University of Bengkulu

UNIB Scholar Repository
Not a member yet
    31735 research outputs found

    PROSES KOMUNIKASI SAAT MEDIASI PADA TRADISI HUKUM ADAT TEPUNG SETAWAR DI KOTA BENGKULU

    No full text
    Penelitian ini berfokus pada Penggunaan Hukum Adat sebagai sarana penyelesaianmasalah alternatif sejalan dengan upaya untuk memecahkan masalah kelambananproses peradilan di Indonesia, baik pada tingkat pengadilan negeri dan penumpukanperkara di Mahkamah Agung. Dimana keberadaan lembaga pengadilan sudahterindikasi dengan berbagai kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme, yang lebih dikenaldengan istilah KKN. Mayoritas Masyarakat Bengkulu banyak menyelesaikansengketa atau masalah yaitu dengan tradisi yang dinamakan dengan Tepung Setawar.Pendekatan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatanfenomenologi dalam penelitian kualitatif dan paradigma konstruktivis. Penelitian inidilakukan dan diangkat untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini terkaitdengan Bagaimana proses komunikasi pada saat mediasi penyelesaian konflikmenggunakan tradisi Tepung Setawar di Kota Bengkulu? Serta Bagaimana modelmusyawarah ” Tepung Setawar” pada masyarakat Melayu Kota Bengkulu? Hasildalam penelitian ini menemukan beberapa fakta Model musyawarah secara hukumadat Tepung Setawar di kelurahan Pekan Sabtu kota Bengkulu atau dikenal denganmodel musyawarah Mufakat Rajo Penghulu. Proses komunikasi saat mediasimenggunakan tepung setawar di Kota Bengkulu adalah bahwa mediasi merupakanalat yang efektif untuk menyelesaikan konflik antara dua pihak. Penggunaan tepungsetawar sebagai simbol kesepakatan yang diadopsi oleh masyarakat Bengkulumenunjukkan budaya lokal yang diintegrasikan dalam proses mediasi. Dalam prosesmediasi, komunikasi antara kedua belah pihak dilakukan secara langsung di hadapanketua adat atau penengah yang dihormati. Kata Kunci: Mediasi, Hukum Adat, Kebudayaan, Komunikasi

    MAKNA SIMBOL PERANGKAT DALAM TRADISI KENDURI TEBAT DUSUN BESAR KECAMATAN SINGARAN PATI KOTA BENGKULU

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna simbol tradisi Kenduri Tebat dusun besar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : (1) menganalisis video pelaksanaan Kenduri Tebat (2) wawancara (3) dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 4 urutan pelaksanaan upacara tradisional Kenduri tebat yaitu musyawarah, persiapan pelaksanaan, kegiatan inti, penutupan prosesi dan yang terahir makan bersama di cugung. Dari aspek makna simbol perangkat, upacara tradisional Kenduri Tebat memiliki berbagai perangkat pendukung seperti rebana yang terdapat dalam prosesi sarafal anam, nasi santan, sampan sebagai alat transportasi bahkan makan bersama di cugung. Selain itu upacara tradisi kenduri tebat juga sebagai tanda bersyukur atas apa yang didapat sebelumnya dan sebagai harapan, doa-doa agar masyarakat ke depannya mendapatkan hasil yang melimpah, dan juga mengingatkan manusia untuk selalu taat dan patuh terhadap sang pencipta. KataKunci:Makna, Simbol, Perangkat, Tradisi, Kenduri Teba

    PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MENULIS PUISI BERDASARKAN KURIKULUM MERDEKA PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 13 KOTA BENGKULU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menulis puisi berdasarkan Kurikulum Merdeka pada siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Kota Bengkulu. Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan kepada guru dalam merancang pembelajaran sesuai karakteristik dan kebutuhan peserta didik, di mana menulis puisi menjadi materi esensial yang mendukung literasi, kreativitas, dan Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan rekaman video pembelajaran. Subjek penelitian adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan siswa kelas VIII A. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran menulis puisi dilakukan dalam dua pertemuan. Pada kegiatan pendahuluan, guru menyampaikan salam, doa, motivasi, dan apersepsi, tetapi belum menjelaskan tujuan pembelajaran secara eksplisit. Pada kegiatan inti guru menggunakan metode ceramah serta diskusi, didukung media seperti LCD dan PPT. Dominasi guru masih tinggi dan partisipasi siswa belum optimal. Pada kegiatan penutup, guru melakukan refleksi singkat tanpa memberikan kesimpulan atau tindak lanjut. Dengan demikian, pelaksanaan pembelajaran menulis puisi tidak mengimplementasikan kegiatan pembelajaran sesuai dengan elemen-elemen Kurikulum Merdeka. Kata Kunci: Pembelajaran Menulis, Puisi, Kurikulum Merdeka, SMP Negeri 13 Kota Bengkul

