University of Bengkulu

UNIB Scholar Repository
Not a member yet
    31735 research outputs found

    KAJIAN PUTUSAN PERKARA NOMOR 26/Pid/2024/PT BGL BERKENAAN DENGAN PENYEBARAN KONTEN VIDEO ASUSILA

    No full text
    Putusan perkara Nomor 26/Pid/2024/PT BGL menyatakan terdakwa bersalah karena telah menyebarkan konten asusila. Namun faktanya terdakwa telah melakukan dua tindak pidana atau dapat dikatakan tindak pidana gabungan (concursus) yaitu penyebaran video asusila dan pemerasan kepada korban, namun putusan tersebut hanya menjatuhkan sanksi pada 2 (dua) perbuatan pidana. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pertimbangan hakim, dan kepastian hukum, unsur keadilan atas putusan yang telah dibuat. Metode penelitian menggunakan metode penelitian hukum yuridis normatif dan pendekatan undang-undang (statue approach) bertujuan untuk menelaah semua undang-undang dan regulasi yang bersangkut paut dengan isi hukum yang sedang ditangani. Sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan cara studi dokumen bertujuan untuk menemukan peraturan perundang-undangan, hasil-hasil penelitian, jurnal, dan pendapat-pendapat hukum yang berkaitan dengan kajian putusan, beracara pidana, dan tentang tindak pidana penyebaran video asusila dan pemerasan. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa dasar pertimbangan yuridis putusan ini kesimpulan dan saran, surat dakwaan alternatif yang di terapkan oleh penuntut umum seharusnya dalam bentuk komulatif dengan menggunakan sistem absorpsi dipertajam. Hakim dalam mengambil keputusan merupakan wakil dari tuhan, hakim bertanggung jawab kepada tuhan dan masyarakat sehingga putusan yang diambil sebaiknya menerapkan penggunaan irah-irah “demi keadilan berdasarkan ketuhanan yang maha esa”. Kesimpulannya dalam mengambil keputusan, hakim seharusnya dapat melihat fakta-fakta hukum yang ada bahwa perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa merupakan dua perbuatan yang berbeda sehingga secara yuridis hakim tidak memperhatikan segala unsur pidana dalam perkara, sedangkan sarannya Unsur keadilan dan kepastian hukum sangat penting dalam sistem hukum. Keadilan mencakup perlakuan yang adil dan setara bagi semua individu, sedangkan kepastian hukum menjamin bahwa hukum diterapkan secara konsisten dan dapat diprediksi, sehingga masyarakat dapat memahami hak dan kewajiban mereka. Kata Kunci : Eksaminasi, Penyebaran, dan Video Asusila

