31735 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ARTICULATE STORYLINE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS DAN PRESTASI BELAJAR (Studi Dasar Dasar Teknik Jaringan Komputer Dan Telekomunikasi Siswa Kelas X Di Smkn 1 Rejang Lebong)
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menguji kelayakan dan
efektivitas media pembelajaran berbasis Articulate Storyline dalam
meningkatkan kemampuan berpikir logis dan prestasi belajar siswa kelas X
pada mata pelajaran Dasar-Dasar Teknik Jaringan Komputer dan
Telekomunikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and
Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Kelayakan media
dinilai oleh ahli media, ahli materi, serta melalui angket respon siswa. Hasil
validasi menunjukkan bahwa media sangat layak untuk digunakan dalam
pembelajaran. Efektivitas media diuji melalui observasi kemampuan berpikir
logis dan analisis hasil belajar siswa yang diperoleh dari pretest dan posttest.
Pengujian data dilakukan menggunakan SPSS versi 26, yang menunjukkan
adanya peningkatan signifikan pada kemampuan berpikir logis dan prestasi
belajar siswa di kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Uji t
menunjukkan perbedaan signifikan pada posttest kedua kelas, serta
peningkatan signifikan hanya terjadi pada kelas eksperimen. Dengan
demikian, media pembelajaran berbasis Articulate Storyline ini dinyatakan
layak dan efektif untuk digunakan sebagai alat bantu dalam proses
pembelajaran di SMK, khususnya pada materi jaringan komputer.
Kata Kunci: Media Pembelajaran, Articulate Storyline, Kemampuan Berpikir
Logis, Prestasi Belaja
REKONSTRUKSI MANUAL BOOK BERBASIS ETNOSAINS TENTANG KADAR SIANIDA DAN KANDUNGAN NUTRISI LEMEA TERINTEGRASI BIOTEKNOLOGI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SISWA SMP
Di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, terdapat potensi lokal berupa makanan
tradisional lemea yang menerapkan prinsip bioteknologi konvensional melalui proses
fermentasi. Bahan utama lemea adalah rebung bambu kapal (Gigantochloa schortechinii)
yang secara alami mengandung senyawa sianida berbahaya. Berdasarkan fenomena dan
potensi makanan tradisional Lemea yang dimiliki Kabupaten Lebong, maka dilakukan
variasi waktu perendaman yang optimal untuk detoksifikasi sianida pada rebung yang
kemudian akan dianalisis kadar sianida dan kandungan nutrisi pada Lemea. Belum
terlaksananya pembelajaran materi Bioteknologi konvensional yang memanfaatkan
kearifan lokal pada makanan tradisional Lemea menjadi alasan peneliti menjadikan
materi Bioteknologi konvensional berbasis potensi lokal sebagai fokus materi yang
dikembangkan. Jenis penelitian ini adalah R&D dengan model pengembangan ADDIE
(Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pada tahap Analyze,
diidentifikasi belum terlaksananya pembelajaran bioteknologi yang memanfaatkan
kearifan lokal dan uji laboratorium terhadap kandungan sianida dan nutrisi. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kadar sianida menurun secara bertahap selama proses
fermentasi, dan pada hari ke-7 kadar HCN telah mencapai ambang batas aman untuk
dikonsumsi, yaitu 16,458 mg/Kg hal ini sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Food
and Agriculture Organization (FAO) serta mengandung nutrisi seperti karbohidrat,
protein, lemak, air, abu (mineral), dan serat kasar. Penelitian ini menghasilkan produk
berupa manual book Lemea Lebong untuk materi bioteknologi yang berisi tentang proses
fermentasi Lemea. Tahap Design dilakukan dengan merancang manual book berbasis
etnosains yang mengintegrasikan proses fermentasi lemea ke dalam materi bioteknologi.
Tahap Development dilakukan validasi ahli terhadap produk, yang menunjukkan
persentase kelayakan sebesar 92% (sangat layak) serta validasi instrument test
keterampilan proses sains. Tahap Implementation dilakukan melalui uji coba lapangan di
SMPN 02 Lebong. Uji efektivitas menunjukkan peningkatan signifikan dalam
keterampilan proses sains siswa, dengan N-Gain 0,43 dengan (kategori sedang) dan
terbukti secara signifikan (0,000 < 0,05) serta dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-
rata nilai rata-rata postest pada kelas eksperimen 23,00 dan postest pada kelas kontrol
14,93. Tahap Evaluation menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan proses akan
lebih tinggi jika peserta didik dalam proses pembelajaran menggunakan manual book
dibandingkan dengan pembelajaran secara konvensional.
