31735 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENDIDIKAN, PDRB, DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI BENGKULU
Tingkat kemiskinan di Provinsi Bengkulu menjadi perhatian karena masih cukup
tinggi, meskipun terdapat fluktuasi penurunan dari tahun ke tahun. Penelitian ini
menganalisis sejauh mana tiga faktor utama, yaitu pendidikan, PDRB, dan PAD
memengaruhi tingkat kemiskinan di wilayah tersebut.
Penelitian ini membahas pengaruh tiga faktor utama terhadap tingkat kemiskinan di
Provinsi Bengkulu, yaitu pendidikan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dan
Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif
menggunakan data panel dari sepuluh kabupaten/kota selama periode 2016 hingga 2022.
Model regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM) digunakan untuk
menganalisis hubungan antara variabel-variabel tersebut.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pendidikan berpengaruh positif terhadap
kemiskinan, kemungkinan akibat rendahnya kualitas pendidikan dan ketidaksesuaian
keterampilan tenaga kerja. Sebaliknya, PDRB dan PAD berpengaruh negatif secara
signifikan, yang berarti bahwa pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan asli
daerah mampu menurunkan kemiskinan,menegaskan perlunya peningkatan kualitas
pendidikan, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta optimalisasi sumber PAD sangat
disarankan untuk menekan angka kemiskinan di Provinsi Bengkulu.
Kata Kunci : Pendidikan, PDRB, PAD, Tingkat Kemiskina
PENGARUH LITERASI KEUANGAN, DIGITAL MARKETING, DAN FINANCIAL TECHNOLOGY TERHADAP PENINGKATAN KINERJA UKM DI KOTA BENGKULU
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) merupakan sektor yang memiliki peran
penting dalam menyerap tenaga kerja, memberikan kontribusi terhadap PDB
(Produk Domestik Bruto), serta sebagai pendorong ekonomi lokal. Salah satu
caranya yang dapat dilakukan untuk mendukung dan melakukan penguatan pada
sektor UKM dengan melakukan peningkatan kinerja. Kinerja merupakan prioritas
utama usaha. Semua tindakan dan kegiatan usaha harus dapat ditingkatkan,
ditimbulkan dan usaha harus menunjukkan kekuatan yang dimilikinya dari pesaing
usahanya. Dalam hal ini, UKM harus mengelola sumber daya secara efektif, agar
lebih bernilai, langka, dan tidak dapat ditiru para pesaingnya, sehingga
meningkatkan kinerjanya dan memperoleh keunggulan kompetitif
Penelitian ini menguji pengaruh literasi keuangan, digital marketing, dan
financial technology. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
menggunakan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Metode
pemilihan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling dengan
sampel yang digunakan sebanyak 100 UKM yang ada di Kota Bengkulu. Analisis
data dilakukan dengan batuan program SPSS versi 27.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh
positif terhadap kinerja UKM. Digital Marketing berpengaruh positif terhadap
Kinerja UKM. Financial Technology berpengaruh positif terhadap Kinerja UKM.
Adapun keterbatasan dalam penelitian ini yaitu penyebaran kuesioner yang
tidak merata, sehingga tidak dapat mewakili seluruh UKM yang ada. Kemudian
pada penelitian ini alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dengan
menggunakan skala likert yang cenderung mengukur persepsi dimana jawaban
yang diberikan responden besar dipengaruhi oleh subyektifitas, sehingga tidak
menggmbarkan keadaan yang sebenarnya.
Kata Kunci : Literasi Keuangan, Digital Marketing, Financial Technology,
Kinerja, UK
MEMORABLE EXPERIENCE, DESTINATION IMAGE, SERVICE QUALITY, DAYA TARIK WISATA DAN AKSESIBILITAS: FAKTOR PENENTU REVISIT INTENTION PADA ECOTOURISM DI PROVINSI BENGKULU
Ecotourism atau ekowisata merupakan salah satu jenis wisata di Indonesia
yang sangat berpotensi pada bidang pariwisata di Indonesia yang mayoritas
mengalami kenaikan walaupun terdapat juga grafik penurunan kunjungan
wisatawan di beberapa tahun tertentu, baik kunjungan wisatawan mancanegara
maupun wisatawan nusantara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh
memorable experience, destination image, service quality, daya tarik wisata dan
aksesibilitas terhadap revisit intention pada ecotourism sehingga hasil yang
diperoleh dari penelitian ini dapat mendukung keberlanjutan pariwisata di
Indonesia.