    PERSEPSI HAKIM ANAK TERHADAP KONSEP PUTUSAN PEMAAFAN HAKIM DI PENGADILAN NEGERI KELAS IA BENGKULU

    No full text
    Anak yang melakukan tindak pidana disebut sebagai anak yang berkonflik dengan hukum dan akan diproses melalui Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Apabila seorang anak telah menempuh suatu proses hukum, masyarakat cenderung akan melabeli anak tersebut dengan stigma yang tidak baik. Urgensi penelitian ini adalah upaya untuk menghindari stigmatisasi terhadap anak yang berkonflik dengan hukum Salah satu caranya adalah dengan penerapan putusan pemaafan hakim. Putusan pemaafan hakim merupakan suatu konsep baru yang diatur dalam Pasal 54 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (UU KUHP). Dalam pasal tersebut diatur bahwa ringannya perbuatan, keadaan pribadi pelaku, atau keadaan pada waktu dilakukan tindak pidana serta yang terjadi kemudian dapat dijadikan dasar pertimbangan untuk tidak menjatuhkan pidana atau tidak mengenakan tindakan dengan mempertimbangkan segi keadilan dan kemanusiaan. Unsur-unsur tersebut sebelumnya telah diatur pada Pasal 70 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA). Penelitian ini akan mengkaji apakah aturan Pasal 70 UU SPPA mengandung konsep putusan pemaafan hakim. Terlebih putusan pemaafan hakim ini belum terdapat hukum acara ataupun aturan teknis yang mengatur sehingga apabila Pasal 70 UU SPPA benar mengandung konsep putusan pemaafan hakim, bagaimana hakim menerapkan putusan pemaafan hakim tersebut, dan apa jenis putusannya dalam Sistem Peradilan Pidana Anak. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang dilakukan dengan melakukan wawancara terhadap 3 (tiga) orang hakim anak di Pengadilan Negeri Kelas IA Bengkulu dan 2 (dua) orang Pembimbing Kemasyarakatan di Balai Pemasyarakatan Kelas II Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat perbedaan pendapat diantara hakim anak mengenai konsep putusan pemaafan hakim dalam Pasal 70 UUSPPA dan penerapannya. Namun ketiga hakim yang menjadi responden sepakat bahwa konsep putusan pemaafan hakim ini dapat menjadi upaya untuk menghindari stigmatisasi terhadap anak yang berkonflik dengan hukum. Mengenai wawancara dengan PK Bapas, kedua PK Bapas yang menjadi responden menyatakan bahwa belum pernah ada dalam Laporan Penelitian Kemasyarakatan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum yang mengandung rekomendasi putusan pemaafan hakim. Kata Kunci : Putusan, Pemaafan Hakim, Anak yang Berkonflik dengan Huku

    WANPRESTASI AKIBATKELALAIAN ANGGOTA GAPOKTAN DALAMPERJANJIAN UTANG PIUTANGDENGANGAPOKTAN INDAHSEPAKAT DIDESAGAJAHMATIKABUPATENMUKOMUKO

    No full text
    Perjanjian utang piutang modal usaha oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Indah Sepakat kepada anggotanya didasarkan pada asas kepercayaan tanpa jaminan ketat. Sistem ini berpotensi menimbulkan wanprestasi akibat kelalaian anggota maupun keadaan memaksa (overmacht) yang dihadapinya, karena anggota tidak melaksanakan prestasi sesuai kesepakatan. Penelitian ini mengkaji dua permasalahan utama yaitu apa yang menjadi faktor penyebab terjadinya wanprestasi oleh anggota Gapoktan dalam perjanjian utang piutang dengan Gapoktan Indah Sepakat di Desa Gajah Mati Kabupaten Mukomuko dan bagaimana upaya penyelesaian yang dilakukan oleh Gapoktan Indah Sepakat terhadap wanprestasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab dan upaya penyelesaian wanprestasi. Penelitian empiris kualitatif ini menggunakan observasi, wawancara, dan studi Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Gapoktan Indah Sepakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menyebabkan anggota Gapoktan tidak melaksanakan pembayaran utang piutang (wanprestasi) dengan Gapoktan Indah Sepakat yaitu disebabkan oleh beberapa faktor seperti kendala ekonomi, musibah pribadi, dan kurangnya ketegasan pengurus akibat kuatnya ikatan kekeluargaan. Penyelesaian wanprestasi dilakukan secara non-litigasi melalui musyawarah kekeluargaan dengan solusi perpanjangan waktu pembayaran. Disarankan agar Pengurus Gapoktan dapat meningkatkan penegakan AD/ART dan meminimalkan ketergantungan pada pendekatan kekeluargaan demi menjamin kepastian hukum dan keberlanjutan kelompok tani tersebut. Kata Kunci : Perjanjian, Utang Piutang, Wanprestasi, Gapokta

    PENENTUAN STATUS MUTU AIR SUNGAI BENGKULU DI WILAYAH KOTA BENGKULU MENGGUNAKAN METODE INDEKS PENCEMARAN (IP)

