University of Bengkulu

UNIB Scholar Repository
Not a member yet
    31735 research outputs found

    MODEL MANAJEMEN MUTU INTERNAL UNTUK MENINGKATKAN PENGELOLAAN PEMBELAJARAN DI POLITEKNIK PENERBANGAN PALEMBANG

    No full text
    Tujuan penelitian mengembangkan model manajeman mutu internal untuk meningkatkan pengelolaan pembelajaran. Metode penelitian menggunakan mixed method dengan model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian kepala SPMI, auditor dan ketua prodi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuesioner dan studi dokumentasi.. Analisis data menggunakan teknik kualitatif interaktif model dan kuantitatif dengan prosentase. Hasil penelitian diperoleh kebutuhan sebelas butir standar pengelolaan pembelajaran sesuai SN-Dikti yang terbagi dalam tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pengelolaan pembelajaran. Desain model manajemen mutu internal berupa pemenuhan standar pengelolaan pembelajaran melalui AMI SN-Dikti berbasis sitem informasi audit mutu internal (SiAMI).Pengembangan model manajemen mutu internal melalui SiAMI terintegrasi pada notifikasi pesan whatsapp user yang terbagi pada tahap persiapan, pelaksanaan dan pelaporan. Implementasi AMI SN-Dikti melaui SiAMI pada Prodi TRBU diperoleh nilai 3,07 dengan 6 temuan, Prodi MBU dan Prodi PPKP dengan nilai masing- masing 3,00 dengan 7 temuan. Efektifitas model manajemen mutu internal diperoleh hasil tim SPMI skor 99,17% kriteria sangat efektif, ketua prodi atau auditee skor 97,8% dengan kriteria sangat efektif dan auditor 98,3% kriteria sangat efektif. SiAMI memfasilitasi manajemen mutu internal dengan hasil terukur valid sehingga membantu manajemen dalam mengambil keputusan dalam pemenuhan standar mutu pendidikan. Kata kunci: manajemen mutu internal; pengelolaan pembelajaran; standar mutu pendidikan tingg

    OPTIMASI DISTRIBUSI RUMPON DENGAN PENDEKATAN GEOSPASIAL DAN DEMOGRAFI IKAN MADIDIHANG (Thunnus albacares) YANG BERBASIS DI TPI PASAR LAMA BINTUHAN KABUPATEN KAUR

    No full text
    Rumpon merupakan alat bantu mengumpulkan ikan yang telah terbukti meningkatkan efisiensi penangkapan, tetapi distribusi yang tidak teratur berpotensi mengganggu ekosistem laut dan jalur pelayaran. Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 36 Tahun 2023 telah menetapkan ketentuan jarak minimal 10 mil laut dari garis pantai untuk pemasangan rumpon, namun pelaksanaanya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian sebaran rumpon dan demografi ikan madidihang (Thunnus albacares) yang tertangkap oleh nelayan di TPI Pasar Lama Bintuhan Kabupateln Kaur.Analisis spasial dilakukan untuk menggunakan ArcGIS 10.8 melalui Pairwise Distance, buffer, overlay, dan skoring. Analisis demografi mencakup sebaran frekuensi panjang, hubungan panjang berat, faktor kondisi, pendugaan parameter pertumbuhan dan laju mortalitas dan eksploitasi yang dilakukan tangkapan selama 10 bulan tahun 2024. Hasil menunjukkan seluruh 38 titik rumpon eksisting tidak memenuhi kreiteria jarak ≥ 10 mil laut, dengan 75% jarak berada di antara 5-10 mil dan 2% <1 mil. Skoring juga menunjukkan tidak ada titik yang optimal, dan beberapa rumpon berada dalam kawasan konservasi. Berdasarkan luas total sebaran 9.695,21 km² dan luas zona ideal rumpon 813,78 km², jumlah ideal rumpon adalah 12 titik. Analisis demografi terhadap 276 ekor ikan menunjukkan frekuensi selang kelas dengan kisaran panjang 59 hingga 178 cm. Sebaran frekuensi panjang ikan madidihang paling banyak pada selang kelas 169-178 cm sebanyak 45 ekor, sedangkan frekuensi selang kelas paling sedikit pada selang kelas 59-68 cm dengan jumlah 3 ekor. Pola pertumbuhan alometrik negatif (b) 2,9229 dan faktor kondisi sebesar 1,19, menandakan lingkungan yang cukup baik. Parameter pertumbuhan menunjukkan (L∞) 187,95 cm , (K) 0,3, dan (t₀) = -0,47527, sedangkan laju eksploitasi sebesar (E) 0,63, mengindikasikan status stok yang telah dieksploitasi secara berlebih. Kata kunci: Demografi, Geospasial, Kabupaten Kaur, Thunnus albacare