Kata Kunci: Bioteknologi, Gigantochloa schortechinii, Kadar Sianida, Manual book,
Keterampilan Proses Sains
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN DAN MINAT TERHADAP PRESTASI BELAJAR (Studi Eksperimen pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Siswa Kelas VII di SMPN 25 Kota Bengkulu)
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menguji ada atau tidak adanya perbedaan
prestasi belajar antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan media
pembelajaran Youtube dengan siswa yang diajarkan dengan media pembelajaran
flashcard; 2) menguji ada atau tidak adanya pengaruh interaksi antara media
pembelajaran dan minat terhadap prestasi belajar siswa; 3) menguji ada atau tidak
perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memiliki minat belajar tinggi
mengikuti pembelajaran menggunakan media Youtube dengan mengikuti
pembelajaran menggunakan media flashcard; dan 4) menguji ada atau tidak
perbedaan prestasi belajar antara siswa yang memiliki minat belajar rendah
mengikuti pembelajaran menggunakan media Youtube dengan mengikuti
pembelajaran menggunakan media flashcard. Penelitian ini menggunakan
metode quasi eksperimen dengan desain analisis faktorial. Jumlah populasi
pada penelitian ini sebanyak 89 siswa kelas VII A, VII B, dan VII C. Sampel
berjumlah 60 siswa yang ditentukan dengan cara simpel random sampling untuk
menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan cara diacak melalui
undian. Data diperoleh melalui tes minat belajar dan tes prestasi belajar bahasa
Inggris. Data dianalisis melalui teknik analisis faktorial dua jalan. Hasil analisis data
menunjukkan bahwa: 1) prestasi belajar siswa yang diajarkan dengan
menggunakan media pembelajaran Youtube lebih tinggi daripada prestasi belajar
siswa yang diajarkan dengan menggunakan media pembelajaran flashcard; 2) ada
pengaruh interaksi antara media pembelajaran dan minat terhadap prestasi belajar
siswa; 3) prestasi belajar siswa yang memiliki minat belajar tinggi lebih tinggi
dengan mengikuti pembelajaran menggunakan media Youtube dibandingkan
mengikuti pembelajaran menggunakan media flashcard; dan 4) prestasi belajar
siswa yang memiliki minat belajar rendah lebih tinggi dengan mengikuti
pembelajaran menggunakan media flashcard dibandingkan mengikuti
pembelajaran menggunakan media Youtube.
Kata Kunci: Media pembelajaran, minat belajar siswa, prestasi belajar, kosakata,
Youtube, flashcar
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KERJA SAMA DAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK (Studi Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas VIII di SMP Negeri 10 Kota Bengkulu)
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan model
Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan kerjasama, (2)
mendeskripsikan penerapan model Problem Based Learning (PBL) untuk
meningkatkan prestasi belajar, (3) efektivitas penerapan model Problem
Based Learning (PBL) untuk meningkatkan prestasi belajar. Penelitian ini
dilaksanakan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan kuasi
eksperimen. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan
lembar observasi untuk mengukur kerjasama peserta didik, dan tes model
Problem Based Learning (PBL) untuk mengukur peningkatan kerjasama
peserta didik, serta tes untuk mengukur prestasi belajar. Untuk analisis data
yang digunakan adalah teknik deskriptif kuantitatif berdasarkan hasil
penelitian yang dilakukan terhadap peserta didik kelas VIII B penelitian
menghasilkan kesimpulan: (1) Penerapan Model Problem Based Learning
(PBL) dapat meningkatkan kerjasama peserta didik, (2) Penerapan Model
Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan prestasi belajar, (3)
Penerapan model Problem Based Learning (PBL) efektif meningkatkan
prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran matematika.
Kata kunci : model problem based learning, kerjasama, prestasi belaja
ANALISIS KETERBACAAN TEKS PADA BUKU BAHASA INDONESIA KELAS X TERBITAN ERLANGGA TAHUN 2022 MENGGUNAKAN TEORI FRY DAN TEKNIK CLOZE TEST
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keterbacaan teks dalam
Buku Bahasa Indonesia Kelas X terbitan Erlangga tahun 2022 dengan
menggunakan dua pendekatan, yaitu teori Fry dan teknik Cloze Test. Jenis
penelitian ini adalah kuantitatif sederhana dengan pendekatan deskriptif.
Pendekatan Fry digunakan untuk mengukur keterbacaan berdasarkan struktur
kalimat dan kompleksitas kata, sementara Cloze Test digunakan untuk menilai
sejauh mana siswa dapat memahami isi teks secara kontekstual melalui pengisian
kata yang dirumpangkan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
dokumentasi dan tes. Data diperoleh dari enam teks bacaan dalam buku Bahasa
Indonesia kelas X yang dianalisis menggunakan grafik Fry dan teknik Cloze Test.