    No full text
    Bengkulu, namun kualitasnya terus mengalami penurunan akibat aktivitas antropogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas air Sungai Bengkulu berdasarkan parameter fisika (suhu, kekeruhan) dan kimia (pH, nitrat, nitrit, dan besi) dengan pendekatan Indeks Pencemaran (IP). Pengambilan sampel dilakukan di tiga titik (hulu, tengah, dan hilir) . Parameter dianalisis menggunakan metode spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu 29,47 mg/L;30,13 mg/L;29,9 mg/L. pH 8,06; 7,92; 7,81 Nitrat 0,49 mg/L; 0,19 mg/L dan 0,17 mg/L dan Nitrit 0,49 mg/L; 0,19 mg/L dan 0,17 mg/L, masih berada dalam kisaran baku mutu. Namun, parameter kekeruhan 33,77 NTU, 171,33 NTU, dan 179,33 NTU melebihi baku mutu khususnya pada titik tengah dan hilir. Sedangkan hasil kandungan Besi 0,51 mg/L; 1,19 mg/L dan 0,84 mg/L menunjukkan nilai melebihi baku mutu, khususnya di bagian tengah dan hilir sungai. Nilai IP yang diperoleh adalah 4,81 (hulu), 7,18 (tengah), dan 7,17 (hilir), yang secara keseluruhan mengindikasikan bahwa status mutu air Sungai Bengkulu tergolong dalam kategori “tercemar sedang”. Sehingga perlu dilakukan, Pengawasan limbah, pembangunan sistem pengolahan air terpadu, serta pemantauan berkala diperlukan untuk menjaga keberlangsungan fungsi Sungai Bengkulu sebagai sumber air bersih. Kata kunci: Sungai Bengkulu, Indeks Pencemaran, Kualitas Air, Kekeruhan, Logam Berat

    PENENTUAN STATUS MUTU AIR PADA FASILITAS YANG DIKELOLA FMIPA UNIVERSITAS BENGKULU

    No full text
    Kualitas air merupakan faktor penting dalam mendukung kegiatan akademik dan laboratorium, sehingga perlu dilakukan evaluasi berkala terhadap parameter fisika dan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan status mutu air pada fasilitas yang dikelola FMIPA Universitas Bengkulu berdasarkan parameter kekeruhan, Total Dissolved Solids (TDS), kesadahan total, pH, dan salinitas. Analisis dilakukan dengan metode STORET, dengan membandingkan hasil pengukuran parameter kualitas air terhadap baku mutu yang ditetapkan dalam Permenkes No. 2 Tahun 2023. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa sebagian besar parameter masih berada dalam batas aman, kecuali kekeruhan rata-rata diperoleh 12,6 NTU (maksimum > 3 NTU) dan TDS (maksimum 390 mg/L > 300 mg/L) di lokasi 5 yang melampaui ambang batas. Berdasarkan perhitungan STORET, total skor mutu air adalah –8 yang dikategorikan dalam Kelas II (cemar ringan). Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas air di fasilitas FMIPA Universitas Bengkulu secara umum baik, namun diperlukan pengelolaan lanjutan untuk menurunkan kekeruhan dan TDS pada titik lokasi tertentu. Kata Kunci : Kualitas Air, Metode Storet, Kekeruhan, TDS, FMIPA Universitas Bengkul

    PENGARUH MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS CANVA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPAS SISWA KELAS V SDN GUGUS XIV

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh multimedia interaktif berbasis canva terhadap pemahaman konsep IPAS siswa kelas V SDN gugus XIV Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen menggunakan desain The Matching Only Pre-test-Post-test. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VA SDN 45 Kota Bengkulu sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VA SDN 42 Kota Bengkulu sebagai kelompok kontrol yang diperoleh melalui cluster random sampling. Instrumen yang digunakan berupa lembar tes uraian berjumlah 5 soal yang diberikan melalui Pretest dan Posttest. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji statistik deskriptif, uji prasyarat, dan uji inferensial. Hasil nilai rata-rat posttest kelompok kontrol sebesar 56,67 sedangkan hasil nilai rata-rata posttest kelompok eksperimen sebesar 77,50. Sehingga terdapat perbedaan rata-rata sebesar 20,83 pada kedua kelompok. Hasil uji-t independent sample t-test pada posttest menunjukkan bahwa nilai thitung 3,539 lebih besar dari ttabel yang bernilai 2,023 (df = 41, α = 0,05) dan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 < 0,05. Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan signifikan terhadap pemahaman konsep IPAS antara kedua kelompok. Hal ini disebabkan oleh perlakua yang berbeda. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh multimedia interaktif berbasis canva terhadap pemahaman konsep IPAS siswa kelas V SDN gugus XIV Kota Bengkulu. Kata Kunci: Multimedia Interaktif Berbasis Canva, IPAS, Pemahaman Konse