    STUDENTS’ READING COMPREHENSION PROBLEMS AT ENGLISH EDUCATION STUDY PROGRAM OF BENGKULU UNIVERSITY IN THE ACADEMIC YEAR 2022/2023

    No full text
    This research aims to know students’ problems in reading comprehension at English education student Bengkulu University in the Academic Year 2022/2023 and to know the causes. This research is using mix-method, quantitative and qualitative. The sample for this research was 92 students at English education student Bengkulu University in the Academic Year 2022/2023. Data collection was carried out by using a questionnaire and interview. The questionnaire consists of 23 items representing 6 factors of student reading comprehension problem adapted from Lisiana et al. (2021) and Westwood (2001). The questionnaire has been validated using expert judgment. The reliability of this instrument was obtained using the Cronbach's Alpha formula in Microsoft Excel software. The results of the study showed that student have difficulties in vocabulary knowledge (25.02%), students environment (20.11%), lack of strategies (18.17%), learner’s background (15.15%), teaching method (15.15%), and length of text (7.02%). There are three internal factors that cause student problems in reading comprehension : English vocabulary contains words with multiple meanings, longer texts require students to reread multiple times to grasp the main ideas, the pressure they feel when reading English texts, they face difficulties when reading a text without any prior knowledge or experience. Then the external factors is the method of lecture in reading classes, students use different strategies in reading comprehension so they can’t make collaborative to other students. Keywords : Reading Comprehension, Student’s Proble

    ANALISIS PENYERAPAN ASPIRASI MASYARAKAT OLEH DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD) DALAM PELAKSANAAN RESES (Studi Kasus di Kabupaten Bengkulu Selatan)

