31735 research outputs found
Sort by
PROSES REINTEGRASI SOSIAL ANAK BERHADAPAN DENGAN HUKUM DI LPKA KELAS II BENGKULU (Studi Kasus Pada Anak Pelaku Kekerasan Seksual Di LPKA Kelas II Bengkulu)
Proses reintegrasi sosial ini menjadi salah satu hal penting dalam upaya
menyiapkan anak untuk dapat kembali diterima di dalam lingkungan keluarga
maupun masyarakat serta mencegah anak untuk tidak kembali melakukan tindak
kejahatan atau residivis. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan atau
menggambarkan Proses Reintegrasi Sosial Anak Berhadapan Dengan Hukum Di
LPKA Kelas II Bengkulu (Studi Kasus Pada Anak Pelaku Kekerasan Seksual Di
LPKA Kelas II Bengkulu). Peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif
dengan menganalisis dan mendeskripsikan data-data mengenai proses reintegrasi
sosial anak berhadapan dengan hukum di LPKA Kelas II Bengkulu (Studi Kasus
Pada Anak Pelaku Kekerasan Seksual Di LPKA Kelas II Bentiring, Kecamatan
Muara Bangka Hulu, Kota Bengkulu). Teknik pengumpulan data dalam penelitian
ini dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik
analisis data yang digunakan yaitu reduksi, penyajian data dan penarikan
kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses reintegrasi sosial pada
studi kasus anak pelaku kekerasan seksual di LPKA kelas II Bengkulu sudah
melaksanakan proses reintegrasi sosial dengan melalui tiga tahapan dimulai dari
melakukan assessment pada anak, Membuat Rencana Program Aksi, dan
Implementasi Program aksi seperti membentuk etika dan moral anak, memberikan
bimbingan keagamaan, memberikan bimbingan kerja, menyediakan
pendampingan konseling, advokasi hukum dan membangun komunikasi orang tua
dengan anak. LPKA Kelas II Bengkulu di harapkan untuk adil melibatkan seluruh
anak dalam program pelaksanaan proses reintegrasi sosial agar semua anak
memiliki kesempatan untuk mengikuti program dari pelaksanaan reintegrasi
sosial.
Kata Kunci : Proses Reintegrasi Sosial, Anak, Kekerasan Seksual, LKPA
Kelas II Bengkul
PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BERHITUNG ANAK KELOMPOK B DI PAUD KECAMATAN IPUH KABUPATEN MUKOMUKO
Pembelajaran berhitung merupakan bagian penting dari stimulasi kognitif
pada anak usia dini (PAUD). Namun, terdapat beberapa anak yang mengalami
kesulitan dalam memahami konsep berhitung. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui Peran guru dalam pembelajaran berhitung anak kelompok B di PAUD
Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko. Populasi dan sampel dalam penelitian ini
adalah guru di PAUD Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko dengan jumlah
populasi 64 orang guru dan sampel 30 orang guru. Variabel dalam penelitian ini
adalah peran guru dalam pembelajaran berhitung. Teknik pengumpulan data
menggunakan angket dan teknik analisis data menggunakan rumus rata-rata. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam pembelajaran berhitung anak
kelompok B di PAUD Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko berada dalam kategori
baik. Guru bertugas menstimulasi kemampuan berhitung anak usia 5-6 tahun dengan
berbagai metode pembelajaran yang kreatif dan sesuai dengan perkembangan anak.
Saran dari penelitian ini, guru diharapkan terus meningkatkan peran sebagai
fasilitator dan motivator, serta mewujudkan kerja sama dengan orang tua dan
lingkungan sekitar untuk mendukung pembelajaran berhitung anak. Peneliti
selanjutnya disarankan untuk meneliti lebih lanjut mengenai strategi peningkatan
hasil belajar anak dengan memperhatikan faktor lingkungan belajar.
