University of Bengkulu

UNIB Scholar Repository
Not a member yet
    31735 research outputs found

    PROGRAM PADA KADER BINA KELUARGA BALITA (BKB) RUKUN DI KAMPUNG KELUARGA BERKUALITAS (KB) KELURAHAN LINGKAR BARAT KOTA BENGKULU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan program pada kader Bina Keluarga Balita (BKB) Rukun di kampung Keluarga Berkualitas (KB) di Kelurahan Lingkar Barat Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kader, PKB dan orang tua balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program pada kader Bina Keluarga Balita Rukun memiliki tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan di awali dengan rapat antara kader dan PKB untuk menentukan tujuan, materi, metode, waktu, siapa saja yang menyampaikan materi setiap pertemuan. Materi dan tema sudah tersedia dari pusat. Keterlibatan kader, kelurahan, PKB dan masyarakat melakukan sosialisasi kegiatan dengan pengelompokan usia balita dan data orang tua balita dan absensi kehadiran. Kegiatan BKB dilaksanakan secara terencana dan di laksanakan dengan bersamaan dengan jadwal posyandu. Kader tidak hanya menyampaikan materi tetapi juga mendorong peserta untuk aktif bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman secara langsung. Evaluasi dilakukan melalui wawancara dan observasi perkembangan balita dengan mencoba motorik harus dan kasar. Program Best Practice percepatan penurunan stunting 2024 di kampung Keluarga Berkualitas (KB) sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepercayaan diri orang tua dalam pengasuhan anak. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan nonformal merupakan sarana yang efektif dalam pendidikan berbasis masyarakat. Kata kunci: Program, Bina Keluarga Balita (BKB

    STRATEGI PENGORGANISASIAN DAN PENGUATAN KAPASITAS KADER GERAKAN MAHASISWA NASIONAL INDONESIA (GMNI) CABANG BENGKULU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengorganisasian yang diterapkan GMNI Cabang Bengkulu dalam mengelola organisasi dan kaderisasi anggotanya, mengetahui proses penguatan kapasitas kader dalam aspek ideologi, kepemimpinan, keterampilan organisasi, dan tantangan serta peluang yang dihadapi GMNI Cabang Bengkulu. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan temuan dan hasil pada penelitian ini, disimpulkan bahwa: Strategi pengorganisasian yang ada di GMNI Cabang Bengkulu menerapkan sistem sentralisasi dengan Ketua Cabang sebagai pengambil keputusan dan koordinasi langsung ke setiap bidang dalam dewan pimpinan. Dalam penguatan kapasitas kader dalam aspek ideologi, kepemimpinan, dan keterampilan berorganisasi penguatan kapasitas kader dalam aspek ideologis dilakukan melalui serangkaian kegiatan kaderisasi yang difasilitasi oleh dewan pimpinan cabang dalam bentuk diskusi maupun kursus ideologi untuk kader. Adapun tantangan yang dihadapi GMNI Cabang Bengkulu adalah kurangnya kehadiran anggota dalam kegiatan organisasi. Peluang yang dirasakan oleh GMNI adalah masih banyak pihak yang mendukung kegiatan organisasi. Kata Kunci: Strategi Pengorganisasian, Penguatan Kapasitas Kader, GMN

    PEWARISAN BUDAYA RITUS MASYARAKAT BALI MELALUI PENDIDIKAN INFORMAL DI DESA KAYU NEGEHRI PROVINSI LAMPUNG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pewarisan budaya ritus masyarakat Bali melalui pendidikan informal dalam keluarga di Desa Kayu Negehri, Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan etnografi, yang berfokus pada peran orang tua, tantangan pewarisan budaya, serta strategi pelestarian dalam lingkungan multikultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran sentral sebagai agen utama pewarisan budaya yang menjalankan empat fungsi utama yaitu sebagai pendidik nilai budaya, teladan, fasilitator, dan pembimbing simbolik. Pewarisan budaya dilakukan melalui pendekatan pembiasaan, keteladanan, dan pelibatan aktif anak dalam praktik budaya. Namun, proses ini menghadapi berbagai tantangan, baik internal maupun eksternal. Untuk mengatasi tantangan tersebut, masyarakat Bali menerapkan strategi internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi yang dijalankan secara terstruktur dan berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan informal berbasis keluarga memiliki peran strategis dalam menjaga eksistensi budaya lokal di tengah arus globalisasi dan perubahan sosial. Kata Kunci: Pewarisan Budaya, Ritus Bali, Pendidikan Informa

