31735 research outputs found
Sort by
TAMAN LINGKUNGAN PERKANTORAN PEMDA PROVINSI BENGKULU
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggung jawab penyewa terhadap
kerusakan mobil rental yang telah diasuransikan, serta penerapan prinsip
indemnitas oleh perusahaan asuransi pada Rental Mobil BIMA 2000 di Kota
Bengkulu. Penentuan sampel dilakukan dengan non probabilitas sampling atau non
random sampling dengan sampel pemilik rental, penyewa, dan pihak asuransi. Data
primer penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara dan data sekunder
dikumpulkan melalui studi dokumen yang seluruhnya diolah dan dianalisis secara
kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penyewa tetap memiliki
tanggung jawab hukum terhadap kerusakan mobil selama masa sewa, tergantung
pada jenis kerusakan dan penyebabnya, meskipun kendaraan telah diasuransikan
(2) prinsip indemnitas diterapkan oleh perusahaan asuransi untuk memulihkan
keadaan kerugian tanpa memberikan keuntungan kepada tertanggung, yaitu pihak
rental. Namun dalam praktiknya, terdapat keterbatasan pertanggungan, seperti
pengecualian kerusakan akibat kelalaian berat atau pelanggaran hukum oleh
penyewa. Oleh karena itu, penting adanya kejelasan klausul perjanjian sewa dan
pemahaman penyewa atas tanggung jawabnya. Penelitian ini merekomendasikan
peningkatan edukasi hukum bagi penyewa dan perbaikan klausul kontrak agar tidak
merugikan salah satu pihak.
Kata Kunci: Tanggung Jawab, Penyewa, Mobil Rental, Asuransi
PERBEDAAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN USIA 5–6 TAHUN DI TK SE- KECAMATAN PASAR MANNA BENGKULU SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kemampuan
motorik halus antara anak laki-laki dan perempuan usia 5–6 tahun di Taman Kanak-
Kanak se-Kecamatan Pasar Manna, Bengkulu Selatan. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Sampel penelitian terdiri atas 53
anak yang dibagi ke dalam dua kelompok berdasarkan jenis kelamin, yaitu 29 anak
laki-laki dan 24 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
observasi menggunakan lembar penilaian motorik halus yang memuat tiga indikator
keterampilan, yakni menggunting, kolase, dan menebalkan pola. Data yang
diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji Independent Samples t-Test dengan
menggunakan SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-
tailed) sebesar 0,975, yang lebih besar daripada taraf signifikansi 0,05. Hal ini
berarti hipotesis alternatif (Ha) ditolak dan hipotesis nol (Ho) diterima, sehingga
dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik
antara kemampuan motorik halus anak laki-laki dan perempuan. Temuan penelitian
ini menunjukkan bahwa perkembangan motorik halus anak lebih dipengaruhi oleh
faktor lingkungan, stimulasi, dan kesempatan berlatih baik di rumah maupun di
sekolah, dibandingkan faktor jenis kelamin.
Kata kunci: Motorik Halus, Anak Usia Dini, Jenis Kelamin, Perbedaa
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) UNTUK MENINGKATKAN KOLABORASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA (Studi Pada Mata Pelajaran IPAS Kelas X TKJ Di SMK Negeri 1 Muara Enim)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model
pembelajaran Model Project Based Learning (PJBL) untuk meningkatkan
Kolaborasi dan prestasi belajar pada mata pelajaran IPAS siswa kelas X
TKJ SMK Negeri 1 Muara Enim. Desain penelitian yang digunakan adalah
penelitian tindakan kelas dan kuasi eksperimen. Subjek penelitian adalah
siswa kelas X TKJ 3 SMK Negeri 1 Muara Enim semester ganjil tahun
pelajaran 2024/2025. Melalui teknik sampel random sampling diperoleh
sampel kuasi eksperimen adalah kelas X TKJ 2 di SMK Negeri 1 Muara
Enim dan kelas kontrol kelas X TKJ 1 di SMK Negeri 1 Muara Enim.
Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi dan tes. Data
penelitian dianalisis dengan statistik deskriptif, rata-rata (mean),
persentase, dan uji-t. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan
model pembelajaran Model Project Based Learning (PJBL) dapat
meningkatkan Kolaborasi dan prestasi belajar siswa kelas X TKJ SMK
Negeri 1 Muara Enim dan penerapan model Project Based Learning
(PJBL) efektif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dibandingkan
dengan pembelajaran konvensional.
Kata Kunci: Model Project Based Learning, Kolaborasi Belajar
Siswa, Prestasi Belajar Siswa
EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET C DI SPNF SKB KOTA BENGKULU
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pendidikan
kesetaraan Paket C di Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Sanggar Kegiatan
Belajar (SKB) Kota Bengkulu menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input,
Process, Product). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif
dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam aspek konteks, program ini
diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat yang belum
memiliki ijazah setara SMA. Dalam aspek input, ditemukan bahwa sumber daya
manusia, sarana prasarana, dan pendanaan telah tersedia, namun masih terdapat
kendala dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran. Aspek proses menunjukkan
bahwa pelaksanaan program sudah berjalan sesuai dengan pedoman, tetapi tingkat
kehadiran peserta didik masih menjadi tantangan. Dalam aspek produk, program
ini berhasil menghasilkan lulusan yang dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang
lebih tinggi atau memasuki dunia kerja. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan
bahwa meskipun program pendidikan kesetaraan Paket C telah berjalan dengan
baik, terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan untuk meningkatkan
efektivitas dan kualitas pendidikan kesetaraan.
Kata kunci: Evaluasi Program, Pendidikan Kesetaraan, Paket C, Model CIP
PENGARUH MODEL CORE (CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING) TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PESERTA DIDIK DI SMPN 02 KOTA BENGKULU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran CORE
(Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) terhadap kemampuan koneksi dan
pemecahan masalah matematis peserta didik di SMPN 02 Kota Bengkulu.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu
(quasi experiment). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kovarian
(ANCOVA) untuk menguji pengaruh model pembelajaran dengan mengontrol
variabel kovariat. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh linear
kovariat kemampuan awal terhadap kemampuan koneksi matematis sebesar 25,3%,
dengan peningkatan jumlah siswa dalam kategori tinggi terutama pada indikator
hubungan matematika dengan ilmu lain sebesar 69,74% dan dengan kehidupan
sehari-hari sebesar 56,58%. Kemampuan awal juga berpengaruh secara signifikan
terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis dengan kontribusi sebesar
55,3%, dengan peningkatan tertinggi pada indikator melaksanakan rencana sebesar
70,53% dan memahami masalah sebesar 64,74%. Selanjutnya, penerapan model
pembelajaran CORE berpengaruh terhadap kemampuan koneksi matematis dengan
pengaruh sebesar 57,0%. Peningkatan paling menonjol terdapat pada indikator
hubungan antara matematika dengan ilmu pengetahuan lain sebesar 73,68%, diikuti
oleh hubungan dengan kehidupan sehari-hari sebesar 71,38% dan antar konsep
matematika sebesar 58,55%. Sementara itu, pengaruh model CORE terhadap
kemampuan pemecahan masalah matematis sebesar 19,9%, dengan capaian
tertinggi pada indikator melaksanakan rencana sebesar 80,66%, memahami
masalah sebesar 72,50%, memeriksa kembali sebesar 67,63%, dan merencanakan
penyelesaian sebesar 40,26%. Temuan ini menunjukkan bahwa model CORE
efektif dalam mengembangkan keterkaitan lintas konsep, kontekstualisasi
matematika, serta kemampuan berpikir kritis dan reflektif peserta didik dalam
penyelesaian masalah matematis.
