEVEMENT: A STUDY OF SECOND SEMESTER OF ENGLISH EDUCATION STUDY PROGRAM AT UNIVERSITY OF BENGKULU

    No full text
    The link between students' personality types specifically extroverted and introverted and their academic performance among second-semester students in the English Education Study Program at the University of Bengkulu is examined in this study. Using a quantitative correlational approach, the study gathered data using the Eysenck Personality Questionnaire (EPQ) and students' Grade Point Averages (GPA). Based on their personality scores, 92 students who took part were extrovert and introvert learners. According to a descriptive analysis, the majority of students showed signs of introversion and demonstrated outstanding academic achievement. However, the Spearman Rho correlation analysis found weak statistically significant link between personality type and academic performances for extroverted or introverted students. These results indicate that although personality plays a role in individual learning patterns, it has weak direct correlation on academic achievement in this study. These findings suggest that while personal traits may contribute to academic success, they represent only one of many factors influencing student performance. Implications for educational strategies and student support programs are discussed. Keywords: Students personalities, learning achievement, second semeste

    FACTORS INFLUENCING STUDENTS’ SPEAKING ANXIETY IN CLASS PRESENTATION OF UNDERGRADUATE ENGLISH MAJORS AT THE UNIVERSITY OF BENGKULU

    No full text
    Speaking anxiety refers to feelings of worry, tension, and nervousness related to one’s ability to speak in front of an audience. Class presentations, a common speaking activity in academic settings, often trigger this anxiety among students. This research aims to investigate the levels and factors influencing students’ speaking anxiety during class presentations. To achieve these aims, a mixed-method approach was used. Data were collected through a questionnaire adapted from the Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS) by Horwitz et al. (1986), along with follow-up interviews. The participants were 178 students from the English Education Study Program at the University of Bengkulu. Additionally, five students were interviewed to gain deeper insights into the factors causing anxiety. The results showed that 19 students (10%) were in the “very relaxed” category, 46 students (26%) in the “relaxed,” 65 students (37%) in the “mildly anxious,” 25 students (14%) in the “anxious,” and 23 students (13%) in the “very anxious” category. Most students experienced a mildly anxious level. The study also identified three main factors that significantly contribute to students’ anxiety: communication apprehension, test anxiety, and fear of evaluation. These findings highlight that speaking anxiety is common among students, especially during class presentations. Also, provide lecturers with valuable insights for developing strategies to help students improve their speaking confidence and performance. Keywords: Speaking anxiety, class presentations, anxiety levels, anxiety factors

    ANALISIS GAP KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI MAL PELAYANAN PUBLIK (MPP) KOTA BENGKULU

    No full text
    Penelitian ini membahas permasalahan kesenjangan antara harapan dan persepsi masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bengkulu. Latar belakang penelitian ini muncul dari adanya keluhan masyarakat terkait pelayanan di MPP, termasuk ketidaksesuaian jam operasional, kurangnya sosialisasi jenis layanan, serta ketidakpahaman alur pengambilan nomor antrean online, sehingga mendorong perlunya evaluasi kualitas layanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis gap kualitas pelayanan berdasarkan lima dimensi Servqual, yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner kepada 100 responden masyarakat pengguna layanan di MPP Kota Bengkulu. Analisis data dilakukan dengan metode Servqual untuk mengukur perbedaan antara skor harapan dan skor persepsi masyarakat, serta Importance Performance Analysis (IPA) untuk memetakan prioritas perbaikan layanan. Hasil penelitian menunjukkan adanya gap negatif pada setiap dimensi kualitas pelayanan, dengan gap negatif pada dimensi Assurance dan Reliability, menunjukkan bahwa kualitas layanan yang dirasakan masyarakat masih di bawah harapan masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kualitas pelayanan publik di MPP Kota Bengkulu perlu ditingkatkan, terutama pada aspek kecepatan pelayanan, ketepatan waktu, dan ketanggapan pegawai dalam melayani masyarakat, agar dapat meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik yang diberikan. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Harapan,Persepsi, Mal Pelayanan Publik, Servqual, Kepuasan Masyaraka

    ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KABUPATEN KEPAHIANG

    No full text
    Penelitian ini menganalisis kualitas pelayanan publik pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kepahiang menggunakan lima dimensi SERVQUAL: Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi kualitas pelayanan administrasi kependudukan, mengidentifikasi masalah dan kendala, serta mengukur tingkat kepuasan masyarakat. Metode penelitian kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan studi dokumentasi. Informan terdiri dari pegawai Disdukcapil dan masyarakat pengguna layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan secara umum baik dan memuaskan, dengan kekuatan utama pada keandalan dan daya tanggap. Aspek fisik, jaminan, dan empati juga dinilai positif. Namun, terdapat tantangan seperti ketergantungan pada kelengkapan persyaratan pemohon, inkonsistensi pelatihan staf, visibilitas pelayanan prioritas yang belum optimal, modernisasi peralatan yang belum menyeluruh, dan kapasitas ruang tunggu yang terbatas pada jam sibuk. Kesimpulan menunjukkan bahwa Disdukcapil telah memenuhi sebagian besar harapan publik, namun perbaikan berkelanjutan diperlukan untuk mencapai pelayanan prima

    EFEKTIVITAS PELAYANAN KESEHATAN BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) DI PUSKESMAS BANDAR JAYA KABUPATEN LAHAT

    No full text
    Puskesmas Bandar Jaya sebagai salah satu penyelenggara pelayanan kesehatan di Kabupaten Lahat menyelenggarakan pelayanan kesehatan dengan memperhatikan setiap aspek yang diperlukan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011, BPJS ditujukan untuk memberikan akses kesehatan kepada masyarakat secara merata. Selanjutnya, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014, puskesmas dibangun untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan pelayanan kesehatan yang bermutu. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menjelaskan efektivitas dari program BPJS Kesehatan di Puskesmas Bandar Jaya Kabupaten Lahat. Dalam menjelaskan hal tersebut peneliti menggunakan teori efektivitas pelayanan publik dan menggunakan syarat pelayanan kesehatan yang terdiri dari tiga aspek untuk menilai efektivitas pelayanan, yaitu ketepatan waktu, kecermatan dan gaya pemberian pelayanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pelayanan kesehatan peserta BPJS Kesehatan masih belum efektif karena aspek kenyamanan masih terganggu. Pada aspek ketepatan waktu, program-program yang direncanakan serta dilaksanakan dapat dikatakan efektif. Program-program tersebut dibuat untuk seluruh masyarakat. Pada aspek kecermatan, kemampuan petugas dan keterampilan petugas telah diakui masyarakat yang dibuktikan dari pelaksanaan pelayanan sesuai dengan standar pelayanan dan kepuasan masyarakat yang sangat puas dari hasil IKM. Pada aspek gaya pemberian pelayanan, disiplin kerja, transparansi pelayanan, dan kesamaan hak sudah diselenggarakan dengan baik. Namun, kenyamanan pelayanan masih dinilai kurang dikarenakan sarana prasarana yang membutuhkan perbaikan dan saat ini masih dalam proses. Maka efektivitas pelayanan kesehatan BPJS di Puskesmas Bandar Jaya masih belum efektif. Kata Kunci: BPJS PBI, Pelayanan Kesehatan, Puskesmas Bandar Jay

    EVALUASI MODEL CIPP PADA PROGRAM GLOBAL SKILL TRAINING (GST) MELALUI PELATIHAN FOTOGRAFI DI LPK SONIC TRANING CENTER KOTA BENGKULU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan program Global Skill Training (GST) pada pelatihan fotografi menggunakan evaluasi model CIPP pada LPK Sonic Training Center kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan metode evaluasi. Teknik penggumpulan data digunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Untuk validitas data penelitian dilakukan dengan cara triangulasi: triangulasi subjek, teknik, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian ditemukan: 1.) Evaluasi konteks menunjukkan bahwa program GST merupakan respons terhadap kebutuhan keterampilan generasi muda usia produktif, khususnya siswa SMA/SMK dan mahasiswa tingkat akhir yang belum bekerja, untuk meningkatkan kemampuan hard skil dan soft skill yang relevan dengan perkembangan dunia fotografi. 2.) Evaluasi input mengindikasikan bahwa program ini didukung oleh sistem organisasi yang terstruktur, melibatkan 16 peserta (13 laki-laki dan 3 perempuan), serta instruktur eksternal yang berpengalaman di bidangnya. 3.) Evaluasi proses menunjukkan bahwa program dilaksanakan secara sistematis dengan metode pembelajaran partisipatif, ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta diakhiri dengan uji kompetensi oleh asesor dari LSP-BNSP. 4.) Evaluasi produk memperlihatkan pengembangan keterampilan peserta dalam aspek teknis fotografi, penguatan sikap dan relasi kerja, serta perolehan sertifikat BNSP yang mendukung peluang kerja maupun usaha mandiri. Kata kunci: Evaluasi model CIPP, Program GST, LP

