University of Bengkulu

UNIB Scholar Repository
Not a member yet
    31735 research outputs found

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI PROSES PEMBANGUNAN PROYEK PERUMAHAN KOMERSIAL DI KOTA BENGKULU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang mempengaruhi dan menjadi hambatan dalam proses pembangunan perumahan komersial di Kota Bengkulu, menentukan risiko yang paling dominan, serta merumuskan strategi respon yang tepat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggabungkan analisis Severity Index (SI) dengan Probability Impact Grid untuk mengolah data dari kuesioner yang disebarkan kepada 30 responden dari perusahaan pengembang hunian yang tergabung dalam asosiasi Real Estate Indonesia (REI). Hasil penelitian menunjukkan risiko dominan pada tahap pembangunan terdapat pada variabel risiko teknis, keuangan, dan bahan. Analisis Severity Index (SI) menunjukkan bahwa Probability (P) dan Impact (I) risiko tertinggi meliputi: pembengkakan biaya akibat kesalahan estimasi (P: 77,50%; I: 90,00%), durasi pekerjaan tidak sesuai jadwal (P: 65,00%; I: 77,50%), dan pengadaan material tidak mencukupi volume pekerjaan (P: 75,00%; I: 62,50%). Risiko tertinggi berdasarkan Probability Impact Grid terdapat pada variabel keuangan yaitu pembengkakan biaya akibat kesalahan estimasi berada di zona merah dengan tingkat risiko 20. Respon risiko dari indikator tersebut dapat dicegah dan diminimalkan dengan melakukan validasi data, keterlibatan konsultan profesional, pelatihan tim dengan dukungan software, serta penyediaan anggaran kontingensi. Kata Kunci: Analisis Risiko, Pengembang Hunian, Probability Impact Grid, Severity Inde

    REDESAIN TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) PULAU BAAI KOTA BENGKULU

    No full text
    Tempat pelelangan ikan atau kerap juga dikenal dengan singkatan TPI adalah pasar yang biasanya berada di dalam pelabuhan atau pangkalan pendaratan ikan, dan di tempat itulah terjadinya transaksi penjualan ikan atau hasil laut baik secara lelang ataupun tidak. Dalam hal ini Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pulau Baai Kota Bengkulu memiliki beberapa permasalahan seperti fasilitas yang tidak memadai dan telah mengalami kerusakan, timbulnya polusi udara, area lelang yang rawan tergenang air, sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum ada, dan TPI dengan kualitas kebersihan yang buruk. Area dengan keadaan paling kumuh dengan udara yang tercemar terdapat di bagian distribusi perikanan, disertai dengan bangunan yang sudah mengalami kerusakan hampir parah, sehingga sangat dibutuhkan adanya perancangan ulang di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pulau Baai yang bersifat redevelopment dengan cara men-demolish seluruh bangunan yang ada pada tapak sebagai respon terhadap masalah yang ada. Metode yang digunakan dalam redesain ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data primer dengan cara kuesioner, wawancara, dan observasi lapangan sedangkan data sekunder didapat dari studi literatur. Dengan adanya redesain atau perancangan ulang Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pulau Baai Kota Bengkulu ini dapat meningkatkan kualitas fisik maupun non fisik, sehingga pengguna TPI dapat terakomodasi dengan baik saat melakukan aktivitas di kawasan TPI. Adapun peningkatan kualitas secara fisik diupayakan dalam memilih material yang digunakan pada bangunan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan tujuan bangunan yang dirancang tidak mudah rusak dan nyaman ditempati pengguna bangunan. Dengan menata ulang secara kesuluruhan area tapak seperti memberikan sirkulasi yang memudahkan pengunjung beraktivitas dalam bangunan yaitu sirkulasi berbentuk linear dan memecah bangunan menjadi 6 (enam) massa untuk memisahkan macam kegiatan dan merancang Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang baik supaya lingkungan tetap terjaga dan udara menjadi sehat untuk dihirup pengguna bangunan. Kata Kunci : Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Pelabuhan Perikanan, Redesai

    RANCANG BANGUN PENGEMBANGAN MODULPRAKTIKUM UNTUK KONTROLLEVEL KETINGGIAN AIRMENGGUNAKAN PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER(PLC) OMRON CP1E