Instrumen penelitian berupa tes cloze yang diberikan kepada peserta didik kelas X
Bahasa SMA Negeri 04 Kota Bengkulu. Teknik analisis data dilakukan melalui
perhitungan jumlah kalimat dan suku kata (untuk metode Fry) serta persentase
jawaban benar siswa berdasarkan kategori keterbacaan (untuk teknik Cloze Test).
Hasil analisis berdasarkan teori Fry menunjukkan bahwa hanya teks observasi dan
teks rekon yang sesuai dengan tingkat keterbacaan kelas X. Sementara itu, hasil
Cloze Test diberikan untuk enam jenis teks, yaitu teks observasi, anekdot, hikayat,
cerpen, biografi, dan rekon. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas siswa
berada pada kategori keterbacaan instruksional untuk seluruh jenis teks. Teks
observasi memiliki tingkat keterbacaan independen tertinggi (50%), sedangkan teks
rekon menunjukkan dominasi kategori instruksional (72%). Sementara itu, kategori
frustrasional ditemukan paling tinggi pada teks biografi (28%) dan observasi (36%).
Kata Kunci: Keterbacaan, Teori Fry, Cloze Test, Buku Teks, Bahasa Indonesia
EFL STUDENTS’ PERCEPTION ON THE USE OF SPOTIFY TO ENHANCE ENGLISH PRONUNCIATION EFL STUDENTS’ PERCEPTION ON THE USE OF SPOTIFY TO ENHANCE ENGLISH PRONUNCIATION
This research aimed to explore students’ perceptions of using Spotify to improve
their English pronunciation. A quantitative descriptive method was applied, using a
structured questionnaire as the main data collection instrument. The participants
were 57 sixth-semester students from the English Education Study Program at the
University of Bengkulu. The findings revealed that most students had a positive
perception of using Spotify in learning pronunciation. They believed that Spotify
was helpful, easy to use, and motivating in their learning process. Spotify’s features
such as song lyrics, repeat function, and access to native-like pronunciation helped
students practice pronunciation more effectively. In addition, the involvement of
sensory elements like hearing, sight, and touch supported their understanding and
repetition of English sounds. However, it was also noted that not all students learn
in the same way, and Spotify may be more effective for some than others. Overall,
students viewed Spotify as a beneficial supplementary tool to support formal
learning in improving English pronunciation.
Keywords: Perception, English pronunciation, EFL students, Spotify, Technology
Acceptance Model, Sensory reception theory
PELAKSANAAN GERAKAN PEDULI DAN BERBUDAYA LINGKUNGAN HIDUP DI SEKOLAH (Studi Pada SD Negeri 2 Kota Bengkulu)
Berbagai negara di dunia saat ini tengah dihadapkan pada tantangan terkait isu
lingkungan hidup, salah satunya Indonesia. Terdapat 10 Provinsi dengan Indeks
Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) terendah pada tahun 2022, salah satunya
Provinsi Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pelaksanaan
Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (Studi Pada SD
Negeri 2 Kota Bengkulu). Metode penelitian yang digunakan dalam adalah
kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi,
wawancara, dan dokumentaasi. Teori yang digunakan yaitu, Teori Implementasi
yang dikemukakan oleh Riant Nugroho (2017) yang meliputi: Pra Implementasi
(Sosialisasi), Implementasi, dan Pasca Implementasi (Evaluasi). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa terdapat beberapa permasalahan pada aspek Implementasi
yang belum terlaksana secara optimal sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan
Hidup dan Kehutanan Nomor 52 Tahun 2019 antara lain, belum adanya
ekstrakulikuler khusus yang berkaitan dengan Gerakan Peduli dan Berbudaya
Lingkungan Hidup di Sekolah, tidak adanya keterlibatan warga sekitar sekolah,
konservasi energi, dan belum adanya penanggungjawab khusus pada publikasi.
Kemudian yang terakhir pada aspek evaluasi, berdasarkan pembinaan yang
dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu melalui Bidang Penaatan
dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup di dapati bahwa evaluasi hanya
dilaksanakan melalui evaluasi tahunan, yang seharusnya lebih ideal adalah
melaksanakan evaluasi 4 (empat) bulan sekali. Kemudian terdapat permasalahan
megenai kebersihan di lingkungan sekolah, yang mana dapat diupayakan melalui
penguatan berbagai kompetisi dalam profil pelajar pancasila dengan mengadakan
kegiatan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) yaitu pembelajaran lintas
disiplin ilmu yang bertujuan untuk membekali siswa dengan kemampuan berpikir
kritis, kreatif, serta peduli terhadap pelestarian lingkungan sesuai dengan nilai-nilai
Pancasila.