Kata kunci : Peran Guru, Pembelajaran Membaca, Anak Kelompok
IMPLEMENTASI KEGIATAN DRUM BAND DI TK BHAKTI FAMILY KOTA BENGKULU
Penelitian berjudul implementasi kegiatan drum band di TKbhakti family
kota Bengkulu. Latar belakang penelitian ini adalah perkembangan kecerdasan
musikal dan sosial anak usia dini masih sering terabaikan dalam praktik
pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
pengimplementasian kegiatan ekstrakurikuler drum band di TK Bhakti Family
Kota Bengkulu. Kegiatan ini telah diterapkan secara konsisten dalam proses
pembelajaran langsung dan diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi
perkembangan pendidikan seni dan kreativitas anak usia dini. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan subjek
penelitian yang terdiri dari kepala sekolah dan guru pelatih di TK Bhakti Family.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, catatan
lapangan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan data,
reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data
dilakukan dengan triangulasi terhadap kepala sekolah dan guru pelatih. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kegiatan drum band tidak hanya meningkatkan
keterampilan motorik dan sosial anak, tetapi juga membangun rasa percaya diri
dan kerjasama di antara mereka. Kegiatan ini terbukti efektif dalam mendukung
perkembangan holistik anak, serta mengembangkan kecerdasan majemuk,
termasuk kecerdasan musikal, kinestetik, interpersonal, dan intrapersonal.
Kata Kunci : Drum Band, Pendidikan Anak Usia Dini, Metode Kualitati
PERBEDAAN KREATIVITAS MENGGUNAKAN MEDIA LOOSE PARTS DAN TIDAK PERNAH MENGGUNAKAN MEDIA LOOSE PARTS
Perkembangan kreativitas merupakan aspek penting dalam pendidikan anak usia
dini. Namun ada salah satu media yang diyakini dapat menstimulasi kreativitas
anak adalah media loose parts, yang dimana terdapat perbedaan pendekatan
pembelajaran sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan
keterampilan kreativitas anak usia dini antara yang menggunakan media loose
parts dan yang tidak pernah menggunakannya dalam proses pembelajaran.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto.
Subjek penelitian adalah anak kelompok B1 usia 5–6 tahun di dua lembaga PAUD
di Kota Bengkulu, yaitu TK Witri 1 (menggunakan media loose parts) dan PAUD
IT Ulul-Albaab (tidak menggunakan media loose parts), dengan jumlah sampel
sebanyak 29 anak. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi
dengan indikator kreativitas meliputi fluency (kelancaran), flexibility (keluwesan),
dan originality (orisinalitas). Data dianalisis menggunakan uji independent sample
t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan
antara kedua kelompok, dengan nilai signifikansi 0,157 > 0,05. Hal ini
menunjukkan bahwa penggunaan media loose parts tidak berpengaruh secara
signifikan terhadap keterampilan kreativitas anak usia dini.
Kata Kunci: Kreativitas, Anak Usia Dini, Losse Part
PENGARUH MEDIA PUZZLE TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK NEGERI PEMBINA KECAMATAN PADANG GUCI HULU KABUPATEN KAUR
Kemampuan pemecahan masalah merupakan aspek penting dalam perkembangan
kognitif anak usia dini. Namun, masih banyak anak usia 4–5 tahun yang belum
mampu mengembangkan keterampilan ini secara optimal. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh media puzzle terhadap kemampuan pemecahan
masalah anak usia 4–5 tahun di TK Negeri Pembina Kecamatan Padang Guci
Hulu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain
Nonequivalent Control Group. Sampel terdiri dari 20 anak, dibagi dalam
kelompok eksperimen dan kontrol. Data dikumpulkan melalui tes dan dianalisis
menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang belajar
menggunakan media puzzle memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih
baik secara signifikan dibanding kelompok kontrol. Simpulan dari penelitian ini
adalah media puzzle efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah
anak usia dini. Disarankan kepada guru untuk memanfaatkan media konkret yang
menarik dalam proses belajar, dan kepada peneliti selanjutnya untuk memperluas
cakupan dan sampel penelitian.