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun pengembangan modul praktikum untuk kontrol level ketinggian air menggunakan Programmable Logic Controller (PLC) Omron CP1E. Adanya penelitian ini didasari oleh kebutuhan industri akan sistem kendali yang cepat, akurat, dan efisien untuk meminimalisir kerusakan peralatan, pemborosan energi, serta human error yang sering terjadi pada metode konvensional. Pada arduino, meskipun efektif untuk skala kecil, namun memiliki keterbatasan dalam menangani data yang kompleks dan kerentanan terhadap gangguan. Berkaitan dengan hal itu, PLC dipilih sebagai solusi yang lebih andal dan tahan terhadap lingkungan industri. Pengujian sistem dilakukan untuk mengevaluasi kinerja sistem dengan menggunakan metode On-Off pada PLC. Hasil dari pengujian pertama, mendapatkan konsumsi daya sebesar 6,188 W dengan V�� sebesar 23,8 VDC dan arus sebesar 0,26 A. Pada pengujian kedua dengan variasi V�� yakni 23,8 VDC, 20,5 VDC, dan 18,5 VDC dengan arus 0,26 A dan 0,23 A. Hasilnya, membuat konsumsi daya yang bervariasi pula, yaitu 6,188 W, 4,715 W, dan 4,255 W. Kata Kunci: Pengendalian Ketinggian Air, Programmable Logic Controller, Sensor Non-Contact Liquid Level

    EFEKTIVITAS PERAN POLISI KEHUTANAN DALAM MENANGGULANGI ILLEGAL LOGGING DI KAWASAN KPHL BUKIT DAUN

    No full text
    Illegal logging merupakan salah satu tindak pidana kehutanan yang berdampak luas terhadap kerusakan lingkungan, hilangnya keanekaragaman hayati, serta menurunnya kualitas hidup masyarakat di sekitar hutan. Fenomena ini masih marak terjadi di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Bengkulu, sehingga menuntut peran aktif aparat penegak hukum, khususnya Polisi Kehutanan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas peran aparat dalam menanggulangi praktik illegal logging sekaligus mengidentifikasi hambatan-hambatan yang memengaruhi pelaksanaannya di lapangan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan Polisi Kehutanan, aparat kepolisian, serta pelaku illegal logging yang telah menjalani proses hukum. Data sekunder dikumpulkan dari peraturan perundang-undangan, dokumen resmi, serta literatur terkait. Analisis data dilakukan dengan menghubungkan teori efektivitas hukum dan teori peran pada konteks penegakan hukum kehutanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Polisi Kehutanan dalam menanggulangi illegal logging belum efektif sepenuhnya. Faktor utama penyebabnya meliputi keterbatasan jumlah personel, minimnya anggaran operasional, serta luasnya wilayah hutan yang harus diawasi. Hambatan lain adalah lemahnya koordinasi antar lembaga penegak hukum dan rendahnya kesadaran masyarakat, sehingga upaya pencegahan belum mampu menekan praktik pembalakan liar secara signifikan. Namun demikian, adanya keterlibatan masyarakat melalui program kemitraan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan efektivitas pengawasan dan perlindungan hutan. Kata kunci: efektivitas, polisi kehutanan, illegal logging, penegakan huku

    SYARAT DAN PROSES PELAKSANAAN BLEKET TERHADAP PERKAWINAN ADAT SUKU REJANG DI KECAMATAN TOPOS KABUPATEN LEBONG

    No full text
    Perkawinan Bleket merupakan bentuk perkawinan yang menjamin garis keturunan patrilineal, garis keturunannya nanti mengikuti pihak ayah. Degan dibayarkannya sejumlah uang maka pihak wanita dan anak-anaknya nanti melepaskan hak dan kedudukannya di pihak kerabatnya sendiri dan dimasukkan ke dalam kerabat dari pihak suami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui syarat dan pelaksanaan Bleket terhadap perkawinan adat suku rejang Desa Topos. Metode penelitian ini adalah yuridis empiris dengan teknik pengumpulan data wawancara, dokumentasi dari sumber-sumber yang relevan. Responden dalam penelitian ini terdiri dari kepala desa, ketua adat, kepala dusun, tokoh masyarakat dan pasangan yang melaksanakan perkawinan Bleket. Hasil penelitian menunjukan Proses Pelaksanaan Bleket di desa Topos meliputi:Persiapan dan Musyawarah, Penyerahan Leket, Pernikahan dilangsungkan dengan upacara adat Rejang, termasuk upacara setepung setawar atau penolak bala. Adapun syarat sayarat Pelaksanaan Bleket Adat Suku Rejang Di Kecamatan Topos Kabupaten Lebong yaitu: Sebilah Keris, Sebuah Sewar Betepeng yang terhulu perak disertai Pelapin Bau bagi saudara tua dan Selpeak Pucuk Mas bagi saudara perempuan, Sehelai cu‟uleuw, Uang penurun, Sebuah Keris Pusako, Sepucuk Kujua Tokok Tuai, Satu ekor ayam panjang suara, Sehelai selimut untuk ibu si gadis disebut Upeak Tuei, Surat berkundang, Ayam putih, Tongkat tua, Pelangkah papan dan Pedang pemancung. Kata Kunci : Hukum perkawinan, Perkawinan adat, dan Perkawinan Bleke