Kata Kunci: CORE, koneksi matematis, pemecahan masalah matematis,
kemampuan awa
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA (Studi Pada Mata Pelajaran Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 44 Bengkulu Utara)
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran
matematika berbasis Android guna meningkatkan kemandirian dan prestasi
belajar siswa. Masalah utama yang dihadapi adalah rendahnya
pemahaman siswa terhadap materi Teorema Pythagoras akibat kurangnya
penggunaan media pembelajaran yang interaktif. Penelitian ini
menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model
pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation,
Evaluation). Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 44
Bengkulu Utara. Produk yang dikembangkan berupa aplikasi Android yang
menyajikan materi dalam bentuk video, animasi, soal latihan, dan evaluasi
interaktif. Hasil validasi dari ahli media dan materi menunjukkan bahwa
media sangat layak digunakan dengan skor rata-rata masing-masing 3,89
dan 3,70. Uji efektivitas menunjukkan peningkatan signifikan terhadap
kemandirian belajar siswa dari 3,09 menjadi 3,83, serta peningkatan
prestasi belajar berdasarkan uji-t (thitung = 8,576 > ttabel = 1,671). Media
ini memungkinkan siswa belajar secara fleksibel, mandiri, dan
menyenangkan. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis Android
ini terbukti efektif dan dapat digunakan sebagai solusi pembelajaran inovatif
di era digital, terutama untuk memperkuat pemahaman konsep matematika
dan membangun kemandirian siswa dalam belajar.
Kata Kunci: Media Pembelajaran, Android, Matematika, Kemandirian
Belajar, Prestasi Belajar
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS ANDROID UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA (Studi Pada Mata Pelajaran Seni Budaya Kelas X SMK Negeri 3 Seluma)
Pembelajaran seni budaya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) saat ini
dihadapkan pada tantangan seperti rendahnya partisipasi siswa, minimnya media
pembelajaran, serta kurangnya buku/modul pelajaran seni budaya yang sesuai
dengan karakteristik peserta didik di SMK yang selaras dengan kurikulum
merdeka. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kemandirian belajar siswa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran yaitu e-modul
berbasis android guna meningkatkan kemandirian belajar siswa pada mata
pelajaran seni budaya. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Negeri 3
Seluma. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D)
dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design,
Development, Implementation, Evaluation).
E-Modul dikembangkan melalui analisis kurikulum dan karakteristik siswa
kemudian membuat e-modul berbasis android yang divalidasi oleh ahli materi dan
ahli media, kemudian diimplementasikan di kelas eksperimen untuk menguji
kelayakan, kepraktisan dan efektivitas media, digunakan uji statistik yang
membandingkan hasil belajar antara kelas eksperimen yang menggunakan e-modul
berbasis android dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa e-modul seni budaya berbasis android layak
digunakan dan secara signifikan meningkatkan kemandirian belajar siswa. Dengan
demikian, e-modul ini efektif diterapkan untuk meningkatkan pembelajaran seni
budaya dan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk materi lain di SMK.
Kata Kunci: E-Modul, Android, Kemandirian Belajar
PENGEMBANGAN E-MODUL INTERAKTIF BERBASIS GOOGLE SITES DAN QUIZIZZ UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR (Studi Pada Mata Pelajaran Informatika Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Bengkulu Utara)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana e-modul
interaktif berbasis Google Sites dan Quizizz dapat meningkatkan minat dan
prestasi belajar siswa kelas X pada mata pelajaran Informatika,
mendeskripsikan kelayakan e-modul interaktif berbasis Google Sites dan
Quizizz untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa, serta
mendeskripsikan efektivitas e-modul interaktif berbasis Google Sites dan
Quizizz dalam meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa dalam
meningkatkan minat belajar maupun prestasi belajar siswa kelas X pada
mata pelajaran Informatika. Penelitian ini menggunakan metode Research
and Development (R&D) dengan model ADDIE dan melibatkan siswa kelas
X SMA Negeri 3 Bengkulu Utara sebagai subjek. Hasil validasi oleh ahli
media dan materi menunjukkan bahwa e-modul ini sangat layak digunakan
untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa. Penggunaan e-modul
interaktif berbasis Google Sites dan Quizizz pada uji skala terbatas dan
skala luas memberikan pengaruh terhadap peningkatan minat dan prestasi
belajar siswa kelas X dalam mata pelajaran Informatika secara signifikan.
Hasil uji efektivitas juga menunjukkan peningkatan minat dan prestasi yang
lebih baik pada kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol. Dengan
demikian, e-modul interaktif berbasis Google Sites dan Quizizz terbukti
layak dan efektif digunakan untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar
siswa kelas X pada mata pelajaran Informatika.