    No full text
    Pelaksanaan reses yang merupakan kewajiban bagi pimpinan dan anggota DPRD dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat secara berkala untuk bertemu konstituen pada Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing guna meningkatkan kualitas, produktivitas dan kinerja DPRD dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyat, serta guna mewujudkan peran DPRD dalam mengembangkan check and balances antara DPRD dan pemerintah daerah. Sebagai organisasi pemerintahan, DPRD dalam melayani kebutuhan informasi masyarakat menggunakan jasa seorang Humas dalam memberikan informasi dan mepublikasikan informasi yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat agar mengetahui dan memahami tentang kegiatan dan program-program dari DPRD dengan menggunakan teknik publisitas. Penyerapan aspirasi yang telah dilakukan oleh anggota DPRD berupa penyerapan aspirasi secara langsung yang dilakukan melalui reses dengan mengadakan tanya jawab secara terbuka pada wilayah atau dapil pemilihan anggota DPRD bersangkutan dan penyerapan aspirasi masyarakat secara tidak langsung dengan melakukan konsultasi dengan pemerintah daerah. Kegiatan reses tahun 2019 dilakukan 2 kali selama 1 tahun, namun pada tahun berikutnya hanya 1 kali dalam tahun. Masa reses merupakan masa dimana para Anggota Dewan bekerja di luar gedung DPRD, bertemu dengan konstituen didaerah pemilihannya (Dapil) masing-masing secara rutin, dimana masa reses mengikuti masa persidangan yang dilakukan sebanyak 3 kali dalam setahun atau 15 kali dalam 5 tahun masa jabatan anggota DPRD. Pada masa reses inilah masyarakat dapat melihat para Anggota Dewan telah melaksanakan tugasnya sebagai perwakilan rakyat. Selain itu pada tahun 2021 tidak dilakukan kegiatan reses sehingga penyerapan aspirasi masyarakat tidak dapat dilakukan dan menyebabkan tidak adanya anggaran pokok pokok pikiran (pokir) yang dapat di ix x masukan kedalam APBD. Hal ini disebabkan adanya recofusing anggaran sehingga kurang maksimalnya penyerapan aspirasi yang dilakukan anggota DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis realisasi antara usulan DPRD tahun 2023 dengan program yang dilaksanakan dan untuk menganalisis kendala tidak terpenuhinya aspirasi masyarakat oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan tahun 2024 Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini DPR di Kabupaten Bengkulu Selatan dan pegawai Sekretariat DPR di Kabupaten Bengkulu Selatan. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan metode purposive sampling, sehingga sampel dalam penelitian ini sebanyak 90 orang. Kemudian peneliti melakukan wawancara kepada informan untuk mendukung temuan penelitian dari penyebaran kuesioner. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penyerapan Aspirasi Masyarakat dalam kegiatan reses pada Dapil masing masing DPR di Kabupaten Bengkulu Selatan dari berbagai variabel, sebagai berikut: 1) Objektivitas Penyerapan Aspirasi Masyarakat cukup objektif dikarenakan penyerapan aspirasi yang dilakukan tidak membedakan identitas masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, 2) Koordinasi Penyerapan Aspirasi Masyarakat dalam cukup berkoordinasi dikarenakan aspirasi yang tida ditindaklanjuti dengan melakukan koordinasi dan melakukan kerjasama dengan unit kerja sesuai dengan jenis atau bidang aspirasi yang masuk, 3) Efektifitas dan efisiensi Penyerapan Aspirasi Masyarakat katagori tidak efektifitas dan efisiensi dikarenakan belum sesuai target yang telah ditetapkan, 4) Akuntabilitas Penyerapan Aspirasi Masyarakat tidak akuntabel dikarenakan tidak semua aspirasi dapat terealisasi, dan 5) Transparansi Penyerapan Aspirasi Masyarakat cukup transparansi dikarenakan dalam pengeloaan aspirasi telah memperhatikan prosedur dan mekanisme yang jelas dan informasinya penanganan dan penyelesaian telah disampaikan kepada masyarakat melalui media elektronik (internet) serta 6) Azas keadilan Penyerapan Aspirasi Masyarakat cukup adil dikarenakan penyerapan aspirasi yang masuk telah memperh atikan keadilan dan berimbang atau merata dengan memperhatikan kondisi dilapangan. Saran kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Kabupaten Bengkulu Selatan hendaknya dapat memperjuangkan aspirasi aspirasi masyarakat melalui pokir dan kemudian dapat di usulkan ke dalam APBD untuk dapat ditindaklajuti oleh Pemerintahan Daerah, harus mampu memanfaatkan waktu reses mereka semaksimal mungkin dengan melakukan dialog dengan masyarakat dan turun langsung kelapangan, sehingga dapat menampung keinginan atau aspirasi yang di usulkan masyarakat dan harus lebih sigap dan tanggap dalam menindaklanjti usulan yang diperoleh dari hasil reses, dan tetap mematuhi peraturan dan tata tertib dalam pelaksanaan reses sehingga pelaksanaan reses yang dilakukan tidak menjadi temuan BPK serta terus memperjuangan hasil reses dalam pembahasan, sehingga dapat termuat dalam pokir dan dapat dianggarkan dalam APBD Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan. Kata Kunci: Penyerapan Aspirasi Masyarakat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Pelaksanaan Rese

    PENGARUH PENGGUNAAN LKPD BERBASIS PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP PADA MATERI PESAWAT SEDERHANA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penggunaan LKPD berbasis PjBL terhadap keterampilan proses sains siswa SMP pada materi pesawat sederhana dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan LKPD berbasis PjBL terhadap keterampilan proses sains siswa SMP. Instrumen yang digunakan adalah wawancara, dan tes keterampilan proses sains. Instrumen pengumpulan data berupa angket validasi ahli (dosen) dan angket validasi praktisi (Guru IPA). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen semu (Quasi Experiment) serta desain Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas VIII SMPN 13 Kota Bengkulu yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan LKPD berbasis PjBL dan kelas kontrol yang menggunakan LKPD konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur keterampilan proses sains siswa sebelum dan setelah perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji-t (Independent Sample T-Test), serta perhitungan Normalized Gain (N-Gain) untuk mengetahui tingkat peningkatan keterampilan proses sains siswa. Bedasarkan uji deskriptif pada kelas eksperimen dan kelas kontrol kedua data tersebut mempunyai data yang homogen dan berdistribusi normal. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 0,605 dan nilai rata- rata kelas kontrol 0,579. Adanya perbedaan rata-rata hasil keterampilan proses sains siswa pada mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana dan menghasilkan nilai yang lebih tinggi untuk kelas eksperimen secara signifikan, menunjukan pengaruh yang positif pada pembelajaran menggunakan model project based learning. Kata kunci : LKPD, Project Based Learning, Keterampilan Proses Sains, Pesawat Sederhana, Eksperimen Semu, Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL)