    PELAKSANAAN KEWAJIBAN PEMBANGUNAN KEBUN MASYARAKAT OLEH PEMEGANG HGU (Studi Pada PT. Daria Darma Pratama Kabupaten Mukomuko)

    No full text
    Pengaturan tentang kewajiban memfasilitasi pembangunan kebun masyarakat telah di atur dalam dua sisi yaitu dalam bidang pertanahan dan dalam bidang perkebunan. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pengaturan dan pelaksanaan serta hambatan dalam pelaksanaan kewajiban memfasilitasi pembangunan kebun masyarakat oleh pemegang HGU dalam hal ini PT. Daria Darma Pratama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian empiris, yang memperoleh data dengan melakukan wawancara terhadap responden yang telah ditentukan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu bahwa dalam pelaksanaan pembangunan kebun masyarakat oleh PT. Daria Darma Pratama belum terlaksana sesuai dengan ketentuan perundang�undangan. Sedangkan hambatan dalam pelaksnaannya adalah bahwa kurangnya pemahaman dan kesadaran hukum bagi pemegang HGU, kurangnya pengawasan yang dilakuakan oleh instansi pemerintahan dalam hal ini dinas perkebunan. Kata Kunci : Kewajiban Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyaraka

    PENGARUH EDUKASI FARMASI MENGGUNAKAN LEAFLET TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI DI PUSKESMAS PASAR IKAN KOTA BENGKUL

    No full text
    Hipertensi merupakan penyakit kronis yang berisiko tinggi menyebabkan komplikasi kardiovaskular apabila tidak ditangani dengan baik. Salah satu tantangan dalam penatalaksanaannya adalah rendahnya kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihipertensi. Edukasi kesehatan melalui media leaflet dinilai efektif untuk meningkatkan pemahaman pasien dan kepatuhan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan leaflet terhadap kepatuhan minum obat antihipertensi di Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 88 responden yang diambil secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran kepatuhan menggunakan kuesioner MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale) sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil uji menunjukkan adanya peningkatan signifikan skor kepatuhan setelah diberikan edukasi, dengan nilai signifikansi Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000 (< 0,05). Dari 88 responden, sebanyak 87 orang mengalami peningkatan skor kepatuhan. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi menggunakan leaflet berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan kepatuhan minum obat antihipertensi. Kata Kunci : hipertensi, kepatuhan minum obat, edukasi, leaflet, MMAS-

    STRATEGI PENGELOLAAN MANGROVE MUARA JENGGALU DI KAWASAN TAMAN WISATA ALAM (TWA) PANTAI PANJANG DAN PULAU BAAI KOTA BENGKULU

    No full text
    Muara Jenggalu merupakan kawasan yang mempunyai flora dan fauna yang beragam dan dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu. Penelitian ini dilakukan untuk Memformulasikan strategi pengelolaan mangrove Muara Jenggalu. Metode penelitian menggunakan data primer dan data skunder dengan analisis SWOT untuk penyusunan strategi. Hasil penelitian sejarah kawasan terjadi perubahan luasan kawasan dari masa-kemasa, begitu juga dengan luasan mangrove di kelurahan Kandang dan Sumber Jaya, penurunan luasan mangrove rentan waktu 5 tahun antara 2002 ke 2007 seluas 303,24 ha dan rentan waktu 13 tahun dari 2007 ke 2020 seluas 84,06 ha. Nilai komuniti HHBK Rp96.848.000,-/tahun. Para pihak/pihak lain yang ikut terlibat pada pengelolaan mangrove di Muara Jenggalu terdiri dari unsur Pemerintahan, Swasta, Akademisi, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Masyarakat. Pengukuran suhu udara di mangrove Muara Jenggalu adalah 32,8–34,1 oC, kelembaban udara 64,3-69,50 %, penyinaran matahari 69,5-78,5 % dan salinitas 16,7–31 ppt. Tutupan mangrove didapati seluas ± 119,95 ha. Sebaran mangrove terbanyak ada di dua Kelurahan yaitu Kelurahan Kandang dan Kelurahan Sumber Jaya. Komposisi vegetasi mangrove di Mauara Jenggalu beragam, terdapat 4 jenis mangrove yaitu Sonneratia alba, Rhizophora apiculate, Avicennia marina dan Lumnitzera. 13 jenis Burung, 8 jenis Ikan, 2 Jenis Mamalia, 6 Jenis Mollusca, 2 Jenis Crustacea, 2 Jenis Reptil dan 6 jenis serangga. Strategi pengelolaan mangrove Muara Jenggalu berada pada koordinat (0,84 ; 0,16) kuadran I (SO) dimana dapat memaksimalkan kekuatan (Strength) untuk merebut dan memanfaatkan peluang (Oportunity) dengan memanfaatkan hasil hutan bukan kayu (HHBK) seperti olahan buah mangrove, meberikan arahan penataan blok di kawasan sesuai dengan situasi saat ini, adanya kerjasama dalam mengelola dan menjaga kawasan, pelatihan HHBK, sosialisasi mengenai pentingnya mangrove bagi kawasan TWA PP dan PB dan operasi gabungan dalam penertiban kawasan dari perambahan