    ANALISIS JUDUL BERITA DAERAH PADA SURAT KABAR DARING HARIAN BENGKULU EKSPRESS: KAJIAN SINTAKSIS

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan keefektifan bentuk judul berita daerah pada surat kabar daring Harian Bengkulu Ekspress bulan April tanggal 1 April- 7 April 2025. Metode penelitian berupa penelitian kualitatif dengan metode dekskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan catat dan dokumentasi, yaitu melakukan tangkapan layar pada judul berita daerah pada surat kabar daring Harian Bengkulu Ekspress. Langkah analisis yang dilakukan dengan tahapan: 1) identifikasi, 2) klasifikasi, 3) analisis, 4) penyajian data dan 5) Kesimpulan. Hasil penelitian ditemukan bentuk judul frasa, klausa dan bentuk judul berita berupa kalimat tunggal dan kalimat majemuk serta ditemukan judul berupa kalimat inversi. Kemudian keefektifan bentuk judul berita daerah pada surat kabar daring Harian Bengkulu Ekspress tergolong pada judul berita cukup efektif. Judul berita terdiri dari klausa lengkap pada bagian pertama dan bagian selanjutnya sebagai keterangan tambahan atau penjelas yang menegaskan judul yang telah disampaikan sebelumnya sesuai dengan ciri bahasa jurnalistik yaitu singkat padat dan menarik perhatian pembaca. Pada penelitian ini ditemukan bahwa judul berita daerah surat kabar daring Harian Bengkulu Ekspress menggunakan pronomina penunjuk yang digunakan untuk menghemat ruang dan menarik perhatian pembaca. Terakhir, hasil penelitian juga ditemukan pada judul bentuk kalimat aktif yang verbanya hanya menggunakan kata dasar tidak menggunakan prefiks meN-misalnya, kata “minta” yang seharusnya meminta. Penggunaan bentuk kata dasar pada judul berita umum diterapkan untuk menghemat ruang membuat judul lebih singkat padat dan mudah dibaca oleh pembaca. Sedangkan, dalam kalimat pasif ditemukan kalimat pasif zero dengan akhiran -kan dan penghilangan prefiks di- misalnya turunkan yang seharusnya diturunkan. Kata kunci: judul berita, surat kabar daring, harian bengkulu ekspress, sintaksi

    ANALISIS SOAL SUMATIF BUATAN GURU BAHASA INDONESIA KELAS VIII SMPN 2 KOTA BENGKULU BERDASARKAN ASPEK KOGNITIF MODEL ANDERSON DAN KRATHWOHL

    No full text
    Soal sumatif buatan guru Bahasa Indonesia kelas VIII SMPN 2 Kota Bengkulu belum memenuhi persyaratan kriteria penyusunan soal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aspek kognitif soal sumatif buatan guru Bahasa Indonesia kelas VIII SMPN 2 Kota Bengkulu dan mendeskripsikan elemen yang terdapat pada soal sumatif buatan guru Bahasa Indonesia kelas VIII SMPN 2 Kota Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif. Sumber data diperoleh dari 50 soal pilihan ganda tes sumatif buatan guru. Instrumen penelitian yang digunakan dibantu dengan tabulasi data tingkat kognitif Anderson dan Krathwohl. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif deskriptif dengan menganalisis soal penilaian akhir semester ganjil mata pelajaran Bahasa Indonesia. Soal didominasi pada level MOTS sebanyak 62% yang meliputi aspek kognitif menerapkan (C3) sebanyak 31 soal, dan LOTS sebanyak 24% yang meliputi aspek kognitif mengingat (C1) sebanyak 7 butir soal dan memahami (C2) sebanyak 5 butir soal, level 3 HOTS sebanyak 14% yang meliputi aspek kognitif menganalisis (C4) sebanyak 5 butir soal, mengevaluasi (C5) sebanyak 2 butir soal dan mencipta (C6) tidak terdapat pada soal suamtif. Guru Bahasa Indonesia diharapkan mempertimbangkan tercapainya pencapaian pembelajaran, elemen, dan tingkat kognitif saat membuat soal untuk meningkatkan kualitas soal. Penelitian ini dapat menjadi referensi bagi peneliti lanjutan, mendeskripsikan ranah kognitif taksonomi Anderson & Krathwohl, serta menganalisis capaian pembelajaran sebagai dasar pengembangan soal. Kata Kunci: Soal Sumatif, Aspek Kogniti