Kata Kunci : E-modul, Google Sites, Quizizz, minat dan prestasi belaja
PERBEDAAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS BIOGRAFI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE DAN PROJCT BASED LEARNING PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 5 KOTA BENGKULU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan menulis teks
biografi antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Think Talk
Write (TTW) dan siswa yang diajar menggunakan model Project Based Learning
(PJBL) pada siswa kelas X SMA Negeri 5 Kota Bengkulu. Penelitian ini
menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain static group comparison.
Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, masing-masing berjumlah 37 siswa.
Kelas pertama diajar menggunakan model pembelajaran Think Talk Write,
sedangkan kelas kedua menggunakan model Project Based Learning. Instrumen
penelitian berupa tes menulis teks biografi dengan penilaian mencakup lima
aspek, yaitu struktur teks, diksi, isi, kalimat, dan ejaan. Teknik analisis data
menggunakan independent sample t-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai
rata-rata kelas TTW adalah 86,83, sedangkan kelas PJBL memiliki rata-rata
70,64. Berdasarkan hasil uji t diperoleh nilai t hitung sebesar 8,05, lebih besar dari
t tabel sebesar 1,993. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan
secara statistik antara kedua kelompok. Dengan demikian, dapat disimpulkan
bahwa terdapat perbedaan kemampuan menulis teks biografi yang signifikan
antara siswa yang diajar menggunakan model TTW dan PJBL, di mana model
TTW menunjukkan hasil yang lebih tinggi dalam meningkatkan kemampuan
menulis teks biografi.
Kata kunci: think talk write, project based learning, menulis, teks biografi, kuasi
eksperime
VERBA DALAM BAHASA REJANG PADA FOLKLOR LISAN ( KTUAI AGUNG ) MASYARAKAT DESA TABA BARU LAIS BENGKULU UTARA
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk verba bahasa Rejang pada
folklore lisan (Ktuai Agung) masyarakat Desa Taba Baru, Kecematan Lais Bengkulu
Utara. Ruang lingkup penelitian ini adalah untuk melengkapi bentuk verba bahasa
Rejang yang diceritakan secara lisan oleh tokoh masyarakat Desa Taba Baru Lais
Bengkulu Utara yang menggunaka bahasa sehari hari untuk menjabarkan cerita
tentang Ktuai Agung. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode
deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, teknik
rekaman, dan teknik simak-catat. Langkah-langkah pengolahan data dilakukan
dengan tahapan: (1) pentranskripsi data; (2) pengidentifikasi data; (3) pengklasifikasi
data; (5) penginterpretasi data; dan (6) penyimpulkan data. Pada penelitian ini
ditemukan dua bentuk verba yaitu verbal bebas dan verba turunan. Berdasarkan
bentuk dan makna verba dapat dilihat bahwa verba turunan diklasifikasikan menjadi
tiga yaitu: verba turunan berafiks, verba turunan paduan leksem dan verba turunan
bereduplikasi. Salah satu contoh verba bebas yaitu kata Alau yang artinya pergi. kata
alau digolongkan kedalam verba bebas karena bisa bergerak sendiri tanpa ada proses
morfologis pada kata tersebut. Contoh verba berafik yaitu pada kata Mgep. kata
Mgep berasal dari kata Gep yang mengalami proses morfologis yaitu imbuhan awal
me- pada kata gep sehingga menjadi Mgep. Contuh verba paduan leksem yaitu pada
kata muk mei. yang jika dikaji dalam bahasa rejang kedua kata ini ialah kata kerja
dan kata benda, namun dalam bahasa rejang kata muk harus selalu dikuti dengn kata
benda sehingga verba ini memiliki makna. Contoh verba bereduplikasi yaitu kalimat
gong pegong yang mengalami proses penggabungan kata gong pegong menjadi
gegong.
Kata kunci: Bentuk Verba, Bahasa Rejang, Folklor Lisan, Masyarkat, Desa Taba-
baru, Bengkulu Utara