    PENGARUH KONFLIK PEKERJAAN - KELUARGA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA DIMEDIASI KESEIMBANGAN KEHIDUPAN-KERJA PADA RSUD KABUPATEN KEPAHIANG

    No full text
    Para profesional keperawatan telah dihadapkan pada kesulitan yang paling berat dan menantang seperti memberikan perawatan berkualitas kepada pasien, beradaptasi dengan protokol baru, bekerja lebih lama dari biasanya, rasa tidak memiliki sumber daya yang cukup dan memiliki beban kerja selangit yang tidak diragukan lagi memperburuk keseimbangan kehidupan kerja mereka. Perawat yang diberikan pelatihan untuk menyelamatkan nyawa dan memulihkan kesehatan pasien masih merasa dituntut untuk mengatasi berbagai kondisi yang tidak pasti. Misalnya, mereka menghadapi dilema tentang bagaimana mendistribusikan sumber daya yang langka kepada pasien yang membutuhkan, bagaimana mendamaikan kebutuhan kesehatan fisik dan mental mereka sendiri dengan kebutuhan pasien, bagaimana mencocokkan keinginan dan tanggung jawab mereka dengan keluarga dan teman-teman dan bagaimana memberikan perawatan untuk pasien yang tidak sehat kronis dengan sumber daya minimal atau tidak mencukupi. Kepuasan kerja merujuk pada hasil terpenuhinya beberapa keinginan dan kebutuhan melalui kegiatan dalam bekerja. Keseimbangan kehidupan-kerja merujuk dimana tuntutan kehidupan pribadi, kehidupan profesional, dan kehidupan keluarga adalah setara. Lingkungan kerja diartikan sebagai sesuatu di sekitar pekerja dan mempengaruhi mereka dalam melaksanakan tugas yang diberikan. Konflik pekerjaan keluarga merupakan tekanan dari lingkungan keluarga kedalam pekerjaan yang saling tidak sejalan, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh konflik pekerjaan-keluarga, lingkungan kerja, dan keseimbangan kehidupan-kerja terhadap kepuasan kerja karyawan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kepahiang. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konflik pekerjaan-keluarga dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja, dengan mediasi oleh keseimbangan kehidupan kerja di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kepahiang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Data dalam penelitian ini diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada 409 karyawan RSUD Kab. Kepahiang, 400 orang di antaranya berpartisipasi dalam pengisian kuesioner. Untuk analisis data, menggunakan program SEM-PLS versi 3.0.9. vi Hasil analisis menunjukkan bahwa konflik pekerjaan-keluarga, lingkungan kerja, dan keseimbangan kehidupan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Selain itu, konflik pekerjaan-keluarga dan lingkungan kerja terbukti berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keseimbangan kehidupan-kerja. Terakhir, pengujian peran mediasi keseimbangan kehidupan-kerja menunjukkan bahwa keseimbangan kehidupan-kerja dapat memediasi hubungan antara konflik pekerjaan-keluarga dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan, dengan jenis mediasi complementary partial mediation. Temuan dari penelitian ini dapat memberikan masukan berharga bagi RSUD Kab.Kepahiang dalam merancang strategi dan kebijakan yang efektif untuk memperbaiki, mempertahankan, dan meningkatkan dampak positif dari variabel-variabel yang diteliti terhadap kepuasan kerja karyawan. Dengan demikian, organisasi dapat terus melakukan transformasi dan perbaikan dari waktu ke waktu. Untuk penelitian selanjutnya yang memiliki konstruk serupa, saran untuk peneliti selanjutnya agar dapat memodifikasi dan mengembangkan model-model yang relevan atau menambahkan variabel sesuai dengan kondisi masa depan, sehingga hasilnya tetap relevan dan dapat memperkaya pengetahuan di bidang manajemen sumber daya manusia. Kata Kunci : Konflik Pekerjaan-Keluarga, Lingkungan Kerja, Keseimbangan Kehidupan Kerja, dan Kepuasan Kerj