    KEMAMPUAN MEMBACA KRITIS SISWA KELAS X10 SMA NEGERI 2 KOTA BENGKULU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca kritis siswa kelas X10 SMA Negeri 2 Kota Bengkulu. Kemampuan membaca kritis penting untuk dimiliki siswa dalam memahami teks secara mendalam dan menilai informasi secara logis, relevan, dan evaluatif. Namun, berdasarkan data nasional dan studi terdahulu, kemampuan membaca kritis siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel penelitian adalah 36 siswa kelas X10 yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui tes uraian membaca kritis menggunakan empat teks berbeda yang telah diuji keterbacaannya. Penilaian difokuskan pada tiga aspek: isi, kebahasaan, dan organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan membaca kritis siswa adalah 45,73, yang tergolong kategori “kurang”. Dari 36 siswa, sebagian besar (17 siswa) berada pada kategori kurang, dan 11 siswa tergolong sangat kurang. Sementara itu, hanya 6 siswa yang berada dalam kategori cukup, dan tidak ada yang mencapai kategori baik atau sangat baik secara keseluruhan. Teks “Pendidikan dan Kejujuran” memiliki rata-rata tertinggi, sedangkan teks “Bulliying di Usia Sekolah” memiliki rata-rata terendah. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa masih kesulitan mengevaluasi teks secara kritis dan memberikan argumen yang logis dan relevan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan strategi pembelajaran membaca kritis secara sistematis dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Kata Kunci : Kemampuan, Membaca, Kriti

    TEACHERS’ KNOWLEDGE ON DEEP LEARNING APPROACH IN TEACHING ENGLISH LANGUAGE IN JUNIOR HIGH SCHOOLS IN BENGKULU CITY

    No full text
    In the 21st century, education adopts innovative teaching methods, with deep learning approach being a key focus on developing critical thinking, problem solving, and creative skills in teaching process. This research aims to uncover junior high school teachers’ knowledge on the of the deep learning approach in their teaching practices. This research employed a descriptive quantitative research design to uncover junior high school teachers' knowledge on the deep learning approach in teaching English in Bengkulu city. The study utilized a close-ended questionnaire and Google Forms for data collection, with a 3-point Likert scale for clarity and consistency 1= Yes, 0.5= Not sure, 0= No. The findings revealed that junior high English teachers in Bengkulu city possess a very high level of knowledge about the deep learning approach in teaching English with an average total score of 57,06 out of 60. In conclusion, very high total scores across participants indicate that these concepts are well understood and probably established in their pedagogical thinking. Keywords: Deep learning, Teacher knowledge, English teaching, Junior high school

    STRATEGI SOPIR ANGKUTAN KOTA DALAM ERA TRANSPORTASI BERBASIS ONLINE Studi Kasus Angkutan Kota di Kota Bengkulu

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi sopir angkutan kota dalam era transportasi berbasis online dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penentuan infroman menggunakan teknik purposive sampling. Informan dari penelitian ini terdiri dari 8 orang yaitu, lima (5) sopir angkot, dua (3) penumpang angkot. Pengumpulan data menggunakan teknik obsevasi non partisipan, wawancara menggunakan teknik semi terstruktur dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari lapangan di analisis menggunakan reduksi data, penyajian data, gambar dan narasi, kemudian diberikan kesimpulan. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori Konflik yang di kemukakan oleh Ralf Dahrendorf. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi yang di gunakan para sopir angkot untuk mendapatkan penumpang diantaranya: 1). Membangun kerja sama dengan penumpang, sopir angkot mulai membangun hubungan personal dengan penumpang tetap. Mereka menciptakan suasana nyaman lewat komunikasi dengan ramah, sikap sopan, dan kesediaan membantu, agar penumpang merasa dihargai dan tetap memilih angkot mereka. 2). Menggunakan sosial media dan Aplikasi Whatsapp untuk promosi, beberapa sopir angkot mulai memanfaatkan whatsapp dan media sosial untuk layanan promosi, memudahkan penumpang menghubungi langsung tanpa harus menunggu di jalan. 3). Menjalin kerja sama dengan sekolah atau instansi, sopir angkot melakukan kerja sama dengan sekolah, pesantren, dan kantor pemerintah, kerja sama ini berbentuk layanan antar jemput harian dengan sistem kontrak, agar sopir medapatkan penumpang tetap dan tidak bergantung pada penumpang umum. 4). Menyediakan layanan tambahan: antar barang dan titipan, sopir angkot mulai memperluas layanan mereka dengan menerima jasa pengantaran barang seperti dokumen, paket kecil atau makanan yang di butuhkan warung warung kecil. 5). Menawarkan sistem langganan atau paket harian Sopir angkot menerapkan sistem langganan harian, mingguan, atau bulanan untuk menarik penumpang tetap seperti pelajar dan pegawai. Sistem ini menawarkan tarif lebih murah sebesar Rp8.000, tarif mingguan sebesar Rp35.000 untuk lima hari kerja (Senin sampai Jumat), dan tarif bulanan sebesar Rp130.000 untuk sekitar 20 hari kerja dalam sebulan dan cara ini memberikan kepastian pandapatan bagi sopir. Kata Kunci : Strategi Angkutan Kota,Kota Bengkul