Kata Kunci : Pelaksanaan, Gerakan PBLHS, SD Negeri 2 Kota Bengkul
ANALISIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI MEDIA SOSIAL FACEBOOK DI DINAS PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN KAUR
Pemberdayaan merupakan transformasi peran individu dari objek menjadi subjek,
yang hanya dapat dicapai melalui hubungan antara subjek dengan subjek lainnya
yang hakikatnya adalah humanisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui bagaimana pemberdayaan masyarakat melalui media sosial Facebook
di Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Kaur. Penelitian ini menggunakan jenis
penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang dilakukan melalui
observasi dan wawancara. Studi ini menggali 7 unsur untuk melakukan
pemberdayaan melalui dunia digital menurut Purwani, yaitu Brand Story, Brand
Mission, Product Sample, Community development, Mixed Media, Memorable
Content and Packaging, Differentiation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
dalam proses pemberdayaan media sosial Facebook di Dinas Perpustakaan Daerah
Kabupaten Kaur, tahap-tahap tersebut terangkum dan sesuai, meskipun pada tahap
Memorable Content and Packaging, temuan yang ada bertentangan dengan teori
yang diberikan. Pemberdayaan masyarakat untuk mendukung perpustakaan dapat
memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat literasi, pendidikan, dan informasi.
Maka bagaimana pemberdayaan masyarakat melalui media sosial Facebook di
Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Kaur diharapka
PERUBAHAN SOSIAL GAYA HIDUP PETANI SAWIT DI DESA AGUNG JAYA KECAMATAN AIR MANJUNTO KABUPATEN MUKOMUKO
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan gaya hidup petani sawit
di Desa Agung Jaya, Kecamatan Air Manjunto, Kabupaten Mukomuko, akibat
peralihan dari pertanian padi ke perkebunan kelapa sawit. Perubahan ini
berdampak pada pola kerja, pendapatan, pola konsumsi, serta sistem sosial
masyarakat. Penelitian ini menggunakan teori perubahan sosial Kingsley Davis
untuk menganalisis bagaimana transformasi ekonomi memengaruhi struktur sosial
dan budaya masyarakat desa. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif
dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peralihan ke perkebunan
kelapa sawit mengubah pola kerja masyarakat dari sistem kerja musiman dan
berbasis gotong royong menjadi sistem kerja berkelanjutan dan berbasis upah.
Pendapatan yang lebih stabil memungkinkan masyarakat lebih sering membeli
kebutuhan pokok di pasar. Perubahan ini juga berdampak pada ketahanan pangan
dan memunculkan ketimpangan sosial, di mana sebagian masyarakat memperoleh
manfaat lebih besar dibandingkan yang lain. Berdasarkan hasil penelitian,
perubahan sosial yang terjadi di Desa Agung Jaya menunjukkan bagaimana
peralihan ekonomi dari pertanian padi ke perkebunan sawit tidak hanya
memengaruhi kesejahteraan masyarakat, tetapi juga mengubah pola sosia
GAMBARAN KONSEP DIRI PASIEN PENDERITA PENYAKIT KANKER DI RUMAH SINGGAH BAITI JANNATI KOTA BENGKULU
kematian terbesar setelah penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan konsep diri pasien penderita penyakit kanker di rumah singgah
Baitih Jannati Kota Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan kualitatif
dengan pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik
penentuan informan menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 12
informan yang terdiri atas 5 orang pasien kanker, 5 keluarga pendamping dan 2
pengurus. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, penarikan
kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian mengenai konsep diri pasien penderita
penyakit kanker di rumah singgah Baitih Jannati Kota Bengkulu yang bisa dilihat
dari aspek fisik pasien jadi lebih kurus, memiliki bekas luka, rambut menipis
sehingga berdampak pada kepercayaan diri beberapa pasien; pada aspek emosi
pasien merasa depresi, cemas, merasa takut, frustasi namun beberapa pasien
berusaha bersikap tenang, optimis dan mencoba mengendalikan diri; pada aspek
intelektual tidak ada masalah kehilangan memori, tidak mengganggu konsentrasi;
pada aspek sosial beberapa pasien kehilangan peran dan pekerjaan karena tidak
mampu bekerja, kehidupan sosial di keluarga dan masyarakat terganggu karena
fokus pada pengobatan; dan pada aspek spiritual para pasien lebih fokus untuk
mendekatkan diri kepada tuhannya seperti rajin sholat, berdoa, mengaji karena
mengingat penyakit adalah ujian dari tuhan dan lebih mensyukuri hidup. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa gambaran konsep diri pasien penderita
penyakit kanker di rumah singgah berbeda-beda dalam berbagai aspek-aspek pada
setiap informan kanker.
Kata Kunci : Konsep Diri, Penderita Kanker, Rumah Singgah Baiti Jannat