Kata Kunci: Puzzle, Kemampuan Pemecahan Masalah, Anak Usia Din
DETERMINASI KEBIJAKAN PENANGANAN STUNTING DI KECAMATAN ENGGANO KABUPATEN BENGKULU UTARA
Stunting menjadi salah satu masalah prioritas di Kabupaten Bengkulu Utara yang
masuk dalam lokus intervensi penurunan stunting berdasarkan Keputusan Menteri
PPN/Bappenas No. 10/M.PPN/HK/02/2021, dengan prevalensi 22,8%, namun
Kecamatan Enggano sebagai pulau terluar berhasil menekan angka stunting
hingga 0,29% berkat berbagai faktor keberhasilan yang saling berhubungan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinasi kebijakan penanganan
stunting di Kecamatan Enggano. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif
dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara,
dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui lima
tahapan, yaitu pengorganisasian data, membaca dan mencatat, mengkode data,
mendeskripsikan dan menyusun data serta menafsirkan dan melaporkan temuan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa determinasi keberhasilan
penanganan stunting di Kecamatan Enggano didukung oleh kerja sama lintas
sektor seperti camat yang memiliki kekuasaan untuk mengoordinasikan para aktor
untuk melakukan penanganan stunting, peran aktif puskesmas sebagai pelaksana
kebijakan, dan komitmen pemerintah desa dalam implementasi program. Faktor
lainnya mencakup pengawasan rutin terhadap pertumbuhan balita, edukasi gizi
kepada ibu hamil, dan penyediaan makanan tambahan bagi anak-anak yang
berisiko stunting. Selain itu, adanya keterlibatan masyarakat serta koordinasi yang
baik antar pemangku kepentingan turut memperkuat efektivitas kebijakan
penanganan stunting di Kecamatan Enggano.
Kata kunci: Stunting, kebijakan, keberhasilan penanganan stuntin
HUBUNGAN PERSPEKTIF WAKTU MASA DEPAN DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KEMATANGAN KARIER SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perspektif waktu masa depan dan
kecerdasan emosional terhadap kematangan karier. Teknik sampling yang digunakan
pada penelitian ini adalah simple random sampling. Populasi penelitian ini adalah
seluruh siswa kelas XII SMAN 5 Kota Bengkulu dengan jumlah sampel sebanyak 180
siswa yang diambil secara acak. Data diperolah melalui penyebaran kuesioner dan
dianalisis menggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan perangkat lunak
SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan variabel perspektif waktu masa depan
memiliki pengaruh positif terhadap kematangan karier yaitu sebesar 0,177, sedangkan
variabel kecerdasan emosional berpengaruh positif terhadap kematangan karier
dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0, 214.Sementara variable perspektif waktu
masa depan dan kecerdasan emosional secara bersama-sama berpengaruh terhadap
kematangan karier dengan memiliki nilai koefisien korelasi sebesar 0,108 .Sehingga
dapat disimpulkan bawah perspektif waktu masa depan dan kecerdasan emosional
memiliki hubungan yang posistif terhadap kematangan karier.