Konsep ekowisata di dunia pertama kali dikenalkan oleh pakar ekowisata
yang telah lama menggeluti alam yaitu Fennell (2008) kemudian the ecotourism
society pada 1990 menyempurnakan konsep ekowisata dengan mendefinisikan
sebagai suatu perjalanan bertanggung jawab pada lingkungan alami yang
mendukung konservasi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat
(Kodyat, 1998). Ekowisata menitik beratkan pada tiga hal utama yaitu:
keberlangsungan alam atau ekologi, memberikan manfaat ekonomi, dan secara
psikologi dapat diterima dalam kehidupan sosial masyarakat. Jadi, kegiatan
ekowisata secara langsungmemberi akses kepada semua orang untuk melihat,
mengetahui, dan menikmati pengalaman alam, intelektual dan budaya masyarakat
lokal (Buckley, 2003).
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitiannya
merupakan studi kasus yang digunakan melalui survei atas wisatawan yang
pernah berkunjung ke ecotourism di Provinsi Bengkulu. Sampel penelitian
berjumlah sebanyak 225 responden. Kuesioner dibagikan secara online melalui
google form yang disebarkan ke media sosial. Penelitian ini menggunakan analisis
bivariat yang akan diukut dengan regresi linier berganda.
Berdasarkan hasi i l pe i nei lii tii an di i nyatakan bahwa seluruh hipotesis yang i
diajukan terima, bahwa ada peingaruh signi i fii kan vari i iabel i i nde i pei nde i int memorable
experience, destination image, service quality, daya tarik wisata dan aksesibilitas
beirpeingaruh seicara signi i ifikan te i rhadap i revisit intention (Y). Hasil ini sama oleh
beberapa penelitian terdahulu yang ini mendukung hasil penelitian ini.
Adapun saran dari penelitian ini adalah bagi penelitian selanjutnya
disarankan untuk memperluas variabel seperti faktor sosial, budaya, atau
teknologi yang dapat mempengaruhi revisit intention, serta melibatkan lebih
banyak destinasi guna mendapatkan pemahaman yang lebih luas terkait perilaku
viii
ix
wisatawan. Metode kualitatif juga bisa diterapkan untuk menggali lebih dalam
alasan wisatawan dalam memutuskan untuk kembali berkunjung. Bagi pengelola
destinasi, penting untuk fokus pada peningkatan kualitas layanan, fasilitas, serta
inovasi atraksi yang ditawarkan. Promosi yang efektif dan kolaborasi dengan
pemerintah serta masyarakat juga perlu dilakukan untuk meningkatkan
aksesibilitas dan mendukung loyalitas wisatawan. Sementara itu, masyarakat
diharapkan berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan keindahan destinasi,
serta memberikan sambutan yang ramah dan menyediakan produk lokal yang
autentik. Partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan
dan budaya akan meningkatkan daya tarik wisata dan mendukung
keberlangsungan industri pariwisata yang berkelanjutan.
Kata Kunci: Ecotourism, Memorable experience, Destination image, Service
quality, Daya Tarik Wisata, Aksesibilitas, Revisit intentio
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior) TERHADAP BAKTERI (Escherichia coli) MENGGUNAKAN METODE DIFUSI CAKRAM
Hutan tropis di Indonesia diperkirakan terdapat 30.000 jenis tumbuhan. Diduga dari jumlah tersebut sekitar 9.600 jenis tumbuhan diketahui berkhasiat sebagai obat. dan bagaimana aktivitas antibakteri ekstrak bunga kecombrang (Etlingera elatior) terhadap bakteri Escherichia coli menggunakan metode difusi cakram. Tumbuhan Kecombrang di buat menjadi ekstrak dengan konsentrasi 10%, 20%,30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, dan 100% uji aktivitas antibakteri. Skrining kandungan metabolit sekunder dari ekstrak bunga kecombrang Etlingera elatior Diketahui kemampuan daya hambat bunga ekstrak kecombrang Etlingera elatior terhadap bakteri Escherichia coli. Jenis dan rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian Eksperimental deskriptif kualitatif, antibakteri Escherichia coli Setelah diamati terlihat bahwa hasil pengukuran zona hambat dari konsentrasi 10 % - 100% yaitu, pada konsentrasi 10% (0 mm), 20% (0 mm) di kategorikan zona tidak menghambat, dan konsentrasi 30% diperoleh nilai rata-rata diameter zona hambat mencapai (7,6) mm, konsentrasi 40% (8,7) mm, di kategorikan zona sedang, konsentrasi 50% (14,13) mm, konsentrasi 60% (15,14) mm, konsentrasi 70% (15,15) mm, konsentrasi 80% (14,13) mm, konsentrasi 90% (16,16 mm), dan konsentrasi 100% (17,16) mm, K+(27,25mm), dikategorikan zona sangat kuat, dan K- (0 mm) zona tidak menghambat. disimpulkan ekstrak etanol bunga kecombrang (Etlingera elatior) mempunyai kemampuan aktivitas untuk menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli.