    PENGETAHUAN AYAH MENGENAI STUNTING DI KECAMATAN SEGINIM KABUPATEN BENGKULU SELATAN

    No full text
    Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis. Stunting merupakan masalah kesehatan yang serius di Indonesia sampai saat ini. Peran ayah dalam pencegahan stunting sangat penting, namun seringkali diabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikani pengetahuan ayah mengenai stunting di Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan memilih informan secara purposive sebanyak 18 informan diantaranya 12 ayah yang memiliki balita, 2 ibu yang memiliki anak balita, 2 kader posyandu, 1 Staf Kecamatan, 1 Staf Puskesmas dibidang gizi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ayah tentang stunting masih terbatas karena informan tidak bisa menjawab ketika ditanya tentang pengertian, ciri-ciri dan dampak stunting terhadap anak. Mereka juga kurang menyadari apa penyebab stunting karena informan tidak bisa menjawab ketika ditanya apa saja hal yang menyebabkan stunting. Informan juga dan mengakui jika penting memberikan gizi seimbang pada anak tetapi informan tidak mengetahui porsi dan makanan yang pas untuk anak itu apa. Untuk pemahaman mengenai pengaruh lingkungan dan kesehatan terhadap stunting juga dikatakan rendah karena informan tidak ada yang bisa menjawab ketika ditanya. Untuk keterlibatan ayah dalam pemberian nutrisi anak rendah, karena ayah mengakui jika mereka tidak terlibat dalam pengasuhan anak. Banyak yang tidak mengenali tanda-tanda stunting sejak dini atau cara pencegahannya. Akibatnya, partisipasi ayah dalam edukasi masyarakat sangat minim. Temuan ini menegaskan pentingnya meningkatkan pengetahuan ayah mengenai stunting. Mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan seorang ayah terhadap stunting dan apa saja faktor yang mempengaruhi pengetahuan seorang ayah tentang stunting. Dengan pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik diharapkan ayah dapat memberikan peran dalam pencegahan stunting. Ini merupakan langkah penting untuk mengatasi stunting. Kata kunci: stunting, pengetahuan ayah, anak, gizi, kesehata

    PENGARUH ANIMATED DRAWING TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN SENI RUPA KELAS III SDN GUGUS VIII KOTA BENGKULU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh animated drawing terhadap minat belajar siswa pada pembelajaran seni rupa kelas III SDN Gugus VIII Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode penelitian Quasy Experiment dengan desain The Matching Only Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah SDN Gugus VIII Kota Bengkulu. Sampel penelitian adalah siswa kelas III SDN 18 Kota Bengkulu sebagai kelompok eksperimen dan peserta didik kelas III A SDN 36 Kota Bengkulu sebagai kelompok kontrol melalui teknik sampel Cluster Random Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pretest dan posttest dalam bentuk angket dengan indikator. Hasil uji hipotesis pada kelompok eksperimen menunjukkan bahwa nilai thitung > ttabel (5,878 > 2,034) dan Sig. (2-tailed) = 0,000 < 0,05. Dengan rincian nilai rata-rata posttest pada pembelajaran Seni Rupa kelompok eksperimen 88,50 dan kelompok kontrol 79,88. Data ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada minat belajar pembelajaran seni rupa di kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang disebabkan perlakuan yang berbeda. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa Ha diterima, artinya terdapat pengaruh animated drawing terhadap minat belajar siswa pada pembelajaran Seni Rupa kelas III SDN Gugus VIII Kota Bengkulu. Kata Kunci: Seni Rupa, Minat Belajar, Media Pembelajaran, Animated Drawing

    PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEMATIK SISWA KELAS III SDN 77 SELUMA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar Tematik siswa kelas III SDN 77 Seluma. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) melalui dua siklus. Adapun subjek dalam penelitaian ini adalah siswa kelas IIV SDN 77 Seluam yang terdiri dari 20 siswa. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan observasi dan soal tes. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas guru pada siklus I memperoleh nilai 75.6% dengan kategori baik dan siklus II meningkat menjadi 84.5% dengan kategori sangat baik. Aktivitas siswa pada siklus I memperoleh nilai 70% dengan kategori baik dan pada siklus II meningkat menjadi 84% dengan kategori sangat baik. Peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I yaitu 66.5% dengan kategori cukup, dan pada siklus II meningkat menjadi 90% dengan kategori sangat baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model Discovery Learning pada pembelajaran tematik dapat meningkatkan hasil belajar tematik siswa kelas III SDN 77 Seluma. Kata Kunci: Model Discovery Learning, Hasil Belajar, Temati

    PENGARUH PENGGUNAAN E-LKPD BERBASIS STEAM-ETNOMATEMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IV GUGUS XVII KOTA BENGKULU

    No full text
    Rendahnya hasil belajar matematika peserta didik sekolah dasar, menunjukkan perlunya pembelajaran yang kontekstual dan inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan E-LKPD berbasis STEAM-Etnomatematika terhadap hasil belajar peserta didik kelas IV di Gugus XVII Kota Bengkulu. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan metode eksperimen semu dan desain Matching Only Pre-test Post-test Control Group Design. Populasi pada penelitian ini adalah SD Negeri Gugus XVII Kota Bengkulu. Sampel penelitian terdiri dari kelas IVA SDN 11 dan kelas IVA SDN 04 Kota Bengkulu. Instrumen yang digunakan berupa soal pilihan ganda sebanyak 10 butir. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif, uji prasyarat dan analisis inferensial. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya perbedaan nilai rata-rata post-tes pada kelompok kontrol (58,42) dan kelompok eksperimen (75,45). Hasil uji-t menunjukkan nilai thitung = 3,621 dan ttabel = 1,685, sehingga thitung > ttabel (3,621 > 1,685). Nilai Sig. (2- tailed) sebesar 0,001 < 0,05, sehingga Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan E-LKPD berbasis STEAM-Etnomatematika berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik kelas IV SD gugus XVII Kota Bengkulu. Kata kunci: E-LKPD, STEAM, Etnomatematika, Hasil Belajar, Geomet

    viii PENGARUH MODEL FLIPPED CLASSROOM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS IV GUGUS V KOTA BENGKULU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Flipped Classroom terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Pancasila kelas IV Gugus V Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen (quasi experiment) dengan desain kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen menerapkan model Flipped Classroom, sementara kelompok kontrol menggunakan metode pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes pretest dan posttest, kemudian dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai posttest kelas eksperimen dan kontrol. Rata- rata posttest kelas eksperimen sebesar 75,86 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 67,59. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,032 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan dari penerapan model Flipped Classroom terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Dengan demikian, terdapat pengaruh model Flipped Classroom dalam kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Pancasila kelas IV gugus V Kota Bengkulu. Kata Kunci: Flipped Classroom, kemampuan berpikir tingkat tinggi, Pendidikan Pancasila