    PENGARUH PERSEPSI PEGAWAI TENTANG KOMITMEN MANAJEMEN DAN MODAL INTELEKTUAL RAMAH LINGKUNGAN TERHADAP KINERJA LINGKUNGAN PADA RUMAH SAKIT DI KOTA BENGKULU DIMEDIASI BUDAYA ORGANISASI RAMAH LINGKUNGAN

    No full text
    Persepsi pegawai merupakan faktor psikologis mendasar yang memengaruhi cara individu memahami dan merespons kebijakan serta dinamika dalam organisasi. Dalam konteks pengelolaan lingkungan, khususnya limbah medis di rumah sakit, persepsi terhadap komitmen manajemen, keyakinan atas kompetensi diri, dan nilai-nilai organisasi yang mendukung praktik ramah lingkungan sangat menentukan efektivitas pelaksanaannya. Oleh karena itu, memahami persepsi pegawai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kinerja lingkungan rumah sakit secara berkelanjutan. Di Kota Bengkulu, peningkatan volume limbah medis di tengah keterbatasan fasilitas pengolahan yang memenuhi standar menjadi persoalan lingkungan yang mendesak. Rumah sakit setempat menghasilkan limbah B3 setiap hari, namun karena belum tersedia fasilitas pengolahan limbah lokal yang memadai, limbah harus dikirim ke luar provinsi. Hasil observasi menunjukkan adanya pembuangan limbah B3 secara sembarangan oleh perusahaan pengelola, seperti kantong dan botol infus serta alat suntik bekas yang tercecer di ruang terbuka. Limbah tersebut menimbulkan bau menyengat, membahayakan kesehatan masyarakat, dan mencemari lingkungan. Kondisi ini diperburuk oleh minimnya pelatihan bagi tenaga medis dan non-medis dalam menangani limbah B3 secara aman. Padahal, peran manajemen sumber daya manusia (SDM) sangat krusial dalam membentuk budaya kerja ramah lingkungan melalui pelatihan dan kepemimpinan yang visioner. Fenomena ini mencerminkan adanya kesenjangan antara regulasi, kapasitas pengolahan, dan kesiapan SDM dalam menghadapi tantangan lingkungan di sektor kesehatan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Surevey dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner secara online melalui media sosial whatshap, instagram, telegram, dan messenger. Penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampaling dengan teknik pengumpulan data melalui purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pejabat manajemen Rumah Sakit di Kota Bengkulu dari manajemen puncak, manajemen menegah hingga manajemen operasional. Jumlah sampel pada penelitian sebanyak 170 responden. Metode analisis pada penelitian ix x menggunakan Partial Least Squares (PLS) dengan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM). Teknik pengolahan data menggunakan sofware pls 4.1.0.8. Hasil penelitian dan analisis menunjukan bahwa: 1) Persepsi Pegawai Tentang Komitmen Manajemen Ramah Lingkungan memiliki pengaruh tidak signifikan terhadap Kinerja Lingkungan dengan nilai path coefficient sebesar 0.245. 2) Persepsi Pegawai Tentang Modal Intelektual Ramah Lingkungan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Lingkungan berdasarkan nilai path coefficient sebesar 0.088. 3) Persepsi Pegawai Tentang Budaya Organisasi Ramah Lingkungan terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Lingkungan. Hal ini ditunjukkan oleh nilai P-Values sebesar 0.000. 4) Persepsi Pegawai Tentang Komitmen Manajemen Ramah Lingkungan dan Budaya Organisasi Ramah Lingkungan memiliki pengaruh yang signifikan, dibuktikan dengan nilai path coefficient sebesar 0,008. 5) Persepsi Pegawai Tentang Modal Intelektual Ramah Lingkungan terbukti memiliki pengaruh yang kuat dan signifikan terhadap Budaya Organisasi Ramah Lingkungan, dengan path coefficient sebesar 0,000. 6) Persepsi Pegawai Tentang Komitmen Manajemen Ramah Lingkungan terdapat pengaruh terhadap Kinerja Lingkungan yang dimediasi Budaya Organisasi Ramah Lingkungan dengan mediasi berperan secara parsial, hal ini terlihat dengan koefisien korelasi sebesar 0,010. 7) Persepsi Pegawai Tentang Modal Intelektual Ramah Lingkungan berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Lingkungan melalui Budaya Organisasi Ramah Lingkungan berperan secara penuh, hal ini berdasarakan koefisien korelasi sebesar 0,000. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperdalam kajian mengenai persepsi pegawai mengenai peran manajemen sumber daya manusia (SDM) dalam meningkatkan kinerja lingkungan rumah sakit. Fokus dapat diarahkan pada bagaimana kompetensi, pelatihan, motivasi, dan komitmen SDM khususnya di tingkat manajerial berkontribusi terhadap keberhasilan implementasi kebijakan lingkungan berkelanjutan. Penelitian juga dapat diperluas dengan membandingkan praktik manajemen SDM dan dampaknya terhadap kinerja lingkungan di berbagai wilayah atau jenis fasilitas kesehatan, guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif dan kontekstual. Kata Kunci: Persepsi Pegawai, Komitmen Manajemen Ramah Lingkungan, Modal Intelektual Ramah Lingkungan, Kinerja Lingkungan, Budaya Organisasi Ramah Lingkunga