    PENGARUH PEMBUATAN KARYA MOZAIK MENGGUNAKAN SAMPAH PLASTIK TERHADAP SIKAP PEDULI LINGKUNGAN SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR GUGUS XIV KOTA BENGKULU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembuatan karya mozaik menggunakan sampah plastik terhadap sikap peduli lingkungan pada pembelajaran Seni Rupa Kelas V Sekolah Dasar Gugus XIV Kota Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen semu dengan desain The Matching Only Pretest- Posttest Control Group Design. Sampel penelitian ini dipilih secara purposive sampling dari seluruh siswa kelas V Sekolah Dasar Gugus XIV di Kota Bengkulu. Sampel pada penelitian ini adalah kelompok A SD Negeri 52 sebagai kelompok eksperimen dan kelompok B SD Negeri 52 sebagai kelompok kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket sikap peduli lingkungan yang diberikan melalui Pretest dan Posttest. Jenis teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif, analisis uji prasyarat, dan analisis inferensial dengan uji-t. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan nilai thitung (5.281 > ttabel (5.281 > 2,010). Adapun nilai Sig. (2-tailed) sebesar < 0,001 < 0,05. Dengan rincian nilai rata-rata pada mata pelajaran Seni Rupa kelompok eksperimen (45,88) dan kelompok kontrol (42,92). Perbedaan nilai tersebut karena ada perlakuan yag berbeda pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen diberi pembelajaran dengan melakukan pembuatan karya mozaik dari sampah plastik pada kelas eksperimen dan tidak melakukan pembuatan karya mozaik dari sampah plastik pada kelas kontrol. Berdasarkan hal tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh terdapat pengaruh pembuatan karya seni mozaik menggunakan sampah plastik terhadap sikap peduli lingkungan siswa kelas V Gugus XIV Kota Bengkulu. Kata Kunci : Mozaik , Peduli Lingkungan, Seni Rupa, Sampah Plasti

    ANALISIS SIKAP TOLERANSI DALAM KERAGAMAN SOSIAL BUDAYA PADA SISWA KELAS III SD PATRIA DHARMA KOTA BENGKULU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap toleransi dalam keragaman sosial budaya pada siswa kelas III SD Patria Dharma Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III dan wali kelas III SD Patria Dharma Kota Bengkulu. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data melalui triangulasi dan member check. Terdapat empat bentuk keragaman sosial budaya yaitu suku bangsa/etnis, bahasa, agama dan sistem sosial. Ada juga empat indikator sikap toleransi yang ditetapkan yaitu (1) saling menghormati antar sesama tanpa memandang suku, agama, ras dan aliran, (2) tidak menertawakan suku, agama, budaya, ukuran tubuh, gender, atau orientasi seksual seseorang, (3) menghargai pendapat yang berbeda sebagai sesuatu yang alami dan insani, (4) bekerja sama dan berinteraksi dengan teman yang berbeda kepercayaan, budaya, dan suku dalam kegiatan-kegiatan kelas maupun sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa telah menerapkan sikap toleransi di lingkungan kelas maupun sekolah yang ditunjukkan dengan sikap saling menghormati, tidak menertawakan, menghargai pendapat serta bekerja sama dan berinteraksi dengan teman yang berbeda suku bangsa/etnis, bahasa, agama maupun sistem sosialnya. Meskipun masih ada beberapa siswa yang masih bersifat pasif dalam merespon perbedaan yang ada di lingkungannya. Kesimpulannya, sikap toleransi dalam keragaman sosial budaya siswa tumbuh melalui pembiasaan, arahan guru, dan kesadaran diri siswa sendiri. Kata Kunci : Sikap Toleransi, Keragaman Sosial Budaya, Sekolah Dasar, Pendidikan inklusi

    6,135

    full texts

    31,735

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNIB Scholar Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