    KEBUTUHAN BELAJAR WARGA BELAJAR PAKET C DI SATUAN PENDIDIKAN NONFORMAL SANGGAR KEGIATAN BELAJAR (SPNF-SKB) KOTA BENGKULU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebutuhan belajar warga belajar Paket C di Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan belajar terbagi menjadi kebutuhan terasa dan kebutuhan terduga. Kebutuhan terasa yang paling utama adalah menyelesaikan pendidikan yang tertunda dan memperoleh ijazah setara SMA sebagai syarat melamar pekerjaan dan melanjutkan pendidikan. Faktor internal warga belajar berasal dari dorongan diri sendiri, sedangkan faktor eksternal meliputi lingkungan sekitar, tuntutan kerja, pengaruh teman sebaya dan dukungan keluarga. Faktor ekonomi menjadi penyebab utama kesenjangan kebutuhan belajar karena sebagian besar warga belajar harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup, sehingga sulit membagi waktu antara belajar dan bekerja. Pada awal pembelajaran, banyak warga belajar merasa minder karena lama tidak sekolah, namun suasana belajar yang kondusif. Kebutuhan terduga terlihat dari strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi warga belajar melalui metode tatap muka dan pembelajaran mandiri menggunakan modul. Kesenjangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap juga ditemukan, Selain itu, kesenjangan antara kondisi ideal dan aktual terlihat dari rendahnya keaktifan warga belajar yang dipengaruhi pekerjaan dan tanggung jawab rumah tangga. Pembelajaran paket C dilaksanakan dua kali seminggu, didukung oleh sumber daya seperti bantuan pemerintah, ruang belajar, perpustakaan, dan akses internet. Kata Kunci: Kebutuhan Belajar, Paket C, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB

    IMPLEMENTASI PROGRAM NIKAH BALAI SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA PRA-SEJAHTERA DI KOTA BENGKULU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Nikah Balai yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Bengkulu sebagai upaya mewujudkan kesejahteraan keluarga pra-sejahtera. Fokus utama dalam penelitian ini adalah melihat bagaimana program ini dijalankan sebagai bentuk pendidikan nonformal yang memberdayakan perempuan dan melindungi hak-hak anak. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Nikah Balai dilakukan melalui tiga tahapan penting yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas sektor seperti KUA, GOW, media lokal, pelaku usaha, serta masyarakat. Program ini tidak hanya memfasilitasi legalitas pernikahan secara administratif, namun juga memberikan edukasi pranikah, sosialisasi perlindungan hukum, serta akses terhadap layanan dasar seperti akta kelahiran, KTP, KK, dan jaminan sosial. Dari sisi pemberdayaan, program ini mampu meningkatkan kesadaran hukum, memperkuat posisi perempuan dalam rumah tangga, dan menjamin perlindungan hak-hak anak secara legal. Kesimpulannya, Program Nikah Balai merupakan bentuk intervensi sosial berbasis pendidikan nonformal yang efektif dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga pra-sejahtera. Melalui pendekatan partisipatif dan kontekstual, program ini mampu membangun ketahanan keluarga, meningkatkan kapasitas sosial peserta, serta menciptakan kesetaraan dan keadilan dalam struktur keluarga. Kata Kunci: Nikah Balai, Pendidikan Nonformal, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kesejahteraan Keluarga

    STRATEGI PROMOSI PENDIDIKAN KESETARAAN DI PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) ILMU BUNDA KOTA BENGKULU

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi promosi pendidikan kesetaraan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ilmu Bunda Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah strategi promosi yang dilakukan oleh PKBM Ilmu Bunda Kota Bengkulu dalam mendapatkan peserta didik kesetaraan ada beberapa strategi yang harus diperhatikan dalam promosi yang pertama mengidentifikasi sasaran promosi dengan melakukan rapat terlebih dahulu sebelum langsung ke lokasi promosi yang bertujuan untuk menentukan lokasi mana yang sesuai untuk dilakukannya promosi pendidikan kesetaraan dengan melakukan studi lapangan secara langsung yang dimana calon peserta didik pendidikan kesetaraan tidak dilihat dari umur, jenis kelamin, ekonomi maupun latar belakang. Yang kedua untuk cara menentukan tujuan dari promosi yang akan dilakukan dengan cara meyakinkan calon peserta dan untuk membangun stabilitas dalam program ini dilakukannya kerja sama dengan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kota Bengkulu dan Rumah Tahfidz Qur’an (RTQ) Raihan Kabupaten Bengkulu Tengah. Yang ketiga dalam merancang pesan promosi yang dilakukan untuk menarik minat calon peserta. Yang keempat dalam memilih saluran promosi bertujuan sebagai salah satu cara untuk lebih memperluas jangkauan promosi PKBM Ilmu Bunda Kota Bengkulu. Kata kunci : PKBM, Strategi, Keterampila

    6,135

    full texts

    31,735

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNIB Scholar Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