Kata kunci : perspektif waktu masa depan, kecerdasan emosional,kematangan
karie
IMPLEMENTASI ZONA INTEGRITAS WILAYAH BEBAS KORUPSI DAN WILAYAH BIROKRASI BERSIH MELAYANI (ZI WBK/WBBM) DI BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL PROVINSI BENGKULU
Badan kependudukan dan keluarga berencana provinsi Bengkulu merupakan suatu
instansi pemerintah yang mempunyai uraian tugas, salah satunya dibidang
pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan dengan
jenis penelitian deskriptif, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu
dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Program Zona
Integritas (ZI) telah diterapkan di instansi pemerintah baik tingkat pusat maupun
tingkat daerah. Salah satunya adalah Provinsi Bengkulu yaitu terdapat di BKKBN
Provinsi Bengkulu. Hasil penelitian menjukan bahwa Upaya pembangunan ZI
WBK/WBBM di BKKBN Provinsi Bengkulu sudah berjalan sesuai dengan
Permen PAN RB RI Nomor 10 Tahun 2019, peneliti juga menggunakan teori
implementasi dari Riant Nugroho untuk menunjang penelitan ini, terdapat 4 aspek
menurut riant Nugroho yaitu, sosialisasi yang belum berjalan maksimal
dikarnakan masih banyak ASN yang belum pernah mengikuti sosialisasinya
secara langsung, yang ke dua proses implemantasi yang sudah berjalan dengan
mengacu pada Permenpan RB RI nomor 10 tahun 2019, aspek pengawasan sudah
dilakukan cukup maksimal dikarnakan proses pengawasan yang dilakukan
langsung maupun tidak langsung, serta pengawasan dilakukan oleh tim penilai
internal, serta aspek evaluasi yang dilakukan setelah adanya pengawasan dan
diperbaiki langsung bila ditemukannya ketidaksesuaian yang dilakukan oleh tim
penilai internal lalu tim penilai nasional. Permasalahan dalam penelitian ini adalah
proses sosialisasi yang belum maksimal, karena seharusnya semua pegawai dapat
mengikuti proses sosialisasi tersebut, agar seluruh pegawai dapat ikut serta
mengimplementasikan Zona Integritas Wilayah di BKKBN Provinsi Bengkulu.
Selain itu dalam pengimplementasian Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi di
BKKBN provinsi Bengkulu juga menemukan beberapa masalah berupa keluhan
dari pegawai, beberapa pegawai tidak mengerti bagaimana proses
pengimplementasian Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi itu sendiri,
dikarnakan kurangnya sosialisasi, tidak semua pegawai dapat mengikuti proses
sosialisasinya secara langsung serta banyaknya instansi pemerintah terkait (mitra
kerja) yang belum pernah mendapatkan sosialisasi langsung mengenai zona integritas wilayah bebas korupsi di BKKBN Provinsi Bengkulu, sosialiasinya
hanya lewat media pendukung seperti banner, pamflet, dan media sosial saja.
Serta terdapat beberapa rencana kegiatan aksi reformasi birokrasi yang belum
dilaksanakan. Dalam pelaksanaannya terdapat kendala yang dihadapi yaitu:
Pemahaman tentang pembangunan ZI WBK/WBBM belum komprehensif,
Keengganan untuk melakukan perubahan (berada dalam zona nyaman), dan
menganggap bahwa program/kegiatan pembangunan ZI WBK/WBBM akan
menjadi tugas tambahan yang berat untuk dilakukan, Kesadaran untuk
membangun ZI WBK/WBBM dimulai dari diri sendiri masih rendah (menunggu
perintah/instruksi dari pimpinan), Permasalahan di atas lah yang membuat
BKKBN Provinsi Bengkulu sendiri belum mendapatkan predikat Zona Integritas
Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani ( ZI
WBK/WBBM).
Kata Kunci: Pelayanan, ZI WBK, WBBM, Sosialisasi, implementasi,
pengawasan, evaluas
PROSES PELAYANAN PENDAMPINGAN PENGAJUAN SERTIFIKASI HALAL SELF DECLARE OLEH PENDAMPING PROSES PRODUK HALAL DI KECAMATAN RATU SAMBAN TAHUN 2023
Saat ini olahan makanan dan minuman merupakan produk yang banyak
dipasarkan, serta masyarakat banyak yang mengkonsumsi. Pada tahun 2023
jumlah pelaku usaha di Provinsi Bengkulu sebanyak 108.000 yang terdata di
PLKUMKM, selain itu jumlah pelaku usaha di Kota Bengkulu yang terdata di
Kementerian Koperasi dan UMK (KEMENKOPUKM) sebanyak 44.740
sementara jumlah pelaku usaha yang memiliki sertifikasi halal yang terdata pada
aplikasi SIHALAL sebanyak 7.000 UMKM. Sehingga sebanyak 101.000 pelaku
usaha yang belum memiliki sertifikat halal. Oleh karna itu tujuan penelitian ini
menganalisis, mengidentifikasi, dan menjabarkan proses pelayanan pendampingan
pengajuan sertifikasi halal self declare oleh pendamping proses produk halal di
kecamatan ratu samban tahun 2023. Deskriptif kualitatis menjadi metode
penilitian. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi.