Kata kunci : Bunga Kecombrang (Etlingera Elatior), Escherichia coli, Difusi cakra
UJI KARAKTERISASI MINYAK ATSIRI DARI KULIT BUAH JERUK RIMAU GERGA LEBONG (Citrus nobilis Blanco X sinensis Osbeck)
Jeruk Rimau Gerga Lebong (Citrus nobilis Blanco X sinensis Osbeck) merupakan suatu komoditas unggulan Kabupaten Lebong. Pemanfaatan dari buah Jeruk Rimau Gerga Lebong adalah di bagian kulitnya, dimana kulit yang terdapat pada Jeruk Rimau Gerga Lebong dapat menghasilkan minyak atsiri. Pada minyak atsiri kulit jeruk pada umumnya terkandung rincian komponen sebagai berikut limonene, myrcene, noctanal, pinene, linanool, decanal, sabiene, geranial, dodecanal, neral, dan senyawa minor lain. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan minyak atsiri dari kulit buah Jeruk Rimau Gerga Lebong (Citrus nobilis Blanco X sinensis Osbeck) dan pengujian karakterisasi terhadap minyak atsiri yang dihasilkan. Pada penelitian ini didapatkan 49 ml minyak atsiri kulit jeruk RGL dan minyak atsiri yang dihasilkan pada penelitian kali ini belum bisa mendapatkan karakteristiknya karena ada beberapa karakteristik yang belum memenuhi standar karakteristik diantaranya nilai rendemen yang mendapatkan hasil 0,087 %, indeks bias yang tidak dilakukan pengujiannya, uji organoleptis mendapatkan hasil tidak berwarna dan beraroma khas citrus dan rotasi optik mendapatkan hasil pengamatan +91,1 - +99,1, sedangkan untuk karakteristik yang memenuhi standar pada penelitian kali ini diantaranya uji bobot jenis minyak atsiri yang mendapatkan nilai bobot jenis 0,845 g/ml, uji kelarutan dalam alkohol yang mendapatkan hasil larut dalam alkohol 96%, dan uji penetapan bilangan asam yang mendapatkan hasil perhitungan 1,4025.
Kata Kunci : Citrus nobilis Blanco X sinensis Osbeck, minyak atsiri, karakteristi
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN KETIDAKNYAMANAN PADA NY.T G1P0A0 USIA 24 TAHUN DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN OCIK LESTARI KOTA BENGKULU
Proses kehamilan berlangsung karena terjadinya perubahan secara fisik maupun
psikologis yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan fisik dan psikis terutama
pada trimester III masa ini merupakan terjadinya pertumbuhan dan perkembangan
janin yang semakin meningkat. Ketidaknyamanan yang dirasakan pada ibu hamil
trimester III yaitu nyeri punggung bagian bawah, saat bersalin mengalami nyeri
persalinan, saat masa nifas mengalami nyeri perineum.
Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan asuhan kebidanan Continuity of care
pada Ny. T G1P0A0 dengan edukasi dan pendampingan ketidaknyamanan di
Tempat PMB Ocik Kota Bengkulu. Penulisan studi kasus menggunakan metode
deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, studi
dokumentasi dan kepustakaan. Hasil asuhan secara komprehensif pada Ny. T
G1P0A0 yang diberikan saat hamil yaitu dengan mengajarkan teknik effluarge
massage untuk mengurangi nyeri punggung bawah. Sering BAK di anjurkan
mengurangi minuman berkafein di malam hari, sulit tidur dianjurkan tidur miring
kiri.Pada saat persalinan asuhan yang diberikan untuk mengurangi nyeri
persalinan yaitu dengan teknik counter preasure, mobilisasi, relaksasi nafas,
pendampingan persalinan.Asuhan masa nifas untuk mengurangi nyeri perineum
yaitu dengan dengan pemberian kompres dingin, untuk nyeri abdomen dilakukan
kompres hangat.Proses edukasi dan pendampingan ketidaknyamanan dari masa
kehamilan, bersalin, bayi baru lahir, hingga 2 minggu masa nifas berjalan baikNy.
T mendapatkan penyuluhan tentang persiapan penggunaan alat kontrasepsi suami
dan istri akan memilih KB suntik 3 bulan setelah massa nifas berakhir. Evaluasi
akhir berjalan dengan baik tanpa ada penyulit.
Simpulan dari asuhan kebidanan komprehensif adalah asuhan yang diberikan
sesuai dengan kebutuhan subjek yang didukung teori dan evidence based dalam
kebidanan. Asuhan berjalan selama 6 minggu berjalan lancar dan normal.
KataKunci:Edukasi,Pendampingan, Ketidaknyamana
UJI EFEKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK DAUN BANDOTAN (Agerantum conyzoides L.) DENGAN DAUN MENIRAN (Phyllanthus niruri L.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA MENCIT (Mus musculus)
Bandotan (Agerantum conyzoides L.) mengandung metabolit sekunder yaitu,
flavonoid, terpenoid dan saponin yang terpercaya dalam proses penyembuhan luka
sedangkan meniran (Phyllanthus niruri L.) mengandung senyawa seperti flavonoid,
tanin, dan saponin yang dapat mempercepat penyembuhan luka. Tujuan penelitian
ini adalah untuk mengetahui hasil uji efektivitas penyembuhan luka sayat pada
mencit menggunakan kombinasi ekstrak bandotan dan meniran. Penelitian ini
merupakan penelitian eksperimental. Dimana bandotan dan meniran diekstrak
dengan cara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Mencit dibagi
menjadi 5 kelompok yaitu kontrol positif (Povidone iodine), kontrol negatif (tidak
diberi perlakuan), dan kelompok uji dengan perbandingan 1:1, 1:3, 3:1. Penelitian
ini dilakukan selama 7 hari dengan pemberian konsentrasi 1kali sehari sebanyak 0,1
ml, setiap kelompok dibuat luka sayat dengan ukuran 1 cm. hasil penelitian yang
telah dilakukan pada kontrol negatif dapat memulihkan luka sayat pada mencit
sampai 18%, pada kontrol positif dapat memulihkan luka sayat pada 44%,
kelompok uji 1 dengan perbandingan 1:1 dapat memulihkan luka sayat pada mencit
35%, kelompok uji 2 dengan perbandingan 1:3 dapat memulihkan luka sayat 32%,
kelompok uji 3 dengan perbandingan 3:1 dapat memulihkan luka sayat 34%. Maka
dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penyembuhan luka sayat yang
paling efektif yaitu pada perlakuan dengan perbandingan 1:1.
Kata kunci: bandotan, meniran, luka sayat, Mus musculu
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp) TERHADAP KADAR ASAM URAT PADA KELINCI JANTAN (Oryctolagus cuniculus) YANG DIINDUKSI KALIUM OKSONAT
Daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp) merupakan tanaman yang
telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional, termasuk untuk menurunkan
kadar asam urat. Kandungan flavonoid dan tanin dalam daun salam diketahui
mampu menghambat kerja enzim xantin oksidase, enzim utama dalam
pembentukan asam urat. Selain itu, minyak atsiri seperti eugenol dan sitral yang
terdapat dalam daun ini juga memiliki efek diuretik dan analgesik, yang berperan
dalam mempercepat ekskresi asam urat melalui urin dan meredakan nyeri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun
salam terhadap kadar asam urat pada kelinci jantan yang diinduksi kalium oksonat,
serta untuk menentukan dosis yang paling efektif dalam menurunkan kadar asam
urat. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan lima ekor
kelinci jantan yang dibagi menjadi lima kelompok perlakuan, yaitu: kelompok
normal, kelompok negatif (kontrol induksi), kelompok positif (kontrol obat
standar), dan dua kelompok uji dengan dosis ekstrak daun salam masing-masing
200 mg/kg BB dan 400 mg/kg BB. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi
menggunakan pelarut etanol 96%. Induksi hiperurisemia dilakukan menggunakan
kalium oksonat 250 mg/kg BB secara intraperitoneal. Pengukuran kadar asam urat
dilakukan pada tiga waktu: sebelum induksi (T0), setelah induksi (T1), dan setelah
perlakuan (T2), menggunakan alat ukur asam urat. Data dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun salam dapat menurunkan kadar
asam urat, dengan penurunan paling efektif terjadi pada kelompok dosis 400 mg/kg
BB. Dengan demikian, ekstrak daun salam memiliki potensi dalam membantu
menurunkan kadar asam urat, dan pemberian dosis 400 mg/kgBB menunjukkan
hasil penurunan yang cukup baik pada penelitian ini.