    EDUKASI DAN PENDAMPINGAN PADA NY. R G1P0A0 DENGAN ANEMIA RINGAN DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN DWI PRAMITA SARI KOTA BENGKULU

    No full text
    Anemia ringan pada kehamilan merupakan kondisi dimana kadar hemoglobin dalam darah lebih rendah di bawah normal yaitu kurang dari 11gr/dL. Kehamilan dengan anemia disebabkan oleh kekurangan sel darah merah atau penurunan hemoglobin, selain itu Kecukupan makanan yang mengandung zat besi di dalam tubuh dapat disebabkan oleh kurangnya makan sumber makanan yang mengandung zat besi, makanan cukup namun yang dimakan besinya rendah sehingga jumlah zat besi yang diserap kurang. Anemia pada ibu hamil akan beresiko tinggi terjadinya persalinan prematur, persalinan lama dan bayi lahir dengan berat badan rendah. Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny.R G1P0A0 dengan edukasi dan pendampingan anemia ringan di Tempat Praktik Mandiri Bidan Dwi Pramita Sari Kota Bengkulu. Penulis studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi kepustakaan. Hasil asuhan kebidanan komprehensif pada Ny.R G1P0A0 dilakukan sesuai dengan rencana yang diberikan. Proses pendampingan anemia ringan pada kehamilan memberikan pendidikan kesehatan tentang anemia pada ibu hamil, makanan gizi seimbang, serta pengonsumsian tablet Fe dan makanan tambahan untuk mempercepat penyerapan tablet Fe berupa buah pisang. Ny. R pada persalinan sudah mempersiapkan BAKSOKUDA, melakukan pemantauan kemajuan persalinan melalui lembar partograf, 60 langkah APN. Evaluasi akhir pendampingan pada masa kehamilan berjalan dengan baik, persalinan spontan, dan nifas tidak ada komplikasi dan berjalan normal. Kesimpulan asuhan yang diberikan selama 6 minggu sesuai dengan kebutuhan pasien yang didukung teori dan evidace based dalam kebidanan. Kata kunci: asuhan kebidanan, anemia, ibu hami

    GAMBARAN KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU BEKERJA DI KOTA BENGKULU