    EDUKASI DAN PENDAMPINGAN KETIDAKNYAMANAN PADA NY. H G1P0A0 DI TEMPAT PRAKTIK MANDIRI BIDAN YULISMITA KOTA BENGKULU

    No full text
    Ketidaknyamanan dapat terjadi pada kehamilan TM III, bersalin dan nifas. Beberapa ketidaknyaman yang dirasakan adalah nyeri punggung bawah, dan sering BAK, saat bersalin ketidaknyamanan yang dirasakan yaitu nyeri persalinan dan pada masa nifas diantaranya nyeri abdomen dan nyeri perineum setelah melahirkan. Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. H G1P0A0 dengan pemberian edukasi dan pendampingan ketidaknyamanan di TPMB Yulismita Kota Bengkulu. Penulisan studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik yang meliputi observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan kepustakaan. Asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. H GIP0A0 yang diberikan saat hamil adalah kompres hangat, senam hamil dan body mekanik ketidaknyamanan nyeri punggung bawah dan membrikan KIE ketidaknyamanan sering BAK. Pada saat bersalin asuhan yang diberikan yaitu pendampingan persalinan, massage endorphin, gym ball, sedangkan saat nifas dilakukan senam nifas untuk mengurangi nyeri abdomen dan kompres dingin untuk nyeri perineum setelah melahirkan. Hasil pemberian edukasi dan pendampingan ketidaknyamanan dari masa kehamilan berjalan baik, persalinan berjalan secara spontan, bayi lahir sehat, masa nifas berjalan normal dan tidak ada penyulit. Ibu mendapatkan penyuluhan tentang persiapan penggunaan alat kontrasepsi dan akan memilih alat kontrasepsi dengan suntik 3 bulan setelah masa nifas berakhir. Kesimpulan dari asuhan kebidanan komprehensif adalah asuhan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan subjek yang didukung oleh teori dan evidance based dalam kebidanan. Asuhan selama 6 minggu berjalan lancar dan normal. Kata kunci: Edukasi, Ketidaknyamanan, Pendampinga

    TINJAUAN KRIMINOLOGI TERHADAP PENCABULAN OLEH ANAK DI PROVINSI BENGKULU

    No full text
    Tindak pidana pencabulan yang dilakukan oleh anak menjadi salah satu permasalahan kriminal yang cukup signifikan di Provinsi Bengkulu. Kejahatan ini memiliki dampak psikologis yang besar baik bagi pelaku maupun korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab pencabulan yang dilakukan oleh anak di Provinsi Bengkulu serta upaya penanggulangan yang diterapkan oleh aparat penegak hukum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian empiris dengan pendekatan non-doktrinal. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan aparat penegak hukum, pembimbing kemasyarakatan, petugas Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), serta anak�anak pelaku pencabulan. Data sekunder didapatkan dari literatur, Undang-Undang, dan sumber lain yang relevan dengan topik penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab utama pencabulan oleh anak adalah pengaruh lingkungan sosial yang tidak kondusif, pengaruh teman sebaya yang menormalisasi perilaku seksual menyimpang, serta paparan media sosial yang memperburuk pemahaman anak tentang seksualitas. Upaya preventif yang dilakukan oleh polisi, jaksa, hakim pembimbing kemasyarakatan dan petugas Lembaga Pembinaan Khusus Anak meliputi sosialisasi tentang bahaya kekerasan seksual dan pentingnya menjaga batasan tubuh di sekolah-sekolah serta pemberian pelatihan kepada orang tua agar dapat mendeteksi perubahan perilaku anak. Upaya represif terdiri dari polisi penyelidikan, penangkapan, pemeriksaan, penuntutan dari jaksa, pendampingan pembimbing kemasyarakatan, putusan oleh hakim dan pembinaan rehabilitatif di LPKA, yang mencakup pendidikan moral, agama, dan keterampilan untuk mengurangi potensi pengulangan perbuatan tersebut. Kata kunci: Kriminologi, Pencabulan, Ana

    6,135

    full texts

    31,735

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNIB Scholar Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