    viii STUDI DESKRIPTIF KREATIVITAS PESERTA DIDIK PADA BATIK DEDAUNAN MENGGUNAKAN TEKNIK ECOPRINT KELAS V SDN 25 KOTA BENGKULU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kreativitas dalam proses pembuatan batik dedaunan dengan teknik ecoprint pada siswa kelas V SDN 25 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas V. Instrumen yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap pengumpulan, reduksi, penyajian, dan verifikasi data dengan keabsahan diuji melalui triangulasi dan member check. Kreativitas dianalisis berdasarkan empat indikator: fluency (kelancaran berpikir), flexibility (keluwesan berpikir), originality (keaslian), dan elaboration (elaborasi). Pada indikator fluency, kelompok 1 cepat menyepakati ide utama, sedangkan kelompok 2 dan 3 menunjukkan diskusi yang dinamis. Flexibility terlihat dari kemampuan semua kelompok menyesuaikan diri terhadap tantangan dalam proses. Originality tampak pada ide desain, pemilihan daun, dan penataan motif yang dikembangkan secara mandiri. Elaboration terlihat saat siswa menambahkan berbagai jenis daun untuk memperkaya desain serta menyesuaikan proses penjemuran agar hasil maksimal. Kesimpulannya, setiap kelompok menunjukkan indikator kreativitas dalam proses pembuatan batik ecoprint. Dalam satu proses, dapat muncul lebih dari satu indikator kreativitas pada masing-masing kelompok. Kata Kunci: Batik, Ecoprint, Kreativitas, Pounding, Seni Rup

    Resiliensi Anak Remaja dari Pasangan Bercerai Pada Keluarga Penganut Agama Kristen Suku Batak Toba di kota Bengkulu

    No full text
    Perceraian dalam agama Kristen pada Suku Batak Toba sangat dilarang karena melanggar nilai keagamaan juga merusak hubungan keluarga pada struktur Dalihan Na Tolu. Anak yang berasal dari pasangan bercerai beranjak remaja akan mudah terpengaruh oleh hal-hal buruk dalam pergaulannya dapat menyebabkan terjadinya penyimpangan sosial contohnya memakai narkoba, seks bebas, hamil diluar nikah, melakukan tindak bullying, melakukan tindak asusila, terlibat tawuran antar sekolah, mencuri barang, melanggar hukum, merusak sarana dan fasilitas umum. Namun hal- hal negatif akibat perceraian orang tua ini dapat diatasi bila seorang remaja memiliki nilai resilien dalam diri. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan dan menganalisis resiliensi anak remaja dari pasangan bercerai. Penelitian ini menggunakan teori Tindakan Rasionalitas Instrumental (Zwerk Rational) dari Max Weber . Didalam teori tindakan rasional instrumental ini aktor yang melakukan suatu tindakan berdasarkan atas pertimbangan, memperhitungkan dan mengupayakan sendiri untuk dapat meraih tujuan dan keinginannya. Lokasi penelitian dilakukan di sekitar Kota Bengkulu mencakup Pengadilan Negeri Kota Bengkulu, dan salah satu perkumpulan marga yang ada di Kota Bengkulu yakni Sonak Malela. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi berupa foto, dan file dokumen. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik snowball sampling. Untuk teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis interaktif dengan menggunakan tiga komponen utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa remaja yang resilien menampilkan rasa optimis dan kesadaran akan tujuan masa depan. Tentunya hal ini dapat terjadi karena adanya suatu tindakan rasionalitas instrumental yang dijalankan oleh remaja sebagai hasil dari lingkungan keluarga ataupun pertemanan yang mendukung remaja tersebut. Selain itu adanya bentuk penilaian buruk berupa penyalahan, merendahkan yang dilakukan lingkungan luar terhadap keluarganya, adanya keinginan dan keyakinan dari diri sendiri bahwa mereka mampu, adanya lingkungan keluarga dan pertemanan yang saling mendengarkan, menasehati, mendukung, membantu dan mencukupi mereka juga berpengaruh terhadap keempat anak remaja dalam menjalankan aktivitas kehidupan kearah yang positif. Kata Kunci: Resiliensi, Anak Remaja, Pasangan Bercera

    6,135

    full texts

    31,735

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNIB Scholar Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