    No full text
    Pemberian ASI eksklusif merupakan langkah penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal bayi, khususnya pada enam bulan pertama kehidupan. Ibu bekerja menghadapi berbagai tantangan dalam memenuhi pemberian ASI eksklusif, seperti faktor usia, tingkat pendidikan, paritas, kebijakan cuti yang belum mendukung secara maksimal, kurangnya dukungan fasilitas di tempat kerja, serta keterbatasan waktu karena beban kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, subjek penelitian ini adalah ibu bekerja yang mempunyai bayi usia 6-24 bulan. Sampel terdiri dari 65 ibu bekerja yang memiliki bayi usia 6-24 bulan dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu yang berhasil memberikan ASI eksklusif berada pada kelompok usia 20-35 tahun yaitu sebanyak 81,6% (31 orang). Mayoritas responden yang berhasil menyusui secara eksklusif memiliki pendidikan tinggi yakni sebesar 76,3% (29 orang), dan sebagian besar ibu multipara memberikan ASI eksklusif dengan persentase mencapai 57,9% (22 orang). Ibu dengan cuti melahirkan ≥3 bulan lebih banyak berhasil memberikan ASI eksklusif yang mencapai 65,8% (25 orang). Hampir semua responden yang mendapatkan dukungan fasilitas tempat kerja berhasil menyusui eksklusif dengan persentase 86,8% (33 orang). Responden dengan durasi kerja <8 jam per hari juga menunjukkan angka keberhasilan lebih tinggi sebanyak 71,1% (27 orang). Kesimpulannya, lebih dari setengah ibu bekerja di Kota Bengkulu berhasil memberikan ASI eksklusif, yaitu sebesar 58,5% (38 orang). Kata Kunci: ASI Eksklusif, Ibu Bekerj

    PENGARUH KEMASAN AKTIF TERHADAPSTABILITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BUNGA KECOMBRANG TERENKAPSULASI SELAMA PENYIMPANAN

    No full text
    Antioksidan adalah senyawa penting yang menghambat oksidasi akibat radikal bebas dan banyak ditemukan pada tanaman. Bunga kecombrang (Etlingera elatior) mengandung antioksidan tinggi seperti tanin, flavonoid, dan polifenol. Namun, senyawa aktif dalam bentuk cair mudah terdegradasi oleh cahaya, suhu, dan oksigen. Untuk menjaga stabilitasnya, dilakukan enkapsulasi menggunakan maltodekstrin sebagai penyalut karena kemampuannya melapisi senyawa aktif, membantu proses pengeringan, mencegah kerusakan termal, dan meningkatkan kelarutan. Meski demikian, sifat higroskopis maltodekstrin menuntut perlindungan kemasan yang baik. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa konsentrasi maltodekstrin 25% memberikan efisiensi enkapsulasi terbaik (91,67%). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh jenis kemasan terhadap stabilitas fisik (kadar air dan warna) serta kimia (total polifenol dan aktivitas antioksidan) enkapsulat ekstrak kecombrang selama penyimpanan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial dengan dua jenis kemasan: botol vial gelap (K1) dan aluminium foil (K2). Penyimpanan dilakukan selama 10 hari, dengan pengamatan pada Hari ke-0, 2, 4, 6, 8, dan 10, masing-masing diulang dua kali (total 24 sampel). Parameter yang diuji meliputi kadar air, warna (CIELAB), total polifenol, dan aktivitas antioksidan (IC50), dianalisis menggunakan Uji-T Independent pada taraf kepercayaan 95% dengan aplikasi SPSS 25. Hasil menunjukkan jenis kemasan berpengaruh signifikan terhadap stabilitas fisik dan kimia enkapsulat. Pada Hari ke-10, kadar air pada botol vial gelap mencapai 22,55%, lebih tinggi dibanding aluminium foil yang hanya 16,13%, menandakan keunggulan aluminium foil dalam menahan uap air. Perubahan warna juga lebih stabil pada aluminium foil, dengan nilai Lightness (L∗) lebih rendah (67,41 vs. 71,48), Hue Angle lebih terkontrol (21,31° vs. 20,06°), dan Chroma lebih stabil (8,41 vs. 7,79). Kandungan polifenol pada aluminium foil juga lebih tinggi (5,30 mg GAE/g vs. 3,92 mg GAE/g), dan aktivitas antioksidannya lebih terjaga dengan nilai IC50 lebih rendah (255,56 ppm vs. 305,43 ppm). (Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

    6,135

    full texts

    31,735

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UNIB Scholar Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