Kata kunci : Daun salam, Asam urat, Kalium oksonat, Allopurinol, Kelin
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DIGITAL AVIATION ENGLISH MENGGUNAKAN FLIPPED CLASSROOM UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA MAHASISWA POLITEKNIK PENERBANGAN PALEMBANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar Aviation English
berbasisa digital dengan menggunakan pendekatan Flipped Classroom untuk
meningkatkan kemampuan berbicara siswa di Politeknik Penerbangan Palembang.
Ada kesenjangan (gap) pada penelitian sebelumnya, di mana penerapan Flipped
Classroom in English for Specific Purposes (ESP), khususnya Aviation English,
masih minim. Studi sebelumnya telah menekankan pembelajaran berbasis teori dan
kurang mengintegrasikan teknologi dalam model pembelajaran interaktif. Oleh
karena itu, penelitian ini menawarkan kebaruan dengan mengembangkan Fitri’s
Flipped Aviation English Framework, yang mengadaptasi Flipped Classroom
melalui bahan ajar digital berbasis Canva dan Google Classroom. Metode yang
digunakan adalah Research and Development (R&D) menggunakan model 4D
(Define, Design, Develop, dan Disseminate). Tahapan penelitian meliputi analisis
kebutuhan, desain materi instruksional, validasi ahli, dan uji coba produk yang
terbatas dan ekstensif. Hasil penelitian ini mengevaluasi tiga aspek utama: desain,
kelayakan, dan efektivitas. Pertama, desain bahan ajar Bahasa Inggris Penerbangan
dikembangkan menggunakan teknologi Canva, yang menghasilkan pengalaman
belajar yang menarik, visual yang menyenangkan secara estetika, dan interaktivitas
yang tinggi. Desainnya disesuaikan agar selaras dengan tuntutan pembelajaran
Aviation English, terutama dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa
melalui konten yang menarik dan terstruktur. Kedua, kelayakan bahan ajar
divalidasi oleh para ahli di bidang konten, desain, media, dan bahasa, mencapai
peringkat kelayakan sebesar 74,1%, mengkategorikan materi sesuai untuk
penggunaan pendidikan. Ini menegaskan bahwa materi tersebut memenuhi standar
yang dipersyaratkan dan dapat diimplementasikan secara efektif dalam lingkungan
pendidikan vokasi. Ketiga, efektivitas bahan ajar yang dikembangkan dinilai
menggunakan N-Gain Score, yang menghasilkan skor rata-rata 0,8642,
menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan berbicara siswa.
Hasil penelitian ini berkontribusi secara teoritis dengan memberikan bukti empiris
yang mendukung efektivitas pembelajaran berbasis digital yang terintegrasi dengan
model Flipped Classroom dalam pengajaran Aviation English. Secara praktis,
bahan ajar ini berfungsi sebagai alternatif yang inovatif dan relevan untuk
pendidikan kejuruan, membekali siswa dengan keterampilan komunikasi yang
penting untuk industri penerbangan. Penelitian ke depan direkomendasikan untuk
memperluas ruang lingkup penelitian ini untuk hasil yang lebih komprehensif dan
representatif mengenai dampak pendekatan ini.
Kata kunci: Aviation English, Flipped Classroom, Bahan Ajar Digital,
Keterampilan Berbicar