    PENGARUH MODEL CORE BERBANTUAN LKPD TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH STATISTIKA PADA SISWA KELAS X SMA

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa karena masih menggunakan model pembelajaran langsung belum memfasilitasi siswa aktif mengasah pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah Statistika di SMA Negeri 2 Bengkulu Selatan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen semu dengan desain The Non Equivalent Post-Test-Only control group design. Pengambilan sampel di ambil dengan melihat nilai rata-rata kedua kelas yang tidak jauh berbeda. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X SMA Negeri 2 Bengkulu Selatan. Sampel penelitian ini adalah kelas X.9 sebagai kelas eksperimen dengan 34 siswa, sedangkan kelas X.8 sebagai kelas kontrol yang berjumlah 35 siswa. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar tes kemampuan pemecahan masalah yang berbentuk soal uraian. Analisis data menggunakan: analisis deskriptif, uji prasyarat analisis dan uji hipotesis. Hasil pengujian Hipotesis diperoleh bahwa �ℎ����� = −4,74 < ������ = 1,96 Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) berbantuan LKPD terbukti ada pengaruh untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah Statistika pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Bengkulu Selatan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas X SMA dengan LKPD CORE lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan LKPD Pembelajaran Langsung. Kata kunci : Eksperimen Semu, Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE), Kemampuan Pemecahan Masalah, Statistika

    PENERIMAAN DIRI ORANGTUA TERHADAP ANAK TUNAGRAHITA (Studi Kasus Orangtua yang Menyekolahkan Anak di SLB Negeri 02 Kota Bengkulu)

    No full text
    Memiliki dan menerima aggota keluarga dengan situasi disabilitas khususnya tunagrahita memberikan situasi khusus orangtua dan proses yang kompleks. Dalam situasi ini dibutuhkan penerimaan diri yang positif terhadap proses tersebut. Penerimaan diri ialah sikap positif terhadap diri sendiri, di mana seseorang yang memiliki penerimaan diri yang baik dapat menerima keadaannya, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Adapun proses penerimaan diri yang dimaksud terdiri dari 5 tahapan yaitu Penolakan (denial), Kemarahan (anger), Tawar- menawar (bargaining), Depresi (depression) dan Penerimaan diri (acceptance). Sedangkan yang dimaksud penerimaan diri bagi orangtua disini ialah kondisi dimana mereka telah menerima keadaan anaknya sebagai anak tunagrahita tanpa memiliki rasa bersalah, rasa malu, rendah diri ke siapapun karena keterbatasan anaknya serta kebebasan dirinya dari kecemasan adanya penilaian dari orang lain terhadap keadaan anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana orangtua menerima keadaan anak tunagrahita. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan studi kasus pada orangtua yang menyekolahkan anak mereka di SLB Negeri 2 Kota Bengkulu. Penelitian ini melibatkan 5 Orangtua yang terdiri dari ayah dan ibu kandung yang memiliki anak tunagrahita usia 9-14 tahun, dan 3 Informan pendukung. Data dikumpulkan melalui proses observasi, wawancara, serta dokumentasi. Penelitian menunjukkan bahwa penerimaan diri sudah berproses dilakukan oleh orangtua. Terkait ini orangtua memiliki proses dalam melakukan penerimaan diri dan hambatan yang datang dari dalam ataupun dari luar diri orangtua, Proses ini dipengaruhi oleh pengalaman hidup, kondisi ekonomi, kekuatan spiritual, dan dukungan sosial dari berbagai pihak seperti pasangan, keluarga, tetangga, dan guru. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan dan layanan sosial yang lebih inklusif. Kata kunci: Penerimaan Diri, Orangtua, Anak Tunagrahit

    6,135

    full texts

    31,735

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNIB Scholar Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