Hasil penelitian terdiri dari 6 aspek yaitu (1) Prosedur pelayanan dilakukan
dengan tujuh mekanisme pendampingan, temuan dari tujuh mekanisme
pendampingan adanya pelaku usaha yang belum memiliki NIB, pendamping PPH
yang belum pernah melakukan pendampingan satu kalipun, pelaku usaha tidak
bisa mengaplikasikan SIHALAL sehingga pengajuan sertifikat halal dilakukan
pendamping PPH. (2) Waktu Penyelesaian pada pengajuan sertifikat halal self
declare selama 12 hari. (3) Biaya Pelayanan sertifikat halal gratis bagi pelaku
UMK tetapi dibebankan kepada APBN, APBD, dan fasilitator yang membiayai.
Pendamping PPH akan mendapatkan insentif sebesar RP 150.000 per satu
sertifikat halal terbit. (4) Produk Pelayanan yang dibuat dan dikeluarkan
pendamping PPH yakni surat laporan hasil pendampingan dan surat rekomendasi
yang dikeluarkan pada mekanisme pendampingan ke empat. (5) Sarana dan
Prasarana yang digunakan pendamping PPH berupa laptop dan jaringan internet
yang menggunakan dana pribadi. (6) Kompetensi Petugas Pelayanan, pendamping
PPH pada penelitian ini berlatar pendidikan agama dan telah mengikuti pelatihan
pendamping PPH.
Kata Kunci : Pelayanan, Pendamping PPH, Sertifikasi Halal Self Declar
IMPLEMENTASI PROGRAM DESA/KELURAHAN TANGGUH BENCANA (DESTANA) PADA PENINGKATAN KAPASITAS WARGA DAN APARAT DI KELURAHAN MALABERO KOTA BENGKULU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan dan menganalisis
proses implementasi program DESTANA dalam upaya peningkatan kapasitas
warga dan aparat di Kelurahan Malabero Kota Bengkulu. Penelitian ini dilakukan
dengan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa
observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini
melalui reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil
penelitian menunjukan bahwa pada tahap pra implementasi dilakukan sosialisasi
formal dalam bentuk rapat koordinasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam
program. Pada tahap implementasi diketahui bahwasanya pelaksanaan program
DESTANA dalam upaya penigkatan kapasitas warga dan aparat dilakukan dalam
bentuk non fisik melalui kegiatan lokakarya berupa lokakarya kebencanaan dan
KATANA, kegiatan lokalatih berupa kegiatan simulasi tsunami dan gempa bumi
dan training of trainer kepada fasilitator. Selain itu juga dilakukan dalam bentuk
fisik berupa penyediaan peralatan dan perangkat sistem peringatan dini dan
kesiapsiagaan bencana. Pada tahap pasca implementasi dilakukan pemantauan dan
penilaian ketangguhan warga dan aparat terhadap bencana. Namun demikian
dalam pelaksanaannya terdapat kendala serta permasalahan yakni terkait dengan
regulasi, waktu pelaksanaan serta tingkat partisipasi dan dukungan masyaraka
yang dinilai kurang. Oleh karena itu, perlu adanya regulasi atau aturan atau
pedoman yang khusus mengatur penyelenggaraan program DESTANA dari
pemerintah daerah baik di tingkat Provinsi Bengkulu maupun Kota Bengkulu,
masyarakat Kelurahan Malabero diharapkan untuk selalu giat mengikuti kegiatan
dan perlu dilakukan pendekatan secara personal kepada masyarakat terkait dengan
program destana sebagai upaya peningkatan pastisipasi warga dan aparat.
Kata Kunci: Kelurahan Tangguh Bencana, Kapasitas warga dan